cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
EVALUASI KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20kV PADA PENYULANG KOLONEL SUGIONO APJ MALANG Ma'arif, Muhammad Thoriqul; Utomo, Teguh; Shidiq, Mahfudz
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja keandalan dari sistem distribusi listrik memainkan peran penting untuk menyuplai energi listrik kepada pelanggan. Permasalahan yang paling mendasar pada sistem distribusi tenaga listrik adalah terletak pada mutu, kontinuitas, dan ketersediaan pelayanan daya listrik pada pelanggan. Penyulang Kolonel Sugiono adalah penyulang yang sering mengalami pemadaman. Metode section technique merupakan metode analisis evaluasi yang dapat digunakan untuk mencari nilai keandalan suatu sistem jaringan distribusi. Indeks keandalan penyulang Kolonel Sugiono sebelum perubahan jaringan adalah dengan standar SPLN 59 : 1985 diperoleh SAIFI 5,264, SAIDI 13,55, dan CAIDI 2,574 sedangkan dengan ANSI/IEEE std 439-1980 diperoleh SAIFI 2,707, SAIDI 7,573, dan CAIDI 2,798. Setelah perubahan jaringan penyulang Kolonel Sugiono terbagi menjadi dua yaitu, penyulang Kolonel Sugiono baru dan penyulang Tlogowaru. Indeks keandalan penyulang Kolonel Sugiono baru adalah dengan standar SPLN 59 : 1985 diperoleh SAIFI 2,405, SAIDI 4,3, dan CAIDI 1,788, sedangkan dengan ANSI/IEEE std 439-1980 diperoleh SAIFI 1,236, SAIDI 2,399, dan CAIDI 1,94. Indeks keandalan penyulang Tlogowaru dengan standar SPLN 59 : 1985 diperoleh SAIFI sebesar 3,047, SAIDI 3,432, dan CAIDI 1,126, sedangkan dengan ANSI/IEEE std 439-1980 diperoleh SAIFI 1,44, SAIDI 1,769, dan CAIDI 1,228. Penyulang Kolonel Sugiono dan penyulang Tlogowaru setelah perubahan jaringan lebih andal daripada sebelum perubahan jaringan.Kata Kunci – Indeks Keandalan, Sistem Distribusi, Section Technique, Jaringan Primer, Penyulang
STUDI DISTRIBUSI TEGANGAN DAN ARUS BOCOR PADA ISOLATOR RANTAI BERBAHAN GELAS DENGAN LAPISAN HIDROFOBIK DALAM KONDISI KERING DAN BASAH Inggil Lazuardi; Moch. Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi listrik merupakan hal yang penting pada saluran transmisi maupun distribusi. Pada saluran udara, isolator yang digunakan ada beberapa jenis, dan salah satunya berupa rangkaian isolator yang disusun berantai dan cara peletakkannya digantungkan pada menara transmisi. Isolator rantai terdiri dari isolator piring yang disusun secara seri sehingga membentuk rantai isolator. Komponen isolator rantai terdiri dari “konduktor-dielektrik-konduktor” yang analog dengan komposisi suatu kapasitor. Isolator rantai digunakan pada ruang terbuka, sehingga mudah dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan terutama air hujan. Dalam penelitian ini, untuk mengurangi pengaruh kondisi lingkungan yang basah karena hujan, digunakan lapisan hidrofobik. Penelitian ini mengamati distribusi tegangan dan arus bocor pada isolator rantai berbahan gelas tipe ball and socket. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh lapisan hidrofobik terhadap distribusi tegangan sangat kecil baik dalam kondisi kering maupun basah, sedangkan pengaruh terhadap arus bocor cukup besar terutama dalam kondisi basah. Arus bocor pada kondisi basah tanpa lapisan hidrofobik sangat besar sehingga menyebabkan membesarnya rugi daya, sedangkan saat sesudah dilapisi, arus bocor dan rugi daya menjadi jauh lebih kecil. Hal ini menunjukkan peningkatan performa dari kekuatan isolasi dari isolator piring tersebut.Kata kunci— lapisan hidrofobik, distribusi tegangan, arus bocor.
PERANCANGAN SISTEM MIKROKONTROLER BERBASIS ATMEGA32 UNTUK MINI FACTORY PENYAMAK KULIT KELINCI n/a Zulkarnaen; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyamakan kulit-bulu kelinci dalam jumlah terbatas dilakukan secara tradisional, sehingga diperlukan alat instrumentasi yang sesuai untuk skala kecil sehingga memberikan kemudahan bagi peternak untuk melakukan penyamakan kulit dan bulu kelinci. Diperlukan desain alat instrumentasi penyamak kulit yang efisien untuk mempercepat dan mempermudah proses penyamakan kulit kelinci serta memudahkan kerja para peternak untuk mengolah limbah kulit kelinci sehingga memiliki nilai ekonomis. Alat ini menggunakan mikroprosesor ATmega32 dengan diberikannya 2 mode menu yaitu, mode “Menu Pilih” dan “Manual”. Mode menu pilih digunakan berdasarkan proses-proses penyamakan yang telah ada, mode menu pilih digunakan user untuk berapa lama motor akan diputar. Dibuat dengan kontrol embedded system dengan menggunakan ATMega32 menggunakan push button dan keypad sebagai masukan data dan navigasi antarmuka antara alat dan user. Arus masukan driver relay bernilai di atas 0,958 mA sesuai dengan perhitungan untuk mengaktifkan transistor dalam keadaan saturasi. Pembuatan perangkat lunak sebagai pemroses data dari alat instrumentasi telah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Terdapat delay waktu dalam menjalankan alat instrumentasi penyamakan kulit. Saat menjalankan di atas 60 menit maka alat instrumentasi memiliki rata rata waktu delay 3 menit, saat menjalankan di bawah 60 menit rata rata waktu delay 1 menit.Kata Kunci— Kulit Kelinci, Penyamak, Otomatisasi penyamak kulit.
RANCANG BANGUN KONTROLLER MOTOR SLIDER KAMERA Fitra Martha Suryana; Mochammad Rif'an; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Seiring kemajuan fotografi danvideografi, saat ini para fotografer dan pembuat videomembutuhkan alat-alat perlengkapan yang canggihdan dapat membantu mempermudah untuk mengambilgambar. Dahulu sebelum ada motor slider, parapembuat video harus memiliki asisten kamerawanuntuk membantu mendorong kamera mengikuti jalurrel atau track sehingga para pembuat video/fotograferharus menggesernya sendiri sehingga penggunanyakesulitan untuk membuat video dengan timelapse atauvideo dengan pergeseran dengan durasi yang panjang.Slider ini dibuat dengan panjang track 120 cm.Pengujian PWM dan pengujian motor dilakukantiga kali pengujian, ada beberapa nilai yang tidak samadengan pengujian lainnya. Sedangkan untuk pengujiandriver hasil dari tiga kali pengujian adalah sama.Motor DC tidak dapat bergerak dengan nilai PWMdibawah 70 (atau 3,5V). Motor DC ketika diberi nilaiPWM sebesar 255 hanya berputar sebesar 62,5 rpm.Untuk menghitung delay yang dibutuhkan, dapatdiketahui terlebih dahulu kecepatan motor yangdiinginkan, keliling pulley, dan panjang pergeseranobjek yang diinginkan. Setelah nilai delay didapatkan,nilai tersebut akan digunakan sebagai masukan keprogram.Kata Kunci—Slider, Kamera, Motor DC
STUDI POTENSI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PLTMH BAYU KIDUL UNIT 4 BANYUWANGI Derry Putranugraha; Teguh Utomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Pembangkit Listrik TenagaMikrohidro (PLTMH) Bayu Kidul unit berlandaskanpada besarnya potensi yang dapat dimanfaatkan untukkebutuhan energi listrik masyarakat dusun Lider danBejong. Rencana lokasi PLTMH ini terletak di BayuKidul Desa Sumberarum, Kecamatan SonggonKabupaten Banyuwangi dengan memanfaatkan aliransungai Kalistail. Pada penelitian ini, pengukuran debitair menggunakan metode apung dan pengukuran tinggijatuh air menggunakan metode water filled tube. Datapengukuran debit air dan tinggi jatuh air tersebut,digunakan untuk menentukan desain PLTMH unit 4yang meliputi dimensi pipa pesat, jenis turbin air,dimensi turbin air, dan kapasitas generator sinkron 3fasa yang sesuai. Hasil perhitungan menunjukkanbahwa potensi daya yang dapat dibangkitkan padaPLTMH Bayu Kidul 4 secara teori adalah sebesar155.903 kW dengan debit air yang digunakan sebesar2.0728 ???????? ???? dan ketinggian jatuh air efektif (head nett)12.17 meter. Dari debit air dan tinggi jatuh air tersebutdidapatkan desain pipa pesat dengan panjang 228meter dan berdiameter 1.2 meter serta dua buahturbin crossflow yang mempunyai dimensi berdiameter0.5 m dengan panjang poros masing masing 1 m. Dariperhitungan daya terbangkitkan sebesar 155.903 kWmaka kapasitas generator sinkron 3 fasa yangdigunakan sebesar 250 kVA yang terdiri dari dua buahgenerator berkapasitas 125 kVA dengan sistem kontrolbeban menggunakan ELC berkapasitas 200 kW.Kata Kunci—PLTMH Bayu Kidul 4, potensi daya,turbin crossflow, generator
IDENTIFIKASI PLANT DISTILASI VAKUM BIOETANOL DENGAN METODE EXTENDED LEAST SQUARE (ELS) Muhammad Zainuddin; M. Aziz Muslim; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Pada penelitian ini dikembangkan pembuatan bioetanol dengan distilasi vakum pada suhu dan tekanan tertentu. Suhu dan tekanan sangat berperan penting dalam pembuatan bioetanol, sehingga diperlukan pengontrolan. Langkah awal pengembangan yang dilakukan adalah mengidentifikasi plant suhu dan tekanan pada proses distilasi vakum. Struktur model yang digunakan adalah ARMAX orde 4.Langkah estimasi parameter dilakukan dengan metode Extended Least Square. Sinyal uji yang digunakan sebagai masukan sistem adalah Pseudo Random Binary Sequence (PRBS). Dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil parameter A[-0,2920 -0,2848 -0,2324 -0,1845], B[0,0057 -0,0029 -0,0017 -1,8200], dan C[-1,2805 7,1277 -7,5873 2,0066]. Validasi model Akaike’s FPE= 0,1795 dan Bestfit= 94.44%.Kata kunci: Bioetanol, Distilasi Vakum, Identifikasi, ARMAX, PRBS, Plant Suhu dan Tekanan, Extended Least Square, Validasi.
ANALISIS PERUBAHAN TINGKAT KEASAMAN MINYAK RANDU AKIBAT PENGARUH MEDAN LISTRIK DAN TEMPERATUR Muhammad Aldy Lisfianto; Moch. Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak randu adalah salah satu jenis minyak nabati yang mempunyai potensi sebagai pengganti minyak transformator dikarenakan biaya pengolahannya yang murah. Sebagai minyak alternatif untuk isolasi transformator, minyak randu harus mampu mempunyai spesifikasi yang dibutuhkan oleh PT. PLN agar dapat dipakai pada transformator. Salah satunya adalah tingkat keasaman pada minyak randu harus dibawah atau sama dengan 0,03 mg KOH/gr. Dalam penelitian ini minyak randu diuji dengan temperatur dan medan listrik, kemudian diukur tingkat keasaman minyak randu yang meliputi derajat pH dan angka kenetralan. Metode yang digunakan untuk mengukur angka kenetralan adalah metode titrasi dengan mengacu pada standar IEC 296. Hasil pengukuran menjelaskan bahwa medan listrik homogen dan non-homogen tidak mempengaruhi tingkat keasaman minyak randu. Tingkat keasaman minyak randu hanya berubah ketika terjadi tembus. Pada medan homogen dengan diterapkan tegangan AC, tegangan tembus sebesar 13,56 kV, derajat pH minyak randu yang awalnya 4,65 menurun menjadi 4,42, dan angka kenetralan yang awalnya 13,4366 mg KOH/gr naik menjadi 14,2036 mg KOH/gr. Pengujian pemanasan mempengaruhi tingkat keasaman minyak randu menjadi lebih baik berdasarkan hasil pengukuran. Temperatur maksimum untuk pemanasan minyak randu adalah 70° C, lebih dari 70° C maka minyak randu akan mengalami kerusakan. Derajat pH minyak randu sebelum pemanasan adalah 4,65, setelah dipanaskan naik menjadi 6,43. Angka kenetralan minyak randu sebelum dipanaskan adalah 13,4366 mg KOH/gr, setelah dipanaskan menurun menjadi 10,3958 mg KOH/gr.Kata Kunci – Minyak Randu, Medan Listrik, pH, Angka Kenetralan (Neutralization Number)
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERBAIKAN TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PUJON MENGGUNAKAN ANALISIS SENSITIVITAS RUGI-RUGI Aji Rizky Hakim; Mahfudz Shidiq; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan Permen ESDM No. 03 Tahun 2007, dimana batas tegangan untuk jaringan 20 kV adalah tidak lebih dari 5% dan tidak kurang dari 20% tegangan nominal. Pemasangan kapasitor pada sistem adalah salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut. Berdasarkan hasil simulasi, pemasangan kapasitor sebesar 4034 kVAR pada jaringan distribusi 20 kV penyulang Pujon dapat menaikkan profil tegangan, mengurangi rugi-rugi daya dan memberikan keuntungan yang signifikan pada PT PLN (Persero). Sebelum pemasangan kapasitor, tegangan bus terendah adalah 17.894 kV, rugi-rugi daya sebesar 0.418 MW dan 0.372 MVAR. Setelah pemasangan kapasitor tegangan bus terendah menjadi 19.060 kV, rugi-rugi daya sebesar 0.227 MW dan 0.206 MVAR. Biaya yang dapat ditekan dalam satu tahun sebesar Rp 3,563,028,000, sehingga dapat mengembalikan biaya investasi pemasangan kapasitor sebesar Rp 806,800,000 dalam waktu tiga bulan. Kata Kunci—Kapasitor, jatuh tegangan, rugi daya, sensitivitas rugi-rugi.
STUDI PENGARUH PEMBASAHAN PADA ISOLATOR PIRING BERPOLUTAN TERHADAP ARUS BOCOR PADA JARINGAN TEGANGAN 20 kV Dian Kartika Fitriana H.; Moch. Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengujian ini, dilakukan analisis kandungan polutan yang ada pada sampel isolator dan pengujian arus bocor dengan penambahan keeping isolator berpolutan. Tipe isolator yang digunakan pada penelitian adalah ball and socket berbahan keramik dan diambil di wilayah Malang. Untuk kandungan polutan diuji menggunakan XRF. Kandungan polutan yang ada pada sampel keping isolator rantai di wilayah Malang memiliki kepekatan yang berbeda-beda. Salah satu unsur polutan yang bersifat konduktif pada sampel ialah Na (Natrium) dan Mg (Magnesium). Pengujian arus bocor dengan penambahan keping isolator rantai berpolutan dilakukan dengan dua kondisi, yaitu kondisi basah dan kondisi kering, dan untuk setiap kali pengujian ditambahkan satu keping isolator rantai berpolutan. Pengaruh dari penambahan keping isolator berpolutan terhadap arus bocor adalah nilai arus bocor semakin meningkat, hal ini terjadi pada kondisi basah dan kondisi kering. Semakin tinggi nilai arus bocor yang dihasilkan akan mengakibatkan rugi-rugi daya yang tinggi pula.Kata kunci— Isolator Piring Berpolutan, Kering & Basah, Arus Bocor.
RANCANG BANGUN SISTEM PROTEKSI JARINGAN TEGANGAN RENDAH DIRECT CURRENT Fauzan, Vito; Suyono, Hadi; Maulana, Eka
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang akan membuatsuatu sistem handal yaitu sistem proteksi dari sistem itusendiri. Pada penelitian ini dibuat dan dibahas mengenaikehandalan pada sistem proteksi jaringan teganganrendah direct current dengan cara memberikan beberapagangguan pada sistem antara lain gangguan overvoltage,gangguan undervoltage, gangguan beban lebih, dangangguan hubung singkat. Berdasarkan pengujiandidapatkan respon rele dalam menghilangkan gangguandengan rata-rata waktu 10 ms. Semua gangguan yangdiberikan juga dapat dihilangkan dengan baik olehsistem proteksi yang dirancang.Kata kunci – Proteksi DC, jaringan dc, gangguan padasistem dc, LVDC, Direct current.

Page 46 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue