cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
SISTEM PEMANTAUAN DAN JUAL-BELI LISTRIK PADA MICRO SMART GRID BERBASIS LAYANAN WEB Muhammad Ilham Akbar; Adharul Muttaqin; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang melimpah, namun pemanfaatannya masih relatif kecil. Selain itu, kebutuhan listrik di rumah tangga sangat tinggi dan tidak efisien. Sebagian besar masyarakat cenderung hanya membeli listrik. Pembangunan sistem micro smart grid merupakan upaya peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik. Pada sistem ini, masyarakat dapat membeli listrik dan juga menjualnya. Alat ini dilengkapi dengan sistem pemantauan melalui layanan web, sehingga informasi arus, tegangan, daya dan energi dapat dipantau dari jarak jauh. Alat ini menggunakan Wi-Fi sebagai penghubung ke internet. Jaringan listrik pada sistem ini menggunakan jaringan DC bertegangan rendah. Arah arus listrik dikontrol menggunakan perbedaan tegangan antara bus dan node. Kata kunci: DC Smart grid, Jual-Beli Listrik, Pemantauan, Layanan Web
Sistem Pengendalian Suhu Pada Plant Suhu 73412 Menggunakan Self-Tuning PID Controller Muhammad Rony Hidayatullah; Muhammad Aziz Muslim; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi, menyebabkan kebutuhan akan sistem kontrol meningkat dan jumlah plant yang di kontrol semakin kompleks. Kontroler PID merupakan kontroler yang banyak digunakan di bidang industri. Hal ini dikarenakan kontroler PID memiliki struktur yang sederhana dan telah terbukti mampu efektif untuk mengendalikan sistem linier secara umum. Namun mempunyai kelemahan, yaitu masalah penentuan nilai tuning untuk ketiga parameternya. Dimana jika nilainya kurang tepat akan memberikan respon sistem yang buruk. Selain itu, penggunaan kontroler PID dengan nilai parameter yang konstan kurang efektif untuk diterapkan pada plant yang mendapat gangguan yang tidak diketahui, plant yang bersifat nonlinier dan time variability. Salah satu jenis plant yang nonlinier dan time variability adalah plant suhu 73412. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka digunakan metode self-tuning controller. Dengan menggunakan metode self-tuning controller nilai parameter Kp, Ki, dan Kd akan berubah terus-menerus sampai respon dalam keadaan steady state. Salah satu metode self-tuning controller yang dipakai dalam skripsi ini adalah Dahlin PID Controller dengan menggunakan metode estimasi Recursive Least Square (RLS). Respon sistem yang dihasilkan dari penggunaan self-tuning PID controller ini ketika sistem tidak diberi gangguan memiliki nilai rata-rata error steady state dibawah 1% dan tidak mengalami overshoot. Ketika diberi gangguan berupa perubahan skala kecepatan kipas memiliki nilai recovery time dibawah 90 detik sedangkan untuk gangguan berupa perubahan nilai setpoint respon memiliki nilai rata-rata error steady state dibawah 1% dan tidak mengalami overshoot. Kata Kunci: Plant Suhu 73412, Self-Tuning PID Controller, Recursive Least Square.
IMPLEMENTASI SENSOR WARNA TCS3200 DAN SENSOR ROTARY ENCODER UNTUK MONITORING POSISI ROBOT BERODA Sofyan Andika Yusuf; Panca Mudjirahardjo; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi robotika di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kemajuan yang pesat. Hal itu dibuktikan dengan dikembangkannya mobile robot. Mobile robot adalah suatu robot yang memiliki mobilitas untuk bergerak dan beradaptasi di suatu tempat tanpa kontrol langsung manusia. Mobile robot membutuhkan  empat komponen : sensor, aktuator, kontroler, dan software kontroler untuk dapat melakukan tugasnya. Kontes Robot Pemadaman Api (KRPAI) merupakan suatu ajang perlombaan yang memiliki tujuan untuk mencari dan memadamkan lilin di arena lapangan. Pada KRPAI 2015 terdapat perbedaan konfigurasi lapangan dari tahun-tahun sebelumnya. Lapangan yang digunakan adalah gabungan dari dua buah lapangan pemadam api tipe Trinity College yang berbentuk simetris (cermin) dan memiliki lantai berwarna merah, biru, hitam, dan putih. Oleh karena itu, dibutuhkan sensor warna untuk membedakan warna lapangan. Dalam perlombaan, robot dituntut harus bergerak cepat mencari dan memadamkan lilin untuk memenangkan perlombaan. Pergerakan robot yang cepat dapat menyebabkan robot bergerak tidak sesuai dengan program. Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan sensor warna dan sensor rotary encoder untuk memonitor posisi robot di lintasan. Pada hasil pengujian keseluruhan sistem menunjukkan bahwa paket data blok posisi yang dikirimkan robot dapat diterima program visual dan dipisahkan menjadi nilai blok posisi x dan blok posisi y untuk memonitor posisi robot. Kata kunci : mobile robot, sensor warna, sensor rotary encoder, monitor posisi
Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Analisis Jam Efektif Matahari Terhadap Pohon Surya Menggunakan Jaringan TCP/IP di Universitas Brawijaya Muhammad Rahma Arif; n/a Soeprapto; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon surya adalah PLTS bersistem off-grid yang panel surya nya di pasang sedemikian rupa membentuk seperti pohon dimana panel surya terletak diatas dan terhubung dengan tiang pancang sedangkan MPPT dan baterai diletakkan di bawah. Pohon surya ini digunakan untuk penerangan jalan umum yang jauh dari jangkauan listrik. Pemantuan pohon surya sangat perlu untuk kelangsungan keberadaan pohon surya tersebut. Setiap bagian mulai dari panel surya, baterai, beban lampu ada baiknya dapat di Pemantuan secara real time. Adapun sarana pemantuannya menggunakan jaringan TCP/IP yang terhubung perangkat access point untuk pemantuan dengan jangkauan yang cukup jauh. Peletakan posisi pohon surya dan jumlah jam efektif matahari sangatlah berperan penting dalam proses konversi energi nya. Selain itu pengaturan pemakaian beban juga perlu diperhatikan , sehingga apabila terjadi lampu PJU padam maka kita dapat mengetahui penyebab nya mulai dari perangkat kerasnya hingga pengisian baterainya Kata kunci— pohon surya, off-grid, pemantuan, TCP/IP, jam efektif
Konfigurasi Jaringan Bertingkat Pada Cluster Paralel Orange Pi Ari Badia Christian; Muhammad Aswin; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orange Pi merupakan salah satu PC namun berukuran jauh lebih kecil dan mengonsumsi daya yang jauh lebih rendah. Untuk meningkatkan performa komputasi paralel, akan digunakan komputer paralel pada Orange Pi. Paralelisasi Orange Pi dapat didesain dengan menggunakan sistem paralel bertingkat (Sub-Cluster). Penggunaan konfigurasi jaringan bertingkat diharapkan dapat menambah Bandwith pada saat pemrosesan paralel, sehingga  kecepatan komputasi secara keseluruhan dapat meningkat. Pada penelitian ini, digunakan 17 buah Orange Pi yang dibagi dalam 4 sub-cluster. Tiap sub-cluster terdiri atas 4 buah Orange Pi. Setiap sub-cluster terhubung pada router yang berbeda. Pengujian dilakukan sebanyak 2 kali, pada sistem paralel yang sama dan sistem paralel bertingkat. Pengujian kecepatan dilakukan dengan menjalankan program perkalian matriks di kedua sistem paralel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan didapat pada kasus pemrosesan paralel di pengujian dengan kondisi awal yang sama dengan jumlah proses 17, 51 dan 68. Peningkatan juga didapat pada pengujian dengan semua ukuran program dengan jumlah proses 51 dan 68. Kata kunci: paralel, sub-cluster, jaringan sama,ukuran, jumlah proses, MPI.
RANCANG BANGUN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) BERBASIS ARDUINO Adi, Hari Purnomo; Soeprapto, n/a; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padamnya sumber listrik PLN menyebabkan terganggunya kegiatan belajar mengajar di lingkungan Teknik Elektro Universitas Brawijaya sehingga diperlukannya sumber listrik cadangan dari genset yang dapat bekerja secara otomatis. Automatic Transfer Switch (ATS) merupakan peralatan yang memindahkan beban ke sumber cadangan ketika terjadi gangguan pada sumber utama dan sebaliknya. Dalam penelitian ini dirancang sebuah ATS menggunakan Arduino Nano sebagai kontroler, optocoupler sebagai detektor tegangan, relai untuk mengontrol kontaktor dan genset, kontaktor sebagai transfer switch antara beban dengan PLN/genset, serta LCD sebagai indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ATS mampu memindahkan beban ke genset dalam 37,8 detik dan menyalakan genset dalam 2,8 detik dari padamnya PLN dan memindahkan beban ke PLN kembali dalam 2,8 detik dan memadamkan genset dalam 23 detik dari hidupnya PLN. Sistem ATS mampu beroperasi sesuai jadwal yang telah ditentukan yakni hari Senin ? Jum?at pada jam 07.30 sampai 17.00. Kata kunci: ATS, relai, kontaktor, LCD (liquid crystal display), genset.
Perancangan Encoder 10 to 4 Line dan Decoder BCD to Seven Segment dalam Satu IC dengan Teknologi CMOS n/a Aditiya; Adharul Muttaqin; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan IC Encoder 10 to 4 Line dan Decoder BCD  to Seven Segment ini bertujuan untuk menganalisis delay propagasi dan karakterisitik alih tegangan (VTC) menggunakan teknologi CMOS. Untuk proses analisis dalam perancangan ini digunakan mosfet model level 2 pada B2Spice, proses pengujian rangkaian pada software B2Spice dengan Kn=0.5289µ A/V2 ,Kp= 0.1915µ A/V2, µn=605.312 cm2/V.s, dan µp=219 cm2/V.s.  Hasil simulasi VTC adalah VIH=2.6V; VIL=2.24V; VOH=5V; VOL=0V; NMH=2.4V dan NML=2.24V. Hasil simulasi delay propagasi pada Encoder 10 to 4 line menggunakan CL = 15 pF didapatkan tPLH=32ns, tPHL=43ns, dan tPD=38ns, sedangkan Decoder BCD to Seven Segment menggunakan CL = 50 pF didapatkan tPLH=106ns, tPHL=144ns, dan tPD=125ns. Disipasi daya Encoder 10 to 4 line sebesar=0.75mW, dan Decoder BCD to Seven Segment sebesar=2.5mW Kata Kunci—B2Spice, Karakteristik Alih Tegangan, Disipasi Daya,  Delay Propagasi, Mosfet Model Level 2, Encoder-Decoder, CMOS.
PERANCANGAN SWITCH OPERATION MODE RECTENNA BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega328 PADA RADIO FM 88 – 108MHz n/a Gunawarman; Rudy Yuwono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanen energi atau biasa dikenal dengan sebutan energy harvesting merupakan sebuah alternatif pemanfaatan sumber energi gelombang elektromagnet. Dengan menggabungkan dua perangkat yaitu rectifier dan antenna yang biasa disebut rectenna sebagai perangkat energy harvesting. Pada penelitian ini dirancang satu buah rectenna dan sebuah switch berbasis mikrokontroler ATmega328. Kerja mikrokontroler pada sistem ini adalah sebagai pengendali atau switch otomatis, yang akan menghubungkan antenna pada rectifier ketika radio dimatikan dan menghubungkan antenna pada radio ketika radio dinyalakan.  Rectifier ini dirancang dengan menggunakan 4 buah dioda 1N60 dan 1 buah kapasitor SMD C1206. Antenna yang digunakan pada penelitian ini adalah antenna monopole alumunium yang umumnya digunakan pada radio. Pada switch menggunakan relay module 1 channel yang dikontrol oleh mikrokontroler ATmega328. Kata Kunci:  rectenna, switching, energi elektromagnetik.
PENGARUH BEBAN NONLINIER RUMAH TANGGA TERHADAP TEGANGAN KELUARAN GENERATOR SINKRON SATU FASA PENGUAT SENDIRI Mokhammad Wildan Dahlan; Hery Purnomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan generator sinkron satu fasa pada rumah tangga mulai banyak ditemui. Salah satu jenis generator yang sering digunakan adalah generator sinkron satu fasa penguat sendiri. Tegangan generator yang tidak terpantau dan terdistorsi melebihi standar yang telah ditetapkan oleh IEEE 519-1992 dapat membayakan peralatan yang terhubung pada jaringan. Ditambah lagi keberadaan beban nonlinier pada rumah tangga yang dapat memperburuk kualitas tegangan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tanpa beban untuk mengetahui kualitas tegangan yang dihasilkan oleh generator sinkron satu fasa penguat sendiri. Hasilnya, generator sinkron satu fasa penguat sendiri tanpa filter pasif pada kumparan medan tidak layak digunakan karena telah memiliki THDv sebesar 11,727% dan IHDv terbesar berada pada harmonisa urutan ke-5 sebesar 30,9417%, jauh melebihi standar IEEE 519-1992 dimana batas THDv maksimum adalah 5% dan IHDv maksimum 3%. Pengaruh beban nonlinier terhadap tegangan generator perlu diketahui lebih lanjut. Beban nonlinier yang digunakan adalah motor induksi, lampu hemat energi dan SMPS yang merepresentasikan beban rumah tangga. Hasil dari pengujian beban nonlinier akan dibandingkan dengan beban linier yang diwakili oleh resistor variabel dengan arus beban yang sebanding. Beban linier memperburuk kualitas tegangan, semakin besar arus beban linier semakin tinggi nilai THDv. Beban motor induksi merupakan beban nonlinier yang dapat memperbaiki kualitas tegangan, dapat dilihat dari turunnya THDv menjadi 10,822%. Beban lampu hemat energi merupakan beban nonlinier paling buruk karena menyebabkan THDv naik menjadi 18,221%. Kata kunci: generator sinkron satu fasa penguat sendiri, kualitas tegangan, beban nonlinier
PENGARUH PENGGUNAAN BELITAN TERSIER PADA TRANSFORMATOR HUBUNGAN Y-Y DALAM MENGURANGI HARMONISA Andre Prasetya; Hery Purnomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator merupakan peralatan listrik yang sangat berpengaruh besar pada sistem ketenagalistrikan. Transformator dirancang untuk menyalurkan energi dengan rugi-rugi sekecil mungkin. Namun, apabila pada sistem tenaga listrik terdapat harmonisa, maka akan sangat berdampak buruk bagi transformator dan alat-alat listrik lainnya. Pada Gardu Induk, biasanya digunakan transformator hubungan Y-Y dengan penambahan belitan tersier yang terhubung Δ. Belitan tersebut digunakan dengan maksud agar harmonisa pada sistem berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh belitan tersier dalam mengurangi harmonisa baik pada beban seimbang maupun beban tidak seimbang. Pada pengujian yang dilakukan di Laboratorium Mesin Elektrik, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya digunakan motor induksi tiga fasa dan dikopel dengan generator DC shunt sebagai pembebanan seimbang, dan digunakan lampu pijar serta lampu LED yang tersusun paralel dan dihubung Y sebagai pembebanan tidak seimbang. Dari hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa transformator hubungan Y-Y dengan penambahan belitan tersier yang terhubung Δ dapat memperbaiki tegangan tidak seimbang dan mengurangi harmonisa. Untuk keadaan beban seimbang tegangan harmonisa berkurang hingga 4,87 V dan arus harmonisa hingga 0,29 mA, sedangkan pada keadaan beban tidak seimbang tegangan harmonisa berkurang hingga 1,69 V dan arus harmonisa hingga 0,16 mA. Kata kunci: transformator tiga belitan, belitan tersier, harmonisa.

Page 79 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue