cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA KANDANG ULAR MENGGUNAKAN KONTROLER ON-OFF Muhammad Rizki Rafido; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ular boa merupakan hewan ectotherm atau hewan yang berdarah dingin yang dimana suhu tubuhnya sangat bergantung terhadap perubahan suhu lingkungannya. Oleh karena itu, suhu lingkungan kandang berperan besar dalam perkembangan ular boa. Kandang ular memiliki syarat kelayakan dan standar tertentu, misalnya ukuran yang pada umumnya, suhu, gradien suhu serta kelembaban. Jika kondisi kandang tidak sesuai dengan syarat dan kelayakan, maka proses perkembangan ular akan terhambat. Oleh karena itu pada penelitian ini, dibuat miniatur kandang ular yang dapat merekayasa 2 kondisi lingkungan dalam 1 area kandang. Setpoint suhu yang digunakan adalah 27 oC untuk suhu normal dan 34 oC untuk suhu jemur ular boa. Sistem Pengaturan yang digunakan adalah pengaturan loop tertutup. Pengaturan loop tertutup ini bertujuan untuk membandingkan level suhu didalam miniatur kandang ular agar sesuai dengan level suhu yang diinginkan. Metode pengaturan ini menggunakan kontroler ON-OFF untuk mempercepat proses penambahan dan pengurangan suhu pada kandang ular. Mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino Mega 2560. Hasil pengujian yang dilakukan menggunakan kontroler on-off terhadap sistem mampu mempertahankan level suhu normal selama 354 detik atau 5.9 menit dan suhu jemur selama 356 detik atau 5.9 menit. Kata kunci – Kandang Ular, Arduino Mega ,Pengaturan suhu, Kontroler ON-OFF, Sensor DS18B20.
KOMPRES HANGAT OTOMATIS BAGI PENDERITA DEMAM Yogie Kharisma Putra; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam adalah kenaikan suhu tubuh di atas suhu tubuh normal(36,5-37,2°C). Demam bukanlah suatu penyakit, tetapi tanda yang menyertai suatu penyakit. Kompres adalah metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan, Ada dua jenis kompres, yaitu kompres panas dan kompres dingin. Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (hipotalamus) mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Sedangkan pemakaian kompres hangat lebih efektif untuk mengatasi demam  karena memicu pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang dapat meningkatkan pengeluaran panas tubuh, tidak beresiko dan efektif mengatasi demam. sehingga pori – pori kulit akan membuka dan mempermudah pengeluaran panas sehingga akan terjadi perubahan suhu tubuh serta memberi tambahan nutrisi dan oksigen untuk sel. Penatalaksanaan kompres hangat pada pasien prosedurnya manual dan harus selalu dipantau. Ketika pasien demam sedang dikompres menggunakan handuk yang diberi air hangat dengan suhu tertentu, maka lama-kelamaan suhu kompres akan turun dan harus diganti dengan kompres hangat yang baru. Seiring dengan perkembangan teknologi,dibuatlah suatu alat yaitu Kompres Hangat Otomatis untuk Penderita Demam yang dapat secara otomatis akan mencapai suhu hangat yang diinginkan. Pada penggunaan kontroler PID didapatkan nilai parameter Kp= 94.17, Ki= 23.54, dan Kd= 1, sehingga dapat mempercepat sistem untuk mencapai keadaan steadystate sesuai dengan setpoint yang telah ditentukan berupa suhu 37oC. Kata Kunci: Demam, Kompres Hangat, Kontroler PID, Ziegler Nichols 1.
Perancangan dan Simulasi Lima Antena Mikrostrip Array untuk Mengetahui Pengaruh Variabel Return Loss terhadap Efisiensi Daya Antena Faris Yudha Krisnanda; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi nirkabel yang semakin berkembang saat ini tentu saja mengakibatkan banyaknya pengguna yang terus-menerus bertambah. Perangkat-perangkat telekomunikasi baru pun terus ditemukan dan semakin banyak jumlahnya. Salah satu contoh perangkat telekomunikasi nirkabel adalah antena mikrostrip array. Antena ini dapat berfungsi sebagai pemancar maupun penerima energi elektromagnetik (daya). Dalam penelitian ini, dirancang sebanyak lima buah antena dengan jumlah peradiasi yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan hasil variabel return loss yang berbeda-beda, serta mengetahui pengaruhnya terhadap efisiensi daya antena. Hasil dari simulasi menunjukkan nilai return loss kelima antena sebesar -14.981175 dBm, -17.090297 dBm, -19.620465 dBm, -25.962626 dBm, dan -34.316575 dBm. Sedangkan kelima nilai efisiensi dayanya sebesar 0.979859678, 0.985025723, 0.98667138, 0.990256843, dan 0.990907628. Dan dari hasil pengukuran menghasilkan lima nilai return loss sebesar -17.30867814 dBm, -18.2419547 dBm, -23.04467542 dBm, -25.18167685 dBm, dan -27.69954905 dBm. Sedangkan nilai efisiensi daya yang dihasilkan sebesar 0.472162162, 0.517837838, 0.545675676, 0.587837838, dan 0.678918919. Dengan mengetahui hubungan antar dua variabel ini, dapat disimpulkan bahwa semakin kecil nilai return loss, maka nilai efisiensi daya semakin besar. Dengan ini, antena dapat dibuat  menjadi lebih efisien dan hemat energi dengan cara menekan nilai dari variabel return loss menjadi lebih kecil. Kata kunci: return loss, efisiensi daya antena, mikrostrip, array, UWB.
Simulasi dan Pengujian Lima Antena Mikrostrip Array Untuk Mengetahui Pengaruh Variabel Gain terhadap Efisiensi Daya Antena Oky Prana Wijaya; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi daya dari antena bertujuan untuk mengurangi kerugian daya (losses). Rugi-rugi yang rendah membuat kinerja antena optimal dalam memancarkan dan menerima gelombang. Jangkauan (range) antena juga dapat dioptimalkan karena daya yang lebih besar dapat dipancarkan, sehingga mengurangi kebutuhan perangkat transceiver yang mengkonsumsi banyak daya. Penulis menggunakan antena mikrostrip dengan jumlah patch array yang berbeda-beda dibuat untuk menemukan nilai gain yang berbeda. Hasil dari simulasi antena didapatkan nilai gain antena berturut-turut 2.55 dBi, 3.08 dBi, 4.32 dBi, 5.05 dBi dan 6.21 dBi. Sedangkan untuk efisiensi antena didapatkan 0.98272323, 0.98395813, 0.9851897, 0.98815117, dan 0.99053464. Hasil dari pengukuran antena yang telah difabrikasi didapatkan nilai gain berturut-turut -2.44 dBi, -2.05 dBi, -0.77 dBi, -0.63 dBi dan 2.00 dBi. Dari pengukuran daya teradiasi antena didapatkan nilai efisiensi beturut-turut 0.3937, 0.4908, 0.5529, 0.57, dan 0.6262. Hasil penelitian ini diketahui bahwa semakin besar nilai gain dari antena, semakin tinggi efisiensi dayanya. Kata kunci: Efisiensi Antena, gain, mikrostrip, Antena Array, UWB.
Perencanaan Jaringan LTE Area Kota Malang Pada Frekuensi 700 MHz Berdasarkan Coverage And Capacity Menggunakan Software Atoll Radio Planning Wicaksono, Rio; Pramono, Sholeh Hadi; Sari, Sapriesty Nainy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE merupakan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) dengan peningkatan kecepatan dan efisiensi spektrum dibanding teknologi sebelumnya. Frekuensi 700MHz merupakan frekuensi yang paling ideal untuk LTE di Indonesia atas dasar cakupan yang luas, ketersediaan bandwidth yang lebar, serta propagation loss yang lebih kecil dibandingkan dengan frekuensi lain yang telah beroperasi di Indonesia. Namun, frekuensi 700 MHz diperkirakan baru siap digunakan pada tahun 2020. Penentuan jumlah site yang akan digunakan mengacu pada perhitungan coverage dan capacity dimensioning. Kemudian lokasi dipilih berdasarkan lokasi site existing di Kota Malang dan dengan meminimalisir blank spot area. Perencanaan ini menggunakan software Atoll Radio Planning dengan model propagasi Okumura-Hatta. Perhitungan dimensioning menunjukkan bahwa jumlah eNodeB yang dibutuhkan dalam perencanaan sebanyak 25 site eNodeB, dimana 7 site diantaranya merupakan site rekomendasi dan 18 site menggunakan existing sites di Kota Malang. Hasil simulasi menunjukkan perencanaan ini memiliki nilai best signal level -62,15 dBm dengan signal level yang dikategorikan baik, yaitu >-90 dBm mampu mencakup daerah seluas 106,09 . Nilai RSRP rata-rata yang diperoleh -95,04 dBm. Nilai throughput rata-rata yang diperoleh sebesar 68.135 Kbps, dengan nilai throughput terbaik (> 40 Mbps) mencakup area seluas 98,2 . Kata Kunci: LTE, Atoll, RSRP, throughput
SISTEM PENGENDALIAN TANGKI BALLAST UNTUK MEMPERTAHANKAN KEDALAMAN PADA UNDERWATER REMOTELY OPERATED VECHICL (ROV) MENGGUNAKAN KONTROLER PID Rauzan Fikri M.; n/a Purwanto; M. Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai  negara maju adalah kendaraan tanpa awak. Salah satu teknologi kendaraan tanpa awak yang saat ini ada adalah under water ROV (Remotely Operated Vechicle). ROV merupakan robot yang yang digunakan untuk dapat menjelajah dunia bawah air. Untuk dapat menjelajah dunia bawah air ROV harus dapat melakukan salah satu manuver, yaitu manuver menambah atau mengurangi kedalaman. Agar ROV dapat melakukan maneuver tersebut maka diperlukan sebuah sistem tangki ballast. Tangki ballast merupakan tangki yang dapat terisi dengan air atau terisi dengan udara ketika kondisi tidak terisi dengan air. Agar ROV dapat melakukan maneuver menyelam, tangki ballast harus dapat mengisi air dan memampatkan udara yang ada. Sedangkan ketika ROV akan mengapung atau mengurangi kedalaman maka air harus dapat dikeluarkan dari badan ROV. Diperlukan ketepatan dalam pengisian atau pengeluaran air agar ROV dapat memposisikan diri sesuai dengan apa yang diinginkan. Untuk itu diperlukan sebuah pengendalian agar ROV dapat memposisikan diri pada kedalaman yang diinginkan. Proses pengendalian kedalam dengan sistem tangki ballast menggunakan acuan setpoint 80 cm. Pada penelitian ini, proses pengendalian kedalaman menggunakan kontroler PID. Metode untuk mendapatkan parameter PID menggunakan Metode Ziegler-Nichols 1, sehingga didapatkan nilai Kp= 2,89 Ki= 0,74 Kd= 2,81 .Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontroler PID mampu mengendalikan kedalaman sesuai dengan setpoint yang diinginkan dengan nilai error steady state 1,3%. Kata Kunci: Under Water Vechicle, ROV, kontroler PID , Ziegler-Nichols 1
SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN MINI STEAM TURBINE MENGGUNAKAN KONTROLER PI BERBASIS ARDUINO UNO Ahmad Ridwan Hanafi; n/a Purwanto; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah salah satu instalasi penghasil listrik yang melayani kebutuhan listrik masyarakat. Salah satu komponen utama yang memegang peranan penting pada PLTU adalah boiler. Ketel uap atau yang lebih dikenal dengan boiler merupakan bagian penting dan berfungsi menghasilkan uap untuk berbagai proses operasi di industri, khususnya sebagai penggerak steam turbinee generator sebagai penghasil energi listrik. Secara umum boiler terdiri dari beberapa sistem, diantaranya adalah sistem air umpan, sistem steam dan sistem pembakaran yang terintegrasi menjadi satu kesatuan untuk menghasilkan kinerja yang maksimal dari boiler. Sedangkan sistem steam berfungsi sebagai penyedia uap air untuk proses pada plant yang lain. Pada saat boiler bekerja, air didalamnya akan terus berkurang sering berjalannya waktu sehingga diperlukan pengisian air kedalam boiler, karena air yang dimasukkan memiliki temperatur normal mengakibatkan air yang dipanaskan didalam  boiler yang awalnya sudah mencapai temperatur untuk berubah menjadi uap bertekanan mengalami penurunan suhu sehingga laju aliran uap menjadi turun. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat dibuat suatu pengontrolan pembakaran boiler secara otomatis yang dapat mengatur besar kecilnya pembakaran pada boiler ketika pengisian air sedang berlangsung. Perancangan pengendalian kecepatan mini steam turbine dengan mengendalikan sistem pembakaran menggunakan kontrolle PI (Proportional Integral) . Metode yang digunakan guna menentukan parameter P dan I adalah hand tuning dan didapatkan parameter P yaitu Kp = 1,5 dan parameter I yaitu Ki=4,75. Pengendalian dirancang agar kecepatan turbine sesuai setpoint yaitu 22 rotations per second. Hasil pengujian keseluruhan dengan Kp = 1,5 dan Ki = 4,75 didapatkan sistem yang steady dengan nilai error steady state sebesar 1,1208% dan settling time sebesar 41 detik. Ketika plant diberikan gangguan dengan menambahkan air sebanyak 300 ml air dengan temperature normal kedalam boiler, sistem membutuhkan waktu selama 151 detik untuk mengembalikan kecepatan turbine sesuai dengan setpoint. Kontroler PI yang bekerja mengembalikan sistem menjadi Steady state setelah diberikan gangguan. Kata Kunci: Boiler, Kontroler PI, hand tuning
Implementasi Attitude and Heading Reference System sebagai Referensi Arah Gawang pada Robot KRSBI Septian Gusonela; Nanang Sulistiyanto; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), robot memerlukan suatu sistem navigasi yang dapat mengetahui arah hadap menuju gawang di posisi tertentu. Penentuan arah hadap menuju gawang memerlukan suatu besaran yang menujukkan ke arah mana robot menghadap di lapangan.  Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diimplementasikan sebuah metode perhitungan sudut untuk penentuan arah hadap robot. Metode yang digunakan adalah Attitude and Heading Reference System (AHRS). AHRS dimplementasikan dengan sensor accelerometer dan magnetometer. Arah hadap robot terhadap posisi gawang ditentukan dengan parameter arah hadap robot, koordinat posisi robot, dan koordinat posisi gawang.Berdasarkan hasil penelitian, sudut pitch dan roll dari AHRS memiliki nilai kesalahan mutlak maksimum sebesar 2.31o di sudut perancangan sebesar 90o dan sudut roll sebesar 3.6o di sudut perancangan sebesar 90o. Sudut pitch dan roll mereferensikan untuk sudut antara -90o sampai 90o. Sudut heading mereferensikan untuk sudut antara 0o – 360o. Nilai kesalahan mutlak maksimum sudut heading saat kalibrasi sebesar 8.02o dari sudut heading 100o. Nilai kesalahan mutlak maksimum sudut heading saat tidak kalibrasi sebesar 45.95o dari sudut heading 110o. Nilai kesalahan mutlak maksimum untuk sudut pitch dan roll dipengaruhi oleh percepatan linear dari luar sistem. Nilai kesalahan mutlak maksimum sudut heading dipengaruhi oleh interferensi medan magnet di sekitar sensor. Perbedaan posisi robot di lapangan KRSBI tidak mempengaruhi nilai kesalahan mutlak maksimum. Nilai kesalahan mutlak maksimum heading menuju gawang dengan metode penentuan arah gawang sebesar 3o. Kata kunci— Accelerometer, Magnetometer, AHRS, KRSBI.
SIMULASI SISTEM PENGENDALIAN KETINGGIAN AIR PADA TANGKI TERHUBUNG DENGAN STRUKTUR OUTPUT FEEDBACK CONTROL Faris Naufal Musthafa; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant tangki terhubung merupakan gabungan dari 2 plant tangki. Plant tangki 2 memiliki error steady state lebih besar daripada plant tangki 1. Sistem pengontrolan ketinggian air bertujuan agar ketinggian air pada 2 plant tangki tetap sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Ada banyak metode dalam perancangan sistem kontrol, salah satunya adalah perancangan sistem kontrol menggunakan metode penempatan kutub (pole placement). Setelah model matematika dapat diperoleh, langkah selanjutnya adalah menentukan performansi sistem yang diinginkan dan akhirnya dapat dihitung besarnya gain umpan balik keadaan. Salah satu struktur sistem kontrol dengan metode pole placement adalah Output Feedback Control. OFC disertai dengan observer/estimator yang digunakan untuk mengestimasi state-state pada pengontrolan ketinggian air berdasarkan model plant. Output plant setelah diberi kontroller dapat meminimalkan error steady state. Kata kunci : Plant tangki terhubung, Error Steady State, Pole Placement, OFC.
PENALAAN STRUKTUR PI-D MENGGUNAKAN MODEL REFERENCE ADAPTIVE CONTROL (MRAC) PADA PENGENDALIAN TEGANGAN OUTPUT GENERATOR DC (73411) Diana Ramadhani; n/a Purwanto; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant motor generator DC 73411 merupakan salah satu panel pelatihan di Laboratorium Sistem Kontrol Universitas Brawijaya Malang. Plant motor generator DC 73411 memiliki steady state gain sebesar 0,72, faktor redaman sebesar 1,507, dan waktu untuk mencapai steady state sebesar 4,12 detik. Pengontrolan dengan struktur PI-D dilakukan agar tegangan output generator DC memiliki error steady state kurang dari 5%, settling time kurang dari 4 detik dan  tidak memiliki overshoot. Penalaan struktur PI-D dilakukan oleh metode MRAC (Model Reference Adaptive Control). Hal ini bertujuan agar sistem lebih tahan terhadap perubahan setpoint dan gangguan. Model Reference Adaptive Control memiliki ide dasar untuk membuat respon sistem agar menyerupai perilaku respon model referensi.   Kata Kunci: Generator DC, Tegangan Output, Struktur PI-D, MRAC.

Page 78 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue