cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN KEMAMPUAN ISOLASI ARESTER 70 kV GARDU INDUK KEBONAGUNG Putra, Reza Hadi Editya; Purnomo, Hery; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arester memegang peranan penting dalam menjaga peralatan di Gardu Induk Kebonagung dari tegangan tinggi, khusunya yang ditimbulkan dari sambaran petir. Adanya penurunan kemampuan isolasi pada arester untuk saluran transmisi 70 kV Gardu Induk Kebonagung – Gardu Induk Turen membuat perlindungan peralatan menjadi kurang optimal. Oleh sebab itu, adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi penurunan kemampuan isolasi arester. Adapun pada penelitian ini menunjukan bahwa usia menyebabkan degradasi pada permukaan isolator arester, sebab terlihat saat usia arester mencapai 22 tahun nilai tahanan insulasinya menurun hingga 51000 Ω (Phasa S), dan arus bocornya meningkat hingga 588 µA (Phasa S). Selain itu berdasarkan kategori bobot polutan IEC-60815 arester T/L Bay Turen 70 kV ini tergolong kategori sangat berat dengan hasil perhitungan ESDD 1,11 mg/ di permukaan isolator. Sambaran petir yang terjadi pada saluran transmisi 70 kV Gardu Induk Kebonagung – Gardu Induk Turen sebanyak 161 kali per 27 km dalam setahun. Dengan tegangan puncak 455 kV dan tegangan pelepasan arester 204 kV melebihi batas tegangan pelepasan arester. Tegangan tinggi yang diberikan sambaran petir menyebabkan flashover pada arester sehingga permukaan arester panas dan menyebabkan kemampuan isolasi arester menurun. Kata kunci: Arester, usia, polutan, sambaran petir
Pengendalian Hovering Pada Quadcopter Berbasis Kontroler PID Menggunakan Mikrokontroler Arduino UNO R3 Reza Hermansyah Ramdhani; n/a Purwanto; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengendalian (controlling) memiliki peran penting untuk perangkat otomatis agar dapat beroperasi dengan cara yang lebih simpel hingga pada keadaan self-drive. Dalam bidang penerbangan, teknologi pengendalian diaplikasikan pada Unmanned Air Vehicle (UAV) untuk membuat moda terbang tersebut dapat terbang dengan stabil yang salah satu contohnya adalah quadcopter. UAV quadcopter merupakan salah satu teknologi moda terbang tanpa awak yang dikendalikan dengan remote control. Quadcopter merupakan salah satu jenis pesawat yang bisa diklasifikasikan sebagai UAV namun kelasifikasi quadcopter masih di bawah UAV karena komponen pendukungnya tidak selengkap UAV Penelitian ini menggunakan sensor gyroscope GY-521 MPU 6050 untuk pembacaan sudut dari quadcopter dan pengendali Proporsional Integral Differential (PID) untuk mengendalikan hovering quadcopter agar dapat terbang dengan stabil. Stabil yang dimaksud adalah dapat mencapai setpoint 0°. Nilai parameter pengendali PID didapatkan dengan metode trial and error. Trial and error adalah metode menentukan parameter pengendali dengan cara perkiraan dan pengecekan sampai mendapatkan nilai parameter yang dapat mencapai setpoint. Kata Kunci: Quadcopter, Sensor Gyroscope, Hovering, Proporsional Integral Differential (PID).
DESIGN KONTROLER PI DIGITAL BERBASIS KRITERIA INTEGRAL ERROR KUADRATIK PADA SISTEM KONTROL KECEPATAN MOTOR DC Davin Wirawan Saputra; Mochammad Rusli; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalam sistem kontrol adalah pencapaian spesifikasi performansi. Performansi yang dimaksud yaitu tentang kestabilan dan kecepatan respon. Hal ini dapat dicapai dengan mengoptimalkan parameter-parameter kontroler. Pada penelitian ini digunakan Integral of the Square Error (ISE) untuk menghitung parameter-parameter dari proporsional integral (PI) kontroler. Selain itu proses diskritisasi fungsi alih kontroler pada penerapannya juga perlu diperhatikan karena itu penelitian ini juga akan membandingkan tiga metode diskritisasi. Ketiga metode yang dimaksud adalah ZOH Equivalence, Pole-Zero Mapping, Bilinear Transformation. Berdasarkan perhitungan dan simulasi Matlab yang telah dilakukan dengan metode ISE maka didapatkan nilai Kp = 2,5 dengan Ki = 82,5. Parameter tersebut selanjutnya diterapkan pada program untuk menguji respon aktual dari perangkat keras yang telah dibuat. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan terhadap tiga metode diskritisasi diketahui metode Bilinear Transformation lebih baik daripada dua metode yang lain dengan nilai Td = 0,06 s, Tr = 0,08 s, Tp = 0,13 s, Mp = 6,6%, Ts = 0,192 s, error steady state = 2,35%. Kata Kunci — diskritisasi, Integral of the Square Error, kontroler, optimasi.
Bidirectional DC to DC Converter menggunakan Switching Manual Adistya Sekar Lestari; n/a Nurusaa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart Grid merupakan pemanfaatan jaringan energi listrik yang dikembangkan di Indonesia sebagai jaringan listrik masa depan. Di Indonesia energi listrik yang kita peroleh berasal dari Pembangkit Tenaga Listrik (PLN) dengan sumber tegangan AC, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari peralatan rumah tangga yang digunakan akan berfungsi cukup hanya dengan sumber DC untuk mengoperasikannya. DC Converter merupakan rangkaian yang mengubah tegangan DC dengan level tegangan tertentu ke tegangan DC dengan level tegangan yang lain. Penelitian ini menggunakan rangkaian H-Bridge dengan menggunakan 4 buah MOSFET. Perancangan DC Converter ini menggunakan driver H-Bridge IR2110 untuk mengontrol gate pada MOSFET. Pengujian ini menghasilkan sinyal picu berbentuk sinyal kotak sebagai sinyal input dan menghasilkan sinyal switching dengan level tegangan 5 V dan memiliki frekuensi 10 kHz. Perancangan Bidirectional DC to DC Converter ini telah mampu menghasilkan tegangan dari 12 V ke 24 V dan sebaliknya dari tegangan 24 V ke 12 V dengan beban 550 Ω dan beban 1 kΩ. Kata kunci-DC Converter, H-Bridge, Filter, driver IR2110
PERANCANGAN SWITCH OPERATION MODE RECTENNA PADA TELEVISI ANALOG UHF 476-806 MHz Jaka Adhitya Bramanta; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memanfaatkan sumber energi yang terbuang, teknologi energi harvesting adalah alternatif yang dapat digunakan. Rectenna merupakan gabungan dari kata "rectifying" dan "antenna" yaitu sebuah teknologi yang memanfaatkan gelombang elektronik untuk dikonversi ke energi listrik. Pada penelitian ini dirancang satu buah rectenna dan sebuah switch yang menggunakan relay. Kerja relay pada sistem ini adalah berfungsi sebagai saklar atau switch otomatis, yang akan menghubungkan antenna dengan rectifier saat TV mati dan menghubungkan antenna dengan TV saat TV menyala.  Rectifier ini dirancang dengan menggunakan 4 buah dioda 1N60 dan 1 buah kapasitor SMD C1206. Antenna yang digunakan pada penelitian ini adalah antenna TV UHF indoor dengan booster. Pada switch menggunakan relay srd-05vdc-sl-c Kata Kunci:  rectenna, switching, energy harvesting, energi elektromagnetik.
ANALISIS PENURUNAN LEVEL DAYA TERIMA GAIN SMARTPHONE DENGAN PENAMBAHAN USER DALAM KEADAAN INDOOR DAN OUTDOOR Dhody Persada; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract- Ponsel cerdas (smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. penerimaan daya level terima smartphone apakah sangat berpengaruh dengan penambahan user dan kondisi indoor dan outdoor. Pada peneltian ini, dilakukan pengukuran smartphone pada kondisi indoor dan outdoor dengan mengguakan acces point. Smartphone diletakan didalam kotak yang sudah dibuat dengan ukuran tertentu. Kemudian mengukur kuat medan elektromagnetik sebesar 18,24⨯  W/m, dengan hasil penerimaan kondisi indoor dan outdoor pada smartphone kondisi indoor menggukan kotak kardus nilai terbaik sebesar -23 dBm dalam waktu 1 menit untuk selang waktu 5 menit level daya terima yang terbaik adalah -23 dBm, untuk kondisi outdoor menggunakan kotak kardus dalam selang waktu 1 menit nilai terbaik adalah -24 dBm untuk selang waktu 5 menit level daya terima yang terbaik adalah -26 dBm. Dialakukan kembali pengukuran degan menggunakan kotak akrilik/mika dengan hasil pengukuran dalam selang waktu 1 menit dengan kondisi indoor didapatkan nilai terbaik -22 dBm untuk selang waktu 5 menit level daya terima yang terbaik adalah -23 dBm untuk kondisi outdoor dalam selang waktu 1 menit didapatkan nilai sebesar -25 dBm untuk selang waktu 5 menit didapatkan nilai terbaik adalah -24 dBm.
Pengaruh Radiasi Gelombang Wi-Fi 2.4 GHz Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau Achmad Aburizal Bakhri; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, digunakan sebanyak 3 buah access point yang didekatkan di sampel biji kacang hijau untuk mengetahui pengaruh gelombang elektromagnetik frekuensi 2,4 GHz terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. Pengambilan data dilakukan dengan meletakkan kelompok sampel dekat (jarak 30cm) dengan access point wi-fi dengan divariasikan jumlah access point yang digunakan yaitu sebanyak 3 buah, 2 buah, dan 1 buah selama 6 x 24 jam. Sebagai kontrol perlakuan, maka satu kelompok sampel diletakkan di area tanpa koneksi wi-fi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kuat medan listrik yang berasal dari 3 access point wi-fi sebesar 63 mV/m, sampel dapat tumbuh paling tinggi hingga 8,6 cm. Untuk sampel dengan 2 access point dengan kuat medan listrik 63 mV/m, sampel dapat tumbuh mencapai 8,8 cm. Dan untuk sampel dengan 1 access point dengan kuat medan 1 access point 0.792 mV/m , sampel dapat tumbuh mencapai 8,8 cm dan 9 cm. Sedangkan sampel kontrol yang tidak didekatkan dengan access point dapat tumbuh hingga 9,5 cm. Dari hal tersebut dapat terlihat bahwa sampel mengalami pertumbuhan lebih lambat jika diberi radiasi gelombang elektromagnetik. Penulis menyimpulkan bahwa radiasi gelombang elektromagnetik 2,4 GHz mengganggu kinerja dari kacang hijau untuk tumbuh.
APLIKASI LOGIKA FUZZY UNTUK PENGONTROLAN SUHU PADA PENGERINGAN BIJI KAKAO Wahyu Gusti Habibi; Muhammad Aziz Muslim; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu adalah salah satu faktor utama pada proses pengeringan. Peternak kakao hanya menggunakan matahari untuk mengeringkan biji kakao. Hal ini dirasa kurang efektif karena tidak ada perhitungan suhu dan yang tepat dan otomatis, sehingga biji kakao yang dihasilkan sedikit . Pada tugas akhir  ini pembahasan hanya berfokus pada pengendalian suhu serta bagaimana cara mengimplementasikan kontrol logika fuzzy untuk mengendalikan suhu tersebut sehingga sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada proses pengeringan biji kakao. Proses perancangan kontrol logika fuzzy pada penelitian ini menggunakan 5 Membership Function (MF) dengan metode Inferensi MAX-MIN Composition dan metode Defuzzifikasi Center of Gravity (COG). Pada proses pengendalian, didapatkan settling time (ts) sebesar 15 menit dengan nilai steady state 60 °C, Error steady state yang dihasilkan sebesar 0.35 %. Proses pengujian pada sistem dilakukan selama 10 jam. Kata kunci: Biji kakao, Alat pengering, kontrol logika fuzzy, SHT 11, Arduino uno.
APLIKASI FUZZY PADA PENGENDALIAN SUHU DAN KELEMBABAN UNTUK MENGATUR JENIS KELAMIN REPTIL PADA PROSES PENETASAN Gigih Mandegani; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu dan kelembaban adalah salah satu faktor utama pada proses penetasan telur reptil. Peternak reptil leopard gecko hanya menggunakan pemanas biasa untuk mengpenetasan telur. Hal ini dirasa kurang efektif karena tidak ada perhitungan suhu dan kelembaban yang tepat dan otomatis, sehingga gecko yang menetas masih tidak menentu jenis kelamin dan kualitasnya. Pada tugas akhir  ini pembahasan hanya berfokus pada pengendalian suhu dan kelembaban serta bagaimana cara mengimplementasikan kontrol logika fuzzy untuk mengendalikan suhu dan kelembaban tersebut sehingga sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada proses penetasan telur. Proses perancangan control logika fuzzy pada penelitian ini menggunakan 5 Membership Function (MF) dengan metode Inferensi MIN-MAX Composition dan metode Defuzzifikasi Center of Gravity (COG). Pada proses pengendalian, didapatkan time steady (ts) sebesar 20 menit dengan nilai steady state 32,5 °C, serta 5 menit untuk nilai steady state 26,5 °C. Error steady state yang dihasilkan sebesar 1%. Proses pengujian pada sistem dilakukan selama dua minggu. Kata kunci: Leopard Gecko, Alat penetas telur, penetasan, kontrol logika fuzzy, SHT 11, Arduino uno.
DESAIN KONTROL OPTIMAL PADA KETINGGIAN AIR COUPLED TANKS MENGGUNAKAN STRUKTUR STATE FEEDBACK CONTROL Mokhammad Yudha Aringga; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kontrol ketinggian air coupled tanks termasuk dalam sistem kontrol proses dimana sistem tersebut dalam mencapai steady state cenderung lebih lama dibandingkan dengan pengontrolan lainnya. Di dalam industri, selain memperhatikan proses yang cepat juga mempertimbangkan konsumsi energinya. Linear Quadratic Regulator (LQR) adalah metode perancangan kontrol optimal yang berfungsi untuk mengoptimalkan performansi sistem close loop dengan mempertimbangkan dan juga meminimalisasi penggunaan energi Salah satu struktur metode LQR adalah State Feedback Control (SFC). SFC bekerja dengan cara variable state diumpanbalikkan untuk mempengaruhi nilai masukan dengan cara mencari nilai matriks Q (pembobot state) dan S (pembobot energi) yang optimal. Simulasi pada nilai S=30 dan Q=[1 0 ; 0 0.1] dengan matriks R = [0.0618 0.0577] dan M = [0.3001] menghasilkan respon sistem dengan nilai settling time sebesar 150 s, error steady state <1%, dan tanpa overshoot. Simulasi pada setpoint 0.15 m dengan variasi gangguan 0.01 m, 0.02 m, 0.03 m, dan 0.04 m, dibutuhkan waktu 130 – 100 detik untuk kembali menuju keadaan steady dengan nilai error < 1%. Kata kunci: Plant coupled tanks, Error Steady State, Kontrol Optimal, LQR, SFC.

Page 81 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue