cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Analisis Tingkat Pelayanan Lalu Lintas Flyover Aloha, Sidoarjo Khalifah Bintang Waliyudin; Agusalim, Yericho Giosandro; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Aloha di Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu simpul lalu lintas penting yang menghubungkan Sidoarjo dengan Surabaya serta akses utama menuju Bandara Internasional Juanda. Kemacetan kerap terjadi akibat tingginya volume kendaraan, terutama pada jam sibuk. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibangunlah Flyover Aloha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah pembangunan flyover menggunakan pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Parameter yang dianalisis meliputi waktu tempuh (WT), kecepatan tempuh (VT), dan derajat kejenuhan (Dj). Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja lalu lintas setelah flyover beroperasi, dengan nilai Dj tertinggi menurun dari 1,192 menjadi 0,768 dan WT menurun dari 64,764 detik menjadi 28,373 detik. Flyover terbukti efektif meningkatkan kelancaran dan efisiensi lalu lintas di ruas tersebut.
Analisis Pengaruh Penerapan Last Planner System (LPS) terhadap Peningkatan Manajemen Waktu pada Proyek Menggunakan Microsoft Project (Studi Kasus: Pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Kaligawe Proyek Tol Semarang - Demak Paket 1A PT Hutama Karya (Persero)) Berlian Sabrina Melviansyah; Saifoe El Unas, ST., MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satu faktor penyebab keterlmabatan adalah lemahnya penerapan fungsi manajemen seperti perencaan dan pengendalian. Last Planner System (LPS) sebagai salah satu metode dari Lean Construction hadir sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan manajemen waktu dan kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untyk menganalisis pengaruh penerapan LPS terhadap peningkatan manajemen waktu pada pekerjaan rekonstruksi jembatan kaligawe, Proyek Tol Semarang-Demak Paket 1A PT Hutama Karya Persero. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pembuatan kurva S berdasarkan  action plan sebelum dan sesudah LPS yang menggunakan harga satuan dan biaya sebagai bobot pekerjaan. Selain itu tracking progress dilakukan secara mingguan menggunakan Microsoft Project. LPS diterapkan sebanyak 2 kali yaitu tanggal 5 Oktober 2023 dan 26 November 2023. Hasil Penelitian menujukkan keterlambatan sebelum penerapan LPS yaitu pada pekerjaan pembesian pier yaitu prediksi penambahan durasi sebanyak 3 hari berdasarkan MS Project, sedangkan pada kurva S menujukkan deviasi +0.02%. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh kurva S yang dibuat hanya berdasarkan bobot sehingga tidak dapat menggambarkan pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Sedangkan pada akhir periode LPS 1 terjadi prediksi penambahan durasi 6 hari berdasarkan MS Porject dan deviasi pada kurva S menunjukkan -4.26%. Durasi proyek juga mengalami perubahan rencana dari yang awalnya 108 hari pada Master Schedule menjadi 113 pada LPS 1 dan berhasil diselesaikan pada durasi 109 hari sesuai LPS 2. Deviasi yang terjadi meliputi: baseline september +0.02 %, LPS 1 pada M13 -4.26% dan LPS 2 pada minggu terakhir atau M16 yaitu 0.00%. Penerapan LPS terbukti dapat meningkatkan manajemen waktu proyek dengan kemampuan deteksi keterlambatan dan penyebabnya melalui tracking di MS Project. LPS juga memberikan kontribusi positif dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi dengan Metode HIRA Terintegarasi BIM pada Proyek Gedung SDN Pasar Baru Fariz Hazel; Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng. (Prac.), IPU.; Ir. Kartika Puspa Negara, ST., MT., Ph.D.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam proyek konstruksi yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan kerja menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yang terintegrasi dengan Building Information Modeling (BIM), guna memitigasi risiko secara lebih efektif dan terstruktur. Studi dilakukan pada proyek pembangunan Gedung SDN Pasar Baru dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan wawancara terhadap para profesional proyek, kemudian dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa risiko jatuh dari ketinggian dan cedera akibat kelelahan menjadi risiko dominan dalam pekerjaan struktur. Integrasi hasil analisis ke dalam BIM dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit dan Dynamo untuk membentuk fitur Safety Schedule, serta divisualisasikan secara 4D menggunakan Autodesk Navisworks. Integrasi ini memungkinkan visualisasi dan manajemen risiko secara real-time, yang meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dan koordinasi keselamatan kerja. Penelitian ini membuktikan bahwa penggabungan metode HIRA dan teknologi BIM dapat menjadi pendekatan inovatif dalam pengelolaan risiko K3 di proyek konstruksi.
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Pracetak Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Jumlah Lapis Tulangan Tarik Fito Firmansyah; Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.; Prof. Dr. Ir. Agoes Soehardjono M. D., MS.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelat beton bertulang, penggunaan tulangan tarik berada pada sisi bawah pelat secara merata. Namun, saat jarak antara tulangan tidak memenuhi jarak minimum, tulangan dapat disusun menjadi beberapa lapis. Pengaturan ini berpengaruh terhadap perilaku lentur pelat, termasuk terhadap lebar retak yang merupakan faktor pemicu korosi pada tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lebar retak maksimum pelat beton bertulang dengan variasi jumlah lapis tulangan tarik menggunakan secara eksperimental dengan pendekatan teoritis berdasarkan SNI 2847:2002 dan JSCE SSCS 2007. Lebar retak ditinjau secara visual dengan menggunakan alat Dinolite. Hasil penelitian dengan eksperimen menunjukkan semakin banyak jumlah lapis tulangan tarik, lebar retak akan menurun. Nilai lebar retak melalui penelitian di laboratorium secara konsisten menghasilkan nilai yang lebih besar dibanding pendekatan teoritis menggunakan SNI 2847:2002 dan JSCE SSCS 2007. Kata-kata Kunci: Pelat Beton Bertulang, Jumlah Lapis Tulangan Tarik, Lebar Retak Maksimum, Eksperimen, Pendekatan Teoritis
Analisis Momen Kurvatur Kolom Gedung Rumah Sakit Berdasarkan Pengaruh Perbedaan Posisi Penulangan Menggunakan SNI 2847 : 2019 Marcel Yongkie Bernhard Liemman; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.; Ir. Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang terus mengembangkan sektor ekonomi dan infrastruktur untuk menjadi negara industri. Namun, letak Indonesia berada di daerah Cincin Api Pasifik membuatnya rawan gempa bumi, sehingga diperlukan strategi manajemen risiko bencana yang kuat. Bangunan yang tahan gempa memerlukan perencanaan yang baik. komponen struktural yang paling penting dalam menahan beban gempa adalah kolom. Dalam penelitian ini penulis memodelkan 3 jenis kondisi dimana terdapat penulangan eksisting, variasi 2 sisi dan variasi 4 sisi. Untuk mempermudah penulis dalam permodelan, penulis menggunakan bantuan aplikasi SAP 2000. Hasil dari analisis SAP 2000 akan digunakan sebagai kontrol dalam perencanaan. Dalam analisis momen kurvatur akan dicari perubahan kelengkungan yang terjadi terhadap momen sebelum retak (crack), sesudah leleh (yield) dan saat ultimit (ultimate). Titik-titik tersebut bila digabungkan akan membetuk sebuah kurva yang dinamakan kurva momen kurvatur. Momen kurvatur dapat mempengaruhi daktilitas kolom, umumnya daktilitas yang terjadi pada kolom adalah daktilitas perpindahan (deformasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi dan rasio penulangan sangat memengaruhi kapasitas momen, momen-kurvatur, dan daktilitas kolom. Penulangan pada 4 sisi menghasilkan kapasitas momen dan daktilitas yang lebih tinggi dibanding 2 sisi, karena distribusi beban lebih merata dan kurvatur yang lebih besar. Kolom eksisting memiliki daktilitas tertinggi meskipun rasio tulangannya lebih kecil, menunjukkan kemampuan deformasi yang lebih besar sebelum keruntuhan. Kata kunci : SNI 2847, Kolom, Penulangan 2 sisi , Penulangan 4 sisi, Momen-Kurvatur, Daktilitas.
Analisis Pengaruh Penambahan Dinding Geser terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam pada Struktur Gedung Hasyr Thawaf Syahristany Rahman; Roland Martin Simatupang; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding geser merupakan elemen vertikal yang berfungsi meningkatkan kekakuan dan kestabilan struktur terhadap gaya gempa dan angin. Namun, penempatannya, seperti penggunaan dinding beton bertulang pada area evakuasi, dapat menimbulkan ketidakseimbangan massa dan kekakuan yang memicu torsi saat terjadi gempa. Desain bangunan modern tidak hanya harus memenuhi aspek estetika dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan keselamatan, termasuk ketentuan area evakuasi tahan api sesuai regulasi. Permasalahan muncul ketika penambahan elemen struktural di area evakuasi, meskipun bertujuan memperkuat struktur, justru meningkatkan risiko ketidakteraturan torsi akibat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkuatan tambahan terhadap ketidakteraturan torsi pada bangunan. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua model menggunakan perangkat lunak struktur: Model 1 (eksisting) dan Model 2 (dengan penambahan dinding geser setebal 25 cm). Evaluasi mengikuti ketentuan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, dengan pengendalian partisipasi massa dan skala gaya gempa. Parameter yang dianalisis meliputi ketidakteraturan torsi, simpangan antar tingkat, serta gaya dalam (gaya geser, aksial, dan momen). Hasil analisis menunjukkan bahwa Model 1 mengalami ketidakteraturan torsi dan tidak memenuhi persyaratan simpangan pada beberapa tingkat. Sebaliknya, penambahan dinding geser pada Model 2 menghilangkan ketidakteraturan torsi, membuat simpangan memenuhi syarat, serta menurunkan gaya dalam secara signifikan, yaitu sebesar 3,2% hingga 71,80%. Temuan ini menegaskan pentingnya perkuatan struktural dalam meningkatkan kinerja seismik bangunan. Kata kunci : dinding geser, gaya dalam, ketidakberaturan torsi, simpangan, torsi
Analisis Kelaikan Fungsi Jalan Studi Kasus: Jalan Patimura, Jalan Diponegoro, dan Jalan Dewi Sartika–Imam Bonjol pada Kota Batu (Road Function Eligibility Case Study: in Batu City) Hermawan, Yoga; Sumantri, Rifky Wijaya; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan jalan merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan mobilitas di kawasan perkotaan. Kota Batu sebagai salah satu kota wisata memiliki ruas-ruas jalan yang padat aktivitas dan rawan terhadap permasalahan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap kondisi eksisting jalan menggunakan pendekatan uji laik fungsi jalan berdasarkan Pedoman Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan Nomor 06/P/BM/2024 dengan sistem pemeringkatan bintang. Penelitian ini dilakukan pada lima ruas jalan utama di Kota Batu, yaitu Jalan Patimura, Jalan Diponegoro, Jalan Dewi Sartika, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Agus Salim, dengan total panjang 3.808 meter. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan rekaman video, serta pengolahan data berdasarkan atribut teknis seperti kecepatan operasional, kelandaian, dan lebar bahu jalan. Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa Jalan Diponegoro memperoleh bintang 4 (skor 4,58), Jalan Patimura bintang 3 (skor 6,32), Jalan Dewi Sartika bintang 4 (skor 7,10), Jalan Imam Bonjol bintang 5 (skor 3,47), dan Jalan Agus Salim bintang 5 (skor 2,21). Analisis juga menunjukkan adanya hubungan antara nilai bintang dan jumlah kecelakaan lalu lintas. Segmen dengan peringkat rendah cenderung memiliki angka kecelakaan lebih tinggi. Rekomendasi teknis yang disusun mencakup pemasangan marka jalan bertekstur, rambu batas kecepatan, penambahan zebra cross, hingga penertiban parkir dan pelebaran bahu jalan. Diharapkan dengan diterapkannya rekomendasi teknis tersebut, ruas jalan yang dianalisis dapat menjadi lebih berkeselamatan (Safer Road). Kata kunci : Uji Laik Fungsi Jalan, Pemeringkatan Bintang, Rekomendasi Teknis, Kecelakaan Lalu Lintas, Kota Batu
Analisis Biaya Kemacetan dan Polusi Udara akibat Kegiatan Parkir dan PKL di Jalan Zaenal Zakse Darmawan, Ilham; Wicaksono, Achmad; Ambarwati, Lasmini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan lalu lintas dan pencemaran udara merupakan dua permasalahan utama di kawasan perkotaan yang saling berkaitan. Jalan Zaenal Zakse di Kota Malang merupakan salah satu ruas jalan dengan tingkat aktivitas ekonomi tinggi yang menyebabkan terjadinya alih fungsi ruang jalan menjadi area parkir dan lokasi berdagang Pedagang Kaki Lima (PKL).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya kemacetan dan biaya polusi udara yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Metode yang digunakan mencangkup pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) untuk analisis kinerja jalan,metode Direktorat Bina Marga untuk biaya kemacetan, metode PCI untuk perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), serta metode Litman yang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 untuk menghitung biaya polusi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif jalan menurun akibat hambatan samping dan penggunaan bahu jalan yang  tidak sesuai fungsi. Biaya kemacetan yang dihasilkan mencapai yaitu  Rp66.735.863.037.646,40 per tahun, sedangkan biaya polusi udara mencapai Rp164.362.765.828,67 per tahun. Temuan ini menunjukkan perlunya penataan ulang ruang jalan, relokasi parkir dan PKL ke lokasi yang lebih tepat, serta pengawasan lalu lintas yang lebih konsisten untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas lingkungan perkotaan. Kata Kunci: Kemacetan Lalu Lintas, Polusi Udara, PKL, Parkir, PCI
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Kuat Tekan Beton Euro Yunansio Riyanatiko; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian lebar retak penting untuk menjaga durabilitas beton bertulang, namun studi yang membandingkan pemodelan elemen hingga dan pendekatan teoritis pada pelat satu arah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat tekan beton (f'c) terhadap lebar retak, serta membandingkan hasil pemodelan elemen hingga dengan pendekatan teoritis dari SNI 2847:2002, JSCE SSCS 2007, dan Eurocode 2. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak Abaqus pada pelat satu arah berdimensi 2000×600×200 mm dengan model material Concrete Damage Plasticity dan tiga variasi f'c (9,1; 20,2; dan 35,1 MPa). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan f'c menurunkan lebar retak pada semua pendekatan. Namun, hasil pemodelan elemen hingga menghasilkan lebar retak lebih besar dibandingkan pendekatan teoritis. JSCE (2007) menunjukkan hasil paling mendekati dengan selisih rata-rata 23,8%, diikuti oleh SNI (40,6%) dan Eurocode 2 (65,4%). Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil pemodelan elemen hingga yang lebih detail dengan pendekatan teoritis berbasis rumus empiris.
Analisis Risiko K3 pada Proyek Menggunakan Metode FMEA dan BIM (Studi Kasus: Jembatan 9 STA 20+539 Tol Akses Patimban Paket 1) Ghifarie Ichwansyah; Dr. Ir. Wisnumurti, MT.; Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng. (Prac.), IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi jembatan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat berdampak serius terhadap keberhasilan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko K3 pada pekerjaan konstruksi Jembatan 9 STA 20+539 Tol Akses Patimban menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta mengintegrasikan hasilnya ke dalam Building Information Modeling (BIM) guna menghasilkan safety schedule yang mendukung perencanaan keselamatan. Hasil analisis FMEA menunjukkan 26 risiko K3 yang diklasifikasikan menjadi 6 risiko tinggi, 14 risiko sedang, dan 6 risiko rendah. Risiko tertinggi adalah terjepit saat proses pemancangan dengan nilai RPN sebesar 57,5. Hasil tersebut diintegrasikan ke dalam model BIM 3D menggunakan Revit dan plugin Dynamo untuk menghasilkan safety schedule otomatis, yang kemudian divisualisasikan dalam simulasi 4D pada Navisworks. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi FMEA dan BIM dapat menjadi pendekatan efektif dalam merencanakan dan mengelola risiko K3 secara visual dan sistematis pada proyek konstruksi jembatan. Kata kunci : Building Information Modeling, Failure Mode and Effect Analysis, Konstruksi Jembatan, Risiko K3, Safety Schedule