cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Pengaruh Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Superplastiscizer terhadap Kuat Lentur Beton Susanto, Aditya Dirgantara; Dr. Eng. Ir. Lilya Susanti, ST., MT.; Dr. Eng. Ir. Ming Narto W., ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi yang besar dan ekonomi yang dinamis telah mengalami pembangunan infrastruktur yang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan, peningkatan urbanisasi, dan kebutuhan untuk meningkatkan mobilisasi antar wilayah menjadi pendorong utama pembangunan ini. Proyek-proyek infrastruktur berskala besar, seperti pembangunan jalan tol, jalan raya, pelabuhan, bandar udara, dan jaringan kereta api, telah mengubah lanskap ekonomi dan sosial Indonesia. Berkembangnya pembangunan Indonesia artinya meningkatnya juga kebutuhan beton. Hal yang diperhatikan adalah dampak yang dihasilkan oleh produksi salah satu bahan penyusun beton, yaitu semen. Produksi semen menyumbang sekitar 8% dari emisi CO2 global). Salah satu Inovasi yang dapat mengurangi emisi gas CO2 tersebut yakni dengan menggunakan campuran mineral sebagai bahan pengganti sebagian dari semen. Dalam Penelitian ini digunakan Ground Granulated Blast Furnace Slag 0%, 20%, dan 50% sebagai pengganti semen dengan FAS 0,35 dan serta penggunaan superplasticizier mutu beton disesuaikan pada hasil eksperimen dengan adanya variasi umur balok, setiap variasi terdapat 3 benda uji balok..Terdapat benda uji kontrol yakni balok tanpa menggunakan GGBFS dan superplasticizer untuk dibandingkan. Pada umur 28 hari dan 56 hari, dilakukan pengujian lentur pada benda uji balok. Berdasarkan pengujian kuat lentur beton didapatkan bahwa pada umur 28 dan 56 hari secara umum naik dan turun sampai dengan perentase GGBFS dalam komposisi campuran 20% dari berat semen. Untuk benda uji dengan persentase GGBFS 50% secara umum masih mengalami penurunan kuat lentur. Kekuatan lentur beton terkecil secara umum terjadi pada persentase GGBFS 50%.  Kata Kunci : Ground Granulated Blast Furnaced Slag, Supeplasticizer, Kuat Lentur, Umur
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA BaSO4 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF Karl Raffeelino Y.H, Raynard; Zaika, Yulvi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS VARIASI VOLTASE PADA INJEKSI LARUTAN ELEKTRO KIMIA BaSO4 TERHADAP KUAT GESER DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF (Comparison of the Effectiveness of Voltage Variations in the Injection of BaSO4 Electrochemical Solutions on the Shear Strength and Swelling Potential of Expansive Soil) Raynard Karl Raffeelino Y.H., Yulvi Zaika, Arief Rachmansyah Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia Email : haryanto.raynard@gmail.com   ABSTRAK Pada tahun 1939, Cassagrande membuktikan bahwa ketika elektrokinetik diterapkan terhadap tanah berbutir halus yang memiliki kelembaban tinggi, tanah akan mengalami peningkatan tekanan efektif dikarenakan oleh tekanan air pori. Mulai saat itu, beberapa negara di Eropa telah menggunakan metode ini dalam memperbaiki tanah berbutir halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki masalah pada tanah lempung muai dan mengetahui pengaruh fluktuasi tegangan terhadap kuat geser dan kembang pada tanah lempung muai dengan menggunakan metode injeksi larutan elektrokimia. Injeksi larutan elektrokimia adalah tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan fenomena elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan polarisasi dikarenakan perbedaan potensial/arus listrik. Larutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah BaSO4 dengan konsentrasi 10% dan perubahan tegangan 12 volt, 15 volt, 18 volt, dan 24 volt. Sampel tanah ditempatkan dalam kotak uji berukuran 150 x 150 x 500 milimeter. Injeksi larutan elektrokimia dilakukan selama 7 hari. Pada penelitian ini ditemukan bahwa variasi perubahan tegangan selama penginjeksian pada tanah lempung yang diperluas mampu meningkatkan nilai kuat geser yang didapatkan dari uji triaksial yaitu dengan meningkatkan tegangan yang diterapkan, nilai kohesi tanah akan  mengalami peningkatan. Hasil pengujian kuat geser sayap menunjukkan bahwa nilai kuat geser setelah dilakukan injeksi sebesar 1,65 kg/cm2 yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai kuat geser sebelum injeksi. Uji konsolidasi membuktikan bahwa sampel tanah setelah injeksi menunjukkan kemungkinan terjadinya penurunan nilai Cs tanah sebelum injeksi yaitu 0,03 berubah menjadi 0,017 setelah injeksi. Selain itu, uji kembang bebas menunjukkan hasil yang sama yaitu potensi kembang turun dari 46,67% tanah asli menjadi 12,90% tanah sampel setelah injeksi. Kata kunci: Injeksi larutan elektrokimia, larutan BaSO4, tanah ekspansif, kuat geser, potensial kembang ABSTRACT In 1939, Cassagrande demonstrated that when electrokinetics was applied to fine-grained soil with high moisture content, the soil would experience an increase in effective pressure due to pore water pressure. Since then, several European countries have used this method to improve fine-grained soil. The purpose of this study was to improve the problem of expanding clay soil and to determine the effect of stress fluctuations on the shear strength and swelling of expanding clay soil using the electrochemical solution injection method. Electrochemical solution injection is an action carried out by utilizing the phenomenon of electroosmosis (the movement of water through a solid material in an electric field) or the flow of a polarized solution due to a difference in potential/electric current. The solution used in this study was BaSO4 with a concentration of 10% and voltage changes of 12 volts, 15 volts, 18 volts, and 24 volts. The soil samples were placed in a test box measuring 150 x 150 x 500 millimeters. The electrochemical solution injection was carried out for 7 days. This study found that variations in stress changes during injection into expanded clay soil can increase the shear strength values obtained from triaxial tests. This means that increasing the applied stress increases the soil cohesion value. The wing shear strength test results showed that the shear strength value after injection was 1.65 kg/cm2, an increase compared to the shear strength value before injection. Consolidation tests demonstrated that the soil sample after injection showed a possible decrease in the Cs value of the soil before injection, from 0.03 to 0.017 after injection. Furthermore, the free swelling test showed the same results, with the swelling potential decreasing from 46.67% of the original soil to 12.90% of the sample soil after injection. Keywords: Electrochemical solution injection, BaSO4 solution, expansive soil, shear strength, swelling potential
Integrasi Manajemen Risiko dengan BIM 4D dan Event Tree Analysis (ETA) pada Konstruksi Jembatan (Studi Kasus: Jembatan 6 STA 19+881 Tol Akses Patimban Paket 1) Satria Azhari; As’ad Munawir; Indradi Wijatmiko
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) 4D mendukung manajemen risiko konstruksi melalui integrasi model 3D dan jadwal proyek, memungkinkan analisis potensi kecelakaan secara spasial dan temporal. Penelitian ini menganalisis risiko kerja pada Jembatan No.6 STA 19+881 Tol Akses Patimban dengan pendekatan BIM 4D, AHP, dan Event Tree Analysis (ETA). Model 3D dibuat menggunakan Autodesk Revit, prioritas risiko dinilai dengan AHP (8 responden), dan analisis skenario risiko melalui ETA (7 responden). Hasil AHP menunjukkan pekerjaan girder paling berisiko, dengan “tertimpa girder jatuh” sebagai initial event utama. ETA menghasilkan 16 skenario dengan probabilitas: kecelakaan ringan (2,165 × 10⁻³), sedang (3,251 × 10⁻⁶), berat (2,0005 × 10⁻⁹), serta tidak terjadi kecelakaan (0,5408). Mitigasi efektif meliputi pengecekan sling, pembatasan area, kepatuhan SOP, dan APD. Seluruh data diintegrasikan ke BIM 4D menggunakan Autodesk Navisworks, memungkinkan visualisasi risiko secara real-time. Pendekatan ini terbukti mendukung keselamatankerja proyek infrastruktur jembatan.
Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang akibat Pengaruh Tangga dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Maulana Rizqi Riwawo; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan tingkat risiko gempa bumi yang tinggi, menghadapi tantangan besar dalam merancang bangunan yang dapat bertahan terhadap bencana seismik. Salah satu elemen yang sering terabaikan dalam perancangan struktur bangunan adalah tangga. Meskipun fungsi utamanya sebagai akses vertikal, keberadaan tangga ternyata dapat memengaruhi kinerja struktural bangunan, terutama dalam menghadapi beban gempa. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh tangga terhadap kinerja seismik bangunan bertingkat dengan menggunakan metode analisis pushover. Dua model gedung dianalisis, yaitu model dengan tangga dan tanpa tangga untuk membandingkan respons struktural pada parameter berupa perpindahan (displacement), simpangan antar lantai, gaya geser dasar (base shear), dan kemunculan sendi plastis. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan tangga memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengurangi perpindahan dan simpangan antar lantai. Selain itu, struktur dengan tangga juga menunjukkan kapasitas yang lebih tinggi dalam menahan gaya geser dasar. Meskipun kedua struktur berada pada tingkat kinerja Damage Control, struktur dengan tangga memiliki performance point yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa keberadaan tangga meningkatkan stabilitas dan ketahanan struktural terhadap gempa. Oleh karena itu, keberadaan tangga dapat dipertimbangkan sebagai elemen struktural yang berfungsi ganda, yaitu sebagai akses vertikal sekaligus penguat kekakuan bangunan terhadap gempa. Kata kunci: Analisis Pushover, Tangga, Struktur Tahan Gempa, Displacement, Simpangan Antar Lantai, Base Shear, Sendi Plastis, Stabilitas Bangunan, Performance Point.
Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang pada Sistem Open Frame dan Infill Frame (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Zidan, Mohammad Akrom; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak di kawasan rawan gempa akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga perencanaan bangunan tahan gempa menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja seismik antara dua sistem struktur pada gedung beton bertulang, yaitu sistem open frame dan sistem infill frame, dengan studi kasus pada Gedung X di Universitas Y. Analisis kinerja struktur dilakukan dengan menggunakan metode pushover dan model diagonal equivalent strut untuk dinding pengisi, sesuai dengan pedoman FEMA 356. Berdasarkan analisis kinerja struktur pada arah X dan Y, model Infill frame menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan model Open frame dalam menangani beban seismik. Pada arah X, model Infill frame memiliki gaya geser yang lebih tinggi (35.205,93 kN) dan perpindahan yang lebih rendah (236,26 mm) dibandingkan dengan Open frame (29.507,52 kN dan 264,60 mm), yang menunjukkan bahwa Infill frame lebih efisien dalam meredam energi seismik. Pada arah Y, meskipun gaya geser model Infill frame lebih besar (38.613,25 kN), perpindahan yang lebih rendah (204,85 mm) menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menahan gaya geser. Kedua model berada pada level Damage Control, tetapi model Infill frame lebih efisien dalam mengurangi perpindahan dan merespons beban seismik, dengan periode efektif yang lebih cepat. Secara keseluruhan, Infill frame menunjukkan kinerja yang lebih optimal dalam meredam energi seismik, dibandingkan dengan Open frame, yang menunjukkan kinerja sedikit lebih buruk pada gaya geser dan perpindahan. Kata Kunci: Kinerja Seismik, Analisis Pushover, Dinding Pengisi, Open frame, Infill frame, Sendi Plastis
Analisis Pengaruh Perkuatan dengan Rangka Bracing Konsentrik pada Struktur Gedung terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam Muhammad Hakim Maulana; Dr. Ir. Wisnumurti, MT.; Ir. Roland Martin Simatupang, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang berada diantara 3 lempeng tektonik yaitu lempeng IndoAustralia, Eurasia, dan Pasifik (Ring of Fire) menjadi alasan rawan terjadi gempa bumi. Gempa bumi ini dapat menjadi masalah utama pada struktur bangunan terutama pada bangunan yang mengalami ketidakberaturan torsi. Ketidakberaturan torsi tersebut dapat dihilangkan dengan meminimalisir eksentrisitas antara titik pusat massa dan kekakuan pada struktur global. Penelitian ini melakukan 5 pemodelan trial and error menggunakan penambahan rangka bracing konsentrik X untuk meminimalisir eksentrisitas, story drift dan gaya-gaya dalam yang terjadi pada komponen struktur. Hasil menunjukkan bahwa perkuatan menggunakan rangka bracing konsentrik X dapat mengurangi harga dari eksentrisitas dan story drift sehingga dapat memperkecil harga gaya - gaya dalam yang terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkuatan menggunakan rangka bracing konsentrik X dapat mengefisienkan momen puntir dan gaya-gaya dalam lainnya yang terjadi pada komponen lokal.   
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN LAST PLANNER SYSTEM TERHADAP PERCEPATAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT (STUDI KASUS: PEKERJAAN ELEVATED FREEWAY PROYEK TOL SEMARANG – DEMAK 1A PT. HUTAMA KARYA (PERSERO)) Rahma Dian Sya'bana; Saifoe El Unas; Kartika Puspa Negara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi, seperti yang terjadi di pekerjaan Elevated Freeway Proyek Tol Semarang-Demak 1A, menjadi masalah umum dalam industri konstruksi. Untuk itu, melalui penelitian ini akan dievaluasi pengaruh penerapan Last Planner System (LPS) terhadap percepatan pelaksanaan pekerjaan Elevated Freeway pada Proyek Tol Semarang–Demak Paket 1A PT. Hutama Karya (Persero). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer dari program Magang MBKM, meliputi dokumen monitoring progres harian, formulir Weekly Work Plan Monitoring, Constraint Analysis Form, dan Action Plan. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Project untuk mengevaluasi perubahan total durasi pekerjaan dan kurva S baseline untuk mengevaluasi perubahan deviasi kurva S selama sebelas minggu sebelum dan empat minggu sesudah pelaksanaan dua kali Pull Planning Meeting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase Pra-LPS proyek mengalami keterlambatan dengan rata-rata deviasi kurva-S sebesar -2,69% dan perpanjangan durasi dari 322 hari menjadi 327 hari. Setelah implementasi LPS melalui Pull Planning Meeting, terjadi perbaikan signifikan dengan deviasi kurva-S meningkat dari -2,56% pada pertemuan pertama menjadi +0,77% pada pertemuan kedua, serta berhasil mengembalikan total durasi dari 361 hari menjadi 322 hari sesuai rencana awal. Penelitian membuktikan bahwa penerapan LPS efektif dalam memperbaiki koordinasi antar pihak, meningkatkan ketercapaian rencana mingguan, dan menciptakan alur kerja yang dapat diandalkan. Metode LPS dapat dinyatakan berhasil mendukung percepatan dan pengendalian proyek konstruksi dengan kompleksitas tinggi. Kata kunci: Last Planner System, Elevated Freeway, Deviasi Kurva-S, Total Durasi Proyek, Percepatan Proyek Konstruksi
Pengaruh Penambahan Silica Fume dan Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Mortar menggunakan Recycled Fine Aggregate (RFA) Aurora, Marvella; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pesat sektor infrastruktur di Indonesia telah mendorong tingginya permintaan material konstruksi, memicu permasalahan lingkungan berupa peningkatan limbah dan eksploitasi sumber daya alam. Pemanfaatan agregat halus daur ulang (RFA) dari limbah beton menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan. Namun, karakteristik RFA yang kurang ideal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana penambahan silica fume (SF) dan fly ash (FA) dapat memperbaiki performa mekanik mortar berbasis RFA.Metode penelitian melibatkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berukuran 5x5x5 cm yang diuji pada umur 28 hari. Variasi yang digunakan meliputi penambahan silica fume dengan kadar 7%, 10%, dan 15%, 15% fly ash, serta kombinasi silica fume dan fly ash ((7%, 10%, 15% SF) + 15% FA) terhadap berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silica fume mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas mortar RFA, dengan nilai optimum pada kadar 10%. Pengujian juga menunjukkan bahwa kombinasi penambahan 7% silica fume dan 15% fly ash mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berbasis RFA, mendekati kinerja mortar agregat alami tanpa bahan tambahan. Peningkatan ini berkaitan dengan reaksi pozzolanik yang membentuk C-S-H tambahan dan struktur mikro yang lebih rapat, sehingga meningkatkan kekuatan dan kekakuan. Meskipun demikian, kombinasi dengan kadar silica fume yang lebih tinggi bersama fly ash justru cenderung menurunkan kekuatan dan kekakuan mortar, karena penggantian semen yang berlebihan dapat membatasi pembentukan C-S-H. Kata kunci: agregat halus daur ulang, silica fume, fly ash, kuat tekan, modulus elastisitas, mortar
Kuat Lentur Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Merk Semen Simanullang, Christanty Vriscilla Julianne; Dr. Eng. Lilya Susanti, ST., MT; Dr. Eng. Ir. Ming Narto Wijaya, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen merupakan komponen utama dalam pembentukan beton yang berperan penting dalam menentukan mutu akhir. Namun, proses produksi semen menghasilkan emisi CO₂ yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi tersebut adalah dengan memanfaatkan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai pengganti parsial semen. GGBFS adalah limbah dari proses pengolahan besi yang kaya akan kalsium dan silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi persentase GGBFS (0%, 20%, dan 50%) serta jenis merk semen (Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Merdeka) terhadap kuat lentur beton pada umur 28 dan 56 hari. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji balok berukuran 60 × 8 × 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan GGBFS hingga 20% cenderung meningkatkan kuat lentur beton, terutama pada umur 56 hari. Beton dengan campuran GGBFS dan Semen Gresik menghasilkan kuat lentur yang lebih stabil dan cenderung tinggi dibandingkan merek lainnya. Nilai kuat lentur tertinggi sebesar 7,59 MPa diperoleh pada Semen Merdeka tanpa campuran GGBFS pada umur 56 hari. Secara keseluruhan, Semen Gresik menunjukkan performa kuat lentur yang lebih baik dibandingkan Semen Padang dan Semen Merdeka. Kata Kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Merk Semen, Kuat Lentur
Studi Komparatif Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah melalui Pemodelan Elemen Hingga dan Pendekatan Teoritis dengan Variasi Jarak Antar Tulangan Andrew Laurence; Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak antar tulangan terhadap lebar retak maksimum pada pelat beton bertulang satu arah. Metode yang digunakan terdiri dari simulasi numerik menggunakan perangkat lunak ABAQUS dengan pendekatan Concrete Damage Plasticity (CDP), serta perhitungan teoritis mengacu pada standar SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Empat variasi jarak tulangan dianalisis, yaitu 540 mm, 270 mm, 135 mm, dan 77,14 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil jarak antar tulangan, semakin kecil pula lebar retak maksimum yang terjadi. Pada variasi jarak 77,14–540 mm, lebar retak meningkat hingga 170,17% (ABAQUS), 97,62% (SNI), dan 183,45% (JSCE). Peningkatan tegangan baja dari 200 MPa ke 250 MPa juga meningkatkan lebar retak hingga 32,19% (ABAQUS), 23,79% (SNI), dan 20,71% (JSCE). Hasil ini menunjukkan pengaruh signifikan gaya tarik terhadap retak, di mana ABAQUS memberikan hasil tertinggi karena mampu memodelkan perilaku struktur secara detail, sementara SNI cenderung konservatif akibat batas maksimum jarak tulangan 200 mm. Kata kunci: Pelat beton bertulang satu arah, lebar retak, jarak antar tulangan, ABAQUS, Concrete Damage Plasticity (CDP), SNI 2847:2002, JSCE.