cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
PENDIDIKAN NONFORMAL POLA WIRASWASTA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.255 KB)

Abstract

       Saat ini sekitar 900.000 (sembilanratus ribu) lulusan SMTA tengah bergelut melawan nasib. Mereka sedang menempuh sebuah perjalanan untuk menuju pada sepotong kata akhir, menang atau kalah!       Jalan yang mereka tempuh bukanlah jalan tol tanpa hambatan, melainkan ibarat menuju puncak Eiger yang harus melewati celah-celah bukit yang penuh dengan badai dan salju.  Betapa tidak, 900.000 bukanlah jumlah yang kecil bagi kursi yang disediakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) --termasuk didalamnya Universitas Terbuka-- dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang jumlahnya diperkirakan tidak akan lebih dari 200.000 (dua ratus ribu) kursi.       Ibarat 18 anak angsa yang memperebutkan 4 ekor ikan di dalam kolam.  Mengandalkan ketangkasan saja nampaknya sangat riskan untuk dapat menangkap satu diantara 4 ekor ikan dalam kolam tersebut. Ketangkasan (=intelektual) tanpa kecepatan (=daya saing) dan juga kemujuran (=rakhmat Tuhan) sama sekali tidak akan memberikan jaminan untuk keluar sebagai pemenang.  Dan jangan dilupakan, hanya 4 anak angsa saja yang akan keluar sebagai pemenang dan 14 lainnya harus menyerah kalah (mati?!).
SENI, BUDAYA DAN PARIWISATA INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.225 KB)

Abstract

Kiranya banyak anggota masyarakat kita yang mengetahui bahwa tahun 1998 ini telah dicanangkan pemerintah sebagai  'Tahun Seni dan Budaya'. Meskipun demikian mungkin belum banyak diantara mereka yang mengetahui secara pasti mengenai sejauh mana hubungan antara aktivitas seni dan budaya terhadap perkembangan pariwisata di tanah air kita pada khususnya.       Mengenai hubungan  antara aktivitas seni dan budaya dengan pa-riwisata barangkali bisa dijelaskan dari tujuan dicanangkannya Tahun Seni dan Budaya yang tertandai dengan diperbanyaknya aktivitas seni dan budaya itu sendiri.  Adapun dua tujuan yang ingin dicapai adalah sbb: pertama, dengan diperbanyak aktivitas seni dan budaya oleh masyarakat kita maka jati diri bangsa Indonesia akan lebih mantap dan terkokohkan;  dan kedua,  dengan makin banyaknya aktivitas seni dan budaya oleh masyarakat diharapkan turis asing pun semakin banyak yang tersedot oleh mesin pariwisata Indonesia sehingga hal ini secara otomatis akan meningkatkan devisa negara kita.       Dari tujuan tersebut terdapat  hubungan asimetris (asymmetrical relationship) di antara banyaknya aktivitas seni dan budaya dengan banyaknya turis asing yang diharapkan datang ke negara kita.  Itu ber-arti banyaknya aktivitas seni dan budaya akan berpengaruh terhadap banyaknya turis asing yang datang ke negara kita.  Apabila di antara keduanya diasumsi berhubungan secara positif maka semakin diperba-nyak aktivitas seni dan budaya akan semakin banyak turis asing yang berduyun-duyun beraktivitas rekreatif di Indonesia.      Memang demikianlah adanya. Seni dan budaya suatu bangsa pada era modern sekarang ini bukan lagi hanya sebagai media ritual bangsa yang bersangkutan tetapi juga menjadi komoditas pariwisata. Aktivitas seni dan budaya sudah dapat diperjualbelikan untuk menambah devisa suatu negara.
MENCIPTAKAN PASAR TANPA PERSAINGAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan biasanya bersaing tidak hanya dengan perusahaan-perusahaan lain dalam industrinya, tetapi juga bersaing dengan perusahaan-perusahaan dalam industri lain yang memproduksi produk alternatif. Produk mencakup barang, jasa dan ide. Produk alternatif lebih luas daripada sekedar produk substitusi atau produk pengganti. Produk substitusi mempunyai bentuk berbeda, tetapi fungsi dan manfaatnya sama. Sedangkan produk alternatif mencakup produk yang mempunyai fungsi dan bentuk berbeda, tetapi tujuannya sama. Produk pengganti itu misalnya, kita kan membuat laporan keuangan perusahaan kita, maka dapat menggunakan perangkat lunak keuangan, menyewa akuntan professional atau menggunakan ballpoint dan kertas. Perangkat lunak keuangan, akuntan profesional dan ballpoint memiliki bentuk berbeda, tetapi melayani fungsi yang sama. Produk alternatif itu misalnya, bioskop dan restoran. Bioskop menawarkan hiburan visual, sedangkan restoran menawarkan fungsi memberikan kenikmatan makan dan desempatan berbincang-bincang. Bioskop dan restoran mempunyai bentuk dan fungsi berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk menikmati jalan-jalan atau menikmati suasana yang berbeda dengan yang di rumah. Bioskop dan restoran bukan merupakan produk pengganti, tetapi merupakan produk alternatif. NTT DoCoMo, merupakan telekomunikasi dari Jepang yang dapat menciptakan pasar tanpa pesaing dengan produk alterntif. NTT DoCoMo menciptakan pasar ini dengan memikirkan alternatif telepon seluler dan internet. Apa keunggulan internet dibandingkan telepon seluler dan apa keunggulan telepon seluler dibandingkan internet? Keunggulan internet, menawarkan informasi yang sangat luas, termasuk fasilitas e-mail, informasi seperti berita, ramalan cuaca, direktori telepon dan hiburan seperti game on-line, musik dan tv on-line. Kelemahannya harga yang tinggi dari sewa internet dan perangkat keras komputer, membanjirnya informasi, kesulitan dalam proses menyambung ke internet dan ketakutan memberikan informasi kartu kredit secara elektronik. Sedangkan keunggulan dari telepon seluler adalah mobilitas yang tinggi, transmisi suara dan kemudahan penggunaannya. NTT DoCoMo menggabungkan kedua keunggulan telepon seluler dan internet dengan meluncurkan telepon  i-mode. Meskipun telepon i-mode lebih mahal sekitar 25 % dari telepon seluler, tetapi masih lebih murah daripada komputer dan mobilitasnya lebih tinggi.   Pelayanan penagihan sederhana seperti semua layanan di internet ditagihkan lepada pengguna pada tagihan bulanan yang sama, sekaligus menghilangkan kekawatiran terhadap penyalahgunaan kartu kredit yang digunakan di internet. Layanan i-mode secara otomatis aktif ketika telepon itu hidup, sehingga tidak usah repot-repot untuk melakukan log-on. Layanan i-mode diluncurkan pada 1999 dan pada akhir 2003, jumlah pelanggan i-mode telah mencapai  40,1 juta dan pemasukan dari transmisi data, gambar dan teks melonjak dari 295 juta yen ($ 2,6 juta) pada 1999 menjadi 886,3 yen ($ 8 milyar) pada 2003. Layanan ini menciptakan pasar baru tanpa pesaing dengan menarik populasi tua dan muda serta mengubah consumen yang tadinya hanya memakai layanan suara menjadi konsumen yang juga menggunakan transmisi data. Kim dan Mauborgne menyebutnya, strategi yang dilakukan NTT DoCoMo sebagai strategi samudra biru.
PENELITIAN PESANAN BOLEH, PELACURAN INTELEKTUAL JANGAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.705 KB)

Abstract

       Sarjana-sarjana kita sudah sewajarnya ikut serta dalam 'penelitian pesanan', lebih dari itu sedapat mungkin bisa berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Melalui penelitian pesanan, para sarjana mewujudkan darma bakti-nya pada bangsa dan negara. Demikian kira-kira penegasan Mendikbud, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto dalam sambutannya pada acara dies-natalis Universitas Jambi (Kompas 4 April 1984).       Terlepas dengan apa yang ditegaskan oleh Mendik-bud diatas,  kelihatannya Pak Nugroho cukup jeli membaca situasi yang diwarnai oleh adanya semacam kasak-kusuk dikalangan kampus tentang penelitian pesanan. Satu pihak mengatakan pro-100%, sementara dilain pihak ada yang me-respon sinis.       Suara-suara sumbangyang menanggapi tentang terli-batnya para peneliti yang berpredikat sarjana dalam ke-giatan penelitian pesanan dirasa memang cukup santer, khususnya dikalangan perguruan tinggi karena mau tidak mau harus diakui bahwa hampir semua peneliti tersebut 'berasal' dan atau 'bertahta' pada lembaga ini.       Yang menjadi masalah sekarang adalah kenapa pene-litian pesanan ini menimbulkan suara sumbang (suara mi-nir?) ....?  Bukankah penelitian pesanan ini merupakan 'proyek' pemerintah ?
HUBUNGAN ANTARA EBTANAS DENGAN UMPTN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.275 KB)

Abstract

Melalui "Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan",  majalah ilmiah   yang diterbitkan oleh Balitbang Depdiknas,  edisi No.020 Desember 1999 yang lalu, secara transparan Prof. Toemin A. Masoem mencoba menggelar hasil penelitian ilmiahnya  tentang hubungan antara Eva-luasi Belajar Tahap Akhir secara Nasional (Ebtanas)  dengan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN).       Inti kesimpulan penelitian tersebut, sebagaimana yang ditulis oleh Pak Toemin,  adalah hasil Ebtanas  kurang mendukung tujuan diselenggarakannya ujian tersebut;  sedangkan  pada sisi yang lain nilai UMPTN cukup mendukung tujuan penyelenggaraan seleksi ter-sebut. Sayang tidak dijelaskan mengapa Pak Toemin memakai istilah "kurang" (mengapa tidak memakai kata "tidak")  dan "cukup" (me-ngapa tidak memakai kata "sangat"  atau dihilangkan kata "cukup") dalam kesimpulan tersebut.  Dengan tanpa diberi penjelasan, istilah atau kata "kurang" dan "cukup" dalam formulasi kesimpulan penelitian memang terkesan tidak ilmiah.       Mengenai hubungan antara Ebtanas dengan UMPTN disimpulkan sbb: (1) peserta yang nilai UMPTN-nya tinggi dapat dipastikan yang bersangkutan memiliki Nilai Ebtanas Murni (NEM)  yang tinggi pula; (2) seorang tamatan SMU yang NEM-nya rendah dapat diper-kirakan yang bersangkutan nilai UMPTN-nya juga rendah;  dan (3) seorang tamatan SMU yang NEM-nya tinggi  belum tentu mampu me-raih nilai UMPTN yang tinggi.       Meskipun tidak lengkap,  rincian kesimpulan tersebut sangat menarik kita ikuti. Kesimpulan itu akan lebih lengkap kalau peneliti menjelaskan bagaimana kondisi NEM pada peserta UMPTN yang nilai UMPTN-nya rendah; apakah yang bersangkutan NEM-nya senantiasa rendah, apakah NEM-nya selalu tinggi, ataukah NEM-nya bervariasi atau heterogen.  Penjelasan ini sangat penting untuk memberi gam-baran yang lebih jelas  mengenai bentuk atau pola hubungan antara Ebtanas dengan UMPTN itu sendiri.
KOMUNITAS MINAT (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lima tahun belakangan dari survei Jupiter Media Metrix penjualan musik online di Ameruka meningkat tajam, yaitu meningkat 520 % atau menjadi 6,2 milyar dolar Amerika, yang diperkirakan pada tahun 2001, hanya mencapai 1 milyar dolar Amerika. Pertumbuhan pertahun diperkirakan 43 % selama lima tahun. Pembelian musik online ini dilakukan secara download digital maupun pemesanan secara online. Jupiter Media Metrix memperkirakan penjualan musik online ini mengambil pangsa pasar 7 % dari seluruh penjualan musik di Amerika dan akan meningkat menjadi 32 % pada tahun 2006. Di Indonesia situs yang berhubungan musik adalah musikamu.com. Musikamu.com memberikan informasi tentang para penyanyi, pemain musik, instrumen musik, tangga lagu koleksi album, foto artis, forum fans, album baru dan industri musik. Disediakan pula tentang lirik lagu dan chord-nya., chat, webradio, info kafe, kusi dan kuis. Bagi peminat musik dapat membeli secara online, misalnya album Padi, Sheila On 7. dan sebagainya. Komunitas hiburan yang lain yang berhubungan dengan film, antara lain The Internet Movie Database (www.imdb.com) yang merupakan situs riset film, Film Wise (www.filmwise) yang merupakan kuis film, dan MRQE (www.mrqe.com) yang merupakan situs kajian film terbaik. Komunitas minat yang lainnya misalnya komunitas terhadap hiburan, atau game. GameSpy merupakan perusahaan teknologi dan hiburan online yang terdepan. Situs Indonesia yang berhubungan dengan game adalah Nexia (www.bolehgame.com), merupakan game buatan Korea yang telah dimodifikasi meskipun masih dalam versi beta, tetapi dari segi pengunjung merupakan situs terbanyak di Indonesia yang dikunjungi. Pada situs ini pengunjung dapat melakukan interaksi seperti layaknya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tunangan, menikah, ataupun mati, meskipun dapat dihidupkan lagi.  Pada game ini dapat menampilkan senyum, menangis, marah, melakukan aktivitas tidur dan bernyanyi. Rata-rata pemain pada game ini sekitar 800 orang. Komunitas minat yang berhubungan dengan kesehatan yang terbaik adalah WebMD.  Pada situs WebMD memuat informasi mengenai medis dan kesehatan. Informasi medis meliputi informasi mengenai penyakit, perpustakaan medis, obat, genetika keluarga, gejala-gejala penyakit, petunjuk kesehatan, tes dan ujian medis, E-Tools kesehatan dan percobaan klinis. Sedangkan informasi mengenai kesehatan mencakup informasi mengenai makanan dan nutrisi, orang tua, wanita, pria, olah raga, fitness, dan gaya hidup. Selain itu, WebMD memfasilitasi pertukaran informasi, komunikasi dan transaksi elektronik antar para peserta yang meminani kesehatan ini.. Komunitas minat yang berhubungan dengan kesehatan yang merupakan situs terbaik di Indonesia adalah www.pdpersi.co.id . Informasi yang ada dalam situs tersaebut meliputi informasi tentang alat kesehatan, informasi tentang orang yang pernah sembuh dari suatu penyakit tertentu dan informasi komunitas dokter. Informasi komunitas dokter berisi tentang peraturan kesehatan, akreditasi rumah sakit, dan. surat edaran. Fasilitas lain adalah fasilitas untuk mencari rumah sakit tempat praktek seorang dokter beserta bidang spesialisnya dengan hanya memasukkan nama dokter tersebut. Segmentasi komunitas minat merupakan segmentasi yang menjanjikan di masa yang akan dating. 
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (12) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.485 KB)

Abstract

Seringkali kita memandang keuntungan itu hanya semata-mata finansial, tetapi sesungguhnya ada keuntungan yang jauh lebih penting dan berdampak jangka panjang, yang paling sering kita lupakan, yaitu salah satunya keuntungan bertambah keluarga. Keuntungan keluarga merupakan keuntungan berdampak jangka panjang dan akan membesarkan perusahaan. Dalam dunia bisnis, ada istilah Jawa ?Tuna Satak Bati Sanak? yang artinya orang dapat mentoleransi kerugian uang dengan kompensasi bertambahnya persaudaraan atau keluarga. Meskipun demikian sesungguhnya tetap saja masih beruntung baik bertambahnya keluarga maupun bertambahnya finansial terutama dalam jangka panjang. Seorang pembeli akan merasa puas, kalau barang yang dibeli ternyata sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan melebihi harapannya, maka pembeli tersebut akan membeli lagi dan akan membeli produk lain di tempat tersebut serta merekomendasikan pada teman-temannya, keluarganya, tetangganya tentang perusahaan tersebut dan untuk membeli produk-produknya. Akibatnya perusahaan akan bertambah pelanggannya dan penjualannya akan semakin meningkat. Terbukti setelah kita setiap malam secara bergiliran datang dari rumah satu ke rumah lain untuk membantu siswa tanpa memungut biaya tambahan membuat orang tua mereka sangat senang. Bimbingan dengan harga murah, hanya Rp. 9.500,- dikala itu tetapi  apa yang kita berikan melebihi dari harga tersebut. Mereka menganggap kita seperti keluarganya dan terbukti pula tidak hanya keuntungan bertambah keluarga yang kita peroleh, tetapi juga keuntungan finansial. Orang tua mereka mengatakan ?Dik. Buka saja bimbingan untuk yang SMP juga, anak saya ada yang saat ini di SMP kelas 3? . ?Insya Allah, saran dari Ibu akan kami laksanakan? jawab saya bersama kawan. Kemudian kita menggodok ide tersebut bersama-sama, setelah matang akhirnya kita membuka bimbingan tes untuk siswa SMP kelas 3 seperti saran orang tua mereka. Hasilnya sangat luar biasa, jumlah siswanya jauh lebih banyak dibandingkan bimbingan siswa untuk SMA kelas 3. Setelah kita membuka bimbingan untuk SMP kelas 3, dengan jumlah siswa yang cukup banyak menyebabkan kita kebingungan untuk mengatur waktu dengan tempat yang terbatas. Agar efisien, kita bagi kelas menjadi dua kelompok hari. Kelompok pertama adalah kelas hari Senin, Rabu dan Jum?at. Kelompok kedua, kelas hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Selain itu juga ada kelas pagi dan sore. Setelah siswanya mulai bertambah, akhirnya juga kita buka kelas malam. Sebaliknya, pembeli yang merasa kecewa, kalau barang yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka pembeli tersebut akan tidak membeli lagi dan tidak akan membeli produk lain di tempat tersebut serta merekomendasikan pada teman-temannya, keluarganya, tetangganya tentang keburukan perusahaan tersebut dan untuk tidak membeli produk-produknya. Akibatnya perusahaan akan ditinggalkan pelanggannya dan penjualannya akan semakin menurun. Kehilangan pelanggan sangatlah merugikan, karena biaya yang digunakan untuk menarik pelanggan amatlah besar. Apalagi jika pelanggan yang kecewa tersebut bercerita kepada anggota keluarga, teman kantor, kawan asosiasi dan bercerita di media. Tetapi kadangkala perusahaan tidak menyadari hal ini. Ternyata sesungguhnya keuntungan bertambah keluarga itu juga berarti pula keuntungan finansial terutama dalam jangka panjang.  Strategi bisnis dengan menggunakan keuntungan bertambah keluarga merupakan strategi bisnis yang paling modern.
KEHADIRAN LEMBAGA KREATIF WANDIKTI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.112 KB)

Abstract

       Belum lama ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Wardiman Djojonegoro,  mengukuhkan Dewan Pendidikan Tinggi (Wandikti) se-bagai lembaga baru di lingkungan departemen pendidikan. Lembaga nonstruktural ini bertugas memberi masukan dalam rangka merumuskan kebijakan dan pengembangan pendidikan tinggi di tanah air.        Wandikti nantinya diharapkan dapat menjadi forum pertemuan di antara unsur-unsur konsorsium pendidikan tinggi, lembaga-lembaga penelitian, dan kalangan pengusaha.  Seperti yang dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,  Bambang Soehendro,  selama ini antara konsorsium pendidikan tinggi dengan lembaga penelitian cenderung berjalan secara terpisah-pisah. Pada hal kedua lembaga ini seharusnya tidak terpisah-pisah, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Di sisi yang lain pengembangan pendidikan tinggi tidak hanya dapat mengandalkan orang-orang pendidikan tinggi saja,  akan tetapi perlu melibatkan pemakai hasil pendidikan tinggi.       Oleh karena itu,  menurut Pak Bambang lebih lanjut,  Depdikbud merasa perlu membentuk wadah yang dapat mempertemukan ketiga unsur tersebut;  dan akhirnya dibentuklah Wandikti.  Kalau kita perhatikan dengan cermat dari 23 nama yang dikukuhkan sebagai anggota Wandikti (yang pertama) terlihat diantaranya beberapa nama pengusaha, disamping petinggi departemen (birokrasi) serta praktisi perguruan tinggi. Nama-nama dari konsorsium pendidikan tinggi dari berbagai disiplin memang ada,  demikian juga nama-nama yang diambil dari unsur lembaga penelitian.       Wandikti yang baru saja dibentuk serta keanggotaannya baru saja dikukuhkan itu mempunyai wewenang memberikan pendapat, saran, usul, nasihat, dan pemikiran kepada menteri pendidikan dalam rangka perumusan kebijakan yang menyangkut pengembangan pendidikan tinggi kita.
BELAJAR DARI STRATEGI PENJAHIT (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Sebulan kemudian jas tersebut telah siap untuk dipakai dan Pak Jon kembali ke rumah Pak Jeremy untuk menyerahkan jas tersebut. ?Berapa Pak Jon harganya?? Tanya Pak Jeremy. ?Rp. 1,5 juta saja Pak, tetapi bayarnya besok saja kalau saya sudah butuh Pak? kata Pak Jon. Inilah pelajaran kedua yang kita peroleh dari seorang penjahit yang hanya lulusan SD. Dibalik itu sebenarnya ada strategi yang ampuh yang diterapkan Pak Jon. Ia tahu benar bahwa Pak Jeremy adalah salah seorang selebritis. Ia sengaja tidak mau dibayar lebih dahulu, karena ia ingin menggunakan nama Pak Jeremy untuk memasarkan jasanya. Ia kemana-mana menawarkan Jas dengan menyatakan bahwa ia telah membuatkan Jas untuk Pak Jeremy Thomas yang bintang sinetron itu. Ia menggunakan Jeremy Thomas sebagai ikon produknya. Selebriti dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pelanggan terhadap produk yang didukungnya. Persepsi dan sikap pelanggan terhadap kualitas produk meningkat dengan adanya selebriti yang mendukung. Lebih jauh, harga produk juga akan meningkat dengan adanya selebriti tersebut. Selebriti itu dapat menjadi pendukung produk, biasanya selebriti tersebut mempunyai hubungan yang mempunyai makna atau cocok dengan produk dan pelanggan. Pertimbangan utama selebriti sebagai pendukung antara lain karena kredibilitasnya, kecocokan dengan pelanggan, kecocok dengan merek dan pertimbangan lainnya. Kredibilitas selebriti itu menyangkut kepercayaan dan keahliannya secara bersama-sama yang dilihat oleh pelanggan. Orang yang dapat dipercaya dan dianggap memiliki wawasan tertentu, misalnya tentang kehandalan merek akan menjadi orang yang paling mampu meyakinkan orang untuk mengambil tindakan. Jeremy Thomas merupakan selebriti yang telah dipercaya masyarakat sebagai aktor sinetron yang berhasil yang cocok sekali untuk produk jas.  Pak Jon juga menganggap Jeremy Thomas, nilai dan perilakuknya sesuai dengan kesan dari jas yang dibuatnya. Disamping itu Jeremy Thomas juga mempunyai daya tarik fisik termasuk yang tampan, ramah, menyenangkan sehingga menarik pelanggannya Pak Jon. Pertimbangan lainnya, Pak Jon tidak membayar Jeremy Thomas, tetapi hanya memberikan penangguhan pembayaran. Strategi yang diterapkan Pak Jon tersebut ternyata sangat manjur. Beberapa orang yang ingin dianggap penting dan ingin menjadi selebriti berbondong-bondong menjahitkan jas pada Pak Jon. Pak Jon memberikan harga Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta. Harga yang jauh lebih mahal daripada harga yang diberikan kepada Pak Jeremy Thomas untuk yang pertama kali. Meskipun demikian tidak ada pelanggan merasa harga jas yang hanya dibuat oleh Pak Jon, karena ia menggunakan selebriti sebagai pendukung produknya.  Disamping itu pemasaran dari mulut-kemulut dari orang yang dibuatkan jas oleh Pak Jon menambah pemesanan. Pada saat Pak Jeremy berseminar dengan saya, yang pesan jas kepada Pak Jon sudah lebih dari 20 orang. Memanglah kadangkala kita harus belajar dari orang kecil, seperti halnya Pak Jon yang hanya lulusan SD.
MENYANTUNI ANAK-ANAK GENIUS KITA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.221 KB)

Abstract

       Pada tggl 11 s/d 13 Januari 1996  Forum Komunikasi Pembinaan dan Pengembangan Anak Indonesia (FK-PPAI) akan menyelenggarakan musyawarah nasional ke-2 bertempat di Jakarta dan diteruskan di Bogor.  Adapun tema musyawarah nasional yang diambil kali ini ialah "pemantapan peran masyarakat di dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan anak dan remaja Indonesia".       Kiranya musyawarah nasional FK-PPAI memang perlu mendapat perhatian kita bersama. Ada dua aspek yang mendukung atas perlunya perhatian terhadap musyawarah nasional yang menghadirkan beberapa menteri tersebut;  pertama,  di negara kita ini tidak banyak organisasi kemasyarakatan dan/atau organisasi sosial-pendidikan yang mau me-naruh perhatian langsung pada perkembangan potensi anak Indonesia, dan kedua,  dalam era globalisasi yang telah menimbulkan kompetisi global yang makin tajam dewasa ini perhatian terhadap pengembangan potensi anak untuk dapat berkompetisi di masa depan menjadi tuntutan mutlak yang tidak dapat dikesampingkan.       Kalau kita runut sekarang ini memang banyak problematika yang tengah dihadapi oleh anak-anak Indonesia (beserta keluarganya) pada umumnya; antara lain banyak anak-anak yang lebih asyik menonton televisi daripada membaca buku pelajaran sekolahnya, anak-anak yang belum memiliki kebiasaan membaca secara memadai,  anak-anak yang kurang kritis terhadap perkembangan lingkungan, dan sebagainya.       Salah satu problematika pada anak-anak Indonesia yang solusinya perlu segera diformulasi menyangkut pendidikan anak-anak itu sendiri, dalam hal ini adalah belum adanya santunan profesional terhadap anak-anak genius (gifted children) kita.

Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue