cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Komunikasi dan Media
ISSN : 19785003     EISSN : 24076015     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Vlog sebagai Media Storytelling Digital bagi Tokoh Publik Pemerintahan Shiddiq Sugiono; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 2 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2019.2101

Abstract

Berkembangnya teknologi media digital membuka potensi kreatif bagi setiap orang untuk membuat konten yang menarik. Vlog merupakan salah satu media digital yang berisikan monolog individual tentang opini ataupun pengalaman pribadi. Pejabat pemerintahan dalam hal ini merupakan tokoh publik yang ikut meramaikan jagad Youtube dan media sosial lainnya dengan konten vlog mengenai pekerjaan mereka sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk melihat apakah fenomena tersebut masih relevan dengan konsep vlog pada umumnya. Metode studi literatur dilakukan untuk melihat perkembangan serta pembatasan dari konsep-konsep dasar yang mendukung ekosistem vlogging. Artikel ini menghasilkan kerangka konseptual untuk menjelaskan fenomena vlogging pejabat pemerintahan sesuai dengan komponen-komponen dari konsep akademis. Dalam praktiknya, konsep mengenai vlog pejabat pemerintahan mengalami beberapa pembatasan seperti terhentinya proses interaktivitas langsung terhadap pejabat pemerintahan. Penggunaan teknik storytelling dapat secara efektif menjangkau kelompok usia muda di masyarakat terutama pada ranah saluran digital. Konten vlog oleh pejabat pemerintahan dapat menjadi alat yang mendukung sarana kehumasan suatu lembaga pemerintahan. Selain itu, informasi yang langsung disampaikan oleh pimpinan suatu lembaga akan mengurangi resiko tersebarnya hoax di lapisan  masyarakat.
Penggunaan Media Sosial sebagai Sumber Berita oleh Jurnalis Media Daring di Indonesia Tri Utami Rosemarwati; Lisa Lindawati
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 2 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2019.1744

Abstract

Social media content has been widely adopted as a news source and it had become a contemporary phenomenon of journalism all over the globe. Yet, while some academic studies had been undergone in several countries, it remains scarce in Indonesia. Therefore, this study aims to examine Indonesian online journalists’ pattern of using social media as a news source. This pattern is related to how journalists sort and select content in social media along with how they verifiy and build trust over social media content. An offline and online survey were conducted to 77 journalists from 19 Indonesian online media outlets. Findings showed that social media is highly adopted as a news source though majority still used it as secondary source. Interestingly, albeit journalist high adoption of social media as a news source, most of them still hardly trust information they used from social media completely.
Peran Manajerial Praktisi Humas Perempuan Lembaga Pemerintah dalam Profesi yang Didominasi Perempuan Rachmat Kriyantono, Ph.D.
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 2 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2019.2694

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran-peran yang dilakukan praktisi hubungan masyarakat (humas/public relations) lembaga pemerintah di Jawa Timur. Humas telah dikenal sebagai profesi bergender karena makin banyak perempuan memasuki profesi ini. Perempuan, secara umum, memiliki skill komunikasi yang feminim yang membantu membangun relasi dengan publik supaya mendukung reputasi lembaga. Hipotesis penelitian ini adalah praktisi humas perempuan telah berperan manajerial dalam aktivitasnya. Dengan menggunakan model peran kehumasan sebagai instrumennya, kuesioner disebarkan dan diisi oleh 69 responden, 35 di antaranya adalah praktisi laki-laki dan 34 praktisi perempuan. Penelitian ini menemukan bahwa hipotesis dapat diterima karena praktisi humas perempuan telah berperan manajerial meskipun praktisi humas laki-laki lebih banyak melakukan peran manajerial. Praktisi perempuan diposisikan dalam peran teknisi. Penelitian ini berkontribusi mendorong bidang kehumasan pemerintah untuk membuka peluang bagi praktisi perempuan lebih berperan dalam peran manajerial sebagai bentuk pemberdayaan perempuan.
Dinamika Relasi dan Kuasa Negara dalam Produksi Konten di Media Siber Pemerintah Menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019 Siap Bangun Negara; Udi Rusadi
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.2425

Abstract

This study aims to describe the dynamics of state power in producing political and economic content at www.indonesiabaik.id cyber media prior to the 2019 Presidential Election. This study uses the constructivism paradigm with a qualitative approach and case study methods. Two informants were selected purposively. The validity of data was using source triangulation techniques. The data collective techniques were through interviews, observations, and library studies. The result shows that the Indonesian government intervenes and puts pressure on editors in the news productions in a hard campaign way style. In terms of power relations, the role of government cyber media was to create an open space for public opinion creation through dialogues. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika kuasa negara dalam produksi konten politik dan ekonomi di media siber www.indonesiabaik.id selama Pemilihan Umum Presiden 2019. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Informan berjumlah dua orang yang dipilih secara purposif. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan cara pemerintah memproduksi konten isu politik dan ekonomi di situs ini dengan melakukan intervensi dan memberi tekanan kepada editor untuk membuat konten bermuatan hard campaign. Peran media siber ini dalam relasi kuasa menjelang Pemilu Presiden 2019 yakni membuka ruang dalam membangun opini publik melalui dialog yang terbangun di dalamnya.
Pengaruh Analisis Kebutuhan Pelatihan Budaya Keamanan Siber Sebagai Upaya Pengembangan Kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara di Era Digital Sri Cahaya Khoironi
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.2945

Abstract

The results of Monitoring and Evaluation of Electronic-Based Government Systems (SPBE) that not been optimal, the high incidence of cyber in the government domain. go.id due to system vulnerability as well as the number of government pages with unsafe conditions and not in accordance with existing international standards, show the need for ASN as a manager of digital competence to oversee digitalization in the government environment. To discuss this issue, the method chosen was the study of literature, by reviewing various literature and collection of research results in accordance with the problem. Descriptive qualitative analysis using the technique "PRISMA protocol". The findings of this study are important for designing training programs as part of the development of sustainable digital ASN competencies, specifically related to training in cybersecurity culture in government environments, especially in public services. Given the technology and knowledge of hacking efforts in cybercrime is developing very fast, it is necessary to anticipate investment in human resources through training in cybersecurity cultureHasil Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang belum optimal dan tingginya insiden siber pada domain pemerintah.go.id akibat dari kerentanan sistem serta masih banyaknya laman pemerintah dengan kondisi tidak aman dan belum sesuai standar internasional yang ada menyiratkan adanya kebutuhan ASN sebagai pengelola yang berkompetensi digital untuk mengawal digitalisasi di lingkungan pemerintahan. Metode yang dipilih adalah studi kepustakaan dengan meninjau berbagai literatur dan kumpulan hasil-hasil penelitian sesuai dengan permasalahan. Analisis deskriptif kualitatif menggunakan teknik “PRISMA protokol”. Temuan dari penelitian ini penting untuk merancang program pelatihan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi digital ASN yang berkelanjutan, khususnya terkait pelatihan budaya keamanan siber di lingkungan pemerintahan, terutama dalam pelayanan publiknya. Mengingat teknologi dan pengetahuan tentang upaya peretasan dalam kejahatan siber berkembang sangat cepat, perlu antisipasi investasi sumber daya manusia melalui pelatihan budaya keamanan siber.
Literasi Digital, Massive Open Online Courses, dan Kecakapan Belajar Abad 21 Mahasiswa Generasi Milenial Imam Fitri Rahmadi; Eti Hayati
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.2486

Abstract

Millennial generation students need to be equipped with adequate digital literacy in order to face the industrial revolution 4.0. Unfortunately, students' digital literacy particularly related to the 21st century learning abilities is relatively low. This article critically discusses digital literacy massive open online courses (DL-MOOCs) need developments in higher education, including; 1) the need of digital literacy for academic purposes; 2) the development of MOOCs around the world and in Indonesia; 3) 21st century learning abilities of millennial generation students. Study in this article is the result of preliminary research using literature review and survey methods involving 245 first-year millennial generation students. The results revealed that; 1) digital literacy for academic purposes is needed since ample digital information has been utilised as learning resources and the learning process in higher education have commonly conducted in a digital environment; 2) the development of MOOCs opens extensive opportunities to be used as a massive, open, and online learning platform to improve digital literacy of millennial generation students; and 3) 21st century learning abilities of millennial generation students are very low in the components of creative collaborator and innovative designer. These results indicate the urgency of MOOCs developments that focus on digital literacy for academic purposes. Mahasiswa generasi milenial perlu dibekali dengan literasi digital yang memadai dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0. Sayangnya, literasi digital mahasiswa terutama yang berkaitan dengan kecakapan belajar secara digital pada abad 21 masih tergolong rendah. Artikel ini mendiskusikan secara kritis kebutuhan pengembangan digital literacy massive open online courses (DL-MOOCs) di perguruan tinggi, meliputi; 1) kebutuhan literasi digital untuk keperluan akademik; 2) perkembangan MOOCs di dunia dan Indonesia; dan 3) kecakapan belajar abad 21 mahasiswa generasi milenial. Kajian dalam artikel merupakan hasil penelitian pendahuluan menggunakan metode kajian pustaka dan survei melibatkan 245 mahasiswa generasi milenial yang sedang menempuh perkuliahan pada tahun pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) literasi digital untuk keperluan akademik sangat dibutuhkan karena hampir semua informasi yang dijadikan sumber belajar dan proses pembelajaran di perguruan tinggi sudah banyak dilakukan dalam lingkungan digital; 2) perkembangan MOOCs membuka kesempatan luas untuk dapat digunakan sebagai platform pembelajaran terbuka dan masif untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa generasi milenial; dan 3) kecakapan belajar abad 21 mahasiswa generasi milenial masih sangat rendah pada komponen creative collaborator dan innovative designer. Hasil tersebut menunjukkan urgensi pengembangan MOOCs yang berfokus pada literasi digital untuk keperluan akademik.
Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Komitmen Organisasi Berdasarkan Perspektif Aparatur Sipil Negara Non-Struktural Ane Dwi Septina
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.1964

Abstract

The organizational changes occur due to the emergency need of working production and effectiveness.  A commitment from all of the organizational members is needed to cooperate and adapt towards the changes in order to maintain the performance’s quality. This study was aimed to determine the influential impact of organizational communication climate on organizational commitment according to the non-structural civil servant’s perspective, and also to determine the influential factors of organizational communication climate on organizational commitment. This is a quantitative study which was conducted at The Research Center for Biotechnology and Tree Improvement (BBPBPTH), Sleman in September-October 2015. The primary data was collected through survey. The random sampling was used to determine the sample which involved 96 participants. The data analysis used Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The result confirmed that organizational communication climate had positive effect on organizational commitment. The trust and concern for high performance goals proved to affect significantly on organizational commitment, while listening in upward communication was not significantly affecting civil servant’s organizational commitment. Perubahan dalam organisasi terjadi karena munculnya kebutuhan untuk peningkatan produktivitas dan efektivitas dalam bekerja. Permasalahannya ialah bahwa perubahan tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak terhadap penurunan produktivitas organisasi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen tinggi dari seluruh anggota organisasi di pemerintahan guna beradaptasi dan bekerja sama melampaui perubahan guna menjaga kualitas kerja. Salah satu hal yang dapat menjaga kestabilan kinerja adalah komitmen kuat dari anggota organisasi terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi terhadap komitmen organisasi menurut perspektif aparatur sipil negara non struktural serta memetakan faktor-faktor iklim komunikasi organisasi yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) Sleman pada bulan September-Oktober 2015 dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, sementara pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner terhadap 96 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil dari penelitian ini mengkonfirmasi bahwa iklim komunikasi organisasi secara positif memiliki pengaruh terhadap komitmen organisasi. Kepercayaan (Trust) dan perhatian terhadap tujuan-tujuan berkinerja tinggi (concern for high performance goals) terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi, sementara mendengarkan dalam komunikasi keatas (listening in upward communication) terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi aparatur sipil negara di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH).
Subjektivitas Kekuasaan Dalam Pemberitaan Media Online Launa Afkar; Samdar Rery
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.2047

Abstract

At present, the social media newsroom has been widely used to branding images that are certain political symbols, while deconstructing political images. The news portal Detik.com and Kompas.com include those that are widely used to construct or deconstruct certain political images. In the year of politics, where presidential elections will be held, it is difficult to avoid the subjectivity of power sneaking into the media room. This fact is proven through the study of the reporting of the hashtag (#)2019overthepresident’s on the news portal Detik.com and Kompas.com. This descriptive-interpretive qualitative study with the Pan-Kosicki framing analysis found an element of subjectivity in discourse #2019overthepresident’s on both news portals. Judging from the syntactic, script, thematic, and rhetorical elements of analysis there are aspects of subjectivity in the news Detik.com and Kompas.com. Through the language analysis tool on the four elements of Pan-Kosicki, found a tendency to positive framing on #2019Ganti President's hashtag at Detik.com. On the contrary, Kompas.com tends to give negative framing on #2019overthepresident’s hashtag. There is power subjectivity in news framing in both sample media with different variations, accents, and degrees.Saat ini ruang berita media sosial telah banyak digunakan untuk mem-brading citra yang menjadi simbol politik tertentu, sekaligus mendekonstuksi citra politik. Portal berita Detik.com dan Kompas.com termasuk yang cukup banyak dimanfaatkan untuk mengonstruksi atau mendekonstruksi citra politik tertentu. Di tahun politik, ketika pemilihan presiden akan digelar, sulit dihindari subjektivitas kekuasaan menyelinap masuk ke ruang media. Fakta ini dibuktikan melalui kajian pemberitaan tagar (#)2019GantiPresiden di portal berita Detik.com dan Kompas.com. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif-interpretif dengan analisis framing Pan-Kosicki untuk menemukan adanya unsur subjektivitas pemberitaan media online terkait wacana #2019GantiPresiden di kedua portal berita. Hal tersebut dapat diketahui dari elemen analisis sintaksis, skrip, tematik, dan retoris terdapat aspek subjektivitas dalam pemberitaan Detik.com dan Kompas.com. Melalui analisis bahasa pada keempat elemen analisis Pan-Kosicki, ditemukan kecenderungan framing positif pada tagar #2019GantiPresiden di Detik.com. Sebaliknya, Kompas.com cenderung memberi framing negatif pada tagar #2019GantiPresiden. Terdapat subjektivitas kekuasaan dalam framing berita di kedua media sampel dengan variasi, aksentuasi, dan derajat yang berbeda.
Peran Media Instagram dalam Memasarkan Produk Fashion Dollies Lucy Pujasari Supratman; Mochammad Rachmansyah
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.2865

Abstract

Indonesian internet users dominate access to chat services and social media, one of which is Instagram. The business began to enter the medium that is have much audiences. This phenomenon is used by Dollies through Instagram @wearedollies as a product marketing communication medium. This study aims to describe comprehensively the role of social media content in marketing Dollies products via Instagram @wearedollies. The analysis was carried out using marketing mix and promotion mix theory which is connected with the @wearedollies instagram contents. Descriptive qualitative paradigm is used to understand all phenomenons that occured. The result is the Instagram content @wearedollies used all elements of the promotion mix with diverse roles. The content that appeared consists of Instagram profiles, product photos and videos, captions, feedback comments, and direct messages for existence roles, repost and testimonials content for engagement roles, open reseller, discounts, and open orders content for sales roles, as well as endorse and giveaway content traffic roles. Pengguna internet Indonesia mendominasi akses layanan chatting dan media sosial, salah satunya instagram. Bisnis pun mulai memasuki ruang yang banyak diminati khalayak tersebut. Fenomena ini dimanfaatkan Dollies melalui instagram @wearedollies sebagai media komunikasi pemasaran produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif mengenai peran konten media sosial dalam pemasaran produk Dollies melalui instagram @wearedollies. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori bauran pemasaran dan promosi yang dikaitkan dengan konten instagram @wearedollies. Paradigma kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami rincian fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah konten instagram @wearedollies menggunakan seluruh elemen bauran promosi dengan peran yang beragam. Konten yang dimunculkan terdiri dari profil instagram, foto dan video produk, caption, feedback komentar, dan direct message untuk peran eksistensi, konten repost dan testimoni untuk peran engagement, konten open reseller, diskon, dan open order untuk peran penjualan, serta konten endorse dan giveaway untuk peran traffic.
Dekonstruksi Cerita Rakyat Indonesia dalam Iklan Televisi Gunawan Wiradharma; Khusnul Fatonah; Dede Mahmudah
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 2 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.3296

Abstract

The challenge to maintain the sustainability of Indonesian folklore is big that it may cause the loss of pride in Indonesian folklore among the youth. One of the efforts made by PT Lasallefood Indonesia is by presenting a Marjan syrup advertisement themed Indonesian folklore in Ramadhan. This study describes how Indonesian folklore, a traditional cultural product, is deconstructed into a syrup product television advertising with its creative side in generating brand awareness to the audience. This is a qualitative research relying on Derrida's Deconstruction theory. The data in this study are the folklore of Timun Mas and Lutung Kasarung. The result is the deconstruction of the folklore in Marjan's advertisement is not entirely the same as the original story. The folklore presented has almost all been developed. Some have been reconstructed into advertisements with a new and modern storyline, even though the characters presented are still the same. Some characterizations have changed, but don't affect the essence of the story. The folklore story plot has all been almost developed. The brand is featured three times at every important and reasonable moment. This advertisement has made a breakthrough to introduce Indonesian folklore that is full of moral messages with a contemporary look. Tantangan untuk mempertahankan kelestarian cerita rakyat Indonesia semakin besar dengan banyaknya budaya global yang masuk ke Indonesia sehingga tidak menutup kemungkinan hilangnya rasa kebanggan terhadap cerita rakyat Indonesia di kalangan generasi muda. Salah satu upaya telah dilakukan oleh PT Lasallefood Indonesia dengan menghadirkan iklan sirop Marjan yang bertemakan cerita rakyat Indonesia menjelang dan hingga akhir Ramadhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana cerita rakyat Indonesia sebagai produk budaya tradisional didekonstruksi menjadi iklan televisi produk sirop serta melihat sisi kreativitasnya dalam memunculkan brand awareness kepada penonton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang ditopang oleh teori dekonstruksi Derrida. Data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Timun Mas dan Lutung Kasarung. Hasil penelitian menjelaskan bahwa cerita rakyat yang ada dalam iklan Marjan mengalami dekonstruksi dan tidak sepenuhnya sama dengan cerita aslinya. Penokohan dan perwatakan ada yang mengalami perubahan, tetapi tidak memengaruhi esensi cerita. Alur cerita rakyat yang ditampilkan dalam iklan Marjan hampir semuanya telah dikembangkan. Brand sirop Marjan juga ditampilkan sebanyak tiga kali pada setiap momen penting dan masuk akal. Iklan ini telah melakukan terobosan untuk memperkenalkan cerita rakyat Indonesia yang sarat dengan pesan moral dengan tampilan kekinian.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No No. 2 (2024): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM) Vol 28 No No 1 (2024): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM) Vol 27 No 2 (2023): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM) Vol 27 No 1 (2023): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 26 No 2 (2022): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 26 No 1 (2022): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 25, No 2 (2021): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 25, No 1 (2021): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 2 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 2 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 1 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 2 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 2 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 1 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 1 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 19, No 2 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 19, No 1 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 18, No 2 (2014): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 18, No 1 (2014): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 2 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 2 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 1 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 2 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 1 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan media More Issue