cover
Contact Name
ANDIKA SETIAWAN
Contact Email
andika.setiawan@umj.ac.id
Phone
+6281283964089
Journal Mail Official
konstruksia@umj.ac.id
Editorial Address
Gedung Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konstruksia
ISSN : 20867352     EISSN : 2443308X     DOI : http://dx.doi.org/10.24853/jk.12.2.14-23
Core Subject : Engineering,
Lingkup Jurnal 1. Struktur 2. Keairan 3. Manajemen Proyek dan Konstruksi 4. Material 5. Transportasi 6. Geoteknik
Articles 416 Documents
Pengaruh Fixity Point Pondasi Tiang Terhadap Kemampuan Struktur Radial Staker Sebagai Infrastruktur Pelabuhan Batu Bara Buwono, Haryo Koco; Rizqullah, Naufal R.; Khoeri, Heri; Badaruddin, Badaruddin; Satiawan, Budi
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.83-93

Abstract

Dalam pengoperasian terminal batubara, radial stacker merupakan komponen penting pada alat berat. Radial Stacker adalah "lengan" mekanis yang mampu menjangkau area luas untuk melakukan operasi penimbunan dan ekstraksi batubara. Permasalahan berikut mungkin timbul akibat kondisi titik fixity yang tidak optimal pada tumpuan pondasi struktur radial stacker: penurunan permukaan tanah, yang diakibatkan oleh kondisi tanah yang lunak, beban yang berlebihan, atau adanya rongga di bawah pondasi. Penurunan kemampuan operasional, kemiringan struktur, dan kerusakan pada komponen mekanis. Goyangan dan getaran, disebabkan oleh desain pondasi yang tidak memadai, ketidakseimbangan beban, atau getaran mesin. Relokasi tiang pondasi akibat gempa bumi, gaya lateral yang signifikan, atau erosi tanah. Hal ini menimbulkan potensi kerusakan struktur, ketidakstabilan peralatan, dan bahaya keselamatan pekerja. Berdasarkan analisis ulang substruktur radial stacker jetty out 1, struktur saat ini masih memenuhi persyaratan yang diizinkan dalam hal kekuatan dan kekakuan. Deformasi yang terjadi masih berada di bawah batas yang diperbolehkan, dan rasio PMM yang dicapai kurang dari 0,95. Selain itu, nilai faktor keamanan yang memenuhi persyaratan geoteknik hasil evaluasi daya dukung pondasi.
Simulasi Komputasi Aliran Terhadap Penempatan Balok Halang Pada Saluran Peluncur Bangunan Pelimpah Karamma, Riswal; Mustari, Andi Subhan; Mustamin, Muhammad Rifaldi
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.1-10

Abstract

Bangunan pelimpah adalah konstruksi yang bertujuan untuk mengendalikan aliran air. Bagian saluran peluncur pada bangunan pelimpah memiliki peran penting dalam mengatur serta mengalirkan air berlebih dari sistem bendungan. Penerapan teknik penghalang, seperti balok halang, berfungsi untuk meningkatkan efisiensi operasi dan mengurangi risiko erosi di saluran peluncur. Penelitian ini memanfaatkan simulasi komputasi guna menganalisis pengaruh penempatan balok halang terhadap perubahan pola aliran air di saluran peluncur. Eksperimen dilakukan di laboratorium dengan menggunakan model skala untuk merepresentasikan spillway. Hasil penelitian ini kemudian divalidasi dengan software iRIC Nays2DH, dimana model numerik saluran peluncur spillway dibuat dengan variasi tiga debit dan satu tipe balok halang, disesuaikan dengan konfigurasi laboratorium. Simulasi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian pola aliran dari hasil simulasi terhadap hasil laboratorium dan mengidentifikasi adanya perbedaan. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai dampak variasi debit dan penempatan balok halang terhadap perubahan pola dan karakteristik aliran pada saluran peluncur.
Tingkat Kerusakan Pada Perkerasan Lentur Berdasarkan Nilai PCI di Kecamatan Pabedilan, Jawa Barat Novriani, Shinta; Setiawan, Andika; Febri, Muhammad
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.102-110

Abstract

Salah satu prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan sosial maupun ekonomi baik barang atau jasa, baik dari satu tempat ke tempat lain adalah jalan. Kondisi jalan yang baik dapat memudahkan mobilitas penduduk dalam melakukan kegiatan. Jika terjadi kerusakan jalan akan berdampak terhadap waktu tempuh, kemacetan, kecelakaan, dll. Menyadari akan pentingnya peran prasarana jalan dalam pembangunan Nasional, termasuk juga pembangunan regional khususnya di Jawa Barat maka tahapan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan jalan sudah seharusnya ditangani dengan baik agar kemampuan pelayanan jalan dapat memenuhi harapan pengguna jalan. Salah satunya di ruas jalan Playangan-Bojongnegara Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerusakan yang akan berpengaruh pada keamaan dan kenyamanan dari pengguna jalan. Analisa yang dilakukan berdasarkan nilai PCI. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan melakukan survei di lapangan dan pengelolaan data hasil survei berupa nilai PCI. Sementara data sekunder diperoleh dari Dinas PUTR Kabupaten Cirebon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ruas jalan Playan-Bongnegara berdasarkan nilai PCI didapat kondisi Good sebesar 10%, Satisfactory sebesar 17%, Fair sebesar 27%, Poor sebesar 13%, Very Poor sebesar 10%, Serious sebesar 23%, Failed sebesar 0%. Prosentase penanganan berdasarkan nilai PCI didapat baik dan tidak perlu penanganan sebesar 13,33%, pelapisan permukaan sebesar 40%, pelapisan ulang sebesar 23,33% dan rekonstruksi sebesar 23,33%.
Pemanfaatan HFRP (Henequen Fiber Reinforced Polymer) Sebagai Perkuatan pada Balok Kayu Sengon Fitrayudha, Adryan; Hidayati, Nurul; Zarkasi, Ahmad; Safitri, Nura
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.50-57

Abstract

Penelitian ini berfokus pada sejauh mana kekuatan mekanis material HFRP (Henequen Fiber Reinforced Polymer) yang akan dijadikan sebagai material perkuatan pada sandwich panel balok kayu sengon (kayu mutu rendah) dengan pembanding kayu jati (kayu kualitas baik). HFRP merupakan material komposit yang disusun menggunakan proporsi campuran 60% fraksi volume matriks polymer dengan 40% fraksi volume serat tanaman henequen. Matriks polymer yang digunakan berupa resin polyester yang umum digunakan dalam manufaktur perkapalan maupun aerospace modelling, sedangkan serat alam yang digunakan berasal dari serat daun tanaman henequen yang banyak dibudidayakan di lahan kritis yang terdapat di area perbukitan. Tahap selajutnya komposit HFRP dibentuk menjadi plat strip dengan ketebalan 3,5 mm yang kemudian akan diaplikasikan sebagai skin pada balok sandwich panel dengan bahan core kayu sengon. Pembuatan dan pengujian benda uji sandwich panel mengacu pada standar ASTM C 393-94 dengan dimensi berupa balok berukuran 25 x 50 x 550 mm. Pengujian kuat lentur menggunakan metode four point bending menggunakan mesin flexure testing machine. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat lentur rata-rata pada balok sandwich panel HFRP kayu sengon sebesar 168 MPa, lebih tinggi 24 % dibandingkan kuat lentur balok kayu jati utuh yang hanya mencapai nilai rata-rata kuat lentur 127 MPa. Sedangkan besarnya lendutan rata-rata yang terjadi pada sandwich panel HFRP sebesar 20 mm. Berdasarkan hasil pengujian mekanis tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan HFRP sebagai bahan perkuatan mampu meningkatkan kapasitas tegangan lentur pada kayu sengon (kayu kualitas rendah) hingga melampaui kayu jati (kayu kualitas baik).
Investigasi kuat tarik belah beton menggunakan pencampuran air laut mix disain f'c 30 Mpa Adnan, Adnan Adnan; Sanning, Sanning; Jasman, Jasman; Salasiah A, Salasiah A
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.94-101

Abstract

Pembangunan di kawasan pesisir merupakan hal yang paling penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tarik belah beton yang mengandung air laut dengan disain kuat tekan f’c 30 MPa. Studi kasus air laut pantai Lumpue Kota Parepare sebagai bahan campuran beton sebagi suatu wilayah pesisir dengan potensi pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm, dengan lama perawatan beton pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil pengujian, kuat tekan beton normal pada umur 28 hari sebesar 31,800 MPa, sedangkan hasil kuat tekan beton campur air laut sebesar 31,045 Mpa. Nilai kuat tarik belah beton normal sebesar 3,161 Mpa sedangkan beton campuran air laut sebesar 3,067 MPa. Hasil pengcampuran air laut terhadap pengcampuran air biasa pada umumnya menunjukkan hasil pengujian yang relative sama.
Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Cianjur Ditinjau Dari Tingkat Kepuasan Penumpang Terhadap Pelayanan Setiawan, Devi; Rusmalda, Erwin
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.24-33

Abstract

Masyarakat kota Cianjur telah menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur tentang jumlah penumpang angkutan kereta api di stasiun Cianjur tahun 2020 mencapai 67903 dengan rata rata penumpang dalam 1 bulan mencapai 5659. Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang, maka kualitas pelayanan stasiun  kereta api harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan dan fasilitas yang dianggap penting dalam menentukan kepuasan para penumpang dan pengguna fasilitas di Stasiun Cianjur sesuai Peraturan Menteri Perhubungan 63 tahun 2019 dan mendapatkan arahan untuk mengadakan perbaikan berdasarkan metode IPA (Importance Performance Analysis) pada Stasiun Cianjur. Hasil analisis kinerja pelayanan tentang PM No 63 tahun 2019 mencakup: Tombol alarm kondisi darurat; Sistem pemadam kebakaran untuk bangunan fasilitas umum (smoke detector, springkler, hydrant, fire alarm); Fasilitas kesehatan yang sesuai dengan SPM (misalnya, kursi roda dan tabung oksigen ditambahkan; dan lampu penerangan). Dengan meningkatkan intensitas cahaya didalam atau luar stasiun untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan mengurangi aktivitas kriminal, Hanya ada dua toilet bagi penumpang laki-laki dan perempuan, mushola hanya satu, dan ukurannya tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Ada fasilitas untuk penumpang yang memiliki kebutuhan khusus, dan informasi angkutan lanjutan disediakan untuk memudahkan penumpang menemukan angkutan selanjutnya.
Formulasi Kuat Tekan Perkerasan Landasan Pacu Dari Sampel Acak Terstruktur Transmisi Permukaan Ultrasonik Khoeri, Heri; Isvara, Wisnu; Nugroho, Panji
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.131-141

Abstract

Landasan pacu (Runway) merupakan salah satu penentu keamanan dan keselamatan operasional bandara, kerusakan perkerasan runway dapat membahayakan operasi penerbangan. Untuk mengetahui daya dukung perkerasan beton bertulang, maka kuat tekan beton menjadi hal penting untuk diperiksa. Uji tekan pada sampel beton inti merupakan cara yang paling akurat untuk menentukan kuat tekan beton, namun waktu yang tersedia untuk pemeriksaan pada runway sangat terbatas, sehingga pengujian tidak merusak (Non destructive test, NDT) dengan uji cepat rambat gelombang ultrasonik (ultrasonic pulse velocity test, UPVT) dan uji palu pantul (Rebound Hammer test, RHT) menjadi alternatif pilihan. Pada landasan pacu pengujian ultrasonik yang memungkinkan adalah dengan metode transmisi langsung (indirect transmission method, ITM) atau metode transmisi permukaan (surface transmission method), yang dalam banyak penelitian menunjukkan nilai akurasi yang lebih rendah dibandingkan dengan direct transmission method (DTM). Penelitian dilakukan dengan sampel acak terstruktur 1245 data RHT di sepanjang runway 3645 m, 45 pengukuran DTM dan 15 uji sampel beton inti. Hasil pengujian menunjukkan ada hubungan kuat antara hasil RHT dengan ITM, ditemukan korelasi rendah antara ITM dengan kuat tekan beton, , dan tidak ada hubungan antara ITM dan .  Namun secara bersama-sama ITM dan RHT menunjukkan korelasi yang kuat dengan fc’, dimana dengan faktor determinasi.
Perbandingan Metode Percepatan Pekerjaan Terhadap Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung. Desembardi, Faried; Nur Fajar, Muhammad; Widodo, Slamet; Asriadi, Asriadi; Yon Saputri, Lintang Tiara
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.58-66

Abstract

Pada pelaksanaan proyek kontruksi seringkali terjadi keterlambatan penyelesaian kegiatan proyek dari waktu yang telah ditetapkan, maka untuk itu diperlukan penerapan manajemen proyek pada sebuah proyek konstruksi agar proyek dapat selesai tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu dan mengendalikan biaya proyek konstruksi. Dalam penelitian ini menggunakan software Primavera p6 dengan memasukkan RAB (Rencana Anggaran Biaya), durasi pekerjaan dan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan). Metode yang digunakan yaitu TCTO (Time Cost Trade Off) dengan penambahan jam kerja 3 dan 5 jam serta penambahan sumber daya (tenaga kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Primavera p6 berhasil meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian proyek sebesar 34,65% dan mengurangi biaya tidak terduga sebesar 1,40%. Dimana penyelesaian proyek konstruksi yang berdurasi 228 hari, setelah dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam dan 5 jam kerja menjadi 168 hari, dan dengan percepatan penambahan tenaga kerja menjadi 149. Dengan biaya proyek awal sebesar Rp. 7.201.201.201,21 dengan alternatif percepatan 3 jam kerja menjadi Rp. 7.170.712.385,64 , dengan alternatif penambahan 5 jam kerja menjadi Rp. 7.263.851.179,14 dan dengan alternatif penambahan tenaga kerja menjadi Rp. 7.100.525.428,99.
Manajemen Lalu Lintas Pada Simpang 3 Lengan Dengan Tinjauan Tundaan Setiawan, Andika; Prasetyo, Harwidyo Eko; Muhtadi, David; Novriani, Shinta; Trijeti, Trijeti
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.119-130

Abstract

Suatu perkotaan tidak lepas dari kepadatan lalu lintas karena pergerakan manusia yang tinggi. Pada kasus simapng 3 lengan salah satunya ialah kemacetan. Untuk itu perlu dilakukan kajian pada simpang tersebut untuk mengevaluasi kinerja pada simpang. Simpang yang dikatakan mengalami kemacetan jika nilai derajat kejenuhan lebih dari 1. Hasil kondisi eksisting yang di evaluasi maka dapat dilakukan pengambilan keputusan terhadap simpang tersebut. Untuk metodologi dengan mensurvei lalu lintas yang didapatkan dengan 3 jenis kendaraan yaitu mobil penumpang, kendaraan besar dan sepeda motor. Survei dilakukan selama 3 hari untuk mendapatkan volume kendaraan perharinya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan analisis lebih lanjut. Untuk analisis pertama dilakukan dengan melihat pada kondisi eksisting berdasarkan volume kendaraan yang di survei. Berdasarkan data volume kendaraan dihubungkan terhadap kapasitas. Kapasitas melihat dari rumus yang ada di MKJI. Pada tinjauan kapasitas melihat faktor-faktor diantaranya pendekat rata-rata, factor median, ukuran kota, factor hambatan samping, dan aspek lainnya. Pada analisis eksisting pada simpang 3 lengan tersebut didapat nilai derajat kejenuhan sebesar 1,1. Untuk nilai tundaan pada kondisi eksisting pada simpang 3 lengan didapat sebesar 21,81 det/smp. Dengan kondisi derajat kejenuhan yang lebih dari 1, maka perlu dilakukan manajemen lalu lintas pada simpang tersebut. Fungsi dari manajemen lalu lintas untuk menurunkan nilai derajat kejenuhan yang diharapkan saat diaplikasikan tingkat kemacetan dapat terurai. Manajemen lalu lintas yang dilakukan dengan memasang barrier pada simpang tersebut. Dengan manajemen lalu lintas berupa pemasangan barrier pada simpang tersebut didapat nilai derajat kejenuhan sebesar 0,7. Dengan pemasangan barrier didapat nilai tundaan sebesar 10,87 det/smp.
Kekuatan Tekan dan Penyerapan Mortar Geopolimer dengan Bahan Tambah Limbah Abu Tempurung Kelapa Anisa, Aliva; Zainuri, Zainuri; Megasari, Shanti Wahyuni
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.34-40

Abstract

Mortar geopolimer merupakan dasar tanpa semen sebagai bahan pengikat. Pengikat mortar geopolimer adalah fly ash. Proses pembakaran tempurung kelapa menghasilkan abu tempurung kelapa. Abu tempurung kelapa mengandung mineral seperti lignin, selusa, mektosil, dan lainnya sebagai filler. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai kuat tekan dan penyerapan mortar dengan menggunakan abu tempurung kelapa. Metode penelitian menggunakan studi eksperimental di laboratorium berdasarkan SNI 03-6825-2002 kuat tekan. Rancangan benda uji dengan perbandingan agregat (65%) : binder (35%), fly ash (62%) : alkali (38%), molaritas aktivator 12M menggunakan Na2SiO3 dan KOH dengan perbandingan SS/SH 2:1.Penggunaan abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah dari fly ash dengan variasi sebanyak 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% terhadap fly ash. Benda uji mortar berbentuk kubus dengan dimensi benda uji 50´50´50 mm untuk kuat tekan. Pengujian kuat tekan digunakan pada umur 28 hari dengan perawatan suhu ruang. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada variasi 7,5% mengalami nilai kuat tekan rata-rata tertinggi dan yang terendah terjadi pada mortar tanpa abu tempurung kelapa. Hasil pengujian penyerapan didapatkan nilai penyerapan rata rata tertinggi pada umur 28 hari pada variasi persentase abu tempurung kelapa yaitu sebesar 16,50% terhadap mortar geopolimer. Kesimpulan penelitian adalah seluruh variasi masih memenuhi persyaratan mortar geopolimer dengan nilai kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 82,94 kg/cm2 berada pada tipe S yang dapat diaplikasikan untuk pada pasangan terbuka diatas tanah. Peneliti menyarankan agar melakukan penelitian serupa dengan menambahkan persentase variasi abu tempurung kelapa dengan metode kuat tekan, kuat tarik dan kuat lentur pada mortar geopolimer abu tempurung kelapa.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025 Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024 Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023 Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 1 Tahun 2022 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 2 Tahun 2022 Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 1 Tahun 2021 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021 Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 1 Tahun 2020 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 2 Tahun 2020 Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 1 Tahun 2019 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 2 Tahun 2019 Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 1 Tahun 2018 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 2 Tahun 2018 Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 1 Tahun 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 2 Tahun 2017 Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 1 Tahun 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 7 No. 2 Tahun 2016 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2001) More Issue