cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM PUPUK DAUN DAN MEDIA TANAM PADA TANAMAN ANGGREK Dendrobium sp. Lailan Aulia Nadhiroh; Heti Herastuti; Tuti Setyaningrum
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6028

Abstract

Anggrek Dendrobium sp. merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat popular dan digemari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji interaksi antara macam pupuk daun dengan media tanam, macam pupuk daun yang paling baik, dan macam media tanam yang paling baik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Dendrobium sp. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak Utama (Main Plot) adalah pupuk daun yang terdiri atas empat aras yaitu Gandasil D, Growmore Biru, POC Supra, dan POC Nasa. Anak Petak (Sub Plot) adalah media tanam yang terdiri dari tiga aras yaitu pakis, sabut kelapa, dan batang kayu. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan pupuk daun Gandasil D dengan media pakis memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah akar. Perlakuan macam pupuk daun memberikan hasil yang sama baik pada semua parameter. Penggunaan media batang kayu memberikan hasil terbaik pada parameter panjang akar.
APLIKASI INOKULAN RHIZOBIUM DAN KAPUR DOLOMIT PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI LAHAN SAWAH Alfiyan Miftakhus Sholih; Sumarwoto Sumarwoto; Tutut Wirawati
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6299

Abstract

Budidaya kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan sawah memiliki permasalahan penurunan produktivitas pada usaha peningkatan hasil. Tujuan penelitian untuk menentukan dosis yang tepat pada pemberian inokulan rhizobium dan kapur dolomit. Penelitian dilaksanakan pada April sampai Juli 2021 di lahan sawah Desa Selomartani, Kalasan, Sleman. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial dua faktor (3 x 4) diulang sebanyak tiga kali, menggunakan percobaan lingkungan dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL). Faktor I adalah dosis inokulan rhizobium tiga level, yaitu R0=0 g/kg benih; R1=10 g/kg benih; dan R2=20 g/kg benih. Faktor II adalah dosis kapur dolomit empat level, yaitu D0=0 t/ha; D1=2 t/ha; D2=4 t/ha; dan D3=6 t/ha. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan apabila perlakuan ada pengaruh nyata, dilanjutkan dengan menggunakan analisis uji beda DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf signifikansi α 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi pada tinggi tanaman 28 HST, jumlah daun 28 HST, hari berbunga, dan bobot 100 biji. Hasil terbaik penelitian adalah pemberian rhizobium 10 g/benih dengan dolomit 2 t/ha (R1D1) dan rhizobium 10 g/benih dengan dolomit 4 t/ha (R1D2), dibuktikan dengan hasil tertinggi dan berpengaruh nyata pada jumlah daun 28 HST, hari berbunga, bobot kering brangkasan, dan bobot kering polong.
JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN CABAI (Capsicum sp.) SEBAGAI AGEN PENGENDALI Colletotrichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA Rio Aji Pangestu; Sugiyarto Sugiyarto; Ayu Lestiyani
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6819

Abstract

Antraknosa merupakan penyakit serius yang menyerang tanaman cabai dan disebabkan oleh Colletotrichum sp. Pengendalian hayati perlu dilakukan salah satunya menggunakan jamur endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jamur endofit dari tanaman cabai yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati  Colletotrichum sp. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit, Temanggung pada Juni sampai Agustus 2021. Penelitian ini meliputi isolasi dan identifikasi jamur patogen Colletotrichum sp. serta jamur endofit  dari tanaman cabai, dan uji antagonisme jamur endofit dengan Colletotrichum sp. Hasil isolasi jamur endofit dari tanaman cabai diperoleh 10 isolat dengan 6 genus jamur berbeda yang terdiri dari 3 isolat Rhizoctonia sp., Isolat Unidentified, Mucor sp., Aspergillus sp., 3 isolat Pythium sp., dan Trichoderma sp. Pertumbuhan jamur paling baik ditunjukkan oleh Rhizoctonia sp. 3 dengan diameter pada hari ke-7 90 mm. Penghambatan pertumbuhan Colletotrichum sp. yang terbaik pada hari ke-7 ditunjukkan oleh jamur Aspergillus sp. dengan persentase daerah hambat 78,91%.
MIKROSTEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) PADA BERBAGAI MACAM MEDIA DAN ZPT SECARA IN VITRO Rina Srilestari; Ari Wijayani
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6915

Abstract

Vanili merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki banyak manfaat, sehingga menyebabkan vanili mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Selama ini tanaman vanili biasa diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek batang, tetapi perbanyakan ini memiliki beberapa kelemahan sehingga diperlukan metode perbanyakan secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara macam media dengan ZPT, menentukan media dan konsentrasi ZPT yang paling tepat untuk mikrostek vanili. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu macam media yang terdiri dari media MS, media B5, dan media VW. Faktor kedua yaitu konsentrasi ZPT yang terdiri dari IAA 0,5 + kinetin 1 ppm, IAA 1,0 + kinetin 2 ppm, dan IAA 1,5 + kinetin 3 ppm. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik  ragam pada taraf nyata 5% dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan macam media dan konsentrasi IAA dan kinetin  terhadap parameter saat tumbuh tunas dan panjang akar. Kombinasi perlakuan M1Z3 memberikan hasil paling baik pada parameter saat tumbuh tunas, sedangkan kombinasi perlakuan M1Z2 memberikan hasil paling baik pada parameter panjang akar.  Media MS dan media B5 memberikan respon yang lebih baik pada semua parameter dalam pertumbuhan mikrostek vanili secara in vitro. Pemberian IAA + kinetin pada semua konsentrasi memberikan respon yang sama, kecuali pada parameter bobot kering dalam pertumbuhan mikrostek vanili secara in vitro.
ANALYSIS OF WEED VEGETATION ON PLANTATIONS KENAF (Hibiscus cannabinuS L.) IN DLIMAS, CEPER, KLATEN, CENTRAL JAVA Ahmad Nur Rohim; Dwi Cahyo Budi Bhakti Bumi; Refido Arian Thohari
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6875

Abstract

Weed vegetation analysis is very necessary in controlling weeds in kenaf (Hibiscus cannabinus L.) plantations because weeds can compete in taking nutrients, water, sunlight, air, and growing space. A study on the analysis of weed vegetation in kenaf plantations was carried out in March 2022 in Dlimas Village, Ceper District, Klaten Regency, Central Java. This study aims to obtain the diversity of weed species and structures which include species, density, frequency, and weed dominance as the basis for proper, effective, and efficient control. The research was conducted by random sampling technique using the square method of 0.5 m x 0.5 m plot size with 3 replications. Furthermore, weeds in the sample plots were taken and identified using plantnet software to be matched with references. The results showed that there were 8 species of grass weeds, 3 species of tekian weeds, and 6 species of broadleaf weeds. Weeds found in kenaf plantations were dominated by broadleaf species. The three dominant weeds were Lindernia dubia L. Pennel (SDR 25,80 %), Eleusine indica L. Gaertn (SDR 8,90 %), and Phyllanthus urinaria (SDR 7,90 %).
RESPON PERTUMBUHAN TIGA VARIETAS BIBIT KELAPA SAWIT DI PEMBIBITAN AWAL TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NANO SILIKA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN Wahyu Firmansyah; Titin Setyorini; Sri Suryanti
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6825

Abstract

Varietas kelapa sawit yang umumnya ditanam sangat beragam dan tidak semua toleran terhadap kondisi cekaman kekeringan. Aplikasi silika pada tanaman yang tercekam kekeringan dapat meningkatkan efisiensi penggunan air. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk nano silika terhadap pertumbuhan beberapa varietas bibit kelapa sawit di pre-nursery pada kondisi cekaman kekeringan. Pelaksanaan penelitian pada bulan April - Juli 2021, bertempat di kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Maguwoharjo Institut Pertanian Stiper Yogyakarta dan Laboratorium Sentral INSTIPER Yogyakarta. Penelitian ini adalah percobaan faktorial dengan dua faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design). Faktor satu adalah dosis pupuk nano silika yang terdiri dari empat aras yaitu: 0 ml/bibit (kontrol), 5 m/bibit, 10 ml/bibit, dan 15 ml/bibit. Faktor dua adalah beberapa varietas bibit kelapa sawit yang terdiri dari tiga aras yaitu: varietas DxP SAIN 2, varietas DxP SAIN 3, dan varietas DxP SAIN 4. Untuk setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 ulangan. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (Anova) dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), keduanya menggunakan jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi nyata antara perlakuan pupuk nano silika dan beberapa varietas bibit kelapa sawit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan awal. Perlakuan pupuk nano silika dengan berbagai dosis memberikan pengaruh yang sama terhadap keseluruhan parameter yang diamati pada penelitian ini, akan tetapi dosis 5 ml/bibit dan 15 ml/bibit menunjukkan nilai rata-rata tertinggi hampir di semua parameter pengamatan. Perlakuan macam varietas memberikan pengaruh berbeda pada beberapa parameter penelitian. Varietas DxP SAIN 4 merupakan varietas yang lebih tahan pada kondisi kekurangan air yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata tertinggi pada parameter tinggi tanaman, luas daun, berat segar batang dan berat kering batang
RESPONS PEMBERIAN AB MIX DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK Suwardi Suwardi; Cindy Novemy Sinaga; Rina Srilestari
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8376

Abstract

Selada merupakan sayuran yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Saat ini permintaan selada dipasaran meningkat, tetapi tidak diimbangi dengan produksinya. Hal ini terjadi karena lahan berkurang akibat alih fungsi lahan. Sistem tanam hidroponik menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk memenuhi kebutuhan pasaran. Pengaturan nutrisi tanaman sistem hidroponik menjadi kunci keberhasilan, sehingga perlu dikaji mengenai konsentrasi nutrisi dan jenis media yang mendukung pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi larutan nutrisi AB Mix dan media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil selada merah dan mengetahui interaksinya. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split plot). Pada Peta utama (main plot) yaitu konsentrasi Nutrisi AB Mix (700, 1000 dan 1300 ppm) dan Anak Petak (sub plot) yaitu media tanam (Rockwool dan spons). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian yaitu tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix dengan macam media tanam tanaman selada pada hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique). Hasil terbaik pada konsentrasi AB Mix 1300 ppm, terlihat pada parameter volume akar, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar dan rasio tajuk akar. Media tanam terbaik yaitu Rockwool, terlihat pada parameter jumlah daun, bobot segar tajuk, tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot ekonomis, dan rasio tajuk.
APLIKASI BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Afri Rona Diyanti; Yopa Dwi Mutia; Ermawati Ermawati; Aslan Sari Thesiwati; Lestalia Putri
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8419

Abstract

Produksi kacang tanah  di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan nasional, rendahnya produksi kacang tanah di sebabkan kurang optimalnya budidaya terutama pemupukan yang tidak berimbang. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah adalah aplikasi pupuk organik MOL. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan MOL yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 5 jenis MOL yaitu Kontrol, MOL Kulit Pisang, MOL Kol, MOL Bayam dan MOL Tomat dengan konsentrasi masing-masing 300 ml/L. Data hasil pengamatan aplikasi MOL Kulit Pisang dengan konsentrasi 300 ml/l mampu meningkatkan produksi kacang tanah menjadi 4,25 ton/ha.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL Etika Putri Prabandari; Ellen Rosyelina Sasmita; Oktavia Sarhesti Padmini
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.6860

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan keluarga Cucurbitaceae atau labu-labuan. Kebutuhan mentimun cenderung meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nilai gizi sehingga dibutuhkan teknologi mengenai budidaya tanaman mentimun yang dapat meningkatkan hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun serta menentukan komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei 2021 di Dusun Cangkring, Desa Bendungan, Kapanewonan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor diantaranya yaitu komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol. Media tanam yang digunakan adalah tanah : pupuk kandang ayam : pasir dengan perbandingan 1:2:1, 2:1:1, dan 1:1:2 dan pengaplikasian paclobutrazol dengan konsentrasi 0,250 mL/L, 0,375 mL/L, dan 0,500 mL/L. Hasil dianalisis menggunakan Sidik Ragam dengan taraf nyata 5%, apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan metode Duncan Multiple Range Test pada taraf uji 5%. Hasil penelitian terdapat interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol pada beberapa parameter pengamatan yaitu luas daun, diameter batang pada umur 60 hari, jumlah bunga betina, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Kombinasi perlakuan komposisi media tanam (tanah, pupuk kandang ayam, pasir dengan perbandingan 1:2:1) dan konsentrasi paclobutrazol 0,375 mL/L memberikan hasil yang lebih baik pada parameter jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Komposisi media tanam (tanah : pupuk kandang ayam : pasir dengan perbandingan 2:1:1 dan 1:2:1) nyata lebih baik pada parameter umur mulai muncul bunga dan bobot buah per petak. Paclobutrazol dengan konsentrasi 0,375 mL/L nyata lebih baik pada parameter umur mulai muncul bunga.
EFEKTIFITAS Trichoderma harzianum YANG DIPERBANYAK PADA BERBAGAI MEDIA DAN WAKTU APLIKASI BERBEDA UNTUK PENGENDALIAN Colletotrichum spp. PADA BUAH CABAI Endah Paramita Pratiwi; R.R. Rukmowati Brotodjojo; Chimayatus Solichah
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.7727

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Budidaya cabai dihadapkan pada penyakit tanaman yang salah satunya yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum spp. Upaya pengendalian dengan Trichoderma harzianum diharapkan mampu menekan serangan patogen Colletotrichum spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media T. harzianum yang terbaik dan waktu aplikasi yang tepat dalam mengendalikan Colletotrichum spp. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman UPN “Veteran” Yogyakarta pada bulan Januari–April 2022. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian in-vitro digunakan 4 perlakuan media yaitu dedak, jagung, air kelapa, dan limbah cair tempe serta 1 perlakuan kontrol Colletotrichum spp. tanpa agen hayati.  T. harzianum dari media perbanyakan yang efektif pada uji in-vitro, dilakukan uji lanjut in-vivo  dengan perlakuan kontrol (tanpa fungisida dan agen hayati), Fungisida Propineb, T. harzianum sebelum inokulasi patogen, dan T. harzianum setelah inokulasi patogen. Parameter yang diamati pada uji in-vitro adalah persentase penghambatan (%) dan pada uji in-vivo adalah masa inkubasi (hari), kejadian penyakit (%), intensitas penyakit (%), dan AUDPC. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F ANOVA apabila hasil menunjukkan perlakuan berbeda  nyata kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Trichoderma harzianum yang diperbanyak pada media dedak efektif menekan patogen Colletotrichum spp. pada uji in-vitro, serta waktu aplikasi T. harzianum sebelum inokulasi patogen sama efektifnya dengan aplikasi T. harzianum setelah inokulasi patogen.

Page 10 of 19 | Total Record : 190