cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
PENGARUH PELAPISAN KITOSAN DAN TRICHODERMA TERHADAP SIFAT FISIOKIMIA CABAI MERAH KERITING SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Kafiya, Maftuh; Wicaksono, Danar
Jurnal Agrivet Vol 29, No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.9996

Abstract

Produk pertanian seperti cabai merah keriting adalah produk perishable yaitu memiliki karakteristik yang mudah rusak dan melimpah saat panen sehingga perlu penanganan yang baik terkait pasca panennya. Teknik pengendalian berbasis sumber daya hayati nasional dan ramah lingkungan diperlukan untuk mengurangi residu penggunaan bahan kimia dan meningkatkan umur simpan produk secara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sifat fisik cabai merah terhadap pelapisan kitosan dan isolate Trichoderma selama penyimpanan. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan yang terdiri atas 5 perlakuan pelapisan, yaitu kontrol, kitosan 2,5%, Trichoderma, kitosan 2,5% + Trichoderma dan fungisida yang disimpan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan cabai merah keriting berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar air dan kadar vitamin C. Kombinasi pelapisan isolate Trichoderma + kitosan pada cabai merah keriting dengan penyimpanan suhu ruang mampu menekan kehilangan vitamin C dan susut bobot sebesar 16,7% sampai hari ke-8 penyimpanan.  
Diseases and Pests Associated with Avocado Plantation Intercropping with Mango and Durian in Watulembu, Wonogiri Poerwanto, Mofit Eko; Wicaksono, Danar; Ulilalbab, Azizah Ridha; Ajri, Miftahul
Jurnal Agrivet Vol 30, No 2 (2024): AGRIVET (In Progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13049

Abstract

One of strategic fruit commodities was avocado that had high economic value. Pest and diseases were main problems faced by farmers. This study identified diseases and pest associated with avocado plantation intercropping with mango and durian in Watulembu district, Wonogiri Regency through symptoms and its controls. The observation was done to the abnormalities avocado plants and the field condition surrounding the planting area. It was conducted by visual observation, recorded using a digital camera, and then described and identified based on their symptoms and a literature review. The results of our observation were Algal leaf spot, Anthracnose, Sooty mold, and Planococcus citri. Pest and plant disease could be controlled by cultural technique, avoid plant stress, and also using chemical pesticide.
MORPHOLOGICAL IDENTIFICATION OF FUNGAL PATHOGENS ASSOCIATED WITH POST-HARVEST DISEASES Ulilalbab, Azizah Ridha; Cahyasita, Dhika; Pratiwi, Nova Wahyu; Ajri, Miftahul; Hanikaf, Uliyatul Muhmiroh; Kuncoro, Seto Agung
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.11001

Abstract

Post-harvest products are perishable and vulnerable to diseases that lead to quality deterioration and yield loss. One of the primary diseases found in most post-harvest products is caused by fungal pathogens. This study identified fungal pathogens associated with post-harvest products through morphological characterization. Fruit and vegetable samples were collected from traditional markets and fruit stores in Central Java. The results of fungal pathogens identification causing disease on post-harvest products showed that Pestalotiopsis sp and Neopestalotiopsis sp. were found on guava with white blackish mycelium, present concentric ring and blackspot, Aspergillus sp. on tomato with yellow-greenish mycelium, present concentric ring only, Botrytis sp. with grey mycelium and Rhizoctonia solani with white greyish mycelium and present of a concentric ring on apple, Rhizoctonia solani with greyish black and present of blackspot on mango, and Colletotrichum sp. with white greyish mycelium and present of a concentric ring, conidiomata and blackspot on citrus. This study concluded that the most fungal pathogens on post-harvest that we found were Pestaloptia sp., Rhizoctonia solani, Aspergillus sp., Botrytis sp., and Colletotrichum sp.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIEATAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.)) PADA BEBERAPA KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA Wijaya, Marcel Okka Agung; Wirawati, Tutut
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11615

Abstract

Kedelai adalah tanaman pangan yang mengandung protein nabati dan banyak dimanfaatkan oleh penduduk indonesia. Namun produksi kedelai di indonesia belum memenuhi sehingga diperlukan peningkatan produksi dengan penggunaan varietas unggul dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan varietas kedelai pada konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-September 2023 di Jetis, Kretek, Bantul. Metode penelitian menggunakan percobaan lapangan Split Plot Design, petak utama yaitu varietas dengan 3 taraf Dering 1, Dering 2, dan Dering 3. Kemudian anak petak yaitu konsentrasi PGPR dengan 4 taraf 0mI/L, 5mI/L, 10mI/L, dan 15mI/L. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Kemudian data diuji Lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% apabila terdapat beda nyata dilakukan Uji Trend Comparison (Kontras Polinomial/Uji Kecenderungan). Hasil penelitian menunjukkan tiga Varietas Kedelai konsentrasi 15mI/Iiter menunjukkan hasil paling baik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun umur 21 dan 28 HST, jumlah cabang produktif, jumlah biji pertanaman dan bobot biji kering matahari per ha. Varietas dering 2 nyata lebih baik pada parameter jumlah bintiL akar efektif dan bobot biji berat kering matahari per ha.
KAJIAN APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DENGAN SUPLEMENTASI NANOSILIKA PADA BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY Sinaga, Ilham; Umami, Arif; Aryanti, Ni Made Titi
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11247

Abstract

Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang tinggi membutuhkan bibit berkualitas yang berasal dari pembibitan karena pertumbuhan awal bibit menentukan seberapa baik tanaman akan berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis dan konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dengan suplementasi nanosilika yang sesuai untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara factorial meliputi Konsentrasi (K) 10%, 20%, dan 30% dan Dosis (D) 200 ml, 250 ml dan 300 ml. Variabel yang diamati adalah diameter batang, tinggi tanaman, jumlah anak daun, klorofil, berat segar tajuk dan akar, berat kering tajuk, berat kering akar, volume akar, dan panjang akar, Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata antara konsentrasi dengan dosis PGPR terhadap jumlah anak daun, panjang akar, dan berat kering tajuk bibit kelapa sawit di main nursery. Kombinasi perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik adalah konsentrasi PGPR 20 % dengan dosis 250 ml.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Kotoran Hewan dan Agensia Hayati Istiqomah, Salsabela Allam; Herastuti, Heti; Padmini, Oktavia Sarhesti; Khairunisa, Laras
Jurnal Agrivet Vol 30, No 2 (2024): AGRIVET (In Progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12064

Abstract

Budidaya tomat dengan pupuk kimia tanpa pupuk organik dapat menurunkan produktivitas lahan. Pemupukan kimia secara berlebihan membawa dampak negatif berupa pencemaran tanah sehingga perlu dilakukan pemupukan berimbang dengan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis pupuk kotoran hewan dan agensia hayati dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Metode penelitian lapangan (3 x 3) + 1 kontrol disusun dengan RAKL. Faktor pertama, jenis pupuk kotoran hewan yaitu sapi, kambing, dan ayam masing-masing 20 ton/ha. Faktor kedua, jenis agensia hayati yaitu Trcihoderma sp., Mikoriza, dan PGPR masing-masing 20 g/tanaman. Analisis menggunakan Sidik Ragam taraf 5% dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Untuk membandingkan antara perlakuan dengan kontrol dilakukan Uji Kontras Orthogonal. Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan jenis pupuk kotoran hewan ayam dengan jenis agensia hayati Mikoriza. Jenis pupuk kotoran hewan ayam memberikan hasil lebih baik pada parameter jumlah daun 21 HST, 28 HST, dan 35 HST; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol. Jenis agensia hayati Mikoriza memberikan hasil lebih baik pada parameter tinggi tanaman; diameter batang; jumlah daun; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Iycopersicum escuIentum MiII.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN FREKUENSI PEMBERIAN BAKTERI FOTOSINTESIS Zulhatta, Risqan Nabawi; Irawati, Endah Budi
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10901

Abstract

Tomat merupakan saIah satu komoditi pangan utama masyarakat dan mengaIami peningkatan konsumsi setiap tahunya. Pemberian pupuk kimia merupakan upaya yang diIakukan petani untuk meningkatkan hasiI tanaman tomat, namun pemberian pupuk kimia secara terus menerus membuat tanah menjadi rusak. Mengatasi kerusakan tanah yang disebabkan pupuk kimia diupayakan dengan meningkatkan bahan organik tanah. Agar potensi tanaman tomat dapat terjaga saIah satunya dengan penambahan bahan organik. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan frekuensi pemberian Bakteri Fotosintesis (PSB) dapat meningkatkan hasiI tanaman tomat. Metode peneIitian FaktoriaI (3 x 3) + 1, disusun dengan Rancangan Acak KeIompok Iengkap (RAKI). Faktor pertama yaitu konsentrasi POC 3 mL/L, 6 mL/Ldan 9 mL/L. Faktor kedua frekuensi pemberian PSB 5 hari sekaIi, 10 hari sekaIi dan 15 hari sekaIi. AnaIisis menggunakan sidik ragam taraf 5 % dan uji Ianjut Duncan MuItipIe Range Test (DMRT) taraf 5%. Untuk membandingkan antara perIakuan dengan kontroI diIakukan uji Kontras OrthogonaI. HasiI peneIitian menunjukkan terdapat interaksi antara kombinasi perIakuan konsentrasi POC 6 mL/L dengan frekuensi pemberian PSB 5 hari sekaIi pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 28 HST serta pada parameter jumlah buah per tanaman. PerIakuan POC dengan konsentrasi 6 mL/L memberikan hasiI Iebih baik pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 21 HST serta bobot buah per tanaman. PerIakuan PSB dengan frekuensi pemberian PSB 5 hari sekali memberikan hasiI Iebih baik pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 14 dan 21 HST serta pada parameter bobot buat per tanaman.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) DENGAN APLIKASI PGPR, PUPUK ORGANIK CAIR, DAN BIOSAKA DENGAN WAKTU PEMANGKASAN PUCUK Putri, Assyfa Urifatun; Padmini, Oktavia Sarhesti; Haryanto, Darban
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11620

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas kacang panjang yaitu dengan pengaplikasian pupuk organik cair dan pemangkasan pucuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pupuk organik cair dan waktu pemangkasan pucuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu waktu pemangkasan pucuk yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pemangkasan, pemangkasan 30 hst, dan pemangkasan 40 hst. Anak petak yaitu terdiri dari tiga aras yaitu urinkelinci, PGPR, dan biosaka. Data dianalisis menggunakan analysis of varian, dan uji lanjut Duncan’ Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada parameter panjang tanaman 30 HST, 35 HST, 40 HST, jumlah daun 35 HST, dan 40 HST. Pupuk organik cair urinkelinci menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot buah per tanaman, dan panjang polong dibandingkan dengan PGPR. Waktu Pemangkasan 30 HST menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, panjang polong, jumlah polong per petak, dan bobot polong per hektar.
RESPONS APLIKASI MACAM PUPUK KOTORAN HEWAN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR Ascophyllum nodosum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN JEPANG Agustin, Nur Rohmah; Suwardi, Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11313

Abstract

Mentimun Jepang adalah komoditas sayuran yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat, dan kecantikan. Produksi tanaman mentimun Jepang di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk dan permintaan konsumen yang terus mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena kesuburan tanah untuk membentuk nutrisi yang diperlukan tanaman mengalami penurunan, sehingga produksi tanaman rendah. Upaya yang dapat dilakukan agar produktivitas tanaman mentimun Jepang mengalami kenaikan yaitu dengan penggunaan pupuk yang tepat dalam proses budidaya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan macam pupuk kotoran hewan dan konsentrasi pupuk organik cair Ascophyllum nodosum terbaik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) (3x3) + 1 dengan 2 faktor dan 1 kontrol. Faktor I yaitu macam pupuk kotoran hewan meliputi kotoran sapi, kambing, dan ayam. Faktor II yaitu konsentrasi pupuk organik cair Ascophyllum nodosum meliputi 30 mL/Liter air, 50 mL/Liter air, dan 70 mL/Liter air. Kontrol meliputi pupuk Urea 2,1 g/tanaman, TSP 4,2 g/tanaman, dan KCl 2,1 g/tanaman (dasar), serta Urea 4 g/tanaman dan KCl 4 g/tanaman (susulan). Analisis data dengan sidik ragam taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata dari perlakuan, dilanjutkan uji jarak berganda duncan taraf 5%. Untuk mengetahui perbedaan nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol menggunakan kontras orthogonal taraf 5%. Hasil penelitian mengindikasikan perlakuan macam pupuk kotoran hewan paling baik adalah pupuk kotoran kambing. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair Ascophyllum nodosum paling baik adalah 50 mL/Liter air.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.