cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
MORFOLOGI MALAI LIMA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) PADA BUDIDAYA ORGANIK Sukerti, Ni Made Sri; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Javandira, Cokorda; Sapanca, Putu Lasmi Yuliyanthi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13889

Abstract

Indonesia telah membudidayakan padi sejak abad ke-7 dan beras menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat. Padi organik, yang mengurangi penggunaan pupuk sintetis dan pestisida kimia, semakin populer di kalangan petani. Penggunaan varietas unggul memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi padi organik, khususnya melalui pengaruh karakter morfologi malai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter morfologi malai dari lima varietas padi yang dibudidayakan secara organik, yaitu Mentik Susu, Ciherang, Inpari 42, IPB 3S, dan IPB 9G. Penelitian dilakukan di Agro Learning Center, Denpasar, Bali, dari April hingga Oktober 2024 dengan desain percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dan diulang sebanyak lima kali. Karakter yang diamati meliputi panjang malai, jumlah gabah total, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, persentase gabah hampa, bobot 1000 butir, jumlah cabang primer, dan jumlah cabang sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa varietas padi mempengaruhi semua karakter morfologi malai yang diamati. Varietas IPB 9G dan IPB 3S memiliki panjang malai terpanjang dan jumlah gabah total terbanyak, sedangkan Inpari 42 menghasilkan jumlah gabah isi terbanyak dan persentase gabah hampa terendah. Pemilihan varietas yang tepat dapat meningkatkan hasil panen padi organik, namun faktor media tumbuh dan kandungan hara juga perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pengaruh varietas terhadap hasil padi organik dan pentingnya pemilihan varietas dalam meningkatkan produksi padi.
PEMANFAATAN MULSA ORGANIK DAN APLIKASI PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KUALITAS BUNGA POTONG KRISAN (Dendranthema grandiflora Tzvelev) Susilawati, Anggun; Suwardi, Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 31 No 3 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i3.13607

Abstract

ABSTRAK Hasil dan kualitas bunga yang diproduksi petani memengaruhi harga jual bunga potong krisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis mulsa organik dan konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman krisan. Penelitian menggunakan percobaan lapangan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan metode faktorial (3 x 3) + 1. Faktor pertama yaitu jenis mulsa organik (jerami padi, batang pisang, dan rumput gajah) dan faktor kedua yaitu konsentrasi PGPR (25, 50, dan 75 mL/L). Kontrol menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP), tanpa pemberian PGPR. Analisis dilakukan menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Uji kontras ortogonal digunakan untuk membandingkan antara perlakuan dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan lebih efektif dari kontrol, pada parameter waktu kemunculan bunga, volume akar, jumlah bunga per tanaman, dan diameter bunga. Terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman umur 56 HST, panjang petiol, dan jumlah bunga per tanaman. Perlakuan mulsa organik jerami padi memberikan hasil paling efektif pada parameter jumlah daun umur 28 HST dan jumlah tangkai bercabang. Konsentrasi PGPR 75 mL/L, memberikan hasil paling efektif pada parameter tinggi tanaman 42 HST, jumlah daun umur 28 HST, diameter batang, volume akar, dan jumlah tangkai bercabang. Kombinasi perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik adalah mulsa organik jerami padi dengan konsentrasi PGPR 75 mL/L.
IDENTIFICATION AND CROSS INOCULATION OF Colletotrichum gloeosporioides ASSOCIATED IN MANDARIN CITRUS Ulilalbab, Azizah Ridha; Miftahul Ajri; Wicaksono, Danar; Poerwanto, Mofit Eko; Kuncoro, Seto Agung; Dhamira, Aura
Jurnal Agrivet Vol 31 No 3 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i3.13839

Abstract

Colletotrichum spp are important post-harvest pathogens that frequently cause anthracnose and significant quality deterioration in citrus. This study were aimed to identify morphological characteristics and genetic confirmation of Colletotrichum isolates associated with mandarin citrus , as well as to evaluate the cross-inoculation potential of these isolates among five post-harvest commodities. Anthracnose-infected citrus fruits were collected from a local market in Central Java, Indonesia. Fungal isolation was conducted using the single-spore technique, and identification was based on colony and conidial characteristics, followed by PCR amplification with the universal ITS1 and ITS4 primers. Cross-inoculation tests were performed on five post-harvest commodities. Morphological and genetic characteristics indicated that the isolates referred to Colletotrichum gloeosporioides, the causal agent of anthracnose in mandarin citrus. Colony characters were white-greyish colour with velvety texture, conidiomata, black spots, concentric rings, and fast-growing group. Conidia were cylindrical with rounded ends, measuring 12.02µm in length and 4.23µm in width on average. ITS amplification yielded a ±570 bp fragment that showed 98% similarity to C. gloeosporioides isolates from China, indicating a close relationship with the C. gloeosporioides species complex. Cross-inoculation tests showed that C. gloeosporioides can cause anthracnose symptoms in tomato, cayenne, pepper, citrus, and mango. The finding highlights that C. gloeosporioides was detected on mandarin fruits exhibiting anthracnose symptoms, and the potency of the cross-inoculation assay revealed the broad host range of this fungus.
KINERJA PERTUMBUHAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose) PADA SUMBER BAHAN STEK DAN MACAM PUPUK ORGANIK CAIR Elsyanda, Renni; Maryana
Jurnal Agrivet Vol 31 No 3 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i3.14754

Abstract

Buah naga termasuk tanaman hortikultura yang diminati oleh pengusaha industri makanan dan minuman karena memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian  bertujuan untuk menentukan sumber bahan stek dan macam pupuk organik cair terbaik terhadap pertumbuhan buah naga merah. Penelitian dilaksanakan di Bhumee Organic, Dusun Jongkang, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Agustus–Oktober 2024. Metode penelitian dilakukan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial disusun menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah sumber bahan stek terdiri atas stek pucuk, batang tengah, dan  batang bawah. Faktor kedua adalah macam pupuk organik cair terdiri atas kulit nanas dan kulit semangka, urine kelinci, urine sapi, dan batang pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara sumber bahan stek dan macam pupuk organik cair terhadap jumlah tunas 5 MST dan volume akar buah naga. Sumber bahan stek berasal stek pucuk dan batang tengah terbaik terhadap panjang tunas 9 MST. Stek batang tengah dan batang bawah juga menunjukkan terbaik terhadap bobot segar tanaman buah naga. Pupuk organik cair kulit nanas dan kulit semangka, urine kelinci, dan urine sapi terbaik terhadap persentase hidup stek buah naga.
KAJIAN PENGGUNAAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Nanda Fadila; Hayati, Rita; Ramadhani, Almuna
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET (on progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.15574

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on the viability and vigor of tomato seeds (Solanum lycopersicum L.). The research was motivated by the importance of high-quality seeds as the foundation of tomato cultivation. Seed viability and vigor determine uniformity, growth rate, and seedling tolerance under changing environmental conditions. The experiment was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, using two tomato varieties (Karina and Grand Sakina F1) and eight rhizobacterial isolates (Azotobacter sp., Necercia sp., Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium,Pseudomonas diminuta, Flavobacterium sp., Bacillus polymixa, and Bacillus stearothermophillus). A factorial completely randomized design (2×9) with three replications was applied. Results indicated that the Karina variety exhibited higher seed viability and vigor compared to Grand Sakina F1. PGPR treatments did not significantly affect viability; however, some isolates such as Necercia sp. and Bacillus stearothermophillus tended to improve vigor, particularly in vigor index, uniformity, and relative growth rate. Conversely, Flavobacterium sp. showed relatively lower vigor values. These findings highlight the importance of selecting superior varieties and suitable PGPR isolates to enhance the physiological quality of tomato seeds in a sustainable manner.
PENGARUH PENGGUNAAN DOSIS PUPUK ORGANIK AMPAS TEH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascolonicum L.) Widjaja, Deandra Callista; Irawati, Endah Budi
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET (on progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.15950

Abstract

Bawang merah termasuk salah satu komoditas pertanian strategis yang dibudidayakan secara luas di berbagai wilayah Indonesia. Kunci untuk meningkatkan pertumbuhan sekaligus hasil panen komoditas ini terletak pada pemilihan jenis dan takaran pupuk yang tepat. Studi ini bertujuan untuk menentukan dosis paling efektif dari kombinasi pupuk organik berbahan dasar ampas teh dan pupuk NPK (Nitrogen-Fosfor-Kalium) dalam menunjang pertumbuhan vegetatif dan produktivitas tanaman bawang merah. Penelitian lapangan ini diselenggarakan mulai Maret hingga Mei 2025 di area persawahan Kalurahan Selomartani. Metode yang diterapkan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), melibatkan dua (2) faktor perlakuan dan satu (1) perlakuan kontrol, di mana setiap kombinasi diulang sebanyak tiga (3) kali. Faktor pertama mencakup dosis pupuk ampas teh, yang terdiri dari tiga tingkatan: 30 g/tanaman, 60 g/tanaman, dan 90 g/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK, juga terdiri dari tiga tingkatan: 1 g/tanaman, 3 g/tanaman, dan 6 g/tanaman. Perlakuan kontrol menggunakan pupuk kandang dengan dosis tetap 30 g/tanaman. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada tingkat signifikansi 5%. Untuk menguji perbedaan lebih lanjut, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%, serta uji kontras ortogonal. Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya interaksi signifikan antarperlakuan terhadap beberapa parameter; Interaksi B3M3 memengaruhi tinggi tanaman, Interaksi B3M2 memengaruhi jumlah daun, Interaksi B2M2 memengaruhi jumlah umbi, bobot umbi kering per petak, dan bobot umbi kering per hektar. Secara spesifik, pemberian pupuk organik ampas teh sebanyak 60 g per tanaman menghasilkan nilai indeks panen yang paling optimal. Sementara itu, dosis pupuk NPK 3 g per tanaman memberikan indeks panen yang tertinggi. Sebagai kesimpulan umum, kombinasi perlakuan pupuk (ampas teh dan NPK) memberikan performa hasil yang lebih unggul jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
IDENTIFIKASI SECARA MORFOLOGI DAN MORFOMETRI NEMATODA ENTOMOPATOGEN PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Kholilurrahman Fathani, Kholil; Ajri, Miftahul
Jurnal Agrivet Vol 31 No 3 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i3.15952

Abstract

Corn productivity often declines due topest attacks, but can be controlled through the use of biological agents such asentomopathogenic nematodes (EPN). This study aims to explore andidentify EPN in corn fields in Gunungkidul Regency morphologically and morphometrically. Soil samples were taken in five districts, namely Wonosari, Playen, Patuk, Karangmojo, and Semanu. NEP trapping was carried out using Tenebrio molitor larvae, then isolatedusing the white head tray method and observed morphologically and morphometrically using a microscope. The results showed that the highest NEP population NEP population was found in Playen Subdistrict (462.67 NEP/5 ml) and the lowest in Patuk Subdistrict (7.33 NEP/5 ml). Population variation is thought to be influenced by differences in soil texture and cultivation systems. Based on the morphological and morphometric characteristics of the NEP found in Gunungkidul corn fields, they were identifiedas Heterorhabditis indica, with a body length ranging from 438.77–501.9 µm. These findings indicate the potential of H. indica as a biological agentin pest control in corn farming ecosystems in the Gunungkidul. Keywords : morphology, morphometry, population, Tenebrio molitor, white head tray
KARAKTERISASI DAN UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN BEBERAPA GENOTIPE MENTIMUN (Cucumis sativus L.) HIBRIDA Firmansyah, Rico; Ema Sustia Dewi, Ni Kadek; Wibowo, Ari
Jurnal Agrivet Vol 31 No 3 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i3.16021

Abstract

Cucumber is a horticultural commodity with a wide market share and high consumer demand. This study aimed to obtain preliminary information on the yield performance of several hybrid cucumber genotypes and to identify the genotypes with the best yield potential. The experiment was conducted using a Randomized Completely Block Design (RCBD) with a single factor, namely cucumber genotype, consisting of eight treatments: five hybrid genotypes (KE-6404, KE-6405, KE-6408, KE-6412, and KE-6414) and three commercial check varieties (Hercules Plus F1, Zatavy F1, and Mercy F1). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. The results showed that the evaluated genotypes and check varieties exhibited leaf shapes classified as angular or pointed. The basic fruit skin colors observed included 5 GY 3/4, 5 GY 4/6, 7.5 GY 3/4, and 7.5 GY 4/6, with fruit bases either blunt or pointed, and no bitterness detected at the fruit base. Fruit tip shapes varied among rounded, pointed, and blunt forms. Among the tested materials, genotype KE-6414 demonstrated higher yield potential compared to the other genotypes and produced fruit number per plant, fruit weight, fruit weight per plant, and yield per hectare comparable to the commercial varieties Hercules F1 and Mercy F1.
PERAN MEDIA TANAM DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI PADA PERTUMBUHAN STEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews) Maryana, Maryana; Millati Rizqi Sholihah
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET (on progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.16113

Abstract

Vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan komoditas bernilai tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber aroma pada industri makanan, kosmetik, parfum, dan farmasi. Kendati demikian, pengembangan budidayanya di Indonesia masih terbatas akibat minimnya ketersediaan stek, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan awal tanaman melalui pemilihan media tanam yang tepat serta aplikasi ZPT alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kombinasi media tanam dan bahan pengatur tumbuh alami yang paling efektif bagi perkembangan stek vanili. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) berbasis Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu komposisi media tanam sebagai petak utama campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan proporsi (1:1:1), (2:1:1), (1:2:1), dan (1:2:2) serta jenis ZPT alami sebagai anak petak berupa ekstrak bawang merah, ekstrak tauge, ekstrak buah pisang, dan air kelapa. Hasil penelitian memperlihatkan adanya interaksi signifikan antara media tanam tanah : kotoran kambing : arang sekam (1:2:2) dan ekstrak bawang merah terhadap peningkatan jumlah daun stek pada umur 60, 90, 120, dan 150 HST. Media tanam dengan proporsi (1:2:2) menghasilkan pertumbuhan tinggi tunas terbaik pada 150 HST, sementara ekstrak bawang merah menjadi ZPT alami yang paling efektif dalam meningkatkan panjang akar stek vanili.
KEMAMPUAN PEMBENAH TANAH DALAM MENAHAN LENGAS DAN MENINGKATKAN AKTIVITAS MIKROORGANISME PADA REGOSOL Krisdiyanto, Jakak; Ratih, Yanisworo W; Widodo, R. Agus; Peniwiratri, Lelanti
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET (on progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.16306

Abstract

Regosol is a soil with a low organic matter content and a predominantly sand fraction, making it permeable to water and not a conducive environment for microbial activity. This study aimed to determine the effect of soil amendments on soil and microbial activity. The study was conducted experimentally using a completely randomized design with two factors. The first factor was the amendment type: manure, charcoal, and a mixture of manure and charcoal in a 1:1 ratio. The second factor was the amendment dosage, which were 2% and 4%. The study was conducted using containers filled with 4 kg of absolutely dry soil. After the amendments were added according to the treatment, the soil was incubated for 60 days at field capacity, followed by another 15 days without water addition, for a total incubation period of 75 days. The data obtained were analyzed using analysis of variance with orthogonal contrasts and the LSD test at the 5% level. The results of the study showed that there was an interaction between the type of amendment and the amendment concentration in increasing the moisture content of field capacity. The highest field capacity value was found in the D2B3 treatment (amendment concentration of 4% d and the amendment type was a mixture of charcoal and manure 1:1, which was 21.01%. The addition of amendment materials to Regosol increased the activity and number of soil microorganisms. The best activity was in the D2 and B3 treatments.