cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA JAMUR Metarhizium anisopliae UNTUK PENGENDALIAN URET Lepidiota stigma Pada Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale) solichah, chimayatus; Puspitasari, Dena Aisyah; Poerwanto, Mofit Eko; Supriyanta, Bambang; Hardiastuti, Siwi
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metarhizium anisopliae dengan penambahan bahan organik digunakan sebagai pengendali hama uret Lepidiota stigma dan sekaligus sumber nutrisi M. anisopliae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan berbagai macam bahan organik pada jamur M. anisopliae untuk mengendalikan hama uret L. stigma pada tanaman jahe merah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPN “Veteran” Yogyakarta Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor + 1 kontrol dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis M. anisopliae yaitu 10 g/ 3 kg media tanam, 20 g/ 3 kg media tanam, dan 30 g/ 3 kg media tanam. Faktor yang ke dua adalah jenis bahan organik yaitu pupuk kascing, pupuk kotoran sapi dan pupuk kotoran kambing. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) Kontras Orthogonal dengan taraf 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis M. anisopliae 30 g/ 3 kg media tanam merupakan dosis yang paling baik dalam meningkatkan mortalitas uret, bobot segar akar dan volume akar serta menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. Penambahan pupuk kotoran sapi dan kotoran kambing mampu meningkatkan mortalitas uret dan menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. 
MIKROSTEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) PADA BERBAGAI VARIASI MEDIA MURASHIGE SKOOG DAN BENZIL ADENIN SECARA IN VITRO Rohmanto, Is; Wijayani, Ari; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.10129

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman vanili memiliki potensi yang besar karena kandungan vanilinnya yang dibutuhkan dalam industri makanan maupun farmasi. Pembiakan tanaman vanili secara in vitro dilakukan guna mendapatkan bibit banyak dalam waktu singkat dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji interaksi antara media Murashige Skoog (MS) dan Benzil Adenin (BA), mendapatkan komposisi media MS dan konsentrasi BA yang terbaik pada mikrostek vanili secara in vitro. Penelitian merupakan percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi media MS taraf ½ MS, ¾ MS, dan MS Penuh. Faktor kedua adalah konsentrasi BA 1 mg/l, 1,5 mg/l, dan 2 mg/l. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Perlakuan MS penuh dan BA 2 mg/l memiliki interaksi pada parameter jumlah tunas dan tidak beda nyata dengan perlakuan ½ MS dan BA 1,5 mg/l. Perlakuan ¾ MS merupakan komposisi yang paling baik pada parameter bobot segar planlet vanili. Konsentrasi BA 1 mg/l memiliki pertumbuhan planlet vanili yang paling baik pada jumlah akar.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN KYURI (Cucumis sativus L.) TERHADAP PENGATURAN JARAK TANAM DAN PEMANGKASAN TANAMAN Fitriana, Nur; Haryanto, Darban; Setyaningrum, Tuti
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.12140

Abstract

Mentimun kyuri (Cucumis sativus L.) termasuk tanaman hortikultura yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menentukan jarak tanam dan pemangkasan batang utama yang paling baik. Penelitian menggunakan metode percobaan lapangan faktorial disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama jarak tanam yaitu 30 cm x 60 cm, 40 cm x 60 cm, dan 50 cm x 60 cm. Faktor kedua pemangkasan yaitu tanpa pemangkasan, pemangkasan menyisakan 10 ruas, 12 ruas, dan 14 ruas. Setiap kombinasi perlakuan diuji sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam, dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan jarak tanam dan pemangkasan pada umur berbunga. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 60 cm memberikan hasil paling baik pada diameter buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Perlakuan pemangkasan menyisakan 10 ruas, 12 ruas, dan 14 ruas memberikan hasil lebih baik daripada tanpa pemangkasan pada jumlah buah per tanaman, diameter buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.  
EFEKTIVITAS UMUR BATANG BAWAH DAN MACAM PUPUK CAIR PADA PERTUMBUHAN TANAMAN ALPUKAT VARIETAS CIPEDAK (Persea americana Mill.) MENGGUNAKAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK Musringah, Siti; Astiningrum, Murti; Rahmiyah, Muzzayanah
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.12307

Abstract

Buah alpukat memiliki nilai gizi cukup tinggi seperti lemak, karbohidrat, dan protein. Penyediaan bibit yang bermutu diperlukan untuk meningkatkan produksi buah alpukat. Penelitian ini mengkaji mengenai pengaruh umur batang bawah dan macam pupuk  cair terhadap pertumbuhan tanaman alpukat (Persea americana Mill.) menggunakan teknik sambung pucuk. Penelitian telah dilaksanakan pada  Juli hingga Oktober 2023 di Dusun Nglarangan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial (4 x 4) yang disusun dalam RAKL diulang empat kali sebagai blok, setiap kombinasi perlakuan berjumlah empat polibag. Faktor pertama adalah umur batang bawah: 2; 2,5; 3; 3,5 bulan. Faktor kedua adalah  macam pupuk cair: pupuk hayati, pupuk cair darah sapi, pupuk cair limbah sayur dan buah, serta pupuk cair urin kelinci. Hasil analisis menunjukan perbedaan umur tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah tunas dan pertambahan diameter batang atas, tetapi umur batang bawah 3,5 bulan memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun dan pertambahan tinggi batang atas serta waktu pecah tunas yang lebih cepat, namun tidak berbeda nyata dengan umur 3 bulan. Perlakuan  pupuk hayati memberikan hasil tertinggi pada parameter pertambahan diameter batang bawah. Tidak terjadi interaksi antara perbedaan umur batang bawah dan macam pupuk pada semua parameter pengamatan.
PENGARUH PEMBERIAN BUBUK DAUN KEMANGI DAN SUKU TERHADAP POPULASI Sitophilus zeamais DAN KUALITAS BENIH JAGUNG YANG DISIMPAN Rahmawati, Fauziah; Solichah, Chimayatus
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.13394

Abstract

Damage to stored corn seeds due to the pest Sitophilus zeamais can be suppressed by control. One of alternative to pest control is using botanical pesticides with basil and breadfruit leaf powder. This study aims to determine the effect composition and type of leaf powder in suppressing of Sitophilus zeamais. The research was conducted in February to April 2024 at Plant Protection Laboratory, UPN "Veteran" Yogyakarta. The research method used a Complete Random Design with 6 treatments and 4 repetitions. There are 6 treatments of the composition basil and breadfruit leaf powder namely control; 1:0; 0:1; 1:1; 2:1; and 1:2. The analysis used ANOVA, followed by the DMRT at 5%, and continued with the Orthogonal Contrast test at 5%.The data from study showed that the composition of basil and breadfruit leaf powder was suppressing S. zeamais and maintaining the quality of seeds in storage by increasing mortality, number of living imago of S. zeamais, and efficacy. The most effective leaf powder and composition in suppressing S. zeamais is the composition of basil and breadfruit leaf powder 1:1 which can increase the mortality of S. zeamais by up to 100% after application. There were differences in mortality, number of living imago of S. zeamais, and efficacy of the control treatment.
MULTIPLIKASI ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI MEDIA ALTERNATIF AB MIX DAN KINETIN SECARA IN VITRO Bennyta, Maura; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.13828

Abstract

Budidaya anggrek bulan secara in vitro dengan media MS membutuhkan biaya yang cukup mahal. Media alternatif kombinasi pupuk hidroponik AB Mix dan kinetin dapat diformulasikan untuk menekan biaya produksi, Tujuan dari penelitian ini mengkaji beda nyata antara kontrol dan perlakuan, mengkaji interaksi antara konsentrasi AB Mix dan kinetin, serta menentukan konsentrasi AB Mix dan kinetin yang paling baik untuk multiplikasi anggrek bulan secara in vitro. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor + 1 kontrol. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix yaitu 3, 4, dan 5 ml/L. Faktor kedua merupakan konsentrasi kinetin 0,5, 1,5, dan 2,5 ppm. Media Murashige dan Skoog digunakan sebagai kontrol. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5%, dilanjutkan pada uji kontras ortogonal 5% dan uji Duncan Multiple Range Test Duncan (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan jika kombinasi perlakuan AB Mix dan kinetin memberikan hasil yang lebih unggul pada parameter persentase hidup, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan tinggi plantlet dibandingkan dengan kontrol. Adanya interaksi antara konsentrasi AB Mix dan kinetin pada parameter jumlah tunas. Konsentrasi AB Mix 3 ml/l baik dalam meningkatkan jumlah akar serta AB Mix 3 dan 4 ml/l baik dalam meningkatkan panjang akar. Konsentrasi kinetin 1,5 ppm baik dalam meningkatkan jumlah akar.
PENINGKATAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DENGAN PUPUK GUANO DAN MENGATUR WAKTU PEMANGKASAN TUNAS AIR Habibah, Ulyatus Sa’adah Al; Herastuti, Heti; Wirawati, Tutut; Kawuryan, Siwi Hardiastuti Endang
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.13979

Abstract

Produktivitas tomat di beberapa daerah masih cukup rendah karena kesuburan tanah yang semakin berkurang akibat penggunaan pupuk kimia terus menerus dan penerapan pemangkasan pada tomat yang tidak tepat. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengevaluasi dosis pupuk guano serta waktu pemangkasan tunas air yang optimal terhadap hasil tanaman tomat. Penelitian dilakukan pada Maret hingga Juni 2024 di Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Metode percobaan lapangan dibuat dengan menerapkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama ialah dosis pupuk guano dengan tiga tingkat, yakni 25, 30, dan 35 g per tanaman. Faktor kedua ialah waktu pemangkasan tunas air dengan tiga tingkat, yakni 21, 28, dan 35 hari setelah tanam (HST). Data yang didapatkan di analisis dengan memakai Sidik Ragam. Apabila ada pengaruh yang signifikan antar perlakuan, analisis diteruskan dengan uji DMRT pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya kombinasi pupuk guano sebanyak 35 g per tanaman dengan waktu pemangkasan tunas air pada 21 HST menghasilkan performa terbaik pada parameter bobot buah per tanaman serta bobot buah per petak. Pemberian pupuk guano sebanyak 35 g per tanaman juga memberikan hasil yang konsisten baik pada parameter umur muncul bunga pertama, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per hektar dan jumlah buah total. Waktu pemangkasan tunas air pada 21 HST memberikan hasil terbaik pada jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per hektar, dan jumlah total buah.
EFEKTIVITAS BEBERAPA MACAM PUPUK ORGANIK DAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PEMBIBITAN UTAMA Suryanti, Sri; Novian, Dwi; Wilisiani, Fariha
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.10032

Abstract

Penggunaan pupuk buatan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi pemakaian pupuk buatan secara terus menerus membawa pengaruh buruk terhadap tanaman dan lingkungan. Penelitian tentang efektifitas penggunaan jenis pupuk organik dan PGPR dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kombinasi yang tepat dari beberapa macam pupuk organik dan PGPR terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama.   Penelitian dilaksanakan di kebun pendidikan dan penelitian (KP2) Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dari bulan November 2022 - Februari 2023. Ketinggian tempat penelitian 118 mdpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 4 ulangan. Faktor yang pertama adalah jenis pupuk organik yang terdiri dari 3 level, yaitu: kompos sapi (150 g/tanaman),  kompos kambing (150 g/tanaman), kompos ayam (150 g/tanaman). Faktor yang kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 level, yaitu: kontrol (NPK 25 g), PGPR (10 ml/tanaman), PGPR (20 ml/tanaman) dan PGPR (30 ml/tanaman), sehingga diperoleh 3 x 4 = 12 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan ada 4 ulangan maka total seluruh tanaman dalam penelitian ini adalah 12 x 4 = 48 tanaman. Data hasil dianalisis menggunakan analysis of varians (Anova) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan jenis pupuk organik dan konsentrasi PGPR berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar dan bobot kering tanaman. Aplikasi kompos ayam dan PGPR 20 ml secara nyata meningkatkan pertambahan tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, dan bobot kering tanaman bibit kelapa sawit di pembibitan utama. Kesimpulannya adalah kombinasi pupuk organik kompos ayam dan konsentrasi PGPR 20 ml/liter  merupakan kombinasi perlakuan  yang tepat untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama.
MIKROSTEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) PADA BERBAGAI VARIASI MEDIA MURASHIGE SKOOG DAN BENZIL ADENIN SECARA IN VITRO Rohmanto, Is; Wijayani, Ari; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.10129

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman vanili memiliki potensi yang besar karena kandungan vanilinnya yang dibutuhkan dalam industri makanan maupun farmasi. Pembiakan tanaman vanili secara in vitro dilakukan guna mendapatkan bibit banyak dalam waktu singkat dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji interaksi antara media Murashige Skoog (MS) dan Benzil Adenin (BA), mendapatkan komposisi media MS dan konsentrasi BA yang terbaik pada mikrostek vanili secara in vitro. Penelitian merupakan percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi media MS taraf ½ MS, ¾ MS, dan MS Penuh. Faktor kedua adalah konsentrasi BA 1 mg/l, 1,5 mg/l, dan 2 mg/l. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Perlakuan MS penuh dan BA 2 mg/l memiliki interaksi pada parameter jumlah tunas dan tidak beda nyata dengan perlakuan ½ MS dan BA 1,5 mg/l. Perlakuan ¾ MS merupakan komposisi yang paling baik pada parameter bobot segar planlet vanili. Konsentrasi BA 1 mg/l memiliki pertumbuhan planlet vanili yang paling baik pada jumlah akar.
EKSPLORASI BAKTERI TERMOFIL DARI MATA AIR PANAS YANG MAMPU MELARUTKAN PHOSPHOR (P) Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Muliarta, I Nengah; Mahardika, Ida Bagus Komang
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11080

Abstract

Perubahan iklim secara signifikan mengubah komunitas mikrob tanah. Mikrob memiliki banyak peranan penting dalam tanah, khususnya dalam meningkatkan ketersediaan dan penyerapan hara. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis populasi bakteri termofil dari mata air panas dan menganalisis kemampuan bakteri termofil tersebut dalam melarutkan P. Tahapan penelitian terdiri dari pengambilan sampel air dan tanah  dari Desa Toya Bungkah, Kintamani, Bangli  dengan teknik purposive sampling. Isolasi bakteri termofil dari sampel tanah dan air dengan dilution method. Bakteri hasil isolasi kemudian diuji patogenitas (hemolisis dan hipersensitif). Isolat bakteri yang lolos uji patogenitas diuji lebih lanjut kemampuannya dalam melarutkan P pada medium Pikovskaya cair. Berdasarkan 5 lokasi sampling tanah dan air di sekitar  pemandian air panas menunjukkan populasi tertinggi didapatkan dari lokasi 2 (Tanah di sekitar pancoran air panas). Jumlah populasi bakteri pada lokasi 2 adalah 1,7 x 105 CFU/g. Jumlah isolat pada lokasi tersebut adalah sebanyak 3 isolat.  Hasil uji hemolisis menunjukkan bahwa dari 13 isolat yang didapatkan empat isolat terdeteksi tidak menyebabkan  hemolisis gamma, satu isolat menyebabkan hemolisis alpha dan delapan isolat menyebabkan hemolisis beta. Uji hipersensitif pada tanaman tembakau menunjukkan semua isolat memberikan reaksi negatif atau tidak adanya reaksi hipersensitif. Berdasarkan lima isolat yang diuji lebih dalam melarutkan P, hanya satu isolat yang dapat melarutkan P yaitu isolate AP1 (27,93 ppm). Kemampuan melarutkan P yang tergolong tinggi.