cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
PERTUMBUHAN PISANG BARANGAN (Musa acuminata Linn.) PASCA AKLIMATISASI PADA BERBAGAI KONSENTRASI KITOSAN DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM Dzakwan, Muhammad Nur; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.14751

Abstract

Tahap pasca aklimatisasi menjadi masa kritis tanaman pisang barangan hasil kultur jaringan untuk beradaptasi dengan lingkungan lahan terbuka. Aplikasi kitosan dan pemilihan komposisi media tanam memiliki potensi dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan ketahanan tanaman pisang pasca aklimatisasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi kitosan serta komposisi media tanam yang optimal bagi pertumbuhan tanaman pisang barangan. Penelitian ini dilakukan melalui percobaan lapangan dengan Rancangan Split Plot. Petak Utama yaitu konsentrasi kitosan 6; 9; 12 mL/L. Anak Petak yaitu komposisi media tanam (tanah : pupuk kotoran sapi : cocopeat) dengan komposisi 2:1:1, 1:2:1, 1:1:2. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara konsentrasi kitosan 6 mL/L dan komposisi media tanam 1:1:2 terhadap panjang akar umur 90 HST. Konsentrasi kitosan 12 mL/L dapat meningkatkan diameter batang pada umur 90 HST. Komposisi media tanam tanah : pupuk kotoran sapi : cocopeat (1:2:1) dapat meningkatkan tinggi tanaman umur 75 HST, jumlah daun umur 75 HST, dan berat kering tanaman umur 90 HST.
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE Sustia Dewi, Ni Kadek Ema; Azizah Ridha Ulilalbab; Nabila Maharani; Bias Denasa
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.15066

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is the main staple food commodity in Indonesia. This study aimed to evaluate the seed quality of several local rice varieties obtained from e-commerce, based on standard seed quality parameters. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor consisting of five local rice varieties: Rojolele, Sedayu, Mentik Susu, Ketonggo, and Jeliteng. Each treatment was replicated four times, resulting in 20 experimental units. The assessed parameters comprised seed moisture content,vigor index, germination percentage, maximum growth potential, pure seed content, proportion of other crop seeds, inert matter content, and seed health (pathology) assessment. The results showed that the Ketonggo variety had the lowest moisture content and the highest germination rate, vigor index, and maximum growth potential. The Mentik Susu variety exhibited the highest percentage of pure seeds and the lowest percentages of other crop seeds and inert matter. The was non-compliant with the established genetic quality standards with a pure seed percentage of less than 98%. Three types of fungi were identified using the blotter test method, namely Aspergillus niger, Aspergillus flavus, and Alternaria sp.
PERCEPATAN PEMATAHAN DORMANSI GALUR MUTAN M5 BENIH PADI (Oryza sativa L.) LOKAL ACEH MELALUI PERLAKUAN KNO3 Lainufar, Putri Aulia; Halimursyadah; Hasanuddin; Efendi
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.15118

Abstract

Dormansi benih merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya padi (Oryza sativa L.). Benih yang mengalami dormansi dapat menyebabkan keterlambatan perkecambahan serta pembentukan bibit, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas tanaman secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai konsentrasi KNO₃ dalam mempercepat pematahan dormansi pada beberapa galur mutan padi M5 hasil iradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 × 7 dengan tiga ulangan. Faktor pertama terdiri atas tujuh galur mutan padi, yaitu USK-Snb-RGO238-045-039e-103, USK-Snb-RGO238-001A-DR-RK-009, USK-Snb-RGO238-063-057e-217, USK-Snb-RGO238-081-075D-206, USK-Snb-RGO238-016-010d-106, USK-Snb-RGO238-094-088j-140, dan USK-Snb-RGO238-081-075m-132. Faktor kedua adalah empat taraf konsentrasi KNO₃ (0%, 2%, 3%, dan 4%). Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, waktu mencapai 50% perkecambahan (T₅₀), intensitas dormansi, persistensi dormansi, dan bobot kering kecambah normal. Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur mutan, konsentrasi KNO₃, serta interaksi keduanya memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vigor dan viabilitas benih serta masa dormansinya. Kombinasi perlakuan galur USK-Snb-RGO238-001A-DR-RK-009 dengan konsentrasi KNO₃ 4% menghasilkan persentase perkecambahan tertinggi dan intensitas dormansi terendah.
PENGARUH AMPAS KEMIRI, KOTORAN SAPI MENTAH SERTA CARA PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG CAVENDISH (Musa Acuminta, L.) Kasim, M Husain; Eko Amiadji Julianto
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.15394

Abstract

Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) merupakan varietas unggul yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pertumbuhan vegetatif menjadi faktor penentu produktivitas buah, yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara dan kondisi lahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian bahan organik tanpa proses pengomposan, yaitu ampas kemiri dan kotoran sapi segar, serta metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan tanaman pisang Cavendish. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor, yaitu jenis pupuk (ampas kemiri, kotoran sapi, Urea+KCl, dan kontrol) serta metode pengendalian gulma (mekanik, herbisida, dan tanpa pengendalian). Parameter yang diamati meliputi jumlah, panjang, dan lebar daun; tinggi dan lingkar batang selama 12 minggu setelah pemupukan (MSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas kemiri secara signifikan meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan dibanding perlakuan lain. Jumlah dan ukuran daun, serta tinggi dan lingkar batang pada perlakuan ampas kemiri secara konsisten lebih tinggi dibandingkan kotoran sapi segar dan kontrol. Penggunaan herbisida sebagai metode pengendalian gulma memberikan hasil lebih baik dibanding pemangkasan manual. Dengan demikian, ampas kemiri dapat digunakan secara langsung sebagai pupuk organik pada tanaman pisang tanpa melalui proses pengomposan.
PENGGUNAAN MACAM PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS PUPUK NPK DI PEMBIBITAN KELAPA SAWIT MAIN NURSERY Titiaryanti, Ni Made; Hastuti, Pauliz Budi
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.7081

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan macam pupuk organik cair (POC) yang diproses dengan berbagai cara dan pupuk NPK untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik pada bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian ini menggunakan metode percobaan pola faktorial 3 x 4 + 1 kontrol (penggunaan pupuk NPK 100% tanpa POC dan pupuk NPK), disusun dengan rancangan acak lengkap. Faktor pertama macam POC terdiri atas tiga aras yaitu : eco enzyme, POC pepaya dan POC limbah pasar, masing-masing dengan konsentrasi 20%. Faktor kedua dosis NPK 15-15-15 terdiri dari empat aras yaitu 35 g (100%), 26,25 g (75%) dan 17,50 g (50%) dan 8,75 g (25%). Ulangan 3 kali, sehingga jumlah bibit kelapa sawit adalah 36 bibit + 3 bibit untuk kontrol (pupuk NPK 100%). Data dianalisis dengan sidik ragam pada level 5 %. Apabila ada beda nyata dilanjutkan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test pada level 5 %. Untuk mengetahui pengaruh dari kontrol dikontraskan dengan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara POC dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit sawit di main nursery. Macam POC dan dosis pupuk NPK memberi pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bibit sawit di main nursery. Kontrol (pupuk NPK 100%) menghasilkan pertumbuhan bibit sama baik dengan perlakuan macam POC dan NPK.
PENGARUH VARIASI DOSIS Trichoderma harzianum dan Gliocladium virens DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporum) TERHADAP HASIL TOMAT Yusriya, Azalia Sana; Brotodjojo, R.R.Rukmowati; Solichah, Chimayatus
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.7969

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) adalah komoditas unggulan hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis penting di Indonesia. Penyakit layu Fusarium merupakan penyakit pada tanaman tomat yang perlu dikendalikan karena dapat menyebabkan gagal panen. Penggunaan fungisida sintetik yang tidak bijaksana berdampak buruk bagi tanaman. Beberapa jamur antagonis yang menunjukkan hasil dalam mengendalikan patogen tular tanah adalah Trichoderma harzianum dan Gliocladium virens. Apabila diaplikasikan secara bersamaan maka daya hambat racunnya akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas serta menentukan dosis terbaik T. harzianum dan G. virens dalam mengendalikan layu Fusarium dan meningkatkan hasil. Penelitian dilaksanakan di Bangunjiwo Grahayasa, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret-Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah Kontrol negatif (Tanpa Agen Pengendali Hayati), kontrol positif (fungisida berbahan aktif Benomyl), T.harzianum 40g/tan, G.virens 150g/tan, T.harzianum 20g/tan + G.virens 100g/tan, T.harzianum 30g/tan + G.virens 50g/tan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan metode Duncan Multiple Range Test pada taraf uji 5%. Aplikasi Agen Pengendali Hayati (APH) T. harzianum dan G. virens baik secara tunggal maupun kombinasi efektif untuk mengendalikan penyakit layu Fusarium. Penggunaan Agen Pengendali Hayati lebih efektif dibanding fungisida Benomyl dalam pengendalian layu Fusarium. Dosis APH yang efektif untuk mengendalikan layu Fusarium adalah kombinasi T.harzianum 20g/tan + G.virens 100g/tan atau T.harzianum 30g/tan + G.virens 50g/tan dan T.harzianum 40g/tan atau G.virens 150g/tan. Hasil bobot buah perlakuan aplikasi APH kombinasi T.harzianum 30g/tan + G.virens 50g/tan lebih tinggi daripada kontrol negatif, tetapi jumlah buah tidak berbeda nyata pada semua perlakuan pada taraf uji 5%. Aplikasi Agen Pengendali Hayati (APH) T. harzianum dan G. virens baik secara tunggal maupun kombinasi efektif untuk mengendalikan penyakit layu fusarium. Penggunaan Agen Pengendali Hayati lebih efektif dibanding fungisida Benomyl dalam pengendalian layu fusarium. Dosis APH yang efektif untuk mengendalikan layu fusarium adalah kombinasi T.harzianum 20g/tan + G.virens 100g/tan atau T.harzianum 30g/tan + G.virens 50g/tan dan T.harzianum 40g/tan atau G.virens 150g/tan. Hasil bobot buah perlakuan aplikasi APH kombinasi T.harzianum 30g/tan + G.virens 50g/tan lebih tinggi daripada kontrol negatif, tetapi jumlah buah tidak berbeda nyata pada semua perlakuan.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TANAMAN MARIGOLD (Tagetes erecta L.) Puspitasari, Septiana Dewi; Haryanto, Darban; Padmini, Oktavia Sarhesti
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.7973

Abstract

Tanaman marigold (Tagetes erecta L.) merupakan salah satu jenis tanaman hias dengan keindahan warna bunganya yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman marigold, memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol yang terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman marigold. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kabupaten Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Januari - Maret 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) disusun secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu M1 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:2:1); M2 : tanah + arang sekam +pupuk kandang sapi (2:1:1); dan M3 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:1:2). Faktor kedua adalah konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari lima taraf yaitu P0 : 0 ppm; P1 : 50 ppm; P2 : 100 ppm; P3 : 200 ppm; dan P4 :300 ppm. Data hasil pengamatan dianalisi menggunakan sidik ragam dan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan adanya interaksi M1P4 pada diameter bunga dan umur mulai berbunga. Komposisi media tanam M1 mendapatkan hasil terbaik terhadap parameter panjang akar, jumlah kuntum bunga, umur mulai berbunga, diameter bunga, dan bobot kering tanaman. Konsentrasi paclobutrazol 0 ppm mendapatkan tinggi tanaman tertinggi sedangkan untuk konsentrasi 300 ppm mendapatkan tinggi tanaman terpendek dan diameter bunga lebih besar.
AKLIMATISASI PLANLET KANTONG SEMAR (Nepenthes mirabilis Sp) PADA BERBAGAI FORMULASI MEDIA TANAM DAN INTENSITAS NAUNGAN Ramadhani, Defira Fauziah; Hidayati, Sri; Perdana, Adhi Surya
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.8427

Abstract

Kantong semar spesies Nepenthes mirabilis merupakan salah satu tanaman prioritas dilindungi yang sudah masuk dalam kategori Appendix-2. Salah satu upaya menjaga populasi Nepenthes mirabilis adalah dengan melakukan kultur jaringan, teknik aklimatisasi yang tepat pada kultur jaringan dapat mengoptimalkan pertumbuhan Nepenthes mirabilis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis respon pertumbuhan planlet kantong semar di berbagai macam media tanam, intensitas naungan dan interaksi antara media tanam dan intensitas naungan saat aklimatisasi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola petak terpisah (split plot design) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama intensitas naungan (50%, 65%, dan 80%) dan perlakuan kedua media tanam yang terdiri atas P1 = 100% cocopeat (1:0), P2 = 100% arang sekam (0:1), P3 = 50% cocopeat dan 50% arang sekam (1:1), P4 = 25% cocopeat dan 75% arang sekam (1:3), P5 = 75% cocopeat dan 25% arang sekam (3:1). Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam menggunakan SPSS dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) untuk faktor perlakuan intensitas naungan dan uji lanjut berganda duncan untuk faktor perlakuan berbagai formulasi media tanam serta interaksi antara berbagai formulasi media tanam dengan intensitas naungan. Hasil analisis menunjukkan intensitas naungan berpengaruh sangat nyata pada persentase hidup tanaman (100,00), kemasaman media tanam (6,96), jumlah kantong (3,77) dan jumlah akar (11,80). Intensitas naungan juga berpengaruh nyata terhadap panjang akar terpanjang (5,46) serta tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang. Macam media tanam berpengaruh nyata terhadap persentase hidup tanaman (100%), kemasaman media tanam (6,88), tinggi tanaman (0,42), jumlah kantong (3,93), jumlah akar (12,17), panjang akar terpanjang (5,52) dan diameter batang (1,60). Pada interaksi antara perlakuan intensitas naungan dan formulasi media tanam menunjukkan bahwa interaksi berpengaruh sangat nyata pada persentase hidup tanaman (100,00), kemasaman media tanam (7,04), jumlah kantong (4,21), jumlah akar (14,33) dan diameter batang  (2,35). Interaksi antara perlakuan intensitas naungan dan formulasi media tanam juga berpengaruh nyata pada panjang akar terpanjang (7,12) serta tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman.
PENGARUH UMUR BIBIT PINDAH TANAM DAN PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Masita, Dewi; Haryanto, Darban; Suwardi, Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.8551

Abstract

Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Produktivitas tanaman terung ungu di Indonesia termasuk masih rendah. Permasalahan rendahnya produktivitas dapat diselesaikan dengan budidaya yang tepat. Salah satu langkah mengatasi permasalahan tersebut adalah kombinasi perlakuan umur bibit pindah tanam dan pemberian air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh umur perpindahan bibit dan dosis pemberian air cucian beras yang tepat. Penelitian dilaksanakan mulai Februari-Juni 2022 di Jl.Jetis Jombongan, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial (3×4) berupa Rancangan lingkungan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor I adalah umur bibit pindah tanam dengan tiga taraf, yaitu 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Faktor II adalah dosis pemberian air cucian beras dengan empat taraf, yaitu 0 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, 200 ml/tanaman, dan 300 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan umur bibit pindah tanam 21 hari dengan pemberian air cucian beras 300 ml pada parameter berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Perlakuan umur bibit pindah tanam 21 hari memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman 2,4,6 MST, jumlah daun 2,4,6 MST, diameter batang 2,4,6 MST, waktu berbunga, berat buah, panjang buah, diameter bauh, jumlah buah per tanaman, dan potensi hasil. Pemberian air cucian beras 300 ml memberikan hasil tertinggi pada parameter diameter buah dan berat buah.
PENGARUH KONSENTRASI DAN CARA APLIKASI TRICHODERMA SP. TERHADAP KEJADIAN DAN KEPARAHAN PENYAKIT BULAI (PERONOSCLEROSPORA SPP.) PADA TANAMAN JAGUNG MANIS Wardani, Noviana Kusuma; Purwanto, Mofit Eko; Brotodjojo, R.R. Rukmowati
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.8672

Abstract

Penyakit bulai pada tanaman jagung manis akibat Peronosclerospora spp. umumnya dikendalikan dengan fungisida kimia. Penggunaan fungisida kimia dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian adalah pengendalian dengan Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi Trichoderma sp. dan cara aplikasinya terhadap kejadian dan keparahan penyakit bulai pada tanaman jagung manis. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi Trichoderma sp. 15 g/L, 30 g/L, 45 g/L, dan fungisida bahan aktif metalaksil, faktor kedua yaitu cara aplikasi seed treatment dan disemprot. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf α = 5%. Jika terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma sp. tidak berpengaruh dalam menekan insidensi dan keparahan penyakit bulai. Perbedaan konsentrasi dan cara aplikasi Trichoderma sp. tidak berpengaruh terhadap insidensi dan keparahan penyakit bulai.