cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
KAJIAN APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DENGAN SUPLEMENTASI NANOSILIKA PADA BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY Sinaga, Ilham; Umami, Arif; Aryanti, Ni Made Titi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11247

Abstract

Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang tinggi membutuhkan bibit berkualitas yang berasal dari pembibitan karena pertumbuhan awal bibit menentukan seberapa baik tanaman akan berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis dan konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dengan suplementasi nanosilika yang sesuai untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara factorial meliputi Konsentrasi (K) 10%, 20%, dan 30% dan Dosis (D) 200 ml, 250 ml dan 300 ml. Variabel yang diamati adalah diameter batang, tinggi tanaman, jumlah anak daun, klorofil, berat segar tajuk dan akar, berat kering tajuk, berat kering akar, volume akar, dan panjang akar, Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata antara konsentrasi dengan dosis PGPR terhadap jumlah anak daun, panjang akar, dan berat kering tajuk bibit kelapa sawit di main nursery. Kombinasi perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik adalah konsentrasi PGPR 20 % dengan dosis 250 ml.
PEMATAHAN DORMANSI BENIH MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM SULFAT (H2SO4) DAN GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Simbolon, Hettinora; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11278

Abstract

Benih kopi adalah benih ortodoks yang memiliki dormansi fisik karena Karena kulit biji yang keras, masa dorman menjadi lama. Asam sulfat (H2SO4) dapat digunakan untuk mematahkan dormansi benih kopi, dan giberelin (GA3) dapat digunakan untuk mendorong perkecambahan dan perkembangan bibit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik antara perlakuan asam sulfat (H2SO4) dan giberelin (GA3) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit kopi Robusta, dan mengevaluasi kombinasi perlakuan tersebut dengan kontrol. Tahap perkecambahan dan tahap pertumbuhan bibit di rumah kaca merupakan dua percobaan dalam penelitian ini, yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi asam sulfat ; 10%, 20%, dan 30%. Faktor II adalah konsentrasi giberelin : 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm.Kontrol merupakan perlakuan tanpa GA3 dan H2SO4. Percobaan diulang tiga kali. Analisis varians (ANOVA) pada taraf 5%, uji kontras ortogonal pada taraf 5%, dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5% digunakan untuk menguji data observasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa  kombinasi asam sulfat dan giberelin jauh lebih unggul dibandingkan kontrol. Pematahan dormansi lebih efisien dan efektif menggunakan perlakuan H2SO4 20% dan GA3 200 ppm terhadap perkecambahan, sedangkan perlakuan H2SO4 10% dan GA3 200 ppm terhadap pertumbuhan bibit kopi.
RESPONS APLIKASI MACAM PUPUK KOTORAN HEWAN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR Ascophyllum nodosum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN JEPANG Agustin, Nur Rohmah; Suwardi, Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11313

Abstract

Mentimun Jepang adalah komoditas sayuran yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat, dan kecantikan. Produksi tanaman mentimun Jepang di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk dan permintaan konsumen yang terus mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena kesuburan tanah untuk membentuk nutrisi yang diperlukan tanaman mengalami penurunan, sehingga produksi tanaman rendah. Upaya yang dapat dilakukan agar produktivitas tanaman mentimun Jepang mengalami kenaikan yaitu dengan penggunaan pupuk yang tepat dalam proses budidaya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan macam pupuk kotoran hewan dan konsentrasi pupuk organik cair Ascophyllum nodosum terbaik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) (3x3) + 1 dengan 2 faktor dan 1 kontrol. Faktor I yaitu macam pupuk kotoran hewan meliputi kotoran sapi, kambing, dan ayam. Faktor II yaitu konsentrasi pupuk organik cair Ascophyllum nodosum meliputi 30 mL/Liter air, 50 mL/Liter air, dan 70 mL/Liter air. Kontrol meliputi pupuk Urea 2,1 g/tanaman, TSP 4,2 g/tanaman, dan KCl 2,1 g/tanaman (dasar), serta Urea 4 g/tanaman dan KCl 4 g/tanaman (susulan). Analisis data dengan sidik ragam taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata dari perlakuan, dilanjutkan uji jarak berganda duncan taraf 5%. Untuk mengetahui perbedaan nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol menggunakan kontras orthogonal taraf 5%. Hasil penelitian mengindikasikan perlakuan macam pupuk kotoran hewan paling baik adalah pupuk kotoran kambing. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair Ascophyllum nodosum paling baik adalah 50 mL/Liter air.
PENGARUH KOMBINASI DOSIS MIKORIZA DAN PUPUK FOSFAT PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. bortrytis L.) Rahmadini, Jinny Aulia; Irawati, Endah Budi; Wirawati, Tutut
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11614

Abstract

Kubis bunga adalah salah satu sayuran yang digemari oleh masyarakat karena mengandung mineral yang tinggi. Produksi kubis bunga masih belum dapat mencukupi kebutuhan sehingga diperlukan upaya untuk peningkatan produksinya. Tujuan penelitian ini untuk menentukan adanya dosis mikoriza dan pupuk fosfat yang terbaik untuk tanaman kubis bunga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu dosis mikoriza yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk fosfat. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) 5% dan DMRT pada taraf  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kombinasi mikoriza dan pupuk fosfat pada tanaman kubis bunga dan kombinasi dosis 15 g/tanaman mikoriza dan 187.5 kg/ha pupuk fosfat secara nyata menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun umur 21 HST, 28 HST, dan 35 HST, diameter batang umur 28 HST dan 35 HST, volume akar, lingkar bunga, bobot bunga dan daun per tanaman, dan indeks panen.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIEATAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.)) PADA BEBERAPA KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA Wijaya, Marcel Okka Agung; Wirawati, Tutut
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11615

Abstract

Kedelai adalah tanaman pangan yang mengandung protein nabati dan banyak dimanfaatkan oleh penduduk indonesia. Namun produksi kedelai di indonesia belum memenuhi sehingga diperlukan peningkatan produksi dengan penggunaan varietas unggul dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan varietas kedelai pada konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-September 2023 di Jetis, Kretek, Bantul. Metode penelitian menggunakan percobaan lapangan Split Plot Design, petak utama yaitu varietas dengan 3 taraf Dering 1, Dering 2, dan Dering 3. Kemudian anak petak yaitu konsentrasi PGPR dengan 4 taraf 0mI/L, 5mI/L, 10mI/L, dan 15mI/L. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Kemudian data diuji Lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% apabila terdapat beda nyata dilakukan Uji Trend Comparison (Kontras Polinomial/Uji Kecenderungan). Hasil penelitian menunjukkan tiga Varietas Kedelai konsentrasi 15mI/Iiter menunjukkan hasil paling baik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun umur 21 dan 28 HST, jumlah cabang produktif, jumlah biji pertanaman dan bobot biji kering matahari per ha. Varietas dering 2 nyata lebih baik pada parameter jumlah bintiL akar efektif dan bobot biji berat kering matahari per ha.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) DENGAN APLIKASI PGPR, PUPUK ORGANIK CAIR, DAN BIOSAKA DENGAN WAKTU PEMANGKASAN PUCUK Putri, Assyfa Urifatun; Padmini, Oktavia Sarhesti; Haryanto, Darban
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11620

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas kacang panjang yaitu dengan pengaplikasian pupuk organik cair dan pemangkasan pucuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pupuk organik cair dan waktu pemangkasan pucuk yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu waktu pemangkasan pucuk yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pemangkasan, pemangkasan 30 hst, dan pemangkasan 40 hst. Anak petak yaitu terdiri dari tiga aras yaitu urinkelinci, PGPR, dan biosaka. Data dianalisis menggunakan analysis of varian, dan uji lanjut Duncan’ Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada parameter panjang tanaman 30 HST, 35 HST, 40 HST, jumlah daun 35 HST, dan 40 HST. Pupuk organik cair urinkelinci menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot buah per tanaman, dan panjang polong dibandingkan dengan PGPR. Waktu Pemangkasan 30 HST menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, panjang polong, jumlah polong per petak, dan bobot polong per hektar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PEMBERIAN KONSENTRASI PGPR DAN WAKTU PEMANGKASAN PUCUK Nasution, Natasha Nurmala Dewi; Setyaningrum, Tuti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.11621

Abstract

Produktivitas buncis (Phaseolus vulgaris L.) dapat ditingkatkan melalui perawatan dan teknik budidaya antara lain dengan pemberian konsentrasi PGPR dan waktu pemangkasan pucuk yang baik. PGPR adalah singkatan dari Plant Growth Promoting Rhizhobacteria merupakan sejenis bakteri yang hidup di perakaran tanaman yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan penelitian untuk menentukan interaksi terbaik antara konsentrasi PGPR dan waktu pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Metode Penelitian yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR terdiri atas 3 taraf : 15 ml/L, 20 ml/L, dan 25 ml/L. Faktor kedua yaitu waktu pemangkasan terdiri dari 3 aras : 14 HST dan 28 HST, 14 HST dan 35 HST, serta 14 HST dan 42 HST. HST atau Hari Setelah Tanam mengacu pada usia tanaman yang dihitung sejak benih pertama kali ditanam. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi PGPR dan waktu pemangkasan terhadap parameter diameter batang 42 HST, waktu muncul bunga, dan jumlah polong per tanaman. Perlakuan waktu pemangkasan 14 dan 35 HST memberikan hasil terbaik pada diameter batang 42 HST, waktu muncul bunga, jumlah polong pertanaman dan berat kering berangkasan.
PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA JAMUR Metarhizium anisopliae UNTUK PENGENDALIAN URET Lepidiota stigma Pada Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale) solichah, chimayatus; Puspitasari, Dena Aisyah; Poerwanto, Mofit Eko; Supriyanta, Bambang; Hardiastuti, Siwi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.12199

Abstract

Metarhizium anisopliae dengan penambahan bahan organik digunakan sebagai pengendali hama uret Lepidiota stigma dan sekaligus sumber nutrisi M. anisopliae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan berbagai macam bahan organik pada jamur M. anisopliae untuk mengendalikan hama uret L. stigma pada tanaman jahe merah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPN “Veteran” Yogyakarta Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor + 1 kontrol dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis M. anisopliae yaitu 10 g/ 3 kg media tanam, 20 g/ 3 kg media tanam, dan 30 g/ 3 kg media tanam. Faktor yang ke dua adalah jenis bahan organik yaitu pupuk kascing, pupuk kotoran sapi dan pupuk kotoran kambing. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) Kontras Orthogonal dengan taraf 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis M. anisopliae 30 g/ 3 kg media tanam merupakan dosis yang paling baik dalam meningkatkan mortalitas uret, bobot segar akar dan volume akar serta menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. Penambahan pupuk kotoran sapi dan kotoran kambing mampu meningkatkan mortalitas uret dan menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. 
PERTUMBUHAN MIKROSTEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) PADA BERBAGAI KONSENTRASI NAPHTHALENE ACETIC ACID DAN BENZYL ADENINE SECARA IN VITRO Amin, Ja'far Taufik; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.13778

Abstract

Tanaman vanili merupakan komoditas rempah beraroma khas yang memiliki potensi besar yang dimanfaatkan diberbagai bidang. Perbanyakan vanili dapat secara in vitro untuk mendapatkan bibit yang seragam dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi NAA dan BA yang tepat pada mikrostek vanili. Penelitian menggunakan percobaan laboratorium yang disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA 1, 2, 3 mg/l dan faktor kedua adalah konsentrasi BA 1, 1,5, 2 mg/l. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Perlakuan NAA dan BA memiliki interaksi pada tinggi planlet dengan kombinasi 3 mg/l + 1 mg/l, 2 mg/l + 1 mg/l, dan 2 mg/l + 1,5 mg/l memberikan hasil paling baik. Konsentrasi NAA 2 mg/l dan 3 mg/l memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah tunas dan bobot segar planlet. Konsentrasi BA 1 mg/l memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah akar, panjang akar, dan bobot segar. BA 1,5 mg/l baik untuk pertumbuhan jumlah tunas, jumlah akar, dan bobot segar. BA 2 mg/l baik untuk waktu muncul tunas dan pertumbuhan jumlah tunas.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK BEBERAPA GENOTIPE TANAMAN CABAI RAWIT PUTIH (Capsicum frutescens L.) GENERASI F2 Hanif, Muhammad Arkanuddin; Wahyurini, Endah; Supriyanta, Bambang; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.14543

Abstract

Cabai rawit putih (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan tersebut adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman cabai melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genetik juga untuk mengetahui genotipe tanaman cabai rawit putih yang berpotensi dijadikan materi genetik generasi F3. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi 9 genotipe cabai rawit putih generasi F2 yaitu P6P7-1, P6P7-5, P6P7-7, P6P7- 8, dan P6P7-9. Data hasil pengamatan diolah menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Scott-Knott taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai KKG tinggi pada variabel tinggi insidensi penyakit gemini. Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada variabel umur berbunga dan insidensi penyakit virus gemini. Genotipe yang paling berpotensi untuk dijadikan materi genetik generasi F3 adalah P6P7-1.