cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
PENGARUH PEMBERIAN POC URIN KELINCI DAN PUPUK KASCING TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BULBIL PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Suwardi, Suwardi; Etantyo, Rahardian Yaumal; Padmini, Oktavia Sarhesti
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.9450

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok umbi. Budidaya porang tergolong mudah, tetapi dalam perkecambahan dan pertumbuhan bulbil porang membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka dari hal tersebut diperlukan usaha yang tepat salah satunya melakukan pemupukan menggunakan POC urin Kelinci dan pupuk kascing. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh POC urin kelinci dan pupuk kascing terhadap percepatan perkecambahan dan pertumbuhan bulbil porang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) faktorial (3x3 + 1 kontrol). Faktor pertama berupa dosis POC urin kelinci pada 3 taraf konsentrasi yang berbeda yakni 200 mL/L; 400 mL/L; 600 ml/L. Faktor kedua berupa dosis pupuk kascing pada 3 taraf dosis yaitu 12,5 g; 25 g; 37,5 g. Data dianalisis dengan Sidik Ragam taraf 5% dan DMRT (Duncan Multiple Range Test dilanjutkan dan Uji Contrast Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan POC urin kelinci 200 mL/L dan pupuk kascing 25 g berbeda nyata dibandingkan kontrol pada persentase tumbuh, luas daun (45 HST, 60 HST, dan 75 HST), bobot segar daun dan batang, bobot segar umbi, serta bobot kering 60 HST dan 75 HST. Terdapat interaksi pemberian POC urin kelinci konsentrasi 200 mL/L dan pupuk kascing 25 g pada persentase tumbuh, kecepatan bertunas, bobot segar tanaman utuh, bobot segar daun serta batang. Konsentrasi POC urin kelinci 200 mL/L memberikan hasil terbaik pada bobot kering tanaman porang 75 HST. Pemberian pupuk kascing pada semua dosis mendapatkan hasil yang sama baik.
STUDI PENGARUH PEMBERIAN ECO-ENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays var. sacharata sturt) Diyanti, Afri Rona; Thesiwati, Aslan Sari; Ermawati, Ermawati; Mahnia, Susi Putri
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.9728

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. sacharata sturt) merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi. Namun, produktivitas tanaman jagung manis masih dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat,  salah satunya yaitu  penggunaan eco-enzim. Eco enzim merupakan hasil proses fermentasi dari limbah berupa limbah sayuran dan buah-buahan ditambah gula dan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian eco-enzim terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays var. sacharata sturt) di kelurahan Kalumbuak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, sehingga terdapat total 24 satuan percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf signifikansi 5%, dan jika terdapat perbedaan nyata antarperlakuan, dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf signifikansi 5%. Perlakuan yang digunakan meliputi pemberian eco-enzim dengan konsentrasi 0 ml/l, 0,2 ml/l, 0,4 ml/l, 0,6 ml/l, 0,8 ml/l, dan 1 ml/l. Pemberian eco-enzim dengan konsentrasi 1 ml/l memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Produksi tertinggi yang dicapai adalah sebesar 19,49 ton/ha dengan pemberian eco-enzim 1 ml/l. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan eco-enzim pada dosis tersebut dapat meningkatkan produksi tanaman jagung manis secara signifikan. Kata kunci : Jagung manis, Eco-enzim, pertumbuhan, Produksi
PENGARUH PELAPISAN KITOSAN DAN TRICHODERMA TERHADAP SIFAT FISIOKIMIA CABAI MERAH KERITING SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Kafiya, Maftuh; Wicaksono, Danar
Jurnal Agrivet Vol 29 No 1 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i1.9996

Abstract

Produk pertanian seperti cabai merah keriting adalah produk perishable yaitu memiliki karakteristik yang mudah rusak dan melimpah saat panen sehingga perlu penanganan yang baik terkait pasca panennya. Teknik pengendalian berbasis sumber daya hayati nasional dan ramah lingkungan diperlukan untuk mengurangi residu penggunaan bahan kimia dan meningkatkan umur simpan produk secara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sifat fisik cabai merah terhadap pelapisan kitosan dan isolate Trichoderma selama penyimpanan. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan yang terdiri atas 5 perlakuan pelapisan, yaitu kontrol, kitosan 2,5%, Trichoderma, kitosan 2,5% + Trichoderma dan fungisida yang disimpan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan cabai merah keriting berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar air dan kadar vitamin C. Kombinasi pelapisan isolate Trichoderma + kitosan pada cabai merah keriting dengan penyimpanan suhu ruang mampu menekan kehilangan vitamin C dan susut bobot sebesar 16,7% sampai hari ke-8 penyimpanan.  
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AQUEOUS DAUN PEPAYA TERHADAP PEMBENTUKAN IMAGO, FEKUNDITAS DAN FERTILITAS Spodoptera frugiperda J. E. SMITH Rahmatilah, Cecep; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10126

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik mempunyai dampak negatif terhadap permasalahan resistensi dan resurgensi hama. Tanaman pepaya berpotensi sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak aqueous daun pepaya terhadap aktivitas biologis Spodoptera. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni hingga September 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 taraf perlakuan di antaranya 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% ekstrak daun pepaya. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Ekstrak aqueous daun pepaya dengan konsentrasi 1% merupakan perlakuan paling efisien untuk menurunkan tingkat fekunditas imago betina S. frugiperda akan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kemampuan pembentukan imago dan fertilitas telur S. frugiperda.
AKLIMATISASI TAHAP II ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MEDIA TANAM Hayuwandira, Selma; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10155

Abstract

Anggrek bulan sebagai salah satu tanaman yang popular mengalami penurunan produksi selama beberapa tahun terakhir. Produksi anggrek dapat dilakukan dengan cara kultur jaringan yang mana melalui tahap aklimatisasi. Aklimatisasi tahap II dilakukan dengan memindahkan tanaman dari kompot ke pot kecil. Penelitian bertujuan untuk menganalisis interaksi antara konsentrasi POC dan media tanam, menentukan konsentrasi POC dan media tanam untuk aklimatisasi tahap II anggrek bulan. Penelitian dilakukan dengan rancangan petak terbagi (split plot design) 2 faktor. Main Plot adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri atas 3 taraf yaitu 3 ml/L, 6 ml/L, dan 9 ml/L. Sub plot adalah media tanam dengan 3 taraf yaitu akar kadaka, pakis cacah, dan ijuk aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dan media tanam. Pemberian konsentrasi pupuk organik cair 3 ml/L lebih baik dari 9 ml/L pada parameter tinggi tanaman dan panjang daun terpanjang umur 56, 63, dan 70 HST. Perlakuan media tanam pakis cacah lebih baik dari ijuk aren pada parameter tinggi tanaman umur 63 dan 70 HST serta panjang daun terpanjang awal tanam dan 70 HST.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN KONSENTRASI GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN BABY Baihaqi, Izzati Kemal; Sasmita, Ellen Rosyelina; Setyaningrum, Tuti
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10811

Abstract

Produksi mentimun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah dikarenakan sistem budidaya yang kurang intensif dan efisien. Banyaknya bunga mentimun yang rontok juga menjadikan hasil mentimun kurang maksimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian menggunakan metode percobaan lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam 15, 20, dan 25 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi giberelin 100, 200, dan 300 ppm. Hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA, untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Pengujian antara perlakuan dengan kontrol diuji dengan Kontras Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang ayam dan pemberian konsentrasi giberelin pada parameter jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman. Perlakuan dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman. Perlakuan konsentrasi giberelin 200 ppm menunjukkan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Iycopersicum escuIentum MiII.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN FREKUENSI PEMBERIAN BAKTERI FOTOSINTESIS Zulhatta, Risqan Nabawi; Irawati, Endah Budi
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10901

Abstract

Tomat merupakan saIah satu komoditi pangan utama masyarakat dan mengaIami peningkatan konsumsi setiap tahunya. Pemberian pupuk kimia merupakan upaya yang diIakukan petani untuk meningkatkan hasiI tanaman tomat, namun pemberian pupuk kimia secara terus menerus membuat tanah menjadi rusak. Mengatasi kerusakan tanah yang disebabkan pupuk kimia diupayakan dengan meningkatkan bahan organik tanah. Agar potensi tanaman tomat dapat terjaga saIah satunya dengan penambahan bahan organik. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan frekuensi pemberian Bakteri Fotosintesis (PSB) dapat meningkatkan hasiI tanaman tomat. Metode peneIitian FaktoriaI (3 x 3) + 1, disusun dengan Rancangan Acak KeIompok Iengkap (RAKI). Faktor pertama yaitu konsentrasi POC 3 mL/L, 6 mL/Ldan 9 mL/L. Faktor kedua frekuensi pemberian PSB 5 hari sekaIi, 10 hari sekaIi dan 15 hari sekaIi. AnaIisis menggunakan sidik ragam taraf 5 % dan uji Ianjut Duncan MuItipIe Range Test (DMRT) taraf 5%. Untuk membandingkan antara perIakuan dengan kontroI diIakukan uji Kontras OrthogonaI. HasiI peneIitian menunjukkan terdapat interaksi antara kombinasi perIakuan konsentrasi POC 6 mL/L dengan frekuensi pemberian PSB 5 hari sekaIi pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 28 HST serta pada parameter jumlah buah per tanaman. PerIakuan POC dengan konsentrasi 6 mL/L memberikan hasiI Iebih baik pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 21 HST serta bobot buah per tanaman. PerIakuan PSB dengan frekuensi pemberian PSB 5 hari sekali memberikan hasiI Iebih baik pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 14 dan 21 HST serta pada parameter bobot buat per tanaman.
MORPHOLOGICAL IDENTIFICATION OF FUNGAL PATHOGENS ASSOCIATED WITH POST-HARVEST DISEASES Ulilalbab, Azizah Ridha; Cahyasita, Dhika; Pratiwi, Nova Wahyu; Ajri, Miftahul; Hanikaf, Uliyatul Muhmiroh; Kuncoro, Seto Agung
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.11001

Abstract

Post-harvest products are perishable and vulnerable to diseases that lead to quality deterioration and yield loss. One of the primary diseases found in most post-harvest products is caused by fungal pathogens. This study identified fungal pathogens associated with post-harvest products through morphological characterization. Fruit and vegetable samples were collected from traditional markets and fruit stores in Central Java. The results of fungal pathogens identification causing disease on post-harvest products showed that Pestalotiopsis sp and Neopestalotiopsis sp. were found on guava with white blackish mycelium, present concentric ring and blackspot, Aspergillus sp. on tomato with yellow-greenish mycelium, present concentric ring only, Botrytis sp. with grey mycelium and Rhizoctonia solani with white greyish mycelium and present of a concentric ring on apple, Rhizoctonia solani with greyish black and present of blackspot on mango, and Colletotrichum sp. with white greyish mycelium and present of a concentric ring, conidiomata and blackspot on citrus. This study concluded that the most fungal pathogens on post-harvest that we found were Pestaloptia sp., Rhizoctonia solani, Aspergillus sp., Botrytis sp., and Colletotrichum sp.
PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KUALITAS BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN DOSIS PUPUK KOMPOS Rahmawati, Olin; Herastuti, Heti; Wirawati, Tutut
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.11045

Abstract

Produksi bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang berkualitas dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara makro dan mikro saat pertumbuhan. PGPR merupakan pupuk hayati yang mengandung bakteri menguntungkan di perakaran tanaman yang dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara. Pengaplikasian PGPR dan pemberian pupuk kompos merupakan upaya untuk meningkatkan produksi bunga potong. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kompos yang paling baik untuk pertumbuhan, hasil, dan kualitas bunga matahari. Percobaan polibag menggunakan metode yang disusun dengan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan di setiap perlakuannya. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR, terdiri dari tiga taraf yaitu PGPR 5 ml/l, PGPR 10 ml/l, dan PGPR 15 ml/l. Faktor kedua dosis pupuk kompos, terdiri dari tiga taraf yaitu pupuk kompos 10 ton/ha, pupuk kompos 20 ton/ha, dan pupuk kompos 30 ton/ha. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antar perlakuan PGPR dan pupuk kompos. Perlakuan PGPR 10 ml/l memberikan hasil yang baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan lama kesegaran bunga. Perlakuan pupuk kompos 20 ton/ha memberikan hasil yang baik pada parameter jumlah daun, waktu muncul bunga utama, dan bobot 100 biji. Pupuk kompos 30 ton/ha memberikan hasil paling baik pada lama kesegaran bunga.