cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 29 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KARAKTER SISWA SMP I GUSTI NGURAH YUDA PRANATA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan keterampilan proses sains dan karakter siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung, (2) perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung, (3) perbedaan karakter siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung.Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah304 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 76 siswa. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan proses sains dan lembar observasi karakter siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan analisis MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa.(1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal keterampilan proses sains dan karakter siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung (F = 1,114; p
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BATUAN KALER KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR I WAYAN JAYA ANTARA .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, (2) mendeskripsikan kualitas media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, menurut expert judgement, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, (3) mendeskripsikan kepraktisan media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dan (4) mendeskripsikan efektivitas media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Jenis penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model ASSURE. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, metode kuesioner, dan metode tes/lembar soal objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) rancang bangun media presentasi pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard, (2) kualitas media presentasi pembelajaran menurut expert judgement ahli isi mata pelajaran adalah 82,85% (baik), expert judgement ahli desain pembelajaran adalah 84,44% (baik), expert judgement ahli media pembelajaran adalah 85,88% (baik). Kualitas media presentasi pembelajaran hasil uji coba perorangan adalah 87,44% (baik), hasil uji coba kelompok kecil adalah 94,41% (sangat baik), hasil uji coba lapangan adalah 89,35% (baik), (3) kepraktisan media presentasi pembelajaran dari keterlaksanaan media presentasi pembelajaran memperoleh skor 3,69 (sangat praktis). Respon tenaga pendidik terhadap media presentasi pembelajaran memperoleh skor 3,73 (sangat praktis) dan respon peserta didik terhadap media presentasi pembelajaran memperoleh skor 3,41 (praktis), dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) peserta didik antara sebelum (62,59) dan sesudah (76,17) menggunakan media presentasi pembelajaran.Kata Kunci : media presentasi pembelajaran, IPA, hasil belajar This study aims to (1) describe design of media presentation natural science in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency, (2) describe the quality of the media presentation of natural science in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency, according to expert judgment, the trial of individual, small group trial and field trials, (3) describe the practicality of learning media presentation natural sciences in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency, and (4) describe the effectiveness of the media presentation of natural science in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency. This research is research and development. The model used in the development of instructional media presentation is a model ASSURE. Data collected by the method of recording the document, questionnaires, and methods of test/booklet objective. Data were analyzed by using descriptive analysis of qualitative, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis techniques. The results indicated that (1) design developed instructional media presentation consisting of a needs analysis, determine the software, develop flowchart and storyboard, (2) the quality of presentation media expert learning according to expert judgment of the course content is 82.85% (good), expert judgment instructional design experts was 84.44% (good), instructional media expert of expert judgment is 85.88% (good). The quality of instructional media presentation of individual test results is 87.44% (good), the test results of small group was 94.41% (excellent), results of field trials was 89.35% (good), (3) the practicality of media presentation of materialize media learning instructional presentations given a score of 3.69 (very practical). The response of teacher to the media presentation of the learning obtained a score of 3.73 (very practical) and student response to media instructional presentations given a score of 3.41 (practical). (4) there are significant differences learning outcomes natural science between before (62.59) and after (76.17) using instructional media presentations.keyword : media presentation of learning, natural sciences, learning outcomes
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PUTU AYU WULANDARI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis 1) perbedaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung, 2) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung, 3) perbedaan keterampilan proses antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Ubud yang terdiri dari 231 siswa, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 66 siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis MANOVA dengan menggunakan uji lanjut LSD dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung (F = 1140,458b, p
PENINGKATAN SELF EFFICACY GURU DAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PELAKSANAAN LESSON STUDY I MADE ARDI BAYU SAPUTRA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kualitas pelaksanaan lesson study, (2) peningkatan self efficacy guru, dan (3) peningkatan kualitas pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru IPA SMP Negeri 4 Singaraja yang berjumlah 4 orang. Objek Penelitian ini adalah kualitas pelaksanaan lesson study, self efficacy guru, dan kualitas pembelajaran IPA. Data dikumpulkan dengan kuesioner, observasi, dan wawancara. Triangulasi dilakukan untuk keabsahan dan keajegan data. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas pelaksanaan lesson study di SMP Negeri 4 Singaraja berkualifikasi sangat baik, (2) self efficacy guru IPA mengalami peningkatan dari sebelum lesson study dengan nilai rata-rata 65,26 yang berada pada kualifikasi cukup dan setelah lesson study dengan nilai rata-rata 85,15 yang berada pada kualifikasi sangat baik (nilai gain ternomalisasi 0,60), dan (3) kualitas pembelajaran IPA mengalami peningkatan dari sebelum lesson study dengan nilai rata-rata 57,55 yang berada pada kualifikasi cukup dan setelah lesson study dengan nilai rata-rata 82,55 yang berada pada kualifikasi baik (nilai gain ternomalisasi 0,58).Kata Kunci : Kualitas pembelajaran IPA, lesson study, self efficay guru. This study aimed to describing (1) the quality of implementation of lesson study, (2) teacher’s self efficacy, and (3) quality of science learning. This study used case study approach. The method of study was descriptive qualitative. The subject of this study was science teachers in SMP Negeri 4 Singaraja which four teachers. The object of this research was quality of lesson study, teachers self efficacy and the quality of science learning. The data were collected trought questioner, observation, and journal. Triangulation was done for truth and relevancy all of the data. The result of study indicated that: 1) The quality of lesson study which was done in SMP Negeri 4 Singaraja is categorized as excallent, 2) self efficacy of science teacher was increase with the average 65.26 which categorized enough before lesson study and 85.15 which categorized excallent after lesson study (normalized gain score 0,60), and 3) quality of science learning was increase with the average 57.55 which categorized enough before lesson study and 82.55 which categorized good after lesson study (normalized gain score 0,58).keyword : Quality of science learning, lesson study, teacher’s self efficacy
KOMPARASI PENGARUH MODEL PBL DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA I MADE ARI WINANGUN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan PBL, discovery learning, dan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest only control group. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Amlapura tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIA 3, X MIA 4, dan X MIA 5. Data yang diperoleh dianalisis dengan MANOVA. Hasil analisis, menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah fisika dan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan PBL, discovery learning, dan model pembelajaran langsung (F=19,742; p
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains berseting Inquiry berbantuan Peta Konsep untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMP kelas VIII ABDUL MALIK FAJAR .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran sains (IPA) dengan seting model pembelajaran Inquiry berbantuan Peta Konsep yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan Pemahaman Konsep siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan One Shot Case Study. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji-t satu ekor (pihak kanan). Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,78, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,54, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dengan thitung sebesar 2,003 dan ttabel sebesar 1,69 (thitung > ttabel), Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sains (IPA) dengan seting model pembelajaran Inquiry berbantuan Peta Konsep telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.Kata Kunci : Inquiry, Peta Konsep, Pemahaman Konsep This research aimed to produce a science learning device that valid, practical, and effective using setting of inquiry learning model assisted by concept mapping to improve the student’s conceptual understanding. Development of science learning device was refers to 4-D model of development with steps: define, design, develop, and dissemination. But, this research done until develops stage. Data was collected using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The method of data analysis used quantitative descriptive analysis for the validity and practicality of learning tools. Effectiveness of learning devices was using one shot case study design. The effectiveness of the learning device was analyzed by one tail t-test. The result of this research were: (1) this learning devices was very valid with an average score of 3.78, (2) this learning devices was very practical with an average score of 3.58, (3) the result of effectiveness test showed that this learning devices was effective to improve student’s concept understanding, got tcount = 2.003 and ttable = 1.69 (tcount > ttable). Based on the results of this research concluded that the science learning device by setting inquiry learning model assisted by concept mapping was valid, practical, and effective to improve student’s concept understanding.keyword : Inquiry, Concept Mapping, Conceptual Understanding
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN EFIKASI DIRI SISWA SMA AYU SRI WIDYANTINI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan: (1) perbedaan pemahaman konsep biologi dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemblajaran kooperatif tipe TPS, (2) perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, (3) perbedaan dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemeblajaran kooperatif tipe TPS. Jenis penelitian ini termasuk kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah semua siswa kelas X3 dan X5 SMA N 1 Sukawati tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil analis menyatakan sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemebelajaran kooperatif tipe TPS ( F=3,830; p
PENGARUH PEMBUATAN PARTICIPATORY VIDEO BERBASIS LANSKAP BUDAYA SUBAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SALINGTEMAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA DITINJAU DARI KEMAUAN KERJA SAMA THALIA PRASETYA .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar antara siswa yang membuat participatory video (PV) berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas (sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat) dengan siswa yang tanpa membuat PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas serta mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemauan kerja sama terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa kelas X di SMA N 2 Mengwi tahun ajaran 2015/2016 dan dipilih empat kelas sebagai sampel. Data dianalisis dengan uji analisis varians (ANAVA) dan dilanjutkan uji Scheffe jika ditemukan pengaruh interaksi. Dari analisis data, menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara siswa membuat PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas dengan siswa yang tanpa membuat PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas dan hasil uji juga menunjukkan adanya pengaruh pembuatan PV berbasis lanskap budaya subak melalui model pembelajaran salingtemas dan kemauan kerja sama terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembuatan PV berbasis lanskap budaya subak dapat meningkatkan hasil belajar serta membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.Kata Kunci : participatory video, subak, salingtemas, hasil belajar This study aimed at describing and explaining the difference of learning achievement between students that made participatory video (PV) based on subak landscape through SETS (sains, environment, technology and society) learning model and students that did not make any PV based on subak landscape through SETS learning model as well as describing and explaining the influence of interaction between the learning models and cooperation willingness towards students learning achievement. This study was an experiment research using Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of the study was tenth grade students of SMA N 2 Mengwi in the academic year 2015/2016 and four class were selected as the sample. The data was analyzed by ANAVA test and continued by Scheffe test if the influence of interaction was found. From data analysis, indicated the difference of learning achievement between students that made PV based on subak landscape through SETS learning model and students that did not make any PV based on subak landscape through SETS learning model and the test result showed there was influence of PV making based on subak landscape through SETS learning model and teamwork willingness towards students learning achievement. From the result can be concluded that PV making based on subak landscape can improve learning achievement and make learning process become more meaningful.keyword : participatory video, subak, SETS, learning achievement
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA SURAYANAH .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini tergolong eksperimen semu pada siswa kelas X SMA N 1 Seririt tahun pelajaran 2015/2016. Berdasarkan hasil uji kesetaraan kelas, digunakan rancangan eksperimen post test only control group design untuk dua kelompok sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perbedaan keterampilan proses sains dan kemampuan pemecahan masalah siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning dan konvensional (F=70,253;p
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN KELAS DAN KUALITAS INTERAKSI KELAS MELALUI PELAKSANAAN LESSON STUDY I NENGAH GUNADA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) kualitas pelaksanaan lesson study; 2) peningkatan kemampuan pengelolaan kelas guru IPA dan kualitas interaksi kelas. Subjek penelitian ini adalah 2 guru IPA dan satu buah kelas VIII di SMP Negeri 6 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Objek penelitian adalah kemampuan pengelolaan kelas, kualitas interaksi kelas, dan kualitas lesson study. Jenis penelitian ini adalah case study dengan analisis deskriftif kualitatif. Kualitas lesson study, diperoleh melalui observasi plan, do, dan see. Kemampuan pengelolaan kelas (KPK) dan kualitas interaksi kelas (KIK) diperoleh dengan angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kualitas pelaksanaan lesson study sangat baik. 2) Terdapat peningkatan kemampuan pengelolaan kelas guru IPA dan kualitas interaksi kelas di SMP Negeri 6 Singaraja sebelum dan setelah lesson study. Kata Kunci : Interaksi Kelas, Lesson Study, Pengelolaan Kelas. The study aimed to describing: 1) quality of implementation lesson study; 2) improvement of science teacher classroom management ability and classroom interaction quality. The subject was two science teacher and one VIII Class at SMP Negeri 6 Singaraja on 2015/2016 academic years. The object was classroom management ability, classroom interaction quality, and quality of lesson study. The kind of study was case study by qualitative descriftive analized. Classroom management ability and classroom interaction quality was measured by observation, interview, and questioner. The result of study is: 1) the quality of lesson study is excellent. 2) There were improvement of science teacher classroom management ability and classroom interaction quality at SMP Negeri 6 Singaraja before and after lesson study.keyword : Clasroom Interaction, Lesson Study, Classroom Management

Page 1 of 3 | Total Record : 29