cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
ISSN : 24428051     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Perilaku Adiksi Game-online Ditinjau dari Efikasi Diri Akademik dan Keterampilan Sosial pada Remaja di Surakarta Christy Pratiwi, Pradipta; Andayani, Tri Rejeki; Karyanta, Nugraha Arif
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Adiksi Game-online Ditinjau dari Efikasi Diri Akademik dan Keterampilan Sosial pada Remaja di Surakarta     Behavior Online Game Addiction Viewed from Academic Self Efficacy and Social Skills among Adolescent in Surakarta     Pradipta Christy Pratiwi, Tri Rejeki Andayani, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Perkembangan internet menyuguhkan banyak penawaran yang menarik, alih-alih menggunakan internet untuk menyelesaikan tugas sekolah  atau pekerjaan, kenyataannya banyak yang beralih pada game online. Remaja membutuhkan efikasi diri akademik dan keterampilan sosial untuk memenuhi tanggung jawab perkembangannya dalam berprestasi dan relasi sosial yang positif, perilaku adiksi game-online pada remaja yang marak saat ini diduga berhubungan dengan kurangnya kompetensi-kompetensi tersebut dalam diri remaja. Tujuan penelitian ini adalah            1) mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dan keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online pada remaja di Surakarta; 2) mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan perilaku adiksi game-online pada remaja di Surakarta; dan 3) mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online pada remaja di Surakarta. Populasi penelitian ini adalah remaja di Kota Surakarta yang memiliki karakteristik yaitu usia 13-18 tahun (masih duduk di bangku SMP sampai dengan SMA) dan mengalami kecanduan game-online (Young,  2004). Subjek penelitian ini sejumlah 76 remaja yang secara kebetulan di lima game center yang terletak Surakarta. Sampling yang digunakan adalah purposive incidental samping. Instrumen penelitian ini menggunakan Game-online Addiction Test yang mengacu pada Internet Addiction Test (Young, 1998) dengan 17 aitem valid dan reliabilitas 0,802. Skala Efikasi Diri Akademik menggunakan modifikasi dan adaptasi dari College Academic Self Efficacy Scale (Froman & Owen, 1988) dengan 29 aitem valid dan reliabilitas 0,828. Skala Keterampilan Sosial dengan 23 aitem valid dan reliabilitas 0,813. Perhitungan dengan analisis regresi berganda menghasilkan nilai Fhit 10,412 > Ftab 3,114 dan                       p = 0,000 (p < 0,05) serta R 0,471. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa ada hubungan antara efikasi diri akademik dan keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online. Arah hubungan kedua variabel prediktor dengan variabel kriterium adalah negatif, dengan nilai rpar x1y = -0,363  (p = 0,001; p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara efikasi diri akademik dengan perilaku adiksi game-online. Nilai rpar x2y = -0,289 (p = 0,012;  p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online. Nilai R square 0,222 berarti efikasi diri akademik dan keterampilan sosial secara bersama-sama memberikan kontribusi 22,2% pada perilaku adiksi game-online. Kontribusi efikasi diri akademik sebanyak 13,5% dan keterampilan sosial 8,7% untuk variabel perilaku adiksi game-online.   Kata kunci: perilaku adiksi game-online, efikasi diri akademik, keterampilan sosial, remaja
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Annisa P, Noor Fitriana; Wiyanti, Sri; Priyatama, Aditya Nanda
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA     CORRELATION BETWEEN SELF-EFFICACY AND ACADEMIC PROCRASTINATION ON THE STUDENTS OF PSYCHOLOGY DEPARTMENT SEBELAS MARET UNIVERSITY SURAKARTA     Noor Fitriana Annisa Putri, Sri Wiyanti, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Mahasiswa sebagai bagian dari institusi pendidikan dituntut untuk mampu berprestasi dengan optimal, dan selalu dihadapkan dengan tugas-tugas yang bersifat akademik maupun non akademik. Tugas yang banyak, deadline, perkuliahan, dan kegiatan non akademik yang semuanya memerlukan kerja keras untuk memenuhi target waktu yang telah ditetapkan. Kondisi ini membuat mahasiswa rentan melakukan prokrastinasi akademik yang ditandai dengan kelambanan, keterlambatan menghadiri kuliah, terlambat dalam menyelesaikan tugas hingga menunda belajar untuk ujian. Individu yang memiliki self-efficacy rendah dapat meningkatkan perilaku prokrastinasi akademik individu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel diambil dengan kriteria mahasiswa angkatan 2008, 2009 dan 2010 yang masih aktif kuliah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment. Hasil analisis  menggunakan teknik korelasi product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,488 serta taraf sigifikansi 0,000 < 0,05. Hasil analisis tersebut, dapat dikemukakan ada hubungan negatif antara self-efficacy dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sumbangan self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik sebesar 23,8%.   Kata kunci: self-efficacy, prokrastinasi akademik
Hubungan antara Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Ayu Wardhani, Yashinta; Wiyanti, Sri; Hardjajani, Tuti
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Guru merupakan komponen yang penting dalam proses belajar mengajar, karena mutu hasil pendidikan sangat tergantung dari kemampuan kerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Upaya untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi interpersonal yang baik antara guru dengan seluruh komponen sekolah dan meningkatkan motivasi berprestasi yang dimiliki guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dengan kinerja guru, hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru, dan hubungan antara komunikasi interpersonal dan motivasi berprestasi dengan kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Populasi dalam penelitian ini adalah guru kelas di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 23 sekolah. Sampling menggunakan purposive cluster random sampling, sehingga diperoleh 10 sekolah yang terdiri dari 48 guru yang  memenuhi syarat sebagai sampel. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah skala kinerja guru, skala komunikasi interpersonal, dan skala motivasi berprestasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda, dan selanjutnya digunakan analisis korelasi parsial. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kinerja guru dengan koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,452, p<0,05, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (rx2y) sebesar 0,167, p>0,05. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,773, p<0,05 dan F Hitung 33.409 > F Tabel 3,204. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dan motivasi berprestasi dengan kinerja guru. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,598 atau 59,8%, terdiri atas sumbangan efektif komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru sebesar 45,75% dan sumbangan efektif motivasi berprestasi terhadap kinerja guru sebesar 14,05%. Ini berarti masih terdapat 40,2% variabel lain yang turut mempengaruhi kinerja guru.   Kata Kunci: komunikasi interpersonal, motivasi berprestasi, kinerja guru.
Hubungan Antara Job Insecurity dan Konflik Peran dengan Performansi Kerja Karyawan di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Wijayanti Setiawan, Paulina; Yusuf, Munawir; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Job Insecurity dan Konflik Peran dengan Performansi Kerja Karyawan di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo       Relationship Between Job insecurity and Role Conflict with Work Performance of the Employees in Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo     Paulina Wijayanti Setiawan, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Pencapaian tujuan organisasi untuk bertahan dalam era globalisasi akan terlaksana bila karyawan menunjukkan performansi kerja yang baik. Diperlukan strategi peningkatan performansi kerja secara terus-menerus. Apabila strategi yang ditetapkan tidak direncanakan dan dilaksanakan dengan optimal justru akan berdampak negatif, salah satunya timbul job insecurity. Job insecurity yang dirasakan karyawan dalam jangka panjang akan berdampak pada performansi kerjanya. Ditambahkan dalam suatu organisasi kecenderungan terjadinya konflik peran tidak dapat dihindarkan. Konflik peran akan berpengaruh negatif terhadap performansi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dan konflik peran dengan performansi kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo sejumlah 62 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive quota sampling, dengan kriteria subjek adalah karyawan berusia minimal 20 tahun, masa kerja minimal 6 bulan, dan latar belakang pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala job insecurity dengan reliabilitas 0,872, skala konflik peran dengan reliabilitas 0,818, dan skala performansi kerja dengan reliabilitas sebesar 0,892. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda, diperoleh nilai p sebesar 0,000 < 0,05 dan Fhitung = 48,300 > Ftabel = 3,153 serta R sebesar 0,788. Hal ini berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara job insecurity dan konflik peran dengan performansi kerja. Nilai koefisien determinan (R Square) sebesar 0,621 artinya job insecurity dan konflik peran secara bersama-sama memberi sumbangan efektif (SE) sebesar 62,1% terhadap performansi kerja. Dengan sumbangan masing-masing 34,35% untuk variabel job insecurity dan 27,74% untuk konflik peran. Kata kunci: performansi kerja, job insecurity, konflik peran.
Kenakalan Remaja ditinjau dari Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMAN Se-Surakarta Kuswidyas Rini, Ihdiati; Hardjajani, Tuti; Adi Nugroho, Arista
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan Remaja ditinjau dari Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMAN Se-Surakarta     Juvenile Deliquency Observed From Emotional Intellegence And Self Adjustment on The Students Of All SMAN Surakarta   Ihdiati Kuswidyas Rini, Tuti Hardjajani, Arista Adi Nugroho Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret   ABSTRAK   Kenakalan remaja merupakan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma- norma yang ada. Kecerdasan emosi mampu membantu remaja mengontrol sikap dan tingkah lakunya agar terhindar dari kenakalan remaja. Sedangkan keberhasilan remaja menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mengarahkan remaja untuk berperilaku adaptif dan tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. Remaja yang mampu mengontrol emosi dan tingkah lakunya serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan kecerdasan emosi dan penyesuaian diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMAN Se-Surakarta; 2) Hubungan kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja pada siswa SMAN Se-Surakarta; 3) Hubungan penyesuaian diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMAN Se-Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN Se-Surakarta di 8 Sekolah. Penelitian ini menggunakan sampel yang berjumlah 7 sekolah yaitu 625 siswa. Teknik Sampling menggunakan Multi Stage Cluster Random Sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kenakalan Remaja dengan validitas sebesar 0,311-0,540  dan Reliabilitas Alpha 0,729; Skala Kecerdasan Emosi dengan validitas 0,305-0,538 dan Reliabilitas Alpha 0,723; Skala Penyesuaian Diri dengan validitas 0,313-0,584 dan Reliabilitas Alpha 0,731. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi dua prediktor diperoleh nilai koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,566 (p=0,000; p<0,05) dan F hitung 146,338>F Tabel 3,010207. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dan penyesuaian diri dengan kenakalan remaja. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kenakalan remaja dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,259 dengan (p=0,870; p>0,05); dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penyesuaian diri dengan kenakalan remaja yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0.280 dengan (p=0,000; p<0,05). Kata Kunci: kecerdasan emosi, penyesuaian diri, kenakalan remaja
Proses Penerimaan Anak (Remaja Akhir) terhadap Perceraian Orangtua dan Konsekuensi Psikososial yang Menyertainya ., Aminah; Andayani, Tri Rejeki; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Penerimaan Anak (Remaja Akhir) terhadap Perceraian Orangtua dan Konsekuensi Psikososial yang Menyertainya     Processes of Adolescents Acceptance to Divorce and Psychosocial Consequence that Attended     Aminah, Tri Rejeki Andayani, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Penerimaan terhadap perceraian orangtua adalah suatu hal yang tidak dapat dicapai secara spontan oleh anak dengan orangtua bercerai, tetapi melewati tahapan-tahapan tertentu terkait dengan kehidupan pasca perceraian, termasuk berbagai konsekuensi atau dampak yang dirasakan baik dampak psikologis maupun dampak sosial yang menyertainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerimaan anak (remaja akhir) terhadap perceraian orangtua serta dampak yang dirasakan baik dampak psikologis maupun dampak sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, pengumpulan data dilakukan dengan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan kriteria yaitu remaja akhir yang mengalami perceraian orangtua dan usia antara 18-21 tahun. Proses penelusuran subjek dilakukan dengan dengan mendatangi subjek dari orang ke orang dengan bantuan Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerimaan remaja akhir terhadap perceraian orangtua berbeda-beda pada setiap individu terkait dengan tahapan yang dilalui. Tahapan-tahapan tersebut meliputi tahap penolakan (denial), tahap marah (anger), tahap penawaran (bargaining), tahap depresi (depression), tahap penerimaan (acceptance), tahap rekonstruksi (reconstruction), dan tahap depresi berulang (intermitten depression). Dalam penelitian ini, ketiga subjek mengalami tahapan yang sama, yaitu tahap penolakan, tahap kemarahan, tahap depresi, tahap penerimaan, dan tahap depresi berulang. Tahapan penerimaan yang dialami masing-masing individu akan membedakan bagaimana individu menjalani proses penerimaan terhadap perceraian orangtua, termasuk konsekuensi/dampak psikologis yang meliputi dampak kognisi, dampak emosi, dampak konasi/psikomotor maupun dampak sosial yang menyertainya.   Kata kunci: Penerimaan, Konsekuensi Psikososial, Remaja Akhir yang Mengalami Perceraian Orangtua
Hubungan antara Kualitas Interaksi Atasan-Bawahan dan Quality of Work Life dengan Organizational Citizenship Behavior Karyawan PT. Air Mancur Palur Karanganyar Amalian FA, Fithatue; Hardjajani, Tuti; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Kualitas Interaksi Atasan-Bawahan dan Quality of Work Life dengan Organizational Citizenship Behavior Karyawan PT. Air Mancur Palur Karanganyar   The Relationship between Superior-Subordinate Interaction Quality and Quality of Work Life with Organizational Citizenship Behavior on The Employees of PT Air Mancur Palur Karanganyar   Fithatue Amalia Fatla Aini, Tuti Hardjajani, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret   ABSTRAK   Organizational citizenship behavior merupakan perilaku karyawan secara sukarela di luar tanggungjawab dalam jobdescription. Kurangnya organizational citizenship behavior yang dimunculkan karyawan akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan perusahaan dengan maksimal. Faktor yang mempengaruhi organizational citizenship behavior diantaranya adalah faktor kelompok dan faktor organisasional. Kualitas interaksi atasan-bawahan merupakan salah satu faktor kelompok yang diasumsikan berhubungan dengan organizational citizenship behavior. Semakin baik kualitas interaksi atasan-bawahan maka semakin tinggi organizational citizenship behavior. Faktor organisasional yang diasumsikan berhubungan dengan organizational citizenship behavior salah satunya adalah quality of work life. Karyawan yang merasakan quality of work life diharapkan terdorong untuk memunculkan organizational citizenship behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dan quality of work life dengan organizational citizenship behavior, hubungan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dengan organizational citizenship behavior, serta hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior. Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan PT Air Mancur sejumlah 732 orang. Sampel penelitian adalah karyawan PT Air Mancur sejumlah 91 karyawan. Sampling menggunakan disproportionate stratified random sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Skala Organizational Citizenship Behavior Fox and Spector, Skala LMX, dan Skala Quality of Work Life Wayne. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda, diperoleh p-value sebesar 0,00 < 0,05 dan Fhitung 64,820 > Ftabel= 3,09 serta R sebesar 0,772. Hal ini berarti ada hubungan positif yang signifikan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dan quality of work life dengan organizational citizenship behavior. Hasil korelasi parsial menunjukkan terdapat pula hubungan positif yang signifikan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dengan organizational citizenship behavior sebesar 0,392. Demikian juga terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior sebesar 0,389. Kata kunci : organizational citizenship behavior, kualitas interaksi atasan-bawahan, quality of work life.
Hubungan antara Regulasi Emosi dan Komunikasi Interpersonal dengan Kemampuan Bekerjasama pada Tim Basket SMA di Surakarta yang Mengikuti Kompetisi Honda DBL (Development Basketball League) Novarida, Tegar; ., Hardjono; Agustin, Rin Widya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Regulasi Emosi dan Komunikasi Interpersonal dengan Kemampuan Bekerjasama pada Tim Basket SMA di Surakarta yang Mengikuti Kompetisi Honda DBL (Development Basketball League)       The Correlation between Emotional Regulation and Interpersonal Communication toward Cooperation Skill on Senior High School Basketball Teams in Surakarta which Following Honda DBL (Development Basketball League) Competition     Tegar Novarida, Hardjono, Rin Widya Agustin Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret     ABSTRAK   Setiap tim mempunyai tujuan yang harus dicapai. Kemampuan bekerjasama merupakan salah satu hal penting untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Banyak kendala yang akan dijumpai dalam bekerjasama karena adanya perbedaan dari setiap anggota tim. Regulasi emosi dan komunikasi interpersonal merupakan faktor personal yang terkait dengan kemampuan bekerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan komunikasi interpersonal dengan kemampuan bekerjasama pada tim basket SMA di Surakarta yang mengikuti kompetisi Honda DBL. Populasi penelitian ini adalah tim basket SMA di Surakarta yang mengikuti kompetisi Honda DBL. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala kemampuan bekerjasama, skala regulasi emosi, dan skala komunikasi interpersonal. Analisis  data menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-test=15,523, p<0,05, dan nilai R= 0,563, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan komunikasi interpersonal dengan kemampuan bekerjasama pada tim basket SMA di Surakarta yang mengikuti kompetisi Honda DBL. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rx1y = 0,264; p<0,05, artinya ada hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan kemampuan bekerjasama. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi kemampuan bekerjasama. Nilai rx2y = 0,375; p<0,05, menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kemampuan bekerjasama. Semakin tinggi komunikasi interpersonal maka semakin tinggi kemampuan bekerjasama. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,317 atau 31,7%, terdiri atas sumbangan efektif regulasi emosi terhadap kemampuan bekerjasama sebesar 11,83% dan sumbangan efektif komunikasi interpersonal terhadap kemampuan bekerjasama sebesar 19,84%. Ini berarti masih terdapat 68,3% faktor lain yang mempengaruhi kemampuan bekerjasama selain regulasi emosi dan komunikasi interpersonal. Kata kunci: kemampuan bekerjasama, regulasi emosi, komunikasi interpersonal, tim basket SMA.
Hubungan Antara Penyesuaian Diri dengan Work Engagement Karyawan The Sunan Hotel Surakarta Mayasakti, Sekar; Hardjajani, Tuti; Nanda Priyatama, Aditya
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Penyesuaian Diri dengan Work Engagement Karyawan The Sunan Hotel Surakarta The Relationship Between Self Adjustment to Work Engagement on The Employees of The Sunan Hotel Surakarta   Sekar Mayasakti, Tuti Hardjajani, Aditya Nanda Priyatama Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran UNS   ABSTRAK   Perusahaan yang bertanggungjawab, berupaya memelihara kesinambungan bisnis serta eksistensi jangka panjang dengan menetapkan visi, misi dan tujuan perusahaan sejak awal pendirian perusahaan. Keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan sangat dipengaruhi oleh peran dan kinerja sumber daya manusia perusahaan, yaitu para pegawai. Salah satu indikasi dari kualitas sumber daya manusia tersebut dapat dilihat dari work engagement. Sebelum karyawan mampu menampilkan performa kinerja melalui sikap work engagement, diharapkan karyawan memiliki kemampuan dalam hal penyesuaian diri yang baik agar dapat diterima dan berinteraksi secara positif di lingkungan kerja. Aspek-aspek penyesuaian diri yang digunakan dalam penelitian ini sangat berkaitan erat dengan personal resources yang merupakan prediktor work engagement. Karyawan dengan kemampuan penyesuaian diri yang positif, memiliki pola pikir yang rasional dan mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara apa yang menjadi kebutuhannya tanpa mengesampingkan norma perusahaan. Selain itu, karyawan dengan kestabilan emosi yang dimiliki akan mendukung karyawan untuk merasa nyaman terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya, sehingga memungkinkan terwujudnya kinerja yang optimal serta tercapainya tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan work  engagement karyawan The Sunan Hotel Surakarta. Subjek dalam penelitian ini merupakan karyawan The Sunan Hotel Surakarta sejumlah 60 karyawan. Sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling, dengan memperhatikan proporsi sampel tiap departemen. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala work engagement dengan jumlah aitem valid 28 dan reliabilitas 0,954 dan skala penyesuaian diri sejumlah 21 aitem valid dengan reliabilitas 0,916. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,698 dengan nilai signifikansi= 0,000 < p= 0,05, artinya hubungan antara penyesuaian diri dengan work engagement karyawan The Sunan Hotel Surakarta adalah signifikan. Nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,488. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel penyesuaian diri mampu memberikan kontribusi terhadap work engagement sebesar 48,8%, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara penyesuaian diri dengan work engagement karyawan The Sunan Hotel Surakarta telah terbukti.   Kata kunci: work engagement, penyesuaian diri.
Hubungan antara Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan Motivasi Berprestasi Kharisia Equata, Zhaifa; Yusuf, Munawir; Rejeki Andayani, Tri
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan Motivasi Berprestasi       The Relationship between Perception of Junior Taekwondo Athletes in Training Program with Achievement Motivation     Zhaifa Kharisia Equata, Munawir Yusuf, Tri Rejeki Andayani Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret     ABSTRAK   Motivasi berprestasi adalah dorongan untuk mengerjakan sesuatu supaya menjadi lebih baik atau lebih efisien dari sebelumnya. Persepsi atlet taekwondo junior pada program latihan adalah penilaian, penafsiran dan pandangan atlet junior terhadap pelaksanaan pedoman latihan yang telah direncanakan oleh pelatih. Atlet junior yang pernah mengalami kegagalan saat bertanding, pada kejuaraan selanjutnya akan mengalami kondisi bahwa atlet takut gagal lagi. Adanya dukungan dari pengurus, pelatih serta teman-teman latihan akan menambah semangat serta motivasi atlet, maka ketakutan akan kegagalan berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi atlet taekwondo junior pada program latihan dengan motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan studi populasi 50 atlet taekwondo junior Kota Surakarta, dengan ciri usia 13-18tahun dan aktif mengikuti latihan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Persepsi Atlet Taekwondo Junior pada Program Latihan dengan validitas 0,302 – 0,886 serta reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,949 dan Skala Motivasi Berprestasi dengan validitas 0,452 – 0,873 serta reliabilitas Cronbach’s Alpha 0,962. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,531; p = 0,000 (p < 0,05) artinya ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi atlet taekwondo junior pada program latihan dengan motivasi berprestasi pada atlet taekwondo junior. Semakin positif persepsi pada program latihan, maka akan semakin tinggi motivasi berprestasi pada atlet taekwondo junior. Kata kunci: persepsi pada program latihan, motivasi berprestasi, atlet taekwondo junior

Page 2 of 21 | Total Record : 203


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 1 Jun (2021): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 5, No 1 Jun (2016): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 4, No 4 Mar (2016): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 4, No 4 Mar (2016): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 4, No 3 Des (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 4, No 2 Sep (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 4, No 1 Jun (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 4, No 1 Jun (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 4 Mar (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 4 Mar (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 3 Des (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 3 Des (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 2 Sep (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 2 Sep (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 1 Jun (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 3, No 1 Jun (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 5 Mar (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 5 Mar (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 4 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 4 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 3 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 3 Des (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa More Issue