cover
Contact Name
Rahmi Mulyasari
Contact Email
rahmi.mulyasari@eng.unila.ac.id
Phone
085266795393
Journal Mail Official
jss.lppm@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung Gedung Rektorat Lt. 5 Universitas Lampung Jl. Prof . Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25501089     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jss
Jurnal Sakai Sambayan menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sivitas akademik Perguruan Tinggi di Indonesia dalam sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk semua proses dari submisi sampai dengan publikasi online di Jurnal Sakai Sambayan tidak dikenakan biaya apapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 656 Documents
PENDAMPINGAN PENCARIAN ZONA PROSPEK AIR TANAH MELALUI PENGUKURAN GEOLISTRIK DI PERUMAHAN GREEN KEMILING RESIDENCE, BANDAR LAMPUNG Darmawan, I Gede Boy; Rustadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i1.597

Abstract

Peningkatan laju pertumbuhan penduduk seiring dengan kebutuhan permukiman menjadi tantangan bagi Kota Bandar Lampung khususnya Kecamatan Kemiling untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu sumber utama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih adalah melalui air tanah. Namun dampak perubahan iklim, degradasi kawasan hutan primer di Gunung serta meningkatnya pemanfaatan mata air menjadikan sumber air tersebut menjadi tidak memadai. Kegiatan pengabdian ini, bertujuan membantu memecahkan masalah dengan pencarian zona prospek melalui pengukuran geolistrik. Metode geolistrik pada kegiatan ini menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan AB/2 bergeser dari 1,5 sampai bentangan 250 m. hasil pengukuran di 6 titik pendugaan didominasi oleh hambatan jenis 105 – 650 Ohm m berkaitan dengan material resistif disebabkan oleh material vulkanik Gunung. Nilai hambatan jenis pasir 250 Ohm m, di saat saturasi air mencapai 8%, dan 150 Ohm dengan saturasi air 12%. Penurunan hambatan jenis secara cepat terjadi saat saturasi 20%, dengan nilai hambatan jenis 65 Ohm m. berdasarkan perilaku material pasir dan pengaruh kehadiran air, terdapat kedalaman direkomendasikan untuk titik SPN 3, SPN 4 dan SPN 5. Kedalaman zona prospek air tanah di titik SPN 3 ditafsirkan pada kedalaman 50 – 70 m. Titik SPN 4 dan SPN 5 berada di kedalaman lebih dari 100 m. Hasil kegiatan ini mampu memberikan manfaat dalam mengidentifikasi posisi keberadaan air tanah dan rekomendasi lokasi titik pemboran.
PENYULUHAN MANAJEMEN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI DESA LUNYUK REA KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh .
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.529

Abstract

Komoditas perikanan air tawar sangat bernilai ekonomis. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi pada ikan yang dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari sehingga tak mengherankan budidaya sebagai industri yang dapat meraup keuntungan. Maka dari itu, budidaya menjadi sektor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dusun Karang Anyar telah menjadi pusat produksi budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea dengan luas lahan 1.942 m2. Meskipun budidaya ikan air tawar telah berkembang namun manajemen kualitas air budidaya belum dipahami oleh kelompok pembudidaya ikan Karamel Indah. Oleh karena itu melalui kegiatan penyuluhan ini diharapakn dapat meningkatkan pemahaman kelompok pembudidaya ikan tentang manajemen kualitas air untuk sistem budidaya yang berkelanjutan. Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa telah melakukan penyuluhan dan pendampingan di desa Lunyuk Rea pada bulan Maret 2022 dengan tema Manajemen Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar, langkah strategis dan permasalahan dan sasaran yaitu kelompok pembudidaya Karamel Indah. Berdasarkan diskusi maupun komunikasi selama penyuluhan dan pendampingan, perlu adanya demplot budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea Kabupaten Sumbawa sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran masyarakat.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LATEKS MENJADI PRODUK KEPADA PETANI KARET DI DESA SUNGAI LANGKA, KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Savetlana, Shirley; Sukmana, Irza; Supriadi, Harnowo; Zulhanif, Zulhanif; Saputra, Rizal Adi; Iza, Abdillah; Riofasesi, Daffa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.564

Abstract

Luas perkebunan karet di Indonesia menurut data statistik adalah pada peringkat ketiga terbesar setelah sawit dan kelapa. Namun demikian petani karet masih sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka antara lain karena para petani menjual karet dalam bentuk lateks yang digumpalkan atau karet mentah. Sementara Indonesia walaupun merupakan negara pengekspor karet tapi juga sampai saat ini masih mengimpor karet jenis tertentu. Jika harga karet ditingkat petani tidak ada peningkatan maka petani akan sangat sulit memenuhi kebutuhannya maka lama kelamaaan, petani mungkin akan mengganti tanaman karet dengan tanaman lain sehingga produksi karet di Indonesia akan terus berkurang. Tim pengabdi dari Teknik Mesin Universitas Lampung menganggap hal ini penting sekali untuk dicarikan solusinya. Salah satu solusinya yaitu dengan cara meningkatkan pemahaman petani karet mengenai cara pembuatan lateks menjadi produk. Peningkatan pemahaman petani dilakukan dengan penyuluhan mengenai pembuatan lateks menjadi produk karet lembaran, sarung tangan karet, sepatu boot karet, dan karet pengikat. Hasil dari evaluasi kepada peserta penyuluhan menunjukan adanya peningkatan pemahaman pada petani karet mengenai cara membuat produk dari bahan lateks. Kata kunci: lateks, karet, karet lembaran, sarung tangan, sepatu boot karet, karet band, sungai langka
PEMBUATAN RENGGINANG RUMPUT LAUT DI DUSUN GERUPUK, DESA SENGKOL, KECAMATAN PUJUT, LOMBOK TENGAH, NTB Lumbessy, Salnida Yuniarti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.580

Abstract

Desa Gerupuk merupakan wilayah di Kabupaten Lombok Tengah yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu kawasan minapolitan sebagai sektor unggulan perikanan dan industri. Salah satu komoditas unggulan yang dominan disana adalah rumput laut. Kelimpahan sumber daya rumput laut di Dusun Gerupuk masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setelah melakukan panen. Kebanyakan rumput laut yang dipanen hanya dilakukan proses pengeringan dan dijual dalam bentuk kering. Adanya keterbatasan pengetahuan dan belum adanya transfer teknologi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sehingga meningkatnya pengembangan budidaya rumput laut belum memberikan peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Dusun Gerupuk. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan program holistik pembinaan diversifikasi olahan rumput laut berupa “rengginang rumput laut´ sebagai olahan khas guna meningkatkan nilai tambah serta produktivitas rumput laut di dusun Gerupuk. Metode pelaksanaan menggunakan metode sosialisasi langsung atau ceramah dialogis yang diikuti dengan pelatihan pembuatan rengginang. Adapun tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Tingkat pemahaman dan keterampilan masyarakat dapat dilihat melalui proses kegiatan pelatihan secara mandiri. Secara keseluruhan terlihat bahwa pemahaman serta keterampilan peserta saat brainstorming terhadap pembuatan rengginang rumput laut secara terukur sekitar 50% mengalami peningkatan menjadi 88% setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Berdasarkan hal ini maka dapat dikatakan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan dapat berjalan lancar dan mencapai target tujuan dari pelaksanaan kegiatan
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET JAGUNG SEBAGAI PENGGANTI AYAM DI PEKON PESANGUAN TANGGAMUS Achmad, Feerzet
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.584

Abstract

Nugget jagung merupakan alternatif makanan inovatif yang dapat menggantikan nugget ayam, terutama bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi daging atau mencari pilihan makanan yang lebih ekonomis dan sehat. Pelatihan pembuatan nugget jagung di Pekon Pesanguan, Tanggamus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Metode pelatihan meliputi penyuluhan manfaat jagung, demonstrasi pembuatan nugget, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang berhasil memahami dan mempraktikkan teknik pembuatan nugget jagung dengan baik. Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan ini juga membuka peluang bisnis bagi masyarakat setempat.
PELATIHAN PENGERASAN SEPUH PERMUKAAN RODA GIGI MENGGUNAKAN MODULE PEMANAS INDUKSI Badaruddin, Mohammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.585

Abstract

Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan bekal tambahan kepada para alumni mahasiswa teknik mesin yang ingin menambah wawasan tentang bagaimana proses dan pelaksanaan pengeresahan roda gigi dari baja paduan rendah. Agar para alumni dapat mengembangkan wirausaha dalam bentuk unit kegiatan masyarakat (UKM) sebagai bentuk usaha untuk memberdayakan masyarakat agar punya inovasi dalam bidang teknologi pengerasan permukaan baja sebagai komponen utama bahan roda gigi. Pelatihan pengerasan sepuh yang diberikan kepada beberapa alumni Teknik Mesin Unila melalui kegiatan PkM menunjukan tingkat pemahaman sekitar 55% peserta menunjukan tingkat pemahaman dan 25% sangat memahami. Sedangkan 25% dari 20 peserta pelatihan menunjukan tingkat cukup memhami tentang aplikasi pengerasan sepuh dengan menggunakan pemanas induksi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pengkuran kualitas kontrol melalui pengujian kekerasan permukaan benda kerja setelah diberi pengerasan sepuh. Tingkat kekerasan lebih tinggi diperoleh pada proses penyepuhan dengan suhu media quenching dalam larutan garam 250 °C (44HRC). Sedangkan kekerasan benda kerja pada kondisi pengerasan sepuh dalam larutan garam 350 °C adalah sekitar 36HRC. Para peserta rata-rata memahami peningkatan kekerasan permukaan baja dipengaruhi oleh struktur martensit yang keras dan tingkat kekerasan pada permukaan baja ditentukan oleh suhu media larutan garam sebagai pendingin.
PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DENGAN KONSEP REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN DI SMAN 2 KOTA AGUNG Darni, Yuli; Utami, Herti; Lismeri, Lia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.595

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan Siswa dan Siswi SMAN 2 Kota Agung untuk mengembangkan pengelolaan bank sampah yang sudah terbentuk di sekolah mereka. Hal ini agar dapat mengatasi masalah soal sampah di lingkungan sekolah secara partisipatif dari siswa, sekaligus meningkatkan nilai sampah lebih ekonomis karena dapat dijual secara lebih menguntungkan. Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi pengembangan bank sampah dengan menjelaskan metode pengelolaan bank sampah. Bank sampah menjadi salah satu cara pengelolaan sampah di mana limbah sampah khususnya yang berada di lingkungan sekolah akan dikelompokkan untuk dipilah, dan dijual kembali kepada pihak ketiga yaitu pengepul. Pengelolaan dengan cara bank sampah mengadopsi sistem perbankan yang berbentuk lebih kecil dan sederhana. Nasabah bank sampah adalah bagaian dari siswa atau warga sekitar lingkungan sekolah, yang akan menyerahkan sampah untuk dicatat sebagai saldo sesuai nilai ekonomisnya. Dalam prakteknya, pengelolaan bank sampah di sekolah ini mempunyai berbagai kendala. Melalui kegiatan pengabdian ini Tim mencoba memberikan solusi kendala yang dihadapi oleh mitra yang merupakan siswa dan siswi SMAN 2 Kota Agung. Peningkatan proses pengelolaan bank sampah dikerjakan dengan menerapkan sistem pembukuan yang rapi sehingga masing-masing nasabah memiliki buku yang mencatat setoran dan saldo. Pengembangan berikutnya dapat diarahkan dengan sistem manejemen pengelolaan bank sampah secara digital. Hasil dari pengadaan bank sampah di sekolah ini, antara lain secara ekonomi, tabungan sampah ini dapat diwujudkan berupa uang yang dapat digunakan untuk menambah pemasukan siswa atau masyarakat. Dari segi kesehatan lingkungan, adanya bank sampah ini membuat lingkungan menjadi lebih bersih, nyaman, dan sehat..
PELATIHAN SISTEM DETEKSI BANJIR BERBASIS MIKROKONTROLER DAN GPS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI TEKNOLOGI BAGI SISWA SMK: Pemanfaatan Mikrokontroler dan GPS dalam Edukasi Mitigasi Banjir untuk Siswa SMK Hariyanto, Duwi; Reza Kahar Aziz, Muhammad; Yuliansyah, Harry; Miranto, Afit; Pertiwi, Novalia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.598

Abstract

Penguatan literasi teknologi dalam mitigasi bencana merupakan bagian penting dari strategi pengembangan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK terhadap konsep dasar sensor, mikrokontroler, GPS, serta sistem pemantauan jarak jauh dalam konteks mitigasi bencana banjir. Pelatihan difokuskan pada perancangan dan implementasi sistem deteksi banjir berbasis mikrokontroler dan GPS yang mampu memantau ketinggian air secara real-time. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Siswa diberikan materi konseptual, pelatihan praktik, serta panduan langsung dalam membangun dan mengoperasikan sistem. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 47,75 pada pretest menjadi 85,75 pada posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 38 poin. Peningkatan ini menandakan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan literasi teknologi peserta, sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam merancang solusi berbasis teknologi untuk kebencanaan. Dampak positif dari pelatihan ini tidak hanya terlihat dari hasil evaluasi, tetapi juga mendorong integrasi sistem pemantauan jarak jauh ke dalam model pembelajaran berbasis proyek di lingkungan sekolah.
PENYULUHAN HUKUM KEBIJAKAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI POLRES WAY KANAN Fernando, Riky
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.600

Abstract

Perkembangan teknologi nirkabel berbasis data yang dalam hal ini adalah Internet (interconnected networking), memang telah menghadirkan realita baru ke kehidupan masayarakat yaitu mengubah jarak dan waktu menjadi kian tidak terbatas. Setiap kelompok masyarakat selalu memiliki problem sebagai wujud dari perbedaan antara yang ideal dan yang aktual, antara yang standar dan yang praktis. Standar dan nilai- nilai kelompok dalam masyarakat itu mempunyai variasi sebagai faktor yang menentukan tingkah laku individu nya. Hal itu dapat dilihat dari cahaya mrnggunakan sosial media di internet. Melalui media internet, setiap individu dapat melakukan berbagai aktifitas yang lebih mudah akan tetapi kemudahan tersebut dibatasi oleh Negara dengan cara memberlakukan UU No. 19 Tahun 2018 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberi pemahaman atau pengetahuan tentang bagaimana bentuk Hukum Kebijakan Penggunaan Media Sosial Di Era Revolusi Industri 4.0 menurut Peraturan Perundang-undangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal sehingga khalayak sasaran mendapat ilmu pengetahuan baru.
IMPLEMENTASI NILAI ETIKA PROFESI DAN K3 DI PLTU PELABUHAN TARAHAN 2x8MW PERSPEKTIF OBSERVASI LAPANGAN Pratama Zuhelmi, Tomy; Adni Riyadi, Altino; Farel Dwiantara, Kadek; Kinasih, Ayang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.608

Abstract

Observasi lapangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi integrasi penerapan etika profesi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam operasional harian di PLTU Pelabuhan Tarahan 2×8 MW. Fokus kegiatan adalah implementasi langsung prinsip-prinsip tersebut dalam berbagai divisi industri, termasuk boiler, turbin, dan ruang kontrol. Metode yang digunakan meliputi observasi sistematis, wawancara terhadap berbagai pemangku kepentingan, dan dokumentasi visual. Hasil menunjukkan bahwa penerapan K3 telah berjalan cukup baik dengan kepatuhan tinggi terhadap penggunaan APD dan prosedur keselamatan. Namun, terdapat tantangan dalam hal konsistensi pengawasan dan pelatihan K3 yang belum merata di seluruh karyawan. Selain itu, pemahaman terhadap etika profesi—seperti komunikasi efektif dalam tim dan manajemen tanggung jawab—masih memerlukan peningkatan. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan penguatan pelatihan K3 secara berkala, peningkatan kesadaran etika profesional, dan perbaikan sistem pengawasan demi menciptakan budaya kerja yang lebih aman dan profesional. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan kerja di industri pembangkit listrik.