Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness)
Journal of Indonesian Agribusiness is a periodical scientific journals of agribusiness in Indonesia. This journal is media of information dissemination which is the thinking results and research of lecturers, researchers and practitioners who are interested in agribusiness development. This journal is expected to help the agribusiness practitioners, policy makers, lecturer, students, and other people to get better understanding of the situation and condition of Indonesian agribusiness. Especially, benefit for the Indonesian agribusiness development and generally for improving the welfare of the Indonesian people. This journal is published twice a year (June and December Edition) by the Department of Agribusiness, Faculty of Economics and Management, Institut Pertanian Bogor.
Articles
263 Documents
Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Berdasarkan Sumber Pembiayaan di Kabupaten Nganjuk
Farianto, Aris;
Karyani, Tuti;
Trimo, Lucyana
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.88-104
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pendapatan petani yang mengakses kredit lembaga keuangan formal dan informal. Penelitian dilakukan di Kabupaten Nganjuk. Pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebnayak 100 petani bawang merah yang mengakses kredit lembaga keuangan formal dan informal. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis matematik untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani bawang merah yang mengakses kredit ke lembaga keuangan formal dan informal. Analisis statistik menggunakan Independent Sampel T Test, untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan petani bawang merah yang mengakses kredit pada lembaga keuangan formal dan informal. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan petani bawang merah yang mengakses lembaga keuangan formal sebesar Rp. 35.852.746,43 per musim tanam, sedangkan rata-rata pendapatan petani bawang merah yang mengakses lembaga keuangan informal sebesar Rp. 16.317.527,62 per musim tanam. Perbedaan pendapatan disebabkan oleh luas lahan yang ditanami oleh petani dan jumlah produksi bawang merah dan berdasarkan analisis perbedaan (Komparasi) pendapatan usahatani bawang merah yang mengakses kredit ke lembaga keuangan formal dan informal dengan uji beda dengan hasil Fhitung lebih besar dari Ftabel dan Thitung lebih besar dari Ttabel dengan signifikan 0,00, dengan keputusan tolak Ho terima H1, artinya terdapat perbedaan nyata antara usatani bawang merah yang mengakses kredit ke lembaga keuangan formal dan informal
Karakteristik Perilaku Subsisten Petani pada Usahatani Padi di Indonesia
Dwi Utami, Anisa;
Harianto, Harianto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.79-87
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik perilaku subsisten petani dalam industri beras di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan analisis regresi untuk menggali berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat subsistensi usahatani padi dengan menggunakan data survei pertanian nasional tahun 2014. Hasil empiris menunjukkan bahwa baik karakteristik rumahtangga petani maupun karakteristik usahatani padi memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap keputusan petani apakah akan mengkomersialkan atau menjadi subsisten. Adapun harga di tingkat petani juga memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik, tetapi efeknya relatif kecil. Secara umum, studi ini menunjukkan bahwa pertanian subsisten dalam industri beras di Indonesia masih signifikan meskipun banyak literatur yang menekankan adanya perubahan struktural dalam sistem pertanian di Indonesia.
Pola Perubahan Harga dan Marjin Pemasaran Bahan Pangan di Masa Pandemi Covid-19
Herawati, Herawati;
Harianto, Harianto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.188-199
Bahan pangan masih menjadi komoditas strategis bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Perubahan harga-harga pangan bepengaruh signifikan bagi kesejahteraan penduduk. Pandemi Covid-19 secara nyata memengaruhi aktivitas masyarakat dan sistem agribisnis pangan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pola perubahan harga dan marjin pemasaran bahan pangan (beras, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, dan gula) setelah adanya pandemi Covid-19. Penelitian memanfaatkan metode statistik deskriptif melalui penghitungan rata-rata sederhana dan koefisien variasi terhadap data harga-harga bahan pangan harian yang berasal dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa, kecuali bawang merah dan minyak goreng, harga-harga bahan pangan di berbagai tingkatan pasar turun di masa pandemi Covid-19. Namun, risiko harga bahan pangan di berbagai tingkatan pasar meningkat. Pada masa pandemic Covid-19 besaran dan variabilitas marjin pemasaran di sepanjang rantai pemasaran juga meningkat. Kebijakan kelembagaan yang mampu meningkatkan transparansi dan kompetisi pasar tampaknya lebih efektif dalam jangka panjang untuk mengurangi guncangan harga akibat Covid-19 di berbagai tingkat pasar daripada intervensi harga.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Petani Pada Program Upaya Khusus Jagung di Kabupaten Pandeglang
Triguna, Rizki;
Suharno, Suharno;
Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.142-151
The Special Efforts Program (UPSUS) is a government program to achieve sustainable food self-sufficiency, one of which is the commodity of corn. The success of the UPSUS program is inseparable from the participation of farmers. Some factors affect the level of farmer participation. This study aimed to analyze the factors that influence farmers' participation in the UPSUS program. The study was carried out from August to October 2019 in Pandeglang Regency. The research involved 94 respondents who were joined in the UPSUS Program on maize commodity. The data obtained were statistically analyzed using Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) analysis. The results showed that the ability of farmers and the opportunity factor had a positive and significant effect on the level of farmer participation. This implies that the higher farmers’ ability and the number of opportunities obtained by farmers increase the level of farmer participation in the UPSUS corn program. Farmer characteristics have a positive impact but do not possess a significant effect on the level of farmer participation.
PENGARUH KEMITRAAN TERHADAP RISIKO PRODUKSI USAHATERNAK AYAM BROILER DI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN
keluarga jamas, wildan;
Sayid Akbar, M. Wildan;
Fariyanti, Anna;
Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.85-100
Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah penghasil ayam broiler di Provinsi Banten. Produksi ayam broiler di Kabupaten Serang menghadapi risiko produksi dan mortalitas ayam yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap risiko produksi ayam broiler pada peternak mitra dan peternak mandiri di Kabupaten Serang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dan snowballing untuk mengumpulkan 64 peternak ayam broiler. Jumlah sampel terbagi menjadi 32 peternak mitra dan 32 peternak mandiri. Model Just and Pope digunakan untuk menganalisis risiko produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang bersifat meningkatkan risiko produksi pada usahaternak ayam broiler adalah vaksin, tenaga kerja, obat-obatan, sekam, dummy mitra, dan dummy musim, sedangkan faktor yang bersifat menurunkan risiko produksi pada usahaternak ayam broiler adalah pakan, pemanas, dan vitamin. Peternak perlu berhati-hati dalam memberikan vitamin, obat-obatan, dan vaksin agar sesuai dengan dosis yang dibutuhkan serta mengontrol penggunaan tenaga kerja untuk meminimumkan risiko produksi.
Daya Saing Bawang Putih di Indonesia
Septiana, Bella;
Kusnadi, Nunung;
Fariyanti, Anna
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.40-52
Permintaan bawang putih di Indonesia cenderung meningkat, tetapi kurang dari lima persen dari permintaan tersebut dipenuhi oleh produksi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing bawang putih Indonesia dan mengidentifikasi faktor penentunya. Data yang digunakan adalah data usahatani bawang putih yang diperoleh dari Sensus Pertanian 2013-Badan Pusat Statistik (BPS), yang terdiri dari 121 sampel petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 98 petani di Provinsi Jawa Tengah. Metode Policy Analisis Matrix (PAM) digunakan untuk mengukur keunggulan komparatif dan kompetitif yang dikelompokkan sesuai dengan tingkat efisiensi teknis produksi yang diperkirakan oleh metode Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bawang putih Indonesia yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif hanya sebesar 55 persen dari total sampel dari usahatani bawang putih. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif bawang putih secara signifikan ditentukan oleh efisiensi teknis produksi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa daya saing bawang putih Indonesia peka terhadap perubahan produktivitas dan harga output. Daya saing tertinggi dicapai melalui perubahan signifikan pada produktivitas bawang putih lokal. Kebijakan pemerintah terkait harga input dan harga output menyebabkan petani membayar harga input yang lebih rendah dan menerima harga output yang lebih tinggi dari harga sosialnya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum bawang putih Indonesia tidak kompetitif untuk di produksi di dalam negeri. Bawang putih dapat di produksi secara domestik sebagai produk substitusi impor jika di produksi dalam produktivitas tinggi dan usahatani yang efisien secara teknis. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan usahatani bawang putih disertai dengan perbaikan dalam efisiensi teknis produksi.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN KOPI ROBUSTA (Studi Kasus: Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat)
Carolina Simorangkir, Nadya;
Rosiana, Nia
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.113-125
Kopi robusta merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Lampung Barat. Adanya kesenjangan harga kopi di tingkat produsen dan konsumen rata- rata sebesar 49.04 persen diduga bahwa banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat sehingga menimbulkan biaya pemasaran yang tinggi. Hal ini menimbulkan dugaan tidak meratanya share antar lembaga pemasaran sehingga berdampak pada tingkat efisiensi pemasaran kopi di Kecamatan Sekincau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran kopi robusta yang terbentuk berdasarkan lembaga-lembaga yang terlibat dan menganalisis efisiensi pemasaran kopi robusta di Kecamatan Sekincau. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara menggunakan kuesioner serta data pendukung dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran pemasaran yang melakukan setiap fungsi pemasaran. Berdasarkan perhitungan kuantitatif, saluran I merupakan saluran yang paling efisien dengan marjin Rp 5 669 per kg dan farmer’s share 76.77 persen. Upaya mengatasi ketidakefisienan pemasaran kopi di Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat melalui pelaksanaan secara optimal fungsi-fungsi pemasaran pada setiap lembaga pemasaran.
ANALISIS PEMASARAN PINANG DI KABUPATEN BIREUEN, PROVINSI ACEH
Firmanda, Nanda;
Mohammad Baga, Lukman;
Purwono, Joko
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.126-141
Changes in the children's learning curriculum that emphasize children's activities and experiences not just reading material, making agro-tourism an alternative learning media for interaction that is chosen by the school. As one of the agro-education objects, Sentulfresh needs always to evaluate their performance of the marketing mix (product, price, place, promotion, people, process and physical evidence) through visitor satisfaction and trust. This study aims to analyze the marketing mix variables that affect the satisfaction variable, the effect of satisfaction on trust and the satisfaction level of Sentulfresh visitors. Data collection was carried out on 70 respondents who had visited Sentulfresh. The data analysis method used were the Structural Equation Model Partial Least Square (SEM PLS) and the Customer Satisfaction Index (CSI). SEM-PLS analysis results show that all marketing mix variables have no significant effect on visitor satisfaction, while satisfaction has a significant effect on visitor trust. CSI analysis results shows that Sentulfresh visitor satisfaction is at the “satisfied” level.
Pengaruh Kemitraan terhadap Efisiensi dan Risiko Usahatani Bawang Merah di Provinsi Jawa Tengah
Deda Annasia Yuliastri;
Anna Fariyanti;
Netti Tinaprilla
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.53-62
Produktivitas bawang merah di Jawa Tengah sebagai sentra produksi menunjukkan tren yang semakin menurun selama tahun 2013-2018. Salah satu cara meningkatkan produktivitas yaitu melalui efisiensi teknis. Namun dalam upaya peningkatan produktivitas, maka peluang terkena risiko juga akan semakin tinggi. Sehingga dibutuhkan kemitraan. Tujuan dari penelitian ini melihat pengaruh kemitraan terhadap efisiensi tekns dan persepsi risiko antara petani mitra dengan petani non mitra. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini. Jumlah sampel penelitian sebanyak 1.508 (10 petani mitra dan 1.498 petani non mitra) petani bawang merah di Jawa Tengah. Data dianalisis menggunakan metode stokastik frontier, dan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan kemitraan berpengaruh menurunkan efisiensi. Sementra itu tidak ada perbedaan pada kedua petani dalam persepsi terhadap risiko serangan hama dan penyakit, namun pada risiko perubahan iklim/cuaca petani mitra menganggap lebih besar dampakya terhadap penurunan produksi dibandingkan petani yang tidak bermitra. Upaya pengelolaan baik pada petani mitra maupun non mitra terhadap serangan hama dan penyakit tumbuhan tidak ada perbedaan dimana pengelolaan secara kimiawi lebih banyak dipilih.
ANALISIS DAYA SAING RUMPUT LAUT OLAHAN INDONESIA DI PASAR DUNIA
Adiguna, Aries Dwi;
Krisnamurthi, Bayu;
Erwidodo, Erwidodo
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.31-39
Indonesia adalah salah satu pengekspor utama rumput laut di pasar dunia. Rumput laut yang diperdagangkan terdiri atas produk mentah dan produk olahan. Produk rumput laut olahan berupa agar-agar dengan kode HS 130231 dan karaginan dengan kode HS 130239. Total permintaan agar-agar dunia pada tahun 2018 senilai 275.188.000.US$ meningkat 4,9% dari tahun sebelumnya, sedangkan karaginan pada tahun 2018 memiliki total permintaan dunia sebesar 1.131.820.000 US$ meningkat 8,4% dari tahun sebelumnya (ITC 2019). Permintaan dan nilai yang tinggi dari produk olahan rumput laut menjadi peluang bagi Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing rumput laut olahan dan menentukan kebijakan untuk meningkatkan ekspor rumput laut olahan Indonesia di pasar dunia. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Daya saing produk olahan rumput laut Indonesia diukur menggunakan Revealed Comparative Analysis (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD). Hasil analisis menunjukkan bahwa olahan rumput laut Indonesia berupa karaginan dan agar-agar memiliki daya saing secara komparatif di pasar dunia. Posisi daya saing di negara tujuan utama berstatus rising star memiliki daya saing yang kuat, namun meningkatnya permintaan rumput laut olahan di dunia menyebabkan Indonesia kehilangan kesempatan untuk mengoptimalkan keuntungannya. Indonesia perlu meningkatkan kuantitas ekspor rumput laut olahan berupa karaginan dan agar-agar dengan mendorong investasi dalam negeri untuk mengembangkan sektor industri pengolahan rumput laut.