cover
Contact Name
Amzul Rifin
Contact Email
jagbi@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8629654
Journal Mail Official
jagbi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Kamper, Wing 4 Level 5 Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness)
ISSN : 23545690     EISSN : 25793594     DOI : doi.org/10.29244
Journal of Indonesian Agribusiness is a periodical scientific journals of agribusiness in Indonesia. This journal is media of information dissemination which is the thinking results and research of lecturers, researchers and practitioners who are interested in agribusiness development. This journal is expected to help the agribusiness practitioners, policy makers, lecturer, students, and other people to get better understanding of the situation and condition of Indonesian agribusiness. Especially, benefit for the Indonesian agribusiness development and generally for improving the welfare of the Indonesian people. This journal is published twice a year (June and December Edition) by the Department of Agribusiness, Faculty of Economics and Management, Institut Pertanian Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Analisis Saluran Pemasaran Buah Naga Organik di Desa Jambewangi, Kabupaten Banyuwangi Bachtiar, Riza Rahimi; Holik, Abdul; SWPJ Widakdo, Danang
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.1.23-28

Abstract

Red dragon fruit is one of the strategic horticultural commodities that is growing rapidly in Banyuwangi because it has an exotic appearance and produces fruit that can be consumed. One area that cultivates organic red dragon fruit was Jambewangi. There were several problems in Jambewangi, such as farmers didn’t know profit distribution and cost’s share between marketing channels in organic red dragon fruit. The purpose of this study was to analyze the profit share and cost-share in Jambewangi. Determination of the research location used the purposive method and the method of determining the respondents used the snowball sampling method. The data used in this study are primary data and secondary data. The analysis used is the quantitative analysis used to measure the profit’s share and cost’s share. The results of the analysis can be concluded that the highest profit share value was found in channel 1 with 76.17% and the lowest cost share was also found in channel 1 with 23.83%. This result showed that channel 1 was the most efficient organic red dragon fruit marketing channel, compared to other marketing channels.
Analisis Efisiensi Pemasaran Jagung di Provinsi Gorontalo Ashari, Ulfira; Syamsir, Syamsir
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.1.55-66

Abstract

Price fluctuations at the producer and consumer levels determine the performance of the maize market in Gorontalo Province. This will affect the decisions and ability of the corn marketing agencies involved in responding to price changes. The slow response of marketing agencies to changes in maize prices indicates inefficient market conditions in terms of prices. In addition, differences in market power between marketing agencies indicate inefficiencies in marketing maize from an operational perspective. Therefore, this research was conducted with the aim of 1) analyzing market integration and transmission of maize prices between producers and consumers, 2) analyzing the distribution of marketing margins in the maize marketing channels in Gorontalo Province. The research data used is in the form of weekly price data at the producer and consumer levels for 148 weeks, from March 2016 to March 2019 and added data from direct interviews with the marketing actors involved, namely farmers as many as 30 people, while sampling of traders was carried out by snowball sampling technique. Data analysis used the Asymmetric Error Correction Model (AECM), marketing margin and farmer share for each channel. The results showed that the transmission of maize prices at the producer and consumer level is symmetrical in the long run indicating market integration. The smallest marketing margin and the largest farmer share are in Channel III, where marketing is done directly to an exporter. Corn marketing in Gorontalo Province shows price transmission and market integration as well as high farmer share value in each channel, so it can be concluded that marketing is efficient.
Analisis Saluran Pemasaran Belimbing Dewa di Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok Az Zahra, Fatimah; Nauly, Dahlia
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.1.13-22

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola saluran pemasaran, fungsi pemasaran dari tiap lembaga pemasaran, besar biaya pemasaran, marjin pemasaran, dan farmer's share juga mengetahui tingkat efisiensi pemasaran dari tiap lembaga pemasaran belimbing di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode kualitatif berupa analisis deskriptif untuk analisis pola saluran pemasaran dan fungsi pemasaran, dan kuantitatif untuk analisis biaya, marjin pemasaran, dan efisiensi pemasaran dari tiap saluran pemasaran. Penentuan sampel dilakukan secara purposive dengan responden sebanyak 30 petani yang tersebar di Kelurahan Rangkapan Jaya dan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan: terdapat lima saluran pemasaran. Saluran I: Petani - Konsumen, saluran II: Petani - Pedagang Pengecer (toko buah) - Konsumen, saluran III: Petani - Tengkulak - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer (pasar tradisional) - Konsumen, saluran IV: Petani - Tengkulak - Pedagang Besar - Supplier - Pedagang Pengecer (swalayan) - Konsumen, dan saluran V: Petani - Supplier - Pedagang Pengecer (swalayan) – Konsumen. Tiap lembaga pemasaran melakukan fungsi pemasaran yang berbeda. Biaya pemasaran dan marjin pemasaran paling tinggi dilakukan oleh saluran IV yaitu sebesar Rp 1.811,- dan Rp 17.400,-. Saluran pemasaran I adalah yang paling efisien dilihat dari farmer’s share dan marjin pemasaran. Saluran pemasaran yang disarankan penelitian ini adalah saluran II dan III yang memiliki farmer’s share 84 persen dan 51 persen. Sebaiknya petani melakukan strategi pemasaran campuran dengan mengkombinasi saluran pemasaran yang digunakan agar dapat meningkatkan farmer’s share dan mengurangi marjin pemasaran.
ANALISIS INTEGRASI PASAR IKAN CAKALANG DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, PROVINSI MALUKU UTARA Yamin, Fauji; Fariyanti, Anna; Jahroh, Siti
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.105-121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemasaran ikan cakalang di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara melalui pendekatan struktur, perilaku dan kinerja pasar dan menganalisis efisiensi pemasaran ikan cakalang di Kabupaten Halmahera Selatan. Hasil penelitian menunjukan, struktur pasar yang terbentuk ialah struktur pasar oligopoly kuat. Struktur pasar ikan di tingkat pedagang besar di PPP Bacan memiliki konsentrasi yang cukup tinggi dilihat dari nilai CR4 mendekati 50 persen. Sementara, tingkat konsentrasi pada pedagang grosir mendekati 75 persen atau oligopoli kuat dan ditingkat perusahaan terdapat 1 perusahaan menguasai 47 persen pangsa pasar dan terdapat 4 perusahaan menguasai 82 persen pangsa pasar. Pasar ikan cakalang tidak memiliki hambatan yang sigfikan untuk masuk dilihat dari Nilai MES 1.8 persen Perilaku pasar menunjukan bahwa nelayan tidak mempunyai kekuatan dalam penetapan harga dan hanya berperan sebagai price taker Terdapat 7 saluran pemasaran ikan cakalang besar. Margin pemasaran terbesar berada pada saluran 3 (nelayan-pedagang besar-pedagang grosir dan konsumen) Terdapat 3 saluran pemasaran pada ikan cakalang kecil dengan saluran pemasaran terbesar berada pada saluran pemasaran 9 (nelayan-pedagang besar- UKM). Farmer Share terbesar berada pada saluran 1 (nelayan dan industri perikanan) untuk ikan cakalang besar dan saluran 9 ( nelayan-pedagang besar- UKM) untuk ikan cakalang kecil.
Analisis Struktur Pasar Kentang Pada Pasar Relokasi di Plaju Palembang Fahmi, Innike A; Abubakar, Rafeah; Afriyatna, Sisvaberti
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.122-130

Abstract

Kentang adalah komoditas yang mengalami fluktuasi baik dari sisi luas panen ataupun tingkat produksi di Sumatera Selatan dalam kurun lima tahun terakhir. Begitu juga, dari sisi harga produsen dan konsumen mengalami fluktuasi namun dengan trend harga yang meningkat. Tipe pasar dapat mempengaruhi struktur pasar, dimana struktur pasar untuk komoditas sayuran adalah pasar yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi, dengan kata lain merupakan pasar yang mendekati persaingan sempurna. Pasar Modern Plaju adalah pasar yang direlokasi dari Pasar Plaju yang merupakan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pasar kentang di Pasar Modern Plaju. Data berasal dari 10 orang pedagang pengecer kentang dan dianalisis secara kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah konsentrasi pasar (CR) dan HHI (Herfindal-Hirscman Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar kentang di Pasar Modern Plaju yang didominasi oleh empat pedagang pengecer terbesar dan delapan pedagang pengecer terbesar adalah oligopsoni dengan konsentrasi sedang dengan CR4 sebesar 59,18% dan CR8 sebesar 93,27%. Dan nilai HHI sebesar 0,1313 (1.313) menunjukkan struktur yang terbentuk mengarah pada pasar oligopsoni.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PEMBIBITAN SAPI POTONG PADA BPTU-HPT PADANG MENGATAS Ananda, Pinta Aftaprilia Rizki; Nurmalina, Rita; Burhanuddin, Burhanuddin; Suhada, Harry
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.131-142

Abstract

Beef cattle breeding is one of the most important production factors and the quality of beef cattle breeds can affect the level of beef production. The increase in demand for beef is not followed by an increase in population and national beef productivity. The government is trying to fulfill the needs of domestic cattle breeds by establishing a Technical Implementation Unit for beef cattle breeding in various regions, one of which is Padang Mengatas BPTU-HPT. The most widely breed cattle breeders is local cattle, namely pesisir’s cattle. Therefore, in this study, it is needed to analyze the sustainability of pesisir’s cattle breeds in BPTU-HPT Padang Mengatas. Data collection using primary data was obtained by interviewing the respondents with the stakeholders. A secondary data was conducted using literature review from documents from various related institutional sources. Datawas processed using the Rap-Local Beef Cattle Breeding ordination technique through the mutidimensional scaling (MDS) method for sustainability analysis. Our results indicated the sustainability status of pesisir’s cattle breeding in multidimensional is quite sustainable, because the index value is at an interval of 50.01 until 75.00 with a value of 72.89 in the economic dimension, 67.96 in the ecological dimension, 67.78 in the social dimension, and 56.04 in the technological dimension.
Analisis Efisiensi Usahatani Padi di Jawa dan Luar Jawa: Kajian Prospek Peningkatan Produksi Padi Nasional Hilalullaily, Rivani; Kusnadi, Nunung; Rachmina, Dwi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.143-153

Abstract

Padi dapat tumbuh di hampir seluruh pulau di Indonesia, tetapi 57 persen padi di produksi di Pulau Jawa, dengan luasan kurang dari 10 persen dari total luasan di Indonesia. Studi mengenai prospek peningkatan produksi padi nasional penting dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya konsumsi beras, terkhusus dengan memanfaatkan lahan di luar Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini yaitumengidentifikasi prospek peningkatan produksi beras nasional, terutama di luar Jawa, dari perspektif faktor produksi padi dan efisiensin teknis ditingkat petani. Dengan menggunakan stochastic frontier, fungsi produksi translog menunjukan bahwa peningkatan input (lahan, benih, pupuk dan pestisida) tidak banyak meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa (inelastis), sedangkan tenaga kerja bertanda negatif. Berdasarkan hasil efisiensi teknis, potensi petani untuk meningkatkan produksi padi di Jawa dan luar Jawa sebesar 28 dan 39 persen. Selain itu, analisis menunjukan irigasi, status lahan, kelompok tani dan pendidikan petani memengaruhi efisiensi teknis. Penelitian ini dapat disimpukan bahwa prospek peningkatkan produksi padi dengan efisiensi teknis di luar Pulau Jawa lebih tinggi daripada di Pulau Jawa. Namun, peningkatan produksi padi di luar Pulau Jawa dapat dilakukan dengan membangun lahan irigasi. Selain itu, untuk meningkatkan produksi padi secara signifikan diperlukannya teknologi produksi padi baru baik di Jawa dan luar Jawa.
Efektivitas Peran Koperasi dalam Memfasilitasi Pasar Lelang Bahan Olah Karet Marta Seli, Ulta; Baga, Lukman Mohammad; Krisnamurthi, Bayu
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.166-176

Abstract

Pasar lelang bahan olah karet merupakan salah satu unit usaha yang dimiliki oleh KUD Berkat. Pasar lelang dibentuk untuk memperoleh harga tertinggi ditingkat petani dalam menjual bahan olah karet. oleh karena itu, dalam penelitian ini perlu mengavaluasi efektivitas pasar lelang bahan olah karet dilihat dari harga, kualitas, volume, dan jumlah pelaku pasar lelang serta menganalisis persepsi petani terhadap efektivitas pasar lelalang dari output lembaga, fleksibilitas lembaga, dan ada tidaknya ketegangan antar lembaga dengan uji proporsi. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer yang diperoleh dari pembobotan skala likert dengan mewawancarai responden, sementara data sekunder diperoleh dari tinjauan pustaka dari lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi efektivitas pasar lelang bahan olah karet dilihat dari harga sejalan dengan pasar internasional, kualitas sesuai standar SNI dan KKK 60%, volume rata – rata bahan olah karet petani dalam kategori rendah disebabkan oleh lahan yang sempit, jumlah petani yang mengikuti lelanng dalam lima tahun terakakhir lebih banyak. Persepsi petani terhadap pasar lelang bahan olah karet dlihat dari output lembaga sejauh ini petani tetap memilih pasar lelang karena lebih menguntungkan. Fleksibilitas lembaga menjadikan KUD terus berkembang karena keterbukaan informasi dan pelayanan yang baik sehingga petani merasakan manfaat menjadi anggota di KUD. Sedangkan ada tidaknya ketegangan antar lembaga menunjukkan bahwa kerjasama antar anggota, pengurus TPK dan pengurus KUD cukup baik. Proporsi tingkat efektivitas menurut petani lebih dari 50% artinya pasar lelang di KUD Berkat memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan tetap layak untuk dijalankan.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Perkebunan Kelapa Rakyat Kabupaten Indragiri Hilir Rasihen, Yogy; Kilat Adhi, Andriyono; Suprehatin, Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.177-187

Abstract

Perkebunan kelapa merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi keberlanjutan terkini usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir, dan bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat melalui metode Multidimensioanl Scalling (MDS). Analisis MDS multidimensi sebagai aspek yang dikaji pada penelitian ini yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 45 responden di tiap-tiap kecamatan, yang dilakukan pada empat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu Kecamatan Enok, Keritang, Mandah, dan Kecamatan Pulau Burung. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden petani dan beberapa ahli yang konsentrasi pada perkelapaan yang dipilih secara purposive, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan literalur lain yang mendukung penelitian ini. Hasil teknik ordinasi Rap-Coconut pada metode MDS menunjukkan nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir berkisar antara 25,01-50,00 termasuk kedalam ketegori kurang berkelanjutan. Pada analisis indeks keberlanjutan untuk ke-tiga dimensi masing-masing adalah 48,01 (ekonomi), 33,76 (ekologi), dan 28,06 (sosial budaya) termasuk kedalam kategori kurang berkelanjutan dari total nilai 100,00 untuk nilai baik (sangat berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan adanya kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir agar meningkatkan status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat.
Pengaruh Aktivitas Kewirausahaan Terhadap Pertumbuhan Usaha Pengolahan Sampah di Bank Sampah Sawangan, Depok Sari, Silvia; Septiowati, Rini; Saputri, Sevty Wahiddirani
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.154-165

Abstract

One of the alternatives to reduce waste in Indonesia is the establishment of a Waste Bank. The role of waste bank actors is not the same as collectors or scavengers, they are expected to have entrepreneurial and personal characteristics. The purpose of this study is to analyze the forming factors of entrepreneurial activity in waste banks that contribute to the growth of a sustainable waste processing business. This research was conducted in Sawangan Depok. The first research stage collected primary data using a questionnaire on 111 active waste bank actors using the purposive sampling technique, then analyzed the data using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that the goodness fit criteria were met and the measurement variables in the model had good reliability (CR≥0,70, VE≥0,50). The entrepreneurial activities of waste bank actors are most influenced by entrepreneurial characteristics (γ = 0,70) and resources (γ = 0,63). The entrepreneurial characteristics of the waste bank actors are well shaped by motivation (λ = 0,40), risk (λ = 0,49), and innovation (λ = 1,00). The implication is that to grow a sustainable waste bank requires an innovative character for the waste bank actors.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2020): Desember 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2020): Juni 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2016): Desember 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2016): Juni 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2015): Desember 2015 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2015): Juni 2015 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol 2, No 1 (2014): JAI Vol 2 No 1 Juni 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): Desember 2014 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2014): Juni 2014 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol 1, No 2 (2013): JAI Vol 1 No 2 Desember 2013 Vol 1, No 1 (2013): JAI Vol 1 No 1 Juni 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Desember 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2013): Juni 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia) More Issue