cover
Contact Name
Amzul Rifin
Contact Email
jagbi@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8629654
Journal Mail Official
jagbi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Kamper, Wing 4 Level 5 Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness)
ISSN : 23545690     EISSN : 25793594     DOI : doi.org/10.29244
Journal of Indonesian Agribusiness is a periodical scientific journals of agribusiness in Indonesia. This journal is media of information dissemination which is the thinking results and research of lecturers, researchers and practitioners who are interested in agribusiness development. This journal is expected to help the agribusiness practitioners, policy makers, lecturer, students, and other people to get better understanding of the situation and condition of Indonesian agribusiness. Especially, benefit for the Indonesian agribusiness development and generally for improving the welfare of the Indonesian people. This journal is published twice a year (June and December Edition) by the Department of Agribusiness, Faculty of Economics and Management, Institut Pertanian Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kelayakan Finansial Pabrik Tahu dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Qatrunada, Shabrina Shafa; Kusnadi, Nunung; Andita Putri, Tursina; Andita, Tursina
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.159-173

Abstract

Industri tahu menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu solusinya adalah mengolah air limbah menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penggunaan IPAL akan menambah beban biaya (biaya investasi dan biaya operasional) pabrik tahu, namun tidak menambah penerimaan pabrik tahu karena penggunaan IPAL tidak berhubungan dengan aktivitas produksi pabrik tahu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pabrik tahu dengan IPAL dan menganalisis peningkatan maksimum harga kedelai dan upah tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan studi kasus pada Pabrik Tahu Bapak Narman dan menggunakan dua alternatif penerapan IPAL dengan empat tipe: IPAL mandiri (tipe HK 1) dan IPAL terpadu (tipe HK 3, 5, atau 10). Penelitian menggunakan kriteria investasi (NPV, IRR, Net B/C, dan Payback Period) dan analisis nilai pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik tahu dengan IPAL tidak layak untuk dijalankan. Pabrik tahu dengan IPAL dapat layak jika pabrik tahu menerima insentif dari kenaikan harga jual tahu sebesar 1,26% hingga 2,82% dan jika harga kedelai turun menjadi Rp9.521/kg hingga Rp9.787/kg. Pabrik tahu dengan IPAL lebih sensitif terhadap perubahan daripada pabrik tahu tanpa IPAL. Pabrik tahu dengan IPAL lebih sensitif terhadap perubahan harga bahan baku kedelai daripada perubahan upah tenaga kerja
ANALISIS KEMITRAAN PT SIMPLY FRESH ORGANIC DENGAN PETANI SAYURAN ORGANIK DI KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Marito, Sinta; Budi Priatna, Wahyu; Tinaprilla, Netti
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.395-407

Abstract

Kemitraan adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang selaras, dan membentuk kesepakatan untuk melakukan usaha bersama-sama. Kemitraan juga diartikan sebagai hubungan kerjasama yang saling memberikan keuntungan. Kerjasama yang saling menguntungkan akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan dan terus meningkatkan hasil usaha yang dilakukan secara bersama. Kepemitraan sendiri memiliki peran penting bagi petani yang kesulitan menjual produk usahataninya. Pelaksanaan kemitraan oleh PT Simply Fresh Organic dengan petani sayuran organik sangat membantu dalam petani dalam proses kegiatan usahatani sayuran organik sampai dengan jaminan pasar yang sudah tersedia. Bantuan modal, pembinaan dan juga sarana produksi oleh perusahaan mitra membantu petani dalam meningkatkan pendapatannya. Adapun penelitian bertujuan untuk melihat (1) Pola kemitraan yang dijalankan oleh oleh PT Simply Fresh Organic dengan petani mitra sayuran organic kemudian akan dilihat kategori hubungan tingkat kemitraan yang sedang terjalin (2) Mengalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan petani untuk bermitra. Adapun hasil dari penelitian adalah (1) Pola kemitraan yang terjalin antara petani sayuran organik dengan PT Simply Fresh Organic adalah pola kemitraan operasional agribisnis (KOA), dengan tingkat derajat kemitraan berada pada kemitraan prima utama, (2) Faktor – factor yang yang signifikan atau berpengaruh terhadap keputusan petani untuk bermitra yaitu faktor Pendidikan dan frekuensi mengikuti penyuluhan.
Pendapatan dan Kerentanan Petani Komoditas Kopi Robusta Sekitar Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Abu Hasan As-Sadili; Yusman Syaukat; Faroby Falatehan
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.220-235

Abstract

Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan yang memiliki potensi tinggi mengingat trend konsumsi dan produksi yang besar di beberapa provinsi di Indonesia salah satunya Provinsi Lampung, namun peningkatan produksi tersebut berdampak pada penggunaan lahan di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Nasional (TNBBS) untuk kegiatan pertanian kopi, terlebih lagi pandemi yang melanda dunia membuat tantangan baru dalam bisnis pertanian kopi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan membandingkan tingkat pendapatan usaha tani kopi dan kerentanan keluarga petani kopi disebabkan pandemi Covid-19 di sekitar TNBBS, baik di dalam maupun di luar TNBBS. Analisis data menggunakan analisis pendapatan usaha tani dan analisis indeks kerentanan mata pencaharian (LVI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan petani di kawasan TNBBS lebih kecil yaitu Rp. 9.833.453,57 sedangkan di luar kawasan TNBBS sebesar Rp. 12.571.781,31, rasio R/C juga menunjukkan bahwa bertani di luar daerah adalah yang paling menguntungkan. Perbedaan jarak lahan petani dalam kawasan dan luar kawasan memberikan kontribusi besar terhadap perbedaan jumlah ini. Kerentanan keluarga petani di dalam TNBBS dan di luar TNBBS tergolong rendah hingga sedang baik dalam perhitungan LVI maupun LVI yang mempertimbangkan definisi IPCC. Strategi mata pencaharian dan jaringan sosial yang tidak memadai di beberapa rumah tangga petani berkontribusi pada angka LVI yang dihasilkan dari analisis.
KOMODITAS UNGGULAN DAN DAYA SAING SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN TANAH DATAR Nurmayenti, Marisa; Syahrial, Syahrial; Dermawan, Alvindo
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.277-286

Abstract

The agricultural sector has an important role in economic development. Determination of superior commodities in an area is the first step of development based on the concept of comparative and competitive advantage. This study aims to (1) analyze the leading commodities in Tanah Datar Regency (2) analyze the competitiveness of the leading commodities in Tanah Datar Regency (3) analyze the specialization and localization of superior commodities in Tanah Datar Regency. This research uses Location Quotient analysis, Dynamic Location Quotient, Shift Share Analysis, Specialization Quotient and Localization Quotient. The data used are secondary data, namely the production of the food crop sub-sector, horticulture sub-sector, and plantation sub-sector from 2016 to 2020. The results of the analysis show that (1) the percentage of agricultural sector commodities that are superior in Tanah Datar Regency is 40 percent, with the percentage of potential future superior commodities in Tanah Datar Regency is 63 percent (2) the percentage of competitive superior commodities in Tanah Datar Regency is 47 percent (3) the percentage of specialization and localization of superior commodities is 21 percent. From the results of the analysis, it is hoped that the government will direct the development of the agricultural sector with a focus on efforts to increase productivity, develop, and socialize superior agricultural commodities.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS MELALUI KEPUASAN PELANGGAN KOPERASI DI MASA PANDEMI COVID 19 Sari, Silvia
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.381-394

Abstract

Cooperatives need to increase their loyalty and customer satisfaction to be able to exist during the covid 19 pandemic. This study aims to identify and analyze the forming factors in customer satisfaction that affect cooperative customer loyalty during the covid pandemic. This research was conducted in the cities of South Tangerang and Depok. Primary data were collected through questionnaires to 100 cooperative customers using purposive sampling technique, and data analysis was performed using Structural Equation Modeling (SEM). Marketing mix (7P) as exogenous latent variable. Meanwhile, customer satisfaction and loyalty are endogenous latent variables. The results showed that based on the highest value, the promotional marketing mix factor (γ=0.26) was important to improve cooperatives in the cities of South Tangerang and Depok as a marketing strategy in maintaining customer loyalty and satisfaction during the covid 19 pandemic. recommendations for increasing promotion and physical evidence in cooperative businesses as a cooperative marketing strategy that is suitable for use during the covid 19 pandemic.
ANALISIS PEMASARAN BERAS ORGANIK DI PROVINSI SUMATERA BARAT Mardalisa M, Julia; Mardalisa, Julia; Kilat Adhi, Andriyono; Suwarsinah, Heny Kuswanti
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.262-276

Abstract

Berdasarkan data SPOI tahun 2020, komoditas beras organik merupakan salah satu produk organik yang paling banyak digunakan. Beras merupakan salah satu komoditas teratas untuk produk organik. Pada tahun 2017 dan 2018, luas lahan yang dikonversi menjadi organik tumbuh signifikan sebesar 53.000 hektar. Luas area komoditas beras organik yang dihasilkan sejauh tahun 2016 terdapat 5 kabupaten/kota yang paling luas. Berdasarkan data dari SPOI, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu tempat di Indonesia dengan lahan padi organik terbanyak (2017). Sejak tahun 2006, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memiliki kebijakan untuk membantu pertumbuhan pertanian organik. Terdapat beberapa permasalahan dalam pemasaran beras organik di Sumatera Barat yaitu kurangnya akses pasar oleh petani sehingga hanya sebagian kecil hasil panen petani padi organik diserap sebagai produk akhir beras organik dan produk dijual dengan harga beras konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efisiensi pemasaran dan operasional pemasaran (margin, farmer’s share dan rasio keuntungan) beras organik di Provinsi Sumatera Barat. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive. Purposive sampling digunakan untuk menentukan responden petani, dan snowball sampling digunakan untuk menentukan responden pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Rasio keuntungan terhadap biaya, farmer's share, dan analisis margin pemasaran adalah alat analisis kuantitatif. Temuan ini menunjukkan terdapat empat jalur pemasaran beras organik di Sumatera Barat, yang semuanya didukung oleh lima lembaga pemasaran yang berbeda yaitu pedagang pengumpul, pedagang besar, petani bandar, pedagang pengecer skala kecil dan pedagang pengecer skala besar (supermarket). Petani – pedagang pengumpul – pedagang besar - pengecer skala kecil (saluran 2) merupakan pola saluran yang paling banyak dipilih oleh petani yaitu sebesar 50%. Saluran 4 merupakan pola saluran yang paling efisien karena merupakan saluran terpendek, memiliki margin terendah sebesar Rp 5.500, dan memiliki nilai farmer's share tertinggi sebesar 50%.
DAMPAK PENYULUHAN MELALUI KARAKTERISTIK PENYULUH DAN PETANI Irdiana, Enny; Nurliza, Nurliza; Kurniati, Dewi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.247-261

Abstract

Penyuluhan pertanian merupakan sistem penyampaian informasi, inovasi dengan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta merubah sikap maupun perilaku petani. Keberhasilan pembangunan pertanian didukung oleh kualitas sumberdaya manusia khususnya penyuluh sebagai pelaku utama, dan petani sebagai sasaran. Sumberdaya manusia yang terdiri dari faktor ekternal maupun internal individu merupakan pengerak dan penyinergi sumberdaya lainnya untuk mencapai tujuan penyuluhan. Tujuan penelitian adalah merumuskan keberhasilan penyuluhan melalui karakteristik petani dan penyuluh dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teori Speech Communication Model. Data primer dengan wawancara dan kuisioner terstruktur terhadap 65 orang penyuluh dan petani menggunakan proportionate stratified random sampling di 9 Kecamatan, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sementara populasi penyuluh diambil seluruhnya, selanjutnya dianalisis dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh berpengaruh positif dilihat dari demografi, kompetensi dan input layanan, serta karakteristik petani dilihat demografi, karakteristik, dan keterjangkauan komunikasi yang berpengaruh tinggi terhadap keberhasilan penyuluhan. Karakteristik petani dan penyuluh berkorelasi positif terhadap kegiatan penyuluhan, yang artinya semakin tinggi kemampuan, kompetensi, keterampilan, dan motivasi, petani dan penyuluh maka keberhasilan penyuluhan dapat meningkat untuk mencapai tujuan penyuluhan, sehingga terwujudnya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan petani. Upaya yang dapat dilakukan dengan melalui kegiatan pelatihan, bimbingan teknik dan sebagainya secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan. Selain itu dukungan pemerintah dalam penyediaan pembiayaan, sarana, prasarana, serta program
Pengaruh Pelatihan Pertanian Organik The Learning Farm Indonesia terhadap Kompetensi Bertani Generasi Z Dessy Iriani Putri; Iriani Putri, Dessy; Meisanti , Meisanti; Sukrianto, Sukrianto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.236-246

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan pertanian organik yang dilakukan oleh The Learning Farm Indonesia terhadap kompetensi bertani Generasi Z. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 (satu) batch peserta pelatihan The Learning Farm Indonesia, yaitu pemuda yang berusia 17-24 tahun (tergolong dalam Generasi Z), sebanyak 28 orang. Data karakteristik dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Sedangkan data kompetensi dan pelatihan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama metode pelatihan, materi pelatihan, dan instruktur pelatihan berpengaruh secara nyata terhadap kompetensi bertani Generasi Z di The Learning Farm Indonesia, ditunjukkan dari hasil uji F dengan nilai F hitung sebesar 5,660 dan signifikansi 0,004. Secara parsial metode pelatihan berpengaruh nyata terhadap kompetensi bertani Generasi Z di Learning Farm Indonesia, ditunjukkan dari nilai t hitung sebesar 2,323 dan signifikansi 0,029. Sedangkan materi pelatihan dan instruktur pelatihan tidak berpengaruh terhadap kompetensi bertani Generasi Z di The Learning Farm Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel Materi Pelatihan, yaitu sebesar 1,67 dan variabel Instruktur Pelatihan, sebesar 0,823. Metode pelatihan yang digunakan oleh The Learning Farm Indonesia adalah lecture (ceramah dan diskusi), video presentation, dan action learning
ANALISIS PENGEMBANGAN INVESTASI PRODUKSI BENIH JAGUNG HIBRIDA DI KOTA SOLOK Hanifah, Ryan Azmii; Krisnamurthi, Bayu; Herawati, Herawati
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.369-380

Abstract

One way to fulfill the corn supply is by increasing productivity using superior seeds such as hybrid corn seeds. PT Agricorn Putra Sejati is a producer of hybrid corn seeds that plans to expand its production capacity. This research aims to determine the feasibility of business development and analyze the maximum changes in fertilizer prices and permanent labor wages. The study uses scenarios : scenario 0 (condition without development), scenario I (development condition with a labor-intensive system), and scenario II (development condition with more machine usage). The research considers non-financial aspects (market aspects, technical aspects, management and legal aspects, social, economic, and cultural aspects, as well as environmental aspects), financial aspects (NPV, Net B/C, IRR, Payback Period), and replacement value analysis. A company will be considered viable if NPV >0, Net B/C >1, IRR >1, and Payback Period >business life. The results show that the company is feasible to develop and will obtain a higher net benefit if using scenario II. Based on the replacement value analysis, the company is more sensitive to an increase in labor wages than an increase in fertilizer prices.
The Effect of Land Tenure on Agricultural Household Income and Welfare in Different Agroecosytems -, Mutiara Budi Amalia; Budi Amalia, Mutiara; Harianto, Harianto; Sumaryanto, Sumaryanto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.299-310

Abstract

Narrowing land tenure is happening in Indonesia agricultural household. This affect on decreasing agricultural household income. Attempts to increase income in the non-agricultural sector have resulted in a variety of income structures. The relationship between land tenure and household income does not always show the same direction, this is due to different agro-ecosystem conditions. This study aims to analyze: (1) the effect of land tenure and agro-ecosystem conditions on the non-agricultural income structure, (2) the effect of land tenure and non-agricultural income structure on the welfare of agricultural households. The data used is the National Farmer Panel sourced from the Indonesian Center of Agriculture Socio Economics Policy Studies (ICASEPS), Ministry of Agriculture. The analytical method used is Generalized Linear Model whics is processed using R Software. The results show that there is a negative relationship between land area and non-agricultural income structure. Meanwhile, education and agro-ecosystem conditions are positively related to non-agricultural income structure. The percentage of non-agricultural income, sequentially from the highest, is the agro-ecosystem of paddy fieds, dry land based crops and vegetables, plantation-based dry land. A positive relationship is also shown between the variables of land area, education, non-agricultural income structures and the welfare of agricultural households which were proxied using per capita expenditure. Meanwhile, an increase in household members will reduce the welfare of agricultural households.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2020): Desember 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2020): Juni 2020 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2016): Desember 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2016): Juni 2016 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2015): Desember 2015 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2015): Juni 2015 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol 2, No 1 (2014): JAI Vol 2 No 1 Juni 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): Desember 2014 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2014): Juni 2014 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol 1, No 2 (2013): JAI Vol 1 No 2 Desember 2013 Vol 1, No 1 (2013): JAI Vol 1 No 1 Juni 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Desember 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2013): Juni 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia) More Issue