Jurnal Psikologi
Jurnal Psikologi diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini mengakomodir artikel/karya ilmiah meliputi : Psikologi Umum, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Agama, Psikologi Industri & Organisasi dan Indegenous Psychology
Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, dalam bidang psikologi.
Articles
242 Documents
Penggunaan Media Sosial Dan Pemahaman Tentang Radikalisme Di Kalangan Pelajar Muslim
Amirah Diniaty;
Susilawati Susilawati;
Zarkasih Zarkasih;
Rian Vebrianto
JURNAL PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v17i1.10897
Media sosial merupakan salah satu sarana penyebarluasan paham radikal terutama bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penggunaan media sosial oleh pelajar musllim di tingkat sekolah menangah atas, dan kaitannya dengan pemahaman mereka tentang radikalisme. Jenis penelitian ini adalah survey terhadap 316 orang pelajar dari 5 sekolah menengah atas yang ada di kecamatan Tampan Pekanbaru. Sampel penelitian ini diambil secara random dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dalam bentuk google form yang berisi pertanyaan tentang; jenis dan konten media sosial yang diakses, intensitas dan upaya yang dilakukan pelajar untuk menggunakan media sosial. Pemahaman tentang radikalisme dilihat dari jawaban responden terhadap item-item yang diklasifikasi menjadi skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelajar yang intensitas akses media sosialnya rendah, cendrung kurang memahami tentang radikalisme dan bahayanya. Jika dilihat dari mean jawaban responden yang intensitas penggunaan media sosialnya rendah, ternyata tidak paham tentang radikalisme. Artinya semakin mereka sering mengakses media sosial, semakin sering mereka mendapatkan informasi tentang radikalisme. Perlu ada penelitian yang lebih detil apa saja informasi tentang radikalisme yang mereka dapatkan di media sosial tersebut.
Pengaruh Keadilan Organisasi dan Leader Member Exchange terhadap Komitmen Organisasional pada Karyawan
Diny Atrizka;
Chintya Fensiski;
Dwi Septina Megawati;
Febrianty Wijaya;
Windy Windy
JURNAL PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v16i2.9799
AbstrakTujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui pengaruh antara keadilan organisasi dan leader member exchange terhadap komitmen organisasional. Sampel penelitian terdiri dari 120 karyawan PT. Pasar Swalayan Maju Bersama dengan metode total sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala komitmen organisasional yang terdiri dari 36 aitem, skala keadilan organisasiyang terdiri dari 29 aitem dan skala leader member exchange yang terdiri dari 33 aitem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara keadilan organisasional dan leader member exchange terhadap komitmen organisasional dengan nilai uji F= 49.087 dan sig.= 0.000. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif antara keadilan organisasi terhadap komitmen organisasional dengan nilai koefisien beta sebesar 0.455 dan sig. 0.000 (p < 0.05), dan terdapat pengaruh positif antara leader member exchange terhadap komitmen organisasional dengan nilai koefisien beta sebesar 0.268 dan sig. 0.008 (p < 0.05). Data dianalisis dengan menggunakan korelasi Multiple Linear Regression atau analisis regresi linear berganda melalui bantuan SPSS Statistics 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbangan efektif yang diberikan keadilan organisasi dan leader member exchange terhadap komitmen organisasional adalah sebesar 44.7 persen, selebihnya 55.3 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteli
Pembentukan Peran Gender Perempuan Etnis Minangkabau yang Merantau
Annisa Ardi Ayuningtyas;
Eva Rahman;
Wenty Marina Minza;
Nurdiyanto Nurdiyanto
JURNAL PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v16i2.10371
Perempuan etnis Minangkabau adalah pihak yang penting dalam budaya Minangkabau. Masyarakat Minangkabau mengenal perempuan sebagai pihak yang akan menetap dalam lingkungan Minangkabau karena peran gendernya yang melekat untuk mengasuh anak maupun sebagai bundo kanduang, pemuka adat. Meskipun demikian, saat ini fenomena merantau merupakan hal yang lazim—sesuatu yang tidak sepenuhnya ada dalam cakupan peran gendernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gender perempuan Minangkabau yang merantau dan faktor apa yang memengaruhinya. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam untuk pengambilan data kepada perempuan Minangkabau yang merantau di Yogyakarta. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa terdapat dua kelompok perempuan Minangkabau yang merantau, yaitu mereka dengan peran gender tradisional dan non-tradisional. Faktor yang memengaruhi peran gender yang terbentuk ini terdiri dari keluarga dan perubahan zaman. Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai dinamika perempuan Minangkabau yang merantau namun terdapat keterbatasan yang perlu diperbaiki untuk penelitian mendatang.
Hubungan Antara Usia, Kepribadian Big Five dan Mitos Hukuman Fisik Pada Remaja
Nafisah Siti Lasmi;
Efriyani Djuwita
JURNAL PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v17i1.11379
Saat ini penelitian mengenai mitos hukuman fisik di Indonesia masih jarang dilakukan, sedangkan hal ini perlu menjadi perhatian untuk mengetahui bagaimana penggunaan hukuman fisik pada anak masih bertahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, kepribadian Big Five dengan penerimaan mitos hukuman fisik pada remaja. Partisipan penelitian ini sebanyak 115 orang remaja berusia 13-17 tahun, berdomisili di Provinsi Jawa Barat dan termasuk dalam keluarga dengan status ekonomi menengah ke bawah. Kepribadian Big Five diukur menggunakan IPIP-BFM-25 (The International Personality Item Pool – Big Five Markers), dan penerimaan mitos hukuman fisik diukur menggunakan CPMS (Corporal Punishment Myth Scale). Uji korelasi dengan Rank Spearman menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, dimensi kepribadian agreeableness dan dimensi kepribadian conscientiousness dengan penerimaan mitos hukuman fisik. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa penerimaan mitos hukuman fisik berhubungan secara signifikan dengan intensi penggunaan hukuman fisik di masa depan. Hasil temuan ini dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat rancangan terkait pencegahan bagi remaja dalam menggunakan hukuman fisik sebagai strategi disiplin di masa depan.
Persepsi Stigmatisasi Dan Intensi Pencarian Bantuan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa S1
Arina Shabrina;
Ahmad Gimmy Prathama;
Retno Hanggarani Ninin
JURNAL PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v17i1.11399
AbstrakPenelitian-penelitian terdahulu menyatakan terdapat proporsi mahasiswa S1 di Indonesia yang mengalami masalah kesehatan mental. Beberapa studi sebelumnya juga memperlihatkan hanya sebagian kecil mahasiswa dengan masalah tersebut yang mencari dan mendapatkan bantuan. Hasil survei daring awal pada mahasiswa S1 menunjukkan hambatan urutan pertama dalam mencari bantuan adalah rasa takut atas judgement dan pandangan negatif dari lingkungan sosial yang dijelaskan dengan konsep persepsi stigmatisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah persepsi stigmatisasi berhubungan dengan intensi pencarian bantuan kesehatan mental pada mahasiswa S1. Penelitian ini adalah studi cross-sectional yang melibatkan 480 mahasiswa S1 di kota Bandung yang direkrut secara daring dengan menyebarkan tautan survei melalui media sosial. Perception of Stigmatization by Others for Seeking Help (PSOSH) digunakan untuk mengukur persepsi stigmatisasi dan intensi pencarian bantuan diukur menggunakan Mental Help Seeking Intention Scale (MHSIS). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan korelasional. Skor rata-rata persepsi stigmatisasi adalah 15.81 (SD=4.54) dan intensi pencarian bantuan kesehatan mental sebesar 14.53 (SD=4.31). Tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi stigmatisasi dan intensi pencarian bantuan kesehatan mental, r (478) = .053, p > .05. Berdasarkan hasil dari analisis data dapat disimpulkan bahwa persepsi stigmatisasi tidak berhubungan dengan intensi pencarian bantuan kesehatan mental pada sampel mahasiswa S1 di kota Bandung.Kata Kunci:persepsi stigmatisasi, intensi pencarian bantuan, mahasiswa
Hubungan Karakteristik Demografi dengan Resiliensi Mahasiswa Keperawatan yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Ammi Salamah;
Suryani Suryani;
Windy Rakhmawati
JURNAL PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v16i2.9835
Beratnya beban studi mahasiswa keperawatan dapat berdampak pada waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan studi. Mengerjakan skripsi memiliki beban studi tinggi dan berbeda dengan mata kuliah lain, sehingga resiliensi yang lebih tinggi dibutuhkan untuk menghadapi kesulitan saat mengerjakan skripsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan resiliensi mahasiswa keperawatan yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Penelitian melibatkan 329 mahasiswa keperawatan (laki-laki = 76, perempuan = 253) yang sedang mengerjakan skripsi. Pengukuran resiliensi menggunakan kuesioner Connor Davidson Resilience Scale 25 (α cronbach = 0.89). Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik resiliensi lebih tinggi terjadi pada dewasa awal, laki-laki, beragama Kristen, berasal dari Jawa Barat dengan budaya Sunda, berstatus ekonomi tinggi, dan belum menikah. Adapun pada uji korelasi menggunakan chi-square (α = 0.05) didapatkan status ekonomi berkorelasi dengan resiliensi mahasiswa keperawatan yang sedang mengerjakan skripsi (⍴ = 0.014). Berdasarkan hasil temuan, ditunjukkan bahwa resiliensi mahasiswa keperawatan yang sedang mengerjakan skripsi dapat ditentukan oleh faktor demografi dan secara signifikan berkolerasi dengan status ekonomi.
Kualitas Pertemanan dan Agresi Relasional Pada Remaja di Kota Surabaya
Zefanya Aditya Soekoto;
Darmawan Muttaqin;
Marselius Sampe Tondok
JURNAL PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v16i2.9684
Pertemanan memberikan kontribusi penting dalam perkembangan remaja baik secara intrapersonal maupun interpersonal. Namun, pertemanan yang bersifat negatif dapat mengarahkan individu untuk melakukan agresi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kualitas pertemanan dengan agresi relasional pada remaja. Partisipan penelitian merupakan 380 remaja yang berusia 12-21 tahun yang berada di Kota Surabaya. Friendship Qualities Scale dan Relational Aggression Scale digunakan untuk mengukur kualitas pertemanan dan agresi relasional. Hasil analisis korelasi menemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara kualitas pertemanan dengan agresi relasional. Hasil penelitian juga menemukan terdapat perbedaan kualitas pertemanan dan agresi relasional ditinjau dari jenis kelamin dan kelompok usia remaja. Penelitian ini mengindikasikan bahwa relasi pertemanan yang berkualitas akan cenderung meminimalkan terjadinya agresi relasional kepada teman. Faktor budaya dan perkembangan sosioemosional turut didiskusikan terkait dengan pola interaksi dalam relasi pertemanan.
Kebersyukuran Remaja Muslim Meningkatkan Kepuasan Hidup dan Suasana Hati Positif sebagai Cerminan Subjective Well Being
Yuliana Intan Lestari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v17i1.10944
AbstrakKesejahteraan psikologis menjadi kondisi yang sangat penting bagi kehidupan remaja pada era globalisasi saat ini. Perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial yang luar biasa memberikan tantangan tersendiri bagi kondisi psikologis mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya kondisi psikologis yang bahagia dan sejahtera atau subjective well-being pada individu adalah kebersyukuran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kebersyukuran mampu menciptakan subyektif well being atau kesejahteraan diri pada remaja muslim yang terwujud dalam terciptanya kepuasan hidup dan suasana hati yang positif di dalam diri mereka. Partisipan penelitian merupakan 300 remaja muslim. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala kebersyukuran dan skala subyektif well being. Analisa data yang digunakan menggunakan teknik product moment correlation. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepuasan hidup dan suasana hati dalam subyektif well being ditinjau dari kebersyukuran pada remaja muslim dengan koefisien korelasi (r) sebesar = 0,551 dengan nilai p = 0,000 p ≤ 0,05. Artinya semakin tinggi rasa kebersyukuran yang dialami oleh remaja muslim maka semakin tinggi kesejahteraan diri atau subyektif well being yang dirasakan yang ditunjukkan dengan tingginya rasa kepuasan hidup dan positifnya suasana hati remaja. Hal tersebut menggambarkan bahwa terciptanya kesejahteraan subyektif pada remaja yang terwujud dari memiliki kepuasan hidup dan selalu memiliki susasana hati yang positif tidak lepas dari kemampuan memupuk rasa kebersyukuran di dalam diri sendiri. Kata kunci: kebersyukuran, subyektif well being, remaja muslim
Analisis Faktor Konfirmatori Connor-Davidson Resilience Scale
Putri Nur Azizah;
Herlina Siwi Widiana;
Siti Urbayatun
JURNAL PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v17i1.11043
Resiliensi yang merupakan kapasitas individu dalam menghadapi peristiwa yang kurang menyenangkan sangatlah dibutuhkan dalam masa pandemi seperti saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas dari skala Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) pada populasi orang Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti menguji empat faktor resiliensi skala CD-RISC yaitu fleksibilitas untuk mengatasi perubahan dan tantangan, dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial, pengaruh spiritual dan memiliki kehidupan yang berorientasi pada tujuan. Seratus sembilan subjek penelitian yang berusia antara 18 sampai dengan 40 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan mengisi google form. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan software AMOS 24. Berdasarkan analisis dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa struktur faktor pada model pengukuran skala CD-RISC fit. Skala CD-RISC valid untuk mengukur resiliensi pada orang Indonesia.
Core Self Evaluation pada Kinerja Karyawan Perusahaan X Kota Pekanbaru
Alma Yulianti
JURNAL PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jp.v16i2.10061
Seseorang yang tidak mampu mengevaluasi dan mengenali potensi kerja dirinya akan merugikan dirinya sendiri dan bagi perusahaan. Pada dinamika kinerja ketidakmampuan mengenali dan mengevaluasi potensi bisa dialami oleh siapapun. Strategi core self evaluation sebagai salah satu upaya dalam menumbuhkan kinerja individu sebagai salah satu urgensi dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan seluruh karyawan Perusahaan X di Kota Pekanbaru, pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling untuk menetapkan subjek penelitian guna penetapan sampel dan dasar perhitungan yang mewakili jumlah level manajemen pada perusahaan tersebut. Elemen populasi dibagi menjadi beberapa tingkatan (stratifikasi) berdasarkan karakter yang melekat padanya, yaitu level manajemen yaitu menengah dan level manajemen bawah. Menggunakan pengambilan sampel 153 karyawan. Analisis korelasi Pearsons digunakan guna mencari keterkaitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa core self-evaluations mampu memprediksi kinerja dengan tingkat signifikan 0,011 < 0,05. Hal ini menyatakan bahwa core self-evaluation memiliki hubungan yang positif dengan kinerja. Artinya, ketika hasil core self-evaluations tinggi maka karyawan akan mampu menghabiskan banyak kualitas, energi, waktu, dan akan menetapkan sasaran tinggi di tempat kerja sebagai dinamika karir pada masa dewasa.Kata kunci: core self-evaluations, kinerja, karyawan