cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Plural Conceptions of Integration of Science and Religion Zulkifli Zulkifli; Cucu Nurhayati; Bambang Ruswandi; Fadhilah Suralaga
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.18991

Abstract

AbstractAlong with the transformation of Islamic higher educations into full-fledged universities, the concept of integration of science and religion is their key characteristic. Indonesian education has witnessed the dynamic and development of paradigm, concept, and metaphor for Islamic university’s science integration. Many studies dealing with the paradigm and concept of science integration and its implementation in curriculum design and learning process have been conducted but tend to focus on the monolithic understanding of each university. By distancing itself from the general trend, this study attempted to analyze the plural conceptions of science integration and factors affecting the plural conceptions at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. To achieve the goal, we employed a mixed method of quantitative and qualitative approach with questionnaires distributed to the sample of 147 lecturers, focus group discussion with 25 participants, and library studies. The study found three types of conceptions have developed and co-existed at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namely official conception, senior academia’s conception, and general lecturers' conception. Each has its formulation and emphasis, although they share some similarities. The study also revealed the institutional factor as context and individual factors, mainly experience and expertise, resulting in the plural conceptions of science integration. Thus, the concept of science integration at an Islamic university should be considered as a dynamic and plural entity.AbstrakSeiring dengan transformasi perguruan tinggi keagamaan Islam menjadi universitas penuh, konsep integrasi ilmu dan agama menjadi karakteristik utamanya, dan pendidikan Indonesia telah menyaksikan dinamika dan pengembangan paradigma, konsep, dan metafora integrasi ilmu di universitas-universitas Islam tersebut. Banyak penelitian yang berhubungan dengan paradigma dan konsep integrasi ilmu serta implementasinya dalam desain kurikulum dan proses pembelajaran telah dilakukan, tetapi penelitian-penelitian tersebut cenderung berfokus pada pemahaman monolitik dari masing-masing universitas. Berbeda dengan itu semua, penelitian ini berusaha menganalisis beragam konsepsi tentang integrasi ilmu dan agama dan faktor-faktor yang mempengaruhi beragam konsepsi tersebut di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif dengan teknik kuesioner yang disebarkan kepada 147 responden, Focus Group Discussion dengan 25 partisipan, dan studi kepustakaan. Studi ini menemukan bahwa tiga jenis konsepsi telah berkembang dan hidup berdampingan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu konsepsi resmi, konsepsi akademisi senior, dan konsepsi dosen umum. Masing-masing memiliki rumusan dan penekanan sendiri meskipun mereka memiliki beberapa kesamaan. Studi ini juga mengungkapkan faktor kelembagaan sebagai konteks dan faktor individu terutama pengalaman dan keahlian yang mempengaruhi beragam konsepsi integrasi ilmu. Dengan demikian, konsep integrasi ilmu di universitas Islam harus dipahami sebagai entitas yang dinamis dan beragam. How to Cite:  Zulkifli, Nurhayati, C., Ruswandi, B., Suralaga, F. (2020).  Plural Conceptions of Integration of Science and Religion. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 142-157. doi:10.15408/tjems.v7i2.18991.
Family Engagement in Nurturing Students’ Resilience During Remote Learning in COVID-19 Pandemic Sururin Sururin; M. C. Mahmuda; Moh. Muslim
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.20582

Abstract

AbstractThis research aims (1) to explore the family's role in remote learning practice and (2) to find out what family can do to nurture students' resilience during the COVID-19 pandemic. This study employed qualitative descriptive methodology with a case study approach to obtain and analyse data narratively. The findings of this study are: (1) Family become the observer of students’ resilience and personality development, their observation will determine teachers’ approach in teaching and educating resilience virtue. Their role as facilitator in home learning shows their support and passion to engage with their children’s learning process. (2) Direct assistance during video conferencing is part of collaboration between school and family to participate in resilience-building, but only few parents did so due to diversed backgrounds. AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam praktik pembelajaran jarak jauh dan (2) untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan keluarga untuk memelihara ketahanan siswa selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh dan menganalisis data secara naratif. Temuan penelitian ini adalah: (1) Keluarga menjadi pengamat ketahanan dan perkembangan kepribadian siswa, observasi mereka akan menentukan pendekatan guru dalam mengajar dan mendidik ketahanan kebajikan. Peran mereka sebagai fasilitator dalam pembelajaran di rumah menunjukkan dukungan dan semangat mereka untuk terlibat dengan proses pembelajaran anak-anak mereka. (2) Bantuan langsung selama konferensi video merupakan bagian dari kerjasama antara sekolah dan keluarga untuk berpartisipasi dalam pembangunan ketahanan, tetapi hanya sedikit orang tua yang melakukannya karena latar belakang yang berbeda.. How to Cite:  Sururin,  Mahmuda, M.C., Muslim, M. (2020).  Family Engagement in Nurturing Students’ Resilience During Remote Learning in COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 204-216. doi:10.15408/tjems.v7i2.20582.
Printed-Book Reading Habits of Pre-Service Science-Teacher Students Imam Bachtiar
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.16888

Abstract

AbstractMany studies reported that reading can improve academic achievements, critical thinking skills, confidence, social behavior, and all characters required by students to get a better job and better life. In the Disruption Era, however, many students are potentially disrupted by social media interactions that affected their reading habits. The present study was aimed to explore the reading habits of students in the printed textbook. The study was carried out in 2019, involving 469 students from three study programs of the Department of Mathematics and Science Education, i.e. Biology Education, Chemistry Education, and Physics Education. Data were collected using questionnaires in a convenience sampling method with a sample of about 70% of the population. Results show that 81% of students read printed textbooks two hours or less per day, and 53% spend less than one hour. There are a few students, however, who read textbooks more than four hours per day. Students' visit to the library is mostly (35%) 3-4 times per year and >5 times per year (33%). Reading for leisure is not very popular among the students. Multiple regression models showed that students' science textbooks, students' interest in information technology books, the number of literature read, and the number of bought-books significantly determine the duration of students' reading time. Potential methods to improve students' reading habits are discussed.AbstrakBanyak penelitian sudah melaporkan bahwa membaca dapat meningkatkan kemampuan akademis, ketrampilan berfikir kritis, perilaku sosial, dan semua karakter yang diperlukan mehasiswa untuk memperoleh pekerjaan yang bagus dan kehidupan yang lebih baik. Pada Era Disrupsi sekarang ini, banyak mahasiswa yang berpotensi terganggu oleh media interaksi sosial yang dapat mengganggu kebiasaan membaca mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan membaca buku teks cetakan pada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada tahun 2019, yang melibatkan 469 mahasiswa sebagai sampel dari tiga program studi di Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, yaitu Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Fisika. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan metode convinience sampling, dengan jumlah sampel sekitar 70% dari populasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 81% mahasiswa membaca buku cetakan dua jam atau kurang per hari, dan 53% membaca kurang dari satu jam per hari. Sebagian kecil mahasiswa mengaku membaca buku cetakan lebih dari empat jam per hari. Kunjungan mahasiswa ke perpustakaan umumnya 3-4 kali per semester (35%) dan >5 kali per semester (33%). Kegiatan membaca untuk hiburan tidak populer pada mahasiswa. Model regresi berganda menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap buku sains, minat mahasiswa terhadap buku teknologi informasi, jumlah buku sastra yang dibaca, dan jumlah buku yang dibeli mahasiswa, merupakan empat variabel yang dapat memprediksi lama waktu membaca mahasiswa. Cara-cara yang potensial untuk meningkatkan kebiasaan membaca mahasiswa didiskusikan.
Analysis of Students' Creative Thinking Ability with Problems Solving in Terms of Adversity Quotient Buchori Muslim; Siti Suryaningsih; Rizqa Fadhila Aprianti
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.15234

Abstract

AbstractStudents’ difficulties in chemistry subject are the main cause of their low rate to think creatively. Students with high adversity quotient are most likely to overcome the difficulties in finding a solution to answer the creative thinking problems. The objective of this research is to analyze the creative thinking ability in chemistry from the perspective of adversity quotient. The subjects of the study are 72 senior high school students from XII grade in Tangerang. The sampling applies a random sampling technique. Data collection technique is carried out by giving a test about chemical creative thinking skills in the form is essay question with 0,727 realibility scale. Adversity quotient data is obtained using a questionnaire scale with 0,652 realibility scale. The method used in this study is a descriptive qualitative and quantitative method. The result indicates that camper and quitter subjects are classified as creative and climber subjects are classified as very creative. The different aspects of students’ ability in solving problems can be used in mapping students' creative thinking abilities. As a recommendation, to improve creative thinking ability requires a high level of adversity quotient. Therefore, in this research students are expected to explore their creative thinking abilities in the learning process.AbstrakKesulitan siswa pada mata pelajaran kimia menjadikan rendahnya kemampuan berpikir kreatif. Siswa yang memiliki adversity quotient tinggi maka dapat mengatasi kesulitan untuk menemukan solusi jawaban dari soal berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kraetif kimia ditinjau dari adversity quotient. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMA di Kabupaten Tangerang yang  sebanyak 72 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan tes kemampuan berpikir kreatif kimia berupa soal uraian dengan realibilitas sebesar 0,727. Data adversity quotient, diperoleh dengan menggunakan skala angket dengan realibilitas sebesar 0,652. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek camper dan quitter tergolong kreatif dan Subjek dengan climber tergolong sangat kreatif. Perbedaan aspek kemampuan siswa dalam mengatasi kesulitan dapat digunakan dalam memetakan kemampuan berpikir kreatif siswa. Sebagai rekomendasi, dengan memiliki tingkat adversity quotient yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatifnya. Oleh karena itu, Penelitian ini diharapkan siswa dapat mengeksplorasi kemampuan berpikir kreatifnya dalam proses pembelajaran. How to Cite:  Muslim, B., Suryaningsih, S., Aprianti, R. F. (2020).  Analysis of Students' Creative Thinking Ability with Problems Solving in Terms of Adversity Quotient. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 217-225. doi:10.15408/tjems.v7i2.15234.
Enculturated Education for Strengthening Character Education in Preventing Intolerance and Radicalism Pamela Cardinale; Muhammad Syaroni Rofi’i; Palupi Lindiasari Samputra; Ramadhani Achdiawan
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.20359

Abstract

AbstractIntolerance and extremism have recently increased in the academic atmosphere or among students. The purpose of this study was to discover the origins of intolerance and radicalism among students, identify the core cause of educational problems, and examine the role of cultural education in building the character of Indonesian students. The Delphi approach was used to assess data gathered from a variety of expert informants. The study's findings revealed four significant causes of intolerance and radicalization: personal factors, education, economic-social-political-cultural issues, and a lack of religious comprehension. The study also found that religious education is less in-depth, with less reading, weak persuasive logic, and a focus on binary truth. Cultural education begins with establishing superior national identity through the Pancasila character ("gotong-royong" or cooperation, empathy, and good critical-thinking abilities); fosters the habit of reading texts critically and comprehensively. Both serve as the foundation for pupils' capacity to solve complex challenges. This study makes recommendations for promoting pupils' religious belief in God and tolerance values. Intoleransi dan ekstremisme akhir-akhir ini meningkat di lingkungan akademik atau di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asal mula intoleransi dan radikalisme di kalangan siswa, mengidentifikasi inti penyebab masalah pendidikan, dan mengkaji peran pendidikan budaya dalam membangun karakter siswa Indonesia. Pendekatan Delphi digunakan untuk menilai data yang dikumpulkan dari berbagai informan ahli. Temuan penelitian mengungkapkan empat penyebab signifikan intoleransi dan radikalisasi: faktor pribadi, pendidikan, masalah ekonomi-sosial-politik-budaya, dan kurangnya pemahaman agama. Studi tersebut juga menemukan bahwa pendidikan agama kurang mendalam, dengan bacaan yang kurang, logika persuasif yang lemah, dan fokus pada kebenaran biner. Pendidikan budaya diawali dengan pembentukan jati diri bangsa yang unggul melalui karakter Pancasila (“gotong-royong” atau kerjasama, empati, dan kemampuan berpikir kritis yang baik); menumbuhkan kebiasaan membaca teks secara kritis dan komprehensif. Keduanya berfungsi sebagai dasar bagi kapasitas siswa untuk memecahkan tantangan yang kompleks. Kajian ini memberikan rekomendasi untuk mempromosikan keyakinan agama siswa kepada Tuhan dan nilai-nilai toleransi.How to Cite: Cardinale, P., Rofi’I, M. S., Samputra, P. L., Achdiawan,  R. (2021). Enculturated Education for Strengthening Character Education in Preventing Intolerance and Radicalism. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 20-43. doi:10.15408/tjems.v8i1.20359.
Inclusive Education at Islamic and General Universities: An Analysis of Policies, Teaching Strategies, and Curriculum Implementation Zulkipli Lessy; Abd Rachman Assegaf; Sangkot Sirait
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.18992

Abstract

AbstractThis study recruited participants from UIN Sunan Kalijaga and Universitas Sanata Dharma in Yogyakarta and the University of Sydney, and the University of Western Sydney in Australia and aimed at investigating whether policies are implemented as a bridge to accommodate disabled students for admission and academic pursuits. In this combined policy research and case study, individual, group, and policymaker interviews were conducted. The findings indicate that, while university policymakers admit students with special needs, a lack of academic advocates among faculty has hampered understanding of pertinent policies. As a result, some lecturers do not pay attention to inclusiveness. There are environmental impediments, a dearth of services throughout the enrollment process, a lack of faculty competencies, and a paucity of information in syllabi indicating where impaired students can access resources. In Australia, colleges are more forthright about accommodating students with special needs during the enrolling process and during class time. Both campuses have disability assessment clinics. However, some are more physically and centrally positioned to facilitate impaired students who self-refer for services. The purpose of this paper is to argue that genuinely inclusive education is not segregated schooling that separates 'normal' pupils from those with special needs. For authentic inclusion, disabled populations require considerate, if not extraordinary, care and services.  AbstrakPenelitian ini merekrut partisipan  di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta serta University of Sydney dan University of Western Sydney di Australia dan bertujuan untuk investigasi apakah kebijakan sebagai sarana untuk mengakomodasi mahasiswa difabel pada proses pendaftaran dan pencapaian akademik. Penelitian kebijakan dan studi kasus ini dilakukan melalui serangkaian interview dengan individu, kelompok, pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pengambil kebijakan menjamin penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan khusus, lemahnya dukungan para pengajar telah mengurangi perhatian penerapan kebijakan yang relevan. Akibatnya, beberapa pengajar kurang menaruh perhatian pada inklusivitas. Terdapat halangan lingkungan, kurangnya layanan selama proses pendaftaran dan kompetensi para pengajar, serta kurangnya petunjuk dalam silabus menjelaskan dimana mahasiswa difabel mengakses sumber-sumber yang diperlukan. Kampus-kampus di Sydney lebih transparan dalam memfasilitasi mahasiswa difabel selama proses pendaftaran dan kuliah. Terdapat banyak pusat layanan, beberapa secara struktural terpusat di kampus untuk diakses. Artikel ini berargumentasi bahwa pendidikan inklusif itu bukan sistem kelas yang memisahkan mahasiswa ‘normal’ dari yang berkebutuhan khusus. Untuk inklusi, mahasiswa difabel perlu digandeng dan mendapatkan pengajaran dan layanan yang memadai.How to Cite: Lessy, Z., Assegaf, A. R., Sirait, S. (2021). Inclusive Education at Faith-Based and Non-Faith Based Universities: A Policy, Teaching, and Curriculum Analysis. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 1-15. doi:10.15408/tjems.v8i1.18992.
Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic Rifda Shabrina; Uwes Anis Chaeruman; Indina Tarjiah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.21715

Abstract

AbstractTahsin Quran is a method of learning to read the Quran that strives to increase the reader's ability to adhere to the guidelines established (tajwid). In tahsin Quran learning, teachers must pay close attention to students' letter pronunciation in the Quran, ideally face-to-face or in sync. However, the COVID-19 pandemic has necessitated online learning, requiring some alterations to its application. The purpose of this study was to determine how students respond to online Quran learning conducted virtually in one of South Tangerang's Quran learning facilities. Students are given questionnaires about instructor competencies, the substance of learning materials, and the efficiency of tahsin online learning, which are reinforced by an interview with one of the teachers, an institution member, and students. The results indicated that, based on student answers, the institution's implementation of tahsin Quran online learning has been highly successful, with some notes and inputs to consider to improve the quality of Quran online learning in the future.AbstrakTahsin Al-Qur’an merupakan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang bertujuan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah (tajwid) yang ditetapkan. Dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an, guru atau instruktur perlu memperhatikan ketepatan tiap siswanya dalam melafalkan huruf dalam Al-Qur’an sehingga pembelajaran idealnya dilakukan secara tatap muka atau sinkron. Namun pandemi COVID-19 mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring sehingga membutuhkan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan secara virtual di salah satu lembaga pembelajaran Al-Qur’an di Tangerang Selatan. Kuesioner mengenai kemampuan guru, isi materi pembelajaran, dan efektifitas pembelajaran tahsin yang dilaksanakan secara online diberikan kepada siswa yang kemudian hasilnya dilengkapi dengan hasil wawancara kepada salah satu guru, pihak lembaga, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan di lembaga tersebut telah berjalan sangat baik dengan beberapa catatan dan masukan yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran tahsin Al-Qur’an daring yang akan datang.How to Cite: Shabrina, R., Chaeruman, U. A., Tarjiah, I. (2021). Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v8i1.21715.
Humanizing Islamic Religious Education in Bali During the Covid-19 Pandemic Fajri Zulia Ramdhani; Rusmayani Rusmayani; Kurniawati Kurniawati
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.20636

Abstract

AbstractThe delivery of Islamic Religious Education (PAI) in Bali has been fraught with difficulties, which have been exacerbated by the pandemic. This paper discusses 1) the realities of Islamic religious education in Bali, 2) the implementation of a special condition curriculum as a means of humanizing PAI education, and 3) the humanization of Islamic religious education in Bali during the COVID-19 pandemic. This research employed a qualitative phenomenological study, with data gathered through in-depth interviews with school principals, Islamic Religious Education teachers, and Muslim students' parents. The data is handled in stages that include data reduction, visualization, and verification. The findings indicate that: 1) The ratio of Islamic Religious Education teachers to pupils is imbalanced; some schools even lack Islamic Religious Education teachers, and numerous parents express dissatisfaction with online learning in PAI sessions. 2 ) Curriculum implementation for special/emergency situations; some schools have implemented it as a means of increasing learning effectiveness and efficiency, while others continue to use the national curriculum, despite teacher recognition that it is unproductive. 3) The special education curriculum is considered one of the first steps toward humanizing Religious Education Islam, which, in the face of poor online learning, must also be accompanied by teachers who are accessible to parents and students. AbstrakPenyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Bali penuh dengan kesulitan yang diperparah dengan adanya pandemi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penggunaan kurikulum pengaturan khusus/darurat sebagai metode memanusiakan pendidikan. Tulisan ini membahas 1) realitas pendidikan agama Islam di Bali, 2) penerapan kurikulum kondisi khusus sebagai sarana memanusiakan pendidikan PAI, dan 3) humanisasi pendidikan agama Islam di Bali pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif fenomenologis, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan orang tua siswa Muslim. Penanganan data dilakukan secara bertahap yang meliputi reduksi data, visualisasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rasio guru PAI terhadap siswa tidak seimbang; beberapa sekolah bahkan kekurangan guru PAI, dan banyak orang tua menyatakan ketidakpuasan dengan pembelajaran online di sesi PAI. 2) Implementasi kurikulum untuk situasi khusus/darurat; beberapa sekolah telah menerapkannya sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, sementara yang lain tetap menggunakan kurikulum nasional, meskipun diakui oleh guru bahwa kurikulum tersebut tidak produktif. 3) Kurikulum pendidikan luar biasa dianggap sebagai salah satu langkah awal untuk memanusiakan Pendidikan Agama Islam, yang dalam menghadapi pembelajaran online yang buruk, juga harus didampingi oleh guru yang dapat diakses oleh orang tua dan siswa.How to Cite: Ramdhani, F. Z., Rusmayani, Kurniawati. (2021). Humanizing Islamic Religious Education in Bali During the Covid-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 66-81. doi:10.15408/tjems.v8i1.20636.
Teachers' Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina Edona Jahiu
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.20451

Abstract

AbstractThis study examined and analyzed nine teachers' teaching practices with children in the sixth to seventh grades of primary school.   Effective teaching was discovered in this study to be dependent on three components of a classroom: 1) introduction – linking prior experience to the new issue; 2) sharing/discussing the primary topic; and 3) reflection/summarizing the lesson learned and new terms acquired. The findings indicated that students' learning and comprehension appeared to be contingent on the teacher's strategies for collaborating with students and constantly focusing their attention on the lesson (particularly on crucial features), which facilitated students' willingness to volunteer for discussion participation through open questions, constructive feedback, and so forth. Additionally, it provided teachers with insight on how to handle unforeseen classroom circumstances. For instance, numerous "attention-seeking" conflicts may arise, preventing the achievement of the objectives when time is spent on them. When reprimands and punishments are utilized, learners are reluctant to seek assistance or express their thoughts. Teachers must demonstrate their managerial competence by refraining to single out specific students in this situationAbstrakStudi ini meneliti dan menganalisis praktik mengajar sembilan guru dengan anak-anak di kelas enam hingga tujuh sekolah dasar. Pengajaran yang efektif ditemukan dalam penelitian ini bergantung pada tiga komponen ruang kelas: 1) pengantar – menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan masalah baru; 2) berbagi/membahas topik utama; dan 3) refleksi/meringkas pembelajaran dan istilah-istilah baru yang diperoleh. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pemahaman siswa tampaknya bergantung pada strategi guru untuk berkolaborasi dengan siswa dan terus-menerus memusatkan perhatian mereka pada pelajaran (terutama pada fitur-fitur penting), yang memfasilitasi kesediaan siswa untuk secara sukarela berpartisipasi dalam diskusi melalui pertanyaan terbuka, umpan balik yang membangun, dan sebagainya. Selain itu, ini memberi para guru wawasan tentang bagaimana menangani keadaan kelas yang tidak terduga. Misalnya, banyak konflik "mencari perhatian" mungkin muncul, mencegah pencapaian tujuan ketika waktu dihabiskan untuk itu. Ketika teguran dan hukuman digunakan, peserta didik enggan untuk mencari bantuan atau mengungkapkan pikiran mereka. Guru harus menunjukkan kompetensi manajerial mereka dengan menahan diri untuk memilih siswa tertentu dalam situasi ini.How to Cite: Jaihu, E. (2021). Teachers' Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 82-95. doi:10.15408/tjems.v8i1.20451.
A Comparison of Muslim Millennial Students' Religiousity at Islamic and Non-Faith Based Universities Leis Suzanawaty; Muniaty Aisyah; Umiyati Umiyati
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.19210

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to assess the influence of learning in a higher education institution and the type of institution, on the religiosity of Muslim Millennial students in Indonesia. In this study, religiosity is defined using an Islamic theoretical framework and divided into two sub-variables: hablumminallah and hablumminannas behavior, which serve as dependent variables hablumminallah behavior also serve as an intervening variable. Thus, this work used the Structural Equation Modeling technique using 292 samples to analyze direct and indirect influences. The findings indicated that higher educational institutions directly affect the habluminallah behavior, but not on the habluminannas behavior. While this has an indirect effect on hablumminannas behavior, it is mediated by hablumminallah behavior. It suggests that the level of students' hablumminallah behavior, which is high, makes the higher educational institutions potentially affect the students' hablumminannas too. Moreover, this study used the One-way Anova test to determine whether there are differences in the socio-religious milieu and student religiosity of Islamic and non-faith-based universities. The findings indicate that religious facilities are superior in non-faith-based universities to those in Islamic universities, whereas Islamic subject professors' roles and management support are identical. , there is no difference in the behavior of hablumminallah and hablumminannas students. This shows that if a university provides adequate religious facilities, both Islamic and non-faith-based universities will encourage students' religiosity similarly. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perguruan tinggi terhadap religiusitas mahasiswa muslim milenial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan kerangka teori dengan pendekatan Islami dimana religiusitas terbentuk dari dua sub variabel yaitu perilaku habluminallah dan hablumminannas sebagai variabel terikat, dimana perilaku hablumminallah juga sebagai variabel antara. Karenanya, untuk dapat menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung, penelitian ini menggunakan teknik Structural Equation Modelling dengan 292 sampel. data. Hasilnya menunjukkan bahwa secara langsung, perguruan tinggi hanya mempengaruhi perilaku habumminallah mahasiswa, namun tidak perilaku hablumminannasnya. Sedangkan secara tidak langsung, perguruan tinggi mampu mempengaruhi perilaku hablumminannas mahasiswanya yang dimediasi oleh perilaku hablumminallahnya. Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku hablumminallah mahasiswa yang tinggi, menjadikan perguruan tinggi berpotensi mempengaruhi perilaku hablumminanas mahasiswanya pula. Penelitian ini juga melakukan uji One-way Anova untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan kondisi sosial keagamaan di lingkungan kampus dan perilaku religius mahasiswa di universitas Islam dengan di universitas Umum. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas keagamaan di universitas Umum lebih tinggi dibandingkan universitas Islam. Yang mengejutkan, tidak terdapat perbedaan perilaku habluminallah maupun hablumminannas antara mahasiswa universitas Islam dengan Umum. Hal ini mengimplikasin bahwa, jika fasilitas keagamaan di lingkungan universitas memadai, maka baik universitas Islam maupun Umum akan efektif mempengaruhi religiusitas mahasiswanya.How to Cite: Suzanawaty, L., Aisyah, M., Umiyati. (2021). A Comparison of Muslim Millennial Students' Religiousity at Islamic and Non-Faith Based Universities. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 44-56. doi:10.15408/tjems.v8i1.19210.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue