cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Channel : Jurnal Komunikasi
ISSN : 23392681     EISSN : 26212579     DOI : 10.12928
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT JAWA TERHADAP TEMBANG LINGSIR WENGI SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA SYIAR AGAMA ISLAM (Studi Fenomenologi Kualitatif Tentang Pesan Dibalik Tembang Lingsir Wengi Karya Sunan Kalijaga) Fajar Dwi Putra
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.767 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i2.6223

Abstract

AbstrakCara berpikir seseorang akan menentukan apa yang akan dilihatnya. Hasil yang demikianmerupakan sebuah pelajaran berharga dari setiap peristiwa yang sedang, sudah atau bahkanakan terjadi. Tembang Lingsir Wengi yang merupakan sebuah ungkapan doa dan dakwah darisang pembawa ajaran suci agama Islam dianggap sebagai sebuah metode atau ritual khususuntuk memanggil dan mengumpulkan roh halus. Pandangan ini tidak didasari dengan pemahamandan telaah mendalam, hanya bersifat apriori semata, sehingga yang tidak berdasar pengalamanitu memunculkan persepi atau pandangan yang berbeda jauh dengan aslinya, terlebih ketikatembang ini dijadikan salah satu alunan musik dalam sebuah film horor.Penelitian ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat umum khususnya Jawaagar membuka pola pikir tentang tembang Lingsir Wengi. Bahwa dalam mengambil sebuahkeputusan harus didasarkan pada pengalaman mencoba atau melihat, melakukan dan memahamilebih jauh.Kata kunci: Persepsi, Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Jawa.
MOTIVASI PEMBELIAN IMPULSIF ONLINE SHOPPING PADA INSTAGRAM (Analisis Deskriptif Motivasi Konsumen dalam Melakukan Pembelian Online Pada Instagram) Dewa Ayu Cistaning; Catur Nugroho
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.235 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i2.7974

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi konsumen dalam melakukan aktivitasonline shopping yang berdampak langsung terhadap tingginya pembelian impulsif pada instagram.Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswi dari beragam universitas di Kota Bandung. Penelitimenggunakan metode deskriptif kualitiatif guna mendeskripsikan secara menyeluruh dan mendalammengenai motivasi pembelian impulsif dalam aktivitas online shopping pada instagram. Penelitianini menggunakan paradigma konstruktivis dan menggunakan tehnik wawancara mendalam sertaobservasi dalam proses pengumpulan hasil penelitan.Hasil penelitian menunjukan adanya motif utilitarian atau motif irrasional yangmendominasi argumentasi para informan yang kerap melakukan pembelian impulsif. Karakteristikpribadi yang mempengaruhi adalah umur dan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidupdan konsep diri. Sedangkan, faktor eksternal yang paling mempengaruhi adalah faktor lingkungan.Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan motivasi pembelian impulsif dalam kegiatan onlineshopping adalah hadirnya hasrat hedonistik, kebutuhan self esteem dan self actualization, persepsikonsumen terhadap pengambilan keputusan dan persepsi konsumen terhadap keputusan. Selain itu,peneliti menemukan keberalihan cara pandang setiap konsumen terhadap suatu produk. Parakonsumen tidak hanya melihat dari fungsinya saja sebagai suatu kebutuhan, namun, melihatnyasebagai alat pemenuhan kepuasaan dan pengaktualisasian diri.Kata kunci: motivasi belanja, online shopping, pembelian impulsif, instagram
STRATEGI PROMOSI PENERIMAAN SISWA BARU (STUDI KASUS SMK KESEHATAN CIPTA BHAKTI HUSADA YOGYAKARTA) Ardiyanto Wardhana
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.969 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i1.10215

Abstract

IntisariAdanya persaingan antar sekolah yang semakin meningkat beberapa waktu belakangan ini, maka upaya pemasaran untuk di sebuah lembaga pendidikan mutlak diperlukan. Sekolah sebagai lembaga penyedia jasa pendidikan perlu berbenah diri serta belajar agar memiliki inisiatif untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dalam hal ini siswa maupun siswi. Di zaman serba kompetitif seperti halnya saat ini, sesuatunya akan menjadi sulit apabila organisasi untuk dapat hidup dengan baik jika tidak memiliki kemampuan mengubah diri atau mempromosikan diri dengan baik serta secara cepat mampu berkembang dan memahami berbagai tuntutan yang diinginkan oleh para stakeholder. Oleh sebab itu, maka diperlukanlah strategi promosi khususnya di bidang jasa pendidikan yang tepat untuk memenangkan sebuah kompetisi antar sekolah sehingga meningkatkan animo calon peserta didik baru atau siswa, dan juga untuk meningkatkan akselerasi peningkatan kualitas dan profesionalisme manajemen sekolah. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kasus tunggal terpancang. Data dalam penelitian kualitatif ini diperoleh melalui human dan nonhuman. Sumber human diperoleh melalui wawancara (interview) dan atau observasi dengan mencatat tanda-tanda nonverbal yang ditransmisikan ke dalam bentuk catatan lapangan (field notes) ketika interview atau pada saat observasi berlangsung sedangkan untuk sumber nonhuman meliputi dokumen, rekaman, tempat dan sebagainya.Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Keahlian, Dunia Kerja
Representasi Identitas Nasionalisme Indonesia dalam Iklan Rokok Dji Sam Soe “Mahakarya” Luthfi Abdul Aziz
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v7i2.13576

Abstract

Dji Sam Soe “Mahakarya” is one of the Indonesian cigarette advertisements that raises the theme of nationalism. Dji Sam Soe “Mahakarya” gave a message of nationalism to continue to love his own country, namely Indonesia. The advertisement invites the Indonesian people to continue to love this countryamid the rapid pace of modernization. This udy aims to determine therepresentation of national identity in the cigarette advertisement of Dji SamSoe “Ma erpiece”. The research method used is descriptive qualitative. Data analysis in the form of identifying signs, under anding, and analysis. Theresults showed that there were two forms of representational meanings in the Dji Sam Soe “Mahakarya” ad, namely the representation of national identity in Mooie Indie and representation of Balinese cultural inclusion. National identity representation in Mooie Indie is shown in the aspect of love for theland of birth. Love of birthplace visualized by the ate of Indonesia. Its formis in the form of loving one’s own country.
Komunikasi CSR Program CSR Rumah Srikandi PT Sari Husada Yogyakarta Kepada Stakeholder Aswad Ishak
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.842 KB) | DOI: 10.12928/channel.v3i1.2418

Abstract

Penelitian komunikasi corporate social responsibility (CSR) public relations kepada stakeholder PT Sari Husada Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah aktivitas yang dilakukan public relations dalam mengkomunikasikan program corporate social responsibility (CSR) PT Sari Husada Yogyakarta kepada stakeholder internal dan eksternal. Obyek penelitian ini adalah program corporate social responsibility (CSR) PT Sari Husada Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang memberikan gambaran secara mendetail tentang latarbelakang, sifat-sifat serta karakter yang khas dari kasus yang diteliti yakni bagaimana aktivitas yang dilakukan public relations dalam mengkomunikasikan program corporate social responsibility (CSR) kepada stakeholders internal dan eksternal PT Sari Husada Yogyakarta. Hasil yang diperoleh, PT Sari Husada melaksanakan program CSR Rumah Srikandi dengan melakukan kerjasama dengan PKPU Yogyakarta untuk pengelolaannya. Komunikasi kegiatan CSR dilakukan dengan mengandalkan media sosial berbasis online yang ditunjang oleh siaran pers untuk media massa dan pembuatan buletin. Kegiatan komunikasi yang telah dilakukan belum menunjukkan efektifitasnya karena persoalan sumberdaya manusia pengelolanya yang belum memadai dari sisi kemampuannya. Kata kunci: Komunikasi, public relations, corporate social responsibility (CSR), stakeholde. 
Budaya Tertib Berlalu-Lintas Kajian Fenomenologis atas Masyarakat Pengendara Sepeda Motor di Kota Bandung Soni Sadono
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.251 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i1.4207

Abstract

Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap peraturan berlalu-lintas terlihat dari rendahnyatingkat kedisiplinan masyarakat dalam berkendara, sehingga melahirkan budaya tidak disiplin pada masyarakat. Kurang sadarnya masyarakat dalam hukum berlalu-lintas dapat dilihat dalam perilaku seperti semakin meningkatnya pelanggaran lalu lintas oleh pengendara motor. Hal tersebut dapat diketahui dari banyaknya pelnggaran rambu lalu lintas di kota Bandung pada tahun 2014 dengan jumlah 39.205 pelanggaran (Sumber: Polwiltabes Kota Bandung, 2015). Perilaku ketidakdisiplinan masyarakat dalam berlalu-lintas seperti mengendarai kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan, menerobos lampu lalu lintas, melewati marka pembatas jalan, tidak melengkapi alat keselamatan seperti halnya tidak menggunakan helmet, spion, lampu-lampu kendaraan, ketidaklengkapan surat-surat kendaraan bermotor, tidak taat membayar pajak, menggunakan kendaraan tidak layak pakai. Pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi juga melibatkan cara pengendara yang “menerabas antrian kendaraan, berkendara zigzag dengan kecepatan tinggi, beberapa kali pernah menerabas lampu lalu lintas, dan melanggar rambu yang dilarang menikung” (Hendratno, 2009:499). Jurnal ini berupaya untuk menjelaskan secara literatur dan field research terhadap permasalahan budaya tertib berlalu-lintas, dengan pendekatan kualitatif. Kata kunci: Budaya Berlalu-Lintas, Sikap Disiplin, Fenomenologis.
EFEKTIVITAS CSR DALAM MENGANTISIPASI KRISIS MELALUI PENDEKATAN INVESTASI SOSIAL (PROGRAM CSR “MASAK BESAR 2.705 PORSI NASI GORENG” JOGJA CITY MALL) Raditia Yudistira Sujanto
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.147 KB) | DOI: 10.12928/channel.v5i1.6356

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti pada pentingnya bagi sebuahorganisasi untuk melakukan investasi sosial dalam masyarakat, terutama dalam masyarakat sekitarberdirinya organisasi. Investasi sosial dapat dilaksanakan melalui program corporate socialresponsibility (CSR). Pelaksanaan CSR itu sendiri sebaiknya dilakukan selama tahap pra-krisisatau selama masa manajemen isu. Objek penelitian ini adalah program CSR Jogja City Mall (JCM)yang bertajuk “Masak Besar 2.705 Porsi Nasi Goreng” di mana anggota masyarakat diundanguntuk terlibat langsung di dalamnya. JCM sendiri sebelumnya sempat dilanda beberapa keluhandan sikap tidak suka dari pihak masyarakat sekitar. Peneliti kemudian ingin mencari tahu efektivitasprogram CSR dalam mengantisipasi krisis bagi organisasi sekaligus sebagai bentuk investasi sosialperusahaan.Kata kunci: investasi sosial, CSR, manajemen isu, antisipasi krisis.
PERSEBAYA DAN BONEK DALAM KONGLOMERASI JAWA POS Fajar Junaedi; Heru Nugroho; Sugeng Bayu Wahyono
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.317 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i1.10209

Abstract

IntisariPada awal dekade 1980-an, Jawa Pos adalah sebuah koran yang hampir bangkrut setelah mengalami krisis sejak satu dekade sebelumnya. Pada akhir 1970-an, oplah Jawa Pos mengalami kemerosotan tajam, dan titik nadir Jawa Pos terjadi ketika di tahun 1982, oplahnya tinggal 6.800 perhari. Pemilik Jawa Pos, The Chung Sen memutuskan menjual Jawa Pos kepada kelompok bisnis media Tempo Grafiti. Kelompok bisnis media ini menunjuk Dahlan Iskan sebagai nahkoda baru Jawa Pos. Jawa Pos di bawah kendali Dahlan Iskan mengembangkan jurnalisme olahraga, sebuah praktek jurnalisme yang sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak serius, dengan mengangkat secara massif pemberitaan tentang Persebaya dan Bonek. Persebaya adalah klub sepakbola dari kota Surabaya dan Bonek adalah fans Persebaya. Awalnya, Jawa Pos memanfaatkan Persebaya untuk menaikan oplahnya dengan cara mengalokasikan pemberitaan yang berlimpah tentang klub sepakbola ini, dan sekaligus mereproduksi identitas Bonek bagi fansnya. Bersamaan dengan berlimpahnya pemberitaan tentang Persebaya dan reproduksi terhadap identitas Bonek, Jawa Pos berkembang menjadi koran terkemuka di kota Surabaya pada akhir dekade 1980-an. Sejak dekade 1990-an, Jawa Pos berkembang menjadi koran nasional dan mengembangkan bisnisnya baik di lini media maupun non media. Jawa Pos berkembang menjadi konglomerasi media dan non media di tingkat nasional dengan keberhasilannya melakukan ekspansi bisnis ke berbagai lini media. Di tengah redupnya bisnis media cetak, terutama akibat laju pertumbuhan media daring, Jawa Pos mengembangkan konglomerasinya dengan mengambil alih kepemilikan Persebaya pada awal tahun 2017.Kata Kunci : Konglomerasi, Jawa Pos, Persebaya, Bonek
Keterbukaan Diri dalam Komunikasi Orangtua-Anak pada Remaja Pola Asuh Orangtua Authoritarian Maulana Rezi Ramadhana
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.266 KB) | DOI: 10.12928/channel.v6i2.11582

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah usia dalam proses pertumbuhan fungsi emosi dan fungsipsikososial yang sangat penting dalam proses penyesuaian diri. Proses inimelibatkan keterbukaan diri, berkomunikasi dan saling membina hubungansosial. Di sisi lain, usia remaja yang masih belum stabil masih memerlukanpengasuhan dari kedua orangtuanya dan salah satu bentuk pola asuh yangditerapkan adalah authoritarian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkangambaran dan analisis aspek keterbukaan diri dalam komunikasi orangtuaanakpada remaja pola asuh orangtua authoritarian. Penelitian menggunakanmetode deskriptif mixed method dengan data kuantitatif dan kualitatif melaluimetode kuesioner dan wawancara selama 2 bulan. Responden dalam penelitianini adalah 71 remaja siswa baru SMA Negeri di Kota Bandung yang memilikipola asuh orangtua authoritarian. Hasil pengolahan data uji reliabilitaskuesioner alat ukur sebesar .745 (alpha cronbach’s) dengan analisis hubunganantar dimensi yang kuat. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa remajadengan pola asuh authoritarian menunjukan keterbukaan diri dalam kategorisedang dengan dimensi frekuensi interaksi yang tidak intensif, terdapatrespon positif dan negatif dalam percakapan, belum muncul keterusterangan,pengungkapan diri yang tidak terarah pada tujuan dan adanya sikap kurangintim dalam hubungan komunikasi antara orangtua-anak.
Komunikasi dalam Musyawarah (Tinjauan Konsep Asyura dalam Islam) Tsalis Rifa'i
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.423 KB) | DOI: 10.12928/channel.v3i1.2412

Abstract

Al Qur’an sebagai wahyu dan teks memiliki pesan-pesan yang diperuntukan bagi manusia. Dimana pesan-pesan tersebut memuat nilai sebagai petunjuk jalan hidup bagi manusia. Salah satu nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an tersebut adalah musyawarah atau syura. musyawarah berarti perbuatan aktif yang tidak berhenti pada batas-batas sukarela dalam berpendapat, melainkan meningkat dari sukarela menjadi upaya perbuatan mengemukakan pendapat sebaik-baiknya. Tulisan ini bermaksud memaparkan mengenai konsep musyawarah dalam konteks sosial politik dan budaya masyarakat. Hasilnya adalah, Pertama, musyawarah sebagai kesetiakawanan, kekuatan serta kemerdekaan individu dan hak-hak mereka sebagai manusia. Kedua, musyawarah dapat dikatakan sebagai instrument dakwah apabila musyawarah dapat menjadi tempat memuliakan dan membimbing seseorang menuju arah yang lebih baik. Yang ketiga adalah, musyawarah sebagai kaidah sosial. Keempat adalah musyawarah sebagai khilafah berikut hak-haknya yang fitri. Kata Kunci: Syura, Komunikasi, Dakwah dalam Musyawarah

Page 10 of 22 | Total Record : 213