cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 420 Documents
Nilai-Nilai Filantropi Pada Tradisi Yatiman Di Brotonegaran Ponorogo Jannah, Unun Raudhotul
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v10i1.808

Abstract

Diskursus mengenai peran filantropi (kedermawanan) Islam  kian hari semakin menarik untuk dikaji. Tradisi yatiman di Brotonegaran Ponorogo diselenggarakan untuk memberikan wadah kegiatan berbagi dalam bentuk penyantunan anak-anak yatim pada malam tanggal 10 Muharam setiap tahunnya. Masalah dalam penelitian ini adalah ingin menjawab bagaimana tradisi yatiman berlangsung pada masyarakat Brotonegaran Ponorogo dan apa saja fungsi dan makna tradisi yatiman tersebut bagi kehidupan masyarakat ?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif   dengan memberikan interpretasi mendalam terhadap temuan-temuan lapangan berdasarkan fakta sosial  yang terjadi apa adanya. Sedangkan untuk mendapatkan validitas data lapangan, prosedur yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis dengan menelaah semua data yang akhirnya diinterpretasikan.            Berdasarkan data penelitian dari lapangan dan hasil analisis data yang mengikuti alur penelitian kualitatif, dihasilkan beberapa temuan. Pertama, kedermawanan (filantropi) dalam tradisi yatiman bukan semata-mata sebatas dorongan (motivasi) beramal, bersedekah atau infaq, tetapi lebih bersifat rasa cinta kasih dan kemanusiaan yang berkeadilan sosial dan karena panggilan hati nurani serta kesetiakawanan sosial. Kedua, tradisi yatiman masuk dalam varian filantropi tradisional karena beraktifitas dalam ruang karitas, tidak berkelanjutan dan cenderung memaknai filantropi secara an sich. Adapun pendekatan filantropi yang digunakan menganut pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs) dan menggunakan paradigma social service. Dalam paradigma social service (pelayanan sosial), jenis-jenis pelayanan mencakup perihal pemenuhan basic needs (kebutuhan dasar) untuk memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, kesahatan dan pendidikan.
Eksklusivisme Komunitas Islam-Hindu (Analisis Tindakan Sosial Komunitas Beda Agama di Dusun Semanding Loceret Nganjuk) Ulfah, Isnatin
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1522

Abstract

Relasi sosial-keagamaan komunitas beda agama Islam dan Hindu di Dusun Semanding sebelum didirikan pura dan masjid berjalan inklusif. Tetapi keadaan Semanding berubah setelah pura didirikan pada  tahun 2001. Berdirinya pura ternyata berimbas pada kegelisaan identitas komunitas muslim, sehingga umat Islam mendirikan masjid yang dijadikan sebagai wadah berkumpulnya komunitas muslim Dusun Semanding. Perubahan relasi sosial-keagamaan pasca berdirinya pura dan masjid itulah yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menghasilkan temuan, dalam ruang publik saat hajatan perkawinan, ada kematian, atau saat bekerja di sawah masyarakat Semanding bersikap inklusif. Tetapi di wilayah privat yaitu wilayah identitas agama dan ideologi, mereka bersifat eksklusif seperti keengganan memenuhi undangan acara-acara besar antar agama. Ada empat tindakan yang menjadi motif tindakan sosial tersebut, yaitu motif instrument, motif nilai, motif afektif, dan motif tradisional.
THE COMPARATIVE STUDY OF ISLAMIC AND CONVENTIONAL BANK IN INDONESIA Rinawati, Tri; Santoso, Aprih
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i2.1772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia berdasarkan rasio CAR, NPL, LDR dan BOPO untuk tahun 2008 – 2017 dan untuk mengetahui kinerja keuangan mana yang lebih baik antara kinerja keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia untuk periode 2008 - 2017 dilihat berdasarkan rasio CAR, NPL, LDR, BOPO, ROA. Objek penelitian ini adalah bank syariah dan bank konvensional di Indonesia selama periode 2008 - 2017. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dari suatu populasi berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria dalam memilih sampel adalah: (1) Bank yang telah menerbitkan laporan keuangan selama 5 tahun berturut-turut mulai tahun 2008-2017; (2) Bank yang terdaftar di Bank Indonesia; (3) Bank yang menyediakan data laporan keuangan sesuai dengan rasio yang dipersyaratkan; (4) Data Keuangan Bank Syariah dan Bank Konvensional diambil secara keseluruhan dari Statistik Perbankan Indonesia dengan hasil pengujian yang berbeda dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara CAR Bank Islam dan CAR Conventions Bank, terdapat perbedaan antara Bank Syariah NPL dan Konvensional Bank NPL, ada perbedaan antara LDR Bank Syariah dan LDR Bank Konvensional, tidak ada perbedaan antara Bank Islam BOPO dan Bank Konvensional BOPO dan ada perbedaan antara ROA Bank Syariah dan ROA Bank Konvensional. [The objectives of this study are: (1) To find out the differences in the financial performance of Islamic Banks and Conventional Banks in Indonesia based on CAR, NPL, LDR and BOPO ratios for the years 2008 - 2017; (2) To find out which financial performance is better between the financial performance of Islamic Banks and Conventional Banks in Indonesia for the period 2008 - 2017 seen based on CAR, NPL, LDR, BOPO, ROA ratios. The object of this research is Islamic banks and conventional banks in Indonesia during the period 2008 - 2017. The method of determining the sample used is purposive sampling, which is sampling from a population based on certain criteria. The criteria in selecting samples are: (1) Banks that have published financial statements for 5 consecutive years starting in 2008 - 2017; (2) Banks registered at Bank Indonesia; (3) Banks that provide financial report data in accordance with the required ratio; (4) Financial Data of Islamic Banks and Conventional banks are taken as a whole from Indonesian Banking Statistics the results of different tests it can be concluded that there is a difference between CAR Islamic Banks and CAR Conventions Bank, there is a difference between Islamic Bank NPLs and Bank Conventions NPL, there is a difference between Islamic Bank LDR and Conventional Bank LDR, there is no difference between Islamic Bank BOPO and Conventional Bank BOPO and there is a difference between ROA of Sharia Banks and ROA of Conventional Banks]
REORIENTASI KURIKULUM PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN SURAKARTA Adnani,dkk, Kamila
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.768

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika pengembangan kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dan struktur kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sesuai dengan kompetensi lulusan nya. Dari dua permasalahn  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  dinamika  pengembangan kurikulum di prodi KPI FUD IAIN Surakarta ber dasarkan 3 ranah yaitu ranah proses, ranah factor dan ranah dampak. Pada ranah proses dibagi pada 3 periode yaitu 1). Periode awal (early period), 2) periode menengah, (medium  period)),  3)Periode  dewasa  ini  (contemporary  period).  Pada Ranah  Faktor  dilatarbelakangi  oleh  faktor-faktor  sebagai  berikut:  1). Faktor internal dan 2). Faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dosen maupun  karyawan,  tata  dan  budaya  organisasi  di  STAIN  Surakarta, input  mahasiswa,  alumni  (output),  dan  sebagainya.  Sedang kan  faktor eksternal adalah faktor pasar tenaga kerja, tuntutan masyarakat, isu-isu dan  trendlokal,  nasional  maupun  internasional  dan  sebagainya.  Faktor Dampak Pengembangan kurikulum akan menimbul kan beberapa dampak di antaranya adalah: 1). Dampak Material 2). Dampak Profesional dan, 3) Dampak Sosial Kultural. Struktur Kurikulum di prodi Komunikasi dan Penyiaran  Islam  (KPI)  IAIN  Surakarta  dalam  menghadapi  kompetensi lulusannya  pada  ke butuhan  pangsa  pasar  mengalami  perubahanperubahan mulai tahun 1998/1999, 1999/2000, 2002/2003, 2007/2008, 2009/2010, 2011/2012.
THE WISDOM OF WAQF TRADITION AS THE MANIFESTATION OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL’S INDEPENDENCE: A CASE STUDY AT TEBU IRENG ISLAMIC BORADING SCHOOL JOMBANG AND DARUSSALAM GONTOR MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Maliha, Novi Fitia
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i2.3559

Abstract

Pesantren adalah sebuah jawaban dari panggilan agama dan atas dasar basis spiritual, mengembangkan ajaran-ajaran agama melalui pendidikan dalam makna yang lebih luas. Pesantren menerjemahkan nilai-nilai agama sebagai bingkai pendidikan yang berupa sebuah usaha untuk mensintesiskan dan menggabungkan idealitas, ilmu, dan praktis kehidupan. Salah satu model filantropi yang ditawarkan dalam Islam adalah institusi wakaf . Wakaf merupakan pola swadaya pesantren dalam pembangunan yang seakan-akan menjadi oase di tengah perjuangan dakwah pengembangan pesantren dengan tantangan modernitas yang menekankan pada perubahan sebagai sumber dinamika sosial. Pesantren merepresentasikan kekuatan tradisi wakaf hingga mampu menopang kemandirian pesantren itu sendiri. Pada penelitian ini difokuskan pada kajian wakaf untuk kemandirian pesantren itu sendiri yaitu  Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang dan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang telah menjadikan wakaf sebagai kearifan tradisi. Pimpinan pondok adalah tauladan karena menjadi wakif pertama yang memberikan hartanya untuk kepentingan umat yaitu pesantren. Kearifan tradisi yang dicontohkan para pimpinan pondok ini menguatkan kapasitas kelembagaan pesantren dan kelembagaan pesantren wakaf yang sudah profesional dalam bentuk yayasan. Manajemen wakaf yang profesional dan bermanfaat berbasis kebutuhan riil pesantren sangat membantu pesantren untuk  bisa mandiri dan menopang kebutuhan pesantren. Hasil wakaf yang disalurkan pada internal pesantren atau sekitar pesantren akan meneguhkan kemandirian pesantren dalam institusi wakaf. [Pesantren is an answer to religious vocation and on a spiritual basis, develops religious teachings through education in a broader sense. The pesantren translates religious values as an educational frame in the form of an effort to synthesize and combine ideality, science and practical life. One of the philanthropic models offered in Islam is the waqf institution. Waqf is a pattern of pesantren self-help in development that seems to be an oasis in the midst of the da'wah struggle for the development of pesantren with the challenges of modernity that emphasize change as a source of social dynamics. The pesantren represents the strength of the waqf tradition to be able to sustain the independence of the pesantren itself. This research focuses on the study of waqf for the independence of the pesantren itself, Tebu Ireng Islamic Boarding School, Jombang and Modern Darussalam Gontor Ponorogo, which have made waqf a traditional wisdom. The leadership of the boarding school is a role model because it became the first waqf to give his wealth to the interests of the people, the pesantren. The traditional wisdom exemplified by the leaders of the boarding school strengthens the institutional capacity of the pesantren and waqf pesantren institutions which are already professional in the form of foundations. Professional and useful waqf management based on the real needs of pesantren greatly helps pesantren to be independent and sustain the needs of pesantren. The results of the waqf distributed to the pesantren internally or around the pesantren will reinforce the independence of the pesantren within the waqf institution]
PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK MI/SD: STUDI ATAS DAMPAK KEPERGIAN IBU SEBAGAI TKW KE LUAR NEGERI Rohmah, Elfi Yuliani
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v4i1.748

Abstract

Abstrak: Anak di usia sekolah dasar yang pada saat ini akan lebih baik perkembangan moralnya jika berada di lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembangnya. Peran orang tua dalam mendampinginya sangat dibutuhkan untuk perkembangan lebih baik dan lebih lanjut. Artikel ini ini mencoba menggali bagaimana perkembangan moral, sosial, kognitif anak yang ibunya pergi ke luar negari sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak SD/MI yang ditinggal pergi ibunya menjadi TKW ke luar negeri rata-rata menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah ibunya pergi ke luar negeri. Perbedaan mencolok terutama pada anak laki-laki; perkembangan sosial anak menunjukkan variasi pola perilaku, mulai dari pola perilaku yang disetujui sampai pada pola perilaku yang tidak disetujui dalam keluarga dan masyarakat, hal positif yang terjadi pada mereka adalah kemandirian, mereka sudah bisa memasak, mencuci baju sendiri, mengatur waktu. Dari sisi negatif, perlaku sosial yang nampak adalah ketidakaturan dalam mengatur waktu untuk bermain, mengaji dan istirahat; Perkembangan kognitif anak, rata-rata menunjukkan perilaku yang baik, ada beberapa saja yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung bahkan tidak anaik kelas. Kontribusi dalam penelitian ini agar para semua pihak yang terkait selalu menjalin komunikasi dan monitoring demi mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Analisis Fator-Faktor yang Berpengaruh terhadap Return On Investment (Studi Pada Lembaga Keuangan Syariah “Kita” Desa Demangan Kecamatan Siman Ponorogo) Maharani, Shinta
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1427

Abstract

Krisis ekologi yang sampai saat ini berlangsung seolah menggambarkan betapa sistem ekonomi membutuhkan pemikiran dan tindakan nyata. beberapa langkah strategis telah ditempuh baik skala besar yaitu pada tingkat Negara maupun skala kecil yaitu pada lembaga-lembaga keuangan mikro setempat. Langkah nyata yang dilakukan adalah memperkecil faktor resiko dalam investasi melalui skema “Return On Investment”. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini akan membahas Faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Investment pada Lembaga Keuangan Syariah “Kita” Desa Demangan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder yaitu dengan pemberian kuisioner kepada para responden dan pengolahan data dari laporan keuangan. Dari populasi sebanyak 90 masyarakat yang mengajukan pinjaman, yang disetujui sebanyak 58 nasabah maka sampel ditetapkan sebanyak 58 responden pada Lembaga Keuangan Syariah ”KITA”. Analisis selanjutnya didasarkan pada laporan akuntansi keuangan yang telah dibukukan dan diolah pada Lembaga Keuangan Syariah ”KITA” dengan variabel yang digunakan Sistem Pengendalian Internal (X1) dan etika bisnis (X2).  Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap Return on Investment, hal ini dikarenakan sistem pengendalian internal tidak berjalan dengan  efektif, sehingga ROI tidak mampu dicapai. Sedangkan etika bisnis berpengaruh negative signifikan terhadap ROI, hal ini menunjukan bahwa semakin meningkat etika bisnis maka akan mengurangi kecenderungan kecurangan transaksi, sehingga ROI dapat tercapai. Sebaliknya semakin menurun etika bisnis maka akan meningkatkan kecenderungan kecurangan.
RESPONS NAHDLATUL ULAMA PONOROGO TERHADAP GERAKAN ISLAM FUNDAMENTALIS Aminuddin, Luthfi Hadi
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.794

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap respons Nahdlatul Ulama Ponorogo terhadap dakwah dan ajaran dari gerakan Islam Fundamentalis. Gerakan Islam Fundamentalis dicirikan sebagai gerakangerakan Islam yang hendak kembali kepada pondasi dasar ajaran Islam dan tradisi kenabian dengan pemahaman terhadap teks yang cenderung harfiah, menonjolkan klaim kebenaran, mempertentangkan Islam dan NKRI, serta menyerang praktik-praktik keagamaan kalangan tradisionalis. Gerakan Islam fundamentalis tersebut sekarang mulai mengembangkan dakwah dan ajarannya di kantong-kantong Nahdlatul Ulama seperti di Ponorogo dan sekitarnya. Untuk menggali data, penulis melakukan wawancara dengan beberapa tokoh sentral NU Ponorogo dan studi terhadap beberapa dokumen serta literarur. Penelitian ini mendapati bahwa untuk merespons gerakan Islam fundamentalis, para kiai NU di bawah koordinasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ponorogo, mendirikan Aswaja NU Center. Lembaga ini kemudian mengkoordinasi beberapa bentuk program dan kegiatan dalam rangka meng-counter gerakan Islam fundamentalis. Program tersebut adalah: 1) Dauroh Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (Dakwah), 2) Kajian Islam Ahl al-Sunnah wa alJama’ah (Kiswah), 3) Usaha sosialisasi Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (Uswah), 4) Maktabah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (Makwah); dan 5) Bimbingan Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (Biswah).
PENGUASAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DASAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (STUDI PADA MADRASAH MITRA STAIN PONOROGO) Widayanti, Esti Yuli
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.465

Abstract

Prodi PGMI STAIN Ponorogo sejak berdirinya telah mengembangkan kerjasama dengan beberapa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai mitra dalam mengembangkan pembelajaran di MI. Kerjasama berupa fasilitasi pengembangan madrasah, peningkatan sumber daya manusia, penelitian ke-MI-an, dan peningkatan kualitas mahasiswa calon guru MI. Kerjasama yang telah berjalan sekitar satu dekade diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat penguasaan Keterampilan Proses Sains Dasar Kelas Atas (KPSDKA) siswa madrasah ibtidaiyah mitra STAIN Ponorogo serta membuktikan dan menganalisis ada tidaknya perbedaan dan pengaruh variabel jenis kelamin, tingkatan kelas, jenis sekolah dan interaksi di antaranya terhadap KPSDKA siswa. Melalui survey pada beberapa madrasah mitra sebagai sampel penelitian ditemukan bahwa rata-rata prosentase tingkat penguasaan KPSDKA siswa hanya 54,47%, sedangkan kategori penguasaan siswa mayoritas belum begitu tinggi/sedang. Setelah dilakukan uji perbedaan dengan three ways anova, dibuktikan bahwa tidak ada perbedaan KPSDKA siswa antara siswa laki-lak idan perempuan, dan antara siswa dari MI negeri atau swasta. Tetapi ada perbedaan KPSDKA untuk tingkatan kelas yang berbeda, yaitu siswa dari kelas lebih tinggi mempunyai tingket penguasaan KPSDKA yang lebih baik.
IDENTITAS PENAMPILAN MASYARAKAT YOGYAKARTA 1950’an-1970’an Khasanah, Nurul; Afiyanto, Hendra
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontestasi ragam penampilan masyarakat Yogyakarta sebagai akibat dari westernisasi dan agamaisasi. Tahun 1950’an dipilih sebagai batasan awal penelitian sebab tahun tersebut adalah masifnya arus westernisasi yang masuk ke Yogyakarta. Westernisasi menjadi budaya populer di dalam masyarakat Yogyakarta yang membongkar kokohnya pondasi budaya keraton termasuk penampilan masyarakat. Kepintaran masyarakat Yogyakarta terlihat ketika mampu mengakomodasi westernisasi untuk eksistensi penampilannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis melalui penggunaan sumber tekstual, seperti arsip, buku-buku referensi, surat kabar, majalah, dan sumber non-tekstual seperti foto atau gambar.Melalui tulisan ini disimpulkan masuknya westernisasi menimbulkan pergeseran cara pandang masyarakat atas penampilannya. Bergesernya cara pandang memunculkan perubahan penampilan dan ragam penampilan masyarakat Yogyakarta. Adanya kontestasi ragam penampilan menimbulkan ketegangan di dalam masyarakat, karena pada fase ini terjadi penghakiman atas benar salah penampilan yang digunakan. Muaranya adalah pemaknaan ulang terkait penampilan yang digunakan di dalam masyarakat.