cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan antara Stres Akademik dengan Kecenderungan Gejala Somatisasi pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015 Viton Surya Irlaks; Arina Widya Murni; Rini Gusya Liza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1366

Abstract

 Stres akademik merupakan suatu keadaan emosional yang paling umum dialami oleh mahasiswa selama masa studi. Stres yang tidak dikontrol dengan baik dapat mempengaruhi terjadinya gejala somatisasi. Tujuan: Menentukan hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan gejala somatisasi pada mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015. Metode: Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian adalah 100 orang mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) dan The Somatic Symptom Scale - 8 (SSS-8). Data dianalisis menggunakan uji bivariat Fisher’s exact. Hasil: Penelitian menunjukkan 43 orang (43%) adalah laki - laki dan 57 orang (57%) adalah perempuan. Usia terbanyak adalah 21 tahun (74%) dan paling sedikit 20 tahun (9%). Tingkat stres akademik 56 orang sedang (56%) dan 4 orang sangat berat (4%). Tingkat kecenderungan gejala somatisasi 26 orang sedang (26%) dan 11 orang sangat ringan (11%). Sebanyak 24 orang yang mengalami stres akademik memiliki kecenderungan gejala somatisasi sedang (27,9%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan kecenderungan gejala somatisasi pada mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015.Kata kunci: stres akademik, gejala somatisasi, mahasiswa tingkat akhir
Deteksi dan Analisis Faktor Risiko Hipertensi pada Karyawan di Lingkungan Universitas Sriwijaya Feranita Utama; Desri Maulina Sari; Windi Indah Fajar Ningsih
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v10i1.1643

Abstract

Office workers are one group with a high proportion of hypertension compared to other types of work. Objectives: To determined the proportion of pre-hypertension, hypertension and risk factors for hypertension among employees in Sriwijaya University. Methods: This study used a cross-sectional design at Sriwijaya University, and samples were taken from 4 faculties totaling 152 respondents. Sampling using cluster random sampling technique. Data were collected from September to October 2020. The analysis was carried out in univariate, bivariate and multivariate analysis with logistic regression tests. Results: There were 13.2% of employees had hypertension, 40.8% had pre-hypertension, and the risk factor for hypertension among employees was age (p-value = 0.01; OR = 4.76; CI 1.50 <OR <15, 10) after controlling for the variables of the length of work, marriage status and cholesterol levels. Conclusion: There are more than 50% of employees are in a condition of pre-hypertension and hypertension, with age as the main risk; for this reason, employees who are 45 years old are expected to carry out routine health checks with the facilitation of the university and be able to implement the Dietary Approach to Stop hypertension in employees with pre-hypertension / hypertension.Keywords:  DASH, hypertension, pre-hypertension, the risk factor
Studi Awal Analisis Molekuler Human Papillomavirus dari Apusan Glans dan Batang Penis Maya Savira; Resty Yuwandari; Yossi Maryanti; Rahmat Azhari Kemal; Donel S
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i4.1493

Abstract

Pria juga dapat mengalami keganasan akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV) serta bertindak sebagai reservoir virus. Metode skrining HPV pada wanita telah terstandardisasi, namun belum ada standar metode skrining pada pria di Indonesia. Beberapa studi pada populasi pria di luar negeri menunjukkan potensi sampling pada daerah genitalia eksterna untuk skrining HPV. Tujuan: mengoptimasi metode skrining HPV secara molekuler pada pria. Metode: Responden adalah partner seksual wanita pansien kanker serviks di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Apusan dari glans dan batang penis diambil menggunakan nylon-flocked swab yang kemudian dimasukkan ke dalam 350µl viral transport medium terpisah. DNA diisolasi dari sampel yang kemudian dianalisis untuk mendeteksi gen human β-globin dan HPV. Hasil: Optimasi awal menunjukkan gen β-globin dapat terdeteksi dari hasil ekstraksi dengan kit Zeesan Viral RNA Extraction. Pita HPV hasil PCR dengan primer MY09 dan MY11 dapat muncul namun masih tipis. Simpulan: Studi awal ini menunjukkan bahwa apusan glans dan batang penis dapat digunakan untuk deteksi HPV secara molekuler pada pria, namun proses pengambilan sampel, ekstraksi DNA, dan PCR masih perlu dioptimasi.Kata kunci: apusan, glans, HPV, penis
Gambaran Infeksi Nontuberculous Mycobacteria (NTM) pada Penderita Suspek TB Paru Menggunakan Multiplex PCR (MPCR)-Universal Lateral Flow Assay (ULFA) Kit Putri Wulan Akbar; Agustin Iskandar; Tri Wahju Astuti; Kristin Indriana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1394

Abstract

Infeksi paru akibat Nontuberculous Mycobacteria (NTM) dan Mycobacterium tuberculosis (MTB) dapat memberikan gambaran klinis yang serupa sehingga berpotensi menyebabkan kesalahan diagnosis dan terapi. Pemeriksaan Multiplex PCR (MPCR)-Universal Lateral Flow Assay (ULFA) merupakan pemeriksaan berbasis molekuler untuk mendeteksi gen rpoB, IS1660 dan mtp40 yang dapat digunakan untuk membedakan infeksi NTM dari infeksi TB. Tujuan:  Mendapatkan gambaran infeksi NTM menggunakan MPCR-ULFA pada penderita terduga TB paru. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang yang dilaksanakan sejak April sampai Juli 2019. Sebanyak 39 sampel sputum dari pasien terduga TB paru dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang diperiksakan apusan BTA, GeneXpert dan MPCR-ULFA. Hasil: Sebanyak 5 sampel (12,8%) sputum dari pasien terduga TB paru terdeteksi sebagai NTM positif menggunakan pemeriksaan MPCR-ULFA. Empat dari lima sampel (80%) tersebut memiliki kesesuaian dengan hasil GeneXpert dan apusan BTA, yakni MTB negatif.  Pemeriksaan molekuler baik GeneXpert maupun MPCR-ULFA keduanya mendeteksi keberadaan gen rpoB dari Mycobacterium. Metode MPCR-ULFA mengamplifikasi 3 gen target sekaligus (IS1660, mtp40 dan rpoB) sehingga dapat mendeteksi infeksi NTM atau MTB. Simpulan: Prevalensi NTM pada pasien terduga TB paru di RSUD Kanjuruhan Kepanjen menggunakan MPCR-ULFA mencapai 12,8%. Sebanyak 80% dari NTM positif memiliki hasil pemeriksaan GeneXpert dan apusan BTA negatif.Kata kunci: GeneXpert, MPCR-ULFA, NTM, suspek TB paru
Talaromycosis Marneffei pada Pasien HIV Aulia Ihsani; Raveinal Raveinal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1331

Abstract

Talaromycosis marneffei adalah infeksi jamur yang disebabkan Talaromyces marneffei. Talaromikosis adalah salah satu infeksi oportunistik yang sering mengenai orang dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) stadium akhir di Asia Tenggara, India timur laut, Cina Selatan, Hongkong, dan Taiwan. Gejala klinis talaromikosis tidak spesifik, seperti demam, anemia, penurunan berat badan, hepatomegali, splenomegali, gangguan pernapasan dan manifestasi kulit. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kecurigaan klinis dengan konfirmasi pemeriksaan histopatologi. Dilaporkan pasien laki-laki berusia 29 tahun, dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, dengan keluhan utama muncul bintil-bintil berwarna kehitaman hampir diseluruh wajah sejak 3 bulan yang lalu. Pasien sudah dikenal menderita HIV sejak 4 bulan yang lalu dan sudah mendapat terapi antiretroviral (ARV). Didapatkan plak hiperpigmentasi pada wajah dan hepatomegali. Laboratorium didapatkan kadar hemoglobin 8,9 gr/dl, CD4 8 sel/uL dan pemeriksaan histopatologi yang menunjukkan massa sporis eosinofilik di intraseluler dan diantara stroma jaringan ikat. Pemberian ARV dilanjutkan dan juga diberikan antijamur.Kata kunci: human immunodeficiency virus, talaromycosis, talaromyces marneffei
Karakteristik Pasien Transfusi Darah dengan Inkompatibilitas Crossmatch di UTD RSUP DR. M. Djamil Padang Desta Purwati; Zelly Dia Rofinda; Husni Husni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1328

Abstract

Transfusi adalah pelayanan  kesehatan  yang bagaikan pisau bermata dua. Disatu sisi terkadang merupakan satu-satunya cara penyelamatan pasien, tetapi disisi lain transfusi juga berisiko fatal. Transfusi yang aman dapat diperoleh dengan melakukan uji kompatibilitas diantaranya crossmatch. Inkompatibilitas pada crossmatch dipengaruhi banyak faktor. Tujuan: Menyajikan data karakteristik pasien transfusi darah dengan inkompatibilitas crossmatch di UTD RSUP DR.M.Djamil Padang Periode Juli-Desember 2018. Metode: Penelitian ini adalah  penelitian deskriptif.  Hasil pemeriksaan dengan inkompatibilitas crossmatch  dikumpulkan dan dilihat karakteristik pasien berupa jenis kelamin, umur,, golongan darah, diagnosis, tipe inkompatibilitas dan riwayat transfusi. Hasil: Inkompatibilitas terbanyak didapatkan pada perempuan (61,6%), usia >50 tahun (54,36%), golongan darah A(37,86%), diagnosis infeksi (26,21%), tipe inkompatibilitas minor (87,3%) dan dengan riwayat transfusi berulang  (58,25%). Simpulan: Inkompatibilitas crossmatch tidak dipengaruhi jenis kelamin tetapi dipengaruhi riwayat transfusi sebelumnya.Kata kunci: inkompatibilitas crossmatch, karakteristik pasien, transfusi darah
Intoksikasi Alkohol Akibat Minuman Keras Oplosan Genta Pradana; Drajad Priyono
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v10i1.1689

Abstract

The incidence of alcoholic liquor poisoning (alcoholic liquor) in Indonesia shows a high number. One of the causes of alcohol poisoning is methanol. Methanol poisoning in Indonesia usually occurs as a result of drinking mixed alcohol liquor. It has been reported a male 23 years old with decreased consciousness after drinking oplosan alcohol suspected to contain methanol. The examination reveals that patients has metabolic acidosis, toxic optic neuropathy (TON) and erosive gastritis. Treatment was acidosis correction, prevent formation of metabolites, hemodialysis with supportive and symptomatic teraphy .Keywords: methanol, poisoning, alcohol mixed liquor
Perbandingan Perubahan Luas Luka dan Angiogenesis pada Jaringan Luka Bakar Derajat IIB Tikus Sprague Dawley yang Diberikan Platelet Rich Fibrin dan Advanced Platelet Rich Fibrin Shantika Aqilla Kurnia; Komang Ardi Wahyuningsih
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v10i1.1464

Abstract

Burns increase tissue damage by free radicals, thus hindering the healing process. Platelet Rich Fibrin (PRF) and Advanced Platelet Rich Fibrin (A-PRF) are autologous fibrin matrices that contain growth factors and have been proven to increase tissue formation and regeneration. Objectives: To determined the effect of applying PRF and A-PRF on deep second-degree burns. Methods: This study was experimental research on twenty male Sprague Dawley rats were randomly divided into four groups. Group A and B as control groups received NaCl 0,9% and silver sulfadiazine ointment, respectively. Group C was given PRF and group D was given A-PRF. Burns are photographed and the area was calculated using the ImageJ application. After 14 days of therapy, the burn areas were excised and made into histological slides. Microscopic study of angiogenesis was observed using a microscope at 400x magnification. Results: Changes in wound surface area in PRF and A-PRF groups were 3,106 cm and 2,333 cm. The number of angiogenesis in PRF and A-PRF groups were 3.88 and 5.88. The data was analyzed using One-Way Anova and the results showed that there were no significant differences between the changes in the wound area and angiogenesis of PRF and A-PRF groups. Conclusion: This study showed that there are no significant differences in changes in wound surface area and angiogenesis of burn injury after topical application of PRF and A-PRF.Keywords:  angiogenesis, burn injury, changes in wound surface area, A-PRF, PRF
Analisa Kadar Glutamat pada Penderita Fibrilasi Atrium dengan Gangguan Fungsi Kognitif Yuliarni Syafrita; Marfri Andy; Hauda El Rasyid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i4.1571

Abstract

Salah satu permasalahan neurologi yang ditemukan pada penderita fibrilasi atrium (FA) adalah gangguan kognitif. Silent Brain Infarction (SBI) diyakini menjadi salah satu mekanisme utama yang mendasari terjadinya gangguan ini. Sudah dilaporkan juga bahwa hipoksia serebri akan menimbulkan peningkatan kadar glutamat ektraseluler sehingga bersifat neurotoksisitas dan menimbulkan kematian sel. Tujuan: Menganalisis  kadar serum glutamat pada pasien Fibrilasi Atrial (FA) dengan gangguan kognitif.  Metode: Penelitian dengan disain potong lintang dilakukan di Poliklinik Kardiologi dan Neurologi RS DR M Djamil Padang serta Laboratorium Biomed Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pemeriksaan kadar glutamat serum dilakukan dengan metode Elisa dan pemeriksaan fungsi kognitif dengan test neuropsikologi Montreal Cognitive Assestment versi Indonesia (MoCA-Ina). Perbedaan kadar glutamat serum pada kelompok FA dengan gangguan kognitif dan kelompok FA tanpa gangguan kognitif diuji dengan t test bila distribusi data normal dan test Mann Whitney bila data tidak terdistribusi normal. Hubungan antara kadar glutamat dengan kejadian gangguan kognitif dilakukan dengan uji Chi-square, setelah dicari dulu nilai cut off point untuk kadar glutamat serum. Uji dikatakan bermakna bila nilai p < 0,05. Hasil: Kadar glutamat serum kelompok FA dengan ganggan kognitif lebih tinggi dari kelompok FA tanpa gangguan kognitif. Pasien FA yang mempunyai kadar glutamat tinggi ( > 29,5µMol/L) beresiko mengalami gangguan kognitif 10,2 kali lebih tinggi dari penderita yang mempunyai kadar glutamat normal (< 29,5 µMol). Simpulan: Ada hubungan antara kadar glutamat serum dengan terjadinya gangguan kognitif pada penderita FA.Kata kunci: fibrilasi atrial, fungsi kognitif, glutamat, silent brain infarction
Korelasi Kadar Adiponektin dengan Indeks Aterogenik Plasma pada Penyandang Obes Kartika Aulia Sari; Rismawati Yaswir; Tuty Prihandani; Efrida Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1335

Abstract

Kadar adiponektin dalam plasma secara signifikan menurun pada penyandang obes. Adiponektin telah dilaporkan memiliki efek langsung anti-aterosklerosis. Indeks Aterogenik Plasma (IAP) dihitung sebagai log10(TG/ HDL-C), merupakan biomarker aterosklerosis. IAP dapat menjadi biomarker baru untuk risiko dan prognosis penyakit kardiovaskular. Tujuan: Menentukan korelasi kadar adiponektin dengan indeks aterogenik plasma pada penyandang obes. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan potong lintang. Subjek penelitian adalah 30 orang penyandang obes dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥25 kg/m2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian melakukan pemeriksaan darah di Instalasi Laboratorium Sentral RSUP. Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2019 sampai September 2019. Pemeriksaan kadar adiponektin dengan metode enzyme linked immunoassay (ELISA). Pemeriksaan kolesterol high density lipoprotein (HDL) dan trigliserida menggunakan alat kimia klinik otomatis. Data univariat diolah dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan rerata (standar deviasi). Data bivariat dianalisis dengan uji korelasi Pearson, bermakna secara statistik jika p˂0,05. Hasil: Rerata umur adalah 34,5 (6,2) tahun. Rerata kadar adiponektin adalah 2,5 (1,1) μg/mL. Rerata indeks aterogenik plasma (IAP) adalah 0,29 (0,17), termasuk risiko tinggi untuk penyakit kardiovaskular. Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi negatif sangat lemah antara adiponektin dengan IAP dan tidak bermakna secara statistik (r=-0,114, p=0,550). Simpulan: Tidak terdapat korelasi antara kadar adiponektin dengan indeks aterogenik plasma pada penyandang obes.Kata kunci: adiponektin, indeks aterogenik plasma, obes

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue