cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan dengan Komitmen Organisasi Sebagai variabel Mediasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Rahmadianti, Yori
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1218

Abstract

Fenomena yang sering kali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat dirusak, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah (Turnover Intentions) yang berujung pada keputusan karyawan untuk undur diri dari pekerjaannya. Turnover Intention dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan, motivasi kerja dan komitmen organisasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh komitmen organisasi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah pada bulan November 2017 sampai Juli 2018. Metode: penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel adalah 208 orang. Teknik pengambilan sampel ialah proportionate stratified random sampling yaitu karyawan tetap dan kontrak. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik analisis SEM berbasis varian yaitu Partial Least Square. Hasil: Ada pengaruh negatif dan signifikan kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh komitmen organisasi.Simpulan: Kepemimpinan, motivasi kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh negatif terhadap turnover intention karyawan.  Kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap komitmen organisasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah.Kata Kunci: kepemimpinan, motivasi kerja, komitmen organisasi, turnover intention
Analisis Hubungan Sequential Organ Failure Assessment (Sofa) Score Dengan Mortalitas Pasien Sepsis Iskandar, Agustin; Siska, Fran
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1221

Abstract

Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ mengancam nyawa yang diakibatkan oleh disregulasi sistem imun pejamu terhadap infeksi dan Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score merupakan suatu skoring untuk menilai kegagalan organ terkait sepsis. Peningkatan SOFA score diasosiasikan dengan outcome pasien yang lebih buruk.  Tujuan: Menganalisis korelasi SOFA score dengan mortalitas pada pasien sepsis. Metode: Desain penelitian adalah kohort prospektif yang dilakukan di RSU Dr Saiful Anwar dari Maret 2018 hingga Juni 2019. Kriteria diagnosis sepsis ditegakkan berdasarkan The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock (Sepsis-3). Perhitungan SOFA score dilakukan dalam 2 hari pertama perawatan pasien sepsis di rumah sakit. Analisis data dilakukan pada p < 0,05. Hasil: Didapatkan 85 pasien sepsis dengan luaran meninggal sebanyak 72,94% sedangkan 28,06% membaik. Terdapat perbedaan bermakna antara SOFA score yang meninggal dan yang hidup (p=0,015).  SOFA score dipakai untuk memprediksi kematian, didapatkan area under the curve (AUC) 0,74 (p=0,009), dengan cut off point optimum 7. Pada total SOFA score lebih tinggi dari sama dengan 7, didapatkan RR= 3.8, p=0.028. SOFA score merupakan parameter untuk menilai kegagalan organ pada pasien sepsis, dimana total SOFA score yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Simpulan: SOFA score pada kelompok yang meninggal lebih tinggi daripada yang sembuh. Pasien sepsis dengan SOFA score lebih besar sama dengan 7 memiliki risiko 3,8 kali lebih besar untuk meninggal.Kata kunci: risiko kematian, sepsis, SOFA score
Perbandingan Kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count dengan Kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy pada pasien HIV/AIDS di RSUP Dr.Kariadi Semarang Rosaria, Iraisa
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1223

Abstract

Tujuan: Membuktikan perbedaan jenis pemberian kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy dengan perubahan kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count pada pasien HIV/AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik yang dilakukan dengan rancangan studi potong lintang. Sampel diambil secara total sampling, yaitu seluruh pasien HIV/ AIDS yang berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama 2018 sampai 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan mendapat pengobatan salah satu dari kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART). Keenam jenis kombinasi HAART tersebut adalah kombinasi I (Efavirens+ Lamivudin+ Tenofovir), II (Evafirenz+ Lamivudin+Zidovudin), III(Nevirapine+ Lamivudin+ Tenofovir), IV (Lamivudine+Zidovudine+Nevirapine), V (Lamivudine+Tenofovir+Rilvipirine), VI (Tenofovir+ Rilvipirine+ Emtricitabine). Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil:  Dari  89 pasien, didapatkan keenam kombinasi HAART tersebut memberikan efikasi yang baik berdasarkan kenaikan jumlah CD4 dan TLC rerata. Ada perbedaan kenaikan CD4 rerata yang bermakna pada pasien HIV/AIDS antara yang mendapat obat HAART kombinasi I (p  = 0,038), II (p = 0,034), IV (p  = 0,001), V (p  = 0,040), VI (p  = 0,006). Pada Total Lymphocyte Count  (TLC) didapatkan perbedaan kenaikan rerata (p< 0,05) pada  semua  kombinasi HAART. Simpulan: Tidak ada perbedaan jenis pemberian kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy dengan perubahan kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count (p> 0,05) pada pasien HIV / AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Kata kunci: CD4, highly active antiretroviral therapy, ODHA, total lymphocyte count
Korelasi nilai mean platelet volume dengan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik Yuza, Sri Wayati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1236

Abstract

Biopsi hati merupakan baku emas penentuan derajat fibrosis hati, tetapi bersifat invasif. Metode non invasif yang dikembangkan saat ini untuk mengetahui derajat fibrosis hati adalah fibroscan, tetapi tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan. Nilai Mean Platelet Volume (MPV) yang terdapat dalam pemeriksaan darah rutin dapat dijadikan penanda keparahan fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Tujuan:  Menilai korelasi nilai MPV dan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang terhadap 25 orang pasien hepatitis B kronik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien melakukan pemeriksaan darah rutin dan fibroscan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan April sampai Agustus 2019. Pemeriksaan nilai MPV menggunakan alat analisis hematologi otomatis metode impedensi. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Penelitian dilakukan pada 25 orang pasien hepatitis B kronik, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil: Rerata umur adalah 44 ±11,3 tahun. Rerata nilai MPV adalah 9,9 ±0,94 fL. Rerata derajat fibrosis hati adalah 14 ±9,6 kPa (F4). Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi positif lemah antara nilai MPV dan derajat fibrosis hati (r = 0,28) tetapi tidak bermakna secara statistik (p = 0,18). Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara nilai MPV dengan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik.Kata kunci: derajat fibrosis hati, hepatitis B kronik, mean platelet volume
Perbedaan Kadar Natrium pada Packed Red Cell Berdasarkan Lama Penyimpanan di Bank Darah RSUP Dr. M. Djamil Padang Ashan, Hesty Rhauda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1237

Abstract

Packed Red Cell (PRC) adalah komponen darah yang didapat setelah sebagian besar plasma dipisahkan dari Whole Blood (WB) dan memiliki nilai hematokrit sekitar 80%. Packed red cell disimpan pada suhu 2-6°C selama 21–42 hari tergantung larutan antikoagulan-pengawet yang digunakan. Pompa Na+/K+ATPase menjadi inaktif pada suhu 4°C menyebabkan natrium masuk ke dalam sel dan kalium keluar dari sel. Proses ini terjadi perlahan dan terus menerus sehingga kadar natrium pada plasma PRC menurun sesuai dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Tujuan: Menentukan perbedaan kadar natrium PRC antara penyimpanan ≤14 hari dan >14 hari di bank darah RSUP Dr.M.Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang, dimulai dari bulan September 2016 sampai Oktober 2018. Kadar natrium diperiksa dengan electrolyte analyzer. Analisis data menggunakan uji-t, bermakna bila p<0,05. Hasil: Rerata kadar natrium pada penyimpanan ≤14 hari adalah 150,5 (2,9)  mmoL/L dan 143,3 (4,3) mmoL/L pada penyimpanan >14 hari. Terdapat perbedaan bermakna rerata kadar natrium PRC berdasarkan lama penyimpanan (p= 0,0001). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar natrium PRC pada lama penyimpanan ≤14 hari dan >14 hari.Kata kunci: lama penyimpanan, jejas penyimpanan, natrium, packed red cell
Uji Potensi Ekstrak Daun Putri Malu (Mimosa pudica Linn) yang Tumbuh di Padang sebagai Larvasida Nabati terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti Khalish, Vannisa Al; Harminarti, Nora; Katar, Yusticia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1250

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue melalui vektor penular utama yaitu nyamuk betina Aedes aegypti. Salah satu upaya pemberantasan vektor penular tersebut adalah larvasida sintetik, namun dapat menyebabkan resistensi vektor dan pencemaran lingkungan. Ekstrak daun putri malu dapat dijadikan alternatif sebagai larvasida nabati. Tujuan: Menentukan pengaruh pemberian ekstrak daun putri malu (Mimosa pudica Linn.) yang tumbuh di Padang terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari delapan perlakuan dan satu kontrol dengan 4x pengulangan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Parasitologi Universitas Andalas. Sampel terdiri dari 720 ekor larva Aedes aegypti instar III/IV. Setiap kelompok uji berisi 20 ekor larva dalam 200 ml larutan (ekstrak + akuades) dengan serial konsentrasi ekstrak 1, 2, 3, 4, 5, 10, 12,5, dan 15 mg/ml. Jumlah kematian larva dicatat setelah 24 jam pemaparan ekstrak. Hasil: Ekstrak daun putri malu yang dengan konsentrasi ekstrak 1, 2, 3, 4, dan 5 mg/ml tidak efektif sebagai larvasida, sedangkan konsentrasi 10, 12,5 dan 15 mg/ml efektif sebagai larvasida dengan persentase kematian masing-masing adalah 12,5, 30, dan 60%. Nilai LC50 ekstrak daun putri malu adalah 14,568 mg/ml. Simpulan: Ekstrak daun putri malu yang tumbuh di Padang berpotensi sebagai larvasida Aedes aegypti.Kata kunci: Aedes aegypti, larvasida nabati, Mimosa pudica Linn
Prevalensi dan Pola Sensitivitas Antibiotik Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta Laktamase di RSUP Dr. M Djamil Padang Muztika, Suci Alillah; Nasrul, Ellyza; Alia, Eugeny
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1272

Abstract

Prevalensi Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae penghasil Extended spectrum beta Lactamase (ESBL) meningkat dalam beberapa tahun ini. Infeksi bakteri penghasil ESBL memiliki pilihan terapi yang terbatas. Tujuan: Mengetahui prevalensi dan pola sensitivitas antibiotik dari Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli penghasil ESBL di RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan potong lintang terhadap 828 sampel mikrobiologi dengan hasil kultur positif terhadap bakteri Gram negatif pada bulan Juni 2018- Mei 2019 yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi bakteri, pemeriksaan ESBL dan uji sensitivitas dilakukan dengan alat mikrobiologi otomatis dengan metode kolorimetri dan turbidimetri. Hasil: Prevalensi Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli penghasil ESBL di RSUP Dr M Djamill Padang  masing-masing sebanyak 70,9% dan 75,7%. Sensitivitas Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli penghasil ESBL adalah 96,4% dan 98,8 terhadap antibiotik meropenem, 98,9% dan 99,4% terhadap antibiotik amikasin, 53,5% dan 44,8% terhadap antibiotik sefepim, 46,2% dan 53,4% terhadap antibiotik gentamisin serta 31,5% dan 15,9% terhadap antibiotik siprofloksasin. Prevalensi Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli penghasil ESBL di RSUP Dr. M Djamil Padang cukup tinggi dengan rata-rata prevalensi kedua bakteri 73,2%. Simpulan: Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli penghasil ESBL sensitif terhadap antibiotik meropenem dan amikasin.Kata kunci: ESBL, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, prevalensi
Hubungan Morfologi Plak pada Stenosis Arteri Karotis Ekstrakranial dengan Kejadian Stroke Iskemik Sutia, Dedi; Indra, Syarif; Permana, Hendra; Arinda, Lenny; Rahmi, Afriyeni Sri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1274

Abstract

Stenosis arteri ekstrakranial bermanifestasi dalam berbagai kondisi, mulai dari asimptomatik hingga stroke iskemik. Salah satu modalitas diagnostik untuk mengevaluasi gambaran stenosis tersebut adalah carotid duplex. Terdapatnya plak pada stenosis arteri ekstrakranial mempengaruhi kejadian stroke iskemik. Namun masih belum jelas hubungan antara morfologi plak pada stenosis arteri ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik. Tujuan: Menentukan hubungan morfologi plak pada stenosis arteri karotis ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 20 orang sampel pada bulan Januari hingga September 2018 di RSUP Dr M Djamil, Padang. Kriteria inklusi adalah pasien yang telah didiagnosis stenosis arteri ekstrakranial dengan plak dari pemeriksaan carotid duplex dan kriteria eksklusi adalah pasien yang tidak datang kontrol atau tidak bisa dihubungi. Hubungan antar variable diuji dengan uji Chi-square. Hasil dianggap bermakna secara statistik jika nilai p<0,05. Hasil: Sebanyak 12 orang (60%) sampel adalah perempuan dan 8 orang (40%) adalah laki-laki. Median umur sampel adalah 56 tahun (37-71 tahun). Morfologi plak berupa plak nonulcerated sebanyak 11 orang (55%) dan plak ulcerated sebanyak 9 orang (45%). Kejadian stroke iskemik ditemukan sebanyak 9 orang (45%) dan tidak stroke sebanyak 11 orang (55%). Terdapat hubungan antara morfologi plak pada stenosis arteri ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik (p = 0,02); RR = 5. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara morfologi plak pada stenosis arteri ekstrakranial dengan kejadian stroke iskemik.Kata Kunci: morfologi plak, stenosis arteri ekstrakranial, stroke iskemik
Potensi Kombinasi Naringenin-Liposom Sebagai Anti-Viral dan Anti-Fibrotik dalam Penatalaksanaan Hepatitis C Anjani, Ida AyuWidya; Artha, I Wayan Windi; Purwaningrum, Ni Made Ari; Wiranata, Sinta; Supadmanaba, I Gede Putu; Wihandani, Desak Made
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1280

Abstract

Penatalaksanaan hepatitis C yang umum diberikan di Indonesia adalah terapi kombinasi Peg-IFNα dan RBV, namun terapi tersebut mempunyai efek samping seperti depresi, hipotiroidisme, memperlambat motorik, risiko kardiovaskular tinggi, dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan alternatif yang dapat meminimalisir efek samping yang ditimbulkan dalam penatalaksanaan hepatitis C, salah satunya menggunakan bahan herbal naringenin. Naringenin adalah flavanon alami yang diketahui memiliki efek hepatoprotektif sebagai anti-viral dan anti-fibrotik pada penatalaksanaan hepatitis C.  Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode kajian pustaka. Data yang digunakan berasal dari beberapa sumber literatur yang relevan dan sesuai dengan topik masalah yang dibahas. Naringenin berpotensi sebagai modalitas anti-viral dan anti-fibrotik pada penatalaksanaan hepatitis C. Sebagai anti-viral, naringenin mampu menghambat sekresi virus hepatitis C sebanyak 80% melalui penghambatan aktivitas MTP, ACAT2, dan HMGR. Sebagai anti-fibrotik, naringenin mampu menghambat jalur NF-kB dan TGF-β Smad3, tetapi naringenin memiliki bioavailabilitas dan solubilitas yang rendah, sehingga penyerapannya hanya sebesar 15%. Enkapsulasi naringenin dengan liposom dapat meningkatkan jumlah serapannya pada tubuh, meningkatkan waktu paruh, meningkatkan konsentrasi obat di plasma, serta mudah terkonsentrasi di hati.Kata kunci: hepatitis C, naringenin, liposom, anti-viral, anti-fibrotik 
Hubungan Ekspresi Protein 16 (p16) dengan Derajat Histopatologik dan Invasi Perineural pada Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher Musyarifah, Zulda; Agus, Salmiah; Yenita, Yenita; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1281

Abstract

Protein 16 (p16) merupakan salah satu protein supresor tumor yang memiliki peran dalam patogenesis Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) kepala dan leher. Peran protein ini berbeda sesuai dengan faktor risiko paparan karsinogen dan memiliki implikasi terhadap faktor prognostik patologik. Tujuan: Menentukan hubungan protein 16 dengan derajat histopatologik dan Invasi Perineural (IPN) pada KSS kepala dan leher. Metode: Penelitian ini merupakan cross-sectional study dengan sampel sebanyak 60 kasus KSS kepala dan leher yang telah didiagnosis di Laboratorium Patologi Anatomik RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2016 sampai Desember 2018. Sampel diperoleh secara simple random sampling dari blok parafin yang berasal dari jaringan tumor. Dilakukan penilaian ulang pada slaid histopatologik untuk menilai derajat histopatologik dan invasi perineural. Ekspresi p16 pada sel tumor dilihat dengan pulasan imunohistokimia. Korelasi dilakukan analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Ekspresi p16 positif didapatkan pada 24 kasus (40%) dengan kasus terbanyak pada KSS kepala dan leher derajat tinggi, sedangkan pada 36 kasus (60%) tidak terdapat ekspresi p16. Ekspresi p16 positif memiliki hubungan yang bermakna dengan derajat histopatologik (p = 0,002) namun tidak terdapat hubungan antara ekspresi p16 dengan IPN (p = 1,000). Simpulan: Ekspresi p16 positif berhubungan dengan derajat histopatologik tumor yang lebih tinggi namun p16 tidak tidak berhubungan dengan kejadian invasi perineural pada KSS kepala dan leher.Kata kunci: derajat histopatologik, ekspresi p16, invasi perineural, KSS kepala dan leher

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue