cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED BERBASIS BUDAYA JAMBI PADA MATERI PECAHAN Muslimahayati Muslimahayati; Syutaridho Syutaridho; Michrun Nisa Ramli; Rahmat Nursalim
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.961 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII MTs Negeri 3 Kota Jambi dalam menyelesaikan soal terbuka (open ended problem) berbasis budaya Jambi pada materi pecahan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di MTs Negeri 3 Kota Jambi. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas VII MTs Negeri 3 Kota Jambi. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa dengan kemampuan tinggi, 2 siswa dengan kemampuan sedang dan 2 siswa dengan kemampuan rendah. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah (KPM) matematis siswa dalam menyelesaikan soal open ended berbasis budaya Jambi pada siswa kemampuan sedang dan tinggi tergolong pada kategori baik. Sedangkan untuk siswa kemampuan rendah berada pada kategori kurang sehingga siswa pada kemampuan rendah masih perlu bimbingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penelitan berbasis budaya dalam penelitian ini menjadi sebuah metode baru yang mendekatkan siswa kepada pengetahuan serta menjadikan mereka mampu mentransformasikan hasil jawaban ke dalam bentuk dan prinsip yang kreatif tentang bidang ilmu.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERDASARKAN KEPRIBADIAN DAN STATUS PEKERJAAN Marlinda Indah eka Budiarti; Laila Qadriyani Malikin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.578 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3161

Abstract

Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan kepribadian dan pekerjaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif . Subjek penelitian ini dilakukan pada delapan Mahasiswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa:1) data hasil tes kepribadian MBTI yang berupa alat tes, yang akan diberikan kepada Mahasiswa; 2) data hasil tes pemecahan masalah yang berupa uraian yang diberikan kepada Mahasiswa; 3) dari hasil wawancara terhadap Mahasiswa. Instrument pendukung yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu:1) alat tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI); 2) soal tes pemecahan masalah; 3) pedoman wawancara; 4) alat perekam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, diantaranya adalah: 1) tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI); 2) tes pemecahan masalah; 3) wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Berpikir kreatif ekstrovert mempunyai pekerjaan dalam pemecahan masalah,  sudah mampu memenuhi kreteria fluency, flexibility dan  originality. Sedangkan, estrovert yang tidak memiliki pekerjaan belum mampu memenuhi kreteria flexibility dan originality. Selanjutnya berpikir kreatif introvert yang memiliki pekerjaan dalam pemecahan masalah, sudah memenuhi kreatifitas fluency, flexibility, dan originality. Sedangkan berpikir kreatif  introvert  tidak memiliki pekerjaan dalam pemecahan masalah, sudah mampu memenuhi kreatifitas fluency. Namun, belum dapat memenuhi kriterian pada tahap flexibility dan originality.The purpose of this study was to determine how students' creative thinking skills in solving math problems based on personality and work. This type of research is descriptive. The approach used is qualitative. The subject of this research was conducted on eight students. The data obtained in this study are: 1) data on the MBTI personality test results in the form of a test kit, which will be given to students; 2) data on problem solving test results in the form of descriptions given to students; 3) from the results of interviews with students. The supporting instruments used in this study include: 1) the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) test kit; 2) problem solving test questions; 3) interview guidelines; 4) recording device. The data collection technique used in this study was source triangulation, including: 1) the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) test; 2) problem-solving tests; 3) interview. The results of this study are that extrovert creative thinking has a job in problem solving, is able to meet the criteria of fluency, flexibility and originality. Meanwhile, estroverts who do not have a job have not been able to meet the flexibility and originality criteria. Furthermore, introvert creative thinking who has a job in problem solving, has fulfilled the creativity of fluency, flexibility, and originality. Meanwhile, introvert creative thinking does not have a job in problem solving, it is able to fulfill the creativity fluency. However, he has not been able to meet the criteria on the flexibility and originality stages.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERDASARKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Marniati, Marniati; Jahring, Jahring; Jumriani, Jumriani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.501 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3523

Abstract

AbstrakKemampuan komunikasi matematis sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika, bahkan merupakan salah satu kemampuan yang tergolong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skills (HOTS). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari motivasi belajarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang melibatkan 6 orang siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Wolo. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa: (1) data hasil angket motivasi belajar siswa; (2) data hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa; dan (3) data hasil wawancara dengan siswa. Instrumen pendukung yang digunakan adalah (1) angket motivasi belajar siswa; (2) soal tes kemampuan komunikasi matematis siswa; (3) pedoman wawancara; dan (4) alat perekan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi sumber, diantaranya: (1) angket motivasi belajar siswa; (2) tes kemampuan komunikasi matematis siswa; dan (3) wawancara. Teknik analisis data yang digunakan meliputi (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa dengan motivasi belajar tinggi berada pada kategori tinggi, kemampuan komunikasi matematis siswa denga motivasi belajar sedang berada pada kategori tinggi dan sedang, serta kemampuan komunikasi matematis siswa dengan motivasi belajar rendah berada pada kategori rendah. Kata kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis; Motivasi Belajar AbstractMathematical communication skills are very much needed in learning mathematics, in fact it is one of the abilities that are classified as high order thinking skills (HOTS). Therefore, This study aims to describe students' mathematical communication skills in terms of their learning motivation. This type of research is qualitative research involving 6 students of class IX C SMP Negeri 1 Wolo. The data obtained in this study were in the form of: (1) data from the questionnaire on student learning motivation; (2) data on students' mathematical communication skills test results; and (3) data from interviews with students. The supporting instruments used were (1) students' motivation questionnaire; (2) test questions on students' mathematical communication skills; (3) interview guidelines; and (4) press equipment. The data collection technique used was triangulation of sources, including: (1) a questionnaire on student learning motivation; (2) tests of students' mathematical communication skills; and (3) interviews. Data analysis techniques used include (1) data reduction; (data presentation; and (3) drawing conclusions. The results of this study are the mathematical communication skills of students with high learning motivation are in the high category, the students' mathematical communication skills with learning motivation are in the high and medium categories, and the mathematical communication skills of students with low learning motivation are in the low category.Keywords: Learning Motivation; Mathematical Communication Skills
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI BANGUN DATAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Edy Waluyo; Nuraini Nuraini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.525 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3586

Abstract

This study aims to analyze the learning difficulties of planes materials of grade VII SMPN 1 Suralaga East Lombok.  This type of research is descriptive research with qualitative approach to describe and describe phenomena by paying attention to characteristics, quality and interrelationship between activities. Data analysis is conducted through the stages (1) identifying and grouping student errors in answering questions about flat wakeups, (2) Analyzing student error errors. The subject of this study was a grade VII student of SMPN 1 Suralaga who numbered 25 people. The research instrument used is a description test of planes material. The researchers showed that the percentage of students who answered correctly was still low. The 5 questions that must be completed, the percentage of students who answered the correct questions in a row was 48%, 32%, 44%, 35% and 40%. The results of the analysis showed that students had difficulty in solving flat wake problems, including (1) difficulties in the use of concepts, (2) difficulties in the use of principles, (3) difficulty solving problems Kata kunci: analisis, bangun datar, kesulitan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EDUCATIONAL STATISTICS UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Dwi Astuti; Anggit Prabowo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.843 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar educational statistics untuk meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development tipe 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli, kuesioner kemandirian belajar, dan tes hasil belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah 98 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan yang sedang menempuh mata kuliah educational statistics. Berdasarkan hasil pengembangan diketahui bahwa bahan ajar educational statistics memenuhi kriteria valid, dan penggunaan bahan ajar tersebut efektif ditinjau dari kemandirian belajar dan hasil belajar mahasiswa. Tetapi penggunaan bahan ajar educational statistics ini tidak lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar lain This study aims to develop an educational statistics module to increase learning independence and student learning outcomes. This study used research and development type 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The instruments used in this study were expert validation sheets, independent learning questionnaires, and learning outcomes tests. The subjects in this study were 98 students of the Ahmad Dahlan University English Education Study Program who are currently taking educational statistics courses. Based on the development results, it is known that the educational statistics module meets valid criteria, and the use of the module is effective in terms of learning independence and student learning outcomes.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI BIDANG DITINJAU DOMINASI OTAK KIRI MAHASISWA Winda Nur Zahuroh; Rita Pramujiyanti Khotimah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.652 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri bidang berdasarkan langkah Polya ditinjau dari dominan otak kiri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan mengambil dua subjek dari kelas 1E Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, tes, dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kemampuan pemecahan masalah mahasiswa sebagai berikut: (1) Memahami masalah: Kedua mahasiswa dominan otak kiri mampu memahami permasalahan pada seluruh nomor. (2) Merencanakan: Kedua mahasiswa dominan otak kiri mampu merencanakan seluruh nomor. (3) Melaksanakan: Kedua mahasiswa dominan otak kiri tidak mampu melaksanakan soal nomor satu tetapi mampu melaksanakan soal nomor dua. (4) Melihat kembali: Salah satu mahasiswa dominan otak kiri tidak melihat kembali pada soal nomor satu tetapi melihat kembali pada soal nomor dua. Sedangkan mahasiswa dominan otak kiri yang lain tidak melihat kembali seluruh nomor. 
KECEMASAN MATEMATIS: PERSPEKTIF SOSIAL DEMOGRAFI Apolonia Hendrice Ramda; Bedilius Gunur; Hildegardis Mulu; Alberta Parinters Makur
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.507 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel sosial demografi, yaitu gender dan latar belakang jurusan sewaktu di sekolah menengah terhadap kecemasan matematis. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng. Sampel penelitian dipilih secara acak dari tingkat I sampai III berjumlah 62 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket kecemasan matematis yang valid dan reliabel. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan statistik deskriptif, uji-t sampel bebas, dan regresi ganda untuk mengidentifikasi seberapa besar gender dan latar belakang jurusan mempengaruhi kecemasan mahasiswa terhadap kecemasan matematis. Analisis regresi dengan metode kuadrat terkecil digunakan dengan variabel terikat kecemasan matematis mahasiswa. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan tidak ada multikolinearitas antara variabel bebas gender dan jurusan. Koefisien regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel gender 1,447 dan variabel jurusan -0,191. Hasil uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti terima H0 atau tidak ada pengaruh yang signifikan antara gender dan jurusan terhadap kecemasan matematis mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng. Mahasiswa laki-laki tidak lebih baik dari perempuan dalam hal menggelolah kecemasan matematisnya, begitu pula sebaliknya. Perbedaan jurusan, baik itu jurusan IPA, IPS, maupun BAHASA tidak secara signifikan menyebabkan kecemasan matematis mahasiswa.Kata kunci: Gender; kecemasan matematis; latar belakang jurusan Abstract This study aims to determine the effect of socio-demographic variables, namely gender and department background while in high school, on mathematical anxiety. The population in this study were students of the Mathematics Education Study Program of Unika Santu Paulus Ruteng. The research sample was randomly selected from level I to III, totaling 62 people. The instrument in this study is a mathematical anxiety questionnaire that has proven its validity and reliability. The method used is quantitative with descriptive statistics, free sample t-test, and multiple regression to identify how much gender and major background in high school affect student anxiety about mathematics learning. Regression analysis with the least-squares method was used with the dependent variable student mathematical anxiety. The classical assumption test results show that the research data is normally distributed, and there is no multicollinearity between gender independent variables and majors. The regression coefficient shows that the coefficient value of the gender variable is 1.447 and the major variable is -0.191. The result of the t-test with a confidence level of 95% shows a significance value of 0.000. This means that accept H0 or, in other words, there is no significant influence between gender and department on students' mathematical anxiety of the Mathematics Education Study Program of Unika Santu Paulus Ruteng. Male students are no better than girls in terms of cultivating their mathematical anxiety and vice versa. The difference in majors, both science, social studies, and language majors, did not significantly cause students' mathematical anxiety.Keywords: Department background; Gender; mathematical anxiety
BAGAIMANA PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA PEMBELAJARAN ONLINE? Mayya Shofa Mahfud; Mardiyana Mardiyana; Laila Fitriana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.103 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3681

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep berdasarkan gender pada saat pembelajaran online yang bertempat di SMP Negeri 2 Patebon. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan Subjek dengan purposive sampling. Data di peroleh dengan memberi soal kepada siswa kemudian  melakukan wawancara secara daring. Hasil penelitian ini menunjukkan Siswa laki-laki cenderung ceroboh, namun memiliki keyakinan yang tinggi bahwa jawabannya yang dimilikinya sudah benar, dan memiliki pemahaman matematika lebih cepat. Siswa perempuan memiliki emosi yang berlebihan sehingga dalam memahami konsep matematika dibutuhkan waktu, dan memiliki rasa cemas yang lebih ketika dihadapi dengan masalah matematika. Indikator pemahaman konsep yang belum tercapai adalah siswa dapat menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu atau algoritma pada pemecahan masalah. Perempuan memiliki pemahaman konsep kurang dibandingkan dengan laki-laki, namun laki-laki memiliki tingkat kecerobohan yang tinggi dibandingkan perempuan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Halidin Halidin; Ansar Ansar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.104 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3057

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran course review  horey (CRH) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 3 Mawasangka. Desain penelitian ini posttest-only Contol Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa XI SMA Negeri 3 Mawasangka T.P 2020/2021. Sampel penelitian ini yaitu hanya kelas XIA berjumlah 20 siswa dan XIB berjumlah 20 siswa dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 3 Mawasangka antara kelas yang diajarkan menggunakan model pembelajaran course review horay dan kelas yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji T-test rata-rata kelas eksperimen yaitu thitung (3.032) > ttabel (1,73) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan hasil belajar rata-rata siswa kelas eksperimen mencapai nilai KKM 75.   Sedangkan rata-rata kelas kontrol diperoleh nilai thitung < ttabel = -1.534 < 1.73  maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 diterima dan hasil belajar rata-rata siswa kelas kontrol tidak mencapai nilai KKM 75. Berdasarkan hasil uji tersebut rata-rata kelas eksperimen mencapai nilai KKM yaitu 75 sedangkan pada kelas control tidak mencapai nilai KKM Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran Course Review Horay efektif terhadap hasil belajar matematika siswa.This research is a true experimental research which aims to determine the effectiveness of the course review horey (CRH) learning model on the mathematics learning outcomes of class XI SMA Negeri 3 Mawasangka. This research design is posttest-only Contol Group Design. The population in this study were XI students of SMA Negeri 3 Mawasangka T.P 2020/2021. The sample of this study was only 20 students in class XIA and 20 students in XIB. The sampling technique was using cluster random sampling technique. The results of the data analysis show that there is a significant difference in mathematics learning outcomes of class XI SMA Negeri 3 Mawasangka between classes taught using the course review horay learning model and classes taught using conventional learning models. This is indicated by the results of the T-test mean of the experimental class, namely tcount (3.032)> ttable (1.73), so it can be concluded that H0 is rejected and the students' average learning outcomes of the experimental class reach a KKM score of 75. The average control class obtained tcount <ttable = -1.534 <1.73, it can be concluded that H0 was accepted and the control class students' average learning outcomes did not reach the KKM score of 75. Based on these test results the average experimental class reached the KKM value of 75 while in the control class does not reach the KKM score. So it can be concluded that the Course Review Horay learning model is effective on student mathematics learning outcomes 
EFEKTIVITAS SIMULASI “R” DALAM PEMBELAJARAN DISTRIBUSI PELUANG VARIABEL RANDOM Wulandari, Andhika Ayu; Exacta, Annisa Prima; Sungkono, Joko
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.294 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran distribusi peluang variabel random melalui simulasi dengan software R. Dua kelas sampel yang terpilih melalui clustered sample random mempunyai kemampuan pemahaman konsep yang sama berdasarkan analisa data pretest. Analisa data menggunakan statistik uji-t dengan tingkat kesalahan 5%. Instrumen berupa bahasa pemrograman R dan soal pemahaman konsep beserta rubrik penilaiannya dinyatakan sangat valid oleh dua validator dengan rata-rata skor penilaian masing-masing 4,1389 dan 4,0278. Data hasil instrumen tersebut selanjutnya dianalisis dengan uji t pada tingkat kesalahan 5% sebagai uji efektivitas simulasi “R” dan diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak. Ini berarti bahwa ada perbedaan rata-rata kemampuan mahasiswa dari kedua kelas sampel dalam memahami konsep distribusi peluang. Dilihat dari rata-rata marginalnya, kelas yang menggunakan simulasi R mempunyai kemampuan pemahaman konsep lebih baik daripada kelas dengan pembelajaran konvensional.

Page 47 of 153 | Total Record : 1528