cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
BLENDED LEARNING IN TEACHING MATHEMATICS Helsa, Yullys; Darhim, Darhim; Juandi, Dadang; Turmudi, Turmudi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.407 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3447

Abstract

The background of this research was the development of blended learning in teaching mathematics. This study aimed to determine the benefits of blended learning in teaching mathematics by analyzing previous research. The method in this study is a systematic literature review (SLR), it descriptive based survey in the form of an analysis of 25 articles from the Science Direct database in the 2010-2020 period. The results showed that there are many benefits of blended learning in mathematic, which includes:  to improve mathematical thinking skills, develop good perceptions, improve learning outcomes, increase self-regulation, increase thinking/problem-solving skills, improve communication skills, increase student participation, simplify the assessment process, increase computational thinking skills, and critical thinking skills. The most significant benefit of blended learning is student learning outcomes, shown in 52% of the articles. The research implies the importance of supporting teachers in identifying the objectives of blended learning. 
DEFRAGMENTATION THINKING STRUCTURE TO OVERCOME ERRORS IN ADDRESSING MATHEMATICAL PROBLEM Andriani, Siti Puri; Triyanto, Triyanto; Nurhasanah, Farida
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.604 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3441

Abstract

This research is intended to describe students' procedural errors in solving problems derivative of algebraic functions and efforts to overcome these errors by using the defragmentation process. Error analysis is carried out based on the procedural error theory based on Elbrink which includes the following aspects of errors: 1) Mis-identification; 2) Mis-generalization; 3) Repair Theory; and 4) Overspecialization. The subjects in this study are students of class XII MIPA Islamic State Senior High School (MAN) 3 Tulungagung taken from snowball random sampling. In taking the subject, the researchers select one of the students who make procedural errors by considering the completeness of the students when solving the given problems based on the problem-solving phase according to Polya. Based on the results of this study, it is found that the procedural errors made by the students are repair theory errors and overspecialization.  The defragmenting process to correct these errors is intended to provide dis-equilibration and scaffolding. The results after the defragmenting process are the students can correct their mistakes and the structure of their thinking.Keywords: Defragmenting structure thinking; derivative algebraic functions; problem solving; procedural errors. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesalahan prosedural siswa dalam menyelesaikan masalah turunan fungsi aljabar dan upaya untuk mengatasi kesalahan tersebut dengan menggunakan proses defragmenting. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan konsep teori kesalahan prosedural menurut Elbrink yang mencakup aspek kesalahan sebagai berikut: Mis-identificstion; 2) Mis-generalization; 3) Repair Theory; dan 4) Overspecialization. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA MAN 3 Tulungagung yang diambil secara snowball  random sampling. Dalam pengambilan subjek dipilih salah satu siswa yang melakukan kesalahan prosedural dengan mempertimbangkan kelengkapan siswa ketika menyelesaikan masalah yang diberikan berdasarkan tahap pemecahan masalah menurut Polya. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kesalahan prosedural yang dilakukan siswa ialah kesalahan repair theory dan overspecialization. Proses defragmenting yang dilakukan untuk memperbaiki kesalahan tersebut ialah dengan memberikan dissequillibrasi dan scaffolding. Hasil yang diperoleh setelah proses defragmenting dilakukan ialah siswa mampu memperbaiki kesalahannya dan struktur berpikirnya.Kata kunci: Defragmenting struktur berpikir, kesalahan prosedural, pemecahan masalah, turunan fungsi aljabar.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Lestari, Widi; Kusmayadi, Tri Atmojo; Nurhasanah, Farida
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.337 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3661

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari perbedaan gender. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah kelas XI TLM A SMK Maarif NU 2 Ajibarang Kab Banyumas. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan pemberian soal pada seluruh siswa kelas XI TLM A. Kemudian diambil 8 siswa sebagai sampel karena memenuhi sesuai indikator  kemampuan pemecahan masalah matematika. Indikator kemampuan pemecahan masalah matematika yang diambil adalah memahami masalah, melaksanakan rencana, merencanakan penyelesaian dan memeriksa proses dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tingkat memahami masalah, siswa laki-laki lebih baik dari pada perempuan sehingga siswa laki-laki mampu mencapai tingkat memahami masalah dengan baik sehingga mampu menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal dengan jelas. Siswa pada tingkat melaksanakan rencana, Siswa perempuan dan laki-laki pada tingkat ini sudah dapat dikatakan mampu mencapai dengan baik karena terbukti pada jawaban siswa yang menunjukkan bahwa siswa mengaplikasikan apa yang telah guru ajarkan. Siswa pada tingkat merencanakan penyelesaian siswa siswa laki-laki dan perempuan belum mampu menyimpulkan sesuatu yang ada menurut hasil yang telah diketahui maka belum mampu mencapai tingkat merencanakan penyelesaian. Siswa pada tingkat memeriksa proses dan hasil, siswa perempuan lebih mampu mencapai tingkat memeriksa proses dan hasil terbukti dengan ketelitian yang ada pada jawaban siswa. Siswa laki-laki kurang teliti saat menghitung bilangan pada matriks pengurangan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LEMBAR KERJA MAHASISWA BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERINTEGRASI ICT Nurmi Nurmi; Alfi Yunita; Radhya Yusri; Hafizah Delyana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.325 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3190

Abstract

Pemahaman mahasiswa yang kurang terhadap materi, Buku teks yang tidak memadai, serta bahasa buku  yang tidak komunikatif sebagai faktor penyebab rendahnya hasil belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Project Based Learning. erintegrasi Information and Computer Technology/ICT yang efektif. Model penelitian yang digunakan adalah Model Plomp yaitu preliminary research, prototyping phase dan assessment phase. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi  Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat. Subjek penelitian diambil secara Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk essay yang terdiri dari soal pre-test dan post-test. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Desain penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Design. Teknik análisis dari hasil belajar tentang keefektifan LKM menggunakan uji t tipe dua arah. Hasil analisis tes menunjukkan  bahwa rata-rata nilai post-test yang diperoleh mahasiswa lebih baik daripada rata-rata nilai pre-test yang diperolehnya. Disimpulkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Mahasiswa berbasis Project Based Learning terintegrasi ICT efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Geometri Ruang sehingga efektif digunakan untuk proses pembelajaran. Diharapkan LKM ini dapat dijadikan salah satu sumber belajar yang mampu mengembangkan potensi kemampuan mahasiswa dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Lack of students' understanding of the material, inadequate textbooks, and uncommunicative language of books as factors causing low student learning outcomes. The purpose of this research is to produce an effective Project Based Learning Integrated Student Worksheet (LKM) based on Information and Computer Technology. The research model used is the Plomp Model, namely preliminary research, prototyping phase and assessment phase. The population in this study were students of the Mathematics Education Study Program of STKIP PGRI Sumatera Barat. The research subjects were taken by purposive sampling. The instrument used was an essay test consisting of pre-test and post-test questions. This research uses descriptive quantitative method. The design of this research is One Group Pretest-Postest Design. The analysis technique of the learning outcomes about the effectiveness of the worksheet uses a two-way type t test. The results of the test analysis showed that the average post-test score obtained by students was better than the average pre-test score obtained by the students. It was concluded that the use of ICT-integrated Project Based Learning-based Student Worksheets was effective in improving student learning outcomes in the Spatial Geometry course so that it was effectively used for the learning process. It is hoped that this worksheet can be used as a learning resource that is able to develop the potential of students' abilities and improve student learning outcomes.
KUALITAS SOAL HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILL) PADA SISWA SMP KELAS VII Koryna Aviory; MM. Endang Susetyawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.874 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3087

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas butir soal HOTS pada siswa SMP kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan terdiri dari tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan diseminasi. Penelitian ini hanya sampai tahap pengembangan, lebih tepatnya sampai analisis kualitas butir soal HOTS. Analisis soal bertujuan untuk menghasilkan soal valid dan reliabel, selain dapat mengidentifikasi soal. Penilaian hanya terbatas pada aspek keterampilan, sehingga pembuatan instrumen meliputi beberapa kompetensi dasar yang ada pada kelas VII. Instrumen yang telah disusun dilakukan uji validitas. Uji validitas tersebut meliputi validitas isi, validitas konstruk dan validitas empiris. Validitas empiris melalui ujicoba skala terbatas dengan jumlah sampel 80 siswa. Penelitian ini menghasilkan empat butir soal HOTS yang mengacu pada berpikir tingkat tinggi, dengan indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Nilai reliabilitasnya 0,74, berada pada level reliabilitas yang tinggi.  
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI BERBASIS BUDAYA DITINJAU DARI GENDER DAN GAYA BELAJAR Wicaksono, Arief Budi; Chasanah, Aprilia Nurul; Sukoco, Heru
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.921 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3256

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah geometri berbasis budaya pada mahasiswa pendidikan matematika ditinjau dari perbedaan gender dan gaya belajar David Kolb. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Tidar pada mata kuliah Geometri Ruang sebanyak delapan mahasiswa (gaya belajar diverging, assimilating, converging, dan accommodating) yang masing-masing gaya belajar terdiri dari laki-laki dan perempuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket tes gaya belajar David Kolb, soal tes kemampuan pemecahan masalah geometri berbasis budaya dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kualitatif kemudian dibandingkan hasil tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya belajar diverging, subjek laki-laki berada pada kategori kurang dan subjek perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kemampuan mahasiswa dengan gaya belajar assimilating, baik subjek laki-laki maupun perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kemampuan mahasiswa dengan gaya belajar converging, baik subjek laki-laki maupun perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kemampuan mahasiswa dengan gaya belajar accommodating, baik subjek laki-laki maupun perempuan berada pada kategori cukup dalam pemecahan masalah. Kata kunci: Budaya; gaya belajar; gender; geometri; pemecahan masalah. Abstract The purpose of this study is to describe the culturally-based geometry problem-solving ability of mathematics education students based on gender differences and David Kolb's learning style. This type of research is qualitatively descriptive with the study subjects of Mathematics Education Study Program Universitas Tidar on the Space Geometry of eight students (diverging, assimilating, converging, and accommodating learning styles) whose respective learning styles consist of male and female. The instrument in this study is David Kolb's study style test questionnaire, a culturally-based geometry problem-solving ability test, and interview guidelines. Data is qualitatively analyzed and then compared the results of test and interview. The results showed that students with diverging learning styles, male subjects were in the poor category, and female subjects were in fair categories in problem-solving. The ability of students with an assimilating learning style, both male and female subjects is in the category of fair in problem-solving. The ability of students with a converging learning style, both male and female subjects is in fair categories in problem-solving. The ability of students with accommodating learning styles, both male and female subjects is in the category of fair in problem-solving. Keywords: Culture; gender; geometry; learning style; problem solving.
WHAT ARE THE TYPE OF LEARNING MEDIA INNOVATION NEEDED TO SUPPORT DISTANCE LEARNING? Hendriyanto, Agus; Kusmayadi, Tri Atmojo; Fitriana, Laila
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.473 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3600

Abstract

This exploratory qualitative article with an inductive approach aims to analyze the needs of students of the mathematics education study program at one of the leading universities in Surakarta City regarding learning media that can facilitate the implementation of distance learning during the Coronavirus pandemic. Data were obtained through distributing questionnaires using Google Form to 63 students who had taken the analytic geometry course at the beginning of the Coronavirus pandemic, interviews with 2 lecturers, and 3 students selected through snowball sampling technique. The results of the analysis showed that students need interactive audio-visual teaching materials that can be accessed easily without any internet network constraints. It is evidenced by the results of the survey which show that 70% of students need audio-video-based learning media. The results of this study become the basis for developing learning media that supports the implementation of distance learning
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN WEB COURSE BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM, WHATSAPP GROUP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP Sofri Rizka Amalia; Dian Puwaningsih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.968 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self regulated learning terhadap pemahaman konsep, pengaruh e-learning tipe Web Course berbantuan google classroom dan whatsapp group terhadap pemahaman konsep, dan pengaruh self regulated learning dan e-learning tipe Web Course berbantuan google classroom dan whatsapp group terhadap pemahaman konsep. Penelitian ini tergolong dalam penelitian Quasi ekperimen tipe One group posttest only design. Subjek penelitian ini adalah mahasiwa semester IV sejumlah 17 mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Peradaban. Pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, tes, dan angket. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah uji regresi dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara penerapan e-learning berbantuan google classroom dan whatsapp group  terhadap kemampuan pemahaman konsep, terdapat pengaruh positif antara self regulated learning terhadap kemampuan pemahaman konsep, dan terdapat pengaruh positif antara self regulated learning dan penerapan e-learning berbantuan google classroom dan whatsapp group  terhadap kemampuan pemahaman konsep. AbstractThis study aims to determine the effect of self-regulated learning on concept understanding, the effect of e-learning type of Web Course assisted by google classroom and Whatsapp group on concept understanding, and the effect of self regulated learning and e-learning type of Web Course assisted by google classroom and Whatsapp group on understanding concept. This research belongs to the Quasi type One group posttest only design experiment. The subject of this research is the fourth semester students of the mathematics education study program at the University of Civilization. The research data collection was observation, test and questionnaire. While the data analysis used is a regression test with the SPSS application. The results of this study are that there is a positive influence between the implementation of e-learning assisted by google classroom and Whatsapp group on the ability to understand concepts, there is a positive influence between self regulated learning on the ability to understand concepts, and there is a positive influence between self regulated learning and the application of e-learning assisted by google classroom and Whatsapp group for the ability to understand concepts.
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILLS DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS Wahyuddin Wahyuddin; Sri Satriani; Faisal Asfar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.513 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3480

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan menyelesaikan soal high order thinking skills (HOTS) ditinjau dari kemampuan berpikir logis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 27 siswa kelas XI SMAN 2 Kabupaten Kepulauan Selayar yang dipilih 1 kelas dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir logis, tes kemampuan menyelesaikan soal HOTS, dan wawancara. Instrumen tes diadopsi dari instrumen baku yang divalidasi ahli. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan hasil wawancara diolah dengan mereduksi, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir logis berada pada kategori rendah sedangkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS berada pada kategori sedang. Selanjutnya, aspek kemampuan berpikir logis ditemukan bahwa siswa kategori tinggi (T) mampu memenuhi kriteria level C4, C5, dan C6 sedangkan siswa kategori sedang (S) dan kategori rendah (R) hanya mampu memenuhi kriteria level C4 dan C5. Secara umum siswa masih kesulitan memenuhi level C6 dan kemampuan C6 siswa masih tergolong rendah. Kendala yang dihadapi siswa (S) dan (R) dalam memenuhi aspek C6 yaitu siswa mengalami kesulitan dan kendala dalam menerjemahkan permasalahan kedalam kalimat matematika, siswa belum mampu memberikan cara pandang terhadap suatu persoalan sehingga belum bisa mengeluarkan ide dan merancang solusi secara mandiri untuk menyelesaikan permasalahan dalam mengambil keputusan.Kata Kunci: berpikir logis; kemampuan HOTS AbstractThe main purpose of this study was to analyze and describe the ability to solve HOTS questions in terms of students' logical thinking abilities. This type of research was a descriptive study with a qualitative approach. The research subjects were 27 students of class XI State Senior High School 2 of Kabupaten Selayar Regency who were selected from 1 class using purposive sampling technique. Data collection techniques used a logical thinking ability test, a test of the ability to solve HOTS questions, and interviews. The test instruments were adopted from standard instruments which were further validated by experts. The results of the study concluded that the students' logical thinking skills were in the low category, while the students' ability to solve HOTS questions was in the medium category. From the aspect of logical thinking ability, it was found that students with high categories were able to meet the criteria of C4, C5, and C6 while students with medium categories (S) and low categories (R) were only able to meet the criteria of C4 and C5. In general, students still have difficulty meeting the C6 level (creating) and it was still low. The obstacles faced by students (S) and (R) in fulfilling aspects of C6 were students experiencing difficulties in translating problems into mathematical sentences and have not been able to provide a perspective so that they cannot issue ideas and design solutions independently to solve problems in making decisions.Keywords: HOTS ability; logical thinking
EKSPERIMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA Sutrisno Sutrisno; Nurina Happy; Wiwik Susanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.197 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2804

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil Ujian Nasional pada mata pelajaran matematika paling rendah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya dan kurangnya minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi dan minat belajar siswa menggunakan model discovery learning lebih baik dari model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Taman Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian digunakan cluster random sampling sehingga terpilih kelas VII D yang diberikan model pembelajaran konvensional, kelas VII H yang diberikan model discovery learning, dan kelas VII A yang digunakan sebagai kelas ujicoba instrumen. Instrumen penelitian meliputi tes prestasi belajar dan angket minat belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji normalitas multivariat, uji homogenitas matriks kovariansi, uji Hotelling Trace T2, dan uji t. Hasil penelitian meunjukkan bahwa prestasi dan minat belajar matematika siswa yang menggunakan model discovery learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.AbstractThis research is motivated by the National Examination results in the lowest mathematics subjects compared to other subjects and the lack of student interest in learning those subjects. The purpose of this study was to determine whether student achievement and interest in using discovery learning models are better than conventional learning models. The population in this study were all grade VII students of SMP Negeri 4 Taman Kabupaten Pemalang. This type of research is a quasi-experimental design. The sampling technique used in the study is cluster random sampling so that selected class VII D is given a conventional learning model, class VII H is given a discovery learning model, and class VII A is used as a test instrument class. Research instruments include achievement tests and interest in learning questionnaires. Data analysis techniques in this study were multivariate normality test, covariance matrix homogeneity test, Hotelling Trace T2 test, and t-test. The results showed that students' mathematics learning achievement and interest in using discovery learning models were better than conventional learning models.

Page 46 of 153 | Total Record : 1528