cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
MATH E-COMIC CERITA RAKYAT JOKO KENDIL DAN SI GUNDUL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TUNARUNGU Danty Rahmasantika; Rully Charitas Indra Prahmana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.26 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4971

Abstract

AbstrakSemakin berkembang pesatnya pengetahuan dan teknologi di abad 21 membawa tantangan besar bagi dunia pendidikan. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi dan harus mampu membantu siswa memahami konsep yang dipelajari dengan menggunakan konteks yang dekat dengan siswa. Khususnya di pendidikan matematika, pendekatan yang dapat digunakan yaitu pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang memiliki karakteristik yaitu menggunakan konteks yang dekat dengan siswa untuk memahamkan konsep matematika. Selain itu di abad 21 ini, kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting bagi peserta didik untuk dapat menghadapi permasalahan dalam realitas kehidupan. Hal tersebut tidak hanya bagi peserta didik biasa tetapi juga bagi peserta didik berkebutuhan khusus.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran berbasis (RME) yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik tunarungu. Hasil dari penelitian ini yaitu berhasil dikembangkannya produk media pembelajaran berupa Math E-Comic dengan konteks ethnomathematics yaitu Cerita Rakyat Joko Kendil dan Si Gundul untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik tunarungu. Harapannya penelitian ini dapat menyumbangkan khazanah ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan matematika dan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan media pembelajaran dengan topik yang serupa.Kata kunci: Joko Kendil dan Si Gundul, Kemampuan Berpikir Kritis, Math e-Comic, Realistics Mathematics Education, Siswa TunarunguAbstractThe rapid development of knowledge and technology in the 21st century brings significant challenges to education. Learning media used in learning follow technological developments and must help students understand the concepts being studied using contexts that are close to students. Especially in mathematics education, the approach that can be used is the Realistic Mathematics Education (RME) approach which has the characteristic of using a context close to students to understand mathematical concepts. In addition, in the 21st century, critical thinking skills are fundamental for students to face problems in the realities of life. This is not only for ordinary students but also for students with special needs. Therefore, this study aims to design a learning-based media (RME) that can develop the critical thinking skills of deaf students. The results of this research are the successful development of learning media products in the form of Math E-Comic with an ethnomathematics context, namely the Folklore of Joko Kendil and Si Gundul, to develop critical thinking skills of deaf students. It is hoped that this research can contribute to the treasures of knowledge in mathematics education and can be a reference for further researchers to develop learning media with similar topics.Keywords: Joko Kendil and Si Gundul, Critical Thinking Skills, Math e-Comic, Realistic Mathematics Education, Deaf Students
EFEKTIVITAS PENERAPAN RECIPROCAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Siti Inganah; Eliza Dewi Armelia; Adi Slamet Kusumawardana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.942 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4628

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar dunia pendidikan dengan pemberlakuan  penerapan pembelajaran daring. Untuk itu, diperlukan pembelajaran interaktif yang sesuai diterapkan dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penerapan reciprocal learning dalam pembelajaran daring di kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Gambiran. Efektivitas ditinjau dari aktivitas siswa, hasil belajar siswa dan respon siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar aktivitas siswa, tes, dan angket. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan reciprocal learning dalam pembelajaran daring pada materi logaritma kelas X IPA 1 di SMA Negeri 1 Gambiran efektif. Penerapan reciprocal learning dalam pembelajaran daring dengan empat tahapan aktivitas yaitu bertanya, memprediksi, mengklarifikasi, dan merangkum dapat meningkatkan aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respon siswa. Aktivitas siswa bertanya, memprediksi, klarifikasi, dan merangkum mengalami peningkatan disetiap pertamuan dengan rata-rata akhir 76,19% dalam kategori baik. Hasil belajar siswa sebanyak 90% diatas KKM tuntas secara klasikal dan respon siswa menunjukkan positif dengan rata-rata akhir 82,67% dalam kategori sangat baik. Respon siswa ditunjukkan dengan siswa merespon pembelajaran dengan bersemangat, antusias tinggi, dan tertarik mengikuti rangkaian penerapan reciprocal learning dalam pembelajaran daring.AbstractThe Covid-19 pandemic poses a big challenge to the world of education with the implementation of online learning. For this reason, interactive learning is needed that is appropriate to be applied in online learning. This study aims to describe the effectiveness of the application of reciprocal learning in online learning in class X IPA 1 SMA Negeri 1 Gambiran. Effectiveness in terms of student activities, student learning outcomes and student responses. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this study were 30 students. This research instrument uses student activity sheets, tests, and questionnaires. The results of the study found that the application of reciprocal learning in online learning on logarithmic material for class X IPA 1 at SMA Negeri 1 Gambiran was effective. The application of reciprocal learning in online learning with four stages of activity, namely asking, predicting, clarifying, and summarizing can increase student activity, student learning outcomes, and student responses. The activities of students asking, predicting, clarifying, and summarizing experienced an increase in each meeting with a final average of 76.19% in the good category. Student learning outcomes as much as 90% above the KKM completed classically and student responses showed positive with a final average of 82.67% in the very good category. Student responses are shown by students responding to learning with enthusiasm, high enthusiasm, and interest in participating in a series of applications of reciprocal learning in online learning.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA Villia Anggraini; Hafizah Delyana; Iga Kumala Sari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.346 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.5034

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting untuk dikuasai siswa. Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis salah satunya adalah minat belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling. Subjek penelitian yang dipilih adalah kelas XI AKL-2 SMK Negeri 1 Enam Lingkung tahun pelajaran 2021/2022. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu soal tes kemampuan pemecahan masalah, angket minat belajar, dan pedoman wawancara. Soal tes pemecahan masalah dianalisis berdasarkan pengkategorian kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Angket minat belajar dianalisis berdasarkan kriteria pengelompokkan minat belajar tinggi, sedang, dan rendah. Dari hasil penelitian, diperoleh siswa dengan minat belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan tinggi sebanyak 10,53%. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi sebanyak 21,05%. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang sebanyak 42,10%. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah sebanyak 15,79%. Siswa dengan minat belajar rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah sebanyak 10,53%.Math problem-solving skills are one of the competencies that are very important for students to master. Factors that affect mathematical problem-solving ability one of them is the student's learning interest. This research was conducted to analyze problem-solving skills reviewed from students' learning interests in math learning. This research uses descriptive methods with quantitative approaches. The study subjects were selected by purposive sampling. The selected research subjects were class XI AKL-2 SMK Negeri 1 Enam Lingkung school year 2021/2022. The instruments used to collect data are problem-solving skills tests, learning interest questionnaires, and interview guidelines. Problem solving tests are analyzed based on categorizing high, medium, and low problem-solving capabilities. Learning interest questionnaires are analyzed based on the criteria of grouping high, medium, and low learning interests. From the results of the study, students with a high interest in learning have high solving ability as much as 10.53%. Students with a moderate interest in learning have a high problem-solving ability of 21.05%. Students with a moderate interest in learning have a moderate problem-solving ability of 42.10%. Students with a moderate interest in learning have a low problem-solving ability of 15.79%. Students with low interest in learning have a low problem-solving ability of 10.53%.
DESAIN PEMBELAJARAN LIMAS BERKONTEKS ATAP MASJID AGUNG JAWA TENGAH BERBANTUAN VIDEO El Vania Fitriyana; Farida Nursyahidah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3599.229 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4272

Abstract

Materi bangun ruang sisi datar merupakan salah satu materi yang masih dirasa sulit dalam pembelajaran geometri. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep luas permukaan dan volume bangun-bangun tersebut, termasuk limas. Oleh karena itu, perlu dirancang aktivitas pembelajaran siswa yang menekankan pada pemahaman konsep dengan menggunakan pendekatan dan media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lintasan pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep luas permukaan dan volume limas dengan memanfaatkan konteks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode design research yang terdiri dari tiga tahap yaitu desain pendahuluan, desain eksperimen, dan analisis retrospektif. Penelitian ini terutama membahas hasil pilot experiment pada tahap percobaan desain. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Islam Moga sebanyak 6 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui rekaman video pembelajaran, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Jalur pembelajaran ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu: mengamati video interaktif Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk menemukan sifat-sifat limas, menemukan konsep luas permukaan limas dengan jaring-jaring kardus, menemukan ide volume limas dengan bantuan kubus berongga, dan pemecahan masalah kontekstual yang berkaitan dengan limas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar yang diperoleh dapat membantu siswa memahami luas permukaan dan volume limas dengan lebih mudah dan bermakna.
MATHEMATICS LEARNING DIFFICULTIES OF SLOW LEARNER STUDENTS IN TERMS OF REFLEKTIF ABSTRACTION MEASUREMENT Risnina Wafiqoh; Said Akhmad Maulana; Surya Amami Pramuditya
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.38 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4770

Abstract

Slow learner students cannot be seen physically, because there is no difference between slow learner students and normal students. Slow learner students must get special attention, especially if the student is a prospective teacher. Slow learner students have difficulties in the process, but the learning difficulties are not in accordance with the facts. This article aims to determine the learning difficulties of slow learners in terms of students' reflective abstractions. The research was conducted using qualitative methods with phenomenological methods. The study involved 8 slow learner students who were given a test to measure their reflective abstraction ability. Followed by interviews based on the results of the written test. The results of the research conducted were analyzed qualitatively. The results of tests and interviews, it is known that students' learning difficulties based on reflective abstraction measurements, are difficulties in remembering mathematical concepts, difficulties in mathematical reasoning, difficulties in providing mathematical explanations, difficulties based on mathematical problem solving strategies, time management difficulties, mathematical technical difficulties, and difficulties in understanding mathematical problems.Siswa slow learner tidak dapat dilihat secara fisik, karena tidak ada perbedaan siswa slow learner degan siswa yang normal. Siswa slow learner tentunya harus mendapatkan perhatian yang khusus, terutama jika siswa tersebut merupakan calon guru. Siswa slow learner memiliki keuslitan-kesulitan dalam proses pembelajaran matematis, namun kesulitan tersebut belum teridentifikasi sesuai dengan fakta di lapangan. Artikel bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa slow learner ditinjau dari abstraksi reflektif siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan metode fenomenology. Penelitian melibatkan 8 orang siswa slow learner yang diberikan tes untuk mengukur kemampuan abstraksi reflektif mereka. Dilanjutkan dengan wawancara berdasarkan hasil tes tertulis tersebut. Hasil penelitian dilakukan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, diketahui kesulitan belajar siswa ditinjau dari pengukuran abstraksi reflektif, adalah kesulitan mengingat konsep matematis, kesulitan bernalar matematis, kesulitan memberikan penjelasan matematis, kesulitan mengatur strategi penyelesaian masalah matematis, kesulitan manajemen waktu, kesulitan teknis matematis, dan kesulitan memahami masalah matematis.
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP Maskanur Rezky; Erry Hidayanto; I Nengah Parta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.737 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4879

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN MATEMATIKA BERBASIS HOTS PADA CALON GURU SEKOLAH DASAR Novia Dwi Rahmawati; Komarudin Komarudin; Suherman Suherman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3202.021 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian matematika berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang valid, reliabel, dan memiliki daya beda dan tingkat kesukaran yang baik. Pengembangan soal mengacu pada model Borg dan Gall. Pengambilan data dilakukan dengan teknik angket dan tes. Instrumen penelitian terdiri dari angket kebutuhan dan tes soal matematika berbasis HOTS. Penelitian ini melibatkan 15 calon guru SD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa instrumen penilaian matematika berbasis HOTS memperoleh skor validitas sebesar (kriteria valid), skor reliabelitas sebesar  (kriteri valid), skor uji daya beda sebesar  (kriteria DB yang baik), dan skor uji tingkat kesukaran sebesar  (kriteria tingkat kesukaran sedang). Sehingga telah memenuhi semua kriteria uji instrument tes baik, yaitu valid, reliabel, daya beda yang baik dan tingkat kesukaran sedang. Implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran matematika calon guru sekolah dasar yaitu menjadi salah satu reverensi pedoman dalam mengembangkan instrument penilaian matematika dan dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi caloh guru sekolah dasar.This study aims to develop a mathematical assessment instrument based on higher order thinking skills (HOTS) that is valid, reliable, and has good distinguishing power and difficulty level. The development of questions refers to the Borg and Gall models. Data collection was done by using questionnaires and tests. The research instrument consisted of a needs questionnaire and a HOTS-based math test. This study involved 15 prospective elementary school teachers. The results of data analysis showed that the HOTS-based mathematical assessment instrument obtained a validity score of  (valid criterion), reliability score of  (valid criterion), difference power test score of  (good discrimination criteria), and the difficulty level test score is  (medium difficulty criteria). So that it has met all the criteria for a good test instrument test, namely valid, reliable, good discriminating power and moderate level of difficulty. The implications of the research results on the mathematics learning of elementary school teacher candidates is to become one of the reference guidelines in developing mathematics assessment instruments and in developing high-level thinking skills for elementary school teachers.
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK KONSEP DASAR BILANGAN BERBASIS FLIPPED CLASSROOM BAGI MAHASISWA PGSD Ety Septiati; Misdalina Misdalina; Rohana Rohana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.134 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4976

Abstract

Konsep Dasar Bilangan adalah salah satu topik pada  mata kuliah Konsep Dasar Matematika SD yang harus ditempuh oleh mahasiswa PGSD. Materi yang padat namun waktu belajar mengajar di kelas yang terbatas mengakibatkan  tidak  semua materi bisa dikaji secara maksimal. Solusinya adalah model pembelajaran flipped classroom . Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan waktu belajar secara mandiri di luar jam perkuliahan dengan menggunakan e-modul. Tujuan penelitian adalah menghasilkan e-modul konsep dasar bilangan berorientasi Flipped Classroom untuk mahasiswa PGSD yang valid, praktis dan efektif. Penelitian menggunakan metode pengembangan dengan desain ADDIE, dimana tahapan evaluasi yaitu uji validasi oleh pakar, uji praktis melalui small group, dan uji efektif melalui field test. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD semester 1 Tahun akademik 2021/2022 berjumlah 32 orang. Data dikumpulkan melalui tes, angket dan dokumentasi serta dianalisis secara kuantitatif.  Hasil pengembangan e-modul konsep dasar bilangan berorientasi Flipped Classroom untuk mahasiswa PGSD valid, praktis dan efektif. Temuan dalam penelitian ini adalah perkuliahan menjadi lebih efektif dan bermakna sehingga menjadi tantangan bagi peneliti untuk mengembangkan e-modul selanjutnya.  One of the topics in the Elementary Mathematics Basic Concepts course that PGSD students are required to learn is the Basic Concept of Numbers. Although the content is thick, there isn't enough time for teaching and learning in the classroom for all of it to be properly examined. Applying the flipped classroom learning model is one option. Students are expected to be able to utilize e-modules during their free time for independent study outside of class. The goal of this study is to create a reliable, usable, and efficient e-module on the fundamentals of Flipped Classroom-oriented numbers for PGSD students. This study employed the development research methodology. The steps of evaluation in ADDIE's research design with evaluation stages of validation tests by experts, practical tests through small groups, and effective tests through field tests. The research subjects were PGSD students in semester 1 of the 2021/2022 academic year totaling 32 people. Data were collected through tests, questionnaires and documentation and were analyzed quantitatively. The results of the development of the Flipped Classroom-oriented number basic concept e-module for PGSD students are valid, practical and effective. The findings in this study are lectures become more effective and meaningful and challenges for researchers to develop further e-module.
DEVELOPING VIDEO OF SET MATERIALS USING BANDICAM AS LEARNING MEDIA AMID PANDEMIC Siti Khoiriyah; Nihayati Nihayati; Rahmatika Kayyis
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.338 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4943

Abstract

Students have difficulty in understanding Mathematical concepts because the instructional media are difficult to understand. It is necessary to have instructional media that is attractive, comprehensive and supports online learning. Bandicam software offers a chance for teachers to create an interesting instructional video that supports online learning.  Based on the aim, Research and Development (R&D) with a 4-D development is used. The sample was the seventh grade of SMP Muhammadiyah Ambarawa that learned about Set Material.  The results showed that instructional video using Bandicam software was identified as feasible as an online instructional media. The results of the expert's assessment found that the average score from the set material expert was 82.33%, and from the media, the expert was 85.09%. The results of the trial stated that the students’ average using the instructional video was 82.61%. Based on the expert and student's assessment, it can be concluded that instructional video using Bandicam software is suitable as an online instructional media.  
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAAN GEOGEBRA UNTUK MENDUKUNG KETERAMPILAN COLLABORATION, PROBLEM SOLVING, DAN COMMUNICATION Dwi Susanti; Jailani Jailani; Latif Irfan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.928 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan Geogebra dalam meningkatkan kompetensi siswa sebelum dan sesudah diperlakukan pembelajaran, (2) menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan Geogebra dalam mendukung keterampilan collaboration, problem solving, dan communication. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, alat dan analisis statistik yang sesuai, sehingga temuan yang diperoleh tidak berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA YPPI Belitang. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu kelas X IPA. Instumen penelitian yang digunakan yaitu tes pengetahuan Kompetensi Dasar siswa, tes keterampilan problem solving dan communication, dan angket keterampilan collaboration. Pengujian hipotesis penelitian yaitu menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika berbantuan Geogebra dengan model kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel. (2) Pembelajaran matematika berbantuan Geogebra dengan model kooperatif tipe group investigation dapat mendukung kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, model kooperatif yang didukung Geogebra dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa abad ke-21. Pembelajaran matematika harus diatur untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, dan komunikasi siswa. Keterampilan tersebut sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menghadapi masalah yang lebih kompleks. This study aims to: (1) analyze the effect of Geogebra-assisted group investigation cooperative learning in improving student competence before and after learning treatment, (2) analyze the effect of Geogebra-assisted group investigation cooperative learning in supporting collaboration, problem solving, and communication skills. This study uses a quantitative approach, appropriate statistical tools and analysis, so that the findings obtained do not differ from the actual situation. The population of this study were all students of class X SMA YPPI Belitang. The research sample was selected by purposive sampling method, namely class X IPA. The research instruments used were students' Basic Competency knowledge tests, problem solving and communication skills tests, and collaboration skills questionnaires. Testing the research hypothesis is using the Paired Sample T-Test. The results of the study show that: (1) Geogebra-assisted mathematics learning with a cooperative model of group investigation type can improve students' abilities in studying the Two Variable Inequality System. (2) Geogebra-assisted mathematics learning with a group investigation type cooperative model can support students' communication, collaboration, and problem solving skills. In addition, the cooperative model supported by Geogebra can be used by teachers in improving the abilities and skills of 21st century students. Mathematics learning should be organized to improve students' collaboration, problem solving, and communication skills. These skills greatly affect students' ability to deal with more complex problems.

Page 74 of 153 | Total Record : 1528