cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN SCRATCH: SOLUSI PEMBELAJARAN DI ERA SOCIETY 5.0 Edi Irawan; Yaya Sukjaya Kusumah; Veni Saputri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.068 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6226

Abstract

AbstrakDi era society 5.0, perkembangan teknologi membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif pada materi persamaan kuadrat menggunakan Scratch sekaligus menguji kelayakan. Metode yang digunakan untuk pengembangan media ini adalah penelitian pengembangan (RnD) menggunakan model 4D, yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dihasilkan melalui penelitian pengembangan ini adalah multimedia interaktif yang dapat diakses secara online melalui laman Scratch. Berdasarkan penilaian dari lima orang pakar di bidang pendidikan matematika, multimedia berbasis ICT, dan evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa media yang dikembangkan menggunakan Scratch tersebut sangat layak untuk digunakan, baik dari aspek desain pembelajaran, aspek rekayasa, maupun komunikasi visual. Scratch yang memiliki fungsi utama untuk membuat game dan animasi, ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk membuat multimedia pembelajaran yang interaktif. Sejalan dengan itu, tulisan ini menyarankan pemanfaatan Scratch untuk mengembangkan media pembelajaran pada materi lainnya sekaligus menguji efektivitas penggunaan media tersebut dalam meningkatkan kemampuan matematika dan computational thinking siswa.AbstractIn the era of society 5.0, technological developments open up great opportunities to improve the quality of learning. One way is to develop interactive learning multimedia. This study aims to develop interactive multimedia learning on quadratic equation material using Scratch and its testing feasibility. The method used for the development of this media is development research (RnD) using the Four-D Model (define, design, develop, and disseminate). The product produced through this development research is interactive multimedia which can be accessed online via the Scratch page. The assessment of five mathematics education experts, ICT-based multimedia, and learning evaluation shows that the media developed using Scratch is very suitable for learning design, engineering aspects, and visual communication. Scratch, which has the primary function of making games and animations, can also be used to create interactive multimedia learning. In line with that, this paper suggests using Scratch to develop learning media on other materials and test the effectiveness of using these media in improving students' mathematical and computational thinking skills.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PELUANG BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SELF-EFFICACY SISWA SMP Efrem Alfandro Pascal Geong; Ali Mahmudi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023): [in press]
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6370

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan landasan berpikir dalam memecahkan masalah matematika. Selain kemampuan memahami konsep, ­self-efficacy merupakan faktor penting dalam pembelajaran matematika. Siswa dengan ­self-efficacy yang baik akan memiliki inisiasi yang baik untuk mempelajari keyakinannya sendiri, sehingga lebih siap selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran peluang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS) berbasis discovery learning berorientasi pada kemampuan pemahaman konsep matematis dan self-efficacy. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan mengacu model ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation). Subjek uji coba yaitu 30 siswa kelas VIII F SMP ARNOLDUS Labuan Bajo. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar penilaian kepraktisan, angket respon siswa, lembar observasi pembelajaran, soal tes kemampuan pemahaman konsep, dan angket self-efficacy. Penelitian ini menghasilkan RPP dan LKS dengan karakteristik: (1) kegiatan pembelajaran mengacu pada karakteristik discovery learning yakni pembelajaran aktif, (2) mengacu pada langkah discovery learning, yaitu perumusan masalah, eksplorasi, pengajuan dugaan, verifikasi, dan konfirmasi, dan (3) berorientasi pada kemampuan pemahaman konsep matematis dan self-efficacy. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Understanding mathematical concepts are the foundation of thinking in solving mathematical problems. In addition to the ability to understand the concept, self-efficacy is an important factor in learning mathematics. A student with self-efficacy a good person will have a good initiation to learning his own beliefs so that he is better prepared during the lesson. This study aims to produce opportunity learning tools in the form of learning implementation plans (RPP) and student activity sheets (LKS) based on discovery learning oriented to the ability to understand mathematical concepts and self-efficacy. This type of research is development research referring to the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The test subjects were 30 class VIII F SMP ARNOLDUS Labuan Bajo. The research instruments included validation sheets, practicality assessment sheets, student response questionnaires, learning observation sheets, concept comprehension ability test questions, and questionnaire self-efficacy. This study produced lesson plans and worksheets with the following characteristics: (1) learning activities refer to the characteristics of discovery learning namely active learning, (2) refers to steps of discovery learning, namely problem formulation, exploration, submission of conjectures, verification, and confirmation, and (3) oriented to the ability to understand mathematical concepts and self-efficacy. The developed learning tools meet the valid, practical, and effective criteria.
MATEMATIKA DALAM BUKU TEMATIK BAKUL BERKISAH : SUDAHKAH SISWA BERNALAR MATEMATIS? Iis Juniati Lathiifah; Putri Cahyani Agustine
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.309 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.5089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran matematis siswa dalam mengerjakan soal matematika pada buku pembelajaran tematik bakul berkisah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil nilai TIMSS siswa Indonesia pada ranah penalaran (reasoning) dan belum ada buku tematik yang dapat melatih penalaran siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap 33 siswa kelas III SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Pengumpulan data didapat dari hasil jawaban dan pengamatan siswa dalam mengerjakan soal-soal matematika pada buku tematik bakul berkisah materi penjumlahan dan pengurangan. Kemudian jawaban dianalisis untuk melihat penalarann matematis siswa. Terdapat enam buah indikator penalaran matematis yang dilihat dalam penelitian ini. Indikator penalaran yang paling tinggi dilakukan oleh siswa adalah menarik kesimpulan,dengan kata lain siswa dapat menemukan jawaban dengan benar. Sementara siswa masih kesulitan dalam menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi. Hal ini sebetulnya disebabkan karena siswa belum terbiasa mengerjakan soal lengkap dalam setiap pengerjaan. Namun rerata hasil penalaran matematis siswa adalah 68,18% dan dikategorikan baik. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan buku tematik bakul berkisah, sudah baik dalam memacu penalaran matematis siswa. AbstractThis research aims to describe the mathematical reasoning’s students doing math problems in the bakul berkisah thematic book. This research because of the low result of Indonesian students in TIMSS score especially for reasoning and there aren’t thematic book in their school. This research is a qualitative descriptive research with 33 student for sample. The data collection from the answer of student thematic book and observing of student learning in addition and subtraction material. The answer student is analyzed the student's reasoning.  There are six indicators of mathematical reasoning ability. The highest reasoning indicator is drawing conclusions or can find answers correctly. While students still have difficulty in finding patterns or properties of mathematical phenomena to make generalizations. This is actually because students are not used to working on complete questions in each work. However, the average result of students' mathematical reasoning is 68.18% and it is categorized as good. The results of the research showed that learning mathematics using the thematic book based was good in students' mathematical reasoning.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Setiawan Setiawan; Julrissani Julrissani; Liza Savira
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.113 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.5106

Abstract

Memahami konsep dalam matematika merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap peserta didik untuk mampu berpartisipasi dengan baik dalam proses belajar mengajar, namun yang sering terjdi saat ini pemahaman kosep matematis peserta didik di Indonesia cenderung rendah. Hal tersebut telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, bahkan diperkuat oleh temuan dari The Trends of Mathematical and Science Studies. Penelitian ini merupakan kajian terkait analisis kapasitas siswa untuk memahami konsep matematika. Penelitian ini berorientasi pada penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, pada penelitian ini penulis bermaksud menggambarkan atau mendeskripsikan perihal kemampuan peserta didik dalam pemahaman konsep matematis khususnya pada materi bangun ruang sisi datar. Adapun jenis data diperoleh dari observasi langsung peneliti di lapangan melalui tes soal yang telah diberikan skor pada setiap soal dan wawancara yang diukur dengan beberapa indikator pemahaman konsep matematis. Sedangkan data sekunder berasal dari data yang ada dan memiliki keterkaitan dengan masalah temuan penelitian yang diperoleh melalui penelitian tingkat perpustakaan. Hasil analisis diketahui bahwa kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika khususnya yang berkaitan pada materi matematika bangun ruang sisi datar masih sangat rendah, terbukti dengan nilai rata-rata yang diperoleh 50% siswa yaitu 62,65.Understanding concepts in mathematics is a basic skill that must be possessed by every student to be able to participate properly in the teaching and learning process, but what often happens nowadays is that students' understanding of mathematical concepts in Indonesia tends to be low. This has been proven by several studies, even strengthened by findings from The Trends of Mathematical and Science Studies. This research is a study related to the analysis of students' capacity to understand mathematical concepts. This research is oriented to qualitative research with descriptive methods, in this study the author intends to describe or describe the ability of students to understand mathematical concepts, especially in the material of flat side space. The types of data obtained from direct observations of researchers in the field through test questions that have been given a score on each question and interviews are measured by several indicators of understanding mathematical concepts. While secondary data comes from existing data and has a relationship with the problem of research findings obtained through library level research. The results of the analysis show that the ability of students to understand mathematical concepts, especially those related to the mathematical material of geometrical shapes, is still very low, as evidenced by the average value obtained by 50% of students, namely 62.65.
PENGEMBANGAN ASESMEN YANG MENDUKUNG KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA BERBASIS PROJECT-BASED INSTRUCTION Resyarusyda Parandrengi; Lathiful Anwar; Cholis Sa’dijah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.308 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6264

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu keterampilan yang kita butuhkan di abad ini. Hasil dari penelitian pertama menunjukkan bahwa siswa kurang mahir dalam menyelesaikan masalah matematika dan kesulitan guru dalam mengembangkan asesmen yang mengukur kemampuan pemecahan masalah dan mengintegrasikan aspek penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan asesmen dan menentukan kualitas asesmen.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model pengembangan Borg & Gall. Tahap-tahap pengembangan meliputi penelitian dan pengumpulan awal informasi, perencanaan, pengembangan format produk awal, uji coba produk, perbaikan produk, uji coba lapangan, perbaikan produk akhir, desiminasi dan implementasi. Subjek penelitian yaitu29 siswa kelas XII MIPA 2 dan guru mata pelajaran matematika. Hasil penelitian yaitu kualitas penilaian produk valid 86,2903% kategori sangat valid, praktis 81% kategori sangat praktis, dan efektif n-gain score 0,556003 kategori sedang. Kualitas tes kemampuan menunjukkan valid, reliabel, memiliki daya pembeda, dan taraf kesukaran.
KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL SPLDV DAN PROGRAM LINIER DI TINGKAT SMK Lusiana Lusiana; Jumroh Jumroh; Eka Fitri Puspa Sari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.195 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6574

Abstract

Kesulitan dalam memecahkan masalah matematika yang dialami peserta didik menjadi indikator bahwa ada kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal  matematika yang diberikan, Untuk mengatasi kesulitan yang dialami perlu di ketahui indikator-indikator kesalahan yang ditemukan dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya soal SPLDV dan Program linier, supaya dapat dilakukan tindak lanjut dalam mencapai tujuan yang direncanakan. Tujuan penelitian mendeskripsikan  kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal SPLDV dan program linear di SMK 3 Muhammadiyah Palembang berdasarkan indikator kesalahan Konsep, Prinsip dan indikator kesalahan Prosedur/Operasi. Subjek penelitian peserta didik kelas X dengan jumlah peserta didik 27 orang.. Metode yang digunakan metode kuantitatif. Teknik analisis  statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dari hasil yang ditemukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal SPLDV (Rata-rata IKK 35,9% dengan kategori Rendah, IKP 44,8% kategori Sedang dan IKO 50,9% kategori Sedang) untuk soal Program Linear (Rata-rata IKK 70,8% dengan kategori Tinggi, IKP 69,3% kategori Tinggi dan IKO 75,9% kategori Tinggi). Berdasarkan Analisa data dan pembahasan disimpulkan bahwa kesalahan yang ditemukan pada penyelesaian soal SPLDV dengan tingkat kesalahan Sedang pada indikator kesalahan Prinsip dan Prosedur/Operasi, dan pada penyelesaian soal Program liear dengan tingkat kesalahan tinggi untuk ketiga indikator kesalahan. Difficulties in solving mathematical problems experienced by students are an indicator that errors were made in solving the given math problems. follow-up can be carried out in achieving the planned goals. The aim of the research is to describe the mistakes made by students in solving SPLDV questions and linear programming at SMK 3 Muhammadiyah Palembang based on indicators of conceptual errors, principles and procedural/operation error indicators. The research subject was class X students with a total of 27 students. The method used was the quantitative method. Descriptive statistical analysis technique with a quantitative approach. From the results it was found that students made mistakes in solving SPLDV questions (average IKK 35.9% in the Low category, IKP 44.8% in the Medium category and IKO 50.9% in the Medium category) for Linear Program questions (Average - average IKK 70.8% in the High category, IKP 69.3% in the High category and IKO 75.9% in the High category). Based on data analysis and discussion it was concluded that the errors found in solving SPLDV questions with a moderate error rate were in the Principle and Procedure/Operation error indicators, and in solving linear program questions with high error rates for the three error indicators 
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SISWA SEKOLAH MENENGAH DALAM MENYELESAIKAN MASALAH NUMERASI BERDASARKAN GENDER Hanik Hanik; Lathiful Anwar; Vita Kusumasari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.6 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6277

Abstract

Masalah dalam pembelajaran matematika berperan penting sebagai sarana membangun kemampuan berpikir siswa. Kemampuan beripikir ini yang akan menjadi dasar siswa dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan. Kemampuan menyelesaikan masalah dapat dilatih dengan pemberian tugas matematika yang berisi masalah kontekstual. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pengambilan keputusan siswa dalam menyelesaikan tugas numerasi berdasarkan perbedaan jenis kelamin (gender). Penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif pada siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Malang. Siswa diberikan soal tes numerasi  kemudian dipilih 2 jawaban benar dari 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan yang mewakili gender. Data lain diperoleh melalui wawancara untuk menambah informasi mengenai proses pengambilan keputusan subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh siswa laki-laki dan siswa perempuan yaitu: 1). Siswa laki-laki membangun ide dengan mempertimbangkan informasi dari soal serta mengarah pada pertanyaan, siswa perempuan memilih semua cara yang mungkin dari soal, 2). Siswa laki-laki mengklarifikasi ide dengan menyelesaikan setiap kasus secara tuntas sedangkan perempuan mengelompokkan perhitungan terlebih dahulu, 3). Siswa laki-laki menilai kewajaran ide dengan mengecek kebenaran pada soal semula sedangkan siswa perempuan tidak selalu mengecek jawaban. Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat perbedaan pengambilan keputusan siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah numerasi yaitu terletak pada alur dan cara mengerjakan soal.
STUDI META ANALISIS: PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Syifa Syafira Al Ghifari; Jarnawi Afgani Dahlan; Dian Usdiyana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.62 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6689

Abstract

Selama 10 tahun terakhir, telah banyak studi mengenai penerapan strategi REACT terhadap kemampuan komunikasi. Namun dari penelitian studi primer belum menjelaskan secara menyeluruh mengenai pengaruh karakteristik studi yang memiliki peran dalam tingkat variasi antar studi. Penelitian   ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh strategi REACT terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode meta analisis. Pengumpulan data  dilakukan dengan cara mengidentifikasi jurnal yang telah dipublikasikan di jurnal nasional, jurnal internasional dan prosiding. Berdasarkan kriteria inklusi diperoleh 12 artikel yang dianalisis dengan menggunakan software Comprehensive Meta Analysis (CMA) dan model efek acak sebagai metode estimasi. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan model efek acak pada effect size secara keseluruhan dari penerapan strategi REACT terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa adalah 1,040 termasuk kategori efek sangat tinggi. Karakteristik studi dalam penelitian ini yaitu jenjang pendidikan, tahun penelitian, dan ukuran sampel. Hasil analisis statistik dari karakteristik studi menunjukkan bahwa jenjang pendidikan, tahun publikasi, dan ukuran sampel tidak berpengaruh secara signifikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa ketika menerapkan strategi REACT. Penerapan strategi REACT secara keseluruhan lebih efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan penerapan pembelajaran konvensional.
MATHEMATICAL CONNECTION OF GEOMETRY PROBLEMS BASED ON NUMERACY LITERACY THROUGH THE POLYA FRAMEWORK Ajeng Gelora Mastuti; Syafruddin Kaliky; Aliati Siolimbona; Jiran Rano
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.408 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.5924

Abstract

The results of the 2018 Program for International Student Assessment (PISA) study released by The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) show that the numeracy literacy skills of Indonesian students are at a low level, namely getting a score of 379 out of the OECD average score of 487 (OECD, 2019). As a result, students tend not to be able to solve problems correctly, and the cause is a need for mathematical connection skills. This study aims to describe the mathematical connections based on numeracy literacy in geometry. This research is a qualitative descriptive study. The participants in this study were 38 grade 7 students from 3 different Madrasas in Maluku. Two students will take the research subjects from saturated data after being given a numeracy literacy-based test. In this study, students were asked to state the results of their thoughts on solving geometry concept problems given orally. Analyzing the research data was carried out through three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings in this study of mathematical connections within the Polya framework can be divided into two: structured analytics and unstructured analytics.
KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN TAHAPAN POLYA Valeria Suryani Kurnila; Dwi Juniati; Siti Khabibah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.978 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6428

Abstract

Kemampuan koneksi dan berpikir kritis adalah bagian dari kemampuan yang harus dimiliki siswa agar bisa memecahkan masalah di dunia nyata. Namun ditemukan bahwa kemampuan-kemampuan ini masih rendah. Kemampuan-kemampuan ini harus ditingkatkan sejak usia Sekolah Dasar, melalui masalah yang dituangkan dalam soal cerita. Agar solusi yang diberikan tepat, maka penyelesaian masalah dilakukan menggunakan tahapan Polya. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi dan berpikir kritis siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan Tahapan Polya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 27 siswa. Untuk dapat menganalisis lebih spesifik, maka dilakukan wawancara dan analisis jawaban 3 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa berkemampuan matematis tinggi telah mampu melakukan 3 tahapan Polya, serta memenuhi 5 indikator kemampuan koneksi dan berpikir kritis. Siswa berkemampuan matematis sedang,  mampu melakukan dua tahapan Polya serta memenuhi 3 indikator kemampuan koneksi dan berpikir kritis. Siswa berkemampuan matematis rendah telah mampu melakukan 1 tahapan Polya, serta memenuhi 1 indikator kemampuan koneksi dan berpikir kritis. Tahapan Polya yang sering dilewati oleh sebagian siswa adalah memeriksa kembali penyelesaian masalah. Jika dilihat pada indikator kemampuan koneksi dan kemampuan berpikir kritis, sebagian besar siswa tidak memenuhi indikator meninjau kembali seluruh jawaban yang telah diberikan. The ability to connect and think critically is part of the abilities students must have in order to be able to solve problems in the real world. However, it is currently found that these abilities are still low. In elementary school, these skills must be strengthened through word problems. Using the Polya stages, problem-solving is conducted in a structured manner to ensure the correctness of the solution. Based on Polya's Stages, this study aimed to analyze and describe elementary school students' connection and critical thinking skills when solving word problems. The research method used is descriptive qualitative. The research participants included 27 students. In order to conduct a more precise analysis, interviews and analyses of the responses of three students were conducted. The results indicated that students with strong mathematical skills could complete the three stages of Polya and meet the five indicators of connection and critical thinking abilities. Students with average mathematical skills can complete two stages of Polya and three indicators of connection ability and critical thinking. Low-skilled mathematicians have completed one Polya stage and one indicator of connection ability and critical thinking. The Polya stage that is often skipped by some students is re-examining problem solving. When viewed on the indicators of connection ability and critical thinking ability, most students do not fulfill the indicator of reviewing all the answers that have been given.

Page 98 of 153 | Total Record : 1528