cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Yuqita Miria; Nyiayu Fahriza; Nizarwati Nizarwati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.344 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5814

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X-IPA 3 SMA Negeri 4 OKU melalui penerapan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dalam dua siklus tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini mempunyai 4 tahapan yang harus dipenuhi yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas X-IPA 3 SMA Negeri 4 OKU dengan jumlah 35 siswa yang terdiri atas 12 laki-laki dan 23 perempuan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keterampilan berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan, hal ini terlihat pada ketuntasan belajar siswa di siklus I nilai rata-rata siswa dalam keterampilan berfikir kreatif yaitu 61,21%  dengan kategori cukup kreatif, selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata berfikir kreatif siswa yaitu 82.37%. Hal ini didukung dari hasil observasi, keaktifan siswa yang mengalami peningkatan, pada siklus I persentase keaktifan siswa mencapai jumlah skor 193 dengan presentase 68,93%, siklus II meningkat menjadi jumlah skor 231 dengan presentase 82,50%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa melalui menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam berpikir kreatif dan aktivitas belajar siswa kelas X-IPA 3 SMA Negeri 4 OKU.
PENGARUH PEMBELAJARAN PjBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN AFFECTIVE MATHEMATICS ENGAGEMENT Sri Rahayuningsih; Nur Asrawati; Rahmat Kamaruddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.576 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6110

Abstract

Age has entered a phase where Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) are basic disciplines. Mathematics is at the center of many professions, but it is considered difficult and many students dislike it, even closing their desire for a career in science, engineering, and technology. To face the challenges in the STEAM era, affective mathematics engagement (AME) and mathematical creative thinking skills are needed. The purpose of this study was to analyze 1) the effect of PjBL learning on students' affective mathematics engagement (AME); 2) The effect of PjBL on students' mathematical creative thinking abilities. This type of research is a quasi-experimental (Quasy Experiment) with a population of high school students in the city of Makassar (n = 245; male = 170; female = 75). Sampling was done using random sampling technique so that the sample in this study was determined to be 70 people (n = 70; male = 35; female = 35). The results showed that (1) There was an effect of implementing PjBL on students' Affective Mathematics Engagement (AME). This is known from the average score of Affective Mathematics Engagement (AME) of students where the class that is implemented by PjBL is in the good category, while the class that applies conventional learning is in the sufficient category. (2) There is an effect of PjBL application on students' mathematical creative thinking ability. It is known from the difference in the average value of the experimental class and the control class that is equal to 4.903.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIBLE BOOKS TERHADAP KEMAMPUAN COMPUTATION THINKING SISWA DI SEKOLAH DASAR Jesi Alexander Alim; Neni Hermita; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.804 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5990

Abstract

Computation Thinking adalah kemampuan yang melibatkan penalaran secara logis dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang harus dimiliki oleh setiap individu. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh dari penggunaan media buku digital bersuara yang disebut dengan Audible Books terhadap kemampuan Computation Thinking siswa kelas V di Sekolah Dasar Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh perhitungan persentase secara keseluruhan dari Computation Thinking siswa pada tahap pretest sebesar 50,97% yang berarti masih berada pada tahap rendah. Setelah siswa diberi perlakuan dengan menggunakan media Audible Books yang memuat materi matematika, diperoleh hasil dari posttest dengan persentase sebesar 65,16% hal ini berarti kemampuan Computation Thinking siswa meningkat dan berada pada kategori sedang. Perolehan hasil uji T diperoleh nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,00 dan Uji Wilcoxon diperoleh hasil selisih Mean Rank sebesar 14.00 dan perolehan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 hal ini berarti terdapat peningkatan sesudah diberikan perlakuan dan sesuai dengan uji hipotesis jika Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan audible books terhadap kemampuan Computation Thinking siswa. Untuk hasil perhitungan mean N Gain diperoleh sebesar 0,343 hal ini berarti nilai gain berada diantara 0,3-0,7 yang berarti penggunaan Audible Books efektif untuk meningkatkan kemampuan Computation Thinking siswa. Penggunaan Audible Books memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan Computation Thinking siswa dan media Audible Books cukup efektif untuk digunakan sebagai media dalam meningkatkan kemampuan Computation Thinking siswa.
LEARNING OBSTACLE DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Raudiyah Rizki R; Didi Suryadi; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.525 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran mengenai learning obstacle yang dialami siswa dalam  menyelesaian pemecahan masalah berdasarkan kemampuan pemecahan masalah siswa  pada materi bangun ruang sisi datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini  dilaksanakan di salah satu SMP Negeri di Bandung pada kelas VIII. Analisis kemampuan pemecahan masalah dan learning obstacle siswa dilakukan berdasarkan hasil uji instrumen, wawancara yang mendalam, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa siswa mengalami learning obstacle yang bersifat ontogenik, didaktis maupun epistemologis dalam menyelesaikan pemecahan masalah berdasarkan identifikasi  kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa terdapat learning obstacle siswa dalam menyelesaikan pemecahan  masalah.This research aims to produce a description of the learning obstacles experienced by students in problem solving based on students' problem solving on the flat faces three-dimensional geometrical content. The method used in this research uses a qualitative method. This research was conducted atone of Junior high school in Bandung in eighth-grade . Analysis of students' problem solving abilities and learning obstacles  is based on the results of the test, in-depth interviews, document analysis and text book analysis. The results showed that students experienced learning obstacle that were ontogenic, didactic and epistemological learning in  problem solving based on the identification of problem solving abilities. Based on this, this research has identified that there are  learning obstacles for students in problem solving.
PENGEMBANGAN E-LKS BERBASIS CASE BASED LEARNING TERINTEGRASI BUDAYA LOKAL PERDAGANGAN PASAR BARITO KOTA TERNATE fitriana eka chandra; Ahmad affandi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.035 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6123

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengembangkan E-LKS pada materi aritmatika sosial siswa MTS kelas VII. E-LKS yang dikembangkan berbasis CBL (Case Based Learning) yang terintegrasi dengan  budaya lokal perdagangan di Pasar Barito Ternate yang valid, praktis, dan efektif. Budaya lokal perdagangan di Pasar Barito dipilih karena memiliki keunikan dan mampu mendekatkan siswa dengan materi yang sedang dipelajari. Penelitian ini menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Siswa MTS Darulfalah Ternate kelas VII yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Lembar validasi E-LKS untuk mengetahui kevalidan E-LKS yang dikembangkan, angket kepraktisan untuk mengetahui kepraktisan E-LKS yang dikembangkan, dan lembar aktivitas siswa, lembar respon siswa, serta tes hasil belajar yang digunakan untuk mengetahui keefektivan E-LKS yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui tingkat validitas E-LKS sebesar 84,97% dengan kriteria sangat valid, tingkat kepraktisan sebesar 83% dengan kriteria sangat praktis. Uji keefektivan diketahui bahwa rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,7 kategori siswa sangat aktif, hasil analisis rata-rata respon siswa sebesar 3,3 kategori respon positif, dan sebanyak 76,67% siswa mendapatkan nilai ketuntasan. Sehingga E-LKS memenuhi kriteria efektif. Terbukti E-LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan oleh siswa SMP kelas VII pada materi aritmatika sosial.Abstract The purpose of this study was to develop E-LKS on social arithmetic material for class VII MTS students. The e-LKS developed is based on CBL (Case Based Learning) which is integrated with the local culture of trading in the Barito Ternate Market which is valid, practical, and effective. The local trade culture in Barito Market was chosen because it is unique and able to bring students closer to the material being studied. This study uses the ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Students of MTS Darulfalah Ternate class VII are the subjects in this study. E-LKS Validation Sheet to determine the validity of the developed E-LKS, Practicality Questionnaire to determine the practicality of the developed E-LKS, and student activity sheets, student response sheets, and learning outcomes tests used to determine the effectiveness of the developed E-LKS. Based on the analysis, it is known that the validity level of the E-LKS is 84.97% with very valid criteria, the practicality level is 83% with very practical criteria. The effectiveness test is known that the average student activity is 3.7 categories of very active students, the results of the analysis of the average student response are 3.3 positive response categories, and as many as 76.67% students get completeness scores. So that the E-LKS meets the effective criteria. It is proven that the developed E-LKS meets the criteria, is practical, and effective for use by seventh grade junior high school students in social arithmetic material.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING DAN COLLABORATION SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING nur ayu anggraeni; Jailani Jailani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.675 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan problem solving siswa dan collaboration siswa, (2) untuk mengetahui peningkatan kemampuan problem solving siswa dan collaboration yang di ajarkan dengan model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian eksperimen quasi dan design penelitian One Group Pretest-Posttest Design . Instumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemapuan problem solving dan angket collaboration siswa. Berdasarkan menggunakan uji Paired Sample T-Test. menunjukkan bahwa (1) pembelajaran matematika dengan model pembelajaran discovery learning terdapat pengaruh positif terhadap kemampuan problem solving dan collaboration siswa (P_value < 0,05) (2) Terdapat peningkatan kemampuan problem solving yang diajarkan dengan model pembelajaran discovery learning dikategori tinggi (N_gain = 1,23) dan Terdapat peningkatan kemampuan collaboration siswa yang diajarkan model pembelajaran discovery learning dikategori sedang (N_gain = 0,17). Bahwa model pembeljaran discovery learning sebagai salah satu solusi terbaik dalam menerapkan pembelajaran matematika di kelas, terkhusus untuk meningkatkan kemampuan problem solving dan collaboration siswa. This study aims to: (1) to determine the effect of the discovery learning learning model on students' problem solving and collaboration abilities, (2) to determine the improvement of students' problem solving and collaboration skills taught with discovery learning learning models. This study uses a quantitative approach, quasi-experimental research type and research design One Group Pretest-Posttest Design. The research instrument used is a problem solving ability test and student collaboration questionnaire. Based on the Paired Sample T-Test test. shows that (1) learning mathematics with discovery learning learning models has a positive effect on students' problem solving and collaboration abilities (P_value < 0.05) (2) there is an increase in problem solving abilities taught by discovery learning learning models in the high category (N_gain = 1 ,23) and there is an increase in the collaboration ability of students who are taught the discovery learning learning model in the medium category (N_gain = 0.17). That discovery learning model is one of the best solutions in applying mathematics learning in the classroom, especially to improve students' problem solving and collaboration abilities.
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT DAN SELF-EFFICACY Dayana Sabila Husain; Darhim Darhim; Kusnandi Kusnandi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.359 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5903

Abstract

Kemampuan representasi matematis berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah. Representasi masalah yang sesuai adalah dasar untuk memahami masalah dan merencanakan solusinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan representasi matematis siswa berdasarkan tipe adversity quotient (AQ) dan self-efficacy (SE). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya yaitu 5 siswa kelas XI IPA di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan representasi, angket AQ dan SE. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, angket, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan AQ climber dan SE sedang mampu membuat gambar untuk memperjelas masalah, menyelesaikan masalah dengan ekspresi matematis, membuat model matematika, dan menuliskan langkah penyelesaian dengan kata-kata, siswa dengan AQ camper dan SE tinggi mampu membuat gambar untuk memperjelas masalah, menyelesaikan masalah dengan ekspresi matematis, membuat model matematika, dan menyusun cerita sesuai dengan representasi yang disajikan, siswa dengan AQ camper dan SE sedang dan siswa dengan AQ camper dan SE rendah mampu menyelesaikan masalah dengan ekspresi matematis dan membuat model matematika, dan siswa dengan AQ quitter dan SE rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan representasi. Mathematical representation ability is related to problem solving ability. An appropriate problem representation is the basis for understanding the problem and planning its solution. This study aims to describe the mathematics representation ability based on adversity quotient (AQ) and self-efficacy (SE). The study uses a case study method with a qualitative approach. The research subjects were 5 students of class XI IPA in Bandung City. The instrument used were representation ability tests, AQ, and SE questionnaires. Data collection techniques using test, questionnaires, and interviews. Data analysis techniques using data reduction, data display, and drawing conclusions. The result showed that student with AQ Climber and moderate SE was able to make pictures to clarify problems, solve problems with mathematical expressions, make mathematical models, and write down steps to solve them with words, student with AQ camper and high SE was able to make pictures to clarify problems, solving problems with mathematical expressions, making mathematical models, and composing stories according to the representations presented, student with AQ camper and moderate SE and student with AQ camper and low SE was able to solve problems with mathematical expressions and make mathematical models, and student with AQ quitter and low SE was not able to meet all indicators of representational ability.
PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION: UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF, AKTIVITAS DAN RESPON SISWA SMP Fathimah Az.Zahrah Nasiruddin; Erni Ekafitria Bahar; Haerul Syam; Sri Rahayuningsih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.608 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6179

Abstract

Many researchers, especially mathematics education research, are increasingly focusing on mathematical creativity. From the observations of researchers at the Guppi Samata Middle School, Kab. Gowa indicated that students' mathematical creative thinking skills were relatively low and far from expectations. One aspect that is needed to improve students' creative thinking skills is to provide a learning atmosphere that is able to stimulate students through activities of reasoning, creating, problems solving, constructing and applying. This type of research is a pre-experimental research aimed at improving students' creative thinking skills, activities and responses through the application of Auditory Intellectually Repetition learning. The results showed that there was an increase in students' creative thinking skills, activities and responses after the implementation of Auditory Intellectually Repetition learning. Researchers suggestions related to the results of the study, it is hoped that further researchers will develop an AIR learning model according to the characteristics of junior high school students
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU SD/MI Risma Firda Diana; Lutfiyan Nurdianah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.286 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6023

Abstract

Kemampuan koneksi matematis sangat dibutuhkan baik dalam pembelajaran matematika, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Realitanya kemampuan koneksi matematis siswa tingkat Sekolah Dasar di Indonesia dalam menyelesaikan masalah matematika masih tergolong rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya pembekalan bagi calon guru SD/MI agar terlatih dalam menerapkan koneksi matematis yang nantinya akan berdampak pada peningkatan koneksi matematis siswa mereka. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa modul pembelajaran berbasis proyek yang dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis mahasiswa calon guru SD/MI dengan cara mengembangkan serta menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dari modul yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan model ADDIE dan diujicobakan pada 9 orang mahasiswa PGMI STAI Al-Fithrah Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian, modul pembelajaran berbasis proyek mendapatkan hasil kevalidan dalam kategori cukup valid. Dari segi kepraktisan, mendapatkan hasil rata-rata 88,69 dengan kategori sangat baik, sedangkan dari keefektifan rata-rata nilai kemampuan koneksi matematis mahasiswa sebelum penggunaan modul adalah 59,78 dan setelah penggunaan modul yaitu 75,11 dan dapat dikatakan efektif meningkatkan kemampuan koneksi matematis.
ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL RASCH DENGAN BANTUAN SOFTWARE QUEST Wiwin Fajriah Hanna; Heri Retnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.126 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5908

Abstract

Pentingnya evaluasi hasil belajar untuk memberikan gambaran tentang informasi yang diterima oleh individu siswa tentang aktivitas dan kualitas kompetensi yang diperoleh dalam pembelajaran. Penelitian ini menerapkan metodologi penelitian yang bersifat evaluasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wonogiri. Subjek dalam penelitian ini 286 siswa kelas X MIPA. Evaluasi dalam penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen 12 butir soal matematika materi fungsi eksponensial dan fungsi logaritma. Bertujuan untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan kualitas soal matematika siswa pada materi fungsi eksponensial dan fungsi logaritma memenuhi kriteria atau tidak. Teknik pengumpulan data menggunakan bantuan software QUEST. Data yang dikumpulkan diperiksa menggunakan metodologi Item Response Theory (IRT) Rasch. Analisis dilaksanakan dengan menggunakan software QUEST. Hasil temuan analisis item mengungkapkan bahwa 10 item dengan nilai INFIT MNSQ berkisar antara 0,77 hingga 1,33 sesuai dengan model Rasch, sedangkan 2 item tidak karena nilai INFIT MNSQ berada di luar kisaran. Berdasarkan proyeksi OUTFIT t kurang dari sama dengan 2.00, butir soal dapat digunakan. Item yang memenuhi syarat dapat digunakan karena analisis t OUTFIT mengidentifikasi sepuluh hal yang memenuhi kriteria dan dua item yang tidak memenuhi kriteria. Skor reliabilitas estimasi item adalah 0,97 dan skor reliabilitas estimasi kasus adalah 0,25. The importance of evaluating learning outcomes is to provide an overview of the information received by individual students about the activities and quality of the competencies obtained in learning. This study uses an evaluation research methodology with a quantitative descriptive approach. This research was conducted at SMA Negeri 1 Wonogiri. The subjects in this study were 286 students of class X MIPA. Evaluation in this study was carried out using 12 items of mathematical questions on exponential functions and logarithmic functions. Aims to evaluate and describe the quality of students' math problems on exponential functions and logarithmic functions whether they meet the criteria or not. Data collection techniques using the help of QUEST software. The data collected was examined using Rasch's Item Response Theory (IRT) methodology. The analysis was performed using QUEST software. The findings of the item analysis revealed that 10 items with an INFIT MNSQ score ranging from 0.77 to 1.33 were in accordance with the Rasch model, while 2 items were not because the INFIT MNSQ score was out of range. Based on the projection OUTFIT t is less than equal to 2.00, the items can be used. Qualifying items can be used because OUTFIT's t analysis identified ten items that met the criteria and two items that did not meet the criteria. The item estimation reliability score was 0.97 and the case estimation reliability score was 0.25.

Page 96 of 153 | Total Record : 1528