cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING Siti Maysarah; Sahat Saragih; Elvis Napitupulu
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.791 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6627

Abstract

Siswa membutuhkan kemampuan literasi matematik untuk menghadapi dan memecahkan berbagai tantangan kehidupan saat ini. Literasi matematika meliputi kemampuan memahami dan menggunakan matematika untuk memecahkan masalah dalam konteks dunia nyata dan membuat argumen berdasarkan konsep dan prosedur. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingkat literasi matematika siswa di Indonesia masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) Analisis peningkatan kemampuan literasi matematik siswa yang diajar dengan  model pembelajaran berbasis proyek lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan literasi matematik siswa yang diajar dengan  pembelajaran biasa, (2) Analisis proses penyelesaian jawaban siswa terkait masalah literasi matematik yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran biasa. Jenis penelitian ini kuasi eksperimen. Seluruh murid MTs Nurul Khairiyah Deli Serdang menjadi populasi penelitian ini yang berjumlah 128 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII yang terdiri dari dua kelas yaitu Kelas VIII-1 sebanyak 14 siswa dan Kelas VIII-2 sebanyak 14 siswa. Hasil dari penelitian ini adalah:(1) Peningkatan kemampuan literasi matematik siswa yang diajarkan dengan  model pembelajaran berbasis proyek lebih tinggi daripada kemampuan literasi matematika siswa yang diajarkan dengan  pembelajaran biasa, terlihat dari nilai thitung > ttabel, dimana thitung = 22,231 dan ttabel = 1,761. (2) proses penyelesaian jawaban siswa terkait masalah literasi matematik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran biasa. 
ANALISIS PENGALAMAN PENGEMBANGAN DIRI GURU MATEMATIKA TERHADAP PEMBELAJARAN YANG BERDIFERENSIASI DAN MENDORONG BERPIKIR KRITIS Pujia Siti Balkist; Dadan Dasari; Putri Fitriasari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.328 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6829

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis signifikansi factor-faktor pendukung variable pengalaman guru, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis pada kurikulum merdeka . Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana pengumpulan data secara survey pada sampel yang dipilih secara purposive, dan pengolahan data dengan analisis klaster serta Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan seluruh factor-faktor pendukung masing-masing variable signifikan dan hanya 3 dari 18 faktor keseluruhan yang memiliki nilai loading factor lemah (<0,3). Analisis signifikansi persamaan structural dari variable pengalaman guru ke pembelajaran berdiferensiasi diperoleh hasil signifikan, variable pengalaman guru ke pembelajaran mendorong berpikir kritis tidak signifikan dan variable pembelajaran berdiferensiasi ke pembelajaran mendorong berpikir kritis signifikan. Adapun efek tidak langsung dari variable pengalaman guru menuju pembelajaran berdiferensiasi kemudian menuju pembelajaran mendorong kemampuan berpikir kritis signifikan. Model yang dibuat juga cocok untuk digunakan menganalisis variable-variabel dalam penelitian ini.
DEVELOPING HOTS-BASED OPEN ENDED TEST ON GEOMETRY FOR JUNIOR HIGH SCHOOL nurhayati nurhayati; Sugiatno Sugiatno; Silvia sayu
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.542 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6132

Abstract

This study aims to develop HOTS-based open ended questions on Geometry material in junior high schools that are standardized based on the criteria of validity, reliability, level of difficulty, and discriminatory power. This research uses Research and Development research type. The research model is modified from the McIntire & Miller model. The research subjects were class VII students at SMP Negeri 2 Pontianak. The instruments used in this research are validation sheets and documentation. Data analysis techniques were carried out quantitatively and qualitatively. Based on the results of the research and discussion it can be concluded that the development procedure includes: 1) defining the test universe, audience, and purpose; 2) developing a plan; 3) conduct pilot test; 4) composing the test items; 5) validation the test; 6) complete the test. The development results obtained 15 item description questions with the results of the analysis including: 1) the reliability of the test was in the very high category, namely 0.95; the validity of the items in the average category is very high, namely 0.71; the average item difficulty level is in the moderate category, namely 0.45; and the discriminating power of the items in the average category is very good, namely 0.43.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SCRACTH UNTUK MENGOPTIMALKAN PROBLEM SOLVING SISWA Elis Nurhayati; Sinta Verawati Dewi; Depi Setialesmana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.35 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6520

Abstract

Permasalahan yang ditemui pada saat observasi awal terdiri dari: kemampuan problem solving siswa masih rendah dilihat dari hasil ulangan pada materi garis dan sudut; pihak sekolah membutuhkan media pembelajaran yang dapat menunjang serta dapat mengotimalkan problem solving siswa, menciptakan variasi pembelajaran kreatif. Penelitian ini[U1]  bertujuan mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis Scratch untuk mengoptimalkan problem solving siswa pada bidang Geometri. Penelitian pengembangan yang dipakai adalah model PPE dengan terdiri atas tiga tahapan diantaranya: Planning, Production, dan Evaluation. Subjek sebanyak 32 siswa kelas VII disalah satu  SMP Negeri di kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelitian media pembelajaran berbasis Scratch layak digunakan dalam aktivitas  dikelas yang telah memenuhi kriteria validitas dan efektifitas. Penilaian validasi ahli materi memperoleh nilai persentase sebesar 88.09% merupakan kategori paling valid, juga besarnya persentase validitas ahli media adalah73.75%  merupakan kategori valid. Tanggapan peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch pada materi segitiga dan segiempat sangat positif dengan persentase sebesar 90.73%. Efektifitas siswa berkaitan dengan problem solving siswa pada materi segiempat dan segitiga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 81.25% lebih optimal dibandingkan dengan problem solving saat observasi awal penelitian. Pengembangan media pembelajaran berbasis Scratch dapat dijadikan rujukan bagi guru matematika, selain dapat mengotimalkan problem solving siswa, juga dapat menciptakan variasi pembelajaran kreatif yang sesuai dengan perkembangan jaman saat ini. 
ANALYSIS OF THE CRITICAL THINKING SKILLS OF CLASS X SMK STUDENTS IN BANDUNG CITY Raisya Silvi Abdul Karim; Elah Nurlaelah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.079 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7018

Abstract

This article aims to describe the results of analyzing the critical thinking skills of class X SMK students in Bandung city in solving problems on a system of two-variable linear equations. This type of research is descriptive qualitative. The subjects of this study were six students of class X majoring in business management at one of the SMK in Bandung. The research instrument consisted of five questions about critical thinking skills. The data analysis technique used was a data collection technique with documentation methods in the form of test results and student interviews. The results showed that students’ critical thinking skills were still low, especially in question number 5, which had indicators namely evaluating and considering reliable sources or arguments. From the analysis results, it was concluded that this was caused by 1). Students had difficulty identifying important information and 2). Students had difficulity making mathematical models, so students were unable to solve problems. Penelitian ini dilakukan karena belum ditemukannya penelitian yang menganalisis kemampuan berpikir kritis berdasarkan indikator yang diadopsi dari Joko D.P pada konteks siswa SMK. Kemampuan berpikir kritis sendiri bukanlah menyelesaikan persoalan  yang kompleks dengan berbagai macam algoritma tetapi merancang algoritma baru dari situasi yang baru. Keterampilan berpikir kritis berguna dalam kehidupan karena semakin tajam kemampuan berpikir kritis maka semakin baik kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK di Kota Bandung dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas X di SMK Dhyana Sakti Bandung. Instrumen penelitian ini terdiri dari soal tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 5 soal, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah khususnya pada soal nomor 5 yang memiliki indikator yakni mengevaluasi dan mempertimbangkan sumber terpercaya atau argumen . hal tersebut disebabkan oleh 1). Siswa kesulitan mengidentifikasi informasi penting dari soal cerita sistem persamaan linear dua variabel 2). Siswa kesulitan membuat model matematikanya sehingga siswa tidak mampu menyelesaikan soal.
PENGGUNAAN MODEL CIPP DALAM MELAKUKAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP Heni Yunilda Hasibuan; Nurul Anriani; Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa; Syamsuri Syamsuri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.623 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6658

Abstract

AbstrakEvaluasi program diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan inklusif dalam pembelajaran matematika agar setiap anak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Namun, masih sedikit sekali penelitian yang mengungkap hasil evaluasi program penyelenggaraan pendidikan inklusif pembelajaran matematika pada jenjang SMP. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan pendidikan inklusif pada pembelajaran matematika di SMP Garuda Cendekia pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan model CIPP yang terdiri dari unsur context, input, process, dan product dan tersusun oleh total 14 komponen. Evaluasi program dilakukan melalui tahapan FGD, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah skor 92,86 dan memiliki kategori “sangat baik”. Namun demikian, beberapa perbaikan perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas yang lebih baik dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif pada pembelajaran matematika. Adapun perbaikan tersebut adalah penambahan guru pembimbing khusus (GPK) yang mampu menangani secara khusus siswa dengan ragam berkebutuhan khusus tertentu dan pengadaan penyediaan data mengenai keberlanjutan program pendidikan inklusif pembelajaran matematika di tingkat dan/atau jenjang berikutnya. Dengan demikian, model evaluasi CIPP dapat digunakan untuk mengevaluasi program pendidikan inklusif pada pembelajaran matematika di SMP yang memberikan luaran berupa skor akhir, kategori, dan rekomendasi perbaikan. AbstractProgram evaluation is needed to improve the quality of implementing inclusive education in mathematics learning so that every child gets a quality education. However, few studies reveal the results of program evaluations for implementing inclusive mathematics learning at the junior high school level. This study aims to evaluate the implementation of inclusive mathematics learning in SMP Garuda Cendekia in the first semester of the 2022/2023 school year by using the CIPP model which consists of context, input, process, and product elements composed of a total of 14 components. Program evaluation is carried out through the stages of FGD, observation, and documentation. The score result is 92.86 and categorized as "very good". However, several improvements need to be made by the school to improve a better quality in the implementation of inclusive mathematics learning. The improvements are the addition of learning supports (GPK) that can specifically handle students with a variety of special needs and procurement of data provision regarding the sustainability of inclusive education programs for learning mathematics at the next level. Thus, the CIPP evaluation model can be used to evaluate inclusive education programs in mathematics learning in junior high schools and provide outputs in the form of final scores, categories, and recommendations for improvement.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA BUDAYA TIDAYU Nindy Citroresmi Prihatiningtyas; Buyung Buyung
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.917 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui peningkatan dan perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematis, serta motivasi belajar siswa kelas VIII SMPN 18 Singkawang, setelah diimplementasikan model problem based learning berbasis etnomatematika pada budaya Tidayu (Barongsai-Naga, Sumpit-Perisai, Saprahan) dengan siswa yang diberikan model pembelajaran langsung berbasis etnomatematika. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan Quasi Experimental Design dan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah  siswa kelas VIII SMPN 18 Singkawang dengan teknik purposive sampling. Pengujian pertama digunakan uji-t satu kelompok dan pengujian kedua digunakan uji u mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII SMPN 18 Singkawang meningkat; 2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi matematis siswa, dilihat dari nilai n-gain kelas eksperimen dalam kategori sedang sedangkan nilai n-gain kelas kontrol dalam kategori rendah. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model problem based learning berbasis etnomatematika dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis serta motivasi belajar siswa
Numeracy-Ability, Characteristics of Pupils in Solving the Minimum Competency Assessment Lukman Hakim Muhaimin; Dadan Dasari; Yaya Sukjaya Kusumah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.692 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6396

Abstract

Mathematics is a subject closely related to everyday problems; the low PISA scores from all fields have made the government make breakthroughs to improve literacy and numeracy skills through the AKM. The purpose of this study was to analyze the characteristics of numeracy skills in solving AKM problems. The type of research used is qualitative with a phenomenological design. The subjects of this study used one mathematics teacher and three eighth-grade students of SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura Sukoharjo for the 2021/2022 academic year. Using a purposive sampling technique in taking the subject, this study used three students of class VIII as the main subject of the study. In addition to the researcher as the key instrument, the researcher also used AKM questions, interview texts, and observation texts for data acquisition. The validity used is the triangulation of sources and techniques. The inductive technique is the process of data analysis used in this research. The results of the study stated that students' numeracy skills were not perfect, indicator three on giving conclusions was not given for all subjects used. Habituation in solving AKM problems in classroom learning is needed to train students' numeracy skills.
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ADOBE FLASH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Sumaji Sumaji; Savitri Wanabuliandari; Rahaju Rahaju
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.503 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.7167

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Adobe Flash pada materi bangun datar untuk meningkatkan hasil belajar siswa.  Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 2 Rembang. Popusasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Rembang yang terdiri dari 8 kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Dari 8 kelas tersebut dipilih 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian eksperimental semu (quasi-experimental research), karena peneliti tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang relevan. Sugiono (2015) menyatakan  bahwa tujuan penelitian eksperimental semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasi semua variabel yang relevan. Teknik pengumpulan data melalui tes. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar tes. Adapun  pengujian  data adalah  (1) pada nilai hasil penelitian dilakukan uji prasyarat analisis yaitu  uji normalitas dan uji homogenitas (2) Uji hipotesis dengan menggunakan uji t 2 sampel (independent sampel two test).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis adobe flash pada materi bangun datar menunjukkan bahwa post test lebih baik daripada pre test. (2) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis adobe flash pada materi bangun datar menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol Most of the students' achievement in learning mathematics is low. One of the factors is the teacher has not been able to choose the right method or strategy. This study aims to determine the effectiveness of the Adobe Flash-Based Problem Based Learning learning model on student achievement. This type of research is quantitative. This research was conducted at SMP N 2 Rembang. The population of this study was class VIII students of SMP N 2 Rembang. Sampling technique with simple random sampling. Of the 8 classes, 2 classes were selected as the experimental and control classes. Researchers use quasi-experimental research. The instrument in this study was a test sheet. Data analysis with analysis prerequisite tests, namely normality and homogeneity tests. Hypothesis testing includes: (1) Testing hypothesis 1 using the Paired Samples T Test, (2) testing hypothesis 2 with the Independent Samples T Test, and (3) testing hypothesis 3 by comparing the N-Gain Score and then testing the Independent Samples T Test. The results showed that the Adobe Flash-Based Problem Based Learning learning model was effective in increasing student achievement. The conclusions of the study: (1) the learning model of Problem Based Learning based on Adobe Flash post-test is better than pre-test. (2) the learning model of Problem Based Learning based on Adobe Flash in the experimental class is better than the control class, (3) the average increase in learning achievement in the experimental class is better than the control class.
BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN KONTROVERSIAL MATEMATIS Satriya Adika Arif Atmaja; Toto Nusantara; Subanji Subanji
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.862 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6764

Abstract

Hakikat belajar matematika adalah menumbuhkembangkan proses berpikir siswa. Kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan dalam mengatasi beranekaragam permasalahan matematis. Salah satu permasalahan matematis yang menuntut kemampuan berpikir kreatif adalah permasalahan kontroversial matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan permasalahan kontroversial matematis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 181 siswa yang terdiri dari siswa kelas 7 dan 8 MTs Surya Buana Malang, Jawa Timur. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari empat permasalahan kontroversial matematis pada materi geometri yang disusun tim peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga level model berpikir kreatif siswa ketika menyelesaikan permasalahan kontroversial matematis meliputi imitasi, modifikasi, dan konstruksi. Pada level imitasi, subjek meniru prosedur penyelesaian masalah yang terkesan masuk nalar dengan cara menggambarkan pemecahan masalah, mengadopsi konsep penyelesaian sebelumnya, dan mendayagunakan logika saja. Pada level modifikasi, subjek mengubah objek, konsep, dan prosedur untuk menghasilkan penyelesaian. Pada level konstruksi, subjek mengembangkan hasil analisis terhadap objek maupun konsep menjadi sebuah prosedur penyelesaian masalah baru. Selain itu, setiap level model berpikir kreatif pada penelitian ini sangat dipengaruhi karakteristik dari permasalahan kontroversial, yakni perbedaan sudut pandang. Sehingga, kecenderungan subjek dalam mengimitasi, memodifikasi, dan mengkonstruksi pemecahan masalah sangat berbeda dengan permasalahan matematis lainnya. The essence of learning mathematics is to develop students' thinking processes. The ability to think creatively is needed to overcome various mathematical problems. One of the mathematical problems that require the ability to think creatively is a controversial mathematical problem. This study aims to describe students' creative thinking models in solving controversial mathematical problems. The research approach used is qualitative. The research subjects totaled 181 students in grades 7 and 8 of MTs Surya Buana Malang, East Java. The research instrument used consisted of four controversial mathematical problems in the geometry material compiled by the research team. The results of this study found that the three levels of students' creative thinking models when solving controversial mathematical problems include imitation, modification, and construction. At the level of imitation, the subject imitates problem solving procedures that seem reasonable by describing problem solving, adopting previous solving concepts, and using only logic. At the modification level, the subject changes objects, concepts, and procedures to produce solutions. At the construction level, the subject develops the results of analyzing objects and concepts into a new problem-solving procedure. In addition, each level of the creative thinking model in this study is strongly influenced by the characteristics of controversial issues, namely different points of view. Thus, the subject's tendency to imitate, modify, and construct problem solving is very different from other mathematical problems.

Page 99 of 153 | Total Record : 1528