cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Ekstraksi Knowledge tentang Penyebaran #Ratnamiliksiapa pada Jejaring Sosial (Twitter) menggunakan Social Network Analysis (SNA) Tomasoa, Lyonly; Iriani, Ade; Sembiring, Irwan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4200.212 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019661710

Abstract

Memasuki tahun politik 2018-2019, Indonesia mengalami darurat hoax  dimana isu-isu politik menyebar dengan sangat cepat terutama pada jejaring sosial yang merupakan wadah untuk menghubungkan setiap individu di seluruh dunia. Twitter sebagai salah satu jejaring sosial yang sering dipakai masyarakat Indonesia, menyebabkan isu-isu politik pun ikut terbawa dalam bentuk tagar (#). Tagar #RatnaMilikSiapa yang merupakan isu politik dari kasus hoax kebohongan penganiayaan RS di kota Bandung dijadikan sebagai tunggangan para pengguna twitter untuk membangun opini di masyarakat sehinga menjadikan hal tersebut sebagai hoax menjelang pemilihan Presiden 2019. Opini-opini dari setiap pengguna twitter tersebut telah menciptakan jaringan-jaringan komunikasi yang membahas tentang kasus politik penganiyayaan RS dengan tagar #RatnaMilikSiapa . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas penyebaran tagar #RatnaMilikSiapa dengan menggunakan metode Social Network Analyis (SNA) pada jejaring sosial twitter. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi terhadap aktor utama dengan melakukan perhitungan sentralitas tingkatan atau degree Centrality (BC) sehingga dapat ditemukan aktor yang berpengaruh dalam terbentuknya kelompok-kelompok jaringan tweet #RatnaMilikSiapa pada jejaring sosial twitter. Hasil dari penelitan ini adalah ditemukannya 3 aktor  kunci (creator & influencers) yang berasal dari 5 aktor utama penyebaran tweet  #RatnaMilikSiapa dengan mengidentifikasi adanya pertukaran berita yang dilakukan oleh para aktor utama dan didukung dengan perhitungan nilai sentralitas keperantaraan atau betweenness Centrality (BC). Kemudian juga ditemukannya 32 aktor boundary spanner yang merupakan dampak dari aktivitas pertukaran berita atau information exchange  yang dilakukan oleh aktor kunci pada jaringan komunikasi dalam jejaring sosial twitter.AbstractEntering the political year of 2018-2019, Indonesia is facing a hoax crisis where political issues spread rapidly, especially on social media as a place for connecting people all over the world. Twitter as one of the popular social media, which is frequently used by the society of Indonesian, leads the political issues spread widely through the hashtag (#).  #RatnaMilikSiapa which was a hoax case about RS persecution in Bandung turned as a way for Twitter users creating a judgment in the society so that that issue became a hoax approaching the Presidential Election of 2019. The opinions of Twitter users had created a communication network discussed RS persecution as a political issue with #RatnaMilikSiapa.  This research intends to identify the #RatnaMilikSiapa deployment activity with the using of Social Network Analyis (SNA) method on Twitter. This research conducts the identification toward the main actors with degree Centrality (BC) calculation until the actor who influenced the establishment of #RatnaMilikSiapa tweet network groups on Twitter can be found. The results of this research are the researcher had found the three key actors (creator and influencers) which originated from 5 main actors who spread #RatnaMilikSiapa tweet. The researcher identifies the information exchange which had been done by the main actors and the results supports by the value of betweenness Centrality (BC) calculation. Later, the researcher had found 32 actors of boundary spanner which was the impact of information exchange done by the key actors on the communication network of Twitter.
Pengkontruksian Bidirected Overlap Graph untuk Perakitan Sekuens DNA Kusuma, Wisnu Ananta; Adrianus, Albert
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722070

Abstract

De novo DNA (Deoxyribonucleic Acid) sequence assembly atau perakitan sekuens DNA secara De novo adalah tahapan yang sangat penting dalam analisis sekuens DNA. Tahapan ini diperlukan untuk merakit atau menyambungkan kembali fragmen-fragmen DNA (reads) yang dihasilkan oleh Next Generation Sequencing menjadi genom yang utuh. Masalah perakitan DNA ini dapat direpresentasikan sebagai masalah Shortest Common Superstring (SCS). Perakitan ini memerlukan bantuan perangkat lunak untuk mendeteksi daerah yang sama pada reads DNA (overlap), mengkonstruksi overlap graph, dan kemudian mencari shortest path dari graf yang terbentuk. Metode ini dinamakan Overlap Layout Consensus (OLC). Hal yang penting dalam metode OLC adalah pendeteksian overlap dari masing-masing reads. Pada penelitian ini dikembangkan suatu teknik untuk membuat bidirected overlap graph. Suffix array digunakan untuk menentukan bagian overlap dari setiap reads dengan melakukan pengindeksan setiap suffix dari reads. Proses perakitan sekuens DNA merupakan suatu proses komputasi yang intensif. Untuk mengefisiensikan  proses dilakukan perubahan masing-masing suffix dan prefix menjadi suatu nilai tertentu yang bersifat tunggal dan mencari overlap dengan membandingkan angka yang merupakan representasi dari setiap reads. Cara ini lebih efisien dibandingkan melakukan pendeteksian overlap dengan metode pencocokan  string. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi metode yang diusulkan (perbandingan angka) jauh lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan metode pencocokan string. Untuk jumlah reads 2000 dan 5000 reads teknik yang diusulkan ini dapat menghasilkan overlap graph yang 100% akurat di mana semua reads dapat direpresentasikan ke dalam node yang dikonrtruksi dan semua overlap dapat direpresentasikan ke dalam edge. AbstractDe novo DNA sequence assembly is the important step in DNA sequence analysis. This step is required for assembling fragments or reads produced by Next Generation Sequencing to yield a whole genome. The problem of DNA assembly could be represented as the Shortest Common Superstring (SCS) problem. The assembly requires a software for detecting the overlap region among reads, constructing an overlap graph, and finding the shortest path from the overlap graph.. This method is popular as The Overlap Layout Consensus (OLC). The most important step in OLC is detecting overlaps among reads. This study develop a new approach to construct bidirected overlap graph. Suffis array is used for detecting overlap region from each reads by indexing suffix of each reads. DNA assembly process is computational intensive. To reduce the execution time suffix and prefix was converted into the single value so that the detection of overlap could be done by comparing the values. This method is much more efficient compared to that of using string matching. Using 2000 and 5000 reads, the proposed method (value comparison) could yield the perfect overlap graph, in which all reads and overlap could be represented as nodes and edges, respectively.   
Perbandingan antara Metode Advance Use Case point dan Revised Use Case Point untuk Evaluasi Biaya Pengembangan Sistem Informasi Reservasi Ruangan Saputra, Mochamad Chandra; Herlambang, Admaja Dwi; Fahrunisa, Savira
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek-proyek pengembangan perangkat lunak seringkali mengalami kegagalan karena tidak terpenuhinya batasan ruang lingkup, biaya dan waktu. Pada CV Gumcode Indonesia beberapa proyek mengalami keterlambatan dan kelebihan biaya karena metode perhitungan estimasi yang digunakan berupa campuran perhitungan dan dugaan, sehingga menghasilkan estimasi yang tidak tepat. Evaluasi terhadap metode estimasi dibutuhkan untuk menghasilkan estimasi yang lebih baik. Penelitian ini menjelaskan tentang estimasi biaya, waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pengembangkan Sistem Informasi Reservasi Ruangan yang mengacu pada Work Breakdown Structure dan menjadwalkan ke dalam Gantt Chart menggunakan metode Advance Use Case Point dan Revised Use Case Point. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara kepada Manajer Proyek dan observasi pada sistem, yang diolah menjadi use case diagram dan use case scenario. Dari metode Advance Use Case Point diperoleh estimasi hours of effort sebesar 2.229,4 jam kerja dengan total biaya Rp 110.558.733,00 dan dikerjakan oleh 26 orang. Sedangkan, dari metode Revised Use Case Point diperoleh estimasi hours of effort sebesar 1.679,8 jam kerja dengan total biaya Rp 83.303.382,00 dan dikerjakan oleh 26 orang. Berdasarkan analisis perbandingan hasil kedua metode, metode Advance Use Case Point lebih direkomendasikan karena mencangkup fitur End-User Development yang dibutuhkan dalam Sistem Informasi Reservasi Ruangan.AbstractMany software development projects failed because they didn’t meet the limits of scope, cost and time. In CV Gumcode Indonesia, some projects experienced delay and the cost was overrun because the estimation method used is a mixture of calculations and guesses, resulting in incorrect estimates. This study described the cost, time and resource estimation needed to develop a Room Reservation Information System that referred to the Work Breakdown Structure and scheduled it into the Gantt Chart using the Advance Use Case Point and Revised Use Case Point methods. Data is collected by interviewing the Project Manager and observing the system, which is processed into a use case diagram and use case scenario as input for both methods. The Advance Use Case Point method produces hour of effort estimate of 2,229.4 hours of work with a total cost of Rp 110,558,733.00 and is done by 26 people. The Revised Use Case Point method produces hours of effort estimation of 1,679.8 working hours with a total cost of Rp. 83,303,382.00 and is done by 26 people. Based on the results of the comparative analysis, the Advance Use Case Point method is more recommended because it covers the End-User Development features needed in the Room Reservation Information System.
Retraksi: Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma Apriori untuk Menentukan Pola Penyebab Gelandangan dan Pengemis Agustin, Wirta; Muharmi, Yulya
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020721376

Abstract

Artikel dengan judul "Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma Apriori untuk Menentukan Pola Penyebab Gelandangan dan Pengemis" telah dilakukan retraksi dan pembatalan penerbitan dari Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), Volume 7 No 2, April 2020 pada link http://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/1376.Alasan pembatalan penerbitan adalah artikel tersebut juga telah terbit di Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining (IJAIDM) pada Volume 1 No. 2, September 2018 dengan judul "Apriori Algorithm through RapidMiner for Age Patterns of Homeless and Beggars" dan link http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/IJAIDM/article/view/5670.Di lihat di proses review:Proses review pada artikel di IJAIDM:Artikel direvisi pada tanggal : 15 dan 20 Agustus 2018Artikel diterima untuk diterbitkan tanggal: 26 September 2018Proses review pada artikel JTIIK:Artikel dikirimkan: 7 Desember 2018Revisi dilakukan: 7 Januari 2019 dan 4 Maret 2019Dinyatakan diterima untuk diterbitkan: 5 Mei 2019Cek Turnitin terakhir: 4 Maret 2019 (belum terdeteksi jurnal yang sama di IJAIDM) Dilihat dari proses review pada kedua jurnal tersebut, penulis dianggap melakukan pelanggaran terhadap etika publikasi yang sudah ditandatangani penulis saat mengirimkan artikel tersebut di JTIIK.  
Implementasi Weighted Product untuk memberikan Rekomendasi Prospek Pelanggan bagi Sales Marketing Berdasarkan Web Analytics Pradana, Fajar; Bachtiar, Fitra Abdurrachman; Al Ikhsan, Mochammad Dearifaldi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020702586

Abstract

Keberhasilan sebuah perusahaan dalam memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan sangat tergantung dari kinerja marketing. Kegiatan marketing saat ini berkembang tidak hanya dilakukan secara kovensional melalui tatap muka langsung dengan pelanggan. Salah satu pemasaran yang dilakukan pada perusahaan adalah dengan digital marketing. Digital marketing menggunakan Internet dan World Wide Web untuk mendekati pelanggan. Dalam mencapai tujuan ini, perusahaan harus mengadopsi Web analytics, yang didefinisikan sebagai pengukuran, pengumpulan, analisis dan pelaporan data Internet untuk tujuan memahami dan mengoptimalkan penggunaan Web. Dengan melakukan web analytics, marketing dapat mengenali calon pelanggan prospek yang sering mengakses website perusahaan. Tidak seperti kegiatan marketing konvensional, kegiatan mengenali pengunjung website menjadi kesulitan tersendiri. Pada penelitian ini akan dilakukan penggalian data lebih dalam untuk melihat perilaku dari pengunjung website dari sebuah perusahaan dengan menggunakan metode Weighted Product. Parameter yang dipertimbangkan antara lain: jumlah kunjungan (visit), durasi kunjungan (visit length), jumlah halaman yang dilihat (pageview), jumlah satu halaman yang dilihat pada satu kali kunjungan (bounce), kategori dari traffic source (medium), dan asal dari traffic (source). Berdasarkan proses perhitungan dan pengujian validasi maka didapatkan nilai kecocokan 100%. Sehingga dapat disimpulkan sistem rekomendasi memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Abstract The success of a company in marketing the product or service offered is very dependent on marketing performance. Marketing activities currently developing are not only done conventionally through face-to-face contact with customers. One of the marketing activities done by companies is digital marketing. Digital marketing uses the Internet and the World Wide Web to approach customers. In achieving this goal, companies must adopt Web analytics, which is defined as "measurement, collection, analysis and reporting of Internet data for the purpose of understanding and optimizing Web use. By doing web analytics, marketing can recognize potential customers who often access the company's website. Unlike conventional marketing activities, the activity of recognizing website visitors becomes a particular difficulty. In this study deeper data will be extracted to see the behavior of website visitors from a company using the Weighted Product method. Parameters considered include: number of visits (visit length), number of visits (pageview), number of pages viewed at one visit (bounce), category of traffic source (medium), and origin from traffic (source). Based on the comparison of the results of the decision by applying the WP and the expert achieving a 100% match value. So it can be concluded that the recommendation system has a high level of accuracy.
Identifikasi Jenis Biji Kedelai (Glycine Max L) Menggunakan Gray Level Coocurance Matrix (GLCM) dan K-Means Clustering Waliyansyah, Rahmat Robi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang kedelai merupakan tanaman pangan yang dapat diolah dalam berbagai olahan, seperti tempe & tahu. Indonesia mempunyai banyak varietas kedelai, varietas lokal atau impor. Meningkatnya konsumsi kedelai tersebut sangat dipengaruhi oleh pemilihan varietas dari kedelai tersebut. Tetapi hanya beberapa varietas saja yang dapat diolah dalam industri pengolahan kedelai, khususnya industri tahu & tempe. Untuk itu perlu adanya aplikasi identifikasi kedelai yang dapat membedakan varietas biji kedelai. Aplikasi untuk identifikasi jenis biji kedelai menggunakan pengolahan citra digital, dalam proses segmentasinya menggunakan Citra L*a*b dan K-Means Clustering. Ekstraksi ciri yang digunakan ada dua yaitu tekstur dan morfologi. Ekstraksi ciri tekstur menggunakan Metode Gray Level Coocurrence Matrix (GLCM) dengan jarak spasial 2 pixel. Parameter yang digunakan ada 4 yaitu energy, contrast, homogeneity & correlation.. Ekstraksi ciri morfologi menggunakan 2 parameter yaitu Metric dan Eccentricity. Ada pun varietas biji kedelai yang digunakan adalah : Anjasmoro, Burangrang, Dering-1, Dena-1, Demas-1 dan Grobogan untuk jenis varietas kedelai emas serta Detam-1, Detam-3, Detam-4 untuk jenis varietas kedelai hitam. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan tingkat akurasi sebesar 47% dari total 198 sampel citra uji biji kedelai dan 0% pada pengujian biji-bijian yang lain (kacang hijau) yang secara tekstur, bentuk dan warna mirip dengan kedelai (hitam). Hasil pengujian yang kurang baik ini disebabkan oleh belum maksimalnya data yang digunakan, karena sampel biji kedelai tidak selalu tersedia dan juga tiap jenis kedelai yang dipanen memiliki ukuran yang berbeda. AbstractSoybeans are food crops that can be processed in various preparations, such as tempeh & tofu. Indonesia has many varieties of soybeans, both local and imported varieties. Increased consumption of soybeans is strongly affected by the selection of varieties of soybeans. But only a few varieties that can be processed in soybean processing industry, in particular the tofu & tempe industry. Applications made using digital image processing, while the segmentation used is the Image L * a * b and K-Means Clustering. The feature extraction used is two, i.e. texture and morphology. The extraction of Texture feature was using the Gray Level Co-occurrence Matrix Method (GLCM) with a spatial distance of 2 pixels. The parameters used were 4, i.e. energy, contrast, homogeneity & correlation. Morphological feature extraction used 2 parameters, Metric and Eccentricity. There were also soybean seed varieties that were used: Anjasmoro, Burangrang, Dering-1, Dena-1, Demas-1 and Grobogan which are grouped into the types of golden soybean varieties, and Detam-1, Detam-3, Detam-4 for black soybean varieties. Based on the test results, an accuracy rate of 47% was obtained from a total of 198 samples of soybean seed test images. This unfavorable test result is caused by the lack of data used because soybean seed samples are not always available and also each type of soybean that grows has a different size.
Windows Communication Foundation untuk Audiobook Dongeng bagi Anak Penyandang Tunanetra Purwati, Yuli; Utomo, Dadang Wahyu; Utomo, Fandy Setyo; Baihaqi, Wiga Maulana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020721943

Abstract

Anak penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi, hiburan, dan hal lain yang bisa diakses anak normal. Salah satu keterbatasan yang tidak mampu dilakukan oleh anak tersebut yakni membaca dongeng. Buku dongeng adalah salah satu yang dibutuhkan oleh anak untuk mengasah daya imajinasi dan kreatifitasnya. Buku dongeng biasanya dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik untuk anak. Bagi anak penyandang tunanetra hal tersebut tidak bisa dilakukan. Mereka tidak dapat melihat gambar maupun tulisan di dalam buku dongeng. Namun mereka masih dapat mendengar cerita dongeng dari orang lain. Membaca dongeng membutuhkan ketrampilan khusus karena tidak hanya sekedar membaca tapi juga mengilustrasikan gambar dan teks di buku dongeng sesuai cerita dan karakter dari tokoh-tokoh yang ada di dalam buku sehingga anak seolah-olah masuk dalam cerita di buku tersebut meskipun mereka tidak melihat gambar yang ada di buku. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Windows Communication Foundation untuk aplikasi Audiobook dongeng agar dapat dimanfaatkan oleh anak penyandang tunanetra. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu analisis sistem, desain sistem, serta implementasi dan pengujian sistem. Hasil riset ini adalah perangkat lunak Windows Communication Foundation dengan 3 layanan, yakni layanan untuk menambah data audio dongeng, layanan untuk memilih dan memutar audio dongeng, dan layanan untuk melihat daftar audio dongeng. Berdasarkan hasil pengujian terhadap Windows Communication Foundation, seluruh layanan tersebut telah berfungsi dengan baik. AbstractChildren with visual impairments have limitations in accessing information, entertainment, and other things that can be accessed by normal children. One of the limits that cannot be done by the child is reading a fairy tale. A fairy tale book is one that is needed by children to hone their usability and creativity. A fairy tale book that is usually equipped with exciting illustrations for children. For children with visual impairments, this cannot be done. They cannot see pictures or writings in fairy tales books. But they can still hear tales from other people. Reading a fairy tale needs special skills such as how to read it aloud and how to illustrate pictures and texts in a fairytale book according to the stories and characters in it. Children might feel that they are involved in the story even though they could not see the picture given. The purpose of the research is to design and to develop Windows Communication Foundation for the fairytale Audiobook application to be used by children with visual impairments. This research was conducted in 3 stages, namely system analysis, system design, and system implementation and testing. The results of this study are Windows Communication Foundation software with three services, namely services to add audio data tales, services to select and play tale audio, and services to view a list of fairy tales audio. To conclude, the result of testing of the Windows Communication Foundation shows that all these services have been well equipped.
Teknologi Opinion Mining untuk Mendukung Strategic Planning Rolliawati, Dwi; Khalid, Khalid; Rozas, Indri Sudanawati
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 2: April 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020721685

Abstract

Banjir data di era Big Data sudah tidak bisa terelakkan lagi. Termasuk di dalamnya data yang sangat melimpah di media sosial daring. Peluang inilah yang ditangkap sebagai alasan utama pada penelitian ini. Opinion mining sebagai salah satu teknologi dalam mengolah data teks untuk memperoleh arah informasi dari komentar/opini masyarakat. Mengambil obyek penelitian UIN Sunan Ampel Surabaya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini masyarakat tentang kampus Islam terbesar di Surabaya. Sehingga bisa menjadi pendukung keputusan bagi pihak manajemen untuk merumuskan perencanaan strategis terwujudnya visi World Class University. Penelitian ini menggunakan 4009 data sampel berbahasa Indonesia yang diambil dari opini masyarakat di media sosial Twitter dalam kurun waktu dua tahun terakhir (2017 – 2018). Dari 4009 data dihasilkan 31837 jenis kata setelah melalui proses stop-word removal. Berdasarkan analisis sentiment menggunakan pendekatan Vader dan Liu yang divisualisasikan melalui grafik K-Means, dihasilkan bahwa opini publik terhadap UIN Sunan Ampel mengarah pada sentimen ’netral’ sebesar 97,54%, sedangkan sentiment positif =2,16%, dan sentiment negatif = 0,34%. Hasil tersebut membuktikan bahwa Information Capital tentang UIN Sunan Ampel perlu diperkuat menuju nilai “positif”. Sehingga diperlukan upaya maksimal untuk membangun innovation and commercially supremacy, perception (public relation) dan scalability strategies supaya internal operation bisa handal untuk ketercapaian visi misi UIN Sunan Ampel Surabaya. AbstractData deluge in Big Data era is inevitable, this including a very abundant data in online social media. This phenomenon  was chosen as the main background reason in this research. Opinion mining is as one of the technologies in processing text data to obtain information direction from public comments/opinions. Taking the object of research at Sunan Ampel Islamic State University Surabaya, this study aims to analyze public community opinion toward the biggest Islamic campus in Surabaya. Hopefully,  it would be beneficial as decisional support for management in formulating strategic planning to manifest the World Class University vision. This study uses 4009 Indonesian language sample data taken from public opinion on Twitter social media in the past two years (2017 - 2018). Out from 4009 data, 31837 types of words are obtained after going through a stop-word removal process. Based on sentiment analysis by Vader and Liu’s approach which was visualized by K-Means graphs, the finding was that 97,54% of public opinion toward Sunan Ampel Islamic State University Surabaya led to a 'neutral' sentiment, while positive = 2,16% and negative=0,34%. These results prove that Information Capital about Sunan Ampel UIN needs to be strengthened towards "positive" image. For this reason, maximum effort is needed to build innovation and commercialization of supremacy, perception (public relations) and scalability strategies so that internal operations can be reliable in achieving the vision of Sunan Ampel Islamic State University Surabaya.
Audit Tata Kelola Teknologi Informasi pada Pengukuran Kinerja dan Kapasitas Bandwith berdasarkan Cobit 4.1 Sayekti, Widya; Ermawati, Juliana; Dewi, Renny Sari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) di Gresik adalah merupakan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Semen Indonesia Tbk. Teknologi informasi (TI) yang ada pada Universitas Internasional Semen Indonesia mempunyai bagian yang berada di Direktorat Information and Communication Tecnology (ICT). Tugas dan fungsi dari divisi ICT meliputi berbagai masalah tentang teknologi informasi. Direktorat ICT memiliki tugas pokok yaitu mengelola, memelihara, menjaga dan memastikan  program, perangkat keras, perangkat lunak hingga jaringan komputer. Berdasarkan pembagian fokus penelitian, maka penulis membatasi riset ini hanya pada pengelolaan kapasitas bandwidth internet di UISI. Penelitian ini didasari pada kerangka kerja Control Objective for Information and related Technology (COBIT) 4.1 terutama pada sub proses DS 3. Data diperoleh melalui wawancara terhadap Direktorat ICT dan inspeksi menggunakan tools Speedtest.net. Hasil dari penelitian ini, tingkat kematangan menggunakan COBIT 4.1 pada sub proses DS 3 adalah  2.9 (skala 5), artinya proses yang dilakukan secara berkala namun tidak ada panduan formal dan aturan yang menjadi standar, sedangkan pada tingkat kepatuhan yaitu sebesar 11.6 persen karena tidak adanya laporan, pengecekan dan kontrol. AbstractInternational Semen Indonesia University (UISI) in Gresik is a university under the auspices of the Semen Indonesia Tbk Foundation. Information technology (IT) at the International University of Semen Indonesia has a section in the Information and Communcation Tecnology (ICT) Directorate. The tasks and functions of the ICT division include various problems regarding information technology. The ICT Directorate has the main task of managing, maintaining, maintaining and ensuring programs, hardware, software to computer networks. Based on the division of research focus, the authors limit this research only to the management of internet bandwidth capacity in UISI. This research is based on the Objective for Information and related Technology (COBIT) framework 4.1, especially in the DS 3 sub-process. Data was obtained through interviews with the ICT Directorate and inspection using Speedtest.net tools. The results of this study, the level of maturity using COBIT 4.1 on the DS 3 sub-process is 2.9 (scale 5), meaning that the process is carried out periodically but there are no formal guidelines and rules that become standard, while the level of compliance is 11.6 percent due to absence reports, checks and controls.
Halaman Belakang dan Daftar Indeks purbosari, lina
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Belakang dan Daftar Indeks

Page 35 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue