cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 216 Documents
Forecasting The Frequency Of Domestic Air Passengers At Juanda Airport Using Arima And Transfer Function As A Basis For Future Development Of Airport Scenario Huda, Ary Miftakhul; Kuswanto, Heri; Suhartono, Suhartono
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this modern age, the increase of human population is proportional to the need for airport development services, including air transportation. In Indonesia, the development of air transportation services can be seen from the increase of both passenger numbers and goods transported during the last 5 years, including at Juanda Airport in East Java. The aim of this research wasto create an airport scenario based on the number of forcasted domestic air passengers. Globally, air passenger forcasting has been one of the most important policy tools used by decision makers. The growth in air passenger numbersin the future can be forecasted based on a time series analitical approach such as multivariate time series, for example the transfer function model as multivariate time series, and ARIMA Box Jenkins as univariate time series . In transfer function method, the input series is the number of aircrafts, inflation, oil prices, while the output series is the number of passengers. Based on Outsample criteria, the best model to forecast the number of domestic passengers at the Juanda airport is univariate time series models, ARIMA(1,1,0)(1,0,0) 12 due to its minimum RMSE values. The best model obtained implied that the forecastednumber of domestic passengers at Juanda airport this month was related to the number of passengers at 1, 2, 12, 13, 14 months earlier. The result of this research indicatedthat theforecastedvalue of domestic air passengers at Juanda airport for 5 years with ARIMA(1,1,0)(1,0,0) Jurnal Tata Kota dan Daerah Volume 6, Nomor 1, Juli 2014 21 12 , ie from January 2012 to December 2016, would increase gradually each year. Therefore, PT Angkasa Pura 1 should make a scenario to expand the capacity of aiports in order to accommodatethe increase of air passengers in the future, expecially at Juanda Airport.Keywords: passengers, aircraft, inflation, oil prices, transfer function
Alternatif Rencana Pengurangan Emisi CO Di Jalan Gatot Subroto, Kota Malang Berdasarkan Faktor Penentu Tingkat Pelayanan Jalan Sari, Kartika Eka; Utomo, Dadang Meru; Bakkara, Anissa
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Gatot Subroto memiliki produksi emisi CO kendaraan bermotor mencapai >100 ton/tahun. Dimana berdasarkan kriteria batas polutan penting yang ditetapkan oleh New Jersey Department of Environmental Protection, bahwa perlu dilakukan prakiraan dampak kualitas udara akibat pencemaran polutan CO apabila produksi emisi CO mencapai atau bahkan melebihi 100 ton/tahun. Tingginya produksi emisi CO di Jalan Gatot Subroto disebabkan oleh tingkat pelayanan Jalan Gatot Subroto yang sudah mencapai F dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 2,62. Volume kendaraan yang tinggi sebanding dengan emisi yang dikeluarkan kendaraan. Berdasarkan studi terdahulu didapatkan bahwa, variabel tingkat pelayanan jalan yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi emisi CO di Jalan Gatot Subroto adalah variabel volume lalu lintas dan hambatan samping. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan alternatif rencana untuk menurunkan emisi CO kendaraan bermotor di Jalan Gatot Subroto dengan mempertimbangkan variabel volume dan hambatan samping. Metode analisis yang digunakan adalah analisis alternatif berdasarkan kondisi eksisting. Penyusunan alternatif rencana reduksi emisi CO menghasilkan 6 alternatif rencana yaitu; pembatasan kendaraan masuk dengan reduksi emisi CO sebesar 15,10%, mengurangi kendaraan yang melanggar arus dengan reduksi emisi CO sebesar 3,55%, mengurangi arus lokal melalui peningkatan kualitas dan kuantitas angkutan umum dengan reduksi emisi CO sebesar 46,13%, mengurangi hambatan samping yang berasal dari Pedestrian (PED) dengan reduksi emisi CO sebesar 0,79%, mengurangi hambatan samping yang berasal dari Parking and Slow Vehicles (PSV) dengan reduksi emisi CO sebesar 1,67% dan mengurangi hambatan samping yang berasal dari Slow Moving Vehicles (SMV) dengan reduksi emisi CO sebesar 1,91%..Kata Kunci : Tingkat pelayanan jalan, Reduksi emisi CO, Alternatif rencana.
Skenario Pengembangan Terminal dan Pasar Gondanglegi (Tinjauan Aspek Obyektif dan Subyektif Pelaku Kegiatan) Prasetyo, Trica Vidi; Hidayat, Wahyu; Santoso, Endratno Budi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Gondanglegi memiliki prasarana transportasi berupa terminal penumpang tipe C serta fasilitas perdagangan dan jasa berupa pasar tradisional. Keberadaan terminal dan pasar yang berdekatan seharusnya dapat saling menguntungkan, tetapi dalam perkembangannya peningkatan fungsi dan aktivitas dari masing-masing fasilitas tersebut tidak disertai dengan daya tampung yang memadai. Kondisi demikian mengakibatkan adanya rencana pemindahan terminal, dan lokasi yang akan dijadikan pilihan adalah satu diantara tiga lokasi yang terdapat di Kecamatan Gondanglegi. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, yaitu tahapan proses yang dilakukan adalah menentukan satu diantara tiga lokasi terminal dengan mengevaluasi nilai positif dan negatif aspek penentu lokasi terminal. Sedang tahapan berikutnya adalah menentukan skenario atas bergabung atau tidaknya terminal dengan pasar pada satu lokasi, dengan pertimbangan potensi dan permasalahan yang ada. Kedua tahapan tersebut didasarkan atas kriteria lokasi ideal para pelaku kegiatan. Adapun kriteria lokasi ideal merupakan aspek subyektif para pelaku kegiatan. Dalam pemenuhan tujuan dari penelitian maka sasaran yang dijadikan acuan adalah menetukan kriteria ideal terminal dan pasar berdasarkan aspek subyektif pelaku kegiatan, lalu sasaran berikutnya menentukan satu diantara tiga lokasi terminal, dan sasaran terakhir adalah menentukan lokasi pasar dan terminal berada dalam satu lokasi atau tidak. Dengan tahapan analisa yang telah dilakukan, maka terminal terpilih adalah lokasi yang letaknya di jalan menuju Kecamatan Bantur dengan opsi lokasi terminal terpisah dengan lokasi pasar. Adapun kesimpulan yang telah ditetapkan masih perlu perbaikan dan pembenahan pada aspek-aspek tertentu, dan rekomendasi yang ditampilkan berupa rancangan pengembangan Terminal dan Pasar Gondanglegi.Kata kunci: Pelaku kegiatan, Terminal dan pasar, Lokasi ideal
Kajian Pengembangan Kawasan Agropolitan Seroja Kabupaten Lumajang Manik, Theodorik Rizal; Adrianto, Dimas Wisnu; Subagiyo, Aris
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seroja’s Agropolitan Region is an economic’s strategic area of Lumajang Regency. Seroja’s Agropolitan Region development aims to develop agribusiness that environmentally sound, increase added value and competitiveness, leverage resources, increase household incomes and GDP, as well as re-positioning of marketing at the national and global. Based on this background, the purpose of this research was to identify the characteristics of the Seroja’s Agropolitan Region, determine the development of Seroja’s Agropolitan Region, and creates strategy and direction of Seroja’s Agropolitan Region development. The analysis uses descriptive method, policy analysis, economic potential analysis, suitability of land analysis, determination of commodities analysis, linkage system analysis, institutional analysis, participatory analysis, region evaluation of the agropolitan region concept analysis, the analysis of potential problems, and SWOT analysis. When viewed from the research results, there are 3 good commodities to be developed in Seroja’s Agropolitan Region that are banana commodity, durian commodity, and breadfruit commodity. Banana commodity in the implementation of the agribusiness system can be said to have run well and developed with government support. Durian commodity and breadfruit haven’t received support from the Regional Government of Lumajang Regency. Seroja’s Agropolitan Region sustainable development requires a strategy and direction such as development of appropriate sub-systems agrobusiness commodities, spatial direction of Seroja’s Agropolitan Region, development of conservation farming systems in the mountains, development of supporting infrastructure agropolitan, and human resource development.Keywords: Evaluation, Development, Agropolitan.
Analisis Kemampuan Dan Kemauan Membayar (ATP-WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak Susanto, Farid; Anwar, M. Ruslin; Wicaksono, Achmad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di samping Biaya Operasi Kendaraan (BOK) yang mempengaruhi aspek finansial operator angkutan umum, penetapan biaya tarif angkutan umum juga harus memperhatikan daya beli dan kemauan membayar tarif dari pengguna jasa tersebut, dimana kemampuan tersebut dapat merupakan kemampuan berdasarkan pada persepsi pengguna yaitu WTP (Willingness To Pay) yang dapat didefinisikan sebagai kemauan membayar oleh pengguna jasa atas imbalan terhadap suatu barang atau jasa yang dinikmati sedangkan kemampuan secara rasional yaitu ATP (Ability To Pay) adalah kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan dari sektor transportasi yang dianggap layak atau ideal dari total pengeluaran untuk makanan dan non makanan atau dengan kata lain kemampuan masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan yang dilakukannya. Penetapan besarnya tarif angkutan umum seringkali menimbulkan konflik kepentingan antara operator angkutan umum dengan masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Permasalahan akan muncul apabila masyarakat memiliki ATP dan WTP yang lebih rendah dari pada besarnya tarif bus kota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga kondisi tersebut mempunyai akibat yang merugikan bagi masyarakat penumpang bus kota Surabaya. Terlebih bagi mereka yang termasuk masyarakat kelompok captive users yang mengandalkan angkutan umum dan tidak memiliki alternatif pilihan lain. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya analisis terhadap bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum daripada angkutan pribadi. Sehingga judul yang digunakan dalam penelitian ini adalah ”Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP–WTP) Penumpang Bus Kota Surabaya Rute P1 Purabaya – Darmo – Perak”. Hasil penelitian menunjukkan tidak seimbangnya permintaan dan penawaran penumpang bus kota P1 di Surabaya. Pendapatan operator relatif tidak mampu memenuhi biaya operasioanal apabila faktor muat dari rute tersebut kurang dari BEP sedangkan tarif yang berdasarkan dari ATP dan WTP adalah sebesar Rp. 5.000. dan subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk penumpang bus kota dengan kendaraan dan sistem pelayanan yang standar sebesar Rp. 4.800.611.00 pertahun pada keseluruhan armada pelayanan dengan standar yang ditetapkan.Kata Kunci : Ability to pay, Angkutan Bus Surabaya,BOK, Subsidi, Willingness to pay.
TIPOLOGI FASADE KOLONIAL DI KORIDOR JALAN GAJAH MADA, KECAMATAN SIDOARJO Nugroho, Denny Ristyan; Kurniawan, Eddi Basuki; Wardhani, Dian Kusuma
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo memiliki warisan bersejarah,salah satunya terletak di koridor Jalan Gajah Mada. Beberapa bangunan kuno berada di jalan tersebut, yang juga merupakan kawasan perdagangan dan jasa. Koridor tersebut merupakan kawasan “Kota Lama” Sidoarjo (SK Kepala Bappeda No. 650/300/404.5.4/2010). Namun keberadaan “Kota Lama” sama sekali tidak tergambarkan, dikarenakan banyaknya wajah bangunan dengan gaya arsitektur modern. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tipologi bangunan kolonial .Digunakan analisis tipo- morfologi untuk mengetahui tipologi bangunan, yang nantinya akan digunakan sebagai dasar evaluasi bangunan lainnya. Ada tiga tipologi terpilih sebagai bangunan kunci, yaitu Gaya Peralihan NA 1900, Gaya Kolonial Belanda tahun 1915-an, dan Gaya Kolonial Belanda tahun 1930-an.
Penataan Permukiman Nelayan Puger Ditinjau dari Aspek Kekumuhan Nurcahyati, Evi Eka; Surjono, Surjono; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman nelayan Puger memiliki potensi perikanan dan pariwisata bahari yang seharusnya mampu menarik minat orang untuk berkunjung ke sana. Akan tetapi, ternyata permukiman nelayan Puger terlihat kotor dan kumuh. Kondisi kekumuhan tersebut dapat memburuk apabila tidak segera ditangani dan orang menjadi kurang berminat untuk berkunjung. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi karakteristik permukiman, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman, dan menyusun arahan penataan permukiman nelayan Puger. Karakteristik permukiman meliputi karakteristik fisik dasar dan karakteristik kekumuhan permukiman yang terdiri dari pengidentifikasian variabel kekumuhan dan penilaian tingkat kekumuhan. Karakteristik fisik dasar diidentifikasi menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan potensi serta permasalahan terkait topografi, geologi, hidrologi, klimatologi, dan kondisi oseanografi. Variabel kekumuhan diidentifikasi menggunakan metode analisis deskriptif yang diperjelas dengan fotomapping dan tingkat kekumuhan dinilai berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Tingkat Kekumuhan. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman diidentifikasi menggunakan analisis faktor terhadap variabel yang menyebabkan kondisi kumuh ringan hingga sangat kumuh. Pada akhir penelitian arahan penataan permukiman nelayan Puger disusun berdasarkan hasil identifikasi karakteristik permukiman dan faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman. Arahan penataan permukiman nelayan Puger meliputi perbaikan dan peningkatan kondisi jalan, penambahan ruang terbuka, penyediaan bantuan perumahan dengan sistem kredit di luar perumahan eksisting, pembuatan WC dengan tangki septik komunal, pengelolaan sampah secara mandiri, peningkatan pendapatan masyarakat, pemberian kredit perumahan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sendiri, serta penanggulangan bencana banjir.Kata kunci :Arahan penataan, Permukiman nelayan, Kumuh
Sebaran Dan Ketersediaan Sarana Prasarana Air di Kota Tangerang Selatan Rachmawati, Nia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The expansion and development requires infrastructures in order to serve and support the activities in various sectors between regions. Integrated infrastructure system serves as the wheels of activities to spread and serve the needs of the region. The successful of regional development could be visible from the spreading infrastructure to serves region needs. The South Tangerang City as the new city should pay attention to the expansion basic needs of water as a basic infrastructure. Identification of spreading water could be visible from the amount of infrastructure require needs. The purpose of this study are to identify spread of the water infrastructure, to evaluate the availability of the water infrastructure, to analyze the access to the water infrastructure. The methods of this study is using the digitization of the water supply in South Tangerang City, calculating the spread and availability of water infrastructure based on population and spatial analyzing to access point and service areas. The results of the analysis show the spreading and the availability of water infrastructure in services area of South Tangerang City: the spreading of water infrastructure only in two region, the availability of water infrastructure in The South Tangerang has not meet the region.Keywords: Spreading, Availability, Water Infrastructure.
Kajian Kepuasan Penumpang Terhadap Kinerja Pelayanan Maskapai Penerbangan Rute Surabaya-Jakarta (Studi Kasus : Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya) Arifin, Andy Samsul; Sulistyo, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketatnya persaingan antara maskapai penerbangan dan guna menarik minat calon penumpang menggunakan jasanya, maka semua maskapai penerbangan harus memberikan pelayanan terbaik. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pelayanan maskapai penerbangan menurut persepsi penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Setelah itu, untuk mengetahui hubungan antar faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan, maka dilakukan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja pelayanan maskapai penerbangan sudah baik, tapi masih ada 5 (lima) faktor yang menurut faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kinerja pelayanan maskapai penerbangan menurut persepsi penumpang kinerjanya kurang atau tidak baik tapi penting yaitu pelayanan apabila terjadi keterlambatan, pemberian kompensasi keterlambatan, ketersediaan counter lost and found, pengembalian tiket apabila terjadi pembatalan dan pengembalian barang apabila terjadi kehilangan. Diperoleh persamaan Y = 0,713 + 0,351 X1 + 0,558 X5 dimana X 1 = , ketersediaan counter lost and found, dan X = pemberian kompensasi keterlambatan. Berdasarkan metode QFD, prioritas pertama dan utama penanganan yang perlu mendapat perhatian dari pihak maskapai penerbangan adalah pelayanan apabila terjadi keterlambatan, yaitu dengan memberikan informasi tentang alasan serta kepastian berapa lama apabila terjadi keterlambatan keberangkatan pesawat udara yang tentunya diharapkan bisa mengurangi frekuensi terjadinya keterlambatan keberangkatan dan kedatangan pesawat udara.Kata Kunci : Kinerja pelayanan maskapai penerbangan, metode IPA, metode QFD
Rencana Aksi Pengembangan Industri Kreatif Kuliner Berbasis Media Online Di Kota Malang Yusadi, Rofifah; Waluyo, Budi Sugiarto; Setyono, Deni Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.02.4

Abstract

Creative economy is a new sector in the Indonesian economy. Based on Presidential Instruction (Inpres) Number 6 Year 2009 on Creative Economy Development, the government has supported creative economy policy through creative industry. One of the creative industries sub-sector in Malang is culinary culinary that reach 160.000 users in 2013. However, the existence of online culinary has not been recorded by the government and there has been no study of local product development in RPJMD. Therefore, this research is needed related to the identification of online culinary characteristics and the preparation of action plans of its development. Based on stakeholders analsis, Industrial and Trading Department become the executant of strategic planning. Based on the results of research on 96 units of online culinary, there are 3 factors of value shift which is changes in production, distribution, and marketing processes that can be used as the basis for action plans based on value proposition that is operational excellence. This research comes out into 1 vision, 3 missions with 10 different strategies and 22 action plans for the development of online culinary creative industry in Malang City.Keywords: Creative Industry, Online Culinary, Strategic Palnning, Operational Excellence

Page 6 of 22 | Total Record : 216