cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ruas (Review of Urbanism and Architectural Studies)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 16933702     EISSN : 24776033     DOI : -
Core Subject : Engineering,
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) is a scientific publication for widespread research and criticism topics related to urbanism and architecture studies. RUAS is published twice a year since 2011 by the Department of Architecture of Universitas Brawijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Tradisionalisme Dalam Arsitektur Kolonial Belanda Di Kota Malang Santoso, Joko Triwinarto; Suryasari, Noviani; Antariksa, Antariksa
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.5

Abstract

People are not able to break away from the past that gave birth to (system) values and thoughts derived continuously without or with very few changes. This kind of understanding is called as traditionalism. Traditionalism is also in the architecture as a product of human culture. Malang as the town grew rapidly during the Dutch colonial period, saved some buildings from that era. Architecture of these buildings is certainly a result of the design which is based on a wide range of ideologies, one of which is tradisionalism. This study that seeks to identify the presence of traditionalism in the Dutch colonial architecture using descriptive methods (graphics), with data obtained by purposive sampling technique. The results obtained indicate that there is influence of traditionalism in the Dutch colonial architecture embodied in the two architectural elements, namely the roof and openings.Keywords: tradisionalism, Dutch colonial architecture, Malang
Strategi Double Skin Fasade pada Bangunan Kampus National Central University dalam Menurunkan Kebutuhan Energi Pendinginan Dewi, Cynthia Permata; Huang, Rong -Yau; Nugroho, Agung Murti
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.6

Abstract

Building façade plays significant role in building energy efficiency and sustainability. Double Skin Façade (DSF) strategy comes as one of solution in advance building façade design technology. The aim of this study is to observe the performance of DSF configuration (air gap width) and materials in terms of reducing cooling energy for energy efficiency in case study buildings in hot humid climate in Taiwan. DesignBuilder- EnergyPlus was used as simulation tool in this study. Two scenario based on the placement of DSF strategy were conducted. The results show that combination of 1.2m air gap and double glazed Low E could reduce the cooling energy demand up to 31.28%. This study proved that DSF strategy is possible to be applied on hot humid climate such as Taiwan. 
Pengembangan Rumah Sederhana Sehat (RSH) Menjadi Rumah Sederhana Sehat Berwawasan Lingkungan Di Kabupaten Malang Putranto, Ary Deddy
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.7

Abstract

Kebutuhan perumahan di perkotaan semakin meningkat. Untuk itu pemerintah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan terjangkau. Pemenuhan kebutuhan tersebut salah satunya dengan pengadaan Rumah Sederhana Sehat (RSH). Walaupun RSH diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi RSH harus layak, terjangkau, memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan dan kenyamanan serta berwawasan lingkungan.Tujuan studi ini yaitu mendapatkan / memperoleh hubungan antar aspek-aspek kepuasan konsumen RSH yang berwawasan lingkungan serta mengetahui tingkat kepuasan pengembang dan konsumen terhadap RSH yang dikembangkan menjadi perumahan yang berwawasan lingkungan.Metode yang digunakan untuk mengolah data pada studi ini meliputi Analisa Deskriptif, IPA & Analisa Korelasi.Hasil studi menunjukkan nilai jual RSH berwawasan lingkungan di bandingkan dengan RSH yang ada telah mengalami peningkatan nilai jual sebesar Rp. 3.090.389.,-. Hal tersebut dapat diketahui dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum dan sesudah RSH, dikembangkan menjadi RSH yang berwawasan lingkungan. Besarnya nilai jual RSH yang ada (kondisi eksisting) sebesar Rp. 37.223.863,-. Sedangkan RSH berwawasan lingkungan memiliki nilai jual sebesar Rp. 40.314.253,-. Selain itu, tingkat keinginan konsumen terhadap RSH yang dikembangkan menjadi RSH yang berwawasan lingkungan yaitu 0,6% responden menyatakan kurang ingin; 24,4% menyatakan cukup ingin dan 75% menyatakan ingin.Sebaiknya pengembang dalam memilih lokasi perumahan walaupun berada dipinggir kota, harus tetap mempertimbangkan lokasi perumahan dekat dengan sarana pendidikan dan kesehatan. Sedangkan mengenai Keamanan Lingkungan, Kenyamanan Lingkungan, Kepemilikan Rumah dan Kreatifitas Pemilik Terhadap Rumah, bisa dikatakan telah memuaskan konsumen, diharapkan pengembang dapat mempertahankan kepuasan konsumen pada aspek-aspek ini. 
Tingkat dan Jenis Perubahan Fisik Ruang Dalam Pada RumahProduktif (UBR) Perajin Tempe Kampung Sanan, Malang Wibisono, Iwan
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.8

Abstract

Rumah di Indonesia yang berangkat dari sistem religi dan budaya, memiliki fungsi dasar yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan segala macam aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Kesetimbangan dalam pengelolaan kegiatan rumah tangga dengan kegiatan produktif sangat diperlukan mengingat pengelolaan kedua kegiatan ini pada intinya sama, yaitu keluarga. Adanya fungsi produktif tersebut membawa dampak yang cukup signifikan terhadap pola tatanan ruang dalamnya. Keberadaan aktivitas produksi yang masuk ke dalam fungsi rumah hunian, maka akan menyebabkan terjadinya konsekuensi-konsekuensi tertentu yang dilakukan penghuni (dalam hal ini perajin tempe) pada ruang dalam rumahnya, apakah itu berupa penambahan jumlah ruang, luas ruang maupun perubahan pada material ruang (hunian dan produksi). Perubahan fisik ruang dalam rumah tersebut dapat dikategorikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu perubahan ringan, sedang, maupun berat/total dibandingkan dari bentuk awal bangunan (ataupun dari fungsi rumah hunian jika memungkinkan). Masing-masing dari tingkat tersebut memiliki jenis perubahan yang berbeda. Untuk itu diperlukan identifikasi lebih lanjut tentang perubahan fisik ruang dalam apa saja yang terjadi akibat dari adanya fungsi produktif yang ada di dalam rumah hunian perajin tempe di Kampung Sanan. Setelah itu, kemudian peneliti berdasarkan variabel-variabel tertentu akan dapat dikelompokkan tingkat dan jenis perubahannya. 
Semiotika Rupa Topeng Malangan (Studi Kasus: Dusun Kedungmonggo, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang) Astrini, Wulan; Amiuza, Chairil Budiarto; Handajani, Rinawati P.
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.9

Abstract

This study is intended to explore the visual configuration in such a form governance structure, the usefulness and meaning in conjunction with hue, and motion and visual properties of such a configuration on the Malangan mask. Theoretical results of this study may explain the relationship between visual dimensions and functions of visual arts in shaping the language of signs and meanings, which are expected to be generalized to a kind works of art and design transformation methods form the basis of a local character. This research combines qualitative approaches with a survey method. The main instrument in the form of pictures and recordings of physical configurations such visual mask. Supporting instrument in the form of interviews with actors, craftmen, and artists in Malangan mask at Kedungmonggo, Pakisaji District, Malang Regency. This study uses selected respondents porposive sampling. Data obtained from respondents compiled to obtain an overview of visual objects that represent the scope of the visual arts Malangan mask. Results of visual configuration, motion, space, and music derived from the analysis of the relationship between them, then interpreted through interviews, analyzed to obtain an overall picture configurations art, art movement, art performances (space), music (audio) of Malangan mask as cultural work local. 
Peran Lansekap Dalam Kinerja Infrastruktur Perkotaan Studi kasus: Surabaya dan Malang, Indonesia Ramdlani, Subhan; Wulandari, Lisa Dwi; Adhitama, M. Satya; Turningtyas, Turningtyas
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.10

Abstract

Transportation has been recognized as one of the indicators instrumental in the development of the city. However, the development of transport seems to have the impact on the environment in the spatial and temporal large of coverage (Rini , 2005) . The impact of high transport movements will contribute to vehicle air pollution, thermal energy (temperature) and noise (Soedomo, 1999). In Indonesia, stations, airports, public transport infrastructure and other terminals, has a noise level of up to 70 dB (SK.MLH 24/11, 1996). Landscape Infrastructure is one of the strategies new urban designs to extend the performance parameters of a landscape that is designed for high-performance multi - system function, including those originally thought to be derived from the traditional system infrastructure. Thinking in terms of Landscape Infrastructure adds several advantages to traditional infrastructure : the beauty of the city and re-vegetation/forestation, water and energy conservation; restoration of natural systems, storm water management, agriculture, energy, expansion of wildlife habitat; favoured the use of pedestrians , and expanded parks and open space areas built ignored by the existing urban infrastructure (Aquino, 2011) . This paper will discuss and how to optimize the design of the infrastructure landscape for urban transport infrastructure to minimize air pollution, noise and energy conservation, in terms of transport infrastructure in Malang and Surabaya, Indonesia
Variabel Aspek Kepuasan Berhuni Di Lingkungan Hunian Perkotaan, Kota Malang Mustikawati, Triandriani; Ernawati, Jenny
RUAS Vol. 12 No. 1 (2014)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.01.1

Abstract

The satisfaction and perception on neighborhood is one of the most basic topic in Environmental Psychology. This research aims at exploring subjectif indicators of the urban neighborhood quality viewed through the perception of the residents on their neighborhood. The quality of the neighborhood is seen through 4 aspects: architecture and city planning, sosial relationship, public service and contextual aspect. 40 respondent were choosen from the newest telephone book by simple random sampling method. They respresent 5 districts in Malang city. The respondent were asked to answer the self-administered questioner that consist of semi-open questions about residential quality aspect, qualitatively. The method of analysis is descriptive statistic. The result showed 77 variables of residential satisfaction according to the residents perspective. These variables are divided into 4 aspects of the quality of neighborhood (architecture and city planning, sosial relationship, public service and contextual). It showed that beside physical aspects of environment, the residents also determine supportive non physical aspects as important aspects for their neighborhood.Keywords:residential satisfaction, urban neighborhood
Elemen Pembentuk Citra Kawasan Bersejarah Di Pusat Kota Malang Pettricia, Hana Ayu; Wardhani, Dian Kusuma; Antariksa, Antariksa
RUAS Vol. 12 No. 1 (2014)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.01.2

Abstract

The study of the image of an area needs to be done to find out the identity of the place. District of Klojen is an area that has a legacy of historic buildings and environment in the Dutch colonial era, therefore it is necessary to study the image of the District Klojen kawasan bersejarah.This study aims: (1) analyze the imageforming elements in the historic district based on the perception of residents Klojen District of Malang, and (2) analyze the factors that influence respondents in identifying the image-forming elements in the historic district Klojen. Malang resident perception is divided into three groups, ie community groups, students, and experts. The method are used descriptive analytical and evaluative analysis. Descriptive methods isused to analyze the elements of the image forming region, using mental maps and interviews. Evaluative analysis used to analyze the factors that influence respondents to identify the image of the historic district, and to review the typology of perception of the respondents use the gestalt theory. The results are (1) image of the historic downtown district that is Klojen still can’t properly captured by the inhabitants of the city of Malang, and the District Klojen still highlight the historic image, (2) factors that influence respondents' perceptions are internal factors and external. Typology of perception, internal factors and external factors had ties in identifying the image of the historic district.Key words: image, historic, gestalt theory, mental maps.
Penyusunan Database Arsitektur Nusantara Berbasis Tipologi Arsitektur Dari Paradigma Budaya T, Ema Yunita; Ridjal, Abraham M.
RUAS Vol. 12 No. 1 (2014)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.01.3

Abstract

Penelitian mengenai arsitektur nusantara saat ini tersebar luas. Perlu upaya untuk menghimpun dan menyatukan hasil-hasil penelitian tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk perbaikan negeri. Database Arsitektur Nusantara berisi kejamakan dan kemajemukan ragam arsitektur nusantara merupakan upaya yang strategis bagi kebutuhan penelitian bertema kearifan lokal arsitektur nusantara. Database ini dimanfaatkan dan dikembangkan bersama secara partisipatori dengan media web online. Dasar penyusunan data base adalah perumusan tipologi arsitektur dengan paradigma budaya yaitu: Keperkasaan Masyarakat Megalit, Kewaspadaan Pelestari Lingkungan Hutan, Ketekunan Masyarakat Tani Pedalaman, Keterbukaan Masyarakat Pesisir, dan Kelenturan Masyarakat Dagang, Industri dan Informasi. Variabel amatannya didasarkan pada aspek dan unsur-unsur arstitektural, yang kelengkapannya tergantung ketersediaan data. Jenis data meliputi data deskriptif (tulisan/paparan), gambar 2 dan 3 dimensi, peta-peta, hingga model digital X3D dalam bentuk video. Kelengkapan data ini dapat dikembangkan dan dibangun bersama-sama. Dengan adanya database yang dapat menjadi salah satu bahan rujukan penelitian arsitektur, diharapkan data-data hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan yang terkandung dalam arsitektur nusantara sehingga bermanfaat bagi perbaikan negeri ini.Kata kunci: database (data dasar), Arsitektur Nusantara
Kriteria Kinerja Energi Untuk Kenyamanan Termal Pada Bangunan Fasilitas Pendidikan Tinggi Di Indonesia Analisis Dengan Metode Important Performance Analysis Ariestadi, Dian; Alfianto, Imam; Sulton, Mohammad
RUAS Vol. 12 No. 1 (2014)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.01.4

Abstract

Gedung di negara beriklim tropis termasuk Indonesia paling banyak menggunakan energi untuk sistem tata udara 45-70%, sistem tata cahaya 1020%,. SNI 03-6196-2000 tentang prosedur audit energi pada bangunan gedung, memiliki ruang lingkup meliputi perkantoran, hotel, pertokoan/pusat belanja, rumah sakit, apartemen dan rumah tinggal. Bangunan fasilitas pendidikan tinggi belum mendapat perhatian terkait dengan kinerja energi karena kenyamanan suhu dan pencahayaan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kriteria dasar sebagai indikator awal untuk melakukan penilaian (assesment) terhadap kinerja energi bangunan. Analisis dan identifikasi kriteria dilakukan dengan menggunakan metode Important Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sekitar 40 kinerja kriteria desain bangunan yang memiliki pengaruh dengan kenyamanan termal terdapat 24 faktor yang dipersepsikan penting oleh pengguna bangunan fasilitas bangunan pendidikan tinggi, meliputi kategori: (1) lokasi bangunan, (2) upaya reduksi panas sekitar bangunan, (3) denah bangunan, (4) bentuk arsitektur, (5) desain struktural dan selubung bangunan, (6) desain struktural dan selubung, (7) interior ruang, serta (8) sistem penghawaan dan pencahayaan buatanKata kunci: kinerja termal bangunan, bangunan fasilitas pendidikan tinggi, metode Important Performance Analysis