cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill) pada Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Dosis Pupuk NPK Kurniawan, Hideo; tyasmoro, setyono yudo
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting dan banyak diminati karena kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Kebutuhan kedelai di Indonesia tidak diiringi dengan jumlah produksi kedelai yang setara dengan permintaan. Produksi kedelai yang cenderung tidak stabil disebabkan kesuburan tanah di lahan pertanian Indonesia yang menurun. Produktivitas kedelai dapat ditingkatkan dengan pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk NPK. Penelitian dilakukan untuk mempelajari interaksi antara PGPR dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tediri dari dua faktor yaitu PGPR dan pupuk NPK. Faktor PGPR terdiri dari 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK terdiri dari 4 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan petak percobaan. Data pengamatan kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji perbedaan antar perlakuan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian konsentrasi PGPR dan dosis pupuk NPK pada parameter pertumbuhan dan hasil kedelai. Perlakuan konsentrasi PGPR 30 ml L-1 yang dikombinasikan dengan dosis pupuk NPK 250 kg.ha-1 merupakan dosis yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi PGPR dapat mengurangi dosis pupuk NPK pada tanaman kedelai. Perlakuan kombinasi konsentrasi PGPR 30 ml L-1 air dengan dosis pupuk NPK 250 kg ha-1 menghasilkan nilai R/C ratio tertinggi yaitu sebesar 1,52 yang menandakan bahwa perlakuan tersebut dinyatakan efisien secara ekonomi dan layak untuk budidaya tanaman kedelai.
Identifikasi Keragaman Genetik Karakter Polong dan Biji pada Populasi F3 Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) yulianah, izmi; kuswanto, kuswanto; pratama, muhammad ikshan dani
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.7

Abstract

Kecipir adalah tanaman sayuran polong yang belum banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Keragaman tanaman kecipir sangat banyak dan memiliki potensi untuk dibudidayakan sehingga bisa dikonsumsi polongmya. Upaya pengembangan jkecipir, didahului dengan mengidentifikasi keragaman tanaman maupun polong yang dihasilkan. identifikasi dan karakterisasi tanaman dan polong kecipir sekaligus mengetahui potensi hasil tanaman yang akan menjadi varietas potensial.  Kegiatan identifikasi dan karakterisasi kecipir dapat dilakukan dengan mengevaluasi keragaman sebagai upaya mendapatkan karakter-karakter unggul sehingga didapatkan galur unggul untuk mengatasi permasalahan budidaya kecipir. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Keragaman Genetik Karakter Polong dan Biji Pada Populasi Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-September 2023 di lahan Percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan metode single plant, dimana setiap tanaman diamati berdasarkan variabel pengamatan yang ditentukan. Benih berasal dari satu populasi hasil dari persilangan dua tetua dengan kode persilangan  (PLB 2.3 x MDM 1.2) ditanam sebanyak 74 individu dan tetua PLB 2.3 dan MDM 1.2 sebagai ragam lingkungan sebanyak 20 individu, sehingga total tanaman sebanyak 94 individu tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik, heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan masing-masing karakter kuantitatif memiliki kriteria yang beragam. Sedangkan karakter kualitatif pada populasi  menunjukkan terdapat keragaman dan keseragaman terhadap beberapa karakter diantaranya warna polong, warna biji.
Similarity Test Among Several Accessions of Mutant (M4) Cayenne Pepper(Capsicum frutescens L.) Based on Fruit Qualitative Character Makhziah, Makhziah; Soedjarwo, Djarwatiningsih P; Khairunissa, Asya Zhafira
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.6

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is one of Indonesia's leading horticultural commodities. The decline in cayenne pepper production does not match the increasing level of consumer demand. Gamma-ray irradiation-induced mutations are one of the methods used in plant breeding to increase genetic diversity and develop new superior varieties. Cayenne pepper plants exposed to gamma-ray irradiation undergo character changes, resulting in mutant accession populations with diverse characteristics. A similarity test of mutant accessions is conducted to determine the genetic distance between accessions and their parents. This study aims to identify accessions with the greatest genetic distance to obtain good candidate parents for crossing. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, National Development University 'Veteran' East Java. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with five replications and one factor, namely, 10 mutant cayenne pepper (M4) accessions or lines resulting from gamma-ray irradiation-induced mutations. The results of the similarity test in the form of a dendrogram show that the 10 mutant accessions, along with their parents and comparisons, exhibited a similarity coefficient range of 56% to 92%. The lowest similarity coefficient is found in accessions AU4 and AU8, which is 56%. Accessions AU4 and AU8 have the furthest genetic distance from accession AU9, and these accessions have the potential as parental candidates in future crossings to produce offspring with enhanced traits and diversity.
Efforts to Increase Growth and Flowering of (Impatiens hawkeri Bull) Through Eco-Enzyme Application and Goat Fertilizer Dosage Hidayah, Eva Mazidatul; Sitawati
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2024.009.2.06

Abstract

Impatiens New Guinea (Impatiens hawkeri Bull) is a type of plant that is classified as an ornamental horticultural plant that is cultivated because it has economic value, which is cultivated as an ornamental plant dan herbaceous plant and is able to survive in a hot dan high temperature environment. The level of productivity of new guinea plants in Indonesia has decreased due to the narrowing of land area, pests and diseases that attack sub-optimal soil fertility, fertilization that is not in accordance with the dosage and dosage, resulting in decreased flower productivity. To maintain the productivity of new guinea plant flowers, it is necessary to apply the use of eco-enzyme applications and the provision of goat manure as a substitute for inorganic fertilizers. The study used a completely Factorial Randomized Block Design (Factorial RBD) with 2 factors, namely the concentration of eco-enzyme dan the dose of goat manure with 3 replications. The results showed that there was an interaction between the treatment of eco-enzyme concentration and dose of goat manure on the parameters of plant length, number of leaves, chlorophyll index, number of branches, flower emergence time, dan total flowers per plant. The application of concentration dan eco-enzyme 5 ml l-1 and 50% manure was able to increase the number of flowers by 16%. The addition of eco-enzyme 10 ml l-1 and 100% goat manure increased the number of flowers by 56% dan accelerated the time of flower emergence to 23 days after planting.
Karakterisasi Morfologi Empat Calon Varietas Hibrida Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Fatmawati, Triana; Ashari, Sumeru
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.2

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) digunakan sebagai bumbu masakan sehari-hari karena memiliki rasa pedas, buah besar, dan buah bewarna merah. Banyaknya petani yang melakukan usaha budidaya cabai di Indonesia ternyata belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia dikarenakan sedikitnya varietas yang memiliki daya hasil tinggi serta rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai besar, salah satunya melalui karakterisasi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan calon varietas yang unggul dan mempelajari karakter morfologi yang menjadi penciri khusus empat calon varietas hibrida cabai besar. Bahan tanam yang digunakan terdiri dari empat calon varietas cabai merah hibrida dan dua varietas pembanding. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji DMRT dengan taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan menghitung nilai koefisien keragaman genetik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Agustus 2022 di Desa Bocek Manggisari, Karangploso, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki hasil yang beragam dan memiliki karakter pembeda yaitu karakter perubahan warna pertama buah dan warna buah masak pada CV-49. Hasil analisis kuantitatif karakter yaitu CV-09 memiliki diameter buah terbesar, CV-49 memiliki fruit set tertinggi dan umur panen yang genjah, serta CV-142 memiliki jumlah bunga terbanyak.
Kajian Tingkat Naungan Paranet dan Jumlah Pemberian Air Terhadap Lingkungan Mikro, Pertumbuhan, dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Dataran Menengah Izdiha, Vicannisya Fairuz; Herlina, Ninuk
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas yang sering dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Tanaman bawang daun umumnya ditanam di dataran tinggi. Adanya perubahan iklim yang terjadi dapat mempengaruhi produksi tanaman bawang daun. Diperlukan inovasi teknologi untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dan mampu meningkatkan produksi dengan memperluas penanaman tanaman bawang daun di dataran menengah hingga rendah, salah satunya melalui manipulasi lingkungan dengan menggunakan naungan atau paranet. Tingkat naungan akan mempengaruhi laju transpirasi dan serapan air oleh tanaman. Kebutuhan air tanaman yang tidak dinaungi lebih tinggi dikarenakan suhu tinggi akan mempercepat proses transpirasi. Oleh karena itu, pemberian air harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan lingkungan mikro yang paling optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun di dataran menengah dan untuk menentukan jumlah pemberian air yang tepat pada tingkat naungan tertentu. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2022 di lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (520 mdpl). Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Petak utama berupa perbedaan tingkat naungan yaitu tanpa naungan (S0), naungan 50% (S1), dan naungan 75% (S2). Sedangkan untuk anak petak merupakan jumlah pemberian air yang terdiri dari 300 mm/musim (W0), 350 mm/musim (W1), dan 400 mm/musim (W2). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) taraf 5%, apabila terdapat interaksi yang nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara tingkat naungan dan jumlah pemberian air mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman bawang daun terutama pada jumlah daun, luas daun, serta iklim mikro tanaman yaitu pada kelembaban tanah.
Respon Viabilitas Eksplan Akar Anggrek Vanda akibat Kombinasi Durasi Perendaman dan Konsentrasi Hidrogen Peroksida Ardiarini, Noer Rahmi; Setiawan, Sahrul; Agisimanto, Dita
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Komersialisasi anggrek vanda potensial di indonesia diindikasikan oleh produksi 18,6 juta tangkai segar, proses produksi anggrek Vanda  dapat melalui kultur jaringan yang berasal dari Root Apical Meristem. Proses sterilisasi eksplan akar penting untuk dipahami sebagai bahan dasar cloning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi H2O2 dan waktu perendaman yang efektif untuk menghilangkan kontaminasi dan mempertahankan viabilitas eksplan akar dua spesies anggrek Vanda. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu spesies anggrek dan kombinasi konsentrasi dan durasi perendaman hidrogen peroksida.  Level kontaminasi, pencoklatan, pengamatan morfologi dan eksplan hidup dianalisis selama percobaan dan di uji menggunakan tabel ANOVA dan uji beda nyata terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan hidrogen peroksida 3% 15 menit dapat menghilangkan kontaminasi, menunda pencoklatan, dan menghasilkan persentase eksplan hidup yang bertahan selama 30 hari. Didapati, viabilitas Vanda Pachara Delight merespon secara berbeda dibandingkan dengan spesies Vanda Srimahapro Star di tingkat pencoklatan dan ekspan hidup pada 10 dan 20 HSI, namun viabilitas eksplan menurun seiring berjalannya waktu inkubasi.
Uji Keragaman Genetik pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Rachmawati, Norliya; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.9

Abstract

Cabai rawit termasuk tanaman hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) mengalami penurunan sebanyak 7,9% pada tahun 2021 dengan produksi sebesar 1,39 juta ton dibandingkan tahun 2020 sebesar 1,51 juta ton. Hal tersebut dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas benih yang digunakan dan terbatasnya jumlah varietas yang berdaya hasil tinggi. Terdapat usaha untuk meningkatkan produksi cabai rawit melalui perakitan varietas baru yang unggul yang didukung dengan penilaian terhadap keragaman genetik dan heritabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetik dalam dan antar galur pada tanaman cabai rawit, untuk mengidentifikasi nilai heritabilitas pada tanaman cabai rawit, dan untuk mengidentifikasi galur yang potensial sebagai calon varietas tanaman cabai rawit yang unggul. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga bulan September 2023 di lahan riset dan pengembangan milik CV. Borneo Seed Indonesia yang terletak di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh galur cabai rawit yaitu CP 1, CP 2, CP 3, CP 4, CP 5, CP OR, AG SS Lentera, dan dua varietas pembanding (CRV 212 dan RJHL 1042) sebagai perlakuan dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur CP 3 menunjukkan nilai rata-rata terbaik pada panjang buah, diameter buah, umur berbunga, umur panen, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, dan bobot buah per hektar. Perhitungan nilai keragaman genetik dalam dan antar galur menghasilkan nilai yang rendah hingga sedang. Nilai heritabilitas pada seluruh karakter tergolong tinggi yaitu 0,89-1,00.
Pembentukan Kalus Embriogenik dan Embrio Somatik Bawang Putih (Allium sativum L.) pada beberapa Media MS dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Widyawati, Putri Eka; Ardiarini, Noer Rahmi; Supriyati, Yati
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Umumnya bawang putih diperbanyak menggunakan umbi hasil panen sebelumnya, sehingga mempengaruhi penurunan produksi bawang putih. Embriogenesis somatik merupakan alternatif perbanyakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dengan produksi yang tinggi. Embriogenesis somatik mampu menghasilkan tanaman sehat bebas penyakit dan memiliki genetik indentik dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media MS, konsentrasi 2,4-D, dan konsentrasi BAP optimal dalam embriogenesis somatik bawang putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Desember 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan BB Biogen Kota Bogor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Tahap pertama induksi kalus terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu komposisi media MS dan konsentrasi 2,4-D. Tahap kedua pembentukan embrio somatik terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu komposisi media MS dan konsentrasi BAP. Bahan eksplan yang digunakan adalah siung bawang putih varietas Lumbu Putih. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara komposisi media MS dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (2,4-D dan BAP) dalam embriogenesis somatik bawang putih. Modifikasi media MS tidak memiliki hasil berbeda terhadap berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam pembentukan kalus embriogenik dan embrio somatik bawang putih. Konsentrasi 2,4-D 3 ppm memiliki hasil optimal pada variabel pembentukan kalus embriogenik. Konsentrasi BAP 2 ppm memiliki hasil optimal pada variabel pembentukan embrio somatik.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Krop (Lactuca sativa var. capitata) terhadap Durasi Penggunaan Aerator dan Konsentrasi Pupuk Gandasil D pada Hidroponik Sistem Rakit Apung Mariani Saputri, Maria Ivana; Aini, Nurul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Selada krop merupakan jenis selada yang pertumbuhannya seperti kubis dan dapat dibudidayakan di dataran menengah hingga tinggi. Produksi selada krop akan berpotensi menurun akibat penurunan luas lahan pertanian. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu penerapan teknologi hidroponik sistem rakit apung dengan durasi aerator yang berbeda dan pengaplikasian pupuk Gandasil D dengan konsentrasi yang berbeda untuk memacu pembentukan krop pada selada krop. Tujuan penelitian yaitu mempelajari interaksi dan pengaruh mandiri dari durasi aerator dan konsentrasi pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada krop. Penelitian dilaksanakan pada Januari-April 2024 di Greenhouse Kebun Venus, Dau, Kabupaten Malang. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Durasi penggunaan aerator (A) sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu A0: tanpa aerator, A1: 12 jam/hari, A2: 24 jam/hari. Konsentrasi Gandasil D (D) sebagai anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu D0: 0 g/l, D1: 1 g/l, D2: 3 g/l, D3: 5 g/l. Hasil penelitian didapatkan bahwa durasi aerator tidak mempengaruhi konsentrasi Gandasil D pada semua variabel pengamatan. Durasi aerator 12 jam/hari merupakan durasi dengan efisiensi penggunaan listrik untuk menghasilkan bobot segar total tanaman yang sama dengan durasi aerator 24 jam/hari. Konsentrasi Gandasil D yang efisien untuk selada krop yaitu 5 g/l yang menunjukkan lebih tinggi dengan konsentrasi 0 g/l dan 1 g/l pada bobot segar tanaman  dengan konsentrasi 0 g/l pada bobot konsumsi tanaman.