cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Implementasi Metode Deteksi Hujan Es Berbasis Data Radar Cuaca Menggunakan Algoritma Severe Hail Index (SHI) Ali, Abdullah; Sa’adah, Umi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.380-386.2022

Abstract

Metode Severe Hail Index (SHI)  ini merupakan metode pendeteksian hujan es yang paling komprehensif dengan output berupa indeks probabilitas hujan es (pada setiap ukuran) dalam satuan Jm-1s-1, probabilitas severe hail dalam satuan %, dan prakiraan ukuran maksimum batu es yang mencapai permukaan dalam satuan milimeter. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan metode SHI sebagai detektor dan prediktor kejadian hujan es di Indonesia. Dari 13 kejadian hujan es diperoleh nilai maksimum indeks probabilitas hujan es untuk setiap ukuran sebesar 269 Jm-1s-1 dan nilai minimum 0 Jm-1s-1, nilai maksimum indeks probabilitas severe hail sebesar 64.4 % dan nilai minimum 0%, sedangkan nilai maksimum prakiraan ukuran maksimum batu es mencapai 63.76 mm dan minimum 8.25 mm. Simulasi dilakukan dengan membandingkan nilai SHI dengan WT yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai POD (Possibility of Detection), CSI (Critical Succes Index), dan FAR (False Alarm Ratio). POD pada simulasi ini diperoleh nilai 0.307 dan 0.230, FAR 0.0, dan CSI 0.307. FAR bernilai 0.0 menunjukkan metode ini mempunyai tingkat kesalahan yang sangat kecil untuk mendeteksi atau memperdiksi adanya huajan es namun nilai POD masih tergolong rendah, sehingga metode ini juga cukup sulit untuk mendeteksi eksistenesi hail di lapangan. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa perlunya modifikasi pada perumusan WT untuk meningkatkan performa metode SHI dalam mendeteksi dan memprediksi kejadian hujan es.
Optimasi Sintesis Karbon Aktif dari Bambu Buluh (Schizostachyum brachycladum) dengan Variasi Suhu Karbonisasi untuk Penyerapan Besi pada Air Sumur Gambut Wahyuni, Dwiria; Nurhanisa, Mega; Bahtiar, Abdurrahman; Rutdiyanti, Rutdiyanti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.292-298.2022

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak digunakan sebagai material penjernihan air. Pada umumnya, karbon aktif dapat disintesis dari berbagai limbah biomassa yang tidak digunakan seperti bambu buluh (Schizosachyum brachycladum). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu karbonisasi optimum sintesis karbon aktif yang dilihat dari penyerapan tertinggi kadar besi pada air sumur gambut. Artikel ini juga menjabarkan  hubungan antara suhu karbonisasi dan ukuran pori terhadap daya serap karbon aktif. Sintesis karbon aktif diawali dengan proses karbonisasi pada suhu 400, 450, 500, 550, dan 600°C (60 menit), kemudian dilanjutkan dengan proses aktivasi dengan mencampurkan bahan baku dengan larutan H3PO4 10% (24 jam) dilanjutkan pemanasan pada 900°C (60 menit). Ukuran pori dan morfologi permukaan karbon aktif digambarkan dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif yang dikarbonisasi pada suhu 500°C memiliki daya serap dan ukuran pori optimal, dengan efektivitas serapan sebesar 73,03% dengan ukuran pori sebesar 40 µm. Semakin besar ukuran pori karbon aktif, maka kemampuannya menyerap Fe dalam air sampel semakin juga semakin besar Penggunaan suhu di atas 500°C dapat merusak dinding pori karbon aktif. Dengan demikian, sintesis karbon aktif dari bambu buluh akan optimal jika dilakukan karbonisasi pada suhu 500°C
The Bilinear Formula in Soliton Theory of Optical Fibers Saputra, Nando; Ripai, Ahmad; Abdullah, Zulfi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.387-392.2022

Abstract

Solitons are wave phenomena or pulses that can maintain their shape stability when propagating in a medium. In optical fibers, they become general solutions of the Non-Linear Schrödinger Equation (NLSE). Despite its mathematical complexity, NLSE has been an interesting issue. Soliton analysis and mathematical techniques to solve problems of the equation keep doing. Yan & Chen (2022) introduced them based on bilinear formula for the case of the generalized NLSE extended models into third and fourth-order dispersions and cubic-quintic nonlinearity. In this paper, we review the form of the bilinear formula for the case. We re-observed a one-soliton solution based on the formula and verified the work of the last researcher. Here, the mathematical parameters of position α(0) and phase η are verified to become features of change in horizontal position and phase of one soliton in the (z, t) plane during propagation. In addition, we notice the soliton has established stability. Finally, for the condition Kerr effect focusing or the group velocity dispersion β2 more dominates, we present like the soliton trains in optical fibers under modulation instability of plane wave.
Rancang Bangun Alat Deteksi Kebocoran Gas LPG serta Penanggulangan Kebakaran Menggunakan Sensor MQ2 dan Sensor Api Berbasis IoT Aulia, Ilma; Munasir, Munasir
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.306-312.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat alat deteksi kebocoran gas LPG serta penanggulangannya jika terjadi kebakaran. Pada pengoperasianya akan dibantu oleh Node MCU ESP8266 sebagai perangkat mikrokontroler untuk menjalankan berbagai macam perintah. Adaptor DC 12V sebagai penyedia sumber tenaga listrik untuk Node MCU ESP8266 dan adaptor 5V digunakan untuk penyedia sumber tenaga listrik untuk menghidupkan kipas dan water pump. Sensor MQ2 memiliki nilai presentase error rata-rata sebesar 0,63% dan sensor api dapat mendeteksi keberadaan api sampai jarak 70 cm. Ketika sensor MQ2 mendeteksi kadar gas lebih dari 100 ppm, maka sistem pengaman akan bekerja dengan cara menghidupkan kipas dan memberikan peringatan bahaya dengan cara menghidupkan buzzer. Ketika api terdeteksi oleh sensor api, maka sistem pengaman akan bekerja dengan cara menghidupkan water pump dan memberikan peringatan bahaya dengan cara menghidupkan buzzer. Setiap komponen yang telah dirangkai dapat berajalan dengan baik melalui pemrograman yang telah dibuat dan sistem berhasil mengirim informasi ke aplikasi Blynk saat terjadi perubahan kondisi yang terdeteksi sehingga aplikasi Blynk dapat menampilkan notifikasi pada smartphone ketika terdeteksi bahaya kebocoran gas dan bahaya kebakaran. 
Analisis Hindcasting Gelombang Terhadap Perubahan Garis Pantai di Perairan Pesisir Pantai Padang Menggunakan Data Angin Permukaan Indriani, Widi Satria; Pujiastuti, Dwi; Ondara, Koko
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.334-340.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gelombang pecah dan mengetahui perubahan garis pantai di sepanjang Pantai Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Metode yang digunakan berdasarkan data angin di masa lampau (hindcasting) yaitu menggunakan data angin 10 tahun (2010-2019) yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang yang signifikan. Untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi digunakan metode tumpang susun (overlay) citra satelit Landsat 5 TM tahun 2011 dan Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2019, kemudian dianalisis menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk menghitung laju perubahan garis Pantai Padang. Hasil penelitian menunjukkan gelombang di perairan Pantai Padang didominasi oleh gelombang dari arah Barat Daya dengan tinggi gelombang 1,58 m dan periode gelombang 5,27 s. Tinggi gelombang pecah yang diperoleh adalah 1,1 m dan pecah pada kedalaman 3 m dari bibr pantai. Gelombang pecah yang terjadi secara terus menerus menyebabkan garis Pantai Padang mengalami kemunduran (abrasi) dengan laju abrasi 3,50 m/tahun. Abrasi terbesar terletak di daerah Muaro Lasak, Purus. Penumpukan-penumpukan sedimen yang dibawa oleh gelombang dan kembali ke pantai menyebabkan terjadinya akresi (penumpukan sedimen) dengan laju akresi sebesar 3,89 m/tahun. Akresi terbesar terletak di belakang Hotel Pangeran Beach, Rimbo Kaluang.
Pengukuran Konsentrasi Gas Radon (222Rn) dan Thoron (220Rn) Menggunakan Detektor CR-39 Pada Rumah Penduduk Di Nagari Alam Pauh Duo, Solok Selatan Pahrudin, Pahrudin; Milvita, Dian; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.354-359.2022

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas radon (222Rn) dan gas thoron (220Rn) menggunakan metode pasif CR-39 pada rumah penduduk di Nagari Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Pengukuran bertujuan untuk mengetahui dosis efektif yang diterima oleh penduduk di daerah tersebut. Pengukuran gas radon dan gas thoron dilakukan menggunakan 50 buah detektor CR-39 yang dipasang pada 3 lokasi selama 3 bulan. Hasil pengukuran konsentrasi gas radon terkecil yaitu 7 ± 0,50 Bq/m3 sampai dengan yang terbesar yaitu 37 ± 2,65 Bq/m3 dengan rata-rata 14 ± 0,99 Bq/m3, sedangkan konsentrasi gas thoron yang terkecil yaitu 3 ± 0,18 Bq/m3 dan yang terbesar yaitu 25 ± 1,78 Bq/m3 dengan rata-rata 6,25 ± 0,45 Bq/m3. Hasil konsentrasi gas radon dan gas thoron yang didapatkan masih di bawah batas yang direkomendasikan oleh UNSCEAR tahun 2008 yaitu 300 Bq/m3. Estimasi dosis efektif yang diterima penduduk akibat paparan gas radon dan gas thoron yaitu 0,94 mSv/tahun dan 0,63 mSv/tahun. Nilai dosis efektif yang didapatkan tidak melebihi ambang batas yang telah direkomendasikan oleh PERKA BAPETEN No. 4 pasal 23 ayat 1 tahun 2013 yaitu 1 mSv/tahun.
Visualisasi Scattering Cross Section Versus Scattering Angle Pada Hamburan Rutherford Atom Timbal dengan Matrix Laboratory Supriadi, Bambang; Nuraini, Lailatul; Istighfarini, Elma Tri; Lubna, Lubna; Mardhiana, Hana; Savana, Bunga Aurel
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.320-326.2022

Abstract

Atom is the smallest component of a chemical element that cannot be changed chemically. The concept of the atom was put forward by several scientists, one of which was Rutherford. From the results of Rutherford's experiment, it is known that most of the alpha particles fired at a thin gold plate are transmitted or scattered with a small scattering angle. In this study, the effect of incident energy (E) on the scattering cross section (σ) and scattering angle (Θ) will be simulated using Matrix Laboratory (MATLAB). Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that in Rutherford scattering, the greater the scattering angle, the smaller the scattering cross section. This is shown in the graph generated in the Matrix Laboratory (MATLAB) simulation in the form of a decreasing exponential graph.
Analisis Nilai Suseptibilitas Magnetik Tanah Untuk Pendugaan Erosi di Daerah Sekitar Jalan Lintas Sungai Penuh-Tapan Derajah, Alawiah; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.341-347.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan mineral pengontrol suseptibilitas magnetik dan pendugaan kedalaman dan luas daerah yang mengalami erosi melalui analisis nilai suseptibilitas magnetik sampel tanah di daerah sekitar Jalan Lintas Sungai Penuh-Tapan. Sampel tanah diambil dari dua lokasi yaitu daerah lereng dan daerah acuan yang berjarak 300 m dari daerah lereng. Pada daerah lereng sampel diambil pada lokasi seluas 3000 m2 yang terdiri dari 40 titik dengan variasi kedalaman pada masing-masing titik yaitu 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 cm, sedangkan pada daerah acuan sampel diambil pada satu titik dengan variasi kedalaman yaitu 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90 dan 100 cm. Pengukuran suseptibilitas magnetik sampel menggunakan Magnetic Suseptibility Meter dengan frekuensi rendah. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik sampel menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik sampel bervariasi berkisar antara 63,1×10-8 m3kg-1 sampai 964,4×10-8 m3kg-1 untuk daerah lereng dan dari 802,8×10-8 m3kg-1 sampai 921,5×10-8 m3kg-1 untuk daerah acuan. Hasil penelitian menunjukkan sampel tanah pada daerah penelitian merupakan jenis tanah andosol dengan mineral pengontrol nilai suseptibilitas magnetiknya adalah ilmenit. Berdasarkan perbandingan nilai suseptibilitas magnetik sampel di daerah lereng dengan daerah acuan, diduga bahwa erosi telah terjadi hingga kedalaman 60 cm dan persentase luas daerah yang mengalami erosi adalah 36,6% (kedalaman 20 cm), 34,7% (kedalaman 40 cm) dan 28,7%.
Analisis Mikrotremor Menggunakan Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio di Jalur Kereta Api Kota Padang Syarah, Nadilla; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.313-319.2022

Abstract

Getaran kereta api merupakan salah satu sumber mikrotremor. Getaran ini perlu dianalisis untuk mengetahui dampak terhadap lingkungan di sekitar jalur kereta api. Pengukuran mikrotremor telah dilakukan menggunakan metode horizontal to vertical spectral ratio (HVSR) di jalur kereta api Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik geologi setempat dan tingkat getaran mekanik akibat kereta api pada daerah padat rumah penduduk di sekitar jalur kereta api Kota Padang. Pengukuran dilakukan di 5 titik dengan durasi perekaman 65 menit menggunakan geophone, data logger, dan laptop yang kemudian akan diolah menggunakan software Geopsy. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki jenis lapisan sedimen permukaan dengan ketebalan 30 meter atau lebih. Hal ini ditandai dengan nilai frekuensi dominan yang berkisar antara 0,68 Hz – 1,57 Hz. Daerah penelitian memiliki nilai amplifikasi yang berkisar antara 0,9 – 1,29. Getaran kereta api memiliki frekuensi dominan yang berkisar antara 1,24 Hz – 12,24 Hz dan amplifikasi 0,80 – 2,13. Nilai kecepatan partikel yang diperoleh dari nilai PVS berkisar antara 0,1254 mm/s – 0,3158 mm/s. Daerah penelitian dapat dikategorikan aman dari getaran kereta api dikarenakan rendahnya nilai amplifikasi dan nilai PVS yang berada di bawah batas aman menurut SNI 7571:2010.
Rancang Bangun Alat Ukur Konsentrasi Mikroplastik dengan Cladding Gelatin berbasis Sensor Serat Optik dan Mikrokontroler Sundari, Diah; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.408-413.2022

Abstract

Telah dirancang alat ukur konsentrasi mikroplastik dengan cladding gelatin berbasis sensor serat optik evanescent. Mikropastik yang digunakan pada penelitian ini adalah resin akrilik dengan variasi konsentrasi sebesar 0 ml, 25 ml, 50 ml, 75 ml, dan 100 ml. Cladding serat optik dikupas dan diganti dengan menggunakan gelatin. Variasi pengupasan dilakukan sepanjang 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Laser dioda digunakan sebagai sumber cahaya, serat optik sebagai transmisi cahaya, fotodioda digunakan sebagai detektor cahaya pada penelitian ini. Mikrokontroler Arduino Uno R3 digunakan sebagai pengolah sinyal dan LCD digunakan sebagai penampil hasil pengukuran konsentrasi. Konsentrasi diukur berdasarkan tegangan fotodioda. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pengupasan 1 cm merupakan pengupasan yang paling optimum untuk pengukuran konsentrasi mikroplastik pada larutan resin akrilik dengan koefisien determinasi sebesar =0,9857. Persentase kesalahan rata-rata alat ukur konsentrasi mikroplastik yang dirancang sebesar 1,902 %.