cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 271 Documents
MODEL KAUSALITAS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN NELAYAN TANGKAP DI KABUPATEN SERANG Zaldi Dhuhana; Asih Mulyaningsih; Aliudin Aliudin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.39248

Abstract

Kabupaten Serang yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan pesisir. Upaya mewujudkan kesejahteraan nelayan tangkap secara berkelanjutan memerlukan strategi yang dirumuskan secara tepat melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, dan kelompok nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor internal dan faktor eksternal nelayan tangkap di Kabupaten Serang dan faktor-faktor yang mempengaruhi Kesejahteraan nelayan tangkap di Kabupaten Serang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu Bulan November 2025- Bulan Januari 2026. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 200 nelayan tangkap. Teknik pengambilan sampel secara purposive, dengan kriteria yaitu nelayan tangkap yang mengoperasikan kapal berukuran di bawah 5 GT dan telah aktif melakukan kegiatan penangkapan ikan minimal selama satu tahun sejak penelitian dilakukan. Lokasi penelitian dilaksanakan di 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Pontang, Tanara, Tirtayasa, Kramatwatu, Bojonegara, Pulo Ampel, Anyer dan Cinangka. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh secara signifikan dan positip terhadap kesejahteraan nelayan sedangkan dan faktor eksternal berpengaruh secara signifikan dan negative terhadap kesejahteraan nelayan tangkap.
Combination of Bait and Shelter use on the Effectiveness of Trap Buton Catch Results in the Waters of Malaku village, North Seram. Kedswin Gerson Hehanussa; Haruna haruna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.32576

Abstract

Coral reef ecosystems serve as vital habitats for various economically valuable fish species. One of the widely used fishing methods by traditional fishermen is bottom fish traps, whose effectiveness is influenced by various operational factors. This study aimed to analyze the effect of combining bait and coconut leaf shelters on the catch effectiveness of Buton fish traps. The research was conducted from September to November 2024 in the waters of Wahai Village, Malaku Hamlet, North Seram District, Central Maluku, using an experimental fishing method with four treatments: control trap (without bait or shelter), baited trap, shelter-only trap, and trap with both bait and shelter. The results showed that the highest number of fish was caught in the control trap (117 individuals or 38.49%), followed by the trap with bait and shelter (77 individuals or 25.33%), baited trap (65 individuals or 21.38%), and shelter-only trap (45 individuals or 14.80%). The Kruskal-Wallis statistical test based on catch quantity revealed a significant difference (H-value = 19.94557 > H-table = 7.814728, p < 0.05), while catch weight showed no significant difference. These findings suggest that fish social interaction and natural behavior play a more crucial role in trap effectiveness than the presence of bait or shelter alone. 
Analysis of Mangrove Forest Community Structure in Coastal Area of Kerang Beach, Banten Province, Indonesia Rega Permana; Aulia Andhikawati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.32623

Abstract

Mangrove community is part of an important tropical ecosystem in coastal areas which own multiple biological and ecological function thus reinforced coastal resiliency both socially and economically.  Banten Province, the most western part of the Java Islands possesses a high risk of natural disaster due to its location which right next to the sunda strait where the Krakatau Volcanic Mountains belongs, thus need a strong and healthy mangrove community as a natural barrier to high wave. This research aimed to analyse the condition of mangrove vegetation of Kerang Beach which located in the coastal of Banten Province. The research used line transect method and observed all the vegetation growth stage including tree, stake and seed. The results showed that Avicennia marina is the most frequent and densest species in the location with value of Relative Frequency 35-54% and Relative Density 44-84% both for tree, stake and seed. The research showed that overall, the mangrove community in the sampling location still in a stable category with Diversity index 1.135, Evenness index 0.633 and Dominance Index 0.408, which indicated that the condition is moderately stable
Analisis Dinamika Responsitas Buoy Tertambat terhadap Gelombang di Perairan Teluk Palabuhanratu Erik Munandar; Agitha Savetri Jasmine
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39813

Abstract

Perairan Teluk Palabuhanratu memiliki karakteristik energi gelombang yang dinamis karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga memerlukan sistem pemantauan yang akurat dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi dan validasi pergerakan moored buoy skala kecil menggunakan sensor akselerometer ADXL345 berbasis MEMS dan mikrokontroler ESP32. Data diambil pada Juli 2024 di perairan dengan kedalaman 30–40 meter untuk menangkap energi gelombang swell selama puncak Monsun Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buoy memiliki stabilitas hidrodinamika yang sangat baik, dengan fluktuasi sudut pitch dan roll tetap berada di bawah ambang batas toleransi 15° (berkisar ±5° hingga ±7,5°). Pergerakan horizontal terjaga dalam radius maksimum 12,8 cm, yang mengonfirmasi efektivitas sistem tambat dalam meredam gaya seret arus permukaan. Analisis spektral berhasil mengidentifikasi distribusi energi multi-skala, meliputi gelombang swell pada periode ~12 detik dan sinyal pasang surut semi-diurnal pada periode ~12,4 jam. Integrasi antara stabilitas fisik dan presisi pemrosesan sinyal ini memvalidasi keandalan platform sensor dalam memantau dinamika pesisir secara komprehensif.
Bioeconomic Analysis of Pelagic Fish Resources in Bangka Waters Landed at PPN Sungailiat Monischa Br Sebayang; Ni luh Eta Yuspita; Valentin Vina Ratnapuri; Misri Yandi; Wika Noventa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.32960

Abstract

Bangka Belitung Islands are an archipelago with a water area (65,301 km²) four times larger than its land area. This area has fishery resources that have great potential to support the economy, This study aims to analyze the bioeconomics of pelagic fish resources in Bangka waters landed at Sungailiat Nusantara Fishing Port using a surplus production approach. The research was conducted in January 2025 at PPN Sungailiat, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands. Data were collected using descriptive methods and analyzed using the Schaefer surplus production model from January to March 2025. The results showed that the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 6005.948 tons/year. From 2019 to 2024, catch production remained below the MSY, indicating potential for optimization. The optimum fishing effort was 5914 trips/year, with 2019–2021 exceeding this level, while 2022–2024 remained below it. These findings suggest that pelagic fisheries management can still be improved by emphasizing sustainability and economic efficiency. It is recommended that resource management policies target fishing efforts approaching the Maximum Economic Yield (MEY) to achieve a balance between catch quantity and economic profit. 
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PROBIOTIK EM4 TERHADAP SISTEM PENCERNAAN DAN RESPIRASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Moch Saad; Afifah Nurazizatul Hasanah; Desy Aryani; Muhammad Ilyasyah; Abdul Muid Mainaki
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31857

Abstract

Ancaman penyakit pada budidaya ikan menjadi tantangan utama, sehingga penggunaan probiotik diterapkan untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian probiotik EM4 (Effective Microorganisms 4) dengan dosis berbeda terhadap sistem pencernaan dan respirasi ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Laboratorium Biomakro Sindangsari, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan lima perlakuan dosis probiotik: 0 ml (P1), 5 ml (P2), 10 ml (P3), 15 ml (P4), dan 20 ml (P5). Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan relatif (LPR), tingkat kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), warna Insang dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik EM4 dosis 20 ml/L (P5) memberikan hasil terbaik dengan nilai PM sebesar 12 ±4,32c g, LPR sebesar 6,89±2,09b dan FCR sebesar 0,29±0,14a, Sementara itu, Perlakuan dengan dosis 10 ml (P3) menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan terendah. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nila dengan suhu 27–30°C dan pH 7,58–8,41. Dengan demikian, penggunaan probiotik EM4 pada dosis optimal mampu meningkatkan efisiensi pencernaan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan nila.
EFFECTIVENESS of Turbinaria conoides AS A HAIR TONIC FOR HAIR GROWTH IN MICE (Mus musculus) Afifah Nurazizatul Hasanah; Ginanjar Pratama; St. Nurul Fadillah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39181

Abstract

Hair loss is a common condition that may reduce self-confidence. Hair tonics are product that used to maintain scalp health, strengthen hair follicles, and stimulate hair growth. However, commercially available products often contain synthetic compounds, which may cause adverse side effects. Therefore, the development of safer hair tonic formulations is needed. Turbinaria conoides, a brown seaweed rich in flavonoids, and celery (Apium graveolens) have been reported to possess bioactive properties that support hair growth. This study evaluated the effect of incorporating T. conoides and celery extracts into hair tonic formulations on hair growth. The research was conducted in three stages: extraction of raw materials, formulation of hair tonic preparations, and in vivo testing using mice as experimental animal models. Hair growth was assessed by measuring hair length periodically from day 7 to day 28 following topical application.. Among the tested formulations, P4 (10% seaweed extract and 0% celery extract) demonstrated the best performance with characteristics as follow: produced the highest hair growth of 11.28 mm and the highest increase in hair weight of 0.12 grams; pH 5,6 (in safe range); shows good physical stability; and demonstrated panelist acceptance at a score of 3 (like category) based on a hedonic test for color and aroma parameters. Hair tonic formulated with T. conoides and celery extracts shows potential as a natural and effective alternative for promoting hair growth and may reduce reliance on synthetic agents.
Analisis proksimat dan organoleptik pada kue jojorong nutrifikasi tepung tulang ikan dan Spirulina platensis Devi Faustine Elvina Nuryadin; Syifa Nur Istiqomah; Dewi Aryanti; Wina Nur Octavia Utami; Vidya Rizka Amalina; Uhar Uhar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.27919

Abstract

Kue jojorong merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan, maka perlu dikembangkan resep kue jojorong yang tidak hanya enak, tetapi juga bergizi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif makanan fungsional guna menekan stunting. Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki kasus stunting terparah setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Tujuan dari dilakukannya riset ini, yaitu untuk menganalisis proksimat dan organoleptik kue jojorong yang diformulasi dengan tepung tulang ikan dan Spirulina platensis. Riset ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2024. Metode yang dilakukan terdiri dari kultur Spirulina platensis, pembuatan tepung tulang ikan, dan pembuatan kue jojorong. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan P1 (7,5 gram tepung tulang ikan dan 0,6 gram Spirulina platensis) memiliki nilai yang mendekati dengan perlakuan P0. Kandungan gizi perlakuan P1 berdasarkan analisis proksimat adalah protein 2,805%, lemak 2,235%, kadar air 69,15%, kadar abu 1,19%, dan karbohidrat 24,62%. Perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan kue jojorong tersebut dalam menekan angka stunting.
KEANEKAARAGAMAN DAN STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PULAU TUNDA: FONDASI EKOLOGIS BAGI INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN Ulil Amri; Nurlita Putri Anggraini; Aziz Budiman; Dimas Alif Pahlevi; Jingga Puspita Amartatiah; Prakas Santoso; Agitha Saverti Jasmine
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.35149

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir serta sebagai penyedia bahan baku alami bagi industri pengolahan hasil perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan struktur vegetasi mangrove di Pulau Tunda, Serang, Banten, serta mengkaji relevansinya sebagai fondasi ekologis bagi sektor pengolahan hasil perikanan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan pada empat stasiun menggunakan pendekatan transek-kuadrat dan analisis struktur komunitas vegetasi. Delapan spesies mangrove dari empat famili berhasil diidentifikasi, dengan dominasi spesies mayor seperti Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza. Analisis nilai penting (INP) menunjukkan bahwa kedua spesies tersebut berperan dominan dalam struktur ekosistem. Distribusi spasial dan kelimpahan vegetasi dipengaruhi oleh salinitas, suhu, substrat, dan kompetisi antar spesies. Selain menyediakan habitat penting bagi biota bernilai ekonomi seperti ikan dan udang, spesies mangrove juga memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengolahan produk hasil laut. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan vegetasi mangrove yang sehat merupakan fondasi ekologis penting dalam menunjang keberlanjutan industri pengolahan hasil perikanan di wilayah pesisir.
PENGARUH BERBAGAI PAKAN SEGAR TERHADAP SINTASAN, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEPITING BAKAU (Scylla olivacea) YANG DIPELIHARA SISTEM BATERAI DI TAMBAK Nur Fadilah; Anny Hary Ayu Suardi; Ruqayyah Jamaluddin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.36362

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Permasalahan utama pada usaha budidaya kepiting bakau adalah sintasan, pertumbuhan, dan produksi yang relatif masih rendah yang disebabkan sifat kanibalisme kepiting dan pakan yang kurang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis pakan segar terhadap sintasan, pertumbuhan, dan produksi kepiting bakau yang dipelihara sistem baterai di tambak. Penelitian dilaksanakan di unit pertambakan rakyat di Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang dicobakan adalah perbedaan jenis pakan segar yang terdiri terdiri atas 4 perlakuan yaitu: ikan tembang, kerang darah, usus ayam, dan cacing tanah dengan masing-masing 3 kelompok. Wadah pemeliharaan berupa kurungan bambu berbentuk persegi panjang berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing 4 x 1 x 1   yang disekat menjadi 36 kotak kecil berjumlah 3 buah. Hewan uji yang digunakan adalah kepiting bakau (S. olivacea) dengan bobot 100-110g/ekor sebanyak 108 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan segar tidak berpengaruh nyata pada sintasan (p > 0,05) berkisar 92,59–100%, tetapi berpengaruh sangat nyata pada laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak dan produksi kepiting bakau.   Laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, dan produksi kepiting bakau terbaik dihasilkan  pada ikan tembang, kerang darah masing-masing 0,98-1,00%/hari, 35,67-36,67 g, dan 1202-1278 g, sedangkan terendah pada cacing tanah yaitu 0,71%/hari, 24,66 g, dan 1069 g.