cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 253 Documents
Konsumsi BBM Perikanan Tangkap Tuna Cakalang Tongkol dengan Pancing Ulur di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Jauza Zahira Rachman; Vita Rumanti Kurniawati; Tri Nanda Citra Bangun
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29332

Abstract

Pondokdadap Coastal Fisheries Port (PPP) produces tuna, skipjack, and tuna (TCT) capture fisheries. TCT catches in 2021 reached 1,385,883 tons. The high TCT catch is also influenced by the large number of fishing fleets, which can affect the fuel consumed. This research aims to calculate fuel consumption for TCT catches at PPP Pondokdadap using a fleet of hand-line fishing vessels. The research methods used were interviews and literature studies. The sample selection used accidental sampling and purposive sampling techniques. The number of samples used was 32 ships measuring 9-28 GT. Based on the research results, the highest TCT catch in 2022 was 6,299 tons. The total fuel consumption is 15,126 kg/year and is used by ships measuring 21-24 GT. The average fuel consumption value is IDR 60,361,897.00 with an average fish production of IDR. 465,812,241. Meanwhile, the average value of Fuel Use Intensity of BBM per 1kg of fish is 0.66 kg and the average FUI value of income obtained is 137.55. The cost of purchasing fuel tends to be lower than the cost of income, so it can be concluded that fishermen do not experience losses.
Pengaruh Penambahan Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) terhadap Komposisi Proksimat Produk Sarabba Instan Dian Purnamasari Anwar; Umniyah Musdhalifah Yusran; Muh. Hari Syafar; Sitti Fakhriyyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan rumput laut terhadap kandungan proksimat dari produk sarabba instan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus. Metode yang digunakan adalah eksperimental dimana dilakukan dengan dua tahapan yaitu tahap pertama pengolahan dengan formulasi penambahan rumput laut (0%; 0,2%; 0,4%; 0,6%) pada sarabba dan tahap kedua yaitu pengujian produk sarabba instan rumput laut. Hasil uji dianalisa dengan SPSS 23 menggunakan (ANOVA) pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk rumput laut berpengaruh nyata terhadap komposisi proksimat sarabba instan. Hasil uji proksimat menunjukkan dari keempat perlakuan pada penelitian ini yaitu kadar air berkisar antara 3,1- 4,07%; abu 1,36-2,21%;  protein2,99-3,42%; lemak 12,16-12,20%; karbohidrat 76,17-78,97%; dan serat kasar 0.14-2,15%. Hasil penelitian ini  menunjukkan potensi rumput laut sebagai bahan tambahan yang dapat meningkatkan kualitas produk sarabba instan, serta memberikan wawasan baru dalam pengembangan produk berbasis rumput laut untuk meningkatkan nilai gizi dan kualitas suatu produk.
The Utilization Pattern of Capture Fisheries in the Limited Utilization Zone of the Gili Matra Marine Protected Area in West Nusa Tenggara Province Rowi Ashari; Soraya Gigentika; Sitti Hilyana; Martanina Martanina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27697

Abstract

location for capture fisheries activities. However, the management has not yet assessed the area's utilization for capture fisheries activities, necessitating research on the utilization pattern of capture fisheries in the Gili Matra conservation area. This research aims to identify the types of fishing gear used and analyze the size of the dominant fish caught in the Gili Matra marine protected area. This research was conducted from February to April 2024. Data were collected through interviews with respondents and by measuring the length of the fish. The respondents in this study were groups of fishermen who caught fish within the limited utilization zone, selected using the accidental sampling method. The number of fish samples measured in this study was 30 individuals for each fish species. The fish species measured were the dominant species caught in the Gili Matra marine protected area. The data were analyzed using descriptive analysis and length frequency analysis. The study results showed fishermen use bottom handlines, gillnets, and spearguns to catch fish within the limited utilization zone in the Gili Matra marine protected area. The dominant fish species caught in the area were Lutjanus gibbus, Siganus virgatus, and Parepeneus indicus. Almost all of these fish species had capture sizes larger than the length at first maturity.
Pemetaan Batimetri dan Analisis Kondisi Fisik dan Kimia Perairan Pulau Putri-Kayu Angin, Kepulauan Seribu, Jakarta Hendi Santoso; Zan Zibar; Rizqan Khairan Munandar; Robin Saputra; Adityo Raynaldo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batimetri dan analisis kondisi fisik serta kimia perairan di sekitar Pulau Putri dan Pulau Kayu Angin, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan mencakup pengukuran kedalaman laut menggunakan echosounder GPS MAP 585 S untuk pembuatan peta batimetri, serta pengumpulan data pasang surut menggunakan data dari Dishidros TNI AL. Selain itu, sampel air diambil pada beberapa titik untuk menganalisis parameter fisik dan kimis seperti suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Data batimetri yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak GIS untuk menghasilkan peta topografi bawah laut yang akurat. Analisis data fisik dan kimia perairan memberikan gambaran tentang kualitas air dan kondisi lingkungan di area penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perairan di perairan Pulau Putri – Kayu Angin mempunyai dasar perairan yang cukup landai dan beberapa ada yang curam dari kedalaman 3 m hingga 29,7 m. Analisa data pasang surut memperlihatkan pasang surut di daerah tersebut termasuk pada tipe harian tunggal. Secara umum, kondisi perairan yang baik dapat diamati dari hasil pengukuran kualitas perairan yang tidak melebihi baku mutu air laut untuk biota laut Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan lingkungan dan konservasi sumber daya perairan di Kepulauan Seribu.
KOMPOSISI MIKROPLASTIK PADA AIR DAN SEDIMEN DI PULAU TEGAS, KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Widiyanto, Irwan Nur; Widiastuti, Endang Linirin; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna; Hasani, Qadar; Nurcahyani, Nuning
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.30758

Abstract

Sampah plastik masih menjadi masalah yang cukup serius di wilayah pesisir, termasuk Pulau Tegal. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sampah makroplastik di Pulau Tegal pada kurun waktu 2017-2022 dan menemukan bahwa sampah plastik mendominasi lebih dari 50%. Sampah makroplastik ini akan mengalami berbagai proses penghancuran selama perjalanannya, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil, yang biasa disebut mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di perairan dapat membahayakan biota laut. Mikroplastik yang tertelan oleh biota laut dapat terakumulasi dan berpindah ke tingkat trofik yang lebih tinggi hingga mencapai manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan kelimpahan mikroplastik di perairan dan sedimen Pulau Tegal. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024. Sampel air dan sedimen diambil pada 4 stasiun dengan kedalaman <1meter dan >15 meter. Sampel air diambil sebanyak 200 ml, sedangkan sedimen sebanyak 200 g. Analisis laboratorium sampel air meliputi tahap-tahap berikut: penyaringan, degradasi bahan organik dengan H2O2 30%, pemisahan densitas menggunakan sampel NaCl 6 gram/20 ml, dan pengamatan mikroplastik. Analisis sampel sedimen dilakukan melalui tahap-tahap berikut: pengeringan sampel, pemisahan densitas menggunakan NaCl 150 ml, degradasi bahan organik dengan H2O2 30%, penyaringan, dan identifikasi. Mikroplastik yang ditemukan di perairan Pulau Tegal terdiri dari bentuk fiber, film, fragmen, dan pellet. Kelimpahan pada perairan tercatat sejumlah 164,3 partikel/m3 yang didominasi warna hitam. Pada sedimen Pulau Tegal ditemukan mikroplastik berbentuk fiber dan film. Kelimpahan pada sedimen tercatat sejumlah 275,3 partikel/kg yang didominasi warna hitam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan gambar.
ETNOZOOLOGI TANGKAPAN NELAYAN DI DERMAGA BOM, KECAMATAN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Nurfitriani, Desty; Wakhidah, Anisatu Z
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.30787

Abstract

Provinsi Lampung terkenal dengan hasil lautnya yang sangat melimpah. Salah satunya di Kabupaten Lampung Selatan yang pesisir pantainya panjang dan kaya akan hasil laut, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar dalam industri ikan tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi hasil tangkapan ikan nelayan di Dermaga Bom, Kecamatan Kalianda, mengetahui teknik penangkapan ikan hasil tangkapan nelayan di Dermaga Bom, serta untuk mengetahui pengelolaan hasil tangkapan nelayan oleh masyarakat Kalianda Bawah. Pengambilan data dilakukan menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, kemudian melakukan wawancara dan dokumentasi. Metode wawancara semi-struktural dilakukan dengan 30 responden, terbagi atas 10 orang sebagai nelayan, 15 sebagai pedagang ikan dan 5 orang masyarakat Kalianda Bawah terpilih mengenai jenis-jenis ikan tangkapan nelayan, teknik penangkapan ikan oleh nelayan dan pengelolaan hasil tangkapan nelayan. Hasil dari penelitian ditemukan 21 jenis tangkapan nelayan yang tergolong dalam 16 famili. Teknik dalam penangkapan ini menggunakan jaring rampus,jaring congkel,jaring congkel, dan pancingan. Pengelolaan hasil tangkapan masyarakat yang dilakukan kalianda bawah ada yang dikonsumsi langsung sebagai makanan sehari-hari atau diolah menjadi produk olahan seperti bakso ikan, otak-otak, dan pempek, serta ada yang diolah menjadi ikan asin.
MIKROPLASTIK DALAM SALURAN PERNCERNAAN IKAN DI WADUK JATIGEDE Radityani, Fitri Afina; Pratiwi, Niken Tunjung Murti; Kamal, Mohammad Mukhlis; Iswantari, Aliati; Wulandari, Dwi Yuni; Panggabean, Grin Tommy; Ayu, Inna Puspa; Sakina, Edna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.29836

Abstract

Jatigede Reservoir receives water masses and materials from the Cimanuk River, such as nutrients, sediments, and waste, including microplastics. This study aims to analyze the presence of microplastics in the digestive tract of caught fish in Jatigede Reservoir. Fish samples were obtained from fishermen, fish collectors, and fish farmers. Microplastic observations were carried out in the stomach and intestines of fish through the stages of observing fish eating habits, extraction, followed by FTIR analysis to determine the presence, abundance, and type of polymer. Carnivorous fish have the highest amount of microplastics. There is a marked difference between the amount of microplastics and the origin of fish intake. The shorter the fish's gut, the greater the amount of microplastics found. Based on their shape, the type of microplastic is dominated by fibers with a blue color. The most common polymer found is nylon. The digestive tract of fish in Jatigede Reservoir already contains microplastics of various types and colors, with varying amounts, according to the nature of eating fish.
PERBANDINGAN STOK KARBON PADA VEGETASI MANGROVE ALAMI DAN HASIL REHABILITASI DI PROVINSI BANTEN Susanto, Adi; Khalifa, Muta Ali; Munandar, Erik; Nurdin, Hery Sutrawan; Syafrie, Hendrawan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Irnawati, Ririn; Rahmawati, Ani; Meata, Bhatara Ayi; Putra, Achmad Noerkhaerin; Alansar, Toufik; Sulistyono, Bakti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.20345

Abstract

Rehabilitasi mangrove dilakukan dalam rangka mengembalikan jasa ekosistem mangrove yang hilang akibat dari kerusakan ekosistem. Salah satu jasa ekosistem yang dipulihkan adalah kemampuan vegetasi mangrove untuk menyerap karbon. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan stok karbon pada vegetasi mangrove alami dan hasil rehabilitasi di Provinsi Banten. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun: Pertama Lontar sebagai stasiun pengamatan pada vegetasi mangrove hasil rehabilitasi; Kedua, Citeureup sebagai stasiun pengamatan vegetasi mangrove alami yang berada di muara sungai; Ketiga, Cigorondong sebagai stasiun pengamatan vegetasi mangrove alami sempadan pantai. Pengamatan dilakukan pada minimal 2 plot 10x10 m2 tiap stasiun, dengan parameter jenis mangrove dan lingkar batang yang dicatat menggunakan aplikasi MonMang 2.0. Hasil pengamatan pada ketiga stasiun ditemukan 7 spesies alami dan 1 spesies hasil rehabilitasi. Stok karbon tertinggi (129,89 – 177,08 ton/ha) ditemukan pada jenis mangrove Avicennia marina yang merupakan spesies alami dari stasiun Lontar dan Cigorondong. Sedangkan spesies rehabilitasi Rhizophora stylosa hanya terdapat stok karbon sebesar 20,38 ton/ha, nilai ini lebih kecil dari beberapa spesies alami lain. Hal ini dikarenakan biomassa tegakan mangrove jenis R. stylosa juga lebih kecil yang dipengaruhi oleh diameter batang yang kecil. Diameter batang yang kecil ini diduga karena pola penanaman yang terlalu rapat sehingga terjadi persaingan intraspesifik antar mangrove. Selain pengukuran stok karbon pada vegetasi, perlu juga dilakukan pengukuran stok pada kolam penyimpanan karbon lain.
Bioaccumulation of Iron (Fe) in Sepat Fish (Trichogaster trichopterus) in Miai River Waters Banjarmasin City Santoso, Heri Budi; Alivia, Nazillah; Muhamat, Muhamat
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.31768

Abstract

Miai River is one of the rivers with various anthropogenic activities such as dense settlements, factories, and landfills. Industrial waste and domestic waste generated by residents are suspected to result in water contamination by toxic materials. Fe pollution is a major concern in aquatic ecosystems, especially in the Miai River of Banjarmasin City. This study aimed to evaluate the concentration of Fe in water and sepat fish and determine its relationship with fish weight. This research was conducted by taking samples of fish and water at 2 different locations and for testing the heavy metal content was analyzed by AAS. The results of Fe levels in river water at point 1 averaged 1.155 mg/L and at point 2 averaged 2.102 mg/L, exceeding the specified quality standards. The results of Fe levels in fish at point 1 averaged 26.450 mg/Kg and at point 2 averaged 22.466 mg/Kg exceeded the standard limit. The relationship between Fe in water and in fish is r = -0.999, meaning that the correlation is very strong and opposite. The relationship between Fe in fish and fish body weight is very low with a value of r = 0.164.
PEMETAAN HABITAT BENTIK BERBASIS PIXEL MENGGUNAKAN CITRA SPOT-7 DI PERAIRAN DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN Kartika, Indah; Syahara, Ulfatul; Kurniawati, Esty; Apdillah, Dony; Febrianto, Try
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.32410

Abstract

Habitat bentik, yang merupakan bagian dari daerah pesisir, meliputi ekosistem terumbu karang dan lamun, keduanya sangat produktif dan vital bagi kehidupan laut. Ekosistem ini memberikan manfaat besar dalam bentuk barang dan jasa lingkungan. Desa Pengudang di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki ekosistem laut yang beragam dan sehat, termasuk ekosistem lamun dan terumbu karang. Wilayah ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi lamun dan daerah wisata, namun menghadapi perubahan ekosistem, termasuk kerusakan dan kehilangan, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Oleh karena itu, pemetaan dan pemantauan habitat bentik sangat penting untuk melacak perubahan yang terjadi. Citra satelit SPOT-7 digunakan untuk mengamati perubahan ini. Pengumpulan data dilakukan dari 10 Juni 2023 hingga 15 Januari 2024, dengan 250 titik observasi di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong. Penelitian ini menggunakan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC) untuk pemrosesan citra. Komponen penyusun habitat bentik di perairan Desa Pengudang terdiri dari enam jenis habitat yaitu Alga bercampur dengan Karang Mati (AKM), Karang Mati bercampur dengan Pasir (KMP), Lamun (L), Lamun bercampur dengan Pasir (LP), Pasir (P), dan Pasir bercampur dengan Karang Hidup (PKH). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan dalam tutupan habitat bentik dalam kurun waktu 6 tahun di perairan Desa Pengudang dari tahun 2016 hingga 2022. Overall Accuracy (OA) dari hasil klasifikasi adalah 65,33% untuk citra tahun 2016 dan 76% untuk citra tahun 2022. Pemetaan ini membantu untuk menilai kondisi ekosistem dan memberikan wawasan tentang perubahan lingkungan laut di wilayah tersebut.