cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2024)" : 12 Documents clear
PENGGUNAAN LIMBAH KULIT PISANG LUAN (Musa paradisiaca) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENGURANGI SALINITAS DAN ION KLORIDA PADA AIR SUMUR DI DESA LETNEO Matius Stefanus Batu; Pieter Jackson Lopez Dethan; Maria Magdalena Kolo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24024

Abstract

Air sangat berperan penting dalam kehidupan makhluk hidup maka dibutuhkan sumber air yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. Air sumur yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Letneo tidak memenuhi syarat kesehatan sebab berwarna keruh serta memiliki rasa asin dan pahit ketika dikonsumsi. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang terdapat pada kulit pisang luan, menentukan karakteristik adsorben yang terbuat kulit pisang luan, dan kondisi optimum (massa adsorben dan waktu kontak) pada proses adsorpsi salinitas dan ion klorida dalam air sumur di Desa Letneo. Tahapan pada penelitian ini antara lain preparasi sampel kulit pisang luan, penentuan kandungan senyawa selulosa, hemiselulosa dan lignin yang terdapat pada kulit pisang luan dengan metode chesson-datta, aktivasi serbuk kulit pisang luan menggunakan aktivator H3PO4 2 M selama 24 jam, dan proses adsorpsi salinitas dan ion klorida dalam air sumur. Dari hasil penelitian diperoleh kulit pisang luan memiliki kandungan selulosa sebesar 13%, hemiselulosa 20%, lignin 23%, kadar air 2,6%, kadar abu 4,3%, dan bilangan iodin 3.173,25 mg/g. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi OH (hidroksi), C-H (alifatik), C=O (karbonil), C=C (alkena), C-H (bending) dan C-O. Hasil penentuan kondisi optimum dari proses adsorpsi diperoleh pada penggunaan massa adsorben 2,5 gram dengan kadar salinitas sebesar 0,10 ppt dan ion klorida 120 mg/L dan waktu kontak 30 menit dengan kadar salinitas sebesar 0,11 ppt dan ion klorida 76 mg/L
ANTHOCYANIN EXTRACTION FROM RED SPINACH UTILIZING MICROWAVE IRRADIATION AND ITS APPLICATION IN FOOD PRODUCTS Iriany Iriany; Zuhrina Masyithah; Taslim Taslim; Calvin Calvin; Idham Sahdin Tanjung
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22627

Abstract

In contemporary times, using food coloring agents is necessary to capture attention. The extensive use of synthetic food coloring agents has raised significant health concerns. Red spinach, a plentiful vegetable in Indonesia, contains anthocyanins that give it a reddish-purple color. The presence of anthocyanins makes red spinach a promising natural coloring agent. This research aims to identify the optimal operational conditions for extracting anthocyanins from red spinach, with the ultimate goal of applying these findings in developing innovative food products. The fixed variables included 20 grams of dried red spinach, a 10-minute extraction duration, and distilled water as the solvent. The independent variables were microwave power levels (100, 300, 500 W) and the material-to-solvent (M/S) ratio (1:10, 1:15 g/mL). The results revealed a moisture content of 7.6% in red spinach. The highest yield was achieved at 100 W with an M/S ratio of 1:15 g/mL, yielding 80%. The best anthocyanin extract was determined based on the highest anthocyanin content, which was obtained at 300 W with an M/S ratio of 1:15 g/mL, resulting in 56.93 mg/L. Anthocyanins were stable at low temperatures (4°C) but highly unstable at high temperatures. Sensory testing to determine consumer acceptability showed no significant taste difference between beverages with added anthocyanin extract and those without. The resulting taste was mild, and the extract's color was appealing. Therefore, the anthocyanin extract from red spinach can be used as a natural coloring agent, replacing hazardous synthetic food colorants.
ANALISIS EFISIENSI PERFORMA PEMBAKARAN INTERNAL PADA KERJA MESIN EMPAT LANGKAH TERHADAP PENAMBAHAN ZAT ADITIF METANOL Damayanti Damayanti; Adimas Anugrah Rivandy; Athallah Satrionindya Herlambang; Guita Normi; Putra Hidayatulloh; Veronika Viany Suswanto; Agus Slamet Riyadi; Didik Supriyadi; Desi Riana Saputri; Yunita Fahni; Andri Sanjaya; Devia Gahana Cindi Alfian; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Dikri Uzlifah Janah; Taharuddin Taharuddin
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24936

Abstract

Cadangan minyak bumi Indonesia terus menurun sedangkan jumlah kendaraan dan kebutuhan bahan bakar di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan, yang mana performa pembakarannya yang kurang   sempurna dapat mengakibatkan banyaknya polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja motor bakar, dan mengurangi polusi udara dari emisi gas buang dengan cara menambahkan zat aditif metanol pada bahan bakar. Analisis performa mesin yang dilakukan yaitu power, torsi, break mean effective pressure, efisiensi termal, dan specific fuel consumption, serta pengujian emisi gas buang kendaraan. Pada analisis uji performa mesin bensin, terlihat bahwa dengan penambahan metanol sebanyak 1,2%, terjadi peningkatan torsi, power, dan BMEP pada putaran 2500 rpm masing-masing sebesar 49,45%, 53,38%, dan 49,55%.
PROSES INTERESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENJADI METIL ESTER DENGAN BIOKATALIS EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) Fitri Icha Oryza Sativa; Tia Ardya Wahyu Cahyani; Rizky Nartika Nurfitri; Eka Maretyaningsih Agung Purwanti; Ahmad Faizal Alfiniam; Elvianto Dwi Daryono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24556

Abstract

Sebagian besar proses pembuatan biodiesel menggunakan katalis homogen yang memerlukan netralisasi dan pemisahan. Beberapa bagian tumbuhan seperti daun, akar, dan buah mengandung senyawa aromatik yang bisa digunakan sebagai biokatalis. Daun salam mengandung senyawa aromatik flavonoid dan kuersetin yang berpotensi digunakan sebagai biokatalis pada pembuatan biodiesel sekaligus bioaditif sehingga tidak diperlukan dipisahkan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan konsentrasi biokatalis ekstrak daun salam pada reaksi interesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Bahan baku yang digunakan adalah minyak jelantah yang direaksikan dengan metil asetat untuk menghasilkan metil ester dan triasetin menggunakan biokatalis ekstrak daun salam. Berat minyak jelantah yang digunakan 250 g, rasio mol minyak:metil asetat = 1:6, temperatur 60°C dengan pengadukan 300 rpm, konsentrasi biokatalis 1, 2, dan 3% dari berat minyak jelantah, serta waktu reaksi 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Kondisi terbaik didapatkan pada proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis ekstrak daun salam 3% pada waktu reaksi 60 menit dengan crude yield 19,216%.
REDUCTION OF TSS AND COD IN RESTAURANT WASTEWATER USING NATURAL COAGULANT FROM KEPOK BANANA PEEL POWDER Mutiara Fajar; Iis Mulyani; Andika Munandar
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22122

Abstract

Wastewater from restaurant activities contains organic compounds such as carbohydrates, proteins, fats, and oils that can pollute and damage the environment. Therefore, further research is needed to prevent this pollution. This study aims to analyse the characteristics of restaurant wastewater and utilise kapok banana peel waste as a natural coagulant to reduce TSS (total suspended solid) and COD (chemical oxygen demand) concentrations in the wastewater. Additionally, this study aims to analyse the correlation between the reduction in TSS and COD concentrations after the coagulation process. The results showed that kapok banana peel powder has polyelectronic properties and contains carboxyl, hydroxyl, and amide groups acting as active components in the coagulation-flocculation process. The coagulation-flocculation process was efficient at 400 mg biocoagulant, with reduction efficiencies of 92% for TSS and 73% for COD. Based on Pearson correlation analysis using SPSS, the reduction in TSS and COD concentrations had a very strong (r=0.954) and significant (Sig.=0.000) relationship.
PERANCANGAN DAN SIMULASI PROSES LIMBAH PENGOLAHAN SAWIT DENGAN ANAEROBIC DIGESTER DAN AEROBIC BIO-OXIDATION Giovanno Macario Purnomo; Abraham Zefanya; Yansen Hartanto; Herry Santoso; Antonius Indarto
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22208

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kebutuhan akan produk olahan minyak kelapa sawit meningkat setiap tahunnya dan limbah yang dihasilkan juga akan semakin besar. Limbah dari industri minyak kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi dan berpotensi untuk merusak lingkungan. Pengolahan yang biasa dilakukan untuk mengolah limbah minyak kelapa sawit yaitu sistem kolam (ponding). Sistem ini sederhana tetapi membutuhkan waktu pengolahan yang cukup lama. Penelitian ini mengkaji penggunaan anaerobic digester dan aerobic bio-oxidation untuk menurunkan kadar pencemaran di limbah seperti BOD, COD, TSS, dan kandungan minyak/lemak. Penelitian ini mencakup proses perancangan dan simulasi proses pengolahan limbah kelapa sawit. Perancangan dilakukan berdasarkan debit limbah 18 m3/jam, suhu 70°C, pH 4,3, TSS 4000 mg/l, BOD 22500 mg/l, COD 30500 mg/l, total nitrogen 550 mg/l, serta kandungan minyak/lemak 900 mg/l. Simulasi dilakukan dengan variasi kenaikan kandungan limbah seperti BOD dan COD, TSS, serta minyak/lemak untuk melihat kinerja pengolahan limbah yang telah dirancang. Dari penelitian ini diperoleh desain pengolahan limbah minyak kelapa sawit yang mampu memenuhi baku mutu limbah dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan proses konvensional. Proses yang dirancang mampu mengolah limbah dengan kenaikan COD, TSS, serta minyak dan lemak hingga mencapai 2 kali dari nilai semula. Sedangkan untuk kenaikan BOD, proses yang telah dirancang hanya dapat menangani kenaikan 1,5 kali dari BOD semula.  
MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION OF TANNIN FROM PAPAYA LEAVES (CARICA PAPAYA LINN): THE EFFECT OF SOLVENT RATIO AND MICROWAVE POWER Glen Bower Vebrianto Siregar; Early Akhalisty Inge Abigail Br Simanjuntak; Desi Riana Saputri; Yunita Fahni; Mustafa Mustafa; Rifqi Sufra; Reni Yuniarti; Fauzi Yusupandi; Faalih Pandu Wicaksono Hadi; Diana Catur Pratiwi; Putri Jesika Adelia; Vania Nur Wahdani; Angeline Nauli; Khofifah Anggitiya Ningrum; Misbahudin Alhanif
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24363

Abstract

Papaya leaves (Carica papaya Linn) have many health benefits, such as antibacterial, anti-inflammatory, antidiarrhea, and others. Papaya leaves contain tannins, saponins, alkaloids, triterpenoids, steroids, and flavonoids. The common characteristic of papaya leaves is the green color, which indicates the presence of tannins. The study aims to discover the characteristics of papaya leaf extract, the effect of the solvent ratio, and the microwave power (MP) on the extraction of tannins from the papaya leaves. Papaya leaves are extracted using the microwave-assisted extraction (MAE) method at 100, 140, and 180 W for 30 minutes, with variations in the material to the solvent ratios 1:10, 1:20, 1:30, 1:40, and 1:50. Qualitative tannin testing was carried out through color observation and FeCl3 tests. UV-Vis spectrophotometry was also used to determine the tannin levels obtained during extraction. The FeCl3 test showed that papaya leaf extract contains tannins. The optimal concentration of tannins is produced at a ratio of 1:20, with a 180 W MP of 8.06 mg TAE/g and a yield of 0.81%. MAE can potentially increase the yield of tannins, which is potentially beneficial to health.
PEMANFAATAN LIGNIN PADA TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEREKAT LIGNIN RESORSINOL FORMALDEHIDA (LRF) Alrista Rahmawati; Fioni Ashari Putri; Retno Dewati
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25897

Abstract

Tempurung kelapa mengandung 29% lignin, 27% pentosan, dan 26% selulosa. Kandungan lignin yang terdapat dalam tempurung kelapa dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan perekat LRF (lignin resorsinol formaldehida). Lignin yang digunakan adalah hasil proses delignifikasi menggunakan pelarut etanol 40%. Perekat LRF dibuat dengan cara mensubtitusikan serbuk lignin hasil isolasi lindi hitam sebesar 2,5; 5; 7,5; 10; dan 12,5 gram dengan perbandingan massa resorsinol dan variasi waktu pemanasan selama 20, 25, 30, 35, dan 40 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perekat LRF kemudian dibandingkan dengan perekat komersial dan syarat mutu perekat pada SNI 06-4567-1998. Dari hasil analisis diperoleh warna perekat LRF berwarna coklat kehitaman yang telah sesuai persyaratan SNI dengan pH sebesar 9,97-11,04, densitas 1,17 – 1,28 g/ml, dan hasil uji daya rekat yang sesuai dengan perekat komersial sebesar 3,65 kg/cm2 pada subtitusi serbuk lignin 2,5 gram dan waktu pemanasan selama 20 menit.
DEEP LEARNING DENGAN METODE LSTM (LONG SHORT-TERM MEMORY) UNTUK PEMODELAN KELAKUAN DINAMIK SISTEM DISTILASI MENGGUNAKAN REAL OPERATING DATA William Kurniawan; Budi Husodo Bisowarno
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22856

Abstract

Kemurnian produk tidak dapat diukur secara on-line dan terdapat time delay dalam pengukuran kemurnian secara offline dan tidak kontinu dengan hasil analisis kemurnian dari laboratorium. Kontrol berbasis variabel inferensial merupakan alternatif untuk memprediksi dan mengendalikan kemurnian produk dengan variabel kondisi operasi yang tepat secara real-time. Pabrik memiliki data kondisi operasi (input) serta data kemurnian produk (output) berasal dari kondisi nyata pabrik dapat digunakan untuk pembangunan model deep learning. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan besar, yaitu pertama adalah tahapan persiapan data untuk menentukan variabel paling sensitif dalam memprediksi kemurnian produk menggunakan metode korelasi pearson yaitu temperatur upper column dan process knowledge yaitu pressure top column. Tahapan kedua adalah penyusunan algoritma deep learning menggunakan metode LSTM (long short-term memory) menggunakan bantuan program python.  Optimizer yang digunakan untuk melatih data adalah optimizer SGD (stochastic gradient descent). Data yang digunakan untuk melatih dan melakukan validasi model deep learning adalah data dari 2018 hingga semester pertama tahun 2019 dengan rasio training set:test data = 70:30. Tahapan ketiga adalah melatih model dan validasi model, memprediksi hasil, serta melakukan evaluasi model terhadap data pabrik terhadap set data semester kedua tahun 2019. Hasil dari pelatihan adalah model LSTM dengan nilai RMSE (root mean squared error) sebesar 1,4. Nilai validasi untuk model ini adalah RMSE sebesar 0,6389. Model ini dapat memprediksi set data semester kedua 2019 dengan nilai R2 =0,74 dan RMSE = 0,56.
PEMBUATAN HIDROGEL BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL (PVA)/KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC)/MINYAK ASIRI SERAI MENGGUNAKAN METODE CHEMICAL CROSSLINKED Tuti Indah Sari; Prahady Susmanto; Muhammad Hatta Dahlan; Natasya Islami Kamega; Amalia Pratiwi
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat hidrogel pembalut luka berbasis polivinil alkohol (PVA)/karboksimetil selulosa (CMC)/minyak asiri serai dengan asam sitrat sebagai agen pengikat silang (crosslink agent). Penambahan minyak asiri serai dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hidrogel. Penggunaan asam sitrat sebagai crosslink agent untuk meningkatkan sifat mekanik hidrogel yang dihasilkan. Formulasi hidrogel yang digunakan adalah PVA 10% (v/v) dan CMC 6% (v/v) dengan variasi jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel dikarakterisasi dengan fourier transform infrared (FTIR) dan scanning electron microscope (SEM) serta dianalisis dengan uji kuat tarik, daya serap air (swelling), dan aktivitas antibakteri. Pengujian kemampuan antibakteri dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah asam sitrat mengakibatkan nilai tensile strength yang semakin tinggi dan elongation at break yang menurun. Peningkatan minyak asiri serai menyebabkan penurunan nilai tensile strength dan elongation at break. Persentase swelling menurun dengan peningkatan jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel pembalut luka menunjukkan potensi yang baik ditandai dengan kemampuan antibakteri yang tinggi, yaitu dengan diameter zona bening rata-rata tertinggi sebesar 11,39 mm. Hasil tertinggi terdapat pada hidrogel dengan minyak asiri sebanyak 0,4 mL dan asam sitrat 2 % yang menunjukkan semakin banyak jumlah minyak asiri serai dan asam yang ditambahkan, semakin baik sifat antibakteri pada hidrogel.

Page 1 of 2 | Total Record : 12