cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2024)" : 16 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI PRETREATMENT, HIDROLISIS, DAN FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH PADAT AREN Dennis Farina Nury; Muhammad Zulfikar Luthfi; Tri Widjaja
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.28466

Abstract

Keterbatasan sumber daya berbasis fosil mendorong pencarian bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan, salah satunya bioetanol dari limbah biomassa. Limbah padat aren, hasil samping dari ekstraksi nira, memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol meskipun kandungan ligninnya yang tinggi menghambat proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pretreatment, hidrolisis, dan fermentasi terhadap produksi bioetanol. Pretreatment menggunakan kombinasi asam sulfat (H₂SO₄) 5% dan organosolv dengan etanol dilakukan untuk meningkatkan delignifikasi. Pada hidrolisis, enzim selulase Trichoderma reesei dan xilanase digunakan untuk mengubah hemiselulosa dan selulosa menjadi gula reduksi. Dalam proses fermentasi, Saccharomyces cerevisiae dan S. cerevisiae - Pichia stipitis digunakan untuk mengubah gula menjadi bioetanol. Hasil menunjukkan delignifikasi tertinggi dicapai pada pretreatment H₂SO₄ 5% dan organosolv selama 60 menit. Yield bioetanol tertinggi (0,26%) diperoleh dengan kombinasi S. cerevisiae dan P. stipitis selama fermentasi 72 jam. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi proses pretreatment dan hidrolisis secara efektif dapat digunakan untuk mengkonversi limbah padat aren menjadi bioetanol.
SINTESIS ANTI-SARIAWAN HYDROGEL PATCH FILM DARI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS MENGGUNAKAN METODE ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION Yunita Fahni; Safira Anggarini; Ridho Ramadhan Jakop; Agriadi Dwi Nugroho Putro; Cika Amalia Shabira; Azzaima Ayu Ulisya; Desi Riana Saputri; Wika Atro Auriyani; Damayanti Damayanti; Andri Sanjaya; Ibnu Maulana Hidayatullah
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27862

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi antibakteri dari ekstrak kulit pisang kepok (Musa spp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus (Sp. aureus) menggunakan metode ultrasound assisted extraction (UAE) dan mengaplikasikannya dalam bentuk patch hydrogel untuk pengobatan sariawan. Ekstrak kulit pisang kepok, yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fitosterol, menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Sp. aureus. Penelitian ini menemukan bahwa waktu sonikasi 50 menit mampu menghasilkan rendemen tertinggi pada ekstraksi kulit pisang kepok. Ekstrak kulit pisang kepok bekerja efektif sebagai antibakteri terhadap Sp. aureus pada konsentrasi 60-80%. Analisis GC-MS mengidentifikasi senyawa antimikroba dan antiinflamasi dalam ekstrak. Formulasi hydrogel patch film dengan ekstrak 60-80% memenuhi standar fisik dan kimia, termasuk ketahanan lipatan dan pH yang sesuai untuk penggunaan di rongga mulut, menunjukkan potensi sebagai bahan anti-sariawan.
THE EFFECT OF NATURAL PRESERVATIVE EXTRACTS ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF COCONUT SAP Desi Riana Saputri; Yuniar Luthfia Listyadevi; Galeh Widharma; Ratih Ainun Mardiyah; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Wika Atro Auriyani; Yunita Fahni; Damayanti Damayanti; Andri Sanjaya; Feerzet Achmad; Deviany Deviany; Aldillah Herlambang; Edwin Rizki Safitra
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.25689

Abstract

Coconut sap produced from coconut trees has a short shelf life due to contamination and undergoes natural fermentation. One way to extend the shelf life of coconut sap is by adding preservatives. This research aims to determine the effect of adding natural preservative extracts on the antioxidant value, pH, sugar, and alcohol content of coconut sap by adding natural preservatives. There are five samples: pure sap (NM); sap with sugar lime (NK); sap with sugar lime and cinnamon extract (NKM); sap with sugar lime and mango leaf extract (NDM); sap with sugar lime and noni leaf extract (NKD). The study was conducted by extracting natural preservatives, namely cinnamon extract, mango leaves extract, and noni leaves extract, using the maceration method. These natural preservative extracts were mixed with Ca(OH)2 in a 1:1 ratio and dissolved in distilled water. The mixture was then mixed with the sap. The results of the antioxidant test showed that the IC50 values of the NM, NK, NKM, NDM, and NKD samples were 52.911, 144.409, 26.043, 49.275, and 24.21 ppm, respectively. The highest pH value was found in the NK sample at 13.8, and the lowest in the NM sample at 3.8. The lowest sugar content was in the NM and NDK samples, with 10.6 and 14.6%. The highest alcohol content was found in the NK and NKD samples, with alcohol contents of 14.80% and 14.20%. This study shows that adding natural preservatives such as cinnamon, mango leaves, and noni leaves can increase the antioxidant activity of coconut sap, raise its pH, and maintain its sugar content to prevent it from being reduced to alcohol.
SINTESIS KARBON AKTIF DARI SHORT FLAMING COAL LOKAL INDONESIA DENGAN AKTIVATOR KOH SEBAGAI ADSORBEN Yonathan Juanto; Izam Arrazhi; Retno Dewati; Sani Sani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.26997

Abstract

Batu bara merupakan batuan organik yang terbentuk dari fosil tumbuhan yang berwarna gelap dan terasosiasi oleh kandungan mineral seperti abu dan belerang. Ada 3 tingkatan yang terdapat dalam batu bara antara lain lignit, bituminus, dan antrasit. Antrasit merupakan jenis batu bara terbaik dikarenakan memiliki kandungan karbon terbesar diantara ketiganya, untuk itu pada penelitian ini digunakan batu bara jenis Antrasit. Kandungan karbon yang terdapat pada batu bara dapat dimanfaatkan untuk menjadi karbon aktif yang berfungsi sebagai adsorben. Metode yang digunakan yaitu gabungan antara metode fisika dan kimia, dimulai dengan proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi. Hasil yang didapatkan ialah rasio penggunaan KOH dan suhu optimum terbaik untuk mengaktivasi batu bara antrasit ada pada perbandingan batu bara terhadap KOH 1:5 pada suhu 700°C dengan kadar air sebesar 9,9%, kadar abu sebesar 9,9%, kadar zat terbang sebesar 13%, kadar karbon terikat sebesar 77,1%, serapan iodin sebesar 1040,58 mg/g, dan luas permukaan sebesar 317,328 m2/g.
EFFECT OF SOYBEAN FLOUR ADDITION ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF BENENG TARO DRIED NOODLES Annisah Nurul Izzah; Puji Wulandari; Vega Yoesepa Pamela; Mohamad Ana Syabana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.29779

Abstract

Ketergantungan Indonesia pada impor gandum telah mendorong minat pada alternatif tepung lokal, meskipun formulasi sebelumnya menggunakan tepung talas beneng dan MOCAF menghadapi tantangan dalam mencapai kandungan protein 10% yang disyaratkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk mengatasi hal ini, tepung kedelai Anjasmoro, yang dikenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi, dimasukkan pada tingkat (0, 5, 10, 15, dan 20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kedelai Anjasmoro terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi kering yang dibuat. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor. Hasil menunjukkan bahwa mi dengan penambahan 15% tepung kedelai mencapai tingkat protein optimal, memenuhi standar SNI, sekaligus meningkatkan kecerahan warna berkat pigmen karotenoid alami pada kedelai. Namun, peningkatan kadar tepung kedelai juga meningkatkan kehilangan saat memasak dan memperpanjang waktu memasak akibat interaksi pati-protein yang berubah, sehingga diperlukan formulasi seimbang untuk menjaga tekstur dan kualitas. Penelitian ini menegaskan potensi penggunaan tepung lokal dalam mi kering, menawarkan produk yang lebih bergizi sambil mendukung sektor pertanian Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI MINYAK ATSIRI SEREH TERHADAP SIFAT FISIK MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGGANTI BIODIESEL Theresia Sufin; Elvianto Dwi Daryono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27700

Abstract

Harga biodiesel masih belum bisa bersaing dengan harga solar karena harga bahan baku minyak nabati dan proses pembuatannya yang relatif mahal dan memerlukan banyak energi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencampurkan minyak jelantah dengan bioaditif minyak atsiri sehingga diharapkan hasil campurannya mempunyai sifat fisik seperti biodiesel. Harga minyak atsiri sereh lebih murah jika dibandingkan reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol menggunakan katalis basa yang perlu biaya lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pencampuran dan konsentrasi minyak atsiri sereh yang dicampurkan dengan minyak jelantah terhadap sifat fisiknya. Kondisi operasi penelitian meliputi volume minyak jelantah 150 mL, kecepatan pengadukan 500 rpm, waktu pencampuran 60 menit, konsentrasi minyak atsiri sereh (10, 11, 12, 13, dan 14%) dan suhu pencampuran (30, 40, dan 50°C). Penelitian dimulai dengan perlakuan zeolit sebagai adsorben, perlakuan minyak jelantah, dan pencampuran minyak jelantah yang telah dimurnikan dengan minyak atsiri sereh. Hasil penelitian mendapatkan kondisi terbaik pencampuran minyak jelantah dengan bioaditif minyak atsiri sereh pada konsentrasi minyak atsiri 10% dan suhu pencampuran 50°C dengan hasil analisis densitas 0,876 g/mL dan viskositas 4,828 cSt yang memenuhi SNI 7182-2015 serta kadar air 0,1092% yang tidak memenuhi standar.

Page 2 of 2 | Total Record : 16