cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENINGKATAN MUTU EKTRAKSI RICE BARN OIL PADI LAMPUNG MELALUI PROSES STABILISASI DEDAK Arysca Wisnu Satria; Pramahadi Febriyanto; Yuniar Luthfia Listyadevi; Irwan Sudarmanto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i2.10021

Abstract

Provinsi Lampung yang merupakan lumbung padi nasional, sehingga mempunyai potensi untuk menghasilkan minyak dedak (Rice Bran Oli). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses ekstraksi RBO dari sisa dedak hasil samping proses penggilingan padi yang ada di Provinsi Lampung. Percobaan didahului dengan proses stabilisasi dedak dengan berbagai metode, yaitu: radiasi inframerah (IR), pengovenan, dan pengukusan. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan isopropanol. Data hasil rendemen (yield) dan kandungan asam lemak bebasnya selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kondisi proses yang direkomendasikan.Hasil proses stabilisasi terbaik diperoleh dari perlakuan pengukusan selama 20 menit, dimana yield terbesar pada masing-masing ekstrak heksan dan isopropanol berturut-turut sebesar 13,52% dan 11,42%. Pada kedua kondisi tersebut diperoleh nilai kadar asam lemak bebas terendah, yaitu berturut-turut sebesar 1,02% dan 1,27%. Hasil analisis Gas Chromatograpy-Mass Spectrophotometer menunjukkan bahwa komposisi terbesarnya berupa senyawa asam oleat dan asam palmitat. Sementara itu, kondisi operasi yang direkomendasikan untuk mendapatkan yield terbesar dan nilai asam lemak bebas terkecil pada pelarut heksan dan isopropanol berturut-turut adalah 21 menit dan 24 menit.
UJI KEMAMPUAN TANIN DAUN KETAPANG SEBAGAI INHIBISI KOROSI PADA BAJA MILD STEEL DALAM PIPELINE Agus Rochmat; Galih Liantony; Yuki Diens Septiananda
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5601

Abstract

Pemanfaatan  material coating seperti  tanin diharapkan jadi alternative yang lebih aman bagi lingkungan. Penggunaan metode ekstraksi ultrasonic dengan pelarut etanol 95 % menghasilkan rendemen tannin sebesar 4,85 %. Efisiensi pengaruh formula bio-inhibitor dari waterglass dan tanin yang dihasilkan dari ekstraksi ultrasonic daun ketapang sebagai material alternatif inhibitor korosi pada pipeline. Pembuatan  materal  coating  tersebut dengan cara memadukan silika yang berasal dari waterglass dan tannin dari daun ketapang, kemudian  dilakukan pengaliran medium korosi pada pipa besi. Komposisi silika dengan tannin daun ketapang yang digunakan yaitu 50:50 dengan konsentrasi waterglass 50%. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini, bahwa pengaruh formula coating tannin dan waterglass pada material coating menyebabkan  laju  korosi semakin kecil, sebesar 171,77460 mmpy.
Cover Jurnal Volume 9 No 1 2020 Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i1.8460

Abstract

Cover Jurnal
SINTESIS NANOPRTIKEL KITOSAN MELALUI TEKNIK EMULSIFIKASI SIMULTAN DAN SELF-ASSEMBLY NANOPARTICLES SEBAGAI MATERIAL KEMASAN AKTIF Sri Agustina; Endarto Yudo Wardhono; Namiroh Namiroh; Ahmad Aldrian Alfiansyah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i2.6822

Abstract

Salah satu masalah ketahanan pangan di Indonesia adalah daya tahan produk pangan buah dan sayuran pertanian yang terbatas akibat proses distribusi dibatasi oleh jarak dan waktu. Teknologi smart packaging atau kemasan pintar dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan produk pangan buah dan sayuran pertanian. Teknologi ini akan mempertahankan integritas struktur bahan, menahan komponen bawaan yang mudah menguap, dan pembawa komponen tambahan (agen antimikroba dan antioksidan). Namun hingga saat ini, pengembangan penggunaan kemasan pintar sebagai bahan pengemas komersial masih sangat terbatas penggunaanya. Salah satu masalah yang menghambat adalah sulitnya mengintegrasikan kandungan senyawa aktif ke dalam senyawa polimer nanopartikel, sehingga kandungan senyawa aktif yang dapat terbawa oleh nanopartikel masih rendah secara kuantitas. Selain itu, kemungkinan terjadinya migrasi kandungan aktif dari material polimer ke produk pangan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya toksisitas yang dapat membahayakan fungsi organ tubuh manusia. Mengacu pada beberapa hal tersebut di atas, maka perlu diciptakan inovasi baru dalam proses preparasi material kemasan pintar yang lebih efektif dalam membawa senyawa komponen aktif dan efisien dalam alur proses pembuatannya. Melalui usulan penelitian ini, preparasi material kemasan aktif dilakukan dengan menerapkan teknologi nanopartikel berbahan dasar kitosan melalui teknik double emulsi dan self-assembly nanopaticles. Melalui modifikasi dua proses emulsifikasi yang berlangsung secara simultan, kandungan bioaktif yang terbawa oleh nanopartikel dapat ditingkatkan sehingga memiliki daya guna yang lebih baik.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF BERBAHAN BAKU LIMBAH KULIT DURIAN SEBAGAI ELEKTRODA SUPERKAPASITOR Pramahadi Febriyanto; Jerry Jerry; Arysca Wisnu Satria; Hary Devianto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5439

Abstract

Bahan karbon disintesis dari limbah kulit durian menggunakan reaktor hidrotermal pada suhu 275°C selama 1 jam. Bahan karbon yang diperoleh kemudian dipisahkan dari fasa cair dan dikeringkan dalam oven selama 12 jam dan diaktifkan dalam tungku dengan meningkatkan suhusecara bertahap hingga 800°C selama 2 jam di dalam atmosfer nitrogen dengan laju aliran gas 50 mL/menit. Sifat permukaan dari bahan karbon dipelajari menggunakan pemindaian mikroskop elektron (SEM) dan analisis Brunauer-Emmett-Teller (BET). Luas permukaan karbon aktif yang diperoleh adalah 1327 m2/g. Sifat elektrokimia karbon aktif dievaluasi dengan menggunakan Cyclic Voltammetry (CV) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Superkapasitor yang dibuat adalah kapasitor Electrical Double-Layer Capacitor (EDLC) simetris menggunakan elektrolit KOH 6 M terlarut dalam etanol. Kapasitansi spesifik yang diperoleh adalah 18 mF/g.Bahan karbon disintesis dari limbah kulit durian menggunakan reaktor hidrotermal pada suhu 275°C selama 1 jam. Bahan karbon yang diperoleh kemudian dipisahkan dari fasa cair dan dikeringkan dalam oven selama 12 jam dan diaktifkan dalam tungku dengan meningkatkan suhusecara bertahap hingga 800°C selama 2 jam di dalam atmosfer nitrogen dengan laju aliran gas 50 mL/menit. Sifat permukaan dari bahan karbon dipelajari menggunakan pemindaian mikroskop elektron (SEM) dan analisis Brunauer-Emmett-Teller (BET). Luas permukaan karbon aktif yang diperoleh adalah 1327 m2/g. Sifat elektrokimia karbon aktif dievaluasi dengan menggunakan Cyclic Voltammetry (CV) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Superkapasitor yang dibuat adalah kapasitor Electrical Double-Layer Capacitor (EDLC) simetris menggunakan elektrolit KOH 6 M terlarut dalam etanol. Kapasitansi spesifik yang diperoleh adalah 18 mF/g.  
KONVERSI HIDROKARBON MENJADI OLEFIN MELALUI PERENGKAHAN TERMAL DAN KATALITIK Septian Arief Nur Rahman; Anton Irawan; Teguh Kurniawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i1.8132

Abstract

Proses produksi olefin (CnH2n) dengan proses perengkahan hidrokarbon dapat dibagi menjadi empat bagian utama yaitu perengkahan, pendinginan, kompresi dan pemisahan. Dua jenis produk utama olefin yang sangat dikenal, yaitu etilena dan propilena. Pada bagian awal proses produksi yaitu perengkahan yang terjadi di dalam tungku pembakaran yang merupakan tempat terjadinya pembakaran untuk mengkonversi bahan baku hidrokarbon menjadi olefin dengan bantuan uap air panas. Tungku pembakaran dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu area radiasi dan area konveksi. Reaksi utama terjadi di area radiasi. Bahan baku yang utama, yaitu etana, propana dan nafta. Masing-masing bahan baku mempunyai rendemen produk olefin yang berbeda-beda. Disisi lain dari perengkahan hidrokarbon ini terbentuknya residu karbon. Beberapa cara untuk mengontrol pembentukan residu karbon yaitu dengan pemilihan material pipa, seperti campuran Cr-Si dengan komposisi tinggi, atau dengan pelapisan Al, Cr, Si, kemudian dengan penambahan sulfur di umpan hidrokarbon, peningkatan rasio uap panas terhadap hidrokarbon dan dengan penambahan additif. Perengkahan secara katalitik berpotensi dikembangkan lebih lanjut karena mempunyai konsumsi energi yang lebih rendah dan selektivitas olefin yang lebih fleksibel, meskipun demikian penelitian lebih jauh perludilakukan untuk memperoleh katalis yang sesuai dengan kebutuhan.  Kata kunci :
UJI KARAKTERISTIK PENCAMPURAN BIODIESEL MINYAK JELANTAH DAN BIODIESEL MINYAK KESAMBI Dwi Ardiana Setyawardhani; Ajeng Tenri Yola Widiasri; Marttina Rahman
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i2.12213

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar pengganti solar yang bersifat biodegradable, renewable, dan memiliki angka setana yang lebih tinggi. Biodiesel dapat diproduksi dari berbagai minyak nabati atau lemak hewani. Penelitian ini memilih minyak kesambi dan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel. Minyak kesambi berpotensi untuk dijadikan biodiesel karena tergolong non-edible oil. Sedangkan pemanfaatan minyak jelantah dapat mengurangi limbah, mengurangi resiko penyakit berbahaya, dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Biodiesel diproduksi melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Proses esterifikasi berlangsung pada suhu 50oC selama 60 menit dengan penambahan 0,5% v/v katalis asam sulfat 98% dan 20% v/v metanol. Proses transesterifikasi berlangsung pada suhu 50oC selama 60 menit dengan penambahan 2% w/w katalis kalium hidroksida dan metanol dengan perbandingan volume metanol : minyak yaitu 1 : 5. Rasio (%vol) pencampuran biodiesel minyak jelantah (BJ) dan biodiesel minyak kesambi (BK) yaitu 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20, 100:0. Karakteristik biodiesel yang diuji meliputi densitas pada 40oC, viskositas kinematik pada 40oC, kadar FFA, angka asam, kadar air, dan flash point. Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Standard Testing and Material (ASTM) digunakan sebagai penentu kualitas campuran biodiesel. Pencampuran kedua biodiesel dapat meningkatkan viskositas kinematik, kadar FFA, angka asam, flash point biodiesel minyak jelantah dan densitas biodiesel minyak kesambi. Kata Kunci: Biodiesel, Minyak Jelantah, Minyak Kesambi, Pencampuran 
Cover Jurnal Volume 8 No 1 2019 Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.6466

Abstract

Cover Jurnal Volume 8 No 1 2019
PENGARUH LAJU PEMBEBANAN SUBSTRAT TERHADAP PRODUKSI ASAM LAKTAT BERBAHAN BAKU MOLASE Rahmayetty Rahmayetty; Nufus Kanani; Intan Fauziah; Nurul Ukhdiya
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i2.6963

Abstract

Asam laktat merupakan bahan baku industri polimer PLA (poliasam laktat) yang bersifat biodegradable dan biocompatible. Harga PLA masih jauh diatas harga plastik konvensional. Upaya terus dilakukan untuk mengurangi harga produksi PLA agar bisa bersaing dengan plastic konvensional, salah satunya adalah mencari alternatif bahan baku yang murah. Bahan baku yang menjanjikan adalah molase. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan laju pembebanan substrat molase yang menghasilkan asam laktat optimum. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu inokulasi Lactobacillus acidophilus, fermentasi molase dan pemurnian asam laktat. Bioreaktor yang digunakan adalah biorektor anaerobik dengan volume 1000 ml. Inokulasi Lactobacillus acidophilus dilakukan dalam medium MRS pada suhu 38°C selama 12 jam. Pada sistem fed batch, substrat dimasukkan secara simultan, dengan variasi laju alir pembebanan substrat 22,2; 33,3; 44,4 dan 66,7 ml/jam. Temperatur fermentor dijaga konstan pada 38oC selama 72 jam. Proses pemurnian dilakukan dengan menambahkan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan diasamkan dengan larutan asam sulfat 0,01M pada temperature 70°C sehingga menghasilkan asam laktat dan kalsium sulfat (gypsum). Gipsum dan asam laktat disaring sehingga asam laktat terpisah dari gipsum. Laju spesifik pembentukkan produk (qp) tertinggi sebesar 16,065 gP/gS dengan konsentrasi asam laktat sebesar 8,3 g/L terbentuk pada laju pembebanan substrat sebesar 33,3 mg/L.
PEMBUATAN GLUKOSA DARI KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) DENGAN PROSES HIDROLISIS Agatha Permatasari Mayang; Reni Puspita Sari; Rif'an Fathoni
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5608

Abstract

Kulit Pisang merupakan salah satu limbah yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu kandungan kulit pisang kepok adalah pati (karbohidrat). Pati kulit pisang dapat terkonversi menjadi gula dengan metode hidrolisis. Penelitian ini bertujuan mengkonversi pati kulit pisang kepok menjadi glukosa dan mencari hasil yang optimal dari kadar glukosa, yield dan pH. Proses hidrolisis menggunakan H­2SO4 dengan waktu reaksi (20, 40, 80, dan 60 menit) dan Rasio pati kulit pisang kepok (5, 10, dan 15 gram). Hasil penelitian menunjukkan hasil optimal terdapat pada 10 gram rasio pati kulit pisang kepok di menit ke 60 dengan kadar glukosa sebesar 0,073 ppm, yield 2,4358 % dan pH 6,5.

Page 11 of 20 | Total Record : 200