cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGARUH IMPREGNASI KOH PADA KATALIS BENTONIT BOJONG MANIK LEBAK BANTEN DALAM SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Meri Yulvianti; Agus Rochmat; Ali Faozin; M. Abdurahman Aziz; Sartika Arbantini
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.14723

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel from renewable resources that is more environmentally friendly. This study aimed to obtain the optimum conditions for making biodiesel from used cooking oil based on the percentage of NaOH impregnation on bentonite catalysts from Bojong Manik Lebak Banten. The biodiesel synthesis method used is base transesterification. The impregnation process prepared bentonite as a catalyst at variations of %KOH, namely 20, 26, 31, and 35% (w/w). The biodiesel reaction was carried out at a temperature of 60°C and a reaction time of 3 hours using a 3% catalyst for the amount of used cooking oil. The results were obtained at optimum conditions on a catalyst of 26% KOH (w/w) with a biodiesel yield of 91.2%, density of 0.870 g/mL, the viscosity of 4.1 cSt, the flash point of 129°C, and methyl ester content of 97.48%.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH SABUT PINANG ASAL PULAU TIMOR SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM Ca DAN Mg DALAM AIR TANAH Matius Stefanus Batu; Emerensiana Naes; Maria Magdalena Kolo
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.13181

Abstract

The production of activated carbon from areca nut waste as a biosorbent for Ca and Mg in groundwater has been done. This research aimed to determine the ash content, water content, and iodine number of activated carbons from areca nut waste and determine the optimum contact time and adsorption capacity for the adsorption of Ca and Mg in groundwater. Activated carbon making is done by carbonation and activation. The activator used was H2SO4 1,5 M with a soaking time of 24 hours. The adsorption process is carried out in batches with variations in contact time. The results showed that the activated carbon from areca nuts waste had an ash content of 14,97%, water content of 7,17%, iodine number of 1,079.19 mg/g, and the FTIR characterization results showed that activated carbon has the functional groups OH, CH, CO, C≡C, C=C and C=O. The optimum time condition for the adsorption of areca fiber-activated carbon to calcium and magnesium in groundwater is at a contact time of 90 minutes with an adsorption capacity of 2.1196 mg/g for Ca and 0.7540 mg/g for Mg.
STUDI PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KOMPOSISI CAMPURAN SERBUK PINANG TERHADAP MUTU KOMPOS Jerry Jerry; Fikri Arsil
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.13512

Abstract

Proses pengomposan dengan berbagai sisa tumbuhan telah dikaji. Bahan yang digunakan pada penelitian ini berupa serbuk biji pinang, tumbuhan tithonia sp, dan kotoran sapi. Bahan-bahan tersebut masih efektif untuk dijadikan bahan baku kompos karena memiliki unsur hara makro yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan serbuk pinang sebagai bahan utama terhadap mutu kompos yang dihasilkan. Proses pembuatan kompos dilakukan secara anaerob selama 28, 35, dan 42 hari dengan komposisi serbuk pinang 25, 50, dan 75% dengan perbandingan kotoran sapi dan tumbuhan titonia dibuat perbandingan 1:1 (w/w). Pupuk kompos dikarakterisasi dengan metode destruksi basah untuk melihat kandungan makro kompos. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimal pada komposisi serbuk pinang 25% dan waktu pengomposan 35 hari dengan kandungan N total 2,50%, P total 1,49% dan K total 1,06%. Hasil ini telah memenuhi standar komersial sesuai dengan SNI 19-7030-2004.
ENKAPSULASI MINYAK CENGKEH DENGAN BAHAN DINDING WHEY PROTEIN CONCENTRATE (WPC) MELALUI TEKNIK EMULSIFIKASI Laeli Kurniasari; Fatnawati Nur Hidayah; Kun Ma'adella Nafisawati
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.13600

Abstract

Minyak cengkeh mempunyai fungsi sebagai antioksidan, anti penuaan, dan antimikroba. Penyimpanan dan pemanfaatan minyak cengkeh dalam bentuk cair mempunyai beberapa kelemahan seperti kelarutan dalam air dan stabilitas pada suhu ruang yang rendah, serta potensi penurunan kualitas selama proses penyimpanan. Oleh karena itu diperlukan modifikasi proses guna mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, diantaranya adalah melalui proses enkapsulasi. Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi bahan aktif dengan cara melapisinya dengan bahan dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mengenkapsulasi minyak cengkeh dengan menggunakan whey protein concentrate (WPC) sebagai bahan dinding. Adapun variabel pada percobaan ini adalah konsentrasi minyak cengkeh sebesar 0,5; 1; dan 1,5%. Larutan WPC ditambahkan minyak cengkeh sesuai konsentrasi tersebut dalam alat homogenizer. Selanjutnya larutan diultrasonik guna mendapatkan bentuk padatan, larutan kemudian dikeringkan beku. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen serbuk minyak cengkeh sebesar 79-84% dengan efisiensi enkapsulasi tertinggi pada konsentrasi minyak cengkeh 1% yaitu sebesar 30%. Dari hasil analisis FTIR terlihat adanya interaksi antara minyak cengkeh dengan WPC sedangkan analisis SEM menunjukkan bahwa partikel cenderung berbentuk tidak beraturan dan terjadi pula aglomerasi partikel.
PENGARUH TEMPERATUR DAN ARAH ALIRAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENUKAR PANAS NTU (Ɛ -NTU) PADA ALAT PENUKAR PANAS TIPE PLATE AND FRAME Reni Yuniarti; Feerzet Achmad; Yuniar Luthfia Listyadevi; Lisa Angraini; Muhammad Alfarizi Tazkia; Suhartono Suhartono; Suharto Suharto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.13989

Abstract

Alat penukar panas merupakan salah satu alat yang digunakan sebagai perpindahan panas antara dua fluida yang memiliki temperatur yang berbeda. Alat penukar panas memiliki tipe dan desain struktur yang berbeda, salah satu alat yang digunakan yaitu Plate and Frame Heat Exchanger (PFHE). Tujuan penelitian PFHE ini adalah untuk mengetahui pengaruh kenaikan temperatur fluida panas masuk dengan perbedaan arah aliran fluida terhadap efektivitas penukar panas NTU (ɛ-NTU). Penelitian ini dilakukan pada temperatur fluida panas 39-52°C pada arah aliran searah dan arah aliran berlawanan arah. Fluida panas dan fluida dingin yang digunakan pada penelitian ini yaitu air karena proses perpindahan panas yang baik dan tidak berbahaya. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa meningkatnya temperatur fluida panas masuk diperoleh kenaikan efektivitas penukar panas NTU (ɛ-NTU) pada arah aliran searah maupun pada arah aliran berlawanan arah. Nilai ɛ-NTU pada arah aliran berlawanan arah adalah 31,97-38,80% dan nilai ɛ- NTU pada arah aliran searah adalah 24,13-27,95%. Nilai ɛ-NTU pada arah aliran berlawanan arah lebih besar dari pada arah aliran searah. Ini menunjukan bahwa arah aliran berlawanan arah lebih efektif melakukan proses perpindahan panas dari pada arah aliran searah.
PENENTUAN JENIS OKSIDATOR DAN JUMLAH SIKLUS PROSES TERBAIK PADA TAHAP PRETREATMENT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR OXAMYL Gallan Kusuma; Endarto Yudo Wardhono; Rahmayetty Rahmayetty
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.14734

Abstract

Penggunaan oxamyl sebagai bahan aktif dalam pembuatan produk pestisida menghasilkan produk samping yang digolongkan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun serta non biodegradasi dengan nilai chemical oxygen demand (COD) yang tinggi. Saat ini, proses pengolahan limbah oxamyl masih menggunakan metode konvesional dengan biaya proses yang cukup tinggi. Teknologi yang efektif dan efisien untuk mengolah limbah dari golongan karbamasi adalah teknologi advance oxydation processes (AOP). Metode ini mengkombinasikan beberapa reaksi yaitu, ozonisasi dengan gelombang ultra violet (UV) serta oksidator kuat peroksida dan persulfat untuk menghasilkan radikal bebas OH-. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan jenis oksidator dan jumlah siklus proses terbaik terhadap laju degradasi COD dan %Oxamyl. Pengolahan limbah oxamyl menggunakan 3 oksidator yaitu peroksida, persulfat, dan campuran peroksid & persulfat. Dosis oksidator yang digunakan adalah 5000 ppm. Hasil terbaik dari tahap ini dialirkan oleh pompa untuk disirkulasi di rangkaian alat AOP dengan jumlah siklus proses yaitu 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, dan 160. Pada penelitian ini, oksidator terbaik adalah campuran antara peroksida dan persulfat dalam rentang waktu 48 jam dengan nilai COD dan kandungan oxamyl masing-masing sebesar 4254,63 ppm, 0,31% dan 43173,21 ppm 1,9%.
KARAKTERISASI PENGARUH PENAMBAHAN IOTA KARAGENAN PADA EMULSI SUSU KACANG KORO Denni Kartika Sari; Indar Kustiningsih; Annas Eko Oktawiyono; Rosihan Apris Eko Prastyo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.12295

Abstract

Kacang koro merupakan salah satu produk lokal yang belum banyak dikembangkan. Pengolahan susu kacang koro pedang membutuhkan sistem emulsi yang baik untuk meningkatkan stabilitas dari produk yang dihasilkan dan meningkatkan keawetan produk olahan kacang koro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penambahan emulsifier, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan terhadap laju pengendapan susu kacang koro pedang pada stabilitas emulsi dengan pendekatan pengukuran creaming index, hukum stoke dan brown. Konsentrasi emulsifier divariasikan 0,07, 0,08, 0,09, dan 0,1 gram. Untuk kecepatan pengadukan 3000, 6000, dan 9000 rpm serta untuk waktu pengadukan 5, 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi emulsifier dan kecepatan pengadukan berpengaruh terhadap viskotitas dan stabilitas emulsi. Sedangkan semakin lama pengadukan akan memperkecil viskositas dan mempercepat pemisahan.  Hasil emulsi terbaik didapatkan pada variasi kecepatan pengadukan 9000 rpm, konsentrasi Iota karagenan sebesar 0,1 gram, dan lama pengadukan selama 5 menit dengan pendekatan pengukuran creaming index. Analisis ANOVA menunjukan bahwa kecepatan pengadukan, konsentrasi pengemulsi, dan waktu pengadukan pada proses emulsi susu kacang koro berpengaruh signifikan dengan nilai creaming index dimana nilai F hitung (F) < F tabel (Fcrit). Hal tersebut terlihat pula pada analisis respond surface yang didapatkan. Pengukuran stabilitas emulsi pendekatan metode stoke lebih efektif dibandingkan dengan metode Brown.
STUDI KINETIKA EKSTRAKSI MINYAK GAHARU DENGAN KOMBINASI FERMENTASI Dyra Raihan Fauziah; Arysca Wisnu Satria; Reni Yuniarti
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.14640

Abstract

Gaharu adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak dijumpai di berbagai wilayah dan tipe hutan di Indonesia. Pemilihan gaharu sebagai bahan penelitian karena gaharu memiliki nilai komersial yang tinggi dan untuk memperoleh minyaknya cukup sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fermentasi terhadap hasil rendemen (yield) minyak gaharu. Percobaan ini didahului dengan persiapan bahan yaitu: pencacahan, penghalusan, dan pengeringan. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan pelarut n-heksana. Data hasil rendemen dan kandungan asam lemak bebasnya dianalisis guna mengetahui kondisi proses yang direkomendasikan. Proses perlakuan awal fermentasi dilakukan selama 2, 3, 4, dan 5 hari dan proses ekstraksi dilakukan sebanyak 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 siklus. Hasil proses fermentasi terbaik diperoleh dari perlakuan fermentasi selama 5 hari selama 12 siklus sebesar 0,3376 g minyak gaharu/g gaharu dan pada kondisi tersebut asam lemak bebas yang dihasilkan sebesar 6 mg NaOH/g sampel. Hasil bilangan asam yang digunakan masih memenuhi SNI dari minyak gaharu. Hasil analisis studi kinetika ekstraksi didapatkan model yang paling sesuai untuk substrat minyak gaharu, yaitu power law dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,95.
EKSTRAKSI KITIN DARI JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN REAKTOR MICROWAVE Nufus Kanani; Wardalia Wardalia; Widya Ernayati; Endarto Yudo Wardhono; Rahmayetty Rahmayetty; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Tazkia Nuraviari Adeliana; Bimo Martino
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15687

Abstract

Kitin adalah homopolimer yang tersusun dari N-acetyl d-glucosamine dan glucosamine yang terikat dengan β 1–4 glycosidic. Kitin umumnya diperoleh dari ekstraksi kulit udang melalui proses deproteinasi dan demineralisasi dengan tahapan proses yang lama dan panjang. Pada penelitian ini dilakukan isolasi kitin dari jamur tiram sebagai alternatif sumber bahan baku dengan bantuan reaktor microwave. Proses ekstraksi dilakukan pada variasi waktu antara 5-60 menit untuk memperoleh kadar protein yang optimum. Selanjutnya dilakukan variasi temperatur antara 50-80°C untuk memperoleh kadar kitin. Hasil perolehan kadar protein tertinggi didapatkan pada waktu reaksi selama 60 menit yaitu 99,91% dan kadar kitin tertinggi diperoleh pada temperatur 80°C dengan kadar kitin yang didapatkan sebesar 7,10%.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU PADA PENINGKATAN NILAI GIZI MINUMAN KESEHATAN AREN JAHE Yeyen Maryani; Herayati Herayati; Agus Rochmat; Widya Ernayati Kosimaningrum; Ahmad Buhari; Ika Rifqiawati; Ina Indriana; Hani Nurul Fadhilah; Muhammad Farhan
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.16788

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar bagi manusia adalah pangan. Jika ketersediaan pangan relatif lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan maka akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi secara nasional. Oleh karena itu, penting untuk menggali potensi sumber daya alam khususnya pangan yang terdapat di suatu daerah untuk diproduksi dan dikembangkan, misalnya pada Provinsi Banten yang mempunyai berbagai jenis pangan lokal salah satunya yaitu aren. Gula aren jahe sari kacang hijau telah berhasil diproduksi dan dianalisis kandungan nutrisinya melalui uji tingkat kesukaan produk dengan uji organoleptik, kadar air menggunakan metode mouisture analyzer, kadar abu menggunakan metode pemanasan, kadar protein menggunakan metode kjeldahl, kadar lemak menggunakan metode soxhlet, kadar gula menggunakan metode Luff Schoorl, dan aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP. Berdasarkan pengujian tersebut diperoleh kandungan nutrisi terbaik pada variasi gula aren jahe 70%:sari kacang hijau 30% dengan tingkat kesukaan yang paling tinggi dan hasil analisis yang hampir memenuhi SNI 01-4320-1996 tentang syarat mutu serbuk minuman tradisional yang memiliki kadar air 1,27%, kadar abu 1,35%, kadar protein 5,75%, kadar lemak 0,46%, kadar gula 97,54%, dan terbukti memiliki kandungan antioksidan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.