cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Utilization Of Fruits, Leaves, And Petioles Extract Of Bilimbi (Averrrhoa Bilimbi Linn.) In Detergent Synthesis Muhammad Triyogo Adiwibowo; Dela Ayu Fitria; Karen Erlangga; Wardalia Wardalia
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.11578

Abstract

Bilimbi (Averrhoa bilimbi Linn.) contains saponins which are natural surfactants. Due to their cleaning properties, saponins can be developed as raw materials for detergent production. The synthesis of detergent with the addition of fruits, leaves, and petioles extract of the bilimbi has been successfully carried out. A series of tests, namely organoleptic, pH, foam stability and quantity, hedonic, and detergency tests, were performed to evaluate the quality of detergents. From the organoleptic test, it was found that the addition of the extract caused the detergent to change color to brownish, with a slight increase in density and a slight decrease in pH, and relatively did not change the phase and fragrance of the detergent. The addition of extract did not increase the quantity of foam produced but could increase the stability of the resulting foam. The hedonic test shows a relatively good level of panelist preference. The detergency from the stain removal test shows that the detergent has fairly good detergency.
Pengaruh Suhu Reaksi Dan Konsentrasi Katalisator Zeolit Alam Bayah Termodifikasi Pada Reaksi Esterifikasi Nuryoto Nuryoto; Wijoyono Setionegoro; Muhammad Ridwan Mubarok
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.10531

Abstract

Suhu reaksi dan konsentrasi katalisator  merupakan faktor yang mempengaruhi kecepatan suatu laju reaksi kimia. Peningkatan suhu reaksi akan berdampak pada peningkatan tumbukan pada molekul zat yang bereaksi, sementara peningkatan konsentrasi katalisator  padat akan meningkatan jumlah sisi aktif yang akan berinteraksi dengan reaktan yang terlibat di dalam sistem bereaksi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauhmana dan  seberapa efektif pengaruh suhu dan konsentrasi katalisor padat berupa zeolit alam bayah termodifikasi pada reaksi esterifikasi etanol dan asam asetat. Observasi dilakukan dengan menggunakan reaktor  batch dengan waktu reaksi selama 60 menit.  Hasil observasi menunjukan bahwa konversi reaktan berbasis  asam asetat tertinggi diperoleh  sebesar  23,41%,  yang   dicapai  pada suhu reaksi 70oC dan konsentrasi zeolit alam Bayah 10% massa asam asetat.
BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG SECARA ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI Rudi Hartono; Heri Heryanto; Wardalia Wardalia; Rusdi Rusdi; Niki Dwiyasa; Tomi Yudha Tama
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.11397

Abstract

Sumber energi minyak dan gas bumi tidak dapat diperbaharui kembali, persediaanya semakin menipis dan pengembangan produksinya terbatas, sebelum krisis minyak bumi terjadi, hendaknya harus ada bahan bakar alternatif yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan. Sumber energi alternatif yang mulai dikembangkan adalah sumber energi biofuel dari minyak nabati seperti minyak biji nyamplung. Kendala penggunaan minyak nyamplung yaitu bilangan asam dan viskositas yang cukup tinggi. Bilangan asam minyak nyamplung yang tinggi harus diturunkan agar biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar mutu SNI Biodiesel.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan rasio molar metanol dengan minyak dan waktu reaksi transesterifikasi terbaik untuk memperoleh biodiesel yang berkualitas (bilangan asam, kadar FFA, viskositas, densitas serta kadar air). Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan proses produksi biodiesel yaitu metode esterifikasi-transesterifikasi. Kondisi operasi dan variabel yang digunakan adalah pada suhu reaksi 60°C serta perbandingan rasio mol minyak terhadap metanol yaitu 1:5 , 1:6 dan 1:7 selama 50, 60 dan 70 menit  pada tahap transesterifikasi.Hasil penelitian yang terbaik  berdasarkan kualitas biodiesel yang memenuhi standar SNI 7182:2015 adalah proses esterifikasi-transesterifikasi pada rasio molar 1:6 selama 60 menit dengan bilangan asam 10,4 mg KOH/g sampel, viskositas 3,22 cSt, densitas yaitu 0,821 gr/mL, kadar air 0.052% dan  rendemen 62% (v/v).
Implementasi Metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) TULTA Untuk Pengolahan Limbah Industri Minuman Ringan Hendra Permana; Fatah Sulaiman; Marta Pramudita
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.11261

Abstract

Tahapan suatu proses akan menghasilkan limbah, seperti di industri minuman ringan berkemasan. Serta adanya peraturan pemerintah yang mengatur standar baku mutu air limbah sebelum dibuang ke Lingkungan. Dari hasil pengamatan di bulan November 2019 selama 30 hari, ada 2 hari atau sekitar 6.7% effluent limbah cair dari industri minuman ringan ini memliki kadar COD yang masih melebihi baku mutu Pemerintah, ini menunjukkan adanya permasalahan pada Waste Water Treatment (WWT) yang harus diselesaikan. Penyelesaian masalah ini menggunakan metoda Plan-Do-Check-Action (PDCA) Tujuh Langkah Tujuh Alat (TULTA) yang terdapat pada Statistical Process Control (SPC).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kandungan Limbah cair industri minuman ringan seperti kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) nya dan juga akan melakukan perbaikan bila diketahui kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) effluent yang dibuang ke Lingkungan melebihi baku mutu yang ditetapkan Pemerintah dengan metoda Plan-Do-Check-Action (PDCA)Penelitian dilakukan melalui proses observasi dan pengumpulan data parameter limbah cair Waste Water Treatment (WWT) yang akan dibuang ke lingkungan. Dari parameter checksheet harian Waste Water Treatment (WWT) selama 30 hari, ditemukan 2 kali parameter Chemical Oxygen Demand (COD) nya lebih tinggi dari spesifikasi yaitu > 100 mg / L, sedangkan parameter lain seperti BOD, TSS, pH, kandungan minyak & lemak masih dalam spesifikasi. Untuk itu dilakukan penyelesaian masalah menggunakan metode PDCA untuk kadar Chemical Oxygen Demand (COD) yang mengalami out of specification. Dimulai dengan penetapkan tema dan masalah, mengidentifikasi akar permasalahan, menetapkan tindakan penanggulangan, implementasi perbaikan, standarisasi dan langkah selanjutnya.Dari hasil analisa, pada kondisi awal Capability Index (Cpk) kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) masih rendah yaitu berkisar 1.03 yang masih lebih rendah dari standar 1.33. Setelah dilakukan analisa akar penyebabnya, ditemukan beberapa kali masalah pada suplai oksigen pada proses aerasi yang tidak lancar, akibat penyumbatan pada strainer inlet blower. Hal tersebut menyebabkan proses aerasi tidak maksimal. Tetapi setelah dilakukan tindakan penanggulangan, dengan cara membuat jadwal pembersihan strainer secara berkala sebelum mencapai delta pressure (P) yang menandai tersumbatnya strainer. Dan dari monitoring hasil, tidak pernah lagi mendapatkan hasil Chemical Oxygen Demand (COD) yang keluar dari spesifikasi dan Capability Index (Cpk) juga meningkat menjadi 4.26 > 1.33.Setelah berhasil mengatasi permasalahan kadar Chemical Oxygen Demand (COD), dibuatkan standarisasi hasil dan cara pengoperasian sistem air limbah sehingga semua parameter dalam spesifikasi / sesuai peraturan pemerintah.
Analisis Kandungan Nitrat, Nitrit , Dan Ammonia Dalam Air Sebagai Medium Release Dari Pupuk Urea Pelepasan Terkendali Untuk Mengindentifikasi Pengaruhnya Terhadap Lingkungan Dandi Irwanto; Rozak Bahaudin; Reyonaldo Langgeng Adi Wardana; Fakhri Muhammad; Muhammad Luthfi; Maulana Suyuti; Indar Kustiningsih; Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Jayanudin Jayanudin
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.10066

Abstract

Kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia dalam lingkungan hasil dari pelepasan pupuk urea konvensional menjadi parameter terhadap pencemaran lingkungan. Pupuk urea pelepasan terkendali diharapkan mampu mengurangi pencemaran linkungan karena mampu mengurangi kandungan nitrogen disebabkan oleh meningkatnya efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia dari release pupuk urea pelepasan terkendali dalam medium air. pembuatan pupuk urea pelepasan terkendali menggunakan metode crosslink emulsi. Pupuk urea pelepasan terkendali yang terbentuk dilakukan uji release dalam medium air (aquadest). Medium release kemudian dianalisis untuk mengetahui kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia sebagai parameter pencemaran lingkungan. Hasil analisis menunjukan bahwa kandungan nitrat dan nitrit yang di uji release mulai 1 – 30 hari masih dibawah ambang batas. Sedangkan kandungan ammonia seluruh variabel masih tinggi. Hal ini disebabkan kemungkinan kondisi medium release yang digunakan berupa aquadest dengan pH netral sehingga banyak terbentuk ammonia.
Pyrolysis Carbonization of Sago Starch Haryadi Wibowo; Arenst Andreas Arie; Budi Husodo Bisowarno
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.11289

Abstract

Battery requirements are increasing over time, the anode for sodium ion batteries (SIB) can use amorphous carbon. Carbon synthesis is carried out via pyrolysis. Research on the synthesis of carbon derived from sago starch is still rare. This study aims to determine the carbon characteristics of sago starch treated with nitrogen doping according to the SIB anode by taking into account the morphology, size distribution, material structure, material composition, and the distance between layers. The carbonization method used in this research is the pyrolysis process at 900 o C for 1 hour. Variations in the experiment were carried out through direct pyrolysis process with variations of urea against starch 3:1, 2:1, and pure starch. The experimental results were analysis using SEM (EDS) and XRD. The results showed that the pyrolysis process doped with nitrogen with a ratio of 3:1 urea had an interlayer distance of 0.353304 nm, 2:1 had an interlayer of 0.368059 nm, and 0.390178 nm of pure sago starch. This value indicates that carbon is a non-graphite material (> 0.3354 nm). The carbon produced from pyrolysis produces carbon that is amorphous and has a similar shape, which is like wood.
SINTESIS BLEND FILM PLA-PATI MENGGUNAKAN ASAM ASETAT GLASIAL SEBAGAI COMPATIBILIZER Wahyu Saptahadi; Vivi Anggraeni; Putri Shaufika Nazmi; Rahmayetty Rahmayetty
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.11399

Abstract

Pati singkong merupakan polimer yang bersifat hidrofilik sehingga bila dikompositkan dengan PLA yang bersifat hidrofobik menyebabkan dispersi pati dalam matrik PLA yang tidak sempurna. Hal ini terjadi karena ketidakhomogenan antara sifat hidrofobik dari PLA dan hidrofilik dari pati. Untuk menjembatani hal tersebut dalam pembuatan blend film PLA/pati dengan metode casting membutuhkan compatibilizer asam asetat glasial agar film yang dihasilkan homogen. Blend film yang dihasilkan kemudian dianalisa tensile strength, elongation at break dan titik leleh. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan karakteristik blend film terbaik pada penambahan 3 ml asam asetat glasial dengan nilai tensile strength 16,6 MPa, elongation at break 13% dan titik leleh 103,1oC.
SENSOR ELEKTROKIMIA MENGGUNAKAN NANOKOMPOSIT ZnO/CARBON NANOTUBES PADA MIKROFLUIDA KERTAS Roekmono Roekmono; Harsono Hadi; Luthviyah Muhimmah; Rio Akbar Yuwono; Ruri Agung Wahyuono
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5521

Abstract

Sensor senyawa bio yang sederhana, murah dan andal merupakan salah satu objek pengembangan teknologi sensor untuk diagnosis klinik. Dalam aplikasi lab on paper, sensor senyawa bio berbasis kertas merupakan tantangan penelitian tersendiri karena membutuhkan desain elektroda yang mampu memisahkan plasma darah sekaligus berfungsi untuk melakukan sensing  terhadap target senyawa yang akan diukur. Pada penelitian ini, elektroda sensor senyawa bio diintegrasikan pada microfluida berbasis kertas untuk mendeteksi kandungan glukosa dan asam askorbat dalam simulated body fluid secara simultan dengan menggunakan metode elektrokimia (cyclic voltammetry, CV). Adapun elektroda kerja aktif terbuat dari kertas filter yang dilapisi karbon konduktif dan komposit ZnO/multi-walled carbon nanotubes (MWCNTs) dengan variasi fraksi massa MWCNTs 0.1, 2 dan 8% untuk pengukuran asam askorbat dan glukosa dalam simulated body fluid dengan kosentrasi 0.02 – 5.12 mM. Hasil terbaik didapatkan dengan penggunaan fraksi massa MWCNTs 2%, karakteristik linier (R2 > 0.8) dari nilai respon arus menunjukkan sensitivitas (gradien) untuk pengukuran asam askorbat sebesar 0.02 µA/mM.cm2 dan sensitivitas pengukuran glukosa sebesar 0.08 µA/mM.cm2, dengan integral respon arus sebesar 10 – 35 % dari total arus CV yang terekam.
PELUANG OLEORESIN JAHE SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKU BERKELANJUTAN UNTUK OBAT-OBATAN Jayanudin Jayanudin; Rochmadi Rochmadi; Mohammad Fahrurrozi; Sang Kompiang Wirawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i2.6776

Abstract

Jahe oleoresin adalah produk dari rimpang jahe melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut organik. Komponen aktif oleoresin jahe adalah sama dengan rimpang jahe seperti gingerol dan zingiberene sementara shogaol diperoleh dari proses dehidrasi selama penyimpanan dan ekstraksi. Bahan aktif seperti gingerol, shogaol, zingiberene dapat digunakan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker. Jahe oleoresin memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku alami dan berkelanjutan untuk industri farmasi
REACTIVE DIVIDING WALL COLUMN (RDWC) PADA PRODUKSI DIETIL KARBONAT Devina Affriani Reyga Riswandi; Michelle Tanujaya; Yansen Hartanto; Herry Santoso
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5494

Abstract

In this era, the needs for chemicals are increasing. One of them is an additive called diethyl carbonate that is produced by the transesterification reaction of dimethyl carbonate and ethanol. To produce diethyl carbonate by conventional distillation with high purity is expensive and requires a lot of energy, so that new breakthroughs and innovations are needed to overcome this problem. The new breakthrough and innovation proposed in this study is Reactive Dividing Wall Column (RDWC). The purpose of this study is to design an RDWC model and optimize the Reactive Dividing Wall Column. In this study, Aspen Plus software was used. The operating unit model used was RadFrac. The thermodynamic model used was the UNIQUAC model. Then using the literature on reactive distillation, the data were validated. After it was valid, the data will be used to design and optimize RDWC. Variables for optimization are: number of reactive trays, number of trays with a wall, total tray number, and DMC feed location. The results showed that RDWC  for the production of diethyl carbonate produced a lower value of TAC than conventional methods. The TAC value obtained was $1,310,706,938 / year. The Reactive Dividing Wall Column design for optimum diethyl carbonate production has a total number of 24 reactive stages, a total number of 26 wall stages, 77 total stages and dimethyl carbonate feed locations on the 71st stage.

Page 9 of 20 | Total Record : 200