cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Studi Awal Pemanfaatan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella sebagai Pewarna Kain Maria Inggrid; Adilavi Sima; Yansen Hartanto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i1.8087

Abstract

Bunga rosella merupakan jenis tanaman yang memiliki banyak manfaat. Kandungan pada bunga rosella yang banyak digunakan yaitu senyawa antosianin. Pada umumnya antosianin digunakan sebagai antioksidan untuk mencegah penyakit seperti penyakit jantung dan kanker. Selain sebagai antioksidan, antosianin juga dapat digunakan sebagai pewarna alami.  Penggunaan pewarna alami bertujuan untuk mengurangi permasalahan terkait dengan kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan dari pemakaian zat pewarna sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan zat warna antosianin dari kelopak bunga rosella dalam pewarnaan tekstil, mempelajari pengaruh jenis dan metode mordan terhadap kadar warna yang diserap oleh kain. Zat warna diperoleh melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut air. Mordan yang digunakan yaitu FeSO4, CuSO4 dan Al2(SO4)3. Sedangkan metode yang digunakan adalah premordanting dan metamordanting. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mordan yang paling baik dalam serapan zat warna yaitu FeSO4 sedangkan metode yang paling baik adalah premordanting.
PENGARUH SUHU UDARA PENGERING DAN KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP LAJU DEPOSISI PARTIKEL DI DINDING RUANG SPRAY DRYER SKALA PILOT Hafid Alwan; Jayanudin Jayanudin; Nicken Ayoe Fajrianto; Artika Sari Septiaziz
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i2.12915

Abstract

Metode spray dryer secara umum banyak digunakan di industri untuk mengeringkan produk makanan dan obat-obatan (farmasi). Dengan menggunakan metode ini waktu kontak antara bahan dengan medium pengering dapat berlangsung singkat. Sehingga dapat mengurangi kerusakan bahan karena terpapar panas medium pengering pada suhu tinggi secara terus menerus dalam waktu yang lama. Maltodekstrin memiliki karakteristik mudah rusak jika terpapar suhu tinggi dan dapat lengket pada kondisi operasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi pengaruh kondisi operasi pengeringan terhadap laju deposisi partikel di dinding ruang spray dryer skala pilot. Pada penelitian ini dilakukan uji coba eksperimental untuk mengukur deposisi partikel pada dinding ruang spray dryer. Variabel operasi yang digunakan dalam mengevaluasi laju deposisi partikel pada dinding ruang pengering terhadap konsentrasi umpan, suhu ruang pengering, dan laju alir udara. Konsentrasi umpan yang digunakan pada penelitian ini adalah 10%-b/b, 20%-b/b, dan 30%-b/b; suhu ruang pengering yang digunakan ditetapkan 160oC, 170oC dan 180oC; serta laju alir udara pengering sebesar 410 m3/h, 328 m3/h, dan 246 m3/h. Hasil dari percobaan ini menunjukkan bahwa laju deposit partikel terbesar didapatkan pada konsentrasi umpan yang besar (30%-b/b) dengan suhu pengeringan yang minimum. Suhu udara pengeringan yang minimum didapatkan pada laju udara yang maksimal, dimana pada kondisi ini suhu udara hanya mencapai 80oC. Sedangkan laju deposit partikel maksimum didapatkan pada suhu ruang pengering yang rendah, yaitu 160oC. Pada kondisi ini laju deposit partikel pada dinding ruang spray dryer adalah 397.2 g/h.m2. Deposit partikel banyak terjadi pada dinding top cylinder dekat nosel dan cone section. Karena pada bagian tersebut intensitas partikel bertumbukan dengan dinding terjadi secara massif.
MODIFIKASI ZEOLIT ALAM BAYAH DENGAN BASA UNTUK APLIKASI ELIMINASI AMONIUM DI DALAM KOLAM BANDENG Anita Diyanah; Saiful Bahri; Nuryoto Nuryoto; Teguh Kurniawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i2.5834

Abstract

Lingkungan perairan pada kolam ikan bandeng biasanya tercemar oleh amonia yang terlarut sebagai hasil penguraian sisa-sisa makanan ikan. Salah satu cara mengurangi pencemaran amonia adalah memanfaatkan sifat daya serap yang tinggi dari bahan zeolit, sehingga amonia dapat diserap di pori-pori zeolit. Maka dilakukan penelitian tentang pentingnya penggunaan zeolit untuk menghilangkan amonium (NH4+) pada kolam ikan bandeng. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan basa pada proses aktivasi zeolit dan pengaruh karakteristik zeolit terhadap proses adsorpsi amonium. Penelitian ini dimulai dengan melakukan aktivasi zeolit menggunakan KOH variasi konsentrasi 0,5 M; 1 M; 1,5 M; 2 M dan 2,5 M. Kemudian membilas dengan aquades lalu mengeringkannya pada suhu ruang serta pemanasan menggunakan oven. Kemudian melakukan analisis XRD dan BET dan uji adsorpsi amonium menggunakan zeolit teraktivasi. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa zeolit alam Bayah dalam penelitian ini memiliki fasa mordenit, klinoptilolit, dan quartz. Zeolit teraktivasi KOH 1 M menghasilkan luas area lebih besar yaitu 15 m2/g dibandingkan zeolit teraktivasi KOH 0,5 M. Zeolit alam Bayah berhasil mengurangi kadar amonium dalam larutan. Perlakuan aktivasi basa memengaruhi persentase penyisihan amonium dengan nilai persentase sampel 0,5 M; 1 M; 1,5 M; 2 M; dan 2,5 M berturut-turut adalah 41,30%; 47,83%; 58,70%; 60,87%; 73,91%; dan 56,52%.
MODIFIKASI ZEOLIT ALAM BAYAH MENGGUNAKAN ASAM DAN PENGAPLIKASIANNYA DALAM PENGURANGAN AMONIUM PADA KOLAM IKAN BANDENG Muchamad Ismettulloh; Fajar Gumelar; Nuryoto Nuryoto; Teguh Kurniawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5506

Abstract

Amonia merupakan bahan pencemar utama di dalam kultur perairan seperti kolam dan tambak ikan bandeng. Jika konsentrasi amonia lebih dari 0,02 ppm, maka ikan tersebut akan mengalami kematian. Zeolit dapat digunakan untuk mengurangi amonia dalam kultur perairan. Pada percobaan ini zeolit diaktivasi dengan menggunkan asam klorida dengan variasi konsentrasi 0,2-1 M pada temperatur 70 ℃ dengan rasio massa zeolit dan volume asam sebesar 0,05 g/mL selama 30 menit. Karakterisasi zeolit dilakukan dengan Difraksi Sinar–X (XRD) untuk menentukan fasa kristalin zeolit dan analisis adsorpsi nitrogen untuk menentukan luas area permukaan zeolit dengan model Brunauer–Emmett–Teller (BET). Zeolit alam Bayah selanjutnya digunakan sebagai adsorben untuk menghilangkan kandungan amonium pada air kolam sintesis. Proses adsorpsi amonium dilakukan pada temperatur 25 ℃ dengan menggunakan zeolit teraktivasi asam sebanyak 1,0 gram dalam 100 mL larutan amonium hidroksida yang memiliki konsentrasi 250 mg⁄L dan didiamkan selama 24 jam. Setelah itu, adorben dipisahkan dan konsentrasi larutan amonium hidroksida dianalisis kadar atau konsentrasinya menggunakan titrasi asam basa. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini zeolit alam Bayah memiliki fasa mordenit, klinoptilolit, heulandit, dan quartz. Pengaruh perlakuan aktivasi asam pada kristalinitas zeolit tidak berpengaruh secara signifikan. Perlakuan asam juga pada saat aktivasi zeolit alam bayah mempengaruhi peningkatan luas area spesifik sehingga meningkatkan kemampuan zeolit untuk menjerap amonium. Presentase penghilangan amonium pada sampel Z-0,2 M; Z-0,4 M; Z-0,8 M; Z-1 M, adalah 45,8%; 60,3%; 73,4%; 93,0.  
The Analysis of Pollutant Parameters in Tofu Wastewater after being Treated by Contact Glow Discharge Electrolysis Widya Pangestika; Nelson Saksono
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i1.7492

Abstract

Background and Objective: There are many Small, Micro and Medium Enterprises engaged in tofu processing in Indonesia. Some of them still dumped their waste directly into the river, causing the river to become turbid, had bad odor, and many aquatic organisms in the water died. Tofu wastewater contained high pollutant parameters, such as: COD, BOD, TOC, and TSS therefore, we need an effective wastewater treatment that could reduce the level of these parameters to below the standards set by the government. Materials and Methods: We used Contact Glow Discharge Electrolysis (CGDE) to treat the wastewater. Besides these four parameters, we also measured pH solution at several CGDE process voltage variations and analyzed the content of compounds contained in the initial tofu wastewater and the waste that had been treated by using CGDE. Results: From this study, we knew that the higher the voltage we used, the more acidic the solution would become. In the same operating condition, the percentage of TOC degradation was lower than the percentage of COD degradation. Voltage of 750 V gave the lowest COD and TOC values, respectively 446.6 mg/L and 320 mg/L. In addition, the best voltage that could reduce BOD and TSS degradation by 37% and by 80.2% respectively, was 650 V. Conclusion: CGDE process was able to degrade complex compounds in tofu wastewater into compounds with simpler molecular structures, such as Tris (2,4-di-tert-butylphenyl) phosphate and eicosane.
MODEL GASIFIKASI BIOMASSA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KESETIMBANGAN TERMODINAMIKA STOIKIOMETRIS DALAM MEMPREDIKSI GAS PRODUSER Hafid Alwan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5597

Abstract

Reaksi dalam sistem gasifikasi meliputi reaksi oksidasi, bouduard, WGR, WGSR, dan metanasi. Reaksi-reaksi tersebut dapat dimodelkan melalui kesetimbangan reaksi termodinamika untuk memprediksi komposisi gas produser. Biomassa digambarkan sebagai CHxOyNz dengan agen pengoksidasi berupa udara. Produk gasifikasi yang disebut dengan gas produser terdiri atas gas CO, CO2, H2, CH4 dan N2. Model yang digunakan untuk memperkirakan gas produser adalah model homogen atau model schlapfer. Dalam model ini, persamaan reaksi yang dijadikan model reaksi adalah reaksi water gas shift (WGSR). Reaksi tersebut dapat memprediksi hampir seluruh komposisi gas produser didalam sistem gasifikasi. Rasio udara terhadap bahan bakar yang digunakan (AFR) sebesar 0,3. Nilai konstanta kesetimbangan termodinamik dari model ini sebesar K = 0,262 pada suhu kesetimbangan gasifikasi 1073K. Komposisi gas produser yang dihasilkan dari model ini yaitu CO= 24,55 %-mol H2= 12,81 %-mol CO2= 6,89 %-mol H2O= 13,74 %-mol  dan N2= 40 %-mol.
PEMANFAATAN KARBON DIOKSIDA UNTUK SINTESIS PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) DENGAN METODE KARBONASI Nuryoto Nuryoto; Nia Mas’ulunniah; Alya Sholikhatul Choerunnisa; Suripno Suripno
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i2.12286

Abstract

Pada proses industri, khususnya di bagian pembakaran selalu  menghasilkan gas buang karbon dioksida (CO2), yang memicu penamanas global. Untuk itu  perlu diambil langkah guna menguranginya dengan menjadikan produk lain yang bermanfaat. Tindakan ini akan  berdampak baik pada lingkungan dan  meningkatkan keekonomian proses produksi itu sendiri. Secara teoritik  CO2 ketika dikontakan  dengan milk of limes maka akan  membentuk  PrecipitatedCalciumCarbonate(PCC). Tujuan  penelitian ini difokuskan untuk  observasi  pengaruh waktu kontak dan laju alir gas CO2  yang dipadukan terhadap kecepatan  pengadukan tertentu  di dalam sistem reaksi guna menghasilkan produk PCC yang maksimal. Penelitian  dilakukan secara semi bacth, yaitu CO2 dialirkan secara kontinyu dengan laju  1-3 liter/menit (lpm) dan waktu kontak 10-30 menit, dengan kecepataan pengadukan 300 rpm. Hasil observasi menunjukan bahwa seiring terjadi peningkatan laju gas CO2 dan waktu kontak,  diikuti dengan peningkatan produk PCC yang dihasilkan. Hasil produk PCC tertinggi diperoleh  pada laju CO2  3 lpm dan waktu kontak 30 menit dengan massa PCC sebesar 12, 11 gram.
SINTESIS ESTERIFIKASI – TRANSESTERIFIKASI BIOLUBRIKAN BERBASIS MINYAK JARAK (Jatropha curcas L) DENGAN KATALIS ASAM KLORAT Agus Rochmat; Aslan Dudayev Alfaruqi; Saefuri Saefuri; Suaedah Suaedah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i2.6821

Abstract

Biolubricant dibuat dengan mereaksikan minyak nabati dengan alkohol dengan bantuan asam kuat atau katalis basa kuat dalam proses esterifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui titik nyala dari biolubricant, dan mengetahui karakteristiknya. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan minyak jarak dan reaktan metanol dengan asam perklorat dengan variasi mol reaktan dan variasi konsentrasi asam perklorat sebagai katalis dengan waktu esterifikasi 7 jam, setelah itu akan dimurnikan dengan berbagai metode untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil dalam penelitian ini memiliki titik nyala tertinggi pada 268 oC dan terendah pada 242 oC; viskositas tertinggi pada 217 cP dan terendah pada 130,5 cP pada 40 oC. Pada suhu lain, viskositas terbaik adalah 184,5 cP pada 40 oC dan 27,45 cP pada 100 oC. Titik tuang rata-rata dari biolubricant ini adalah -18,8 oC. Senyawa kimia Biolubricant hampir mengandung asam lemak 9,12-Octadecadienoic acid (Z, Z) dengan methanol yang menghasilkan senyawa mono-ester 9-Octadecenoic acid (Z) -, 2-hydrox y-1- (hydroxymethyl) ethyl ester.
KAJIAN AWAL PEMANFAATAN LIMBAH ONGGOK SEBAGAI SUBSTITUSI BATUBARA Jerry Jerry; Pramahadi Febriyanto; Arysca Wisnu Satria
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i1.5440

Abstract

Onggok merupakan limbah padat industri tapioka yang sangat berlimpah dan kandungan selulosa tinggi yang menjadikan onggok menjadi salah satu alternative bahan yang dapat mensubstitusi batubara. Nilai kalor onggok yang rendah sekitar 2783 Kkal/kg yang memerlukan usaha peningkatan kalori bahan. Peningkatan nilai kalor onggok dengan cara karbonisasi di furnace secara pirolisis. Pengkajian onggok dengan pirolisis untuk mengantikan batubara serta usaha peningkatan nilai kalor yang sama dengan batubara komersil perlu dilakukan. Pada penelitian ini dikaji pengaruh waktu dan temperature karbonisasi onggok. Temperatur yang dikaji adalah 300, 350 dan 400o dan waktu karbonisasi selama 60, 90 dan 120 menit. Onggok yang dipirolisis dilakukan uji nilai kalor dan uji proximet (kadar air dan kadar abu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa onggok dapat mensubstitusi batubara karena memiliki kadar abu dan kadar air yang rendah yaitu dengan kadar abu maksimal 5,9% dan kadar air maksimal 1,6%. Temperature dan waktu optimal untuk melakukan proses karbonisasi adalah 350oC dan 90 menit dengan nilai kalor bahan yang dihasilkan sebesar 6047 Kkal/kg.
Encapsulation bioactive compund propolis with carrageenan –gum arabic by spray drying Denni Kartika Sari; Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Prasetyo Khinanta; Muhammad Sahlan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i1.7252

Abstract

Propolis is a product from the honeybee particularly from flowers , leaf buds, plant resins that bee collected as building material. Propolis exerts numerous pharmacological activities such as antioxidant, anti bacterial, anticancer, antifungal, anti inflammatory, antiviral etc. There are growing interest In the food industry in  microencapsulation to protect, isolate or control the release of given substances. Spray drying is one of many methods to encapsulate food ingredients. Microcapsules were produced by a spray-drying technique using of solution of k–carrageenan gum arabic and maltodextrin as the binding materials. In this work, the effects of spray-drying on the encapsulation yield, particle size and total phenolic content of the bioactive components of propolis were determined for different concentration between carrier agent and propolis at volume ratio 1:0,5 1:1, 1:1,5,1. The SEM testing showed that the microcapsules had a regular spherical shape with the size 1 µm. The spray-dried propolis  extract showed high total phenolic content 67,78 mg(GAE)/g extract at ratio 1:2, and the highest yield at concentration ratio between carrier agent and propolis 1:0,5  are 64,7 %.

Page 10 of 20 | Total Record : 200