cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Proses Bongkar Muat Produk dengan Pendekatan HIRA (Studi Kasus di PT. XYZ) Muhammad Irwansyah; Lovely Lady; Ani Umiyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.992 KB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan faktor yang sangat diperhatikan dalam dunia industri modern yang terintergrasi terutama bagi perusahaan yang berstandar internasional. Secara umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kegiatan perlindungan baik terhadap pekerja, peralatan dan lingkungan kerja sehingga terhindar dari faktor risiko yang dapat merugikan. Kondisi kerja dapat dikontrol untuk mengurangi bahkan menghilangkan peluang terjadinya kecelakaan. Dengan adanya pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja, kerugian berupa cacat atau cidera, kematian serta kerusakan properti dan lingkungan (Tarwaka, 2008). Kecelakaan mengakibatkan cidera, baik cidera ringan, berat, cacat ataupun mengakibatkan kematian. Cidera ini akan mengakibatkan tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga mempengaruhi produktivitas. Jika terjadi kecelakaan perusahaan harus mengeluarkan biaya pengobatan dan tunjangan kecelakaan sesuai ketentuan yang berlaku. PT. XYZ sebagai salah satu industri yang bergerak di bidang kimia . Berdasarkan data angka kecelakaan dari tahun 2011 sampai 2103 pada proses bongkar muat terdapat 19 kasus kecelakaan. Dengan melihat jumlah kasus tersebut penulis menganalisa kembali aktivitas bongkar muat di gudang dengan bertujuan untuk memberikan tindakan pengendalian risiko untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja terutama pada proses bongkar muat produk digudang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang idenntifikasi dan penilaian atas risiko- risiko yang terjadi serta memberikan tindan- tindakan pengendalian risiko pada kegiatan proses bongkar muat produk. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode HIRA didapatkan skor nilai untuk proses bongkar muat masih tinggi sebesar 11 artinya masih berisiko tinggi akan tetapi setelah dilakukan pengendalian tindakan tindakan perbaikan skor nilai menjadi 3 yang artinya risiko terjadinya kecelakaan dapat dikendalikan. Hazard Identification and Risks Assesment (HIRA) adalah sebagai pedoman dalam identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang berhubungan dengan aktivitas dan fasilitas di tempat kerja. Instruksi kerja mencakup seluruh risiko yang berkaitan dengan pekerjaan rutin atau biasa atau normal dan tidak rutin atau tidak biasa atau tidak normal di tempat kerja, termasuk kegiatan mengidentifikasi bahaya dan mengevaluasi risiko.
Penjadwalan Mesin Pada Pola Aliran Flow Shop Multi Stage Dengan Sistem Lelang Untuk Meminimasi Weighted Tardiness Roy Kinson; Muhammad Adha Ilhami; Kulsum -
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.545 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur yang memproduksi baja gulungan dan lembaran. Baja gulungan ini dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan ukuran ketebalannya yaitu lite dengan ukuran ketebalan ≤ 0,2 mm, medium dengan ukuran ketebalan 0,21 mm – 0,59 mm, dan heavy dengan ukuran ketebalan ≥ 0,6 mm. Dalam proses pembuatannya baja gulungan ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu full hard yang diproses dengan mesin CPL, CTCM, dan ECL, sedangkan jenis soft yang diproses dengan mesin CPL, CTCM, ECL, BAF, dan TPM. Proses produksi baja gulungan ini membentuk pola aliran flow shop multi stage, dimana setiap job akan melewati satu kali proses dalam satu mesin untuk kemudian diproses di mesin berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penjadwalan dengan menggunakan metode sistem lelang (auction based) untuk meminimasi weighted tardiness dan membandingkan jadwal produksi usulan dengan jadwal existing di perusahaan. Model penjadwalan sistem lelang dengan tujuan minimasi weighted tardiness yang dipakai adalah model penjadwalan Ilhami (2010) dengan memodifikasi aturan list scheduling. Pada penelitian ini metode SPT-F, SPT-B, LPT-F, dan LPT-B digunakan sebagai perbandingan dengan hasil penjadwalan sistem lelang. Dari hasil penelitian didapat nilai weighted tardiness penjadwalan dengan sistem lelang sebesar 24 dengan tardiness 16 hari, dengan metode SPT-F didapat weighted tardiness sebesar 201 dengan tardiness 104 hari, dengan metode SPT-B didapat weighted tardiness sebesar 129 dengan tardiness 20 hari, dengan metode LPT-F didapat weighted tardiness sebesar 129 dengan tardiness 67 hari, dengan metode LPT-B didapat weighted tardiness sebesar 45 dengan tardiness 25 hari, dan pada jadwal existing perusahaan didapat weighted tardiness sebesar 153 dengan tardiness 88 hari. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa penjadwalan sistem lelang adalah yang paling baik karena memberikan nilai weighted tardiness paling kecil diantara keenam penjadwalan yang telah dilakukan. Dengan urutan jadwal pada mesin CPL adalah job 1 – job 2 – job 6 – job 4 – job 5 – job 3, pada mesin CTCM adalah job 1 – job 2 – job 6 – job 4 – job 5 – job 3, pada mesin ECL1 adalah job 1 – job 2 – job 4 – job 5, pada mesin ECL2 adalah job 6 – job 3, pada mesin BAF job 6 – job 4 – job 5, dan pada mesin TPM adalah job 6 – job 4 – job 5.
Pengaruh Nilai Budaya Perusahaan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Joko Purnomo; Hadi Setiawa; Shanti K Anggraeini
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.154 KB)

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan baja terpadu di Cilegon. Produk baja yang dihasilkan adalah Slab, Plate dan Hot Roll Coil. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan diketahui bahwa munculnya permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat produktivitas kerja karyawan tidak jarang terjadi karena kelalaian karyawan sendiri dalam menggunakan jam kerjanya untuk ngobrol, duduk-duduk, atau izin keluar kantor untuk urusan yang tidak ada kaitannya dengan tugas pekerjaannya. Dari permasalahan-permasalahan tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan di PT XYZ. Variabel pendukung untuk pengukuran produktivitas adalah variabel nilai budaya perusahaan terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan jumlah sampel sebesar 150 sampel atau 150 responden pada karyawan tetap di PT XYZ. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai budaya perusahaan berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Solusi untuk meningkatkan Nilai Budaya Perusahaan adalah selalu mensosialisasikan ke setiap divisi untuk menerapkan Nilai Budaya Perusahaan di area kerja masing-masing sehingga produktivitas kerja di PT XYZ dapat terus meningkat.
Perancangan Alat Bantu Alih Baring Pasien Stroke dengan Metode Rasional Nur Fadila; Lovely Lady; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.621 KB)

Abstract

Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Kelumpuhan yang terjadi pada pasien stroke mengakibatkan pasien mengalami bedrest total sehingga beresiko terjadinya ulkus dekubitus. Semakin tidak dilakukan alih baring maka kejadian dekubitus semakin tinggi, untuk mencegah terjadinya dekubitus perlu pengobatan dan perawatan intensif. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah bagaimana merancang alat bantu alih baring yang ditujukan bagi pasien dengan penyakit stroke. Alat bantu alih baring didesain dengan menggunakan metode rasional. Metode rasional menitikberatkan sebuah perancangan terstruktur berdasarkan customer needs, sehingga diharapkan alat bantu ini memenuhi kebutuhan untuk perawatan pasien stroke. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kenyamanan serta keamanan bagi pasien stroke menjadi prioritas yang utama yang dipilih oleh para responden. Hasil perancangan alat bantu alih baring untuk pasien stroke menggunakan metode rasional adalah memiliki ukuran lebar korset sebesar 32 cm pada size S, 38 cm pada size M dan 43 cm pada size L. Ukuran lebar pundak korset sebesar 14 cm pada size S, 15 cm pada size M dan 16 cm pada size L. Ukuran tinggi korset sebesar 54 cm pada size S, 59 cm pada size M dan 64 cm pada size L. Ukuran lingkar sabuk sebesar 80 cm pada size S, 83 cm pada size M dan 87cm pada size L. Serta ukuran lebar handle sebesar 22 cm, ukuran diameter handle sebesar 5 cm dan ukuran lebar sabuk sebesar 10 cm. Sumber energi utama yaitu berasal dari tubuh manusia.
Rancang Bangun Aplikasi Instrumen Penilaian Akreditasi Penjaminan Mutu Berdasarkan BAN-PT Di Lingkungan FT. UNTIRTA Robby Bahar K; Hadi Setiawani; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.597 KB)

Abstract

 Program studi merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian terhadap masyarakat, serta mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang studi yang mengutamakan mutu pendidikan. Sebagai bukti bahwa sistem penjaminan mutu terhadap pendidikan telah dilaksanakan dengan baik dan benar, program studi harus di akreditasi oleh lembaga penjaminan mutu. Oleh karenanya dibutuhkan adanya sistem informasi. Dengan Sistem Informasi suatu instansi atau lembaga dapat menyampaikan informasi yang diinginkan kepada user atau obyek sasaran secara tepat dan akurat. Aliran informasi pada Universitas khususnya di bagian akreditasi penjaminan mutu masih adanya hambatan, proses penjaminan mutu berupa proses akreditasi masih dilakukan secara manual. Hal ini tentunya menjadikan terhambatnya aliran informasi yang tentunya akan merugikan setiap universitas terutama program studi dalam mempersiapkan dan melakukan simulasi agar hasil akreditasi yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang usulan sistem informasi instrumen penilaian akreditasi penjaminan mutu dengan menggunakan metode framework for the application of system technology (FAST). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design, dan Physical Design. Lalu sebagai dasar analisis perancangan digunakan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat). Dari hasil perancangan dan implementasi didapatkan hasil berupa meningkatnya efektifitas dan efesiensi proses penjaminan mutu, dimana terjadi perubahan kesiapan suatu program studi dalam menghadapi akreditasi, serta aplikasi ini memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada yang membutuhkan.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Kualitas Kinerja Pelayanan Terminal Terpadu Merak Imam Afifudin; Shanti Kirana Putri; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.91 KB)

Abstract

Terminal Terpadu Merak adalah salah satu fasilitas andalan dari Pelabuhan Merak yang sejak dahulu terbukti handal dan mampu mendukung perkembangan daerah. Dalam perkembangannya Terminal Terpadu Merak ditetapkan sebagai unit bisnis terpisah dari manajemen Pelabuhan Merak. Pemisahan ini salah satu pertimbangannya adalah sebagai langkah antisipasi terhadap pertumbuhan angkutan Peti kemas dimasa yang akan datang serta salah satu bentuk pelayanan yang lebih profesional dari manajemen Pelabuhan Merak. Pihak manajemen saat ini sedang meningkatkan kepuasan pelanggan agar setiap pengguna jasa transportasi di terminal terpadu merak selalu memilih terminal terpadu merak sebagai terminal yang sesuai dan layak terhadap kebutuhan konsumen di bidang jasa transportasi ini. Penelitian ini diawali dengan survei pendahuluan untuk menguji validitas dan realibilitas kuesioner,lalu pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke penumpang dan supir di dalam dan di luar terminal terpadu merak. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Indek (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Dimana metode ini bertujuan untuk menentukan nilai indeks kepuasan pelanggan terhadap mutu kualitas pelayanan dan menganalisa strategi pelayanan berdasaran tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di terminal terpadu merak. Dari hasil penelitian didapat nilai persentase Customer Satisfaction Index Penumpang sebesar 72 %, dan nilai persentase Customer Satisfaction Index Supir sebesar 72,76 %. Atribut yang paling berpengaruh di Terminal Terpadu Merak yang menjadi proiritas utama untuk di tingkatkan kinerjanya yaitu keamanan dan kenyamanan pada saat berada di terminal. Adapun cara melakukan perbaikannya adalah dengan menambah personil petugas keamanan dan petugas yang bekerja di dalam dan di luar terminal. Dengan adanya petugas keamanan dan petugas yang bekerja di dalam dan di luar terminal ,semua pengguna jasa di terminal merasa nyaman jika berada di dalam Terminal Terpadu Merak.
Analisis Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Rian Nirmawati; Hadi Setiawan; Nandang Sukandar
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.703 KB)

Abstract

Didalam sebuah organisasi, aspek manusia sangatlah penting dalam keberhasilan pencapaianvisi, misi dan tujuan organisasi. Peran manusia dalam organisasi adalah sebagai tiangsekaligus roda penggerak keberhasilan organisasi. Menyadari pentingnya sumber daya manusiabagi kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan, maka perusahaan harus mempunyailangkah untuk mendorong kinerja karyawan secara optimal. Permasalahan yang muncul di PT.XYZ yaitu terdapat ketidak selarasan antara karyawan dan perusahaan, perusahaan menuntutkaryawan dapat meningkatkan kinerja kerja dengan meningkatkan kompetensi, sedangkankaryawan menuntut perusahaan meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah kompetensi dan kepuasan kerja secara signifikan mempengaruhi kinerjakaryawan dengan metode analisis Stuctural Equation Modelling (SEM) dengan software Lisrel.Sebagai teknik analisis statistik SEM dapat menganalisis hubungan antar variabel besertakesalahan pengukuran. Hasil yang didapat bahwa kompetensi dan kepuasan kerja memilikipengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan, variabel kompetensi memiliki pengaruh yangpaling kuat dengan nilai loading factor 0,38. Variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh yangpaling kecil dengan nilai loading factor 0,07. Variabel kompetensi dan variabel kepuasan kerjasecara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 0.16 terhadap peningkatan kinerja karyawandi PT. XYZ.
Pengukuran Efisiensi Menggunakan Allocation Model Dalam Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Pada Divisi Doorlock PT. XYZ Aditiya Eko Saputro; Faula Arina; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.021 KB)

Abstract

Data Envelopment Analysis (DEA) adalah salah satu metode pengukuran efisiensi dengan beberapa model seperti conventional model dan allocation model. Conventional model adalah model umum DEA yang hanya menggunakan input untuk mengidentifikasi efisiensi, sedangkan allocation model adalah jenis model DEA yang menggunakan alokasi perusahaan untuk mengidentifikasi efisiensi. PT. XYZ memiliki masalah efisiensi sehingga merugi pada tahun 2014. Maka diperlukan evaluasi efisiensi agar dapat menggunakan sumber daya secara efisien. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai efisiensi conventional model, menentukan nilai efisiensi allocation model, membandingkan nilai efisiensi conventional dan allocation model dan menentukan usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah allocation model DEA yang peningkatan efisiensinya dengan meminimasi input atau biaya. Kemudian menggunakan 5W+1H untuk menentukan usulan perbaikan. Hasil penelitian ini adalah (1)bulan Januari-Desember pada tahun 2014 sudah efisien menggunakan conventional model, (2)menggunakan traditional allocation model pada bulan Mei, Juni dan September sudah efisien dan menggunakan new allocation model pada bulan Mei, Juni dan September sudah efisien, (3)perbedaan pada conventional model, traditional allocation model dan new allocation tergantung besarnya informasi biaya yang ada dan (4)Usulan perbaikan pada material yaitu mengurangi jumlah pembelian material, pada machinery melakukan perawatan rutin, pada operator melakukan rotasi operator dan pada innventory dengan cara mengurangi jumlah pembelian sesuai kebutuhan produksi.
Perancangan Tracer Study Online pada Jurusan Teknik Industri FT-UNTIRTA dengan Pendekatan Ergonomi Makro Rahmat Hussen; Yayan Harry Yadi; Ani Umyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.361 KB)

Abstract

Tracer study merupakan studi untuk memantau/menelusuri alumni lulusan suatu universitas. Dengan penelusuran tersebut, pihak manajemen Jurusan Teknik Industri FT-UNTIRTA dapat mengetahui bagaimana keadaan lulusannya dalam pencarian kerja dan pengajaran yang diberikan semasa kuliah. Tracer study saat ini sudah diterapkan di Jurusan Teknik Industri FT-UNTIRTA namun belum maksimal, hal itu dikarenakan media yang digunakan belum mendukung, seperti website yang menyediakan halaman khusus untuk tracer study. Tujuan pelaksanaan tracer study adalah untuk mengevaluasi dan memantau jurusan dengan responden alumni kohort 2013 serta mengevaluasi hubungan pelaksanaan tracer study dengan ergonomi makro. Metode pada penelitian ini adalah melakukan pembuatan domain, lalu merancang website yang digunakan untuk melaksanakan tracer study serta merancang kuesioner online. Hasil penelitian yang didapat berupa 5 kategori karakteristik yaitu Kategori Karakteristik Sosio-Biografi, Kategori Karakteristik Kegiatan Pendidikan dan Pengalaman Pembelajaran, Kategori Karakteristik Pencarian Kerja dan Transisi ke Dunia Kerja, Kategori Karakteristik Pekerjaan, Kategori Karakteristik Pekerjaan dan Kompetensi, Hubungan antara Studi dengan Kerja. Setelah hal tersebut maka dilakukan evaluasi hasil yang didapat dengan pendekatan ergonomi makro.
Penilaian Perilaku Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menggunakan Metode Analytical Network Process (ANP) dan Rating Scale Untuk Menentukan Pegawai Berprestasi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang Panji Negara; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.361 KB)

Abstract

Penilaian perilaku kerja merupakan salah satu hal yang penting pada suatu dinas atau instansi bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan pegawai negeri sipil (PNS) dalam hal penilaian untuk mengurangi faktor subjektifitas atau bias. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten merupakan sebuah dinas yang bergerak di bidang pekerjaan umum. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kriteria dan subkriteria untuk menilai hasil perilaku kerja pegawai negeri sipil di bidang bina program/teknik di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang. Metode yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan adalah metode Metode Analytical Network Process (ANP) dan Rating Scale. Metode Analytical Network Process (ANP) digunakan untuk membobotkan setiap kriteria dan subkriteria sedangkan metode rating scale digunakan untuk menilai perilaku kerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan melalui ANP didapatkan bobot setiap kriteria yaitu orientasi pelayanan (0.0015), integritas (0.5264), komitmen (0.0357), disiplin (0.2289), kerjasama (0.0328) dan kepemimpinan (0.1748) bobot setiap subkriteria adalah tidak menyalahgunakan wewenang (0.3007), bersikap jujur dan ikhlas mengerjakan tugas (0.2257), mentaati peraturan kedinasan yang berlaku (0.1818), bertindak tegas dan tidak memihak (0.1501), mentaati ketentuan jam kerja (0.0453), bekerjasama baik dengan rekan kerja, atasan, maupun bawahan (0.0328), memberikan teladan yang baik (0.0237), tanggung jawab sebagai aparatur negara (0.021), mengutamakan kepentingan kedinasan maupun kepentingan pribadi (0.0147), mampu menjaga barang-barang milik negara (0.0018), memiliki sifat sopan untuk pelayanan internal maupun eksternal organisasi (0.0011), mampu menggerakan tim kerja dengan baik untuk mencapai kinerja yang tinggi (0.001), melakukan upaya perbaikan pelayanan secara terus menerus (0.0004). Pegawai negeri sipil yang dinilai perilaku kerja dengan menggunakan metode rating scale memiliki nilai yang berbeda, dari ke 4 pegawai nilai tertinggi yaitu Pegawai 4, (3.95246), pegawai 3, (3.56241), pegawai 1, (3.502463), dan yang nilai paling rendah yaitu pegawai 2 (3.3341).