cover
Contact Name
Saiful Anwar
Contact Email
saifulanwar@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
attadib@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AT TA´DIB
ISSN : 02169142     EISSN : 25033514     DOI : -
At-Ta'dib adalah media ilmiah bidang kependidikan Islam, baik berupa studi kepustakaan, hasil penelitian maupun karya ilmiah terkait. Terbit dua kali dalam setahun, sebagai sarana pengembangan tradisi keilmuan insan tarbiyah dan pendidikan pada umumnya. Jurnal kependidikan Islam ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
MENGENAL ANDRAGOGY Akrim Mariyat
At-Ta'dib Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v5i1.580

Abstract

Dewasa ini, pendidikan memiliki peran ganda dalammengatur ilmu pengetahuan. Pendidikan tidak hanya sebagaibentuk usaha transferisasi ilmu saja tetapi sudah pada tataranmengatur perkembangan ilmu pengetahuan yang akan selalumengalami perubahan dari masa ke masa. Mengatur dalam artimengolah, mengontrol, dan mengembangkan pendidikan secaramenyeluruh baik dari segi konsep, materi, sistem, kualitaspengajar dan lain sebagainya.Salah satu bentuk usaha mengatur pendidikan secarauniversal adalah dengan melakukan evaluasi secara periodikterhadap sistem pendidikan yang diterapkan. Di antaranya adalahkonsep pendidikan andragoy yang diharapkan mampu menjadipenyeimbang dan sekaligus upaya menutupi kekurangankekuranganyang ada dalam konsep pendidikan kuno. Andragogysebagai bentuk konsep pendidikan yang menjadikan siswasebagai subyek dalam pendidikan dan pengajaran. Konsep inimenawarkan suatu konsep pendidikan yang lebih demokratis.Hal tersebut tidak lepas dari adanya penekanan konseppendidikan terdahulu kepada objektivisasi anak didik yangcenderung menjadikan anak didik sebagai robot.
Gagasan Pendidikan Ivan Illich (Sebuah Analisis Kritis) M. Arfan Mu’ammar
At-Ta'dib Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i2.500

Abstract

Pendidikan yang selama ini dianggap sebagai pahlawandalam menegakkan kebenaran, pahlawan dalam membangunbangsa. Ternyata hanyalah sebuah topeng untuk mengelabui parakonsumennya. Dengan segala semboyan atas nama pembangunandan perkembangan anak didik, mereka para praktisi pendidikanmulai melebarkan sayapnya, terbukti dengan semakin menjamurnyapersekolahan dimana-mana, dan sekolah, kini dianggapsebagai jalan hidup bagi manusia modern. Mereka yang tidaksekolah berarti mereka terbelakang. Padahal memperoleh ilmupengetahuan tidak mesti melalui sekolah.Sehingga tidak heran jika model pendidikan seperti inimenuai kritikan dari berbagai kalangan, diantaranya adalah IvanIllich. Gagasannya untuk menggulingkan sekolah dan menyadarkanmasyarakat akan kebohongan ini, perlu kiranya diberidukungan dari berbagai pihak. Walaupun beberapa gagasannyatersebut perlu juga di telaah secara kritis dari sudut pandangIslam. Karena ternyata Ivan Illich seakan mengesampingkanetika dalam tujuan pendidikan, yang berakibat pada kebebasantak terbelenggu dan liar. Sehingga muncul ungkapan “ karenakebebasanlah siswa berpikir”. Disamping itu, penilaian Ivan Illichterhadap masyarakat hanya sampai pada sisi materialnya saja.Padahal di dalam Islam, materi bukanlah ukuran kebaikanseorang.
Kritik Atas Pendidikan Toleransi Perspektif Multikulturalisme Ismail, Muhammad
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan toleransi adalah salah satu upaya untuk memahamkan anakdidik akan pentingnya hidup dalam komunitas yang berbeda. Baik dalam suku,ras maupun berkeyakinan, anak didik harus paham dan menjunjung tinggitoleransi. Akan tetapi, pendidikan toleransi saat ini disalahartikan oleh beberapapihak. Mereka ingin melebur keyakinan setiap anak dalam satu bingkai toleransiperspektif multikulturalisme. Dengan asumsi bahwa manusia hidup harusmenghargai perbedaan (termasuk dalam berkeyakinan). Meskipun dalamkesesesatan, siswa harus tetap menghormati pendapat atau pilihan orang lain.Bahkan, siswa diarahkan untuk meyakini kebenaran agama selain Islam. Inimerupakan doktrin yang berbahaya bagi Islam. Untuk itu, makalah ini mencobamengkritik pola pendidikan toleransi perspektif multikulturalisme yangditerapkan ke dalam pendidikan agama Islam dengan mengkaji konsep terkait.Adapun hasilnya adalah bahwa secara konseptual, toleransi perspektifmultikultural tidak sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan agama Islam. Sebab,Islam memiliki konsep toleransi sendiri yaitu tasamuh.
BAHASA SEBAGAI SARANA BERPIKIR ILMIAH: Analisis Pembelajaran Bahasa Kontekstual Ikhwan Mahmudi
At-Ta'dib Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v4i1.570

Abstract

Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi antarasesama sebagai anggota masyarakat bahasa (language community).Bahasa mencakup beberapa unit ketatabahasaan di antaranyafonologi, sintaksis, dan semantik yang merupakan unsur dasardalam kegiatan berbahasa. Element-element tersebut memilikiperan yang sangat penting dalam proses berfikir manusia danpengungkapan hasil pemikirannya dalam bentuk bahasa baik lisanmaupun tulisan.Artikel ini coba menganalisis metode pembelajarankontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL), yaitu suatumetode yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepadasiswa untuk melihat makna melalui konteks dan menerapkannyadalam kondisi kongkret. Pembelajaran bahasa dengan metodekontekstual ini diharapkan mampu untuk meningkatkan fungsibahasa dalam aktivitas-aktivitas berfikir ilmiah. Karena bagaimanapunaktivitas berfikir ilmiah bahasa masih berada di bawahmatematika dan stastistik.
Konsep Continuous Quality Improvement (CQI) dalam Dunia Pendidikan Ahmad Saifulloh
At-Ta'dib Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i1.526

Abstract

Penerapan TQM dalam dunia pendidikan menuntut beberapa komponendi dalamnya untuk berubah. Pada level pimpinan, ia harus memiliki komitmenyang kuat terhadap peningkatan mutu. Stakeholder, sebagai pihak yangbersinggungan langsung dengan output pendidikan harus mendapatkan apaapayang ia inginkan. Dalam hal ini tidak berlebihan jika dikatakan stakeholderadalah pelanggan yang harus dipuaskan. Singkatnya, seluruh Sumber DayaManusia di lingkungan pendidikan harus bekerja bersama-sama untuk menjagakualitas/mutu pendidikan itu sendiri.Lebih dari itu, mutu yang menjadi tolok ukur kemajuan dunia pendidikanharus selalu ditingkatkan secara berkesinambungan. Di sinilah sebenarnya peranyang bisa dimainkan oleh Continuous Quality Improvement (CQI) sebagai sebuahkonsep yang sukses dilaksanakan dalam dunia industri. CQI akan berjalan denganbaik jika didukung oleh leader, baik itu top leader, middle leader, dan lower leader. Halini tidaklah berlebihan karena untuk mendukung TQM, diperlukan kerja timyang efektif. Wallahu a’lam bi asshawab.
Sistem Morfologi Nomina Variabel ( Ism Mutasharrif ) Bahasa Arab Amir Syuhada
At-Ta'dib Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i2.560

Abstract

Kata yang berjenis nomina dalam bahasa Arab terutama nomina variabelmemiliki intensitas lebih banyak dari pada jenis kata yang lain. Hal ini disebabkanoleh fleksibelitas perubahan bentuknya yang tinggi dan setiap perubahan dapatmembentuk kata baru yang berbeda identitas leksikalnya dengan kata dasar.Perubahan bentuk ini berdasarkan sistem morfologi. Dalam perspektif linguistikumum, sistem ini bekerja secara struktural dengan mengidentifikasikan satuan-satuan terkecil pembentuk kata yang disebut dengan morfem. Dari sistem inidapat diketahui bahwa karakter morfologi nomina variable bahasa Arabberdasarkan integritas akar kata dan pola, kemudian keanekaragaman bentukperubahannya dapat membentuk berbagaimacam jenis nomina yang berbedafungsi dan maknanya, dan proses morfologis yang terjadi pada nomina variablemelalui sistem augmentasi (ziyâdah) yang bersifat derivatif.
POLA INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA LEMBAGA PENDIDIKAN Lilik Nur Kholidah
At-Ta'dib Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v10i2.459

Abstract

Dalam konteks struktur keagamaan masyarakat Indonesia, pendidikan Islam  memiliki peran penting dalam pembentukan watak dan karakter bangsa. Pendidikan Islam memiliki fungsi mengaktualisasikan nilai-nilai keIslaman ditengah perubahan kehidupan masyarakat yang sarat dengan pergeseran dan benturan nilai saat ini. Secara faktual pelaksanaan pendidikan agama Islam yang berlangsung  pada berbagai jenjang pendidikan, masih kurang berhasil dalam menggarap sikap dan perilaku keberagamaan subyek didik serta membangun moral dan etika bangsa. Untuk itu tulisan ini akan membahas tentang reformulasi pola integrasi nilai-nilai keIslaman dalam pendidikan Islam.
Konsep Al-Qiyas Ibn Jinny Luthfi Muhyiddin
At-Ta'dib Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v8i1.516

Abstract

Perkembangan bahasa terus terjadi seiring berjalannya waktu yang tentusaja menjadi pemicu berkembangnya kajian mengenai bahasa, begitu juga dalambahasa Arab, dimana kajian mengenai bahasa Arab baik dari sisi gramatikanyamaupun dari sisi asal mula kaidahnya (ushul lughah) nya ikut berkembang pesat.Dimulai dari masa Abu-l-Aswad Ad-Duwwaly yang dikenal sebagai bapaklinguistik Arab yang membuat pondasi awal kajian bahasa Arab.Konsep Qiyasyang merupakan salah satu fokus kajian ushul lughah juga ikut berkembangmengikuti arus perkembangan bahasa serta pemikiran para ahlinya, dimana padaawal mulanya konsep qiyas ini dipakai pada kajian fiqh yang kemudian diterapkanpada kajian bahasa dikarenakan konsep tersebut sebenarnya sudah dilakukandalam kajian bahasa namun tidak dengan istilah qiyas.Perubahan dalam konsepqiyas ini terjadi bahkan pada tataran definisi dan penerapannya serta beberapaunsur penting didalamnya.Perubahan tersebut digagas oleh Ibn Jinni pada Abadketiga hijriyah dimana muncul perbedaan yang sangat mendasar mengenai konsepqiyas ini pada masa sebelumnya.Oleh karena itu, penting kiranya untuk mengetahuipemikiran Ibn Jinni yang inovatif dalam kajian bahasa Arab terutama padakonsep qiyas tersebut.
CIPP: Suatu Model Evaluasi Program Pendidikan Ihwan Mahmudi
At-Ta'dib Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i1.551

Abstract

Sistem pendidikan merupakan sebuah kumpulan-kumpulan strategi yangdigunakan oleh sebuah institusi dalam menjalankan program pendidikannya.Sistem adalah struktur yang memiliki rangkaian-rangkaian unsure-unsurpendidikan yang integral yang membentuk suatu kesatuan yang utuh. Sebuahstruktur yang didasari oleh ideology dasar sebagai pijakan untuk mewujudkantujuan pendidikan tertentu dengan mekanisme yang tertib dan teratur. Mekanismeinilah yang mengatur secara langsung sistem pendidikan ketika dihadapkankepada realita proses belajar mengajar secara langsung.Evaluasi pendidikan merupakan salah satu bentuk mekanisme sistempendidikan yang bertujuan untuk meninjau ulang proses pendidikan yang telahdilaksanaka dalam beberapa kurun waktu tertentu. Tinjauan ulang tersebutdimaksudkan untuk memahami, menggali, serta mengkoreksi proses pendidikantersebut sehingga akan diketahui celah-celah kekurangan yang harus diperbaikidan ditutupi. Maka dari itu, evaluasi pendidikan sangat dibutuhkan dalam upayamewujudkan suatu sistem pendidikan yang baik. Yaitu suatu sistem pendidikanyang selalu memperbaiki diri dengan menutupi setiap kekurangan dari waktuke waktu.
KONSEP DEMOKRASI PENDIDIKAN MENURUT JOHN DEWEY Alif Cahya Setiyadi
At-Ta'dib Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v5i1.585

Abstract

Berbicara tentang pendidikan, kita semua pasti sudahtahu bahwa pendidikan memiliki arti yang sangat penting dalamkehidupan ini. Hal tersebut telah menjadikan pendidikanmemiliki ruang lingkup yang luas dan menjadikan pendidikansebagai element yang berhubungan langsung dengan hidup dankehidupan manusia. Pendidikan kemampuan ( skill) danpengetahuan (knowledge) merupakan salah satu modal yang harusdimiliki oleh setiap individu untuk dapat hidup di zaman yangserba sulit. Di mana pendidikan ditengarai sebagai dasarkesuksesan bagi individu dan masyarakat, baik kesuksesan dalambentuk kemandirian diri maupun kelompok ataupun kesuksesanyang lain.Tetapi dalam perkembangannya, pendidikan yangmenekankan pada kemampuan dan intelektual dianggap olehsebagian pemikir pendidikan belum mampu menyentuh aspekaspekpokok dari pendidikan itu sendiri. Sehingga membutuhkansuatu system pendidikan yang lebih komprehensif dan meliputisegala segi kehidupan. Oleh karena itu untuk mencapai tujuanpendidikan yang lebih komprehensif Jhon Dewey menawarkansuatu system pendidikan yang diharapkan mampu menutupikekurangan yang selama ini mengalir lembut dalam systempendidikan yang ada.

Page 8 of 35 | Total Record : 344


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol. 19 No. 2 (2024): The Transformation of Pesantren Education in the Disruption Era Vol. 19 No. 1 (2024): Islamic Educational Institutions and Their Dynamics in Facing the Times. Vol. 18 No. 2 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol. 18 No. 1 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol 17, No 2 (2022): Islamic Education and Its Methods Vol. 17 No. 2 (2022): Islamic Education and Its Methods Vol 17, No 1 (2022): Approaches, Strategies, Methods and Islamic Education Vol 16, No 2 (2021): Learning Strategies During The Pandemic Vol 16, No 1 (2021): Mental, Character and Moral education Vol 15, No 2 (2020): Pembelajaran Model Islami dan Efektifitasnya Vol 15, No 1 (2020): Pembelajaran Islam dalam Konteks Pesantren Masa Kini Vol 14, No 2 (2019): Pendidikan Islam Perkembangan dan Tantangannya Vol 14, No 1 (2019): Mental Education in Pesantren Vol 13, No 2 (2018): Pesantren as a Center for Developing Arabic & English Teaching Vol 13, No 1 (2018): Education System and Education Method in Pesantren Vol 12, No 2 (2017): the values of education in pesantren Vol 12, No 1 (2017): Islamic Character Education Vol 11, No 2 (2016): Standarisasi Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2016): Manajemen Penddiikan Islam Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2015): Pendidikan Akhlak Vol 9, No 2 (2014): Islamisasi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2014): Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2009): Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan More Issue