MEDISAINS
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Articles
245 Documents
A pain management specialist
Santosa, Agus
MEDISAINS Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v17i3.6396
Pain management must be done systematically according to the type of pain and its severity level in order to obtain optimal results. Therefore it is necessary to have an expert in pain management, who is equipped with a variety of pain management knowledge. In Indonesia there is no specific profession or license to become a pain management specialist. In this article the author tries to explain what is pain management specialist from various references abroad.
HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERSONAL DENGAN KELUHAN IRITASI KULIT PADA KARYAWAN DI CV. MAJU PLASTIK SEMARANG
Putri, Prima Maharani;
Mambodiyanto, Mambodiyanto
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1597
Latar Belakang: Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia dan merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan peka. Lingkungan yang kotor akan menjadi sumber munculnya berbagai macam penyakit kulit. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya prevalensi penyakit kulit adalah iklim yang panas dan lembab, kebersihan perorangan yang kurang baik yaitu kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersihan kuku, intesitas mandi dan juga faktor ekonomi yang kurang memadai juga mempengaruhi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene personal dengan keluhan iritasi pada karyawan di CV. Maju Plastik Semarang. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sasaran populasi penelitian adalah karyawan CV. Maju Plastik Semarang yang telah diinklusi dan ekslusi sebanyak 70 karyawan, sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling yaitu 45 responden. instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur higiene personal dan diagnosis dokter untuk iritasi kulit. Teknik pengolahan dan analisis data bivariat menggunakan uji fisher dengan SPSS versi 17. Hasil Penelitian: Hasil perhitungan uji Fisher dengan p value 0,692 atau p>0,05 yang memiliki arti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan iritasi kulit. Dilanjutkan dengan uji statistik untuk mencari hubungan masa kerja dengan keluhan iritasi kulit. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 17 didapatkan hasil perhitungan uji Fisher dengan p value 0,433 atau p > 0,05 yang memiliki arti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan iritasi kulit. Dilakukan juga uji statistik untuk mencari hubungan antara higiene personal dengan keluhan iritasi kulit pada tenaga. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS 17 didapatkan hasil perhitungan uji Fisher menunjukkan nilai p value = 0,00 atau p ≤ 0,05 yang memiliki arti bahwa ada hubungan yang signifikan antara higiene personal dengan keluhan iritasi kulit. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara higiene personal dengan keluhan iritasi kulit pada karyawan CV. Maju Plastik Semarang
Management of pemphigus vulgaris: case report
Rahmaningsih, Widi;
Santosa, Agus
MEDISAINS Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v19i2.11237
Background: Pemphigus Vulgaris is an autoimmune disease attacking the skin and mucous membranes. This disease is considered a rare disease. Epidemiological data for Pemphigus Vulgaris in Indonesia remains limited, correspondingly, nursing management in this disease. This study aims to describe nursing management in patients with Pemphigus Vulgaris.Case presentation: a case of Pemphigus Vulgaris in a 28-year-old male was reported, with complaints of blisters all over his body appearing since 2019 and have not been completely recovered at the Banyumas General Hospital, Central Java, Indonesia.Conclusion: A combination of wound care, nutrition, vitamins, and pharmacology can accelerate the recovery of patients with Pemphigus Vulgaris
Depression and prevention during the COVID-19 pandemic
Widiyanto, Juli;
Putri, Silvia Elki
MEDISAINS Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v20i2.15066
The impact of the COVID-19 pandemic affects all aspects, namely aspects of health, economy, education, and social life. Depression is a problem that everyone is at risk of experiencing during the COVID-19 pandemic. The condition of depression dramatically affects quality and productivity, primarily if it occurs at a productive age. Depression requires primary, secondary, and tertiary prevention at individual, family, group, and community levels.
Strategi self-management untuk meningkatkan professional behaviors
Annisa, Rully;
Wardaningsih, Shanti;
Sari, Novita Kurnia
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2084
Latar Belakang: Terdapat tiga aspek dengan bobot yang sama, yaitu: kognitif, psikomotor, dan soft skill atau professional behaviours sebagai aktivitas profesional yang harus dilakukan oleh perawat sebagai tenaga kesehatan dan menjadi salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa selama proses pembelajaran. Maka diterapkannya self-management dalam konseling agar mahasiswa dapat mengubah perilaku negatifnya dan mengembangkan perilaku positifnya. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan professional behaviours mahasiswa tingkat II program studi DIII keperawatan AKPER YKY pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pelatihan self-management. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimen semu, yang melibatkan mahasiswa. Dengan Rancangan Penelitian Quasi Eksperimen Nonequivalent Control Group Design, satu diberikan perlakuan (kelompok intervensi) dan yang tidak diberi apa-apa (kelompok kontrol). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Incidental Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Paired T test dan Independent t Test. Hasil: Hasil penelitian secara kuantitatif untuk uji beda mean nilai professional behaviours setelah dilakukan pelatihan self management pada kelompok intervensi dan kontrol memiliki nilai p=0,643 (dimana p>0,05) dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah pelatihan self management antara kelompok intervensi dan kontrol.
In vivo study of celery (Apium graveolens L) extract for regenerating pancreatic β-cell
Ismail, Dina Dewi Sartika Lestari;
Kristianto, Heri;
Setyoadi, Setyoadi;
Maydinah, Anissa
MEDISAINS Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v22i1.20079
Background: The celery plant (Apium graveolens L.) is a widely distributed herbal plant globally known for being a significant source of natural active products, including phenolic compounds and antioxidants demonstrating antidiabetic activity. Previous research findings have indicated the impact of celery leaf extract on reducing blood glucose levels. However, up to now, there is a dearth of research investigating the potential effect of celery leaf extract on the regeneration of pancreatic beta cells in mice with diabetes models.Objective: This study aims to determine the effect of the ethanol extract of celery leaves on the number of pancreatic cells in Streptozotocin (STZ)-induced mice.Method: This research method uses a randomized controlled group posttest only design. Experimental animals were divided into five groups, including a group of experimental animals in a healthy condition, the group with hyperglycemia, hyperglycemia group with celery extract at 200 mg/kg BW, hyperglycemia group with celery extract at 400 mg/kg, and hyperglycemia group with extract celery is 800 mg/kg BW. Termination was performed on day 60 after therapy and pancreas hematoxylin and eosin staining. They are counting the number of cells with a photo slide with 400x magnification in 5 fields of view—statistical analysis using One-Way ANOVA.Results: The study revealed that celery extract could increase the number of pancreatic cells compared to the control group (P<0.002). Notably, the highest increase in pancreatic cell count was observed in the group administered with 400 mg/BW of celery extract.Conclusion: Celery leaf extract effectively increased the number of beta cells in vivo.
Innovative therapeutic pants for children with genu varum and genu valgum
Pristiyani, Kurnia;
Solikhah, Umi;
Mahesaputra, Renaldi;
Al Hamra, Falah Dinar
MEDISAINS Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v17i2.4598
Background: This research is motivated by the absence of therapeutic pants in patients with genu deformity, so innovations to create latest medical products are needed to prevent the disease. One of the innovations is development of therapeutic pants for genu varum and genu valgum. Objective: It aims to research and develop therapeutic pants to improve comfort of children with genu varum and genu valgum.Methods: This study used Research and Development (R&D) approach. It consisted of 3 phases, namely phase I, II, and III or product trials.Result: From the literary study in phase I, it was obtained that materials used to make the therapeutic pants were cotton cloth fabric and foam. In the second phase of the research, it was also discovered that designs and shapes of the pants were as needed. The results of product trials or phase III of this study involved 5 respondents; it showed that the use of therapeutic pants in toddlers resulted comfort and satisfaction for them.Conclusion: The therapeutic pants are proven to increase comfort in toddlers with genu varum and genu valgum.
Pengaruh indeks masa tubuh terhadap kadar gula darah sewaktu
Isnaini, Nur;
Hikmawati, Isna
MEDISAINS Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v14i1.1046
Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan suatu gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak yang ditandai oleh hipergikemia. Obesitas merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya DM. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh dari Indeks Masa Tubuh dengan kadar GDS warga Aisyiah Ranting Karang talun kidul. Metode: Desain pada penelitian ini observasi analitik cross-sectional. Variabel yang hendak diteliti hanya diukur pada satu kali pengukuran saja. Hasil pengukuran IMT dan GDS dianalisa menggunakan uji corelasi product moment untuk melihat adakah pengaruh antara IMT dengan kadar GDS. Hasil: Hasil ρ value = 0,480 dengan nilai α = 0,05 (ρ value > α) sehingga tidak berpengaruh secara signifikan antara IMT dengan kadar gula darah (GDS). Nilai coefisien corelasi = 0,85 sehingga dapat diartikan terdapat hubungan tetapi tidak erat antara IMT pada kategori obesitas dan kadar GDS (>200mg/dl). Kesimpulan: Hasil ρ value >0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa IMT responden tidak berpengaruh secara signifikan dengan kadar GDS tetapi dilihat dari nilai coefisien corelasi terdapat hubungan tetapi tidak erat antara IMT dengan GDS karena pada responden dengan IMT obesitas, kadar GDS melebihi nilai normal dan berada pada kategori DM Kata kunci : Diabetus Melitus, Gula Darah Sewaktu (GDS), Indeks Masa Tubuh (IMT)
Variation of inversion delay for wrist joint MR imaging with SPAIR technique: which ID is optimal?
Susanto, Fani;
Utami, Hernastiti Sedya
MEDISAINS Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v19i1.8319
Background: The current fat suppression technique in magnetic resonance imaging (MRI) significantly diagnoses abnormalities in musculoskeletal disorders. The spectral attenuated inversion recovery (SPAIR) fat suppression (FS) technique had an inversion delay (ID) parameter that allows choosing between full or partial FS. This was the first research related to the optimal setting of the ID time variation in the SPAIR technique on T2-weighted MRI wrist joint images.Objectives: This study aims to find out anatomical information with the most optimal ID value of the MRI wrist joint image T2 turbo spin-echo (TSE) FS SPAIR coronal slice sequence.Method: This study was a pre-experimental post-test only. Scanning MR wrist joint 16 volunteers took data with the qualitative analysis used three radiologists (visual grading) with statistical data analysis.Results: Image information of the MRI wrist joint T2 TSE FS SPAIR coronal slices sequence showed differences in the variation of ID (p<0.001), where the ID of 85 ms produced the most optimal image information.Conclusion: MRI image of the wrist joint of the T2 TSE FS SPAIR coronal slices sequence the most optimal with an ID variation of 85 ms compared to ID 70 ms and 100 ms.
Hubungan cemas dan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK)
Nuraeni, Aan Nuraeni;
Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1621
Latar Belakang: Depresi menjadi faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK. Faktor-faktor terkait depresi pada pasien PJK di Jawa Barat belum diketahui dengan jelas. Salah satu faktor yag diduga menjadi penyebab depresi adalah cemas. Cemas merupakan permasalahan psikososial yang sering dialami oleh pasien PJK dan seringkali tidak diperhatikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan cemas dengan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional cross sectional. Penelitian dilakukan di poli jantung pada 100 orang responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan depresi diukur menggunakan instrumen Beck Depression Inverntory II (BDI-II) versi bahasa Indonesia. Hubungan antar variabel yaitu cemas dan depresi dilakukan dengan analisis data non-parametrik yaitu dengan uji Rank Spearman. Hasil dan Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cemas dan depresi (r=0,371, p=0,000). Semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi pula tingkat depresi pada pasien PJK.